0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan54 halaman

Analisis Pemesanan Tiket Kereta Api

Bab pendahuluan membahas latar belakang, permasalahan, rumusan masalah, tujuan, dan batasan penelitian mengenai sistem informasi pemesanan tiket Kereta Api secara online. Bab dasar teori menjelaskan pengertian ticketing online, reservasi, Kereta Api, dan jadwal serta harga beberapa rute Kereta Api dari Bandung.

Diunggah oleh

inacahyaningtyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan54 halaman

Analisis Pemesanan Tiket Kereta Api

Bab pendahuluan membahas latar belakang, permasalahan, rumusan masalah, tujuan, dan batasan penelitian mengenai sistem informasi pemesanan tiket Kereta Api secara online. Bab dasar teori menjelaskan pengertian ticketing online, reservasi, Kereta Api, dan jadwal serta harga beberapa rute Kereta Api dari Bandung.

Diunggah oleh

inacahyaningtyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan pesatnya laju perkembangan terkini dituntut adanya

informasi yang cepat, tepat dan akurat sehingga mengakibatkan persaingan yang

semakin kompetitif. Ketatnya persaingan dan pesatnya perkembangan teknologi

dan informasi yang ada menuntut suatu sistem menjadi lebih baik, cepat dan

handal dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sistem jaringan transportasi

darat khususnya Kereta Api di Indonesia masih kurang baik, misalnya pembelian

tiket Kereta Api masih ada kelemahan dalam mendapatkan tiket Kereta Api.

Dengan itu sekarang PT. KERETA API mengurangi kelemahan tersebut dengan

menerapkan sistem informasi pemesanan tiket secara online yaitu pemesanan

tiket Kereta Api yang dapat dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan dan

dapat di pesan di stasiun-stasiun yang telah dilayani dan ditentukan untuk semua

tujuan. Dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan untuk meningkatkan

pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat dengan lebih baik. PT KERETA API

(Persero) KANTOR PUSAT BANDUNG berusaha memberikan akses pelayanan

yang lebih baik kepada pengguna [Link] kereta api Termasuk

diantaranya kemudahan untuk mendapatkan tiket kereta api dengan dukungan

teknologi sistem informasi ticketing online.

1
2

Dengan ini kegiatan selama kerja praktek Penulis mempunyai tugas yang

diberikan oleh pembimbing lapangan dengan menganalisis sistem informasi

tikecting secara online dan menginformasikan nya kepada setiap customer yang

ingin mengetahui jadwal keberangkatan Kereta Api dan harga tiket Kereta Api

dengan mudah .

Berdasarkan uraian tersebut, dalam penulisan laporan kerja praktek ini

penulis tertarik untuk mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI

PEMESANAN TICKETING ONLINE PT KERETA API (PERSERO)

KANTOR PUSAT BANDUNG”.

1.2 Identifikasi Masalah

Dengan adanya masalah yang dijelaskan pada latar belakang diatas maka

dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut.

Masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut:

1. Untuk proses pemesanan tiket dengan cara menggunakan Kartu Tiket

Kereta Api sudah tidak digunakan, karena akan memakan proses yang

lama. Sehingga kemudahan yang dimiliki customer menjadi berkurang.

2. Proses penyampaian informasi mengenai harga tiket dihari atau tanggal

sebelumnya tidak dapat di proses, dimana customer ingin mengetahui

perbandingan harga tiket sebelum dan harga tiket sekarang dan jenis kelas

kereta yang nyaman antara eksekutif ataupun bisnis.


3

1.3 Rumusan Masalah

Seperti yang terdapat pada identifikasi masalah yang sudah ada maka

rumusan masalah nya adalah bagaimana cara menganalisis sistem informasi

pemesanan tiket secara online agar mempermudah customer untuk memesan dan

mendapatkan tiket di stasiun – stasiun dan agen terdekat.

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisa alur

pemesanan tiket online yang diterapkan oleh PT. Kereta Api

Adapun tujuan dari penulisan Praktek Kerja Lapangan yaitu:

1. Mengetahui sistem informasi pemesanan tiket secara online yang

mempermudah dan mempercepat,dan lebih efesien agar customer

mendapatkan tiket.

2. Untuk mengetahui pembelian tiket dapat dilakukan di stasiun mana

saja yang sebelumnya telah di tentukan oleh PT. KERETA API

(PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG.

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah yaitu berisi batasan pembahasan masalah terhadap

penelitian yang dilakukan. Masalah yang tidak dibahas seputar hal-hal yang

berhubungan dengan aktivitas pengolahan data di PT KERETA API (PERSERO)

KANTOR PUSAT BANDUNG, antara lain :

1. Tentang Penjualan tiket online yang sudah tersedia di wilayah daerah

bandung.
4

2. Tentang jadwal pemberangkatan dan harga tarif kereta api eksekutif

dan bisnis yang berangkat dari daerah Bandung sampai dengan

tujuan.

3. Tentang penjualan tiket kereta api hanya dilayani dan resmi secara

langsung yaitu di loket dan reservasi.

1.6 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek

Kegiatan praktek kerja lapangan ini dilaksanakan di PT. KERETA API

(PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG, yang berlokasi di [Link]

Kemerdekaan No 1 Bandung. Penulis memulai praktek kerja lapangan ini

dikerjakan kurang lebih selama 1 bulan dan pelaksanaannya dimulai dari tanggal

04 Juli – 31 Juli. Dimana PT. KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT

BANDUNG merupakan sebuah perusahaan besar yang mengelola penjualan tiket

kereta api perjalanan terbesar di pulau jawa dan sumatera.

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

2011
NO AKTIVITAS
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4

1 Pengenalan
Perusahaan

2 Pengumpulan
informasi

3 Analisis
Sistem

4 Penyusunan
Laporan KP
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Ticketing Online

Ticketing Online didalam PT. KERETA API KANTOR PUSAT

BANDUNG adalah sistem yang dalam pembelian tiket kereta api untuk kelas

eksekutif dan bisnis bisa dilayani di stasiun-stasiun yang online terdekat untuk

semua keberangkatan di stasiun bandung.

2.1.1 Pengertian Reservasi Tiket

Tempat pemesanan tiket kereta api untuk kelas eksekutif dan bisnis baik

keberangkatan atau kepulangan (PP) dari stasiun bandung maupun stasiun lainnya

yang online bisa dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk semua

tujuan.

2.1.2 Pengertian Kereta Api

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga

gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang

akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi

massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak

yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan

kendaraan lainnya). memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi

utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara.

5
6

2.1.3 Nama Kereta Api kelas Eksekutif dan Bisnis yang berangkat

dari stasiun Bandung

KA ARGO WILIS KA LODAYA SIANG


(Bandung-Yogyakarta-Surabaya) (Bandung-Solo)
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 7:00 Berjalan Bandung .. 8:00 Berjalan
Yogyakarta 14:18 14:22 Setiap Solo 17:13 Setiap
Surabaya 20:00 .. Hari Hari
Tarif :Eksekut Tarif :
Eksekutif : Rp. 150.000 -
Bandung-Yogyakarta : Rp. 175.000 200.000
Bandung-Surabaya : Rp. 220.000 - Bisnis : Rp. 90.000 -
350.000 150.000
KA TURANGGA KA LODAYA MALAM
(Bandung-Yogyakarta-Surabaya) (Bandung-Solo)
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 19:00 Berjalan Bandung .. 20:00 Berjalan
Yogyakarta 2:57 3:02 Setiap Solo 5:10 Setiap
Surabaya 20:00 .. Hari Hari
Tarif
:Eksekutif Tarif :
Eksekutif : Rp. 150.000 -
Bandung-Yogyakarta : Rp. 175.000 200.000
Bandung-Surabaya : Rp. 220.000 - Bisnis : Rp. 90.000 -
350.000 150.000
KA MUTIARA SELATAN KA HARINA
(Bandung-Surabaya) (Bandung-Cirebon-Tegal-Semarang )
Stasiun Datang Berangkat Ket Stasiun Datang Berangkat Ket
Bandung .. 17:00 Berjalan Bandung .. 20:30
Berjalan
Surabaya 6:53 Setiap Cirebon 0:23 0:35
Setiap
Hari Tegal 1:38 1:47
Hari
Tarif : Bisnis Semarang 4:27 ..
Bandung-Surabaya : Rp. 130.000 -
200.000 Tarif : Eksekutif
Bandung - Cirebon : Rp. 80.000
Bandung - Tegal : Rp. 110.000
Bandung - Semarang : Rp. 130.000

Gambar 2.1 jadwal keberangkatan dan harga tiket


7

KA ARGO GEDE
(Bandung-Gambir)
Bandung Gambir
Ket
Berangkat Datang
6:00 8:52
7:35 10:26 Berhenti Setiap Hari
10:30 13:27
14:30 17:24
16:15 19:10 Berhenti di Jatinegara dan Bekasi
18:30 21:31
Tarif : Eksekutif
Bandung - Gambir : Rp. 50.000 - 60.000

KA PARAHYANGAN
(Bandung-Gambir)
Bandung Gambir
Ket
Berangkat Datang
Berjalan Hari Senin / Setelah
4:00 7:01 Libur
5:00 8:05 Berhenti Di Purwakarta
6:35 9:45
8:45 11:53
Berhenti di Cimahi
12:45 15:56
15:05 18:05 Berjalan Hari Jum'at / Minggu
17:05 20:08 Berhenti di Cimahi
19:15 22:24 Berjalan Hari Minggu dan Libur
Tarif :
Eksekutif : Rp. 40.000 - 50.000
Bisnis Dewasa : Rp. 25.000 - 30.000
Bisnis Anak : Rp. 20.000 - 25.000

Gambar 2.2 jadwal keberangkatan ke gambir


8

2.2 Pengertian Sistem

Secara umum, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau

kegiatan atau elemen atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang

dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk

melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Menurut Edhy Sutanta

(2003 : 4)

Sedangkan pengertian sistem menurut Andri Kristanto (2008 : 1) adalah

Sistem merupakan jaringan kerja dari prosedur - prosedur yang saling

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Lain halnya menurut Azhar Susanto (2003 : 3) Sistem adalah kumpulan /

group dari sub sistem / bagian / komponen apapun baik phisik maupun non phisik

yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk

mencapai satu tujuan tertentu.

Konsep sebuah sistem menuntut perancangannya untuk

mempertimbangkan sistem sebagai suatu keseluruhan. Akan tetapi keseluruhan

sistem mungkin terlalu besar untuk dianalisis secara terperinci. Oleh karena itu,

sistem dibagi atau diuraikan atas beberapa subsistem.

Pengertian dari subsistem sebenarnya merupakan bagian dari sistem itu

sendiri, dimana pengertian Sub-Sistem adalah serangkaian kegiatan yang dapat

ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.


9

2.2.1 Karakteristik Sistem

Menurut Edhy Sutanta (2003 : 4-6) Suatu sistem mempunyai

karakteristik sebagai berikut:

1. Mempunyai komponen (components)

Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian

penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun

abstrak. Komponen sistem disebut sebagai subsistem, dapat berupa

orang, benda, hal atau kejadian yang terlibat di dalam sistem.

2. Mempunyai batas (boundary)

Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan

sistem yang lain. Tanpa adanya batas sistem, maka sangat sulit untuk

menjelaskan suatu sistem. Batas sistem akan memberikan scope tinjauan

terhadap sistem.

3. Mempunyai Lingkungan (environments)

. Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar

sistem. Limgkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan.

Umumnya, lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan

untuk menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem

yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal

mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.


10

4. Mempunyai penghubung / antarmuka (interface) antar komponen

Penghubung / antar muka (interface) merupakan komponen sistem,

yaitu segala sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar

komponen dalam sistem. Penghubung / antar muka merupakan sarana

yang memungkinkan setiap komponen saling berinteraksi dan

berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masing-masing

komponen.

5. Mempunyai Masukan (input)

Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang

perlu dimasukan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih

lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna.

6. Mempunyai pengolahan (processing)

Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran

utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi

para pemakainya. Pengolahan dapat berupa program aplikasi koputer yang

kemudian dikembangkan untuk keperluan khusus. Dimana program

aplikasi tersebut mampu menerima masukan, mengolah masukan, dan

menampilkan hasil olahan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.


11

7. Mempunyai keluaran (output)

Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam

bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.

8. Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal)

Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama

dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. Sasaran

berbeda dengan tujuan. Sasaran sistem adalah apa yang ingin dicapai oleh

sistem untuk jangka waktu yang relatif pendek. Sedangkan tujuan

merupakan kondisi/ hasil akhir yang ingin dicapai oleh sistem untuk

jangka waktu yang panjang. Dalam hal ini, tahapan merupakan hasil pada

setiap tahapan tertentu yang mendukung upaya pencapaian tujuan.

9. Mempunyai kendali (control)

Bagian kendali mempunyai peranan utama dalam menjaga atas

proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai dengan

batasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kendali dapat berupa validasi

masukan, validasi proses, maupun validasi keluaran yang dapat dirancang

dan dikembangkan secara terprogram.

10. Mempunyai umpan balik (feed back)

Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk

mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan

mengembalikannya ke dalam kondisi normal.


12

2.2.2Klasifikasi Sistem

Menurut Edhy Sutanta (2003 : 8-9) Tinjauan tentang suatu sistem

dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara,antara lain:

1. Sistem fisis (physical systems) dan sistem abstrak (abstact

sysytem)

Sistem fisis adalah sistem yang komponenya berupa benda

nyata dapat dilihat atau dijamah oleh tangan manusia. Contoh

sistem fisis adalah sistem perangkat keras (hardware) komputer

yang antara lain terdiri atas, unit pusat pengolah (Central

Processing unit/CPU), memory, monitor, keyboard, dan lainnya.

Sedangkan sistem abstrak adalah sistem yang komponenya tidak

dapat dilihat atau dijamah oleh tangan manusia. Contoh sistem

abstrak adalah sistem operasi (Operating Systems/OS) komputer

yang terdiri atas sekumpulan instruksi dalam bahasa yang dipahami

oleh mesin komputer. Umumnya suatu sistem terdiri atas gabungan

komponen fisis dan abstrak yang saling bekerja sama.


13

2. Sistem alamiah (natural systems) dan sistem bantuan

manusia (human made systems)

Sistem alamiah adalah sistem yang keberadaannya terjadi

secara alami/natural tanpa campur tangan manusia. Sedangkan

sistem buatan manusia ada sebagai hasil kerja manusia.

3. Sistem tertentu (deterministic systems) dan sistem tidak

tentu (probabilistic systems)

Sistem tertentu adalah sistem yang tingkah lakunya dapat

ditentukan/diprediksi sebelumnya. Sedangkan sistem tidak tentu

tingkah lakunya tidak dapat ditentukan/diprediksi sebelumnya.

Sistem aplikasi komputer merupakan contoh sistem yang tingkah

lakunya dapat ditentukan sebelumnya. Sedangkan sistem

perekonomian dalam suatu negara termasuk klasifikasi sistem tidak

tentu, karena tidak diketahui dengan pasti apa yang akan terjadi

terhadap kondisi perekonomian tersebut apabila terjadi suatu

kejadian tertentu.

4. Sistem tertutup (closed systems) dan sistem terbuka (open

systems)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tingkah lakunya tidak

dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebaliknya, sistem terbuka

mempunyai perilaku yang dipengaruhi oleh lingkungannya.

Dalam kenyataannya hampir tidak ada suatu sistem yang benar-


14

benar [Link] ada adalah sistem yang relatif tertutup, yaitu

sistem tidak dipengaruhi oleh lingkungannya. Sistem aplikasi

komputer merupakan contoh sistem relatif tertutup, karena

tingkah laku sistem aplikasi komputer tidak dipengaruhi oleh

kondisi yang terjadi diluar sistem. Sekalipun sistem aplikasi

komputer akan terhenti apabila satu daya listrik ke komputer

mengalami gangguan/padam

2.3 Pengertian Informasi

Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi

bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai

dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya

secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saaat

mendatang. Untuk memperoleh informasi, diperlukan adanya data yang

akan diolah dan unit pengolah. Menurut Edhy Sutanta (2003 : 9-10)

2.3.1 Siklus Informasi

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari

bentuk tunggal. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu

kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Data merupakan bentuk yang masih

mentah sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model

untuk dihasilkan informasi.


15

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerimaan

kemudian menerima informasi tersebut. Membuat suatu keputusan dan

melakukan tindakan, yang berarti melakukan suatu yang lain yang akan

membuat sejumlah data kembali data tersebuat akan dianggap sebagai input,

diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus

informasi (information cycles) atau ada yang menyebutnya dengan siklus

pengolahan data (data processing cycles).

2.3.2 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi menurut buku analisis desain dan

informasi tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada

waktunya dan relevan. (Jogiyanto,H.M, 1999:10)

1. Akurat

Informasi harus akurat berarti informasi harus bebas dari

kesalahan-kesalahan. Akurat juga berarti informasi harus jelas

mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber

informasi sampai penerima informasi kemungkinan banyak terjadi

gangguan (noise) yang dapat merubah atau dapat merusak informasi

tersebut.

2. Tepat Pada Waktunya

Informasi harus tepat pada waktunya berarti informasi yang datang

pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak
16

akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan

didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan

terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.

3. Relevan

Informasi harus relevan berarti informasi tersebut mempunyai

manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang

satu dengan yang lainnya berbeda.

2.3.3 Nilai Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai bila informasi lebih efektif

dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi

adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses

pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Nilai dari Informasi

ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya.

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan

didalam suatu sistem, informasi umumnya digunakan untuk beberapa

kegunaan. Pengukuran suatu nilai informasi biasanya dihubungkan

dengan analisis cost effectivennes atau cost benefit.

(Jogiyanto,H.M,1999:11)

2.4 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Edhy Sutanta (2003 : 19) Sistem informasi dapat didefinisikan

sebagai kumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul, bekerja


17

bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan

bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu

untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa

data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran

(output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang

berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada

saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional,

manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan sumber daya yang

ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.

2.4.1 Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem

informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah

building block yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok

teknologi, blok basis data, dan biok kendali. Sebagai suatu sistem,

keenam blok tersebut tnembentuk suatu kesatuan untuk mencapai

sasaran. (Jogiyanto, H. M 1999:12)

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input

disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang

akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.


