BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya laju perkembangan terkini dituntut adanya
informasi yang cepat, tepat dan akurat sehingga mengakibatkan persaingan yang
semakin kompetitif. Ketatnya persaingan dan pesatnya perkembangan teknologi
dan informasi yang ada menuntut suatu sistem menjadi lebih baik, cepat dan
handal dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sistem jaringan transportasi
darat khususnya Kereta Api di Indonesia masih kurang baik, misalnya pembelian
tiket Kereta Api masih ada kelemahan dalam mendapatkan tiket Kereta Api.
Dengan itu sekarang PT. KERETA API mengurangi kelemahan tersebut dengan
menerapkan sistem informasi pemesanan tiket secara online yaitu pemesanan
tiket Kereta Api yang dapat dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan dan
dapat di pesan di stasiun-stasiun yang telah dilayani dan ditentukan untuk semua
tujuan. Dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan untuk meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat dengan lebih baik. PT KERETA API
(Persero) KANTOR PUSAT BANDUNG berusaha memberikan akses pelayanan
yang lebih baik kepada pengguna [Link] kereta api Termasuk
diantaranya kemudahan untuk mendapatkan tiket kereta api dengan dukungan
teknologi sistem informasi ticketing online.
1
2
Dengan ini kegiatan selama kerja praktek Penulis mempunyai tugas yang
diberikan oleh pembimbing lapangan dengan menganalisis sistem informasi
tikecting secara online dan menginformasikan nya kepada setiap customer yang
ingin mengetahui jadwal keberangkatan Kereta Api dan harga tiket Kereta Api
dengan mudah .
Berdasarkan uraian tersebut, dalam penulisan laporan kerja praktek ini
penulis tertarik untuk mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI
PEMESANAN TICKETING ONLINE PT KERETA API (PERSERO)
KANTOR PUSAT BANDUNG”.
1.2 Identifikasi Masalah
Dengan adanya masalah yang dijelaskan pada latar belakang diatas maka
dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut.
Masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut:
1. Untuk proses pemesanan tiket dengan cara menggunakan Kartu Tiket
Kereta Api sudah tidak digunakan, karena akan memakan proses yang
lama. Sehingga kemudahan yang dimiliki customer menjadi berkurang.
2. Proses penyampaian informasi mengenai harga tiket dihari atau tanggal
sebelumnya tidak dapat di proses, dimana customer ingin mengetahui
perbandingan harga tiket sebelum dan harga tiket sekarang dan jenis kelas
kereta yang nyaman antara eksekutif ataupun bisnis.
3
1.3 Rumusan Masalah
Seperti yang terdapat pada identifikasi masalah yang sudah ada maka
rumusan masalah nya adalah bagaimana cara menganalisis sistem informasi
pemesanan tiket secara online agar mempermudah customer untuk memesan dan
mendapatkan tiket di stasiun – stasiun dan agen terdekat.
1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisa alur
pemesanan tiket online yang diterapkan oleh PT. Kereta Api
Adapun tujuan dari penulisan Praktek Kerja Lapangan yaitu:
1. Mengetahui sistem informasi pemesanan tiket secara online yang
mempermudah dan mempercepat,dan lebih efesien agar customer
mendapatkan tiket.
2. Untuk mengetahui pembelian tiket dapat dilakukan di stasiun mana
saja yang sebelumnya telah di tentukan oleh PT. KERETA API
(PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah yaitu berisi batasan pembahasan masalah terhadap
penelitian yang dilakukan. Masalah yang tidak dibahas seputar hal-hal yang
berhubungan dengan aktivitas pengolahan data di PT KERETA API (PERSERO)
KANTOR PUSAT BANDUNG, antara lain :
1. Tentang Penjualan tiket online yang sudah tersedia di wilayah daerah
bandung.
4
2. Tentang jadwal pemberangkatan dan harga tarif kereta api eksekutif
dan bisnis yang berangkat dari daerah Bandung sampai dengan
tujuan.
3. Tentang penjualan tiket kereta api hanya dilayani dan resmi secara
langsung yaitu di loket dan reservasi.
1.6 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
Kegiatan praktek kerja lapangan ini dilaksanakan di PT. KERETA API
(PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG, yang berlokasi di [Link]
Kemerdekaan No 1 Bandung. Penulis memulai praktek kerja lapangan ini
dikerjakan kurang lebih selama 1 bulan dan pelaksanaannya dimulai dari tanggal
04 Juli – 31 Juli. Dimana PT. KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT
BANDUNG merupakan sebuah perusahaan besar yang mengelola penjualan tiket
kereta api perjalanan terbesar di pulau jawa dan sumatera.
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapangan
2011
NO AKTIVITAS
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4
1 Pengenalan
Perusahaan
2 Pengumpulan
informasi
3 Analisis
Sistem
4 Penyusunan
Laporan KP
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Ticketing Online
Ticketing Online didalam PT. KERETA API KANTOR PUSAT
BANDUNG adalah sistem yang dalam pembelian tiket kereta api untuk kelas
eksekutif dan bisnis bisa dilayani di stasiun-stasiun yang online terdekat untuk
semua keberangkatan di stasiun bandung.
2.1.1 Pengertian Reservasi Tiket
Tempat pemesanan tiket kereta api untuk kelas eksekutif dan bisnis baik
keberangkatan atau kepulangan (PP) dari stasiun bandung maupun stasiun lainnya
yang online bisa dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk semua
tujuan.
2.1.2 Pengertian Kereta Api
Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga
gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang
akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi
massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak
yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan
kendaraan lainnya). memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi
utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.
