STANDART OPERASIONAL PROSEDURE (SOP) TERAPI TAWA
1. Pengertian Terapi tawa adalah tertawa spontan tanpa ada rangsangan
tertawa, baik itu rangsangan emotif maupun kognitif yang
dilakukan secara terstruktur dengan tujuan terapi. Terapi tawa
adalah terapi yang digunakan untuk menurunkan stres dan
masalah kesehatan fisik dan
psikologis lainnya dengan cara tertawa secara terprogram.
2. Tujuan a. Menghilangkan ketegangan
b. Menyembuhkan sakit kepala
c. Membantu menyembuhkan penyakit tekanan darah tinggi
dan kanker
d. Menghilangkan stres
e. Mengurangi asma dan bronchitis
f. Mencegah penyakit jantung
g. Memperlancar peredaran darah
h. Meningkatkan relaksasi tubuh dengan cara melatih jantung,
paru- paru, otot-otot perut, dada, bahu mengaktifkan sistem
endokrin (merangsang susunan saraf pusat) dan
memperlancar peredaran darah tubuh.
i. Menjadikan hidup lebih nyaman, senang, tenang, sehat dan
rileks.
3. Indikasi a. Pasien stres atau depresi
b. Pasien hipertensi
c. Pasien gangguan tidur
d. Pasien gangguan psikosomatis
4. Kontraindikasi Klien dengan wasir, hernia, penyakit jantung, sesak napas, post
Operasi, hamil, prolapse, uteri, tb paru, flu, pilek dan glaucoma.
5. Persiapan Latihan ini dilakukan di ruangan dimana terdapat cukup udara
Tempat segar yang masuk dan dengan keadaan tenang, bebas dari
gangguan untuk memudahkan anggota berkonsentrasi dalam
mengikuti latihan.
6. Persiapan a. Membuat kelompok kecil dengan anggota 5-10 orang
Pasien b. Mempunyai seorang tutor
c. Ciptakan lingkungan secara nyaman dan kondusif agar
pelaksanaan terapi tawa dapat terstruktur dengan baik maka
sebaiknya terapi tawa dilakukan secara berkelompok atau
membentuk kelompok terapi tawa, sebab dalam kelompok
terapi tawa akan mudah terjadi tawa secara alami karena
terprogram. Mudah tertawa alami karena dibimbing oleh
seorang tutor dan rekan satu kelompok dan nada jadwal
yang dapat dilakukan secara rutin serta lebih bermanfaat
secara bersama-sama.
7. Persiapan Untuk mendidikan suatu kelompok sebaiknya dipenuhi syarat
berikut ini:
a. Mempunyai anggota 5-10 orang
b. Sebaiknya rentang usia anggota 17-70 tahun
c. Harus di bimbing oleh tutor yang berpengalaman pada
terapi tawa dengan syarat tutor adalah yang memiliki
pribadi menarik, humoris, luwes serta tidak kaku.
d. Terapi tawa dilakukan pada pagi hari atau sore hari siang
hari tidak dilakukan karena dianggap kurang baik.
e. Terapi tawa sebaiknya dilakukan secara periodik, jika
dilakukan 2 kali sehari maka lakukan pada pagi hari dan
sore hari. Agar terapi cepat terasa manfaatnya, bagi anggota
kelompok sebaiknya dilakukan 3-4 kali dalam seminggu.
jika hal ini belum dilakukan, maka dengan hanya satu bulan
semua anggota kelompok sudah merasakan manfaatnya.
8. Tahap Orientasi a. Beri salam dan perkenalkan diri
b. Menjelaskan tujuan dilakukannya intervensi
c. Kontrak waktu dan tempat
9. Tahap Kerja a. Pemanasan dengan tepuk tangan serentak semua anggota
sambil mengucapkan ho…ho…ho... ha...ha…ha…
sebanyak tiga kali
b. Melakukan teknik pernapasan dengan mengambil napas
melalui hidung, ditahan selama lima detik kemudian
dkeluarkan perlahan melalui mulut. Hal ini dilakukan tiga
kali hitungan.
c. Memutar engsel bahu ke depan dan kebelakang,
menganggukkan kepala kebawah sehingga dagu hampir
menyentuh dada lalu mendongakkan kepala keatas belakang
lalu menoleh ke kiri ke kanan. Gerakan ini dilakukan secara
perlahan dan dilakukan dalam hitungan 2x8 pada masing-
masing gerakan. Lakukan peregangan dengan memutar
pinggang kearah kanan ditahan selama empat detik
kemudian memutar kearah kiri dan ditahan selama empat
detik, lalu kembalikan ke posisi semula.
d. Melakukan tawa semangat. Tutor memberikan aba-aba
1,2,3, untuk memulai tawa. Semua anggota tertawa
serentak. Dalam tawa ini tangan diangkat ke atas beberapa
saat lalu diturunkan dan diangkat kembali sedangkan kepala
agak mendongak kebelakang.
Tahap ini diakhiri dengan menarik napas dalam dan pelan.
e. Melakukan tawa sapaan. Pada tahap ini tutor memberikan
aba-aba agar semua anggota tertawa dengan suara sedang
sambil mendekat dan bertegur sapa satu sama lain. Pada sesi
ini mata setiap anggota diharapkan saling memandang, sesi
ini diakhiri dengan menarik napas dalam dan pelan.
f. Melakukan tawa penghargaan. Anggota membuat lingkaran
kecil dan membuat gerakan-gerakan yang berkesan sedang
memberikan penghargaan atau memuji anggota kelompok
sambil tertawa. Tahap ini diakhiri dengan menarik napas
dalam dan pelan.
g. Melakukan tawa bersandung dengan bibir tertutup. Anggota
dianjurkan bersenandung hm... hm... hm... dengan mulut
tetap tertutup sehingga terasa bergema di kepala. Anggota
dianjurkan untuk saling berpandangan. Tawa ini diakhiri
dengan menarik napas dalam dan pelan.
h. Melakukan tawa ponsel. Anggota saling berhadapan dan
masing- masing seolah-olah memegang ponsel. Anggota
tertawa sambil saling berpandangan dan mendekat setelah
itu kembali ke posisi semula. Setelah itu diakhiri dengan
mengambil napas dalam dan pelan.
i. Melakukan tawa bantahan. Anggota dibagi dua bagian atau
kelompok yang saling bersaing dan dibatasi jarak. Dalam
kelompok ini saling berpandangan sambil tertawa dan
saling menuding dengan jari telunjuk kepada kelompok
didepannya, setelah selesai menarik napas dalam dan pelan.
j. Melakukan tawa bertahap. Semua anggota mendekat pada
tutor. Tutor mengajak anggota untuk tersenyum kemudian
bertahap menjadi tertawa ringan lanjut semakin bertahap
dan terakhir berat serta tertawa lepas penuh semangat. Tawa
ini dilakukan saling berpandangan. Setelah selesai menarik
napas dalam dan pelan.
k. Melakukan tawa dari hati ke hati. Tawa ini merupakan sesi
terakhir semua anggota saling berpegangan tangan sambil
berdekatan sekaligus bersama-sama tertawa dengan saling
bertatapan dengan perasaan lega. Anggota bisa saling
bersalaman sehingga menjalin keakraban yang mendalam.
l. Setelah selesai melakukan terapi tawa masing-masing
anggota mengakhirinya dengan cara melakukan tawa secara
spontan selama dua menit dan menarik napas dalam dan
pelan.
10. Tahap a. Evaluasi hasil subjektif dan objektif
Terminasi b. Beri reinforcment positif pada anggota
c. Mengakhiri pertemuan dengan baik
11. Hasil Evaluasi verbal: Dalam evaluasi verbal setelah mengikuti terapi
tawa maka seorang akan menyatakan bahwa dirinya merasa
segar, bebas dari stres, badan lebih rileks dan tenang