BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam fisika modern efek fotolistrik dan hamburan Compton merupakan
salah satu pokok bahasan yang mempunyai kedudukan istimewa karena interpretasi
mekanismeterjadinya peristiwa ini telah mengantarkan fisika pada tahapan baru yang
melahirkan fisika kuantum. Efek Fotolistrik adalah pengeluaran electron dari suatu
permukaan (biasanya logam) ketika dikenai, dan menyerap, radiasi elektromagnetik
(seperti cahaya tampak dan radiasi ultra ungu) yang berada di atas frekuensi ambang
tergantung pada jenis permukaan.
Efek fotolistrik membutuhkan foton dengan energi dari beberapa
electronvolts sampail ebih dari 1 MeV unsur yang nomor atomnya tinggi. Studi efek
fotolistrik menyebabkanlangkah-langkah penting dalam memahami sifat kuantum
cahaya, elektron dan mempengaruhi pembentukan konsep Dualitas gelombang-
partikel. Hamburan Compton adalah suatu efek yang merupakan bagian interaksi
sebuah penyinaran terhadap suatu materi. Efek Compton adalah salah satu dari tiga
proses yang melemahkan energi suatu sinar ionisasi.
Atau lebih sederhana dapat digambarkan bahwa untuk membangkitkan tenaga
listrik dari cahaya matahari kita mengenal istilah sel surya. Namun tahukah kita
bahwa sel surya itu sebenarnya memanfaatkan konsep efek fotolistrik. Efek ini akan
muncul ketika cahaya tampak atau radiasi UV jatuh ke permukaan benda tertentu.
Cahaya tersebut mendorong elektron keluar dari benda tersebut yang jumlahnya
dapat diukur dengan meteran [Link] yang sederhana ini tidak ditemukan
kemudian dimanfaatkan begitu saja, namun terdapat serangkaian proses yang
diwarnai dengan perdebatan para ilmuan hingga ditemukanlah definisi cahaya yang
mewakili pemikiran para ilmuan tersebut, yakni cahaya dapat berperilaku sebagai
gelombang dapat pula sebagai pertikel. Sifat mendua dari cahaya ini disebut
dualisme gelombang cahaya.
Meskipun sifat gelombang cahaya telah berhasil diaplikasikan sekitar akhir
abad ke-19, ada beberapa percobaan dengan cahaya dan listrik yang sukar dapat
diterangkan dengan sifat gelombang cahaya itu. Pada tahun 1888 Hallwachs
mengamati bahwa suatu keping itu mula-mula positif, maka tidak terjadi kehilangan
muatan. Diamatinya pula bahwa suatu keping yang netral akan memperoleh muatan
positif apabila disinari. Kesimpulan yang dapat ditarik dari pengamatan-pengamatan
1
di atas adalah bahwa cahaya ultraviolet mendesak keluar muatan listrik negatif dari
permukaan keping logam yang netral. Gejala ini dikenal sebagai efek fotolistrik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Efek Fotolistrik?
2. Jelaskan penerapan Efek Fotolistrik dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apa yang dimaksud dengan Efek Compton dalam kehidupan sehari-hari?
4. Jelaskan penerapan Efek Compton dalam kehidupan sehari-hari!
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Efek Fotolistrik
2. Untuk mengetahui penerapan Efek Fotolistrik dalam kehidupan sehari-hari
3. Untuk mengetahui Efek Compton
4. Untuk mengetahui penerapan Efek Compton dalam kehidupan sehari-hari
2
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Efek Fotolistrik
Efek Fotolistrik adalah pengeluaran electron dari suatu permukaan
(biasanya logam) ketika dikenai dan menyerap radiasi electromagnetic (seperti
cahaya tampak dan radiasi ultra ungu) yang berada diatas frekuensi ambang
tergantung pada jenis permukaan.
Gambar diatas memperlihatkan skema perangkat eksperimen efek Fotolistrik.
