0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan135 halaman

Data Teknik Jembatan Trough Pratt

Jembatan baja dengan panjang 45 meter dan lebar 11 meter, terdiri atas 10 segmen dengan panjang 4,5 meter setiapnya. Menggunakan rangka atas trough Pratt truss dan lantai aspal beton. Data pembebanan meliputi berat aspal, beton, air hujan, dan faktor beban sesuai standar.

Diunggah oleh

aba yupi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan135 halaman

Data Teknik Jembatan Trough Pratt

Jembatan baja dengan panjang 45 meter dan lebar 11 meter, terdiri atas 10 segmen dengan panjang 4,5 meter setiapnya. Menggunakan rangka atas trough Pratt truss dan lantai aspal beton. Data pembebanan meliputi berat aspal, beton, air hujan, dan faktor beban sesuai standar.

Diunggah oleh

aba yupi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI 1725-2016)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI 1725-2016)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI 1725-2016)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI 1725-2016)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI 1725-2016)
PERHITUNGAN SANDARAN

Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya hal 10:


“Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoir harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m` yang bekerja pada tinggi
90 cm diatas lantai trotoir.”

Tinggi sandaran dari trotoar (h1) = 900 mm


tinggi trotoar (h2) = 300 mm
tinggi plat lantai kendaraan (h3) = 200 mm
tinggi gelagar melintang (h4) = 770 mm
WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4
tebal sayap gelagar melintang (h5) = 25.4 mm
lebar profil rangka induk (h6) = 424 mm
Err:509

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 - h5 - (0,5 x h6))

= 900 + 300 + 200 +

= 1933 mm

Gambar 3.2 Perhitungan Ls

a = tinggi jembatan - hs
= 4067 m

panjang per segmen = 4500 mm

Ls = lebar per segmen x a


tinggi jembatan
= 4500 x 4067
6000
= 3051 mm = 3.051 m

Pembebanan pada pipa sandaran :


Sandaran direncanakan menggunakan : pipa Ø 76,3 mm

Beban Horizontal (H) = 100 kg/m


Beban Vertikal (V) = 7.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran)
1. Data perencanaan :
σ ijin = 160 Mpa
E baja = 210000 MPa

2. Data Teknis Profil


D = 7.63 cm
t = 0.4 cm
F = 9.085 cm3
G = 7.13 kg/m
I = 59.5 cm4
i = 2.6 cm
W = 15.6 cm

R = (V^2 + H^2)^0,5

= ( 7.13 ^2 + 100 ^2

= 100.25386 kg/m

RAV = 0.5 x q x Ls

= 0.5 x 100.254 x 3.051

= 152.91471 kg

Momen yang terjadi pada pipa sandaran :

Mu = 1 x q x Ls^2
8
= 0.125 x 100.254 x 9.306

= 116.61849 kgm

Geser yang terjadi pada pipa sandaran :

D = 0.5 x q x Ls

= 0.5 x 100.254 x 3.051


= 152.91471 kg

3. Kontrol Terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada

Terhadap lendutan :
5 x q x Ls^4 Ls
<
384EI 180

5 x 1.0025386 x 8659894291.1 305.1


<
384 x 2100000 x 59.5 180

0.904724233 < 1.69475 cm OK

Terhadap momen :
Mu
< σ ijin
W

11661.8
< 1600 kg/cm2
15.6

747.554 < 1600 kg/cm2 OK

Terhadap geser :
τ < τijin

DxW
< 0.5 x σ ijin
I

152.91471 x 15.6 0.5 x 1600


<
59.5

40.092 < 800 kg/cm2 OK


Trough Pratt Truss)
( 770 - 25.4 - ( 0.5 x 424 ) )

mm

pipa sandaran)
) ^0.5
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN LANTAI TROTOAR

Berdasarkan SNI 1725-2016 tentang Pembebanan Jembatan, bahwa semua komponen trotoar
yang lebih besar dari 600 mm harus direncanakan untuk memikul beban pejalan kaki
dengan intensitas 5 kPa atau 500 kg/m2 dan dianggap bekerja secara bersamaan
dengan beban kendaraan pada masing-masing lajur kendaraan.

1. Data Perencanaan
F'c = 30 Mpa
ɣc = 2400 kg/m3
Fy = 400 MPa
∅ = 16 mm
d' = 300-40-(0.5x16)
= 252 mm

2. Pembebanan
a. Akibat Beban Mati
Berat sendiri pelat = 0.3 x 1 x 2400
= 936 kg/m
Berat tegel + spesi = 0.05 x 1 x 2240
= 145.6 kg/m
Berat steel deck = 1 x 1 x 10.86
= 11.95 kg/m
Berat air hujan = 0.05 x 1 x 1000
= 100 kg/m

∑qDL = 1193.55 kg/m

b. Akibat Beban Hidup


Faktor beban = 1.8 (SNI T-02-2005)
Q = 5 kPa
= 500 kg/m2
qL = 500 x 1 x 1.8
= 900 kg/m

c. Beban Terfaktor
Qu = qD + qL
= 1193.55 + 900
= 2093.55 kg/m

Mu = Qu x L^2

= 2093.55 x 1^2

= 2093.546 kgm
= 2093546.00 kgmm
3. Perhitungan Tulangan
Mu
R =
ɸ*b*d'^2

2093546.00
=
0.8 x 1000 x 252

= 0.041 kgmm

ρ = 0.85 x F'c
Fy
x ( 1 -

= 0.85 x
400
30
x (
= 0.0001

ρ min = 1.4
fy
= 1.4
400
= 0.0035

ρ max =
0.75 x β1 ( 0.85 x F'c
fy
x
600
600+fy

= 0.75 x 0.85
( 0.85

= 0.024

ρ dipakai = 0.0035 Digunakan yang masuk

As perlu = ρ dipakai x b x d'


= 0.0035 x 1000 x 252
= 882 mm2

Digunakan tulangan pokok : D 16 - 200

Jarak tulangan (s) = 200 mm


Diameter Tulangan (d) = 16 mm

As ada = 0.25 x π x d^2 x (b/s)


= 0.25 x 3.14 x 16

= 1005.310 mm2
Checking :
ρ = As ada
b x d'
= 1005.310
1000 x 252

= 0.00399 < ρ max = 0.024 OK

Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.16.12, dalam arah tegak lurus


terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk
tegangan susut dan suhu)

Untuk fy = 400 mpa


As perlu = 25% As perlu tulangan pokok
= 220.5 mm2

Digunakan tulangan bagi : D 13 - 200

Jarak tulangan (s) = 200 mm


Diameter Tulangan (d) = 14 mm

As ada = 0.25 x π x d^2 x (b/s)


= 0.25 x 3.14 x 14

= 769.690 mm2

Checking :
ρ = As ada
b x d'
= 769.690
1000 x 252

= 0.00305 < ρ max = 0.024 OK


a (Trough Pratt Truss)
x 1.3

x 1.3

x 1.1

x 2
^2

( 1 -
2xR
0.85 x F'c
)^0.5 )
1 - ( 1 -
2
0.85
x
x
0.041
30
)^0.5 )

)
x
400
30
x
600
600
+ 400 )

^2 x
( 1000
200 )
^2 x
( 1000
200 )
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Ata : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jemba: Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN PLAT LANTAI KENDARAAN
1. Data Perencanaan
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan fy = 400 Mpa
tebal plat lantai = 0.2 m
tebal perkerasan = 0.05 m
Tulangan rencana = 19 mm
Tulangan bagi = 16 mm
tebal selimut beton (p) = 40 mm
berat jenis beton (ϒc) = 2400 kg/m3
berat jenis aspal (ϒa) = 2240 kg/m3

2. Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan

a. Akibat Beban Mati :


Berat sendiri pelat = 0.2 x 2400 x 1.3 x 1
= 624 kg/m
Berat aspal = 0.05 x 2240 x 1.3 x 1
= 145.6
Berat steel deck = 1 x 10.86 x 1.1 x 1
= 11.946
Berat air hujan = 0.05 x 1000 x 2 x 1
= 100

∑qDL = 881.55 kg/m

Momen tumpuan = momen lapangan = (1/10) x q x l^2


= 0.1 x 881.55 x 1.75 ^2
= 269.97 kgm

b. Akibat Beban Hidup T :


Beban truk “T” adalah satu kendaraan berat dengan 3 gandar yang
ditempatkan pada beberapa posisi dalam lajur lalu lintas rencana. Tiap gandar
terdiri dari atas dua bidang kontak pembebanan yang dimaksud sebagai
simulasi pengaruh roda kendaraan berat. Hanya satu truk “T” diterapkan per
lajur lalu lintas rencana.
Beban truk “T” tidak dapat digunakan bersamaan dengan beban D. beban truk
dapat digunakan untuk perhitungan struktur lantai. Berat dari tiap-tiap gandar
disebarkan menjadi 2 bebn merata sama besar yang merupakan bidang kontak
antara roda dengan permukaan lantai. Jarak antara 2 gandar tersebut bisa
diubah-ubah dari 4.0 m sampai dengan 9.0 m untuk mendapatkan pengaruh
terbesar pada arah memanjang jembatan.
Beban ” T ’’ = 11.25 ton

Bidang kontak pada sumbu plat


tx = ( 25 + ( 2 x 5 ) + 20 )
= 55 cm
= 0.55 m

ty = ( 75 + ( 2 x 5 ) + 20 )
= 105 cm
= 1.05 m

Penyebaran Beban ” T’ ”
T' = 11250
0.55 x 1.05
= 19480.519 kg/m2

a) Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat)


tx = 0.55 m
ty = 1.05 m
Lx = 1.75 m
Ly = 5m

tx 0.55
=
Lx 1.75
= 0.314

ty 1.05
=
Lx 1.75
= 0.600

Dari tabel Bittner :


Fxm = 0.1638
Fym = 0.062

Momen maks pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) :


Mxm = Fxm x T' x tx x ty
= 0.1638 x 19480.519 x 0.55 x 1.05
= 1842.75 kgm

Mym = Fym x T' x tx x ty


= 0.062 x 19480.519 x 0.55 x 1.05
= 697.5 kgm

b) Kondisi 2 ( dua roda berdekatan )

Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian,


yaitu:

Bagian 1
tx = 1.75 m
ty = 0.6 m
Lx = 1.75 m
Ly = 5m

tx 1.75
=
Lx 1.75
= 1.000

ty 0.6
=
Lx 1.75
= 0.343

Dari tabel Bittner :


Fxm = 0.0904
Fym = 0.0572

Momen yang terjadi :


Mxm1 = Fxm x T' x tx x ty
= 0.0904 x 19480.52 x 1.75 x 0.6
= 1849.0909 kgm

Mym1 = Fym x T' x tx x ty


= 0.0572 x 19480.519 x 1.75 x 0.6
= 1170 kgm

Bagian 2
tx = 0.3 m
ty = 0.6 m
Lx = 1.75 m
Ly = 5m

tx 0.3
=
Lx 1.75
= 0.171

ty 0.6
=
Lx 1.75
= 0.343

Dari tabel Bittner :


Fxm = 0.2106
Fym = 0.1043

Momen yang terjadi :


Mxm2 = Fxm x T' x tx x ty
= 0.2106 x 19480.52 x 0.3 x 0.6
= 738.468 kgm

Mym2 = Fym x T' x tx x ty


= 0.1043 x 19480.52 x 0.3 x 0.6
= 365.727 kgm

Momen maksimum pada kondisi 2 :


Mxm = Mxm1 - Mxm2
= 1849.0909 - 738.46753
= 1110.6234 kgm
Mym = Mym1 - Mym2
= 1170 - 365.727
= 804.273 kgm

Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen


terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2, yaitu :

1. Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah


pelat):
Mxm = 1842.75 kgm
Mym = 697.5 kgm

2. Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan):


Mxm = 1110.6234 kgm
Mym = 804.273 kgm

Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat), karena


menghasilkan nilai momen yang terbesar.

Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati
dan beban hidup adalah :
MX = MxDL + MxLL
= 269.97 + 1842.75
= 2112.723 kgm

MY = MyDL + MyLL
= 269.97 + 804.273
= 1074.246

3. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan


a. Tulangan pada arah melintang jembatan (Lx)
Mux = Mx , θ = 0.8 (factor reduksi untuk menahan mome
θ
Mux = 2112.723
0.8
= 2640.9043 kgm
= 2640904.3 N

diameter tulangan (∅) = 19 mm


b = 1000 mm
d' = h - p -(0.5∅)
= 200 - 40 - 9.5
= 150.5 mm
= 0.151 m

R = Mux
θ x b x d'^2
= 2640904.328125
0.8 x 1000 x 150.5 ^2
= 0.146 N/mm2

ρ = 0.85 x F'c
Fy
x ( 1 - ( 1 -

= 0.85 x
400
30
x ( 1 - (

= 0.0004

ρ min = 1.4
fy
= 1.4
400
= 0.0035
Syarat, ρ min < ρ < ρ max , karena ρ < ρ min maka digunakan:
ρ = ρ min = 0.0035

As perlu = ρ dipakai x b x d'


= 0.0035 x 1000 x 150.5
= 526.75 mm2

Digunakan tulangan pokok : D 19 - 200


Jarak tulangan (s) = 200 mm
Diameter Tulangan (d) = 19 mm

As ada = 0.25 x π x d^2 x (b/s)


= 0.25 x 3.14 x 19 ^2 x
(
= 1417.6 mm2

b. Tulangan pada arah memanjang jembatan (Ly)


Muy = My , θ = 0.8 (factor reduksi untuk menahan mome
θ
Muy = 1074.246
0.8
= 1342.8077 kgm
= 1342807.7 N

diameter tulangan (∅) = 16 mm


b = 1000 mm
d' = h - p -(0.5∅)
= 200 - 40 - 8
= 152 mm
= 0.152 m
R = Muy
θ x b x d'^2
= 1342807.73721591
0.8 x 1000 x 152.0 ^2
= 0.073 N/mm2

ρ = 0.85 x F'c
Fy
x ( 1 - ( 1 -

= 0.85 x
400
30
x ( 1 - (

= 0.0002

ρ min = 1.4
fy
= 1.4
400
= 0.0035
Syarat, ρ min < ρ < ρ max , karena ρ < ρ min maka digunakan:
ρ = ρ min = 0.0035

As perlu = ρ dipakai x b x d'


= 0.0035 x 1000 x 152
= 532 mm2

Digunakan tulangan pokok : D 16 - 200


Jarak tulangan (s) = 200 mm
Diameter Tulangan (d) = 16 mm

As ada = 0.25 x π x d^2 x (b/s)


= 0.25 x 3.14 x 16 ^2 x
(
= 1005.3 mm2

4. Cek Deck Slab


Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi
sebagai berikut :
t = 1.2 mm
W = 14.8 kg/m2
A = 1.848 mm2
I = 237.6 cm4
YNA = 42.5 mm

Mencari momen lawan (Wx)


y2 = 80^2 x 185 - 1.2(80 - 1.2)^2
x 3
2 x (80^2 x 185 - 1.2(80 - 1.2)
= 1.491 mm
= 0.149 cm

y1 = 80 - 1.491
= 78.509 mm
= 7.851 cm

W1 = 237.6
0.149
= 1593.904 cm3

W2 = 237.6
7.851
= 30.264 cm3

Untuk Wx dipakai W2 = 30.264 cm3

Cek tegangan yang terjadi :


σ terjadi = M < σ ijin
Wx
= 2112.723 < 1867 kg/cm2
30.264
= 69.809968 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 OK
h Pratt Truss)
eduksi untuk menahan momen lentur)
2xR
0.85 x F'c
)^0.5 )
1 -
2
0.85
x
x
0.146
30
)^0.5 )

1000
200 )

eduksi untuk menahan momen lentur)


2xR
0.85 x F'c
)^0.5 )
1 -
2
0.85
x
x
0.073
30
)^0.5 )

1000
200 )
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas: Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jemba: Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN PERATAAN BEBAN

Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Dan Melintang

1. Perataan Tipe A

L = 4.5 m
tinggi trapesium = 0.875 m
a = 0.75 m
b = 4.5 - 1.5
= 3m

Q1 = 0.5 x alas x tinggi


= 0.5 x 0.75 x 0.875
= 0.328 m2

Q2 = 0.5b x tinggi
= 1.5 x 0.875
= 1.313 m2

RA = RB = Q1 + Q2
= 0.328 + 1.313
= 1.641 m2

M1 = (RA x L/2) - (Q1 x ((1/3 a) + (1/2 b))) - (Q2 x 1/4 b)


= ( 1.641 x 2.25 ) - ( 0.328 x ( 0.25 +
= 2.133

M2 = 1/8 x h x L^2
= 0.125 x h x 20.25
= 2.531 h

M1 = M2
2.133 = 2.53125 h
h = 0.843 m < 0.88 Memenuhi

2. Perataan Tipe B

L = 4.5 m
tinggi trapesium = 1m
a = 0.75 m
b = 4.5 - 1.5
= 3m

Q1 = 0.5 x alas x tinggi


= 0.5 x 0.75 x 1
= 0.375 m2
Q2 = 0.5b x tinggi
= 1.5 x 1
= 1.500 m2

RA = RB = Q1 + Q2
= 0.375 + 1.500
= 1.875 m2

M1 = (RA x L/2) - (Q1 x ((1/3 a) + (1/2 b))) - (Q2 x 1/4 b)


= ( 1.875 x 2.25 ) - ( 0.375 x ( 0.25 +
= 2.438

M2 = 1/8 x h x L^2
= 0.125 x h x 20.25
= 2.531 h

M1 = M2
2.438 = 2.53125 h
h = 0.963 m < 1.00 Memenuhi

3. Perataan Tipe D

0.75

0.875 0.875

tinggi segitiga = 0.75 m


L = 1.75 m
Q1 = 0.5 x alas x tinggi
= 0.5 x 0.875 x 0.75
= 0.328 m2

RA = Rb = Q1
= 0.328 m2

M1 = (RA x 1/2 L) - (Q1 x 1/3 alas)


= ( 0.328 x 0.875 ) - ( 0.328 x 0.2916667 )
= 0.191

M2 = 1/8 x h x L^2
= 0.125 x h x 3.0625
= 0.383 h

M1 = M2
0.191 = 0.383 h
h = 0.500 m < 0.75 Memenuhi

4. Perataan Tipe C

0.75

1.00

tinggi segitiga = 0.75 m


L = 1m
Q1 = 0.5 x alas x tinggi
= 0.5 x 1x 0.75
= 0.375 m2

RA = Rb = Q1
= 0.375 m2

M1 = (RA x 1/2 L) - (Q1 x 1/3 alas)


= ( 0.375 x 0.5 ) - ( 0.375 x 0.3333333 )
= 0.063

M2 = 1/8 x h x L^2
= 0.125 x h x 1
= 0.125 h

M1 = M2
0.0625 = 0.125 h
h = 0.500 m < 0.75 Memenuhi
1.5 )) -( 1.313 x 0.75 )
1.5 )) -( 1.500 x 0.75 )
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN GELAGAR MELINTANG
Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja
diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. Pembebanan pada
gelagar memanjang meliputi :
a. Beban mati
Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja
diatasnya (pelat lantai jembatan, perkerasan, dan air hujan)
b. Beban hidup
Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban
jalur, yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur,
dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.

1.5 1.5

Data teknis perencanaan gelagar memanjang :


Mutu beton (f’c) = 30 Mpa
Mutu baja (fy) = 400 Mpa
Berat isi beton bertulang = 2400 kg/m3
Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3
Berat isi aspal = 2240 kg/m3
Tebal pelat lantai kendaraan = 0.2 m
Tebal lapis perkerasan = 0.05 m
Tinggi trotoar = 0.3 m
jarak antar gelagar melintang = 4.5 m
jarak antar gelagar memanjang = 1.75 m

1. Beban Mati
q trotoar = 1193.55 kg/m
q lantai kendaraan = 881.55 kg/m
Jarak gelagar melintang = 4.5 m
a. Akibat berat lantai trotoar
q d1= (perataan tipe C x 2) x q trotoar
= ( 0.5 x 2)x 1193.55
= 1193.546 kg/m
P d1 = 2 x ((1/2 x perataan tipe A)+(1/2 x perataan tipe B)) x q trotoar
= 2x(( 0.5 x 0.8425925925926
= 2155.014 kg

b. Akibat beban lantai kedaraan


q d2 = (perataan tipe D x 2) x q lantai
= ( 0.5 x 2)x 881.55
= 881.546 kg/m
P d2 = 2 x ((1/2 x perataan tipe A)+(1/2 x perataan tipe B)) x q lantai
= 2x(( 0.5 x 0.8425925925926
= 1591.680 kg

c. Akibat profil gelagar memanjang


Faktor beban = 1.2
W = 95.24 kg/m
P d3 = W x L x faktor beban
= 95.24 x 4.5 x 1.2
= 514.296 kg

2. Beban Hidup
a. Akibat beban lajur D
Beban lajur “D” terdiri dari beban tersebar merata ( BTR ) yang
digabungkan dengan beban garis ( BGT )
1. Beban terbagi rata (“q”)
Jika L < 30 m : q = 9,0 kPa
Jika L > 30 m : q = 9 x (0.5 + 15/L) kPA
bentang jembatan = 45 m
q = 9x( 0.5 + 0.3333333333333
= 7.5 kPa
= 750 kg/m2

Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 meter :
q1 (100%) = q x (Perataan beban pada gelagar melintang) x faktor ultimit x 100%
= 750 x( 1 )x 1.8
= 1350 kg/m
Beban terbagi rata untuk lebar sisanya kecuali trotoar :
q2 (50%) = q x (Perataan beban pada gelagar melintang) x faktor ultimit x 50%
= 750 x( 1 )x 1.8
= 675 kg/m

2. Beban garis “P”


Faktor beban dinamis / koefisien kejut
Berdasarkan SNI-1725-2016, nilai dari faktor beban dinamis tergantung pada
panjang bentang jembatan.

untuk L = 60.5 m
FBD = 0.36
maka k = 1 + FBD
= 1.36
P = 49 kN/m
= 4900 kg/m

Beban P sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 meter :


P1 (100%) = P x (perataan beban pada gelagar melintang di area beban P) x k x faktor ultim
= 4900 x( 1 )x 1.8
= 11995.2 kg/m
Beban P untuk lebar sisanya kecuali trotoar :
P2 (50%) = P x (perataan beban pada gelagar melintang di area beban P) x k x faktor ultim
= 4900 x( 1 )x 1.8
= 5997.6 kg/m

Sehingga akibat beban lajur D


qu 1 (100%) = 1350 + 11995.2
= 13345.2 kg/m
qu 2 (50%) = 675 + 5997.6
= 6672.6 kg/m

b. Akibat beban hidup trotoar


Faktor beban = 1.8
q = 5 kPa
= 500 kg/m2
qu 3 (60%) = q x (perataan beban pada gelagar melintang di area trotoar) x faktor ultimit x 6
= 500 x( 1 )x 1.8
= 540 kg/m

3. Reaksi perletakan
a. Reaksi Perletakan akibat beban mati :

Ra = Rb = (3 x (Pd2+Pd3)) + (2 x (Pd1 + Pd3)) + (2 x (qd1 x L)) + (qd2 + L)


2
= 6317.9288333 + 5338.619222 + 3580.638
2
= 11144.777028 kg
Momen maksimum akibat beban mati :
M max = (RA x jarak ke tengah ) - (qd1 x 1.5 x jarak ke tengah) - ((pd1+pd3) x jarak ke te
= 55723.885139 - 7608.85575 - 9342.5836388889
= 28916.165264 kgm

b. Reaksi Perletakan akibat beban hidup :

Ra = Rb = (qu1 x 5.5) + 2(qu2 x (7-5.5)/2) + 2(qu3 x 1.5)


2
= 73398.6 + 10008.9 + 1620
2
= 42513.75 kg
Momen maksimum akibat beban hidup :
M max = (RA x jarak ke tengah) - ((qu3 x 1.5) x jarak ke tengah) - ((qu2 x 0.75) x jarak ke
= 467651.25 - 3442.5 - 15638.90625
= 398108.30625 kgm

c. Momen total akibat beban mati dan beban hidup


Mmax = 28916.165264 + 398108.3063
= 427024.47151 kgm

d. Gaya geser total akibat beban mati dan beban hidup


V = 11144.777028 + 42513.75
= 53658.527028 kg

4. Pendimensian Gelagar Melintang


Direncanakan baja : WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4
Dengan faktor reduksi 1.2

W = 196.4 kg/m
A = 770 mm
B = 268 mm
tw = 15.62 mm
tf = 25.4 mm
r = 17.8 mm
F = 250.5 cm2
Ix = 239500 cm4
Iy = 7701 cm4
ix = 30.91 cm
iy = 5.54 cm
Zx = 6223.3 cm3
Zy = 575.3 cm3

BJ 55 fy = 410 Mpa (dicari) 1 Mpa


fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

5. Kondisi Pre Komposit


Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban
hidup belum bekerja.
Mu = 1/8 x W x L^2 x 1.2
= 0.125 x 196.4 x 121
= 3564.660 kgm

Mu total = 28916.165264 + 3564.660


= 32480.825 kgm

Mn = Mu
φ
= 32480.825
0.9
= 36089.805849 kgm

Dipakai baja profil : WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4


λp
λf = 170
(fy)^0.5
= 170
20.248
= 8.396

λw = 1680
(fy)^0.5
= 1680
20.248
= 82.97

λr
λf = 370
(fy - fr)^0.5
= 370
18.439
= 20.066

λw = 2550
(fy)^0.5
= 2550
20.248
= 125.936

λ
λf = b
2 x tf
= 268
2 x 25.4
= 5.276

λw = h
tw
= 683.6
15.62
= 43.76

λ λp
λf = 5.276 < λf = 8.396
λw = 43.76 < λw = 82.97
KOMPAK !
Syarat penampang kompak, tanda kuning harus sama.

Rumus Penampang kompak :


Zx = (b x tf x (d - tf)) + (1/4 x tw x (d - 2tf)^2)
= 268 x 25.4 x ( 770
= 7088497.0592 mm3

Mp = Zx x fy
= 7088497.0592 x 41
= 290628379.43 [Link]
= 290628.37943 kg.m

Mu
Mp = 290628.379 kg.m > = 36089.81 kg.m
φ
*Mp harus lebih besar.

6. Kondisi Post Komposit


Kondisi post komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban
hidup telah bekerja.
Perhitungan Gelagar Komposit
Perhitungan lebar efektif :
Syarat :
b eff ˂ 1/4 x bentang
< 0.25 x 1100
< 275 cm
b eff ˂ Jarak antar gelagar
˂ 450 cm
b eff ˂ 12 x tebal pelat
˂ 12 x 20
˂ 240 cm
Diambil nila b eff terkecil
b eff = 240 cm

Data teknis profil IWF WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4


Angka Ekivalen (n) :
Es = 210000 Mpa
Ec = 4700x (fc)^0.5
= 4700 x ( 30 )^0.5
= 25742.960203 MPa
n = Es
Ec
= 210000
25742.960203
= 8.158
Luas baja ekivalen (𝐴 ekivalen) :
b' = b eff
n
28 = 240
0 8
= 29 cm

A ekivalen = b' x t
= 29 x 20
= 588.41 cm2
A profil = 250.5 cm2

A komposit = A ekivalen + A profil


= 588.41 + 250.5
= 838.91 cm2

Lengan Momen
Y1 pelat beton = t/2
= 20 / 2
= 10 cm

Y2 profil baja = A/2 + t lantai


= 77 20
+
2
= 58.5 cm

Statis momen
Beton = A ekivalen x Y1
= 588.41 x 10
= 5884.1 cm3
Baja = A profil x Y2
= 250.5 x 58.5
= 14654.25 cm3
Σ(A x Y) = 5884.1 + 14654.25
= 20538.4 cm3

Diukur dari bagian atas plat


Ya = Σ(A x Y)
A komposit
= 20538.4
838.91
= 24.482 cm

Yb = t + h - Ya
= 20 + 77 - 24.482
= 72.518 cm

inersia beton I01 = 1/12 x b' eff x t^3


= 0.083 x 29 x 8000
= 19613.683964 cm4
inersia profil I02 = 1/12 x B x A^3
= 0.083 x 26.8 x 456533
= 1019590.3667 cm4

d1 = Ya - Y
= 24.482 - 10
= 14.482 cm
d2 = Yb - Y/2
= 72.518 - 29.25
= 43.268 cm

Ix1 = I01 + (A x d1^2)


= 19613.683964 + 588.41 x 209.733
= 143023.03986 cm4
Ix2 = I02 + (A x d2^2)
= 1019590.3667 + 250.50 x 1872.105
= 1488552.5618 cm4

Σ Ix = 143023.03986 + 1488552.562
= 1631575.6016 cm4

Asumsi garis netral terletak di pelat beton


Berdasarkan persamaan keseimbangan gaya C = T, maka diperoleh :
a = As x fy
0.85 x fc x b eff
= 25050 x 410
0.85 x 30 x 2400
= 168 mm
= 16.8 cm < t lantai =
Karena nilai a < tebal pelat maka plat beton mampu mengimbangi gaya tarik As x fs yang timbul pada baja.
Tegangan tekan pada serat beton
Cc = 0.85 x fc x a x b eef
= 0.85 x 30 x 168
= 10270500 N 1N
100 Mpa
Tegangan tarik pada serat baja 1 Mpa
T = As x fy
= 25050 x 410
= 10270500 N

Kuat lentur nominal


Mn = T x ((d/2) + t - (a/2))
= 10270500 x ( 385 + 200
= 5146451893.4 Nmm
= 514645.18934 kgm

Mnɸ = 0.85 x Mn
= 0.85 x 514645.1893
= 437448.41094 kgm

Mnɸ = 437448.41 kgm > Mu = 427024.47 kgm


*Mnɸ harus lebih besar.

