0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan6 halaman

Metode dan Tahapan dalam SIG

Dokumen tersebut membahas tentang komponen metode dalam sistem informasi geografis. Terdapat beberapa metode utama yang digunakan dalam SIG yaitu digitasi peta, editing, konversi koordinat, anotasi, pelabelan, dan analisis data spasial melalui overlay peta. Tahapan kerja SIG meliputi persiapan, digitasi, editing, konversi, anotasi, pelabelan, dan analisis.

Diunggah oleh

natasha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
142 tayangan6 halaman

Metode dan Tahapan dalam SIG

Dokumen tersebut membahas tentang komponen metode dalam sistem informasi geografis. Terdapat beberapa metode utama yang digunakan dalam SIG yaitu digitasi peta, editing, konversi koordinat, anotasi, pelabelan, dan analisis data spasial melalui overlay peta. Tahapan kerja SIG meliputi persiapan, digitasi, editing, konversi, anotasi, pelabelan, dan analisis.

Diunggah oleh

natasha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

KOMPONEN METHOD DALAM SIG

Oleh :
Kelompok 5
Nanda Saputra 1703114442
Fisca Gupita Sakerti 1703114151
Mutya Shabrina 1703114140
Ridwan Arif 1703114259
Fajri Amal 1703114403

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


JURUSAN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGATAHUAN ALAM
UNIVERSITAS RIAU
2018
A. Pengertian Sistem Informasi Geografis 

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya


akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk
mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989).
Secara umum pengertian SIG sebagai berikut:
“Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan
sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan,
memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa
dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.” 
Pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual. Namun dalam pembahasan
selanjutnya SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer. SIG yang
berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis yang tersedia merupakan data
dalam jumlah dan ukuran besar, dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan.

SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik
tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data
yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi
geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar
referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi,
kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem
informasi lainnya.
Telah dijelaskan di awal bahwa SIG adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari
berbagai komponen. Tidak hanya perangkat keras komputer beserta dengan perangkat
lunaknya, tapi harus tersedia data geografis yang akurat dan sumberdaya manusia untuk
melaksanakan perannya dalam memformulasikan dan menganalisa persoalan yang
menentukan keberhasilan SIG.

B. Komponen Method dalam Sistem Informasi Geografis 

Metode merupakan suatu cara atau langkah yang digunakan dalam suatu proses.
Metode yang digunakan pada sistem informasi geografis ini mempunyai banyak sekali jenis
dan akan berbeda- beda antara satu permasalahan dengan permasalahan lainnya. Sistem
informasi geografis yang baik tergantung pada aspek desain dan juga spek real atau
kenyataannya. Metode yang baik merupakan metode yang sistematis dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Keruntutan metode juga menjadi sesuatu yang sangat penting, sebab apabila tidak
runtut dalam melakukan metode, bisa jadi hasilnya tidak akan berhasil atau jika berhasil,
hasilnya tidak sesuai seperti yang diinginkan. Metode yang digunakan juga harus tepat dalam
mewakili setiap permasalahan yang akan dipecahkan. SIG yang baik memiliki keserasian
antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan
implementasi akan berbeda-beda untuk setiap permasalahan. Metode analisis pada SIG pada
prinsipnya mendasarkan pada dua hal : Data atribut (ex : jarak dan luas) dan data spasial.
Data ini memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai
dua bagian penting yang berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi
deskriptif (atribut) yang dijelaskan berikut ini :
1. lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat
geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya
informasi datum dan proyeksi.
2. deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang
memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya. Contoh jenis
vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.
ssss

C. Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis 


Mengolah data Sitem Informasi Geografi menjadi sebuah informasi spasial dalam bentuk
peta, diperlukan peralatan dan keterampilan yang memadai. Untuk menyusun dan mengolah
data tersebut diperlukan tahapan kerja sebagai berikut.
1. Tahap persiapan
Pada tahap persiapan, yang akan dilakukan untuk mengoperasikan sistem informasi
geografis ialah sebagai berikut.
a. Mengkaji kebutuhan
Mengkaji kebutuhan merupakan dasar dari keberhasilan penggunaan SIG. Aspek
yang dikaji mencakup pengidentifikasian kegiatan di dalam organisasi yang
berkenaan dengan peta atau informasi geografis atau mengkaji bentuk atau model
informasi yang dibutuhkan oleh pengguna (user).Paling sedikit ada tujuh jenis
kebutuhan yang diperhitungkan:
- fungsi- fungsi pemrosesan,
- data atau isi yang diperlukan,
- standar dan karakteristik data,
- aplikasi sistem berikut produknya,
- fungsi-fungsi perangkat lunak,
- perangkat keras berikut kapasitasnya, dan
- fasilitas komunikasi yang digunakan misalnya card dan kabel jaringan, modem,
hub, dan yang lainnya.
b. Membuat rancangan peta
Membuat rancangan peta merupakan rencana kegiatan yang akan dilakukan atau
dibuat. Hal ini berkaitan dengan peta tematik yang dibutuhkan dan rencana analisis
(tumpangsusun) antara peta-peta tematik yang akan dibuat.
Peta dasar yang diperlukan harus disiapkan, hal ini dilakukan agar gambar atau peta
yang kurang jelas dapat diperbaiki, skala dan tahun peta harus cocok atau
disesuaikan. Peta-peta tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber atau instansi
terkait. Apabila ada salah satu komponen yang tidak ada atau belum dibuat petanya,
maka kita harus membuat peta tersebut. Pembuatan peta tersebut untuk melengkapi
dan memudahkan dalam menumpangsusunkan peta-peta yang diperlukan.
c. Merancang basis data
Merancang basis data adalah menyiapkan rencana pengorganisasian data yang akan
dimasukkan dalam sistem. pengorganisasiannya berdasarkan pada kebutuhan dan
sumber data yang sudah disediakan
d. Menentukan prosedur kerja
Menentukan prosedur kerja dalam memasukkan data ke dalam sistem komputer perlu
dilakukan agar tim penyusun SIG dapat bekerja lebih cepat dan efektif, misalnya
semua simbol garis dan area digitasi terlebih dahulu, kemudian simbol titik, dan
seterusnya.

2. Tahap digitasi peta


Digitasi peta merupakan pekerjaan memindahkan peta dalam bentuk lembaran peta
(hardcopy) ke dalam komputer. Pada tahap ini, peta yang masih dalam bentuk lembaran
kertas kemudian diubah ke dalam bentuk format digital, yaitu format yang dapat dibaca
dan diolah oleh komputer. Alat untuk merekam atau memindahkan data tersebut
dinamakan digitizer. Selain itu, proses ini juga dapat dilakukan dengan
menggunakan scanner.
3. Tahap editing
Hasil digitasi biasanya belum sempurna, karena masih dapat dijumpai kesalahan atau
tidak akurat. Kesalahan tersebut umumnya terjadi akibat ketidaktelitian manusia dalam
proses digitasi peta atau karena faktor kemampuan alat yang terbatas. Sehingga pada
tahap ini yang dilakukan ialah mengoreksi dan memperbaiki data atau simbol yang salah
atau tidak tepat. Kesalahan- kesalahan yang umumnya terjadi, dalam
bentuk overshoot (garis lebih), undershoot (garis tidak nyambung), garis ganda,
kesalahan dalam pelabelan, dan lain-lain.
4. Tahap konversi
Tahap konversi adalah tahap penyesuaian koordinat dengan mengubah koordinat meja
digitizer ke dalam koordinat lintang dan meridian bumi yang sesungguhnya. Penggunaan
koordinat meja digitizer adalah koordinat yang diperlukan agar pembuatan peta
dilakukan secara sistematis (tidak acak) dan bersifat sementara. Koordinat tersebut
kemudian diubah dan umumnya menggunakan koordinat UTM (Universal Transverse
Mercator). Keuntungan menggunakan koordinat UTM adalah dapat menentukan luas
dari kenampakan yang ada pada peta, dan satuan yang digunakan ialah meter. Selain
sistem koordinat UTM, ada juga sistem koordinat derajat. Koordinat UTM dan koordinat
derajat dapat ditemukan kedua-duanya pada peta topografi atau peta rupa bumi.
5. Tahap anotasi
Tahap anotasi adalah tahap dilakukannya pemberian nama atau catatan terhadap berbagai
objek yang ada pada peta, misalnya nama sungai, nama kota, nama gunung, nama
daerah, atau nama wilayah.
6. Tahap labelling
Setiap objek yang nampak dan ada pada peta harus diberi label dan fungsinya sebagai
identitas dari objek tersebut. Identitas ini berguna untuk membuat hubungan antara data
grafis dan data nongrafis. Label atau identitas tersebut biasanya dituangkan dalam
legenda atau keterangan peta.
7. Tahap analisis
Setelah peta yang dibutuhkan selesai dikerjakan, maka tahap selanjutnya adalah tahap
analisis dan pengolahan lebih lanjut. Tahap analisis yaitu tahap pengukuran panjang,
kerapatan, luas objek pada peta dan sampai pada penggabungan beberapa peta dengan
cara tumpang susun (overlay). Penggabungan tersebut akan menghasilkan peta baru yang
lebih informatif. Pada SIG konvensional analisis datanya berupa pengukuran dengan
menggunakan alat sederhana, seperti penggaris untuk mengukur panjang dan planimeter
untuk mengukur luas. Pada SIG yang menggunakan komputer analisis datanya terutama
untuk menghitung luas wilayah dapat dilakukan dengan mudah.
Analisis peta hasil tumpang susun yang dilakukan secara konvensional dilakukan dengan
menggunakan kertas transparan sehingga beberapa peta dapat ditumpangsusunkan
menjadi peta yang bertampalan. Beberapa peta dapat ditumpangsusunkan apabila skala
petanya sama.
8. Tahap buffering
Buffering adalah jenis analisis yang akan menghasilkan buffer atau penyangga yang bisa
berbentuk lingkaran atau poligon yang melingkupi suatu objek sebagai pusatnya,
sehingga dapat diketahui luas objek dan jarak dari objek lainnya. Misalnya, untuk
membuka usaha wartel, maka perlu dianalisis jumlah saingan yang ada pada radius
tertentu dari suatu lokasi.
9. Tahap pelaporan atau keluaran data
Tahap pelaporan atau keluaran data dapat dilakukan dalam bentuk menampilkan pada
layar monitor atau dicetak melalui printer atau plotter. Dalam laporan, semua informasi
hasil overlay harus ditampilkan secara menarik dengan pewarnaan yang sederhana tetapi
sesuai dengan standar kartografis sehingga menampilkan bentuk/warna yang indah dan
dengan divariasikan tabel/ grafik/video pada setiap tempat yang diinginkan dan perlu
penambahan informasi.
10. Informasi lewat jaringan
Jika perlu, pada tahap berikutnya adalah mengaitkan basis data dengan
jaringan (network) melalui internet agar dapat diakses oleh orang lain. Namun, perlu
diingat bahwa tidak semua informasi dapat diakses dengan mudah, Hal ini ada kaitannya
dengan biaya yang telah dikeluarkan dalam membuat SIG, sehingga informasi tersebut
kadang-kadang harus dibeli atau dengan kompensasi lainnya.
Agar tampilan peta SIG yang Anda buat berdasarkan tahapan di atas lebih menarik dan
informatif, maka perlu ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi. Contohnya, untuk
menganalisis daerah rawan longsor, maka tampilan peta tiga dimensi sangat dibutuhkan
agar dapat dilihat bentuk morfologi suatu wilayah lebih jelas.

Anda mungkin juga menyukai