5
6
2.1.3 Nama Kereta Api kelas Eksekutif dan Bisnis yang berangkat
dari stasiun Bandung
KA ARGO WILIS KA LODAYA SIANG
(Bandung-Yogyakarta-Surabaya) (Bandung-Solo)
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 7:00 Berjalan Bandung .. 8:00 Berjalan
Yogyakarta 14:18 14:22 Setiap Solo 17:13 Setiap
Surabaya 20:00 .. Hari Hari
Tarif :Eksekut Tarif :
Eksekutif : Rp. 150.000 -
Bandung-Yogyakarta : Rp. 175.000 200.000
Bandung-Surabaya : Rp. 220.000 - Bisnis : Rp. 90.000 -
350.000 150.000
KA TURANGGA KA LODAYA MALAM
(Bandung-Yogyakarta-Surabaya) (Bandung-Solo)
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 19:00 Berjalan Bandung .. 20:00 Berjalan
Yogyakarta 2:57 3:02 Setiap Solo 5:10 Setiap
Surabaya 20:00 .. Hari Hari
Tarif
:Eksekutif Tarif :
Eksekutif : Rp. 150.000 -
Bandung-Yogyakarta : Rp. 175.000 200.000
Bandung-Surabaya : Rp. 220.000 - Bisnis : Rp. 90.000 -
350.000 150.000
KA MUTIARA SELATAN KA HARINA
(Bandung-Surabaya) (Bandung-Cirebon-Tegal-Semarang )
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 17:00 Berjalan Bandung .. 20:30
Berjalan
Surabaya 6:53 Setiap Cirebon 0:23 0:35
Setiap
Hari Tegal 1:38 1:47
Hari
Tarif : Bisnis Semarang 4:27 ..
Bandung-Surabaya : Rp. 130.000 -
200.000 Tarif : Eksekutif
Bandung - Cirebon : Rp. 80.000
Bandung - Tegal : Rp. 110.000
Bandung - Semarang : Rp. 130.000
Gambar 2.1 jadwal keberangkatan dan harga tiket
7
KA ARGO GEDE
(Bandung-Gambir)
Bandung Gambir
Ket
Berangkat Datang
6:00 8:52
7:35 10:26 Berhenti Setiap Hari
10:30 13:27
14:30 17:24
16:15 19:10 Berhenti di Jatinegara dan Bekasi
18:30 21:31
Tarif : Eksekutif
Bandung - Gambir : Rp. 50.000 - 60.000
KA PARAHYANGAN
(Bandung-Gambir)
Bandung Gambir
Ket
Berangkat Datang
Berjalan Hari Senin / Setelah
4:00 7:01 Libur
5:00 8:05 Berhenti Di Purwakarta
6:35 9:45
8:45 11:53
Berhenti di Cimahi
12:45 15:56
15:05 18:05 Berjalan Hari Jum'at / Minggu
17:05 20:08 Berhenti di Cimahi
19:15 22:24 Berjalan Hari Minggu dan Libur
Tarif :
Eksekutif : Rp. 40.000 - 50.000
Bisnis Dewasa : Rp. 25.000 - 30.000
Bisnis Anak : Rp. 20.000 - 25.000
Gambar 2.2 jadwal keberangkatan ke gambir
8
2.2 Pengertian Sistem
Secara umum, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau
kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang
dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk
melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Menurut Edhy Sutanta
(2003 : 4)
Sedangkan pengertian sistem menurut Andri Kristanto (2008 : 1) adalah
Sistem merupakan jaringan kerja dari prosedur - prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Lain halnya menurut Azhar Susanto (2003 : 3) Sistem adalah kumpulan /
group dari sub sistem / bagian / komponen apapun baik phisik maupun non phisik
yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk
mencapai satu tujuan tertentu.
Konsep sebuah sistem menuntut perancangannya untuk
mempertimbangkan sistem sebagai suatu keseluruhan. Akan tetapi keseluruhan
sistem mungkin terlalu besar untuk dianalisis secara terperinci. Oleh karena itu,
sistem dibagi atau diuraikan atas beberapa subsistem.
Pengertian dari subsistem sebenarnya merupakan bagian dari sistem itu
sendiri, dimana pengertian Sub-Sistem adalah serangkaian kegiatan yang dapat
ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.
9
2.2.1 Karakteristik Sistem
Menurut Edhy Sutanta (2003 : 4-6) Suatu sistem mempunyai
karakteristik sebagai berikut:
1. Mempunyai komponen (components)
Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian
penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun
abstrak. Komponen sistem disebut sebagai subsistem, dapat berupa
orang, benda, hal atau kejadian yang terlibat di dalam sistem.
2. Mempunyai batas (boundary)
Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan
sistem yang lain. Tanpa adanya batas sistem, maka sangat sulit untuk
menjelaskan suatu sistem. Batas sistem akan memberikan scope tinjauan
terhadap sistem.
3. Mempunyai Lingkungan (environments)
. Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar
sistem. Limgkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan.
Umumnya, lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan
untuk menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem
yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal
mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.
10
4. Mempunyai penghubung / antarmuka (interface) antar komponen
Penghubung / antar muka (interface) merupakan komponen sistem,
yaitu segala sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar
komponen dalam sistem. Penghubung / antar muka merupakan sarana
yang memungkinkan setiap komponen saling berinteraksi dan
berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masing-masing
komponen.
5. Mempunyai Masukan (input)
Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang
perlu dimasukan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih
lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna.
6. Mempunyai pengolahan (processing)
Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran
utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi
para pemakainya. Pengolahan dapat berupa program aplikasi koputer yang
kemudian dikembangkan untuk keperluan khusus. Dimana program
aplikasi tersebut mampu menerima masukan, mengolah masukan, dan
menampilkan hasil olahan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.
11
7. Mempunyai keluaran (output)
Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam
bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.
8. Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal)
Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama
dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. Sasaran
berbeda dengan tujuan. Sasaran sistem adalah apa yang ingin dicapai oleh
sistem untuk jangka waktu yang relatif pendek. Sedangkan tujuan
merupakan kondisi/ hasil akhir yang ingin dicapai oleh sistem untuk
jangka waktu yang panjang. Dalam hal ini, tahapan merupakan hasil pada
setiap tahapan tertentu yang mendukung upaya pencapaian tujuan.