18

2. Blok Model

Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model

matematik yang akan rmemanipulasi data input dan data yang tersimpan

didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan

keluaran yang diinginkan.

3. Blok Teknologi

Teknologi merupakan "kotak alat" (toolbox) dari pekerjaan sistem

informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan

model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan

mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem

keseluruhan. Teknologi terdiri dari dua bagian utama, yaitu perangkat

lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

4. Blok Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya. Tersimpan diperangkat keras

komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data

perlu disimpan didalam basis data untuk keperluan penyediaan

informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan

sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.

Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas

penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan


19

menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base

Management Sistem).

5. Blok Kendali

Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang

diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian

didalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan

untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat

dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat

diatasi.

2.4.2 Sistem Informasi Manajemen

Yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah

penerapan sistem informasi dalam organisasi untuk mendukung

informasi informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

Menurut para ahli:

1. Menurut George [Link]

"Suatu sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari interaksi-

interaksi sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk

kebutuhan manajerial maupun operasional" (Jogiyanto, H.M, 1999:14)


20

2. Menurut Frederick [Link]

"Sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari sistem-sistem yang

menyediakan informasi untuk mendukung manajemen" (Jogiyanto,

H.M, 1999:14)

3. Menurut Gordon B Davis

"Sistem informasi manajemen adalah sistem manusia atau mesin yang

menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan

fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi" (Jogiyanto,H.

M,1999:15)

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi

manajemen adalah:

1. Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi.

2. Menghasilkan informasi yang berguna bagi semua tingkatan.

Jadi sistem informasi manajemen adalah seperangkat alat yang

digunakan oleh para pengambil keputusan dalam membuat suatu

keputusan dalam rangka melaksanakan kegiatan-kegiatan manajemen

dengan cara memberikan informasi yang didasarkan oleh pandangan

secara sistem sehingga mencapai tindakan optimal.

2.5 Perancangan Sistem

Merupakan persiapan untuk membangun implementasi suatu

sistem yang menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, yaitu


21

berupa penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau

pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam suatu kesatuan

yang utuh dan berfungsi.

2.5.1 Pengertian Flow Map

Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukan arus

pekerjaan secara keseluruhan dari simbol-simbol untuk menggambarkan

secara urut dari arus data dan dokumen baik yang diperlukan maupun yang

dihasilkan.

2.5.2 Pengertian Diagram Conteks

Suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan

sejumlah bentuk simbol-simbol untuk menggambarkan bagaimana data

mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan.

2.5.3 Pengertian DFD (Data Flow Diagram)

Diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang

lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari

DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari

sistem.

2.6 Definisi DBMS

Database management sistem (DBMS) adalah paket perangkat lunak

digunakan untuk memanipulasi database sehingga dalam pengaksesan data


22

yang ada dalam database dikelola secara terpusat oleh perangkat lunak

DBMS.

2.6.1 Fungsi DBMS

Fungsi dari database management sistem adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pelayanan untuk pengaksesan data.

2. Memberikan fasilitas untuk menunjang data integrity.

3. Memberikan informasi mengenai data yang ada dalam database.

4. Mengatur pengaksesan bersamaan ke database

5. Memberikan fasilitas query.

6. Menyediakan fasilitas untuk pemulihan (recovery) jika

terjadi kerusakan data.

7. Menyediakan fasilitas untuk menjaga keamanan data (security)

dari tindakan pengrusakan atau pencurian informasi dari pihak

yang tidak berwenang.

8. Menyediakan utilitas untuk pemeliharaan data dan pengukuran

unjuk kerja sistem database.

2.6.2 Keuntungan DBMS {Database Management Sistem)

1. Redudansi dan Inkonsistensi Data

Jika file-file dan program aplikasi diciptakan oleh programer yang

berbeda pada waktu yang beselang cukup panjang, maka ada beberapa

bagian data mengalami penggandaan pada file-file yang berbeda.

Penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama ini disebut sebagai
23

redudansi. Sedangkan penyimpanan data yang berulang-ulang

dibeberapa file dapat mengakibatkan inkonsistensi. Hal ini terjadi bila

suatu ketika terjadi perubahan pada beberapa file yang seharusnya

dirubah malah tidak dirubah atau ada beberapa file yang terlewatkan

dalam perubahan tersebut maka terjadilah inkonsistensi.

2. Akses Data Mudah dan Cepat

Apabila pada suatu saat dibutuhkan untuk mencetak data tetapi

belum tersedia program tertulis untuk mengeluarkan data tersebut. Maka

kesulitan timbul, penyelesaiannya adalah kearah DBMS (Database

Management Sistem) yang mampu mengambil data secara langsung

dengan bahasa yang mudah digunakan.

3. Standarisasi Data

Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang

tidak sama, maka ini menyulitkan dalam menulis program aplikasi.

Untuk mengambil dan menyimpan data tersebut, maka haruslah data

dalam satu database yang dibuat satu format sehingga mudah dalam

pembuatan program aplikasinya.

4. Banyak Pemakai (Multi User)

Dalam rangka mempercepat semua daya guna sistem dan

mendapat respon waktu yang cepat, beberapa sistem mengijinkan

banyak pemakai untuk mengupdate data secara simultan atau


24

bersamaan. Salah satu alasan database dibangun karena data tersebut

digunakan oleh banyak orang dalam waktu berbeda diakses oleh

program sesuai kebutuhan masing-masing.

5. Keamanan (Security)

Tidak setiap pemakai database diperbolehkan untuk

mengakses semua data. Keamanan ini dapat diatur lewat program atau

fasilitas keamanan dari operating sistem.

6. Kesatuan (integrity)

Database berisi file-tie yang saling berkaitan, masalah utama

adalah bagaimana kaitan antara file tersebut terjadi meskipun kita

mengetahui bahwa file A berkaitan dengan file B namun secara teknis

field kunci yang mengaitkan kedua file tersebut.

7. Kebebasan Data (Data Independence)

Pada suatu aplikasi yang kita buat dengan bahasa

pemrograman BASIC, misalnya bila program telah dibuat untuk

menyelesaikan masalah pembacaan data, maka setelah program jadi dan

terdapat perubahan struktur file maka program tersebut haruslah

dirubah. Hal ini disebut bahwa program yang telah dibuat tidak bebas

terhadap database yang ada.

