100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
726 tayangan7 halaman

K3 di Puskesmas: Program dan Implementasi

Dokumen tersebut membahas kerangka acuan program kesehatan dan keselamatan kerja di Puskesmas yang mencakup tujuan, kegiatan pokok seperti identifikasi bahaya, penerapan protokol keselamatan, imunisasi, dan pengelolaan limbah, serta cara pelaksanaannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat.

Diunggah oleh

kusnadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
726 tayangan7 halaman

K3 di Puskesmas: Program dan Implementasi

Dokumen tersebut membahas kerangka acuan program kesehatan dan keselamatan kerja di Puskesmas yang mencakup tujuan, kegiatan pokok seperti identifikasi bahaya, penerapan protokol keselamatan, imunisasi, dan pengelolaan limbah, serta cara pelaksanaannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi tenaga kesehatan, pasien, dan masyarakat.

Diunggah oleh

kusnadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS GAJI
Jalan Raya Gaji Nomor 01 Desa Gaji Kecamatan Kerek
E-mail : pkmgaji01@[Link]
TUBAN 62356

KERANGKA ACUAN PROGRAM


KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PUSKESMAS

I. Pendahuluan
Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup
sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang
diakibatkan oleh pekerjaan. Untuk itu, pengelola tempat kerja wajib
melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan
penyakit, peningkatan kesehatan, penanganan penyakit, dan pemulihan
kesehatan pada pekerja.

II. Latar belakang


Fasyankes sebagai institusi pelayanan kesehatan merupakan salah
satu tempat kerja yang memiliki risiko terhadap keselamatan dan
kesehatan kerja baik pada SDM Fasyankes, pasien, pendamping pasien,
pengunjung, maupun masyarakat di sekitar lingkungan Fasyankes. Potensi
bahaya keselamatan dan kesehatan kerja di Fasyankes meliputi bahaya
fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial, dan bahaya kecelakaan kerja.
Potensi bahaya biologi penularan penyakit seperti virus, bakteri, jamur,
protozoa, parasit merupakan risiko kesehatan kerja yang paling tinggi pada
Fasyankes yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja. Selain itu
adanya penggunaan berbagai alat kesehatan dan teknologi di Fasyankes
serta kondisi sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standar
keselamatan akan menimbulkan risiko kecelakaan kerja dari yang ringan
hingga fatal.
WHO pada tahun 2000 mencatat kasus infeksi akibat tertusuk jarum
suntik yang terkontaminasi virus diperkirakan mengakibatkan Hepatitis B
sebesar 32%, Hepatitis C sebesar 40%, dan HIV sebesar 5% dari seluruh
infeksi baru. Panamerican Health Organization tahun 2017 memperkirakan
8-12% SDM Fasyankes sensitif terhadap sarung tangan latex. Di
Indonesia berdasarkan data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan tahun 1987-2016
terdapat 178 petugas medis yang terkena HIV AIDS. Penelitian yang
dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan pada tahun 1998 menunjukkan bahwa 85%
suntikan imunisasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan ternyata tidak
aman (satu jarum dipakai berulang) dan 95% petugas kesehatan mencoba
ketajaman jarum dengan ujung jari. Selain itu dari hasil penelitian Start
dengan Quick Investigation of Quality yang melibatkan 136 Fasyankes dan
108 diantaranya adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas),
menunjukkan bahwa hampir semua petugas Puskesmas belum
memahami dan mengetahui tentang kewaspadaan standar.
Hasil penelitian lain di wilayah Jakarta Timur yang dilakukan oleh Sri
Hudoyo (2004) menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan petugas
menerapkan setiap prosedur tahapan kewasdapaan standar dengan benar
hanya 18.3%, dengan status vaksinasi Hepatitis B pada petugas
Puskesmas masih rendah yaitu 12,5%, dan riwayat pernah tertusuk jarum
bekas yaitu 84,2%. Kasus terjadinya kecelakaan kerja yang fatal pada
Fasyankes pernah beberapa kali terjadi seperti kasus tersengat listrik,
kebakaran, terjadinya banjir, bangunan runtuh akibat gempa bumi dan
kematian petugas kesehatan karena keracunan gas CO di Fasyankes.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, perlu dilakukan peningkatan upaya
keselamatan dan kesehatan kerja di Fasyankes.
Selain itu berdasarkan peraturan perundang-undangan terdapat hak
bagi setiap orang untuk mendapatkan perlindungan atas risiko terjadinya
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, demikian juga bagi SDM
Fasyankes, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun masyarakat
di sekitar lingkungan Fasyankes.

III. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus


a. Tujuan umum:
Diharapkan Fasyankes dapat menyelenggarakan K3 di Fasyankes
secara berkesinambungan sehingga tujuan dari upaya keselamatan
dan kesehatan kerja dapat tercapai dengan baik.
b. Tujuan khusus:
[Link] acuan kepada Fasyankes dalam
menyelenggarakan K3 di Fasyankes.
2. Menciptakan Fasyankes yang sehat, aman, dan nyaman bagi
SDM Fasyankes, pasien, pengunjung, maupun lingkungan
Fasyankes melalui penyelenggaraan K3 secara optimal,
efektif, efisien dan berkesinambungan, sehingga proses
pelayanan berjalan baik dan lancar.

IV. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
1. Pengenalan potensi bahaya - Pengkajian identifikasi resiko
dan pengendalian risiko K3 - Analisa resiko
di Fasyankes - Menyusun potensi bahaya
2 Penerapan kewaspadaan Penggunaan APD
standard
3 Penerapan Prinsip Senam Peregangan
Ergonomi
4 Pemeriksaan Kesehatan Pemiksaan kesehatan berkala
berkala oleh koordinator Kesjaor

5 Pemberian Imunisasai bagi Pemberian Imunisasi bagi


SDM Fasyankes yg berisiko Petugas P2P

6 Pembudayaan PHBS di - Survey jentik


tempat kerja - Monitoring kebersihan
- Gerakan Jum’at bersih
- Larangan Merokok
- Pemberian buah sehat gratis
7 Pengelolaan SarPras dari - Monitoring APAR
aspek K3 - Pengukuran pencahayaan,
kelembapan dan kebisingan
- Pemeliharaan Peralatan Medis
Bangunan gedung sesuai
standar
8 Kesiapsiagaan menghadapi Pengisian jadwal tim bencana
kondisi darurat atau
bencana termasuk
kebakaran (Emergency
Response Plan)
9 Pengelolaan Bahan Identifikasi dan inventarisasi
Berbahaya dan beracun dan limbah B3
Limbah B3

10 Pengelolaan Limbah Monitoring dan evaluasi


Domestik pengelolaan limbah domestik

11 Sosialisasi K3 Sosialisasi K3 dan APAR

12 Laporan K3 -Laporan semester sesuai PMK


-Laporan Tahunan sesuai PMK

V. Cara melaksanakan kegiatan


No. Rincian Kegiatan Cara Melaksanakan Sasaran
Kegiatan
1. Pengkajian Tiap program
identifikasi resiko membuat register UKP,UKM,ADMEN
resiko

2 Analisa resiko Pertemuan tiap


Tim K3
tribulan

3 Menyusun potensi Pertemuan Tim K3


bahaya
4 Penggunaan APD Koordinasi dengan Petugas
PPI

5 Senam Senam peregangan Petugas


Peregangan dilakukan setiap hari
setiap jam 10.00 pagi

6 Pemiksaan Tes kebugaran dan


kesehatan berkala pemeriksaan
Petugas
oleh koordinator kesehatan
Kesjaor

7 Pemeriksaan Pemeriksaan
Hepatitis Bidan dilakukan oleh Bidan Desa
Desa petugas Laboratoium

8 Survey jentik Monitoring dilakukan


Petugas Kesling
seminggu sekali

9 Monitoring Monitoring Petugas Kesling


kebersihan
10 Gerakan Sabtu Gotong royong setiap
bersih Seluruh staff
sebulan sekali

11 Larangan Merokok Denda bagi yg


merokok, banner
Seluruh staff
larangan merokok
disertai pergub

12 Pemberian buah Buah gratis untuk


sehat gratis seluruh staff sebulan
sekali bersamaan dg Seluruh staff
jumat bersih

13 Monitoring APAR Monitoring APAR TIM K3

14 Pengukuran
pencahayaan, Monitoring tribulan
kelembapan dan Petugas Kesling
kebisingan

15 Pemeliharaan Inventaris, Kalibrasi


Peralatan Medis PJ Sarpras

16 Bangunan gedung Monitoring 1 tahun 2


sesuai standar PJ Sarpras
kali

17 Pengisian jadwal Mengisi pada papan


tim bencana bencana 1 bulan Tim K3
sekali

18 Identifikasi dan Menyususun


inventarisasi identifikasi dan
limbah B3 Koordinator
inventarisasi limbah
kesling
B3 oleh koordinator
kesling

19 Monitoring dan
evaluasi Observasi lapangan,
Tim K3
pengelolaan ceklist
limbah domestik

20 Sosialisasi K3 dan TIM K3, Seluruh


APAR Pertemuan
staff

21 Laporan semester
Membuat Laporan Tim K3
sesuai PMK

22 Laporan Tahunan Membuat Laporan Tim k3


sesuai PMK
VI. Sasaran
Sasaran dalam kegiatan ini adalah:
1. Pimpinan / manajemen Puskesmas
2. SDM Puskesmas
3. Pasien
4. Pengunjung/ pengantar pasien
5. Lingkungan Puskesmas

VII. Peran Lintas Program

No. Lintas Program Peran


1. PJ UKM Membuat register resiko UKM
2. PJ UKP Membuat register resiko UKP
3. PJ ADMEN Membuat register resiko ADMEN
4. Kesjaor Pemeriksaan Kesehatan secara berkala
5. PPI Monitoring penggunaan APD
6. PJ Sarpras - Pemeliharaan peralatan medis
- Bangunan Gedung sesuai standar
7. Kesling - Melakukan survey jentik
- Monitoring kebersihan
- Pengukuran pencahayaan,
kelembapan dan kebisingan
- Menyususun identifikasi dan inventarisasi
limbah B3

VIII. Peran Lintas Sektor


Dinas Kesehatan : Menerima laporan dari Tim K3

IX. Tata Nilai


SENYUM
Salam : Memberikan salam setiap memulai kegiatan
Edukasi : Memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat
NYaman : Memberikan rasa nyaman saat melakukan pelayanan
kesehatan
Utama : Mengutamakan pelayanan kesehatan kepada sasaran /
pengunjung pelayanan kesehatan
Motifasi : Memberikan motifasi untuk hidup sehat

X. Jadwal pelaksanaan kegiatan


Bulan
No. Rincian Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Pengkajian x
identifikasi resiko
2 Analisa resiko x
3 Menyusun potensi x
bahaya
4 Penggunaan APD x x x x x x x x x x x x
5 Senam Peregangan x x x x x x x x x x x x

6 Pemiksaan x
kesehatan berkala
oleh koordinator
Kesjaor

7 Pemeriksaan x
Hepatitis Bidan Desa

8 Survey jentik x x x x x x x x x x x x

9 Monitoring x x x x x x x x x x x x
kebersihan
10 Gerakan Sabtu x x x x x x x x x x x x
bersih
11 Larangan Merokok x x x x x x x x x x x x
12 Pemberian buah x x x x x x x x x x x x
sehat gratis
13 Monitoring APAR x x x x
14 Pengukuran x x
pencahayaan,
kelembapan dan
kebisingan
15 Pemeliharaan x x x x x x x x x x x x
Peralatan Medis
16 Bangunan gedung x x
sesuai standar
17 Pengisian jadwal tim x x x x x x x x x x x x
bencana

18 Identifikasi dan x x
inventarisasi limbah
B3, monitoring &
evaluasi

19 Monitoring dan x x x x
evaluasi pengelolaan
limbah domestik

20 Sosialisasi K3 dan x x x x
APAR

21 Laporan semester x x
sesuai PMK

22 Laporan Tahunan x
sesuai PMK

XI. Pembiayaan dan Anggaran


-
XII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Evaluasi kegiatan dilakukan oleh Tim K3 setelah selesai
kegiatan. Laporan kegiatan dilakukan setiap selesai kegiatan.

XIII. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan


1. Pencatatan
- Notulen
- LHK
- Lembar monitoring
- Dokumentasi
- Kartu Inventarisasi
2. Pelaporan
Pelaporan kegiatan ini dilakukan ketika telah selesai melakukan
kegiatan. Laporan dibuat oleh tim k3 kemudian dilaporkan kepada
kepala puskesmas dan PJ Mutu saat RTM. Laporan K3 semesteran
dibuat tiap 6 bulan. Laporan K3 Tahunan dibuat setiap akhir tahun
3. Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan cara mengisi chek list dan dilakukan
setelah selesai kegiatan.

Gaji, 2 Januari 2021


Mengetahui
Kepala Puskesmas Gaji Ketua Tim K3

drg. Risa Wahyuningsih Nurul Yuliati, SST


NIP.19780125 200501 2 005 NIP. 19780706 200812 2 029

Anda mungkin juga menyukai