0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan10 halaman

ICRA Pencegahan Infeksi di RSUD Purbalingga

Dokumen tersebut membahas tentang Infection Control Risk Assesment (ICRA) CSSD di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2020. ICRA bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko terjadinya infeksi di rumah sakit berdasarkan skala prioritas, sebagai pedoman untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mencegah penularan infeksi. ICRA dilakukan setiap tahun untuk menilai risiko di unit CSSD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
139 tayangan10 halaman

ICRA Pencegahan Infeksi di RSUD Purbalingga

Dokumen tersebut membahas tentang Infection Control Risk Assesment (ICRA) CSSD di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2020. ICRA bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko terjadinya infeksi di rumah sakit berdasarkan skala prioritas, sebagai pedoman untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mencegah penularan infeksi. ICRA dilakukan setiap tahun untuk menilai risiko di unit CSSD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INFECTION CONTROL RISK ASSESMENT ( ICRA ) CSSD

KOMITE PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
2020

1. Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Oleh karena itu rumah sakit di tuntut untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu
sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi di rumah
sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi
(PPI), yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan,
serta monitoring dan evaluasi.
HAIs (Hospital-Acquired Infections)ini dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau disebut juga
sebagai infeksi di rumah sakit yang merupakan komplikasi paling sering terjadi di pelayanan
kesehatan. Infeksi merupakan efek yang paling sering didapatkan dari rumah sakit yang
mempengaruhi sekitar 5 sampai 10% dari pasien rawat inap di Negara maju, dan menjadi beban besar
di negara-negara yang berlatarbelakang rendah (Kadi dan Salati, 2012).Dampak yang diakibatkan
infeksi nosokomial (HAIs) sangat banyak diantaranya dapat menimbulkan risiko terpapar infeksi yang
tidak hanya dialami oleh pasien tetapi juga untuk petugas kesehatan, keluarga, dan pengunjung
(Darmadi, 2008). Menurut Weston (2013) bahwa HAIs juga berdampak pada pasien dan keluarga
akan kehilangan pendapatan, bahaya, cacat atau kematian, peningkatan lama perawatan, pengeluaran
tambahan bagi rumah sakit dan dapat menurunkan citra rumah sakit.
Pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit umum daerah dr. R. Goeteng
Taroenadibrata Purbalingga sangat penting untuk dilaksanakan di rumah sakit sebagai tempat fasilitas
pelayanan kesehatan, disamping sebagai tolak ukur mutu pelayanan juga untuk melindungi pasien,
petugas, pengunjung dan keluarga serta lingkungan dari resiko tertular penyakit infeksi karena
perawatan, bertugas dan berkunjung ke rumah sakit. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka
untuk pendukung kegiatan tersebut perlu di susunnya Infection Control Risk Assesment ( ICRA )
CSSD yang dikerjakan setahun sekali.

2. Tujuan
Mengetahui derajat resiko terjadinya infeksi di rumah sakit berdasarkan skala prioritas yang
mengikuti pedoman penilaian yang ada. Rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan dan
fasilitas pelayanan kesehatan lainnya melalui pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit
dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, meliputi kualitas pelayanan, manajemen risiko, clinical
governance, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu, sebagai pedoman bagi direktur rumah
sakit umum daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya dalam menjalankan tugas dan program PPI, serta mengetahui prioritas penyelesaian masalah
berdasarkan skala resiko yang ada dalam melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian
infeksi.
3. Infection Control Risk Assesment (Terlampir)
4. Penutup
Demikianlah Infection Control Risk Assesment ( ICRA ) ini dibuat, dengan harapan kegiatan
ini dapat menjadi acuan dalam rangka meminimalkan risiko terjadinya infeksi di Rumah Sakit
Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan, dengan adanya Infection Control
Risk Assesment ( ICRA ) maka pelaksanaan kegiatan pekerjaan PPI ini dapat dilaksanakan dengan
baik sesuai skala prioritas yang ada dan sesuai kemampuan anggaran RSUD dr. R. Goeteng
Taroenadibrata Purbalingga

Purbalingga, Januari 2020

Disusun Oleh , Disetujui Oleh ,

Achmad Zaeni Prijanto, S. Kep. Ns dr. Indra Adhi Nugraha, [Link], Msc
IPCN Ketua Komite PPI
Infection Control Risk Assesment (ICRA) DI UNIT CSSD
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2020
Probality Risk/impact (Health,Finacial,Legal,Regulatory) Current systems Score

Sangat Sering (tiap minggu/ bulan)


Kematian Cidera
yang Cidera sedang,
Cidera Peratur

Sering (beberapa kali/th)


tidak luas/ berkurang Peratur Peratura

Sangat Jarang (>5th)


ringan an ada, Peratura

Mungkin (1-2th)
berhubu berat, nya fungsi an, n,

Jarang (> 2-5th)


dan Tidak fasilita n,
ngan kehilan motorik/ Tidak fasilita fasilitas
dapat ada s tdk fasilitas
dengan gan sensorik/ Ada s ada, ada tdk
N Potensial Resiko/ diatasi peratu ada, ada
perjalana fungsi psikologi Cider tdk sll
o Masalah dengan ran tdk dilaksan
n motori dan a dilaksa dilaksan
P3K (None) dilaksa akan
penyakit k memperpa nakan akan
(Minor nakan (Solid)
nya (Mayor njang lama (Fair) (Good)
) (Poor)
(Katatrop ) perawatan
ik) (Moderat)

Prioritas/ Frekuensi Dampak Klinis/Konsekuensi Sistem Yg Ada


5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
1 Aktivitas Pencegahan Yang Belum Berjalan
Kurangnya
kepatuhan
  5           4         4       13
pelaksanaan
cuci tangan
Ketidak
sesuaian
    3           2         2   7
penggunaan
  APD
Ketidak
sesuaian
penatalaksanaan
peralatan
(cleaning),
  4         4             2   10
desinfeksi,
pengemasan
sterilisasi,
penyimpanan,
  dan distribusi
2 Petugas Kesehatan

  4         4             2   10
  Kurangnya
Pengetahuan
Staf ttg PPI
3 Kebijakan & Prosedur
Sudah adanya
prosedur
  4           3       4       11
pengelolaan alat
  steril yg sama
Probality Risk/impact (Health,Finacial,Legal,Regulatory) Current systems Score
Sangat Sering (tiap minggu/ bulan)

Kematian Cidera
yang Cidera sedang,
Cidera Peratur
Sering (beberapa kali/th)

tidak luas/ berkurang Peratur Peratura

Sangat Jarang (>5th)


Mungkin (1-2th) ringan an ada, Peratura
berhubu berat, nya fungsi an, n,
Jarang (> 2-5th)
dan Tidak fasilita n,
ngan kehilan motorik/ Tidak fasilita fasilitas
dapat ada s tdk fasilitