0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan2 halaman

Model P-Proses Perubahan Perilaku

Proses pengembangan program komunikasi kesehatan terdiri atas 6 tahapan yaitu analisis situasi dan komunikasi, perancangan strategis, pengembangan pesan dan materi, mobilisasi dan pemantauan, evaluasi, serta perencanaan ulang. Tahapan tersebut bertujuan untuk menganalisis masalah, merancang strategi, mengembangkan materi, menyebarkan pesan, mengukur dampak, serta memperbaiki program.

Diunggah oleh

Theo Fani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan2 halaman

Model P-Proses Perubahan Perilaku

Proses pengembangan program komunikasi kesehatan terdiri atas 6 tahapan yaitu analisis situasi dan komunikasi, perancangan strategis, pengembangan pesan dan materi, mobilisasi dan pemantauan, evaluasi, serta perencanaan ulang. Tahapan tersebut bertujuan untuk menganalisis masalah, merancang strategi, mengembangkan materi, menyebarkan pesan, mengukur dampak, serta memperbaiki program.

Diunggah oleh

Theo Fani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

P-proses dikembangankan tahun 1983, dan dibagi atas 6 langkah-langkah dalam proses

perubahan perilaku:
a. Analisis
Analisis merupakan langkah awal dalam pengembangan program komunikasi yang efektif.
Tahap analisis beguna untuk memahami karakteristik masalah kesehatan serta hambatan
terhadap perubahan perilaku (Astuti et al, 2005:9). Menurut Johns Hopkins University (2013:6)
terdapat 2 tahap yang harus dilakukan dalam langkah analisis, yakni:
1) Analisis situasi
a) Tentukan tingkat keparahan dan penyebab masalah
b) Identifikasi faktor penghambat
c) Kembangkan sebuah masalah yang didapatkan.
d) Lakukan penelitian formatif demi menetapkan status kesehatan saat ini dan
mengukur akurat kemajuan program dan dampak yang berpengaruh.
2) Analisis Komunikasi
a) Lakukan analisis partisipasi, melibatkan mitra ataupun masyarakat untuk
memperkuat intervensi komunikasi
b) Lakukan analisis sosial dan perilaku, mengindentifikasi pola sosial di
masyarakat.
c) Memprioritaskan kebutuhan komunikasi dan pelatihan
b. Rancangan Strategis
Menentukan tujuan, mengidentifikasi segmen khalayak sasaran, memposisikan konsep
bagi khalayak sasaran, mengklarifikasi model perubahan perilaku yang digunakan, memilih
saluran komunikasi, merencanakan diskusi antarpribadi, menyusun rencana tindakan dan
rancangan evaluasi (Astuti et al, 2005:9). Menurut Johns Hopkins University (2013:7-8) dalam
rencana strategis terdapat 6 langkah, yaitu
1) Menetapkan tujuan komunikasi
Pada tahap ini dibutuhkan tujuan Specific, Measurable, Appropriaet, Realistic,
and Time-bond (SMART)
2) Pengembangan pendekatan dan penempatan program
3) Tentukan Saluran
4) Membuat Rencana Implementasi
c. Pengembangan, pengujian awal, perbaikan dan produksi
Mengembangkan konsep pesan, menguji melalui anggota khalayak sasaran dan pihak
penanggung jawab, memperbaiki dan memproduksi pesan serta materi, serta menguji
kembali materi baru dan materi yang sudah ada (Astuti et al, 2005:9). Menurut Johns
Hopkins University (2013:7-8) terdapat 4 langkah pelaksanaan pada proses ini, yaitu:
1) Pengembangan
2) Uji Coba
3) Memperbaiki/ revisi
4) Uji Coba Ulang
d. Mobilisasi dan Pemantauan
Dalam tahap ini, Promotor kesehatan dan Mitra akan mendistribusikan produk dan
aktivitas yang telah direncanakan dalam tahap ke 2 sebelumnya. Promotor akan memantau
kegiatan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana. Menurut Johns Hopkins
University (2013:12-13) pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah
1) Menggandakan dan Menyebarluaskan
2) Melatih Mitra di Lapangan
3) Memobilisasi Peserta Kunci
4) Mengelola dan Memonitor Program
5) Mempersiapkan Evaluasi
e. Evaluasi dan Perencanaan Ulang
Mengukur dampak pada khalayak sasaran dan menentukan cara meningkatkan
proyek yang akan datang. Menurut Johns Hopkins University (2013:14-15) tahap yang
harus dilakukan dalam evaluasi dan perubahan adalah:
1) Mengukur Hasil dan Menilai Dampak
2) Diseminasi Hasil
3) Tentukan kebutuhan masa depan
4) Mendesain ulang program

Anda mungkin juga menyukai