0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan20 halaman

Sensor Otomotif: Dasar dan Jenisnya

Dokumen tersebut membahas tentang sistem kontrol kendaraan otomotif yang mencakup sensor dan pengolahan sinyal, jenis sensor seperti kontak, potensiometer, dan sensor temperatur beserta karakteristik keluaran sinyalnya, serta tingkatan sensor mulai dari konvensional hingga intelegent sensor.

Diunggah oleh

Setyo Sucipto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan20 halaman

Sensor Otomotif: Dasar dan Jenisnya

Dokumen tersebut membahas tentang sistem kontrol kendaraan otomotif yang mencakup sensor dan pengolahan sinyal, jenis sensor seperti kontak, potensiometer, dan sensor temperatur beserta karakteristik keluaran sinyalnya, serta tingkatan sensor mulai dari konvensional hingga intelegent sensor.

Diunggah oleh

Setyo Sucipto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FUNDAMENTALS OF CONTROL SYSTEM FOR AUTOMOTIVE

VEHICLE CONTROL SYSTEM

Sensor dan Pengolahan Sinyal


I. Pendahuluan
Dalam system control otomotif “Sensor” memegang peranan yang penting, yang mana
tugasnya memberikan informasi ke Kontrol Unit sebagai bahan masukan yang selanjutnya
diproses menjadi suatu kondisi yang harus dilakukan oleh Aktor (Aktuator). Apapun yang
diinformasikan oleh sensor sangat menentukan bagi proses control baik secara open loop
maupun closed loop.

AKTOR
( Unit Aktuator )

Sensor mengkonversikan suatu kwantitas masukan berupa phisik atau bahan kimia
(pada umumnya non-elektrik) ke dalam suatu kwantitas keluaran elektrik.

Fisik/ Kimia
Keluaran
Kwantitas  Sensor Sinyal Elektrik
(non electric)

Gangguan-gangguan
(temperature, tegangan
tidak setabil,……)

Gangguan-gangguan yang dialami oleh sensor perlu diperhitungkan supaya tidak


mempengaruhi sinyal keluaran dari sensor. Oleh sebab itu perlu adanya pengolahan sinyal
(pengkondisian sinyal) sebelum sinyal tersebut digunakan oleh kontrol unit.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
1-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Sensor-sensor pada kendaraan (automotive)

Jenis dan Karakteristik Kurva Sensor


 Continuous linear: Aplikasi control dengan cakupan yang luas, pengolahan
sinyalnya tidak rumit.

 Continuous non-linear : Dalam closed-loop control untuk variable yang diukur di


dalam batas ukur yang sempit.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
2-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
 Discontinuous multi-stage : monitoring suatu aplikasi di mana suatu isyarat tepat
pada waktunya diperlukan ketika suatu batas nilai dicapai.

 Discontinuous Dual-stage : Monitoring koreksi ambang untuk penyesuaian berikutnya


atau sesegera mungkin.

Type Output Sinyal

Output sinyal analog : Discrete output signal :


 Arus/ tegangan, amplitudo  Dual step (binary coded)
 Frekuensi/ periode  Multi step (analog kode)
 Durasi pulsa/ pulsa duty factor  Multi step (digital kode)

Contoh Keluaran sinyal :

Keterangan :
a.
U = Sinyal output
f = Frekuensi
t = waktu

b.
U = Sinyal output
TP = Pulsa duration
t = waktu

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
3-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Tingkatan sensor :

Keterangan :
SE : Sensor
SC : Sinyal conditioning (analog)
A/D : Analog to Digital Converter
ECU : Electronic Control Unit
MC : Microcomputer

Sensor dari pengolahannya dapat kita bedakan jadi 4 tingkat :


1. Conventional : tingkat paling rendah, dia hanya berupa sensor.
2. 1st Integration level : level pertama sudah dilengkapi pengolah sinyal (sinyal analog).
3. 2nd Integration level : level kedua sinyal yang keluar sudah bentuk digital.
4. 3rd Integration level : level paling tinggi tergolong „ Intelegent Sensor“.