9. Mempunyai kendali (control)
Bagian kendali mempunyai peranan utama dalam menjaga atas
proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai dengan
batasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kendali dapat berupa validasi
masukan, validasi proses, maupun validasi keluaran yang dapat dirancang
dan dikembangkan secara terprogram.
10. Mempunyai umpan balik (feed back)
Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk
mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan
mengembalikannya ke dalam kondisi normal.
12
2.2.2Klasifikasi Sistem
Menurut Edhy Sutanta (2003 : 8-9) Tinjauan tentang suatu sistem
dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara,antara lain:
1. Sistem fisis (physical systems) dan sistem abstrak (abstact
sysytem)
Sistem fisis adalah sistem yang komponenya berupa benda
nyata dapat dilihat atau dijamah oleh tangan manusia. Contoh
sistem fisis adalah sistem perangkat keras (hardware) komputer
yang antara lain terdiri atas, unit pusat pengolah (Central
Processing unit/CPU), memory, monitor, keyboard, dan lainnya.
Sedangkan sistem abstrak adalah sistem yang komponenya tidak
dapat dilihat atau dijamah oleh tangan manusia. Contoh sistem
abstrak adalah sistem operasi (Operating Systems/OS) komputer
yang terdiri atas sekumpulan instruksi dalam bahasa yang dipahami
oleh mesin komputer. Umumnya suatu sistem terdiri atas gabungan
komponen fisis dan abstrak yang saling bekerja sama.
13
2. Sistem alamiah (natural systems) dan sistem bantuan
manusia (human made systems)
Sistem alamiah adalah sistem yang keberadaannya terjadi
secara alami/natural tanpa campur tangan manusia. Sedangkan
sistem buatan manusia ada sebagai hasil kerja manusia.
3. Sistem tertentu (deterministic systems) dan sistem tidak
tentu (probabilistic systems)
Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat
ditentukan/diprediksi sebelumnya. Sedangkan sistem tidak tentu
tingkah lakunya tidak dapat ditentukan/diprediksi sebelumnya.
Sistem aplikasi komputer merupakan contoh sistem yang tingkah
lakunya dapat ditentukan sebelumnya. Sedangkan sistem
perekonomian dalam suatu negara termasuk klasifikasi sistem tidak
tentu, karena tidak diketahui dengan pasti apa yang akan terjadi
terhadap kondisi perekonomian tersebut apabila terjadi suatu
kejadian tertentu.
4. Sistem tertutup (closed systems) dan sistem terbuka (open
systems)
Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak
dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka
mempunyai perilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya.
Dalam kenyataannya hampir tidak ada suatu sistem yang benar-
14
benar [Link] ada adalah sistem yang relatif tertutup, yaitu
sistem tidak dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem aplikasi
komputer merupakan contoh sistem relatif tertutup, karena
tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh
kondisi yang terjadi diluar sistem. Sekalipun sistem aplikasi
komputer akan terhenti apabila satu daya listrik ke komputer
mengalami gangguan/padam
2.3 Pengertian Informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi
bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya
secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saaat
mendatang. Untuk memperoleh informasi, diperlukan adanya data yang
akan diolah dan unit pengolah. Menurut Edhy Sutanta (2003 : 9-10)
2.3.1 Siklus Informasi
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari
bentuk tunggal. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Data merupakan bentuk yang masih
mentah sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model
untuk dihasilkan informasi.
15
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerimaan
kemudian menerima informasi tersebut. Membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan, yang berarti melakukan suatu yang lain yang akan
membuat sejumlah data kembali data tersebuat akan dianggap sebagai input,
diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus
informasi (information cycles) atau ada yang menyebutnya dengan siklus
pengolahan data (data processing cycles).
2.3.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi menurut buku analisis desain dan
informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada
waktunya dan relevan. (Jogiyanto,H.M, 1999:10)
1. Akurat
Informasi harus akurat berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan. Akurat juga berarti informasi harus jelas
mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber
informasi sampai penerima informasi kemungkinan banyak terjadi
gangguan (noise) yang dapat merubah atau dapat merusak informasi
tersebut.
2. Tepat Pada Waktunya
Informasi harus tepat pada waktunya berarti informasi yang datang
pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak
16
akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan
didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan
terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.
3. Relevan
Informasi harus relevan berarti informasi tersebut mempunyai
manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang
satu dengan yang lainnya berbeda.
2.3.3 Nilai Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai bila informasi lebih efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi
adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses
pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Nilai dari Informasi
ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.
Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan
didalam suatu sistem, informasi umumnya digunakan untuk beberapa
kegunaan. Pengukuran suatu nilai informasi biasanya dihubungkan
dengan analisis cost effectivennes atau cost benefit.
(Jogiyanto,H.M,1999:11)
2.4 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Edhy Sutanta (2003 : 19) Sistem informasi dapat didefinisikan
sebagai kumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul, bekerja
17
bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan
bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu
untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa
data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran
(output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang
berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada
saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional,
manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan sumber daya yang
ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.
2.4.1 Komponen Sistem Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem
informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah
building block yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok
teknologi, blok basis data, dan biok kendali. Sebagai suatu sistem,
keenam blok tersebut tnembentuk suatu kesatuan untuk mencapai
sasaran. (Jogiyanto, H. M 1999:12)
1. Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input
disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang
akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
18
2. Blok Model
Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model
matematik yang akan rmemanipulasi data input dan data yang tersimpan
didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan
keluaran yang diinginkan.
3. Blok Teknologi
Teknologi merupakan "kotak alat" (toolbox) dari pekerjaan sistem
informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan
mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem
keseluruhan. Teknologi terdiri dari dua bagian utama, yaitu perangkat
lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
4. Blok Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya. Tersimpan diperangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data
perlu disimpan didalam basis data untuk keperluan penyediaan
informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan
sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas
penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan
19
menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base
Management Sistem).
5. Blok Kendali
Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang
diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian
didalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan
untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat
dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat
diatasi.
2.4.2 Sistem Informasi Manajemen
Yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah
penerapan sistem informasi dalam organisasi untuk mendukung
informasi informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
Menurut para ahli:
1. Menurut George [Link]
"Suatu sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari interaksi-
interaksi sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk
kebutuhan manajerial maupun operasional" (Jogiyanto, H.M, 1999:14)
20
2. Menurut Frederick [Link]
"Sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari sistem-sistem yang
menyediakan informasi untuk mendukung manajemen" (Jogiyanto,
H.M, 1999:14)
3. Menurut Gordon B Davis
"Sistem informasi manajemen adalah sistem manusia atau mesin yang
menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan
fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi" (Jogiyanto,H.
M,1999:15)
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
manajemen adalah:
1. Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi.
2. Menghasilkan informasi yang berguna bagi semua tingkatan.
Jadi sistem informasi manajemen adalah seperangkat alat yang
digunakan oleh para pengambil keputusan dalam membuat suatu
keputusan dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan manajemen
dengan cara memberikan informasi yang didasarkan oleh pandangan
secara sistem sehingga mencapai tindakan optimal.
2.5 Perancangan Sistem
Merupakan persiapan untuk membangun implementasi suatu
sistem yang menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, yaitu
21
berupa penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau
pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam suatu kesatuan
yang utuh dan berfungsi.
2.5.1 Pengertian Flow Map
Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukan arus
pekerjaan secara keseluruhan dari simbol-simbol untuk menggambarkan
secara urut dari arus data dan dokumen baik yang diperlukan maupun yang
dihasilkan.
2.5.2 Pengertian Diagram Conteks
Suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan
sejumlah bentuk simbol-simbol untuk menggambarkan bagaimana data
mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan.
2.5.3 Pengertian DFD (Data Flow Diagram)
Diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang
lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari
DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari
sistem.
2.6 Definisi DBMS
Database management sistem (DBMS) adalah paket perangkat lunak
digunakan untuk memanipulasi database sehingga dalam pengaksesan data
22
yang ada dalam database dikelola secara terpusat oleh perangkat lunak
DBMS.
2.6.1 Fungsi DBMS
Fungsi dari database management sistem adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pelayanan untuk pengaksesan data.
2. Memberikan fasilitas untuk menunjang data integrity.
3. Memberikan informasi mengenai data yang ada dalam database.
4. Mengatur pengaksesan bersamaan ke database
5. Memberikan fasilitas query.
6. Menyediakan fasilitas untuk pemulihan (recovery) jika
terjadi kerusakan data.
7. Menyediakan fasilitas untuk menjaga keamanan data (security)
dari tindakan pengrusakan atau pencurian informasi dari pihak
yang tidak berwenang.
8. Menyediakan utilitas untuk pemeliharaan data dan pengukuran
unjuk kerja sistem database.
2.6.2 Keuntungan DBMS {Database Management Sistem)
1. Redudansi dan Inkonsistensi Data
Jika file-file dan program aplikasi diciptakan oleh programer yang
berbeda pada waktu yang beselang cukup panjang, maka ada beberapa
bagian data mengalami penggandaan pada file-file yang berbeda.
Penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama ini disebut sebagai
23
redudansi. Sedangkan penyimpanan data yang berulang-ulang
dibeberapa file dapat mengakibatkan inkonsistensi. Hal ini terjadi bila
suatu ketika terjadi perubahan pada beberapa file yang seharusnya
dirubah malah tidak dirubah atau ada beberapa file yang terlewatkan
dalam perubahan tersebut maka terjadilah inkonsistensi.
2. Akses Data Mudah dan Cepat
Apabila pada suatu saat dibutuhkan untuk mencetak data tetapi
belum tersedia program tertulis untuk mengeluarkan data tersebut. Maka
kesulitan timbul, penyelesaiannya adalah kearah DBMS (Database
Management Sistem) yang mampu mengambil data secara langsung
dengan bahasa yang mudah digunakan.
3. Standarisasi Data
Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang
tidak sama, maka ini menyulitkan dalam menulis program aplikasi.
Untuk mengambil dan menyimpan data tersebut, maka haruslah data
dalam satu database yang dibuat satu format sehingga mudah dalam
pembuatan program aplikasinya.
4. Banyak Pemakai (Multi User)
Dalam rangka mempercepat semua daya guna sistem dan
mendapat respon waktu yang cepat, beberapa sistem mengijinkan
banyak pemakai untuk mengupdate data secara simultan atau
24
bersamaan. Salah satu alasan database dibangun karena data tersebut
digunakan oleh banyak orang dalam waktu berbeda diakses oleh
program sesuai kebutuhan masing-masing.
5. Keamanan (Security)
Tidak setiap pemakai database diperbolehkan untuk
mengakses semua data. Keamanan ini dapat diatur lewat program atau
fasilitas keamanan dari operating sistem.
6. Kesatuan (integrity)
Database berisi file-tie yang saling berkaitan, masalah utama
adalah bagaimana kaitan antara file tersebut terjadi meskipun kita
mengetahui bahwa file A berkaitan dengan file B namun secara teknis
field kunci yang mengaitkan kedua file tersebut.
7. Kebebasan Data (Data Independence)
Pada suatu aplikasi yang kita buat dengan bahasa
pemrograman BASIC, misalnya bila program telah dibuat untuk
menyelesaikan masalah pembacaan data, maka setelah program jadi dan
terdapat perubahan struktur file maka program tersebut haruslah
dirubah. Hal ini disebut bahwa program yang telah dibuat tidak bebas
terhadap database yang ada.
2.7 IBM DB2
25
International Business Machines adalah sebuah perusahaan Amerika
Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak
komputer. IBM didirikan pada 15 Juni 1911, beroperasi sejak 1888 dan berpusat
di Armonk, New York, Amerika Serikat. Nama DB2 Developer IBM Deskripsi
singkat DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM
atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan
Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai
DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition
(DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
BAB III
PROFILE PERUSAHAAN
1 6333
3.1 Sejarah PT KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT
BANDUNG
Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama
pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh
Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele.