Kontrol geser
Geser akibat berat sendiri gelagar melintang :
Rp = 1/2 x berat jenis profil x panjang profil
= 1080.2 kg

Vn = 54738.727028 kg
Kapasitas geser penampang
Vy = 0.55 x A x tw x fy
= 0.55 x 770 x 15.62
= 2712178.7 N
= 271217.87 kg

Vy = 271217.87 kg > Vn = 54738.73 kg


*Vy harus lebih besar.

Kontrol Lendutan
q = 22632.892 kg/m
P = 22253.790 kg/m

f max = 5 x q x L^4 P x L^3


+
384 x EI 48 x EI
= 5 x 226.329 x 1464100000000
384 x 2100000 x 1631575.6016483
= 1.26 cm

f max = 1.26 cm < f ijin = 3.7 cm


*F max harus lebih kecil
ough Pratt Truss)
)) x q trotoar
)+( 0.5 x 0.962963 )) x 1193.55

)) x q lantai
)+( 0.5 x 0.962963 )) x 881.55

ktor ultimit x 100%


x 100 %

ktor ultimit x 50%


x 50 %

ea beban P) x k x faktor ultimit x 100%


x 1.36 x 100 %

ea beban P) x k x faktor ultimit x 50%


x 1.36 x 50 %
ea trotoar) x faktor ultimit x 60%
x 60 %

)) + (2 x (qd1 x L)) + (qd2 + L) RUMUS BERUBAH SESUAI KEADAAN PERLETAKAN

+ 7052.368

RUMUS BERUBAH SESUAI KEADAAN PERLETAKAN


ah) - ((pd1+pd3) x jarak ke tengah) - ((pd2+pd3) x jarak ke tengah) - (qd2 x 3.5 x jarak ke tengah)
- 3685.458486 - 6170.822

x 1.5) RUMUS BERUBAH SESUAI KEADAAN PERLETAKAN

RUMUS BERUBAH SESUAI KEADAAN PERLETAKAN


gah) - ((qu2 x 0.75) x jarak ke tengah) - ((qu1 x 2.75) x jarak ke tengah)
- 50461.5375
= 0.1 kg/mm2

x 1.2
- 25.4 ) + 0.25 x 15.62 x ( 770 - 50.8 )^2
20 cm
ul pada baja.
x 2400
= 0.1 kg = 0.001 kN
= 10 kg/mm2
= 1 N/mm2

- 84 )

x 410

222.538 x 1331000000
+
48 x 2100000 x 1631575.6
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembata : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN GELAGAR MEMANJANG
Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja
diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. Pembebanan pada
gelagar memanjang meliputi :
a. Beban mati
Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja
diatasnya (pelat lantai jembatan, perkerasan, dan air hujan)
b. Beban hidup
Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban
jalur, yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur,
dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.

1.5 1.5

Data teknis perencanaan gelagar memanjang :


Mutu beton (f’c) = 30 Mpa
Mutu baja (fy) = 400 Mpa
Berat isi beton bertulang = 2400 kg/m3
Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3
Berat isi aspal = 2240 kg/m3
Tebal pelat lantai kendaraan = 0.2 m
Tebal lapis perkerasan = 0.05 m
Tinggi trotoar = 0.3 m
jarak antar gelagar melintang = 4.5 m
jarak antar gelagar memanjang = 1.75 m
Jumlah gelagar memanjang = 5.57142857

1. Beban Mati
a. Akibat berat lantai trotoar (untuk gelagar tepi)
qu = (perataan tipe B x q plat trotoar ) + (perataan tipe A x q plat lantai)
= ( 0.96296296 x 1193.55 ) + ( 0.8425925926 x
= 1892.12472 kg/m

qL = (beban hidup trotoar x perataan tipe B x faktor beban)


= ( 500 x 0.962963 x 1.8 )
= 866.666667 kg/m
b. Akibat berat lantai kendaraan (untuk gelagar tengah)
qu = 2 x (perataan tipe A x q plat lantai kendaraan)
= 2 x ( 0.8425926 x 881.55 )
= 1485.56826 kg/m

2. Beban Hidup
a. Beban terbagi rata (“q”)
Jika L < 30 m : q = 9,0 kPa
Jika L > 30 m : q = 9 x (0.5 + 15/L) kPA
bentang jembatan = 45 m
q= 9x( 0.5 + 0.3333333333 )
= 7.5 kPa
= 750 kg/m2

b. Beban garis “P”


P= 49 kN/m
= 4900 kg/m
Pu = P x faktor reduksi
= 4900 x 1.8
= 8820 kg/m
Faktor beban dinamis / koefisien kejut
Berdasarkan SNI-1725-2016, nilai dari faktor beban dinamis tergantung pada
panjang bentang jembatan.
untuk L = 60.5 m
FBD = 0.36
maka k = 1 + FBD
= 1.36
Perbandingan beban hidup gelagar memanjang yang diterima
a. Gelagar Memanjang Tipe B - B (tepi)
qu = ( q ) x (perataan tipe A + perataan tipe B) x 1.8
= ( 750 ) x ( 0.8425926 + 0.962962963 )x

= 2437.5 kg/m

Pu = (P) x (perataan tipe A + Perataan tipe B) x k x 1.8


=
( 4900 ) x ( 0.8425926 + 0.962962963 )x

= 21658 kg

b. Gelagar Memanjang Tipe A-A (tengah)


qu = ( q ) x (2 x perataan tipe A ) x 1.8
=
( 750 )x( 2 x 0.8425925926 )x

= 2275 kg/m

Pu = ( P ) x (2 x perataan tipe A ) x k x 1.8


=
( 4900 )x( 2 x 0.8425925926 )x

= 20214.1333 kg

Beban yang diambil adalah beban terbesar


qLu = 2437.5 kg/m
Plu = 21658 kg

1. Gelagar Tepi
Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) :
Dmax DL = 0.5 x qDL x L
= 0.5 x 1892.1247 x 4.5
= 4257.28063 kg
Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) :
Mmax DL = 1/8 x qDL x L^2
= 0.125 x 1892.1247 x 20.25
= 4789.4407 kgm

Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) :


Dmax LL = 0.5 x qLL x L
= 0.5 x 866.66667 x 4.5
= 1950 kg
Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) :
Mmax LL = 1/8 x qLL x L^2
= 0.125 x 866.66667 x 20.25
= 2193.75 kgm

2. Gelagar Tengah
Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) :
Dmax DL = 0.5 x qDL x L
= 0.5 x 1485.5683 x 4.5
= 3342.52858 kg
Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) :
Mmax DL = 1/8 x qDL x L^2
= 0.125 x 1485.5683 x 20.25
= 3760.34466 kgm

Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) :


Dmax LL = (0.5 x Plu) + (0.5 x qLu x L)
= ( 0.5 x 21658 ) + ( 0.5 x
= 16313.375 kg
Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) :
Mmax LL = (1/8 x qLu x L^2) + (1/4 x Plu x L)
= ( 0.125 x 2437.5 x 20.25 )+(
= 30535.17 kgm

Gaya geser total pada gelagar memanjang :


Dtotal Gelagar Tepi = Dmax DL + Dmax LL
= 4257.28063 + 1950
= 6207.28063 kg

Dtotal Gelagar Tengah = Dmax DL + Dmax LL


= 3342.52858 + 16313.375
= 19655.9036 kg

Momen total pada gelagar memanjang:


Mtotal Gelagar Tepi = Mmax DL + Mmax LL
= 4789.4407 + 2193.75
= 6983.1907 kgm

Mtotal Gelagar Tengah = Mmax DL + Mmax LL


= 3760.34466 + 30535.17
= 34295.5165 kgm

Pendimensian profil gelagar memanjang


Direncanakan baja : WF 454 x 221 x 10,24 x 17,42
Dengan faktor reduksi 1.2

W= 95.24 kg/m
A= 454 mm
B= 221 mm
tw = 10.24 mm
tf = 17.42 mm
r= 15.2 mm
F= 121.3 cm2
Ix = 43530 cm4
Iy = 2926 cm4
ix = 18.95 cm
iy = 4.9 cm
Zx = 1917.6 cm3
Zy = 263.9 cm3

Mu = 1/8 x W x L^2 x 1.2


= 0.125 x 95.24 x 20.25 x
= 289.292 kgm

Mu total = 289.292 + 6983.1907 + 34295.516531


= 41567.999 kgm

Mn = Mu
φ
= 41567.999
0.9
= 46186.6653 kgm

BJ 55 fy = 410 Mpa (dicari) 1 Mpa =


fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa
Dipakai baja profil : WF 454 x 221 x 10,24 x 17,42
λp
λf = 170
(fy)^0.5
= 170
20.248
= 8.396

λw = 1680
(fy)^0.5
= 1680
20.248
= 82.97
λr
λf = 370
(fy - fr)^0.5
= 370
18.439
= 20.066

λw = 2550
(fy)^0.5
= 2550
20.248
= 125.936

λ
λf = b
2 x tf
= 221
2 x 17.42
= 6.343

λw = h
tw
= 388.76
10.24
= 37.96

λ λp
λf = 6.343 < λf = 8.396
λw = 37.96 < λw = 82.97
KOMPAK
Syarat penampang kompak, tanda kuning harus sama.

Rumus Penampang tidak kompak :


Zx = b x tf x (d - tf) + 1/4 x tw x (d - 2tf)^2
= 221 x 17.42 x ( 454 -
= 2130533.89 mm3

Mp = Zx x fy
= 2130533.89 x 41
= 87351889.3 [Link]
= 87351.8893 kg.m

Mr = (fy - fr) x Ix / (d/2)


= ( 41 - 7 )x 435300000
( 454 /
= 65199118.9 [Link]
= 65199.1189 kg.m

Mn = λr - λf λf - λp
( λr - λp
x Mp )+( λr - λp
x

= 13.723 -2.052
( 11.670
x 87351.889 )+( 11.670
x

= 91247.804 kg.m

Mu
Mp = 91247.804 kg.m > = 46186.665 kg.m
φ
*Mp harus lebih besar.

