1
Contoh CPM
Jalur Kritis
2
Contoh CPM (Critical Path Method)
Kode Durasi Pendahulu Lanjutan
Aktivitas (Minggu) (predecessors)
A 2 - D
B 2 - C,E
C 3 B D
D 2 A,C -
E 3 B -
1. Jaringan kerja (network diagram) ?
2. Jalur kritis
3. Waktu pelaksanaan total
3
1. Jaringan kerja
A
2
0 B 2 C 5 D 7
0 2 5 7
2 3 2
E
3
2. Jalur kritis : aktivitas B – C - D
3. Waktu pelaksanaan : 7 minggu
4
Contoh CPM 2
Kode Aktivitas A B C D E F G
Pendahulu - - A A,B D C,E E
(predecessors)
Durasi Waktu 7 9 12 8 9 6 5
(minggu)
1. Jaringan kerja (network diagram) ?
2. Jalur kritis
3. Waktu pelaksanaan total
5
1. Jaringan kerja
7 C 26
21 26
A 12 F
7 6
0 32
0 32
B G
9 D E 5
9 17 26
9 17 26
8 9
2. Jalur kritis : aktivitas B – D – E – F
3. Waktu pelaksanaan : 32 minggu
6
Contoh PDM
7
8
9
10
Ciri-ciri diagram precedence (PDM)
1. Aktivitas tidak dinyatan dengan panah(arrow) lagi,
melainkan dengan Node, Lingkaran (circle) atau
Kotak (Block)
2. Merupakan Activity on Node (AON) karena
kegiatan proyek direpresentasikan dalam node
yang berbentuk kotak.
3. Anak panah/garis penghubung tidak mempunyai
durasi, sehingga pada diagram precedence tidak
dipelukan aktivitas dummy (semu) lagi sehingga
diagram menjadi bersih
11
Bentuk Node / Box Dialog dalam PDM
ES EF
ES ID EF
ID Dur
Label / Aktivitas
Label /
LS Dur LF
Aktivitas
LS LF
A ES EF ES A EF
t LS LF LS t LF
12
13
Diagram precedence (AON) merupakan
penyempurnaan dari diagram panah (AOA)
AOA 1 jenis hub. aktivitas :
Akhir – Awal (End - Start)
AON 4 jenis hub. aktivitas
Awal – Awal (Start to Start)
Awal – Akhir (Start to End)
Akhir – Awal (End to Start)
Akhir – Akhir (End to End)
14
Logika Ketergantungan AON
Logika Ketergantungan (Logical
Relationship) PDM :
Start to Start (SS)
Start to Finish (SF)
Finish to Start (FS)
Finish to Finish (FF)
15
Start to Start
Menjelaskan hubungan antara dua kegiatan
yang dapat dimulai secara bersamaan
SS dengan Positive Lag dan Zero Lag
16
Start to Finish
Menjelaskan hubungan antara selesainya
kegiatan dengan mulainya kegiatan terdahulu.
Sebagian porsi dari kegiatan terdahulu harus
selesai sebelum bagian akhir kegiatan yang
dimaksud boleh diselesaikan
SF logical relationship
17
Finish to Start
Kegiatan yang mengikuti (succeeding activities)
hanya dapat dimulai jika kegiatan yang
mendahului (preceding activities) telah selesai.
FS dengan Zero Lag dan Positive Lag
FS dengan Negative Lag
18
Finish to Finish
Menunjukkan hubungan penyelesaian
antara dua kegiatan
FF dengan Positive Lag dan Zero Lag
19
Forward Pass (1)
Diambil angka ES terbesar bila lebih dari
satu kegiatan bergabung
Notasi (i) bagi kegiatan terdahulu
(predecessor) dan (j) bagi kegiatan yang
sedang ditinjau
Waktu awal dianggap nol
Waktu mulai paling awal dari kegiatan yang
sedang ditinjau ES(j) adalah sama dengan
angka terbesar dari jumlah angka kegiatan
terdahulu ES(i) atau EF(i) ditambah
konstrain yang bersangkutan
20
Forward Pass (2)
ES(j) = pilih angka terbesar dari
ES(i) + SS(i-j) atau
ES(i) + SF(i-j) – D(j) atau
EF(i) + FS(i-j) atau
EF(i) + FF(i-j) – D(j)
Waktu selesai paling awal dari kegiatan yang sedang ditinjau
EF(j)
EF(j) = ES(j) + D(j)
21
Backward Pass (1)
Bila lebih dari satu kegiatan
bergabung maka diambil angka LS
terkecil
Notasi (i) bagi kegiatan yang sedang
ditinjau sedangkan (j) adalah kegiatan
berikutnya
LF(i) adalah waktu selesai paling
akhir kegiatan (i) yang sedang ditinjau
yang merupakan angka terkecil dari
jumlah kegiatan LS dan LF ditambah
konstrain yang bersangkutan
22
Backward Pass (2)
LF(i) = pilih angka terkecil dari
LF(j) – FF(i-j) atau
LS(j) – FS(i-j) atau
LF(j) – SF(i-j) + D(i) atau
LS(j) – SS(i-j) + D(j)
Waktu mulai paling akhir kegiatan yang sedang ditinjau
LS(i)
LS(i) = LF(i) – D(i)
23
Jalur Kritis dan Slack/Float
Syarat jalur kritis pada PDM adalah :
ES = LS
EF = LF
LF – ES = D
Float pada PDM adalah :
Total Float (TF) = LS – ES
Free Float (FF) :
untuk konstrain FS atau SS, FF = (ES of
succeeding activity) – (EF of the constraint)
untuk konstrain SF atau FF, FF = (EF of
succeeding activity) – (EF of the constraint)
24
Contoh Hitungan PDM 1
Kode Durasi Pendahulu Lanjutan
Aktivitas (Minggu) (predecessors)
A 2 - D
B 2 - C,E
C 3 B D
D 2 A,C -
E 3 B -
1. Diagram PDM ?
2. Jalur kritis
3. Waktu pelaksanaan total
25
Contoh Hitungan PDM 2
Kode Aktivitas A B C D E F G
Pendahulu - - A A,B D C,E E
(predecessors)
Durasi Waktu 7 9 12 8 9 6 5
(minggu)
1. Diagram Jaringan kerja PDM ?
2. Forward pass dan Backward pass?
3. Waktu pelaksanaan total
4. Hitungan nilai “slack” atau “float” (Skala waktu
longgar)
5. Lintasan kritis
26
Jawaban
27
Perbandingan CPM dan PDM (1)
Keunggulan PDM :
Mampu menyajikan hubungan antar kegiatan secara lebih
sederhana
Tidak memerlukan dummy dan tambahan detail untuk
menunjukkan kegiatan yang tumpang tindih (overlap)
Sesuai untuk digunakan pada kegiatan yang bersifat
repetitif (berulang) seperti pada konstruksi jalan raya atau
konstruksi gedung bertingkat
Keunggulan CPM :
Mampu menyajikan hubungan yang berlangsung di
antara dua kegiatan yang secara parsial berlangsung
bersamaan,
Lebih mudah untuk mengukur keterlambatan (delay) serta
mengetahui akibat yang ditimbulkannya.
28
Perbandingan CPM dan PDM (2)
Kegiatan konstruksi pipa di
bawah tanah dalam format CPM
Kegiatan konstruksi pipa di bawah
tanah dalam format PDM
29
30
Diketahui suatu proyek dengan ketentuan kegiatan sbb :
KEGIATAN Kegiatan Normal Dipercepat
Kode Nama Pendahulu Lanjutan Durasi Biaya Durasi Biaya
A Pek. PONDASI A B,C 5 500 2 625
B Pek. TIANG B D, E 5 200 2 550
C Pek. INST. AIR C F 4 600 4 600
D Pek. DINDING D G 4 400 4 400
E Pek. SALURAN E H 2 100 1 200
F Pek. LISTRIK F H 4 400 3 800
G Pek. ATAP G I 6 300 2 500
H Pek. JENDELA H I 3 600 3 600
I Pek. FINISHING I 3 300 3 300
1. Diagram kerja PDM ?
2. Waktu pelaksanaan total & Biaya Total
3. Hitungan nilai “slack” atau “float” (Skala waktu longgar)
4. Lintasan kritis
Jawaban 1 s.d 4 untuk Waktu Normal dan Dipercepat
31