Pembangunan diprakarsai oleh "ghyaamlooze Venootschap Nederlandsch
Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de
Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435
mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus
1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen -
Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan
kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk
membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan
panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru
25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890
menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.
26
27
Gambar 3.1 Kereta Api generasi pertama
Sumber : Arsip PJKA
Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874),
Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan
tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara
Makasar - Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya
Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan,
meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km)
sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah
dilakukan studi pembangunan jalan KA.
Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai
6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km,
kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa
pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA disana.
Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur
1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram
kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943)
28
sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan
Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro -
Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro -
Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang
memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang
melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak
menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus
1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api"
(AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa
bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan
sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa
mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan
bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan
urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28
September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya
"Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).
29
Tabel 3.1 Ringkasan Sejarah Perkeretaapian Indonesia
Sumber: Arsip PJKA
Periode Status Dasar Hukum
Th. 1864 Pertama kali dibangun Jalan Rel
sepanjang 26 km antara Kemijen
Tanggung oleh Pemerintah Hindia
Belanda
1864 s.d 1945 Staat Spoorwegen (SS) IBW
Verenigde Spoorwegenbedrifj
(VS)
Deli Spoorwegen Maatschappij
(DSM)
1945 s.d 1950 DKA IBW
1950 s.d 1963 DKA – RI IBW
1963 s.d 1971 PNKA PP. No. 22 Th. 1963
1971 s.d.1991 PJKA PP. No. 61 Th. 1971
1991 s.d 1998 PERUMKA PP. No. 57 Th. 1990
1971 s.d.1991 PT. KERETA API (Persero) PP. No. 19 Th. 1998
Keppres No. 39 Th. 1999
Akte Notaris Imas
Fatimah
30
3.1.1 Visi dan Misi PT. KERETA API (PERSERO) KANTOR
PUSAT BANDUNG
Visi
Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada
pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.
Misi
Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha
penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk
memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian
lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu,
pelayanan dan kenyamanan.
3.1.2 Arti Logo PT KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT
BANDUNG
Gambar 3.2 Lambang Kereta Api
Sumber: Arsip PJKA
31
Kereta Api logo baru memiliki arti sebagai berikut :
Tiga garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis pada PT
KAI dalam mencapai Visi dan Misinya dan dua garis warna orange
melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan
kepada pelanggan internal dan eksternal, anak panah berwarna putih
melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam
mewujudkan Pelayanan Prima. Kemudian, satu garis lengkung berwarna biru
melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai
tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua
bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)
Gaya Gambar :
Lugas, langsung, tajam, teknis, selaras dengan staf teknis kereta
api. Ujung garis tajam tapi melengkung untuk menyiratkan arah/kecepatan
(aerodinamis), tetapi cenderung agak tumpul melengkung, tidak terlampau
tajam, agar memberi kesan aman (sesuatu bentuk yang terlampau runcing
lebih memberi kesan ancaman, rasa sakit dan agresivitas, asosiatif kepada
senjata tajam, duri dan semacamnya.
32
Sifat Gambar :
Sifat gambar lebih lugas, obyektif, rasional karena bentuk
geometrisnya yang dominan dan bersifat maskulin. Kesan sangat modern,
teknis, jelas terlihat
33
3.2 Struktur Organisasi
STRUKTUR
ORGANISASI
DEWAN
KOMISARIS
DIREKTUR
UTAMA
SATUAN
PUSRENBANG PENGAWAS
INTERN
PUSDIKLAT PUSAT LOGISTIK
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR
KEUANGAN TEKNIK OPERASI PERSONALIA &UMUM PENGEMBANGAN USAHA
DAERAH OPERASI/DIVISI JAWA DAERAH OPERASI/DIVISI SUMATERA
JAB SUMSEL SUMBAR SUMUT
1 2 3 4 5 6 7 8 9
OTA
JAK BDG CN SM PWT YK MN SB JR
BEK
GUDANG
BALAI YASA
PERSEDIAAN
GAMBAR SRUKTUR ORGANISASI
Gambar 3.3 Struktur Organisasi
34
3.3 Deskripsi Kerja
Sesuai dengan keputusan Direksi Nomor Kep. U/OT.003/XI/2/KA-
2002, susunan PT Kereata Api (Persero) tingkat pusat adalah sebagai
berikut :
A. Direksi
Tugas pokoknya adalah:
1. Memimpin mengurus, dan mengelola PT Kereta Api (Persero) sesuai
dengan tujuan dan tugas pokok perusahaan.
2. Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan perusahaan.
3. Mewakili perusahaan di dalam dan di luar peradilan.
4. Melaksanakan kebijakan umum yang ditentukan oleh Menteri.
5. Merumuskan dan menetapkan kebijaksanaan.
6. Menyiapkan pada waktunya Rencana Kerja Tahunan lengkap dengan
anggaran PT Kereta Api (Persero).
7. Menyiapkan laporan pertanggung jawaban PT Kereta Api (Persero) dan
perhitungan hasil usaha menurut cara dan waktu yang telah ditetapkan
Menteri.
8. Menyiapkan susunan organisasi lengkap dengan perincian tugasnya.
9. Mengangkat dan memberhentikan pegawai sesuai dengan peraturan yang
berlaku bagi PT Kereta Api (Persero).
10. Menetapkan peraturan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan
bagi pegawai serta semua hal kepegawaian lainnya.
11. Memberi segala keterangan tentang keadaan dan jalannya PT Kereta Api
35
(Persero), baik dalam bentuk laporan tahunan maupun laporan berkala.
12. Menjalankan kewajiban-kewajiban lain berdasarkan petunjuk Menteri.
Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Direksi mempunyai
fungsi sebagai berikut:
1. Merencanakan dan pengelolan kegiatan-kegiatan PT Kereta Api (Persero)
secara terpadu.
2. Pengusahaan dan pengembangan prasarana serta sarana angkutan Kereta
Api.