Kontrol Lendutan
F ijin = L
300
= 450
300
= 1.500 cm

F max = 5 x q x L^4 P x L^3


+
384 x EI 48 X EI
= 5x 39.230683 x 41006250000
+
384 x 2100000 x 43530
= 0.679 cm < Fijin = 1.500 cm

Kontrol tegangan lentur yang terjadi


σ ijin = 1867 kg/cm2

σ terjadi = M tot
Zx
= 3429551.65
2130.53389
= 1609.71467 kg/cm2 < 1867 kg/cm2

Kontrol tegangan geser yang terjadi


D max = 19655.9036 kg
A web = A prof - A flens
= 121.3 - 76.9964
= 44.3036 cm2
τ ijin = 0.58 x σ ijin
= 0.58 x 1867
= 1082.86 kg/cm2
τ terjadi = D max
A web
= 19655.9036
44.3036
= 443.664 kg/cm2 < 1082.86 kg/cm2
ough Pratt Truss)
n tipe A x q plat lantai)
881.55 )
1.8

1.36 x 1.8

1.8

1.36 x 1.8
2437.5 x 4.5 )

0.25 x 21658 x 4.5 )


1.2

0.1 kg/mm2
Rumus Penampang kompak

17.42 ) + 0.25 x 10.24 x ( 454 - 34.84 )^2

Mp =
435300000
2 ) *Mp harus lebih besar.
Mr )
65199.119 )

21658 x 91125000
48 x 2100000 x 43530
Harus lebih kecil dari F ijin

kg/cm2 Harus lebih kecil dari ijin

kg/cm2 Harus lebih kecil dari ijin


Rumus Penampang kompak :
Zx = (b x tf x (d - tf)) + (1/4 x tw x (d - 2tf)^2)
= 221 x 17.42 x( 454 - 17.42 )+ 0.25 x
= 2130533.886 mm3

Mp = Zx x fy
= 2130533.886 x 41
= 87351889.32 [Link]
= 87351.88932 kg.m

Mu
87351.889 kg.m > = 46186.665 kg.m
φ
*Mp harus lebih besar.
10.24 x( 454 - 34.84 )^2
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN PENGHUBUNG GESER
Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi
pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja. Syarat teknis
perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah :
a. Selimut lateral minimum = 25 mm, kecuali ada dek baja
b. Diameter maksimum = 2,5 x tebal flens profil baja
c. Jarak longitudinal minimum = 6 x diameter penghubung geser
d. Jarak longitudinal maksimum = 8 x tebal pelat beton
e. Jarak minimum dalam arah tega lurus sumbu longitudinal = 4 x diameter penghubung geser
f. Jika digunakan dek baja gelombang, jarak minimum penghubung geser dapat diperkecil menjadi 4 x diameter

Shear connector direncanakan menggunakan stud dengan data-data sebagai barikut :


Diameter (Ø ) = 19.05 mm
Tinggi stud = 100 mm
Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.

BJ 55 fy = 410 Mpa (dicari) 1 Mpa = 0.1 kg/mm2


fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Kekuatan satu stud :


As = 1/4 x π x d^2
= 0.25 x 3.1415927 x 362.9025
= 285.023 mm2
Ec = 4700 x (fc)^0.5
= 4700 x 5.4772256
= 25742.960 Mpa
Qn = 0.5 x As x (fc x Ec)^0.5
= 0.5 x 285.02296 x( 30 x 25742.96
= 125239.036 N Dibandingkan
As x Fu = 285.023 x 550 nilai Qn pilih
yang terkecil
= 156762.626 N

Qn = 125239.036 N

Gaya geser horizontal


Vh = 0.85 x f'c x b' eff x t plat beton
= 0.85 x 30 x 2400 x 200
= 12240000.000 N

Vh = Cmax
Cmax = 12240000.000 N

Tmax = As x fy
= 25050 x 410
= 10270500 N
Dari kedua rumus di atas dipilih nilai yang terkecil
Dipakai : Vh = 10270500.000 N

Banyaknya konektor yang harus dipasang pada flens gelagar melintang


n = Vh
Qn
= 10270500.000
125239.036
= 82.007
= 83 buah

Gunakan minimum 83 balok, atau 166 untuk keseluruhan bentang.


Jarak antar stud = L melintang
n
= 11000
83
= 132.53012048 mm

10 10

Jarak Konektor geser yang harus dipasang pada gelagar melintang


Jarak minimum longitudinal
S min = 6 x diameter stud
= 6x 19.05
= 114.3 mm
= 11.43 cm
Jarak maksimum longitudinal
S max = 8 x tebal plat beton
= 8x 20
= 160 cm
Jarak transversal (jarak minimum tegak lurus sumbu longitudinal)
St min = 4 x diameter stud
= 4x 19.05
= 76.2 mm
= 7.62 cm
Jarak yang digunakan
S = 115.6 mm
= 116 mm

Perhitungan Las Sudut :


Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut.
Tebal Las = a < 1/2 x t x 2^0.5
h Pratt Truss)
0.1 kg/mm2

) ^0.5
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan: Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
PERHITUNGAN SAMBUNGAN

Untuk penyambungan antar gelagar melintang dan memanjang digunakan :


Pelat penyambung = L 100.100.10
tebal pelat (tp) = 10 mm
Diameter baut = 23 mm
diameter lubang = 25 mm

3d < S < 6d
75 < S < 150

S= 80 mm
Jarak baut ke tepi :
1.5d < S < 3d
37.5 < S < 75

S= 40 mm
Data baut :
mutu baut = A325
Fub = 825 Mpa

Data pelat penyambung :


mutu = BJ 55
Fu = 550 Mpa

Luas penampang baut :


L baut = 1/4 x π x db^2
= 0.25 x 3.1415927 x 529
= 415.476 mm2

Besarnya gaya yang bekerja pada gelagar memanjang (Pu) :


Pu = 19655.90358 kg
= 196559.0358 N
1. Sambungan gelagar memanjang dan melintang
a. Kuat tarik desain baut sesuai LRFD
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x (0.75 x Fub x Ab)
= 0.75 x( 0.75 x 825 x 415.476
= 192806.6588 N
b. kuat geser desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x (r2 x m x Fub x Ab)
= 0.75 x( 0.4 x 2 x 825
= 205660.4361 N
c. Kuat tumpu desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x (2.4 x d lubang x tp x Fu)
= 0.75 x( 2.4 x 25 x 10
= 247500 N
d. Jumlah baut
n baut = Pu
φRn
= 196559.0358
247500
= 0.794177923

Diambil jumlah baut = 3 baut

e. Cek blok geser Panjang bidang sobek baut arah panjan


Agv = 200 x tp
= 200 x 10
= 2000 mm2
Anv = ( 200 - 2.5 x d lubang ) x tp
= ( 200 - 62.5 )x 10
= 1375 mm2

Panjang bidang sobek baut arah lebar


Agt = 55 x tp
= 55 x 10
= 550 mm2
Ant = ( 55 - 0.5 x d lubang ) x tp
= ( 55 - 12.5 )x 10
= 425 mm2

Fu x Ant = 550 x 425


= 233750 N
0.6 x Fu x Anv = 0.6 x 550 x 1375
= 453750 N
Apabila :
Fu x Ant = 233750 N < 0.6 x Fu x Anv = 453750 N

Maka, tahanan nominal :


Tn = ( 0.6 x Fu x Anv ) + ( Fy x Agt)
= 453750 + 225500
= 679250 N
φTn = 0.75 x 679250
= 509437.5 N

φTn = 509437.5 N > Pu = 196559.0 N

Kontrol kuat tarik desain baut :


φRn > Rut = Pu/ n baut
196559.0
192806.7 >
3
192806.7 > 65519.7 OK, Rn lebih besar

2. Sambungan gelaga melintang dg Rangka Utama


gh Pratt Truss)
)

Ket : r = jenis baut 0.4 atau 0.5


x 415.476 ) m = jumlah bidang yg bertemu, minimal 2

x 550 )

g sobek baut arah panjang

g sobek baut arah lebar


Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembatan : Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
Perhitungan Pertambatan Angin
1. Data Perencanaan
Tekanan Angin W = 150 kg/m2
Panjang sisi bawah Jembatan = 45 m
Panjang sisi atas Jembatan = 36 m
tinggi rangka jembatan = 6m
Luas bidang rangka = 243 m2
2. Pembebanan Ikatan Angin
a. Rangka Induk
Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan jalan Raya : “Untuk jembatan
rangka diambil sebesar 30 % luas bidang sisi jembatan yang langsung
terkena angin, ditambah 15 % luas bidang sisi lainnya”.