2.7 IBM DB2


25

International Business Machines adalah sebuah perusahaan Amerika

Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak

komputer. IBM didirikan pada 15 Juni 1911, beroperasi sejak 1888 dan berpusat

di Armonk, New York, Amerika Serikat. Nama DB2 Developer IBM Deskripsi

singkat DB2 adalah produk Sistem Manajemen Hubungan Database dari IBM

atau sekarang yang populer disebut Data Server yang dimana merupakan

Perangkat Lunak Manajemen Informasi. Kebanyakan DB2 disebut juga sebagai

DB2 Enterprise Server Edition atau top of the line DB2 DAta Warehouse Edition

(DB2 DWE) yang berjalan pada Unix, Windows dan Linux Server.
BAB III

PROFILE PERUSAHAAN

1 6333

3.1 Sejarah PT KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT

BANDUNG

Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama

pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh

Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele.

Pembangunan diprakarsai oleh "ghyaamlooze Venootschap Nederlandsch

Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de

Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435

mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus

1867.

Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen -

Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan

kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk

membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan

panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru

25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890

menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

26
27

Gambar 3.1 Kereta Api generasi pertama

Sumber : Arsip PJKA

Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874),

Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan

tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara

Makasar - Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya

Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan,

meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km)

sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah

dilakukan studi pembangunan jalan KA.

Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai

6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km,

kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa

pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA disana.

Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar sepur

1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram

kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943)
28

sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan

Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro -

Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro -

Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang

memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang

melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak

menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus

1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api"

(AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa

bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan

sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa

mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan

bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan

urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28

September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya

"Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).


29

Tabel 3.1 Ringkasan Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Sumber: Arsip PJKA

Periode Status Dasar Hukum

Th. 1864 Pertama kali dibangun Jalan Rel

sepanjang 26 km antara Kemijen

Tanggung oleh Pemerintah Hindia

Belanda

1864 s.d 1945 Staat Spoorwegen (SS) IBW

Verenigde Spoorwegenbedrifj

(VS)

Deli Spoorwegen Maatschappij

(DSM)

1945 s.d 1950 DKA IBW

1950 s.d 1963 DKA – RI IBW

1963 s.d 1971 PNKA PP. No. 22 Th. 1963

1971 s.d.1991 PJKA PP. No. 61 Th. 1971

1991 s.d 1998 PERUMKA PP. No. 57 Th. 1990

1971 s.d.1991 PT. KERETA API (Persero) PP. No. 19 Th. 1998

Keppres No. 39 Th. 1999

Akte Notaris Imas

Fatimah
30

3.1.1 Visi dan Misi PT. KERETA API (PERSERO) KANTOR

PUSAT BANDUNG

Visi

Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada

pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

Misi

Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha

penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk

memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian

lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu,

pelayanan dan kenyamanan.

3.1.2 Arti Logo PT KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT

BANDUNG

Gambar 3.2 Lambang Kereta Api

Sumber: Arsip PJKA


31

Kereta Api logo baru memiliki arti sebagai berikut :

Tiga garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis pada PT

KAI dalam mencapai Visi dan Misinya dan dua garis warna orange

melambangkan proses Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan

kepada pelanggan internal dan eksternal, anak panah berwarna putih

melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam

mewujudkan Pelayanan Prima. Kemudian, satu garis lengkung berwarna biru

melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai

tambah ke stakeholders. (Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua

bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.)

Gaya Gambar :

Lugas, langsung, tajam, teknis, selaras dengan staf teknis kereta

api. Ujung garis tajam tapi melengkung untuk menyiratkan arah/kecepatan

(aerodinamis), tetapi cenderung agak tumpul melengkung, tidak terlampau

tajam, agar memberi kesan aman (sesuatu bentuk yang terlampau runcing

lebih memberi kesan ancaman, rasa sakit dan agresivitas, asosiatif kepada

senjata tajam, duri dan semacamnya.


32

Sifat Gambar :

Sifat gambar lebih lugas, obyektif, rasional karena bentuk

geometrisnya yang dominan dan bersifat maskulin. Kesan sangat modern,

teknis, jelas terlihat


33

3.2 Struktur Organisasi

STRUKTUR
ORGANISASI

DEWAN
KOMISARIS

DIREKTUR
UTAMA
SATUAN
PUSRENBANG PENGAWAS
INTERN

PUSDIKLAT PUSAT LOGISTIK

DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR


KEUANGAN TEKNIK OPERASI PERSONALIA &UMUM PENGEMBANGAN USAHA

DAERAH OPERASI/DIVISI JAWA DAERAH OPERASI/DIVISI SUMATERA

JAB SUMSEL SUMBAR SUMUT


1 2 3 4 5 6 7 8 9
OTA
JAK BDG CN SM PWT YK MN SB JR
BEK

GUDANG
BALAI YASA
PERSEDIAAN

GAMBAR SRUKTUR ORGANISASI

Gambar 3.3 Struktur Organisasi


34

3.3 Deskripsi Kerja

Sesuai dengan keputusan Direksi Nomor Kep. U/OT.003/XI/2/KA-

2002, susunan PT Kereata Api (Persero) tingkat pusat adalah sebagai

berikut :

A. Direksi

Tugas pokoknya adalah:

1. Memimpin mengurus, dan mengelola PT Kereta Api (Persero) sesuai

dengan tujuan dan tugas pokok perusahaan.

2. Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan perusahaan.

3. Mewakili perusahaan di dalam dan di luar peradilan.

4. Melaksanakan kebijakan umum yang ditentukan oleh Menteri.

5. Merumuskan dan menetapkan kebijaksanaan.

6. Menyiapkan pada waktunya Rencana Kerja Tahunan lengkap dengan

anggaran PT Kereta Api (Persero).

7. Menyiapkan laporan pertanggung jawaban PT Kereta Api (Persero) dan

perhitungan hasil usaha menurut cara dan waktu yang telah ditetapkan

Menteri.

8. Menyiapkan susunan organisasi lengkap dengan perincian tugasnya.

9. Mengangkat dan memberhentikan pegawai sesuai dengan peraturan yang

berlaku bagi PT Kereta Api (Persero).