3. Pengembangan dan pendayagunaan SDM.
4. Pengembangan organisasi dan manajemen PT Kereta Api (Persero).
5. Pengelolaan keuangan PT Kereta Api (Persero).
6. Pengawasan Internal
B. DirekturUtama
Tugas dan wewenangnya:
1. Pembuat dan pemberi masukan pertimbangan dan sarana untuk kebijakan
teknis.
2. Bertindak untuk dan atas nama baik direksi dan semua bidang.
3. Memimpin kegiatan Direktorat.
4. Melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kebijaksanaan direksi.
Direktorat atau bagian yang ada pada PT Kereta Api (Persero)
berikut sub direktoratnya adalah sebagai berikut:
36
1. Bagian Satuan Pengawas Intern (SPI)
Tugas bagian SPI adalah melakukan pengawasan .manajemen,
pengujian, penilaian atas hasil Iaporan serta pengusutan alas perintah
Direktur Utama menyangkut bidang keuangan, bagian teknis pemeliharaan
prasarana, bagian operasi dan pemasaran (pelayanan) jasa angkutan kereta api,
bidang administrasi personalia, administrasi umum dan administrasi
pendidikan serta pelatihan, bidang perencanaari pembangunan penelitian
teknologi infomasi dan sistem informasi serta bidang kelengkapan.
2. Bagian Pusat Perencanaan dan Pengembangan (Pusrenbang)
Tugas dan wewenangnnya :
a. Perencanaan program penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
b. Perencanaan dan pembangunan kurikulum serta pembinaan instruktur.
3. Direktorat Teknik
Direktorat Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana
yang berkaitan dengan perolehan dan pendayagunaan, pemeliharaan serta
perawatan atas sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional yang
dimiliki perusahaan.
Direktorat Teknik terdiri dari:
a) Sub Direktorat Perencanaan Teknik.
b) Sub Direktorat Jalan Rel dan Jembatan.
37
c) [Link] dan Bangunan.
d) Sub Direktorat Sinyal, Telekomunikasi, danListrik.
4. Direktorat Operasi dan Pemasaran
Direktorat Operasi dan Peasaran mempunyai tugas melaksanakan
pengendalian dan pengawasan teknik operasi jasa angkutan Kereta Api
serta pendayagunaan fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya. Direksi
Operasi dan Pemasaran terdiri dari:
a) Sub Direktorat Lalu Lintas.
b) Sub Direktorat Pemasaran Angkutan Penumpang.
c) Sub Direktorat Pemasaran Angkutan Barang.
5. Direktorat Keuangan
Direktorat Keuangan mempunyai tugas pokok membina dan
mengelola keuangan dan sediaan, serta menetapkan kebijakan tentang
pendanaan, pendayagunaan keuangan, akuntansi, dan penyediaan.
Direktorat Keuangan mempunyai empat sub direktorat, yaitu:
a. Sub Direktorat Anggaran
Sub Direktorat Keuangan mempunyai tugas pokok merumuskan dan
menyusun program anggaran, mengkoordinasikan dan memadukan Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), pelaksanaan otorisasi, pelaporan,
pengendalian, pelaksanaan RAKP serta perhitungan PSO, TMO, TAC.
38
Sub Direktorat Anggaran terdiri dari;
1. Seksi Anggaran I.
2. Seksi Anggaran II.
3. Seksi Anggaran III.
4. Seksi Anggaran IV.
b. Sub Direktorat Administrasi Keuangan
Sub Direktorat Administrasi Keuangan mempunyai tugas pokok
menyelenggaiakan dan mengelola tata usaha kas besar kantor pusat,
nielaksanakan evaluasi pembayaran internal dan ekstemal, mengendalikan dan
mendistribusikan dana, serta mendayagunakaan kas perusahaan, menyelesaikan
administrasi asuransi serta memantau penyaluran dana PUKK.
Sub Direktorat Administrasi Keuangan terdiri dari:
1. Seksi Bendahara Kantor Pusat.
2. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Pembayaran.
3. Seksi Pengendaiian dan Pendayagiinan Kas Pemsahaan.
4. Seksi Asuransi dan PUKK.
c. Sub Direktorat Akuntansi
Sub Direktorat Akuntansi mempunyai tugas pokok merumuskan dan
menyusun Akuntansi Umum, Akuntansi Biaya, Akuntansi Verifikasi Kas,
Akuntansi Pendukung dan Perpajakan.
39
Sub Direktorat Akuntansi terdiri dari:
1. Seksi Akuntansi Umum (Kepala Kelompok 1/kapok 1)
Kelompok penyelenggara anggaran mempunyai tugas pokok:
1) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
2) Pengendalian Perencanaan Pclaksanaan Anggaran.
3) Menerbitkan Surat Otorisasi NPD (Nota Permohonan Dana).
4) Menyusun Laporan Realisasi Anggaran (RKA),
2. Seksi Verifikasi Kas (Kepala Kelompok II/Kapok II)
Kelompok penyelenggara verifikasi serta akuntansi pendapatan
dan pengeluaran mempunyai tugas pokok:
1) Verifikasi, meneliti kelengkapan, kebenaran serta keabsahan
yang
berkenaan dengan pengeluaran dan pendapatan Daop 2 Bandung.
2) Akuntansi Pendapatan, Penerimaan dan Pengeluaran Kas,
Meneliti
keiengkapan analisa dokumen lainnya yang diterima dari
unit-unit
pelaksana, mengikhtisarkan analisa stasiun, membuat bukti
jurnal dan
menyelenggarakan buku pembantu yang bersangkutan dengan
40
pengeluaran dan pendapatan Daop 2 Bandung.
3. Seksi Akuntansi Biaya (Kepala Kelompok ITI/Kapok HI)
Kelompok penyelenggara akuntansi biaya, persediaan, dan aktiva
tetap
mempunyai tugas pokok:
1) Pembiayaan dan dokumentasi lainnya yang diterima dari
unit-unit
pelaksana menyangkut akuntansi biaya.
2) Menyusun buku pembantu yang berkenaan dengan akuntansi
biaya,
persediaan dan aktiva tetap.
3) Melakukan pemantauan atas mutasi-mutasi terhadap aktiva
tetap.
4. Seksi Akuntansi Pendukung (Kepala Kelompok IV/Kapok IV)
1) Proses komputerisasi akuntansi.
2) Penyelenggaraan buku besar.
3) Pembuatan daftar sisa.
4) Penyusunan neraca lajur.
5) Pembuatan jurnal khusus.
6) Pelaksanaan rekonsiliasi hubungan pembukuan
41
7) Penyelidikan terhadap angka akun yang tidak wajar pada neraca lajur
yang
akan dituangkan dalam Laporan Keuangan Daerah Operasi 2
Bandung.
8) Pembuatan laporan berkala ikhtisar dukungan laporan keuangan.
3.4 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA
3.4.1 KOMISARIS
Sebagai BUMN PT Kereta Api (Persero) berpedoman pada Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS), termasuk penetapan Rencana Kerja Anggaran
Tahunan juga ditetapkan dan diputuskan melalui RUPS yang unsurnya terdiri
dari :
A. Pemegang Saham
1. Kuasa Pemegang Saham : Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata
2. Pendampimg Kuasa Pemegang Saham : Asisten Deputi Urusan Usaha
Sarana Angkutan dan Pariwisata
42
B. Dewan Komisaris
Budhi Mulyawan Suyitno
Komisaris Utama
Martinus Suwasono Koessuyudono
Anggota Komisaris Anggota Komisaris
Yahya Ombara Hekinus Manao
Anggota Komisaris Anggota Komisaris
Gambar 3.4 Struktur Jabatan
3.4.3 PEGAWAI
Untuk pelaksanaan tugas di PT Kereta Api (Persero), diperlukan proses
pendidikan dan penelitian secara terprogram dan continue baik di bidang
prasarana, sarana, operasional, niaga, maupun manajemen. Sebagian
kegiatan pendidikan dan pelatihan doselenggarakan secara internal PT
Kereta Api (Persero) melalui sejumlah lembaga berikut:
1. Balai Asesmen di kantor pusat PT Kereta Api (Persero) : [Link]
Kemerdekaan No 1 Bandung,dengan spesifikasi kegiatan membuat bank
soal asesmen , pengembangan teknik asesmen, peningkatan kompetisi
asesor, pemetaan kompetisi pegawai, serta melakukan asesmen terhadap
pegawai yang akan menempati posisi jabatan structural dan fungsional.
43
2. Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran (BP Opsar) : lokasi di Jl. Ir
[Link] No. 215 dengan spesifikasi pendidikan bidang operasional
seperti Pemimpin Perjalanan KA (PPKA) dari Kondektur, yang dalam
jangka panjang juga dapat menempati posisi jabatan sebagai Kepala
Stasiun, Pengawas Operasi bahkan Kepala Seksi Operasi dan Kepala Seksi
Niaga.
3. Balai Pelatihan Teknik Prasarana (BPTP) : lokasi di Bekasi dengan
spesifikasi pendidikan bidang perasional khususnya petugas operasional di
Jabodetabek. Selain itu, di BPL Opka Bekasi ini juga diselenggarakan
spesifikasi pendidikan bagi teknisi jalan rel dan jembatan untuk posisi
jabatan Kepala Distrik, Kepala Resort, serta calon Pengawas Jalan Rel dan
Jembatan.
3.5 Aset Perusahaan
Diluar sumber daya pemasok pendapatan berupa prasarana dan sarana ,PT
Kereta Api (Persero) juga memiliki Sumber Daya Aset Non Produksi
berupa :
1. TANAH PEMERINTAH, yaitu tanah yang diatasnya berdiri prasarana
pokok milik pemerintah.
2. TANAH PT. KA, tanah yang diatasnya berdiri bangunan-bangunan
milik PT. KA
3. TANAH POTENSIAL, Tanah PT. KA yang mempunyai prospek
dikembangkan dan memberikan pendapatan kepada peusahaan
44
4. TANAH TERKELOLA, Tanah yang saat ini telah meberikan
konstribusi pendapatan pada perusahaan.
BAB IV
ANALISIS KERJA PRAKTEK
4.1 Analisis Sistem
Analisis sistem yang berjalan pada PT. Kereta Api Kantor Pusat (Persero)
Bandung bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem
tersebut dan masalah yang dihadapi sistem untuk dijadikan landasan usulan
analisis sistem yang sedang berjalan yang dilakukan berdasarkan urutan kejadian
yang ada pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung.
4.1.1 Analisis Dokumen
Analisis dokumen merupakan kegiatan pengumpulan informasi
mengenai dokumen-dokumen yang digunakan dalam suatu sistem. Tujuan
dari analisis dokumen adalah mengetahui dan memahami dokumen-
dokumen apa saja yang terlibat dan mengalir dalam suatu sistem yang
sedang berjalan. Dokumen yang digunakan pada sistem informasi PT.
Kereta Api (Persero) Bandung adalah sebagai berikut :
1. Nama Dokumen : Formulir Pemesanan Tiket
Sumber : Loket
Rangkap :1
45
46
Fungsi : Sebagai data awal pemesanan calon penumpang
dan KA
Item Data : Nama, Alamat, Telepon, Nama KA, Stasiun
Tujuan, Stasiun keberangkatan, Tgl dan Jam
Keberangkatan, Kelas KA
2. Nama Dokumen : Tiket KA
Sumber : Loket
Rangkap :1
Fungsi : Sebagai bukti pembelian tiket KA
Item Data : Nama, Nama KA, No KA, No Tempat Duduk,
Stasiun Tujuan, Stasiun Keberangkatan, Tgl dan
Jam Keberangkatan, Kelas KA, Harga Tiket
3. Nama Dokumen : Kwitansi Pembelian
Sumber : Loket
Rangkap :2
Fungsi : Sebagai bukti pembelian tiket KA
Item Data : Nama, Nama KA, Nomor KA, No Tempat Duduk,,
Stasiun Tujuan, Stasiun Keberangkatan, Tgl dan
Jam Keberangkatan, Kelas KA, Harga Tiket
47
4. Nama Dokumen : Formulir Pembatalan
Sumber : Loket
Rangkap :1
Fungsi : Sebagai data untuk pembatalan tiket KA
Item Data : No KA, Tgl KA, No Transaksi, No Mutasi, No
Tiket.
4.1.2 Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan
Prosedur kerja yang terlibat dalam system informasi pemesanan
dan pembatalan tiket Kereta Api di Stasiun, pemesanan tiket Kereta Api
untuk kelas Eksekutif dan Bisnis baik keberangkatan atau kepulangan (PP)
dari stasiun bandung maupun stasiun lainnya yang online bisa dipesan 30
hari sebelum tanggal keberangkatan untuk semua tujuan.
Prosedur pemesanan, sebagai berikut :
1. Calon penumpang datang ke stasiun KAI untuk membeli tiket
2. Calon penumpang mengisi formulir pemesanan beserta jumlah harga tiket
3. Calon penumpang menyerahkan formulir pemesanan beserta jumlah harga
tiket kebagian loket
4. Loket akan memeriksa keseterdiaan pemesanan tiket,jika pemesanan tiket
tidak tersedia loket akan menyampaikan langsung kepada calon
48
penumpang,dan jika pemesanan tiket tersedia loket akan memberikan hasil
pemesanan tiket berupa struk sebagai tanda bukti.
5. Loket akan menginputkan data pemesanan keberangkatan penumpang
6. Selanjutnya loket akan menyimpan data keberangkatan penumpang
7. Loket akan membuatkan laporan penjualan tiket yang akan diserahkan ke
bagian pusrenbang.
8. Bagian pusrenbang akan menerima hasil laporan penjualan tiket yang
diberikn oleh loket.
Pembatalan tiket Kereta Api dari calon penumpang dikenakan
potongan 25% apabila pembatalan dibatalakan paling lambat 60 menit
sebelum keberangkatan dan tiket dianggap hangus bila kurang dari 60
menit sampai KA berangkat atau penumpang terlambat (ketinggalan) KA,
tiket dianggap hangus.
Prosedur pembatalan, sebagai berikut :
1. Penumpang datang ke stasiun Kereta Api.
2. Penumpang mengisi formulir pembatalan.
3. Penumpang menyerahkan formulir pembatalan dan tiket Kereta Api ke
loket.
4. Loket menginputkan data pembatalan calon penumpang.
5. Loket mencari data keberangkatan calon penumpang.
49
6. Loket mengupdate bila data calon penumpang masih ada dan tiket
dikembalikan jika data tersebut tidak ada.
7. Loket menginformasikan pembatalan tiket kepada operator.
8. Operator menyimpan data pembatalan dan mencetak laporan pembatalan
tiket.
9. Operator akan membuatkan bukti nota atau bon pembatalan tiket rangkap
2 yang akan d berikan ke bagian loket 1.
10. Loket akan memberikan bukti pembtalan tiket kepada calon penumpang.
11. Operator akan membuatkan laporan pembatalan tiket yang akan
diserahkan ke bagian pusrenbang.
50
4.1.3 Flow Map pemesanan tiket
Calon Penumpang loket operator pusrenbang
Form Pemesanan Form Pemesanan
Data Pemesanan Data Pemesanan
Memeriksa
ketersediaan tiket
Tidak tersedia
tersedia
Input data
Database loket
pemesanan
Cetak Laporan
Cetak Tiket KA
Penjualan
Tiket KA Tiket KA Laporan Penjualan Laporan Penjualan
Gambar 4.1 Flowmap Pemesanan tikrt
51
4.1.4 Diagram Conteks Pemesanan Tiket Kereta Api
Data Permohonan Laporan Penjualan Tiket
Calon peumpang
SI tiket online KA pusrenbang
tiket
Struk Data
permohonan disetujui
Gambar 4.2 diagram conteks pemesanan tiket
4.1.5 Data Flow Diagram (DFD) pemesanan
Data Pemesanan
1
Calon Penumpang Input Data Data Pemesanan
Pemesanan
tiket
2
Input Data Penjualan
pusrenbang
Laporan Penjualan
Gambar 4.3 DFD Pemesanan
52
4.1.6 Flow Map pembatalan tiket
Calon penumpang loket operator pusrenbang
Form Pembatalan Form Pembatalan
Data Pembatalan Data Pembatalan
Tiket Tiket
Input data
Database loket
pembatalan
Cetak Bukti
Pembatalan
Bukti nota Bukti nota
pembatalan pembatalan Bukti data
pembatalan
Cetak laporan
Lapoan Laporan
pembatalanr pembatalan
Gambar 4.4 Flowmap pembatalan tiket
53
4.1.7 Diagram Conteks Pembatalan Tiket Kereta Api
Data Permohonan
Laporan Pembatalan Tiket
Pembatalan
SI Tiket Online KA
Calon Penumpang Pusrenbang
Gambar 4.5 Diagram conteks pembatalan tiket
4.1.8 Data Flow Diagram (DFD) pembatalan
1
Calon Penumpang Cetak bukti
Input data
pembatalan
pembatalan
Data Pembatalan
Nota pembatalan
2
Cetak Laporan
Pembatalan
Gambar 4.6 DFD Pembatalan
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
. PT. KERETA API sudah mempunyai sistem informasi yang cukup baik
dalam pemesanan tiket online,dan tiket dapat dipesan di wilayah manapun yang
telah ditentukan dan resmi untuk semua jurusan dengan pemesanan tiket yang
dapat dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan.
5.2 Saran
Dari analisa dan kesimpulan diatas, Penulis memberi masukan kepada PT.
KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG dalam sistem
informasi pemesanan tiket online,sebaiknya dapat dilakukan lebih singkat dari 30
hari sebelum keberangkatan,agar konsumen mendapatkan kemudahan dalam
mendapatkan tiket
54