1.
Skala 1:50, berada pada formasi talang akar, dengan litologi dari bawah ke atas berupa:
a) batulempung dengan tebal 150 cm, warna hitam, batas kontak none
b) konglomerat dengan tebal 300 cm, ukuran butir cobble to grain, batas kontak none
c) batupasir dengan tebal 200 cm, memiliki stuktur graded bedding, batas kontak
gradational, very coarse to very fine sand
d) batupasir dengan tebal 50 cm, memiliki stuktur planar cross bedding, batas kontak
gradational, medium sand
e) batupasir dengan tebal 50 cm, memiliki stuktur ripple mark, batas kontak none, fine sand
f) batulempung dengan tebal 200 cm, mengandung fosil akar, batas kontak none
g) coal dengan tebal 50 cm, warna hitam, batas kontak none
h) batulempung dengan tebal 150 cm, mengandung fosil daun, batas kontak none
2. Skala 1:100, dengan litologi dari bawah ke atas berupa:
a) konglomerat dengan tebal 450 cm, ukuran butir cobble to grain, batas kontak
gradational, very coarse to pebble, warna coklat, kemas grain supported fabric, bersifat
karbonatan, formasi Waturanda
b) batupasir dengan tebal 700 cm, ukuran butir coarse to very coarse, batas kontak
gradational, warna putih kecoklatan, kemas grain supported fabric, moderately, graded
bedding (fining upward), karbonatan, formasi Penosogan
c) batupasir dengan tebal 600 cm, ukuran butir fine to coarse, batas kontak gradational,
warna abu-abu, kemas grain supported fabric, memiliki struktur sedimen horizontal
laminasi, karbonatan, formasi Penosogan
d) batupasir dengan tebal 800 cm, ukuran butir very fine, batas kontak gradational, warna
abu-abu, matrix supported fabric, well sorted, memiliki struktur sedimen cross bedding,
karbonatan, formasi Penosogan
e) batulanau dengan tebal 150 cm, ukuran butir silt, batas kontak sharp, matrix supported
fabric, memiliki struktur sedime ripple cross lamination, very well sorted, karbonatan,
formasi Penosogan
f) batulempung dengan tebal 100 cm, ukuran butir clay, batas kontak sharp, memiliki
struktur sedimen laminasi, matrix supported, warna abu-abu, karbonatan, formasi
Penosogan
3. Skala 1:100, berada pada formasi talang akar, dengan litologi dari bawah ke atas berupa:
a) konglomerat dengan tebal 400 cm, ukuran butir cobble to pebble, batas kontak
gradational, , poorly sorted, warna jingga, granular
b) batupasir dengan tebal 200 cm, ukuran butir coarse to very coarse, batas kontak
erotional, warna abu-abu, moderately sorted, granular supported fabric
c) batupasir dengan tebal 250 cm, ukuran butir fine to medium, batas kontak erotional,
warna krem, well sorted, grain supported fabric, memiliki struktur laminasi
d) batupasir dengan tebal 150 cm, ukuran butir coarse, batas kontak erotional, warna coklat,
moderately sorted, grain supported fabric, memilliki struktur channel
e) batupasir dengan tebal 150 cm, ukuran butir fine to very fine, batas kontak sharp, warna
krem, well sorted, grain supported fabric, memiliki struktur cross bedding, mengandung
fosil kayu
f) mudstone dengan tebal 130 cm, ukuran butir clay to silt, batas kontak sharp, matrix
suported fabric, memiliki struktur ripple mark, warna abu-abu, mengandung fosil kayu
g) batulempung dengan tebal 270 cm, ukuran butir clay, batas kontak none, warna putih
keabuan, well sorted, matrix supported fabric, overbank deposit.