Cahaya monokromatik yang dijatuhkan pada plat logam K (katode) dapat
melepaskan fotoelektron dari plat logam tersebut. Pemberian beda potensial V antara
K dan A (anode) menyebabkan fotoelektrone bergerak dari K menuju A. Aliran
fotoelektron tersebut akan terdeteksi sebagai arus fotolistrik oleh G (galvanometer)
Efek fotolistrik membutuhkan foton dengan energy dari beberapa
elektronvolts sampai lebih dari 1 MeV unsur yang nomor atomnya tinggi. Studi efek
Fotolistrik menyebabkan langkah-langkah penting dalam memahami sifat kuantum
cahaya, electron mempengaruhi pembentuken konsep dualitas gelombang-partikel.
Fenomena dimana cahaya mempengaruhi gerakan muatan listrik termasuk efek
fotokonduktif, efek fotovoltaik, dan efek fotoelektrokimia.
B. Penerapan Efek Fotolistrik Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Mesin Fotocopy
Cara kerja Mesin fotocopy : lampu ekspose menghasilkan cahaya terang untuk
menyinari dokumendan akan dipantulkan lewat lensa dengan sensor CCD, setelah itu lensa
akan mengarahkan ke bagian silinder foto sensitive yang akan menjadikan electron-elektron
muncul, toner yang bermuatan negative akan ditarik ion-ion positif yang berada pada
silinder. Selanjutnya kertas akan dilewatkan melalui dua buah rol panas yang saling
3
bertekanan yang akan melelehkan toner dan menempel erat pada kertas. Dan seterusnya
drum akan berputar.
2. Sel Surya (Solar Cell)
Sel surya adalah sebuah alat yang mengubah energi sinar matahari langsung
menjadi listrik oleh efek fotovoltaik. Kadang-kadang istilah sel surya digunakan
untuk perangkat dirancang secara khusus untuk menangkap energi dari sinar
matahari, sedangkan istilah sel fotovoltaik digunakan ketika sumber cahaya berada
unspecified. Sidang sel digunakan untuk membuat panel surya, modul surya, atau
fotovoltaik array. Fotovoltaik adalah bidang teknologi dan penelitian yang berkaitan
dengan penerapan sel surya dalam menghasilkan listrik untuk penggunaan praktis.
Energi yang dihasilkan dengan cara ini adalah contoh dari energi matahari.
Prinsip kerja sel surya. Cahaya yang jatuh pada sel surya menghasilkan
elektron yang bermuatan positif dan “hole” yang bermuatan negatif. Elektron dan
“hole” mengalir membentuk arus listrik.
3. CCD (Charge Couple Device)
CCD adalah kamera digital mata elektronik. Itu merevolusi fotografi, sebagai
cahaya sekarang bisa ditangkap secara elektronik, bukan film. Bentuk digital
memfasilitasi pengolahan dan distribusi gambar-gambar ini. Teknologi CCD juga
digunakan di banyak aplikasi medis, misalnya pencitraan bagian dalam tubuh
manusia, baik untuk diagnostik dan untuk bedah mikro.
4
Prinsip kerja dari CCD yaitu ketika sebuah foton membentur atom, ini dapat
mengangkat sebuah elektron ke tingkat energy yang lebih tinggi, atau dalam
beberapa kasus, melepaskan elektron dari atom. Ketika cahaya menimpa permukaan
CCD, ini membebaskan beberapa elektron untuk bergerak dan berkumpul di
kondensator. Elektron tersebut digeser sepanjang CCD oleh pulsa-pulsa elektronik
dan dihitung oleh sebuah sirkuit yang mengambil elektron dari setiap piksel kedalam
sebuah kondensator lalu mengukur dan menguatkan tegangan yang membentanginya,
lalu mengosongkan kondensator. Ini memberikan sebuah citraan hitam-putih yang
efektif dengan mengukur seberapa banyak cahaya yang jatuh disetiap piksel.
C. Efek Compton
Efek Compton adalah peristiwa terhamburnya sinar X (foton) ketika
menumbuk electron diam menjadi terhambur dan electron. Compton menyebutkan
bahwa gelombang elektromagnetik termasuk di dalamnya adalah cahaya yang
memiliki sifat kembar yaitu sebagai gelombang dan sebagai materi atau partikel.
D. Penerapan Efek Compton Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Teleskop Compton (Comptel)
Teleskop pencar Compton biasanya memiliki dua tingkat [Link]
tingkat atas, sinar gamma Compton menyebarkan kosmit dari sebuah electron dalam
satu sintilator. Foton tersebar, kemudian bergerak ke bawah ke tingkat kedua bahan
sintilator yang benar-benar menyerap foton tersebar.
Teleskop Compton menggunakan sebuah array123D kadar tinggi germanium
detek torspektral resolusi untuk mendeteksi sinar gamma. Pada bagian bawahnya,
setengah detector di kelilingi oleh Bismuth germinate sintilator untuk melindungi
dari sinar gamma atmosfir. Teleskop ini memiliki medan pandang (FOV) sebesar
25% dari langit.
5
2. Spektroskopi Gamma
Spektroskopi gamma adalah spektroskopi yang dapat digunakan untuk
menganalisis sumber radioaktif yang kemudian data digunakan untuk menganalisis
sumber radioaktif yang kemudian dapat digunakan untuk mengidentifikasi unsure
antara isotop radioaktif yang ada di dalamnya. Sinar gamma di hasilkan oleh suatu
bahan radioaktif. Sinar gamma termasuk sinar yang tidal dapat dilihat oleh mata,
untuk itu perlu adanya detector. Detector yang digunakan adalah NaI(TI). Apabila
sinar gamma mengenai detector NaI(TI) maka akan terjadi tiga efek, yaitu efek
fotolistrk, efek Compton, dan bentukan pasangan.
Dari ketiga efek tersebut, efek comptonlah yang paling kuat hal ini
diakibatkan karena tenaga yang digunakan untuk melepas elektron juga yang lebih
besar. Dan dari ketiga efek tersebut menghasilkan sintilasi atau pancaran cahaya,
pancaran cahaya ini akan diteruskan ke foto katoda yang dapat menguraikn cahaya
ini menjadi electron-electron. Dalam spektroskopi gamma dikenal yang namanya
resolusi tenaga. Semakin kecil resolusinya semakin bagus data yang diperoleh,
semakin besar resolusinya maka semakin tidak valid data yang diperoleh.
BAB 3
6
PENUTUP
A. Kesimpulan
Efek Fotolistrik adalah pengeluaran electron dari suatu permukaan (biasanya
logam) ketika dikenai dan menyerap radiasi electromagnetic (seperti cahaya tampak
dan radiasi ultra ungu). Sedangkan Efek Compton adalah peristiwa terhamburnya
sinar X (foton) ketika menumbuk electron diam menjadi terhambur dan electron
fotolistrik. Penerapan Efek Fotolistrik dalam kehidupan sehari-hari salah satunya
mesin fotocopy yang biasanya digunakan untuk menggandakan dokumen. Untuk
efek Compton penerapannya ialah teleskop Compton dan spektroskopi Gamma.
B. Saran
Adapun saran dari penulis kepada pembaca agar kiranya memanfaatkan
makalah ini sebagai media untuk menambah wawasan dalam mata pelajaran Fisika
tentang Efek Fotolistrik dan Efek Compton. Selain itu, penulis juga berharap kritik
dan saran yang bersifat membangun makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik
lagi.
7
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
foto-listrik-2016/[Link]
[Link]
[Link]?m=1
Prasetyo Nugroho, Aris. Indarti. Hilmiyana Syifa, Naila 2016. Fisika untuk
SMA/MA kelas XII. CV Mediatama Surakarta.