Q1 = 30% x Luas x Tekanan angin


= 0.3 x 243 x 150
= 10935 kg

Q2 = 15% x Luas x Tekanan angin


= 0.15 x 243 x 150
= 5467.5 kg

b. Beban Hidup (kendaraan)


Menurut Peraturan Pembebanan Jembatan jalan Raya : “bidang vertical
beban hidup ditetapkan sebagai suatu permukaan bidang vertikal yang
mempunyai tinggi menerus sebesar 2m diatas lantai kendaraan”

Q3 = 2 x bentang x Tekanan angin


= 2 x 45 x 150
= 13500 kg

3. Perencanaan Ikatan Angin


Q1 + Q2 = 16402.5 kg
Q3 = 13500 kg

Beban angin pada sisi rangka ( s1 ) :


S1 = 0.5 x Tinggi jembatan
= 3m

Beban angin pada muatan hidup setinggi 2m ( s2 ) :


Tinggi gelagar melintang (h1) = 77 cm Profil : WF 770 x 268 x 15.62
Tebal sayap gelagar melintang (h2) = 1.78 cm
Lebar sayap Rangka induk (h3) = 42.4 cm Profil : WF 427 x 424 x 48.01 x
Tebal plat lantai (h4) = 20 cm
Tebal perkerasaan (h5) = 5 cm
Tinggi vertikal bidang beban hidup (h6) = 200 cm

S2 = (h1 - h2 - h3/2) + h4 + h5 + h6/2


= 54.02 + 20 + 5 +
= 179.02 cm
= 1.7902 m

Gambar 3.15 Titik tangkap Beban Angin

Σ MB = 0
0 = (Ra x 5) - ((Q1+Q2) x 2.5) - (Q3 x 1.728)

Ra = ((Q1+Q2) x 2.5) + (Q3 x 1.728)


5
= ( 16402.5 x 3 )+( 13500 x
5
= 14675.04 Kg
Sehingga masing-masing buhul menerima beban :
P = 14675.04
9
= 1630.56 kg
Gambar 3.15 Analisis Pembebanan Ikatan Angin pada SAP2000 (contoh penempatan beban)

Pendimensian pertambatan angin ats didasarkan pada batang yang mempunyai


gaya terbesar. Berdasarkan perhitungan SAP2000 diperoleh :

a. Batang 12 tekan
Gaya batang (Nu) = -9818.87 kg
= -981.887 N
L = 7.106 m

Digunakan Profil : L 80.80.8


mutu baja : BJ - 37
fy = 410 Mpa (dicari)
fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Data profil :
W = 9.66 kg/m
A = 80 mm
B = 80 mm
tw = 8 mm
tf = 8 mm
r = 10 mm
F = 1230 mm2
Ix = 723000 mm4
Iy = 723000 mm4
ix = 24.2 mm
iy = 24.2 mm
Zx = 12600 mm3
Zy = 12600 mm3

Periksa Kelangsingan Penampang


Flens
b 80
=
tf 8
= 10

200 200
=
fy^0.5 20.248
= 9.877

Kondisi tumpuan sendi-sendi, k= 1.0


Arah sumbu x
λx = k x Lx
ix
= 1.0 x 7106
24.2
= 293.636

λcx = (λx/π) x (fy/E)^0.5


= 293.636 410
( )x( )^0.5
3.142 210000
= 4.130

Ketentuan :
λcx < 0.25 ω=
0.25 < λcx < 1.2 ω=
λcx > 1.2 ω=

Karena :
λcx = 4.130 > 1.2
Maka :
ω = 1.25 λcx^2
= 21.320
Nn = Ag x fy/ω
= 1230 x 410
21.320
= 23653.448 N
φNn = 0.85 x Nn
= 20105.431 N > -981.887 N

Arah sumbu y
λy = k x Ly
iy
= 1.0 x 7106
24.2
= 293.636

λcy = (λx/π) x (fy/E)^0.5


= 293.636 410
( )x( )^0.5
3.142 210000
= 4.130

Ketentuan :
λcy < 0.25 ω=
0.25 < λcy < 1.2 ω=
λcy > 1.2 ω=

Karena :
λcy = 4.130 > 1.2
Maka :
ω = 1.25 λcy^2
= 21.320
Nn = Ag x fy/ω
= 1230 x 410
21.320
= 23653.448 N
φNn = 0.85 x Nn
= 20105.431 N > -981.887 N

b. Batang 25 tekan
Gaya batang (Nu) = -6809.74 kg
= -680.974 N
L = 9m

Digunakan Profil : IWF [Link]


mutu baja : BJ - 37
fy = 410 Mpa (dicari)
fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Data profil :
W = 44.1 kg/m
A = 244 mm
B = 175 mm
tw = 7 mm
tf = 11 mm
r = 16 mm
F = 5624 mm2
Ix = 61200000 mm4
Iy = 9840000 mm4
ix = 104 mm
iy = 41.8 mm
Zx = 502000 mm3
Zy = 113000 mm3

Periksa Kelangsingan Penampang


Flens
b 175
=
tf 11
= 15.909

250 250
=
fy^0.5 20.248
= 12.347
Web
h 190
=
tw 7
= 27.143

665 665
=
=
fy^0.5 20.248
= 32.842

Kondisi tumpuan sendi-sendi, k= 1.0


Arah sumbu x
λx = k x Lx
ix
= 1.0 x 9000
104
= 86.538

λcx = (λx/π) x (fy/E)^0.5


= 86.538 410
( )x( )^0.5
3.142 210000
= 1.217

Ketentuan :
λcx < 0.25 ω=
0.25 < λcx < 1.2 ω=
λcx > 1.2 ω=

Karena :
λcx = 1.217 > 1.2
Maka :
ω = 1.25 λcx^2
= 1.852
Nn = Ag x fy/ω
= 5624 x 410
1.852
= 1245191.074 N
φNn = 0.85 x Nn
= 1058412.413 N > -680.974 N

Arah sumbu y
λy = k x Ly
iy
= 1.0 x 9000
41.8
= 215.311

λcy = (λx/π) x (fy/E)^0.5


= 215.311 410
( )x( )^0.5
3.142 210000
= 3.028

Ketentuan :
λcy < 0.25 ω=
0.25 < λcy < 1.2 ω=
λcy > 1.2 ω=

Karena :
λcy = 3.028 > 1.2
Maka :
ω = 1.25 λcy^2
= 11.463
Nn = Ag x fy/ω
= 5624 x 410
11.463
= 201150.855 N
φNn = 0.85 x Nn
= 170978.227 N > -680.974 N

c. Batang 30 tarik
Gaya batang (Nu) = 2151.52 kg
= 215.152 N
L = 9m

Digunakan Profil : IWF [Link]


mutu baja : BJ - 37
fy = 410 Mpa (dicari)
fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Data profil :
W = 44.1 kg/m
A = 244 mm
B = 175 mm
tw = 7 mm
tf = 11 mm
r = 16 mm
F = 5624 mm2
Ix = 61200000 mm4
Iy = 9840000 mm4
ix = 104 mm
iy = 41.8 mm
Zx = 502000 mm3
Zy = 113000 mm3

Dicoba :
Diameter baut (db) = 23 mm
TETAP
Fub = 825 Mpa
d lubang = 25 mm
Ab = 415.476 mm2
Jarak antar baut :
3d < S < 6d
75 < S < 150

S = 80 mm
Jarak baut ke tepi :
1.5d < S < 3d
37.5 < S < 75

S = 40 mm
Kuat Leleh
Tn Leleh = 0.9 x Ag x Fy
= 0.9 x 5624 x 410
= 2075256 N

Kuat Fracture
An = Ag - (n x db x tf)
= 5624 - 1 x 23 x
= 5371 mm2
An = 0.85 x Ag
= 0.85 x 5624
= 4780.4 mm2
Ae = 0.9 x An
= 0.9 x 4780.4 An dipilih yg kecil
= 4302.36 mm2

Tn fracture = 0.75 x Ae x Fu
= 0.75 x 4302.36 x 550
= 1774723.5 N > 215.152 N

Perhitungan Sambungan
Kuat tarik desain baut sesuai LRFD
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( 0.75 x Fub x Ab )
= 0.75 x( 0.75 x 825 x
= 192806.659 N
Kuat geser desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( r2 x m x Fub x Ab )
= 0.75 x( 0.4 x 1 x
= 102830.218 N
Kuat tumpu desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( 2.4 x d lubang x tp x fu )
= 0.75 x( 2.4 x 25 x
= 272250.000 N
Jumlah baut
n baut = Pu
φRn
= 215.152
102830.218
= 0.002

diambil jumlah baut = 6 buah

Cek blok geser Panjang bidang sobek baut arah pa


Agv = 200 x tp
= 200 x 11
= 2200 mm2
Anv = ( 200 - 2.5 x d lubang ) x tp
= ( 200 - 62.5 )x 11
= 1512.5 mm2

Panjang bidang sobek baut arah leb


Agt = 130 x tp
= 130 x 11
= 1430 mm2
Ant = 130 - 1.5 x d lubang ) x tp
= ( 130 - 37.5 )x 11
= 1017.5 mm2

Fu x Ant = 550 x 1017.5


= 559625 N
0.6 x Fu x Anv = 0.6 x 550 x 1512.5
= 499125 N

Fu x Ant = 559625 N > 0.6 x Fu x Anv = 499125 N

Maka, tahanan nominal :


Tn = ( 0.6 x Fy x Agv ) + ( Fu x Ant)
= 541200 + 559625
= 1100825 N
φTn = 0.75 x 1100825
= 825618.75 N

φTn = 825618.8 N > Pu = 215.2 N

Kontrol kuat tarik desain baut :


φRn > Rut = Pu/ n baut
215.2
192806.7 >
6
192806.7 > 35.859 OK, Rn lebih besar

d. batang 37 Tarik
Gaya batang (Nu) = 8883.58 kg
= 888.358 N
L = 7.106 m

Digunakan Profil : L 80.80.8


mutu baja : BJ - 37
fy = 410 Mpa (dicari)
fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Data profil :
W = 9.66 kg/m
A = 80 mm
B = 80 mm
tw = 8 mm
tf = 8 mm
r = 10 mm
F = 1230 mm2
Ix = 723000 mm4
Iy = 723000 mm4
ix = 24.2 mm
iy = 24.2 mm
Zx = 12600 mm3
Zy = 12600 mm3

Dicoba :
Diameter baut (db) = 23 mm
TETAP
Fub = 825 Mpa
d lubang = 25 mm
Ab = 415.476 mm2
Jarak antar baut :
3d < S < 6d
75 < S < 150

S = 80 mm
Jarak baut ke tepi :
1.5d < S < 3d
37.5 < S < 75

S = 40 mm
Kuat Leleh
Tn Leleh = 0.9 x Ag x Fy
= 0.9 x 1230 x 410
= 453870 N

Kuat Fracture
An = Ag - (n x db x tf)
= 1230 - 1 x 23 x
= 1046 mm2
An = 0.85 x Ag
= 0.85 x 1230
= 1045.5 mm2
Ae = 0.85 x An
= 0.85 x 1045.5 An dipilih yg kecil
= 888.675 mm2