10. Menetapkan peraturan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan

bagi pegawai serta semua hal kepegawaian lainnya.

11. Memberi segala keterangan tentang keadaan dan jalannya PT Kereta Api
35

(Persero), baik dalam bentuk laporan tahunan maupun laporan berkala.

12. Menjalankan kewajiban-kewajiban lain berdasarkan petunjuk Menteri.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Direksi mempunyai

fungsi sebagai berikut:

1. Merencanakan dan pengelolan kegiatan-kegiatan PT Kereta Api (Persero)

secara terpadu.

2. Pengusahaan dan pengembangan prasarana serta sarana angkutan Kereta

Api.

3. Pengembangan dan pendayagunaan SDM.

4. Pengembangan organisasi dan manajemen PT Kereta Api (Persero).

5. Pengelolaan keuangan PT Kereta Api (Persero).

6. Pengawasan Internal

B. DirekturUtama

Tugas dan wewenangnya:

1. Pembuat dan pemberi masukan pertimbangan dan sarana untuk kebijakan

teknis.

2. Bertindak untuk dan atas nama baik direksi dan semua bidang.

3. Memimpin kegiatan Direktorat.

4. Melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kebijaksanaan direksi.

Direktorat atau bagian yang ada pada PT Kereta Api (Persero)

berikut sub direktoratnya adalah sebagai berikut:


36

1. Bagian Satuan Pengawas Intern (SPI)

Tugas bagian SPI adalah melakukan pengawasan .manajemen,

pengujian, penilaian atas hasil Iaporan serta pengusutan alas perintah

Direktur Utama menyangkut bidang keuangan, bagian teknis pemeliharaan

prasarana, bagian operasi dan pemasaran (pelayanan) jasa angkutan kereta api,

bidang administrasi personalia, administrasi umum dan administrasi

pendidikan serta pelatihan, bidang perencanaari pembangunan penelitian

teknologi infomasi dan sistem informasi serta bidang kelengkapan.

2. Bagian Pusat Perencanaan dan Pengembangan (Pusrenbang)

Tugas dan wewenangnnya :

a. Perencanaan program penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

b. Perencanaan dan pembangunan kurikulum serta pembinaan instruktur.

3. Direktorat Teknik

Direktorat Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana

yang berkaitan dengan perolehan dan pendayagunaan, pemeliharaan serta

perawatan atas sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional yang

dimiliki perusahaan.

Direktorat Teknik terdiri dari:

a) Sub Direktorat Perencanaan Teknik.

b) Sub Direktorat Jalan Rel dan Jembatan.


37

c) [Link] dan Bangunan.

d) Sub Direktorat Sinyal, Telekomunikasi, danListrik.


4. Direktorat Operasi dan Pemasaran

Direktorat Operasi dan Peasaran mempunyai tugas melaksanakan

pengendalian dan pengawasan teknik operasi jasa angkutan Kereta Api

serta pendayagunaan fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya. Direksi

Operasi dan Pemasaran terdiri dari:

a) Sub Direktorat Lalu Lintas.

b) Sub Direktorat Pemasaran Angkutan Penumpang.

c) Sub Direktorat Pemasaran Angkutan Barang.

5. Direktorat Keuangan

Direktorat Keuangan mempunyai tugas pokok membina dan

mengelola keuangan dan sediaan, serta menetapkan kebijakan tentang

pendanaan, pendayagunaan keuangan, akuntansi, dan penyediaan.

Direktorat Keuangan mempunyai empat sub direktorat, yaitu:

a. Sub Direktorat Anggaran

Sub Direktorat Keuangan mempunyai tugas pokok merumuskan dan

menyusun program anggaran, mengkoordinasikan dan memadukan Rencana

Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), pelaksanaan otorisasi, pelaporan,

pengendalian, pelaksanaan RAKP serta perhitungan PSO, TMO, TAC.


38

Sub Direktorat Anggaran terdiri dari;

1. Seksi Anggaran I.

2. Seksi Anggaran II.

3. Seksi Anggaran III.

4. Seksi Anggaran IV.

b. Sub Direktorat Administrasi Keuangan

Sub Direktorat Administrasi Keuangan mempunyai tugas pokok

menyelenggaiakan dan mengelola tata usaha kas besar kantor pusat,

nielaksanakan evaluasi pembayaran internal dan ekstemal, mengendalikan dan

mendistribusikan dana, serta mendayagunakaan kas perusahaan, menyelesaikan

administrasi asuransi serta memantau penyaluran dana PUKK.

Sub Direktorat Administrasi Keuangan terdiri dari:

1. Seksi Bendahara Kantor Pusat.

2. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Pembayaran.

3. Seksi Pengendaiian dan Pendayagiinan Kas Pemsahaan.

4. Seksi Asuransi dan PUKK.

c. Sub Direktorat Akuntansi

Sub Direktorat Akuntansi mempunyai tugas pokok merumuskan dan

menyusun Akuntansi Umum, Akuntansi Biaya, Akuntansi Verifikasi Kas,

Akuntansi Pendukung dan Perpajakan.


39

Sub Direktorat Akuntansi terdiri dari:

1. Seksi Akuntansi Umum (Kepala Kelompok 1/kapok 1)

Kelompok penyelenggara anggaran mempunyai tugas pokok:

1) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

2) Pengendalian Perencanaan Pclaksanaan Anggaran.

3) Menerbitkan Surat Otorisasi NPD (Nota Permohonan Dana).

4) Menyusun Laporan Realisasi Anggaran (RKA),

2. Seksi Verifikasi Kas (Kepala Kelompok II/Kapok II)

Kelompok penyelenggara verifikasi serta akuntansi pendapatan

dan pengeluaran mempunyai tugas pokok:

1) Verifikasi, meneliti kelengkapan, kebenaran serta keabsahan

yang

berkenaan dengan pengeluaran dan pendapatan Daop 2 Bandung.

2) Akuntansi Pendapatan, Penerimaan dan Pengeluaran Kas,

Meneliti

keiengkapan analisa dokumen lainnya yang diterima dari

unit-unit

pelaksana, mengikhtisarkan analisa stasiun, membuat bukti

jurnal dan

menyelenggarakan buku pembantu yang bersangkutan dengan


40

pengeluaran dan pendapatan Daop 2 Bandung.