Keuntungan „Intelegent Sensor“ :


1. Mengurangi beban pada ECU
2. Flexsibel, memungkinkan komunikasi jaringan BUS.
3. Dapat digunakan banyak ECU (pengiritan sensor)
4. Mengurangi eror pengiriman sinyal.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
4-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
II. Jenis-Jenis Sensor pada Automobil
A. Konventional Sensor
Kontak/Switch
Sensor ini merupakan bentuk sensor paling sederhana berupa kontak/switch, karena sensor
bisa langsung diaktifkan secara mekanis, pneumatik, hydroulik, thermoswitch atau elektrik.
Switch mempunyai 2 kondisi switch terbuka dan tertutup. Sebagai informasi sensor
diambil dari tegangan jatuh dalam switch.
Beberapa contoh dari penerapan sensor ini adalah :
 Switch idle dalam sensor katup gas,
 Sensor power steering
 Sensor temperatur pendingin
 Sensor sistem rem
 Sensor aliran oli

Gambar : Throttle valve switch

Ketika kontak terbuka, pengukuran tegangan berada pada 5 volt, jika kontak tertutup
tegangan pada signal akan jatuh ke 0 volt. Logika low (0 volt) diterima oleh ECU sebagai
ukuran bahwa posisi idle.

Gambar : Ilustrasi signal sensor kontak

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
5-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Potensiometer/Tahanan geser
Berupa potensiometer/tahanan geser yang ditempatkan pada suatu poros nilai tahanan
berubah seiring pergeseran poros, signal ini digunakan untuk mengetahui posisi sudut suatu
poros yang dikirim ke ECU. Contoh penggunaan : sensor katup gas, sensor udara masuk jenis
flap. ;

Gambar : Sensor Katup Gas (Potensiometer)

Tegangan 5 volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka tahanan geser akan ikut
bergerak dan mebuat perbandingan tegangan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d
4,7 Volt.

Gambar : Ilustrasi signal potensiometer katup gas.

Sensor Temperatur
Sensor temperatur, merupakan bahan solid-state variable resistor terbuat dari
semiconductor. NTC (Negative Temperature Coefficient) adalah Thermistor yang nilai
tahananya berkurang bila temperatur naik (Nilai tahanan berbanding terbalik terhadap
Temperatur).

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
6-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Gambar Engine Temperatur Sensor (NTC)

Pada 0ºC mempunyai tahanan  5 KΩ, dan pada temperatur 80ºC tahanan  250 Ω. Bila
kita grafikkan akan terlihat seperti gambar gafik dibawah.

Gambar Grafik hubungan temperatur dengan tahanan

Sensor dihubungkan seri dengan tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tahanan pada
sensor berubah (karena temperatur) maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja
4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
7-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Gambar : Wiring diagram Sensor ECT

B. Sensor pada level 2 dan 3

Sensor Sudut
Sensor ini digunakan untuk menentukan sudut rotasi suatu benda, biasanya menggunakan
prinsip hall generatur. Satu atau lebih IC hall dipasang pada sistem yang akan berinteraksi
dengan magnet saat poros diputar. Dari generator tegangan hall microprosesor dalam sensor
tersebut akan mengkalkulasi derajat putaran dan mempersipkannya untuk dikirim melalui CAN
bus. Contoh dari penerapan sensor ini adalah : Accelerator pedal position, Steering angle
sesnor untuk sistem ESP dan Axle sensor untuk dynamic headlamp range kontrol.

Gambar : Acceleration Pedal Position sensor

Ultrasonic sensor

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
8-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Ultrasonic sensor digunakan untuk memantau ruang dan jarak ke rintangan. Sensor terdiri
dari rangkaian elektronik dan unit pemancar yang memancarkan dan unit penerima yang
menerima gelombang ultarsonic. Contoh penerapan sensor : parking sensor,

Gambar : Sistem Ultarsonic Sensor


Dengan bantuan parkir sensor ruang dibelakang atau didepan kendaraan dapat dipantau
pada interval sekitar 0,25 – 1,5 meter, dengan menggunakan sensor 4 – 6 sensor.

Sensor laju putaran (Rotation rate sensor)


Sensor ini berbahan dasar piezoelectric atau kapasitif, digunakan untuk menentukan
gerakan rotasi kendaraan pada sumbu vertikal. Sensor sensor tersebut mampu merekam momen
yaw saat menikung atau terjadi selep. Penerapan sensor ini pada yaw sensor dalam sistem ESP
dan pada sistem navigasi.

- Gambar : Rotation rate sensor


-
Sensor Percepatan

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
9-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Sensor percepatan berfungsi untuk merekam percepatan kendaraan selama terjadi tabrakan
dan memicu pengencangan sistem sabuk lewat kontrol unit. Untuk kejadian ini massa seismic
bergeser selama bergerakan. Yang menghasilkan perubahan kapasitif, diperkuat dengan
rangkaian elektrinik, di filter dan digitalkan kemudian diproses di kontrol unit.
Jenis lain menggunakan bahan piezoelektronic seismic yang dijepit di satu sisi. Sensor-
sesnor ini digunakan untuk memicu pengencangan sabuk penumpang pada sistem SRS Airbag
atau rollor bar dalam sistem keamanan.

Gambar : Sensor Percepatan

Sensor Gas
Sensor ini digunakan untuk memonitor konsentrasi Nox dan CO pada kelembaban udara.
Terdiri dari tahanan dengan lapisan tebal, yang mengandung oksida. Jika material mengukur
secara terbalik, tahanan mengalami perubahan. Sensor ini digunakan untuk memantau kualitas
kelembaban udara pada sistem AC. Juga digunakan sensor Nox pada kendaraan sistem GDI.

Gambar : Sensor Kualitas udara

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
10-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Optical sensor
Sensor ini terdiri dari LED sebagai pemancar dan Photodiode sebagi penerima cahaya.
Berdasarkan pantulan cahaya yang berubah kontrol unit mendeteksi kotoran, bintik-bintik hujan
atau hujan deras. Sensor-sensor ini digunakan sebagai sensor hujan, untuk aktivasi wiper
otomatis, pembersih otomatis lensa lampu xenon, ada juga sebagai sensor putaran kendaraan
(CKP, CMP).

Gambar : Rain Sensor

Gambar : Sensor CKP, CMP

Force Sensor
Berupa elemen tahanan yang sensitif terhadap tekanan, yang digunakan sebagai
[Link] pada kursi kendaraan untuk mendeteksi keberadaan anak kecil pada kursi, yang
digunakan untuk aktivasi airbag.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
11-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Gambar Sensor mat

Model lain dengan bahan Silicon chip adalah bahan yang bila terjadi perubahan bentuk
akan berakibat tahanannya berubah, silicon chip yang terdapat pada ruangan vacuum (0,2
mbar) sebagai referensi. Sisi lain dari silicon chip berhubungan dengan intake manifold.
Sistem ini dinamakan MAP digunakan untuk mendeteksi jumlah udara masuk dengan
mengukur tekanan pada intake.

Gambar Sensor MAP


Oil Sensor
Sensor ini dapat mengukur qualitas (umur) dan temperatur yang dapat digunakan oli mesin,
sepanjang volume oli mesin.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
12-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Gambar Oil Sensor
III. Pengolahan Sinyal (Sinyal conditioning).
Sinyal yang keluar dari sensor perlu atau harus dikondisikan (diolah) terlebih dahulu
sebelum dapat diproses (Data Processing). Sejauh diperlukan, pengolahan sinyal tersebut
didalamnya mempunyai fungsi-fungsi antara lain :
 Peningkatan/ pembesaran sinyal (AC, DC)
 Perbaikan sinyal (phasenya, sinkronisasi)
 Konversi ke tegangan atau frekuensi
 Pemfilteran frekuensi dari nois
 Konversi ADC dan DAC
 Linierisasi
 Kalibrasi kompensasi temperature (Analog, Digital).
 Kalibrasi nol otomatis
 Monitor diri sendiri (On-Board Diagnostic)
 Penstabil tegangan (regulasi tegangan)
 Pengaman hubung singkat
 Penghubung dengan jaringan (CAN)
 Dll.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
13-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
1. Konversi ke Tegangan
 Metode pembagi tegangan.
Metode ini dapat langsung kita terapkan bila bentuk sinyal linier.

VCC Contoh penerapan :


- Sensor temperature
- Sensor Katup Gas

R
Maka VOUT dapat kita hitung dengan rumus :

Rntc
V VOUT VOUT = xVcc
RNTC
( R  Rntc)

 Metoda Jembatan Wheatstone (Wheatstone Bridges)


Untuk memonitor perubahan resistasi, kita bias gunakan jembatan wheatstone. Prinsip
kerjanya sama dengan pembagi tegangan dengan 2 jalur : Kalau nilai resistansi dari 4 resistance
sama maka tegangan Outputnya = 0 Volt.