Tn fracture = 0.75 x Ae x Fu
= 0.75 x 888.675 x 550
= 366578.438 N > 888.358 N

Perhitungan Sambungan
Kuat tarik desain baut sesuai LRFD
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( 0.75 x Fub x Ab )
= 0.75 x( 0.75 x 825 x
= 192806.659 N
Kuat geser desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( r2 x m x Fub x Ab )
= 0.75 x( 0.4 x 1 x
= 102830.218 N
Kuat tumpu desain baut
Faktor reduksi (φ) = 0.75
φRn = φ x ( 2.4 x d lubang x tp x fu )
= 0.75 x( 2.4 x 25 x
= 198000.000 N
Jumlah baut
n baut = Pu
φRn
= 888.358
102830.218
= 0.009

diambil jumlah baut = 3 buah

Cek blok geser Panjang bidang sobek baut arah pa


Agv = 200 x tp
= 200 x 8
= 1600 mm2
Anv = ( 200 - 2.5 x d lubang ) x tp
= ( 200 - 62.5 )x 8
= 1100 mm2

Panjang bidang sobek baut arah leb


Agt = 55 x tp
= 55 x 8
= 440 mm2
Ant = 55 - 0.5 x d lubang ) x tp
= ( 55 - 12.5 )x 8
= 340 mm2

Fu x Ant = 550 x 340


= 187000 N
0.6 x Fu x Anv = 0.6 x 550 x 1100
= 363000 N

Fu x Ant = 187000 N < 0.6 x Fu x Anv = 363000 N

Maka, tahanan nominal :


Tn = ( 0.6 x Fu x Anv ) + ( Fy x Agt)
= 363000 + 180400
= 543400 N
φTn = 0.75 x 543400
= 407550 N

φTn = 407550.0 N > Pu = 888.358 N

Kontrol kuat tarik desain baut :


φRn > Rut = Pu/ n baut
888.4
192806.7 >
3
192806.7 > 296.1 OK, Rn lebih besar
ja (Trough Pratt Truss)
WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4

WF 427 x 424 x 48.01 x 53.16


100

1.7902 )
u. Tegangan sisa
1
1.43/(1.6 - 0.67 λcx)
1.25 λcx^2

(tanda diabaikan) OK

1
1.43/(1.6 - 0.67 λcx)
1.25 λcx^2
(tanda diabaikan) OK

u. Tegangan sisa
1
1.43/(1.6 - 0.67 λcx)
1.25 λcx^2

(tanda diabaikan) OK

1
1.43/(1.6 - 0.67 λcx)
1.25 λcx^2

(tanda diabaikan) OK

u. Tegangan sisa
11

ipilih yg kecil

(tanda diabaikan)

415.476 )

825 x 415.476 )

11 x 550.000 )
ang bidang sobek baut arah panjang

ang bidang sobek baut arah lebar

Rn lebih besar
u. Tegangan sisa

8
ipilih yg kecil

(tanda diabaikan)

415.476 )

825 x 415.476 )

8 x 550.000 )

ang bidang sobek baut arah panjang

ang bidang sobek baut arah lebar


Rn lebih besar
Data Jembatan :

Jenis jembatan = Trough Pratt Truss


jumlah segmen = 10
panjang per segmen = 4500 mm
Bentang Jembatan = 45000 mm
Lebar Jembatan = 11000 mm
Lebar lantai kendaraan = 8000 mm
lebar trotoar = 1500 mm
mutu baja = BJ 55
sambungan = baut
mutu beton F'c = 30 Mpa
mutu tulangan Fy = 400 Mpa
tinggi jembatan = 6000 mm
Konstruksi atas = a. Struktur Atas : Rangka baja (Trough Pratt Truss)
b. Lantai jembata: Lapis aspal beton
c. Ikatan angin : Ikatan angin

Data Pembebanan :

Lapis aspal lantai kendaraan :


Tebal aspal min = 0.05 m
Berat jenis aspal = 2240 kg/m3
Faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai trotoar :


Tebal plat beton = 0.3 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Plat beton lantai kendaraan :


Tebal plat beton = 0.2 m
berat jenis beton bertulang = 2400 kg/m3
faktor beban = 1.3 (SNI T-02-2005)

Air hujan :
Tebal genangan = 0.05 m
berat jenis = 1000 kg/m3
faktor beban = 2 (SNI T-02-2005)

Steel deck :
tebal steel deck union = 0.8 mm
berat jens steel deck = 10.86 kg/m3
faktor beban = 1.1 (SNI T-02-2005)
Perhitungan Pertambatan Angin
1. Data Perencanaan
Bentang jembatan = 45 m
Tinggi jembatan = 6m
Lebar jembatan = 11 m
Mutu baja = 410 Mpa
mutu beton = 30 Mpa
mutu tulangan = 400 Mpa
BJ beton = 2400 Kg/m3
BJ Aspal = 2240 Kg/m4
T Lantai Kendaraan = 20 cm
T Lantai aspal = 5 cm
T Genangan air = 5 cm
Lebar lantai kendaraan = 800 cm
Lebar trotoar = 150 cm
Tebal trotoar = 30 cm
tinggi sandaran = 90 cm
Profil Gelagar Memanjang = WF 454 x 221 x 10,24 x 17,42
Berat jenis = 95.24 kg/m
Profil Gelagar Melintang = WF 770 x 268 x 15.62 x 25.4
Berat jenis = 196.4 kg/m
Profil Ikatan Angin 1 = L 80.80.8
Berat jenis = 9.66 kg/m
Profil Ikatan Angin 2 = IWF [Link]
Berat jenis = 44.1 kg/m
Profil Sandaran = pipa Ø 76,3 mm
Berat jenis = 7.13 kg/m
Profil Rangka Utama = WF 427 x 424 x 48.01 x 53.16
Berat jenis = 476.2 kg/m

Direncanakan baja : WF 427 x 424 x 48.01 x 53.16


Dengan faktor reduksi 1.2

W = 476.2 kg/m
A = 427 mm
B = 424 mm
tw = 48.01 mm
tf = 53.16 mm
r = 15.2 mm
F = 607.2 cm2
Ix = 172400 cm4
Iy = 68070 cm4
ix = 16.84 cm
iy = 10.59 cm
Zx = 8077 cm3
Zy = 3207.5 cm3
BJ 55 fy = 410 Mpa (dicari) 1 Mpa = 0.1 kg/mm2
fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

2. Perhitungan Pembebanan
Asumsi beban antara rangka utama ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka
utama. Dimensi rangka diasumsikan sama untuk semua batang.
a. Beban Mati
1) Beban rangka utama

Gambar Susunan Rangka Induk

Panjang Horizontal = 4.5 m


Tinggi Jembatan = 6m
Panjang Diagonal = 6.408 m

# Buhul 1 dan 11 = (Berat 1/2 batang diagonal) + (berat 1/2 batang horizontal)
= 2597.19547 kg

# Buhul 12 dan 21 = (berat 1/2 batang horizontal) + 2.(berat 1/2 batang diagonal)
= 3668.64547 kg

# Buhul 2-10 dan 13-20 = 2(Berat 1/2 batang diagonal) + 2(berat 1/2 batang horizontal)
= 5194.39094

Penambahan beban sebesar 10% sebagai asumsi pelat buhul dan baut :
# Buhul 1 dan 11 = 1.1 x 2597.1955
= 2856.91502 kg
# Buhul 12 dan 21 = 1.1 x 3668.6455
= 4035.51002 kg
# Buhul 2-10 dan 13-20 = 1.1 x 5194.3909
= 5713.83003 kg

2) Beban gelagar memanjang


# Buhul 1 dan 11 = 1/4 x (jumlah gelagar x berat jenis x panjang)
= 596.950714 kg

# Buhul 2-10 = 2 x (1/4 x jumlah gelagar x berat jenis x panjang)


= 1193.90143 kg
3) Beban Gelagar Melintang
# Buhul 1-11 = 1/2 x Berat gelagar melintang
= 1080.2 kg

4) Beban Ikatan Angin atas

Gambar susunan Ikatan Angin Atas

Panjang vertikal = 11 m
Panjang horizontal = 4.5 m
Panjang diagonal = 11.885 m

# Buhul 12 dan 21 = (Berat 1/2 batang ikatan angin diagonal) + (berat 1/2 batang ikatan angin
= 299.953895 kg

# Buhul 13-20 = 2x(Berat 1/2 batang ikatan angin diagonal) + (berat 1/2 batang ikatan ang
= 357.357789 kg

Penambahan beban sebesar 10% sebagai asumsi pelat buhul dan baut :
# Buhul 12 dan 21 = 1.1 x 299.95389
= 329.949284 kg

# Buhul 13-20 = 1.1 x 357.35779


= 393.093568 kg

5) Beban Pelat Beton


# Buhul 1 dan 11 = (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal beton x berat jenis) x 1/4
= 5940 kg

# Buhul 2-10 = 2x (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal beton x berat jenis) x 1/4
= 11880 kg

6) Beban Lapis Perkerasan =


# Buhul 1 dan 11 = (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal aspal x berat jenis) x 1/4
= 1386 kg

# Buhul 2-10 = 2x (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal Aspal x berat jenis) x 1/4
= 2772 kg
7) Beban Trotoar
# Buhul 1 dan 11 = (lebar Trotoar x panjang persegmen x tebal trotoar x berat jenis) x 1/2
= 2430 kg

# Buhul 2-10 = 2x (lebar Trotoar x panjang persegmen x tebal trotoar x berat jenis) x 1/2
= 4860 kg

8) Beban Genangan Air


# Buhul 1 dan 11 = (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal genangan x berat jenis) x 1/
= 618.75 kg

# Buhul 2-10 = 2x (lebar jembatan x panjang persegmen x tebal genangan x berat jenis) x
= 1237.5 kg

9) Beban Sandaran
# Buhul 1 dan 11 = (panjang segmen x berat jenis x jumlah pipa 2) x 1/2
= 32.085 kg