3. Seksi Akuntansi Biaya (Kepala Kelompok ITI/Kapok HI)

Kelompok penyelenggara akuntansi biaya, persediaan, dan aktiva


tetap

mempunyai tugas pokok:

1) Pembiayaan dan dokumentasi lainnya yang diterima dari

unit-unit

pelaksana menyangkut akuntansi biaya.

2) Menyusun buku pembantu yang berkenaan dengan akuntansi

biaya,

persediaan dan aktiva tetap.

3) Melakukan pemantauan atas mutasi-mutasi terhadap aktiva

tetap.

4. Seksi Akuntansi Pendukung (Kepala Kelompok IV/Kapok IV)

1) Proses komputerisasi akuntansi.

2) Penyelenggaraan buku besar.

3) Pembuatan daftar sisa.

4) Penyusunan neraca lajur.

5) Pembuatan jurnal khusus.

6) Pelaksanaan rekonsiliasi hubungan pembukuan


41

7) Penyelidikan terhadap angka akun yang tidak wajar pada neraca lajur

yang

akan dituangkan dalam Laporan Keuangan Daerah Operasi 2

Bandung.

8) Pembuatan laporan berkala ikhtisar dukungan laporan keuangan.

3.4 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

3.4.1 KOMISARIS

Sebagai BUMN PT Kereta Api (Persero) berpedoman pada Rapat Umum

Pemegang Saham (RUPS), termasuk penetapan Rencana Kerja Anggaran

Tahunan juga ditetapkan dan diputuskan melalui RUPS yang unsurnya terdiri

dari :

A. Pemegang Saham

1. Kuasa Pemegang Saham : Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata

2. Pendampimg Kuasa Pemegang Saham : Asisten Deputi Urusan Usaha

Sarana Angkutan dan Pariwisata


42

B. Dewan Komisaris

Budhi Mulyawan Suyitno


Komisaris Utama

Martinus Suwasono Koessuyudono


Anggota Komisaris Anggota Komisaris

Yahya Ombara Hekinus Manao


Anggota Komisaris Anggota Komisaris

Gambar 3.4 Struktur Jabatan

3.4.3 PEGAWAI

Untuk pelaksanaan tugas di PT Kereta Api (Persero), diperlukan proses

pendidikan dan penelitian secara terprogram dan continue baik di bidang

prasarana, sarana, operasional, niaga, maupun manajemen. Sebagian

kegiatan pendidikan dan pelatihan doselenggarakan secara internal PT

Kereta Api (Persero) melalui sejumlah lembaga berikut:

1. Balai Asesmen di kantor pusat PT Kereta Api (Persero) : [Link]

Kemerdekaan No 1 Bandung,dengan spesifikasi kegiatan membuat bank

soal asesmen , pengembangan teknik asesmen, peningkatan kompetisi

asesor, pemetaan kompetisi pegawai, serta melakukan asesmen terhadap

pegawai yang akan menempati posisi jabatan structural dan fungsional.


43

2. Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran (BP Opsar) : lokasi di Jl. Ir

[Link] No. 215 dengan spesifikasi pendidikan bidang operasional

seperti Pemimpin Perjalanan KA (PPKA) dari Kondektur, yang dalam

jangka panjang juga dapat menempati posisi jabatan sebagai Kepala

Stasiun, Pengawas Operasi bahkan Kepala Seksi Operasi dan Kepala Seksi

Niaga.

3. Balai Pelatihan Teknik Prasarana (BPTP) : lokasi di Bekasi dengan

spesifikasi pendidikan bidang perasional khususnya petugas operasional di

Jabodetabek. Selain itu, di BPL Opka Bekasi ini juga diselenggarakan

spesifikasi pendidikan bagi teknisi jalan rel dan jembatan untuk posisi

jabatan Kepala Distrik, Kepala Resort, serta calon Pengawas Jalan Rel dan

Jembatan.

3.5 Aset Perusahaan

Diluar sumber daya pemasok pendapatan berupa prasarana dan sarana ,PT

Kereta Api (Persero) juga memiliki Sumber Daya Aset Non Produksi

berupa :

1. TANAH PEMERINTAH, yaitu tanah yang diatasnya berdiri prasarana

pokok milik pemerintah.

2. TANAH PT. KA, tanah yang diatasnya berdiri bangunan-bangunan

milik PT. KA

3. TANAH POTENSIAL, Tanah PT. KA yang mempunyai prospek

dikembangkan dan memberikan pendapatan kepada peusahaan


44

4. TANAH TERKELOLA, Tanah yang saat ini telah meberikan

konstribusi pendapatan pada perusahaan.


BAB IV

ANALISIS KERJA PRAKTEK

4.1 Analisis Sistem

Analisis sistem yang berjalan pada PT. Kereta Api Kantor Pusat (Persero)

Bandung bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem

tersebut dan masalah yang dihadapi sistem untuk dijadikan landasan usulan

analisis sistem yang sedang berjalan yang dilakukan berdasarkan urutan kejadian

yang ada pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung.

4.1.1 Analisis Dokumen

Analisis dokumen merupakan kegiatan pengumpulan informasi

mengenai dokumen-dokumen yang digunakan dalam suatu sistem. Tujuan

dari analisis dokumen adalah mengetahui dan memahami dokumen-

dokumen apa saja yang terlibat dan mengalir dalam suatu sistem yang

sedang berjalan. Dokumen yang digunakan pada sistem informasi PT.

Kereta Api (Persero) Bandung adalah sebagai berikut :

1. Nama Dokumen : Formulir Pemesanan Tiket

Sumber : Loket

Rangkap :1

45
46

Fungsi : Sebagai data awal pemesanan calon penumpang

dan KA

Item Data : Nama, Alamat, Telepon, Nama KA, Stasiun

Tujuan, Stasiun keberangkatan, Tgl dan Jam

Keberangkatan, Kelas KA

2. Nama Dokumen : Tiket KA

Sumber : Loket

Rangkap :1

Fungsi : Sebagai bukti pembelian tiket KA

Item Data : Nama, Nama KA, No KA, No Tempat Duduk,

Stasiun Tujuan, Stasiun Keberangkatan, Tgl dan

Jam Keberangkatan, Kelas KA, Harga Tiket

3. Nama Dokumen : Kwitansi Pembelian

Sumber : Loket

Rangkap :2

Fungsi : Sebagai bukti pembelian tiket KA

Item Data : Nama, Nama KA, Nomor KA, No Tempat Duduk,,

Stasiun Tujuan, Stasiun Keberangkatan, Tgl dan

Jam Keberangkatan, Kelas KA, Harga Tiket


47

4. Nama Dokumen : Formulir Pembatalan

Sumber : Loket

Rangkap :1

Fungsi : Sebagai data untuk pembatalan tiket KA

Item Data : No KA, Tgl KA, No Transaksi, No Mutasi, No

Tiket.