+ Out

VOut
RS R2

E  Out

R1 R3

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
14-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Jadi kita dapat mencari VOut dengan mengunakan rumus ? ?

 F to V konversi
Mengkonversi suatu sinyal frekuensi menjadi sinyal tegangan, sudah banyak rangkaian
jadi di pasaran.
Salah satu contoh rangkaian F to V.

Komponen utamanya berupa IC yang didalamnya terdiri dari beberapa op-amp dan komponen
pendukung lainnya.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
15-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
2. Op–Amp.
Op-Amp adalah Operasional Amplifier atau Penguat Operasional, mempunyai fungsi
banyak sekali diantaranya :
- Sebagai penguat sinyal
- Sebagai komparator
- Perubah bentuk sinyal
- Filter tegangan
- Dll.
Op - Amp membutuhkan tegangan sumber positip dan negatip. Tegangan sumber Op - Amp
tersebut antara  5V sampai dengan  18V.

Disamping hubungan untuk tegangan sumber, Op - Amp mempunyai pula hubungan tegangan
sebagai masukan pembalik - ( Inverting input ) dan sebagai masukan bukan pembalik + ( Non
Inverting Input ) demikian juga halnya sama dengan keluarannya.
+ 12V

Masukan
Masukan pemilik
pembalik
(Inventaris
(Inverting Input)
Input)
OP - AMP
Keluaran

Masukan bukan pembalik


(non Inverting Input) -12V

Gambar : Simbol Penguat Operasi (OP-Amp)

Petunjuk kaki IC 741

OFFSET N1 1 8 Nc

IN - 2 7 + Vcc

IN + 3 OUT
6

Vcc - 4 5 OFFSET N2

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
16-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
 Penguat Operasi
Penguatan tegangan V dari Op - Amp umumnya besar sekali, lebih dari 100.000 kali. Misalnya
pada masukan diberi tegangan U1 sebesar 1 mV, maka tegangan keluaran U2 sebesar :

U2 = V .U1

U2 = 100.00 (1MV) = 100 V

Karena menurut suatu ketentuan Op - Amp hanya mempunyai tegangan catu sebesar  15V,
maka untuk tegangan keluaran U2 sebesar 100V tersebut tidak dapat dicapai. Tegangan keluaran
Op - Amp sangat ditentukan oleh besarnya tegangan catu dari Op - Amp itu sendiri. ( sehingga
praktis tegangan keluarannya 15V )

+ 12V

+ 12V
P1 = 10K
R=10K 2
- 7
U1 6

U2
3
+ 4
-12V
-12V

Gambar : Penguatan Operasional

 Penguatan Operasi Non-Inverting.


Sebuah penguat operasi bukan pembalik dengan penguatan tertentu sebesar V dibangun
pada gambar seperti dibawah ini.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
17-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
+ 12V

2
+ 7
6
U1 U2
3 - 4

-12V

R1
R2

Gamabar : Rangkaian Non-inverting (Penguat sinyal)

Perhitungan penguatan dapat kita rumuskan seperti berikut:

R 2  R1 R1
U2 = U1 = ( 1 + ) U1
R2 R2

 Prinsip komperator

Komparator dapat dibangun dengan menggunakan penguat operasi ( Op - amp ) tanpa


umpan balik.

+ 12V

U1 _

U3
+
U2

-12V

Gambar : Komperator

Sinyal keluaran U3 adalah merupakan sinyal digit dengan perkataan lain sinyal tersebut
adalah berlogika “1” atau “0” ( + 12 V atau GND )
Pada saat U1 > U2 , U3 berlogika “ 0 “
U1 < U2 , U3 berlogika “ 1 “
Rangkaian ini dapat digunakan untuk mendeteksi besaran - besaran level atau
amplitudo sinyal.

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
18-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
 Rangkaian Deferensiator (Bembentuk Pulsa)

 Rangkaian Integrator (Bembentuk Pulsa)

Program Studi : Dikeluarkan oleh : Tanggal : Halaman :


OTOTRONIK Hus 09-18
19-19
Nama :
6 5 1 5 0 5 1 0
_ S E N S O R
Halaman:

20

Anda mungkin juga menyukai