# Buhul 2-10 = 2x (panjang segmen x berat jenis x jumlah pipa 2) x 1/2


= 64.17 kg

Total beban mati yang bekerja pada buhul bawah :


W1 ; Buhul 1 dan 11 = 14940.9007 kg
W2 ; Buhul 2 - 10 = 28801.6015 kg

Total beban mati yang bekerja pada buhul atas :


W3 ; buhul 12 dan 21 = 4365.4593 kg
W4 ; buhul 13 - 20 = 6106.9236 kg

b. Beban Hidup
1) Beban Terbagi Rata (BTR)
Jika L < 30 m : q = 9,0 kPa
Jika L > 30 m : q = 9 x (0.5 + 15/L) kPA
bentang jembatan = 45 m
q = 9x( 0.5 + 0.3333333 )
= 7.5 kPa
= 750 kg/m2
Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 meter :
q1 (100%) = q x (Perataan beban pada gelagar melintang) x faktor ultimit x 100%
= 750 x( 1 )x 1.8 x 100 %
= 1350 kg/m
Beban terbagi rata untuk lebar sisanya kecuali trotoar :
q2 (50%) = q x (Perataan beban pada gelagar melintang) x faktor ultimit x 50%
= 750 x( 1 )x 1.8 x 50 %
= 675 kg/m
Beban terbagi rata untuk trotoar :
Faktor beban = 1.8
q = 5 kPa
= 500 kg/m2

qu 3 = q x (perataan beban pada gelagar melintang di area trotoar) x faktor ultim


= 500 x( 1 )x 1.8 x 60 %
= 540 kg/m

Q Total = 1350 + 675 + 540


= 2565 kg/m
Beban q yang diterima satu sisi rangka :
q = 2565
2
= 1282.5 kg/m

2) Beban Garis (BGT)


Faktor beban dinamis / koefisien kejut
Berdasarkan SNI-1725-2016, nilai dari faktor beban dinamis tergantung pada
panjang bentang jembatan.

untuk L = 60.5 m
FBD = 0.36
maka k = 1 + FBD
= 1.36
P = 49 kN/m
= 4900 kg/m

Beban P sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 meter :


P1 (100%) = 4900 x( 1 )x 1.8 x 1.36 x
= 11995.2 kg/m
Beban P untuk lebar sisanya kecuali trotoar :
P2 (50%) = 4900 x( 1 )x 1.8 x 1.36 x
= 5997.6 kg/m

P total = 11995.2 + 5997.6


= 17992.8 kg/m

q = 17992.8
2
= 8996.4 kg/m

3. Analisa Gaya Batang


a. Analisis perhitungan gaya batang akibat beban mati dianalisis menggunakan bantuan software SAP2000

Akibat Beban Statis


Frame Tarik (kg) Tekan (kg)
1 98130.59 0
2 270730.73 0
3 400180.84 0
4 486480.91 0
5 529630.94 0
6 529630.94 0
7 486480.91 0
8 400180.84 0
9 270730.73 0
10 98130.59 0
11 0 -274021.64
12 264840.44 0
13 0 -217290.81
14 204739.4 0
15 0 -157189.76
16 144638.36 0
17 0 -97088.72
18 84537.31 0
19 0 -36987.67
20 24436.27 0
21 24436.27 0
22 0 -36987.67
23 84537.31 0
24 0 -97088.72
25 144638.36 0
26 0 -157189.76
27 204739.4 0
28 0 -217290.81
29 264840.44 0
30 0 -274021.64
31 0 -192965.32
32 0 -343990.45
33 0 -451865.53
34 0 -516590.59
35 0 -538165.6
36 0 -516590.59
37 0 -451865.53
38 0 -343990.45
39 0 -192965.32

b. Analisis perhitungan gaya batang akibat beban hidup dianalisis menggunakan bantuan garis pengaruh dari software SAP

Akibat Beban Dinamis


Frame Tarik (kg) Tekan (kg)
1 13860.06 0
2 36962.83 0
3 53906.46 0
4 64690.95 0
5 69312.31 0
6 69312.31 0
7 64690.95 0
8 53906.46 0
9 36962.83 0
10 13860.06 0
11 0 -38616.74
12 38616.74 0
13 1379.16 -30997.42
14 30997.42 -1379.16
15 3425.02 -24795.35
16 24795.35 -3425.02
17 6384.06 -18756.60
18 18756.60 -6384.06
19 9841.91 -13968.12
20 13968.12 -9841.91
21 13968.12 -9841.91
22 9841.91 -13968.12
23 18756.60 -6384.06
24 6384.06 -18756.60
25 24795.35 -3425.02
26 3425.02 -24795.35
27 30997.42 -1379.16
28 1379.16 -30997.42
29 38616.74 0
30 0 -38616.74
31 0 -27724.12
32 0 -49285.10
33 0 -27724.12
34 0 -73929.66
35 0 -77009.23
36 0 -73929.66
37 0 -27724.12
38 0 -49285.10
39 0 -27724.12

c. Rekapitulasi Gaya Batang

Akibat Beban Statis Akibat Beban Dinamis


Frame Beban Total Keterangan
Tarik (Kg) Tekan (Kg) Tarik (kg) Tekan (Kg)
1 98130.59 0 13860.06 0 111990.65 Tarik
2 270730.73 0 36962.83 0 307693.56 Tarik
3 400180.84 0 53906.46 0 454087.30 Tarik
4 486480.91 0 64690.95 0 551171.86 Tarik
5 529630.94 0 69312.31 0 598943.25 Tarik
6 529630.94 0 69312.31 0 598943.25 Tarik
7 486480.91 0 64690.95 0 551171.86 Tarik
8 400180.84 0 53906.46 0 454087.30 Tarik
9 270730.73 0 36962.83 0 307693.56 Tarik
10 98130.59 0 13860.06 0 111990.65 Tarik
11 0 -274021.64 0.00 -38617 -312638.38 Tekan
12 264840.44 0 38616.74 0 303457.18 Tarik
13 0 -217290.81 1379.16 -30997 -246909.06 Tekan
14 204739.4 0 30997.42 -1379 234357.65 Tarik
15 0 -157189.76 3425.02 -24795 -178560.09 Tekan
16 144638.36 0 24795.35 -3425 166008.69 Tarik
17 0 -97088.72 6384.06 -18757 -109461.26 Tekan
18 84537.31 0 18756.60 -6384 96909.85 Tarik
19 0 -36987.67 9841.91 -13968 -41113.88 Tekan
20 24436.27 0 13968.12 -9842 28562.48 Tarik
21 24436.27 0 13968.12 -9842 28562.48 Tarik
22 0 -36987.67 9841.91 -13968 -41113.88 Tekan
23 84537.31 0 18756.60 -6384 96909.85 Tarik
24 0 -97088.72 6384.06 -18757 -109461.26 Tekan
25 144638.36 0 24795.35 -3425 166008.69 Tarik
26 0 -157189.76 3425.02 -24795 -178560.09 Tekan
27 204739.4 0 30997.42 -1379 234357.65 Tarik
28 0 -217290.81 1379.16 -30997 -246909.06 Tekan
29 264840.44 0 38616.74 0 303457.18 Tarik
30 0 -274021.64 0.00 -38617 -312638.38 Tekan
31 0 -192965.32 0.00 -27724 -220689.44 Tekan
32 0 -343990.45 0.00 -49285 -393275.55 Tekan
33 0 -451865.53 0.00 -27724 -479589.65 Tekan
34 0 -516590.59 0.00 -73930 -590520.25 Tekan
35 0 -538165.6 0.00 -77009 -615174.83 Tekan
36 0 -516590.59 0.00 -73930 -590520.25 Tekan
37 0 -451865.53 0.00 -27724 -479589.65 Tekan
38 0 -343990.45 0.00 -49285 -393275.55 Tekan
39 0 -192965.32 0.00 -27724 -220689.44 Tekan

NILAI MAX
Batang Bawah (Tarik) 598943.25 kg
Batang Atas (Tekan) -615174.83 kg
Batang Diagonal (Tarik) 303457.18 kg
Batang Diagonal (Tekan) -312638.38 kg

4. Pendimensian Batang Rangka Utama


a) Batang Horizontal Bawah (Tarik)
S = 598943.25 kg
Profil Rencana = WF 427 x 424 x 48.01 x 53.16

Direncanakan baja : WF 427 x 424 x 48.01 x 53.16


Dengan faktor reduksi 1.2

W = 476.2 kg/m
A = 427 mm
B = 424 mm
tw = 48.01 mm
tf = 53.16 mm
r = 15.2 mm
F = 607.2 cm2
Ix = 172400 cm4
Iy = 68070 cm4
ix = 16.84 cm
iy = 10.59 cm
Zx = 8077 cm3
Zy = 3207.5 cm3

BJ 55 fy = 410 Mpa (dicari) 1 Mpa = 0.1 kg/mm2


fu = 550 Mpa (dicari)
fr = 70 Mpa selalu. Tegangan sisa

Data teknis perencanaa Sambungan:


Tebal plat buhul = 30 mm
Diameter baut = 25.4 mm
Mutu baut = A325
= 825 Mpa

Jarak antar baut horizontal :


2.5d < s < 7d
63.5 < s < 177.8

S = 80 mm

Jarak antar baut horizontal :


2.5d < s < 7d
63.5 < s < 177.8

S = 100 mm
Jarak baut ke tepi :
1.5d < s < 3d
38.1 < s < 76.2

S = 40 mm
horizontal)
1/2 batang ikatan angin vertikal)

t 1/2 batang ikatan angin vertikal)

n x berat jenis) x 1/4

eton x berat jenis) x 1/4

l x berat jenis) x 1/4

spal x berat jenis) x 1/4


r x berat jenis) x 1/2

oar x berat jenis) x 1/2

angan x berat jenis) x 1/4

enangan x berat jenis) x 1/4


ktor ultimit x 100%

ktor ultimit x 50%

a trotoar) x faktor ultimit x 60%


100 %

50 %
aruh dari software SAP 2000

Anda mungkin juga menyukai