4.1.2 Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan

Prosedur kerja yang terlibat dalam system informasi pemesanan

dan pembatalan tiket Kereta Api di Stasiun, pemesanan tiket Kereta Api

untuk kelas Eksekutif dan Bisnis baik keberangkatan atau kepulangan (PP)

dari stasiun bandung maupun stasiun lainnya yang online bisa dipesan 30

hari sebelum tanggal keberangkatan untuk semua tujuan.

Prosedur pemesanan, sebagai berikut :

1. Calon penumpang datang ke stasiun KAI untuk membeli tiket

2. Calon penumpang mengisi formulir pemesanan beserta jumlah harga tiket

3. Calon penumpang menyerahkan formulir pemesanan beserta jumlah harga

tiket kebagian loket

4. Loket akan memeriksa keseterdiaan pemesanan tiket,jika pemesanan tiket

tidak tersedia loket akan menyampaikan langsung kepada calon


48

penumpang,dan jika pemesanan tiket tersedia loket akan memberikan hasil

pemesanan tiket berupa struk sebagai tanda bukti.

5. Loket akan menginputkan data pemesanan keberangkatan penumpang

6. Selanjutnya loket akan menyimpan data keberangkatan penumpang

7. Loket akan membuatkan laporan penjualan tiket yang akan diserahkan ke

bagian pusrenbang.

8. Bagian pusrenbang akan menerima hasil laporan penjualan tiket yang

diberikn oleh loket.

Pembatalan tiket Kereta Api dari calon penumpang dikenakan

potongan 25% apabila pembatalan dibatalakan paling lambat 60 menit

sebelum keberangkatan dan tiket dianggap hangus bila kurang dari 60

menit sampai KA berangkat atau penumpang terlambat (ketinggalan) KA,

tiket dianggap hangus.

Prosedur pembatalan, sebagai berikut :

1. Penumpang datang ke stasiun Kereta Api.

2. Penumpang mengisi formulir pembatalan.

3. Penumpang menyerahkan formulir pembatalan dan tiket Kereta Api ke

loket.

4. Loket menginputkan data pembatalan calon penumpang.

5. Loket mencari data keberangkatan calon penumpang.


49

6. Loket mengupdate bila data calon penumpang masih ada dan tiket

dikembalikan jika data tersebut tidak ada.

7. Loket menginformasikan pembatalan tiket kepada operator.

8. Operator menyimpan data pembatalan dan mencetak laporan pembatalan

tiket.

9. Operator akan membuatkan bukti nota atau bon pembatalan tiket rangkap

2 yang akan d berikan ke bagian loket 1.

10. Loket akan memberikan bukti pembtalan tiket kepada calon penumpang.

11. Operator akan membuatkan laporan pembatalan tiket yang akan

diserahkan ke bagian pusrenbang.


50

4.1.3 Flow Map pemesanan tiket

Calon Penumpang loket operator pusrenbang

Form Pemesanan Form Pemesanan

Data Pemesanan Data Pemesanan

Memeriksa
ketersediaan tiket

Tidak tersedia
tersedia

Input data
Database loket
pemesanan

Cetak Laporan
Cetak Tiket KA
Penjualan

Tiket KA Tiket KA Laporan Penjualan Laporan Penjualan

Gambar 4.1 Flowmap Pemesanan tikrt


51

4.1.4 Diagram Conteks Pemesanan Tiket Kereta Api

Data Permohonan Laporan Penjualan Tiket

Calon peumpang
SI tiket online KA pusrenbang
tiket
Struk Data
permohonan disetujui

Gambar 4.2 diagram conteks pemesanan tiket

4.1.5 Data Flow Diagram (DFD) pemesanan

Data Pemesanan

1
Calon Penumpang Input Data Data Pemesanan
Pemesanan

tiket

2
Input Data Penjualan

pusrenbang
Laporan Penjualan

Gambar 4.3 DFD Pemesanan


52

4.1.6 Flow Map pembatalan tiket

Calon penumpang loket operator pusrenbang

Form Pembatalan Form Pembatalan

Data Pembatalan Data Pembatalan


Tiket Tiket

Input data
Database loket
pembatalan

Cetak Bukti
Pembatalan

Bukti nota Bukti nota


pembatalan pembatalan Bukti data
pembatalan

Cetak laporan

Lapoan Laporan
pembatalanr pembatalan

Gambar 4.4 Flowmap pembatalan tiket


53

4.1.7 Diagram Conteks Pembatalan Tiket Kereta Api

Data Permohonan
Laporan Pembatalan Tiket
Pembatalan

SI Tiket Online KA
Calon Penumpang Pusrenbang

Gambar 4.5 Diagram conteks pembatalan tiket

4.1.8 Data Flow Diagram (DFD) pembatalan

1
Calon Penumpang Cetak bukti
Input data
pembatalan
pembatalan

Data Pembatalan

Nota pembatalan

2
Cetak Laporan
Pembatalan

Gambar 4.6 DFD Pembatalan


BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

. PT. KERETA API sudah mempunyai sistem informasi yang cukup baik

dalam pemesanan tiket online,dan tiket dapat dipesan di wilayah manapun yang

telah ditentukan dan resmi untuk semua jurusan dengan pemesanan tiket yang

dapat dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan.

5.2 Saran

Dari analisa dan kesimpulan diatas, Penulis memberi masukan kepada PT.

KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT BANDUNG dalam sistem

informasi pemesanan tiket online,sebaiknya dapat dilakukan lebih singkat dari 30

hari sebelum keberangkatan,agar konsumen mendapatkan kemudahan dalam

mendapatkan tiket

54

Anda mungkin juga menyukai