0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan8 halaman

Bab 1 Pendahuluan: A. Latar Belakang

Diunggah oleh

Adinansyah Rafly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan8 halaman

Bab 1 Pendahuluan: A. Latar Belakang

Diunggah oleh

Adinansyah Rafly
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Di jaman moderen sekarang ini sudah banyak penyalahgunaan obat obatan
yang menjerat terutama para pelajar yang seharusnya berperan aktif bagi
kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Banyak pelajar yang menggunakan
obat obatan yang terlarang yang banyak memakan korban jiwa dan
menghancurkan bangsa. Melalui makalah ini kami ingin memberikan informasi
dan menambah wawasan bagi pembaca tentang jenis obat obatan yang terlarang
yang tidak boleh di konsumsi.

Karena kami melihat maraknya kasus kasus penyalahgunaan obat obat


maka melalui ini, kami berharap makalah ini dapat menjadi sumber pengetahuan
dan memperluas wawasan tentang dunia obat obatan melalui krida bina obat yang
merupakan salah satu krida yang ada di SAKA BAKTI HUSADA, demikianlah
makalah yang kami buat semoga bermanfaat.

B. TUJUAN

1. Menambah dan memperluas pengetahuan pembaca tentang KRIDA BINA


OBAT
2. Menambah pengetahuan pembaca tentang bahaya penyalahgunaan obat
obat terlarang

C. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang di maksud KRIDA BINA OBAT ?


2. Apa saja jenis jenis zat atau obat-obatan yang membahayakan kesehatan
jika di konsumsi dengan salah?
3. Bagaimana gejala orang yang menyalahgunakan obat obatan

1
BAB 2
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KRIDA BINA OBAT

Krida Bina Obat adalah salah satu dari enam krida yang ada di Saka Bakti
Husada, krida ini mengampu tentang materi-materi obat, dari yang herbal sampai
obat-obat kimia.

B. SYARAT KECAKAPAN KHUSUS KRIDA BINA OBAT

1. SKK Pemahaman Obat


2. SKK Tanaman Obat Keluarga
3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalah gunaan Zat Adiktif
4. SKK Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan
5. SKK Pembinaan Kosmetik

C. SKK PENYALAHGUNAAN DAN PENANGGULANGAN


ZAT ADITIF

Zat adiktif adalah bahan makanan atau yang apabila dikonsumsi oleh
manusia dapat menyebabkan ketagihan. Yang termasuk benda-benda adiktif
antara lain rokok dan minuman beralkohol.

ROKOK

Mengandung lebih dari 4.000 macam zat, antara lain:

Tar, berupa cairan berwarna cokelat. Dapat merusak paru-paru,


menghambat sirkulasi oksigen dalam darah,menyebabkan kanker, dan gangguan
pernapasan seperti bronkitis.

Nikotin, bersifat racun. Pada rokok, inilah bahan yang bersifat adiktif.
Dampak dari penggunaan nikotin antara lain kerusakan jaringan otak dan

2
hati,membuat bagian tubuh yang terpapar menjadi kuning, menaikkan tekanan
darah, dan memacu kerja jantung.

Karbon monoksida, bersifat racun, tidak berwarna maupun berbau.


Mengikat hemoglobin lebih kuat daripada oksigen, sehingga tubuh berpotensi
kekurangan [Link] negatif dari rokok antara lain:

 Kanker paru-paru
 Penyakit jantung
 Bronkitis
 dll.

MINUMAN KERAS

Minuman keras adalah cairan jernih, tidak berwarna, berasa pahit, dan
bersifat memabukkan. Setiap minuman keras mengandung alkohol. Minuman
keras digolongkan berdasarkan kandungan alkoholnya. Contohnya:

 Bir, mengandung alkohol sebesar 3-7%.


 Anggur, mengandung alkohol sebesar 12-14%.
 Gin, rum, wiski, dan brandi, mengandung alkohol sebesar 35%.

Dampak negatif minuman keras antara lain:

 Sirosis hati
 Gastritis
 Kanker mulut, tenggorokan, dan esofagus
 Hilangnya sejumlah jaringan otot dalam lengan dan kaki, bahkan dapat
menyebabkan pelunakan pada otot jantung
 Rusaknya pankreas
 Besarnya resiko terkena infeksi, pneumonia, dan memar
 Karena sifatnya depresan, dapat menidurkan berbagai bagian otak dan
sistem saraf.
 Kematian tak terduga jika alkohol diminum bersama dengan obat lain

3
Karena dapat menyebabkan tidurnya berbagai bagian otak dan sistem saraf, maka
dapat terjadi gejala antara lain:

 Kelainan psikologis-alkoholik
 gejala hilang akal secara total
 paranoia alkoholik (mudah curiga, cemburu, suka menuduh, dan sering
terganggu dalam mengekspresikan kejadian-kejadian di sekitarnya dan
mungkin mengalami keadaan jiwa yang tidak stabil.
 sindrom Vernicke (penyakit kurang gizi pada pecandu alkohol, terutama
kelompok vitamin B. Ditandai dengan meningkatnya frekuensi mengigau,
bingung, takut, sulit berjalan, dan hilang ingatan.)
 sindrom Karsakoff (kelainan yang menyebabkan otak rusak sehingga
penderita tidak dapat berorientasi terhadap waktu dan tempat serta merasa
lemah dan geli pada lengan dan kaki karena saraf yang menuju daerah ini
dipengaruhi.)
 Delirium tremens (perubahan kejiwaan yang sangat serius akibat konsumsi
minuman keras dalam jangka waktu yang terlalu lama dan penarikan diri
akibat ketagihan alkohol secara psikologis.)

ZAT PSIKOTROPIKA

Zat psikotropika adalah zat atau bahan baik alami maupun sintetis yang
dapat mempengaruhi pikiran atau sistem saraf.

Ada 5 golongan zat psikotropika, yaitu:

Obat Psikoaktif

Adalah obat yang digunakan dalam ilmu kedokteran jiwa untuk mengobati
penyakit mental dan saraf. Jika ada orang yang ketagihan obat jenis ini, maka dia
akan menginginkan dosis yang semakin lama semakin besar. Konsumsi terus-
menerus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan dapat
menyebabkan kematian.

Depresan

4
Adalah obat yang berfungsi untuk menenangkan orang yang sedang
depresi. Obat-obat yang termasuk depresan adalah opiat (yang termasuk alami),
sementara itu yang sintetis

antara lain:

 Heroin, memberikan sensasi, seperti menghilangkan rasa sakit, yang


menyebabkan pengguna mengalami rasa senang yang luar biasa.
Penggunaannya dengan cara disuntikkan. Pada pecandu, jika tidak
menggunakan heroin setiap 4-6 jam maka akan merasakan mual, muntah-
muntah, nyeri di lambung, keringat dingin, dan demam. Jika overdosis
dapat menyebabkan kematian.
 Morfin, menyebabkan rasa lesu, ngantuk, kebingungan, perasaan bahagia
yang berlebihan, dan gangguan sistem pernapasan.
 Metadon, merupakan obat kedua yang paling banyak menyebabkan
kecanduan setelah heroin. Diberikan kepada pengguna heroin yang sedng
diobati untuk mengurangi kerasnya gejala-gejala pecandu heroin yang
sedang diobati.
 Barbiturat (pil tidur), memberikan efek menenangkan dan tidur lelap.
Orang yang ketagihan akan mengalami gejala seperti demam dan kejang-
kejang. Konsumsi terus-menerus dapat menyebabkan kematian.

Stimulan

Adalah zat yang dapat meningkatkan fungsi berbagai organ tubuh melalui
efeknya terhadap sistem saraf pusat. Dapat membuat orang lebih aktif, maksudnya
mempercepat reaksi badan dan memberikan perasaan tersedianya tenaga yang
tidak terbatas, serta dapat juga meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.
Contohnya adalah amfetamin, dapat menghilangkan rasa kantuk, jika dipakai
berlebihan menimbulkan efek psikotik. Jika dipakai saat kelelahan yang
berlebihan dapat menimbulkan halusinasi dan paranoia.

Halusinogen

Adalah zat yang dapat menimbulkan halusinasi bagi si pemakai.


Contohnya LSD (Lisergic Acid Diethylamide), dapat menyebabkan paranoia yang

5
mengarah pada perilaku agresif. Contoh lain adalah STP, DMT, meskalin, dan
psilosibin.

Euforia

Adalah obat yang dapat menyebabkan perasaan nyaman atau gembira.


Contohnya adalah mariyuana dan ganja, menyebabkan orang mabuk dan kacau.
Jika dikonsumsi saat tenang, terasa nikmat, namun jika dalam kondisi gelisah,
dapat menyebabkan panik yang berlebihan.

CIRI-CIRI PECANDU NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)

Ciri-ciri fisik:

 mata merah
 mulut kering
 bibir berwarna kecoklatan
 perilakunya tidak wajar
 bicaranya kacau
 daya ingatnya menurun

Ciri-ciri dini pada anak yang kecanduan:

 anak menjadi pemurung dan penyendiri


 wajah anak pucat dan kuyu
 terdapat bau aneh yang tidak biasa di dalam kamar
 matanya berair dan tangannya gemetar
 napasnya tersengal dan susah tidur
 badannya lesu dan selalu gelisah
 mudah tersinggung, marah, dan suka menentang orang tua
 suka membolos dengan alasan tidak jelas

6
BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam jenis obat obatan kita harus mengetahui terlebih dahulu kandungan
obat yang akan kita gunakan tersebut apakah berbahaya atau baik bagi kesehatan.
Oleh karena itu kita sebagai manusia harus menjaga diri dari jenis obat obatan
yang berbahaya abgi diri kita sendiri contohnya seperti [Link]
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

B. Saran

1. Agar kedepannya makalah ini bisa lebih baik dan mencakup materi yang
lebih luas.
2. Agar kedepannya dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi
makalah makalah yang akan di buat selanjutnya.
3. Agar kedepannya penggunaan bahasa yang di gunakan lebih mudah di
mengerti.

DAFTAR PUSTAKA
Content://[Link]/readinglist/[Link]

7
8

Anda mungkin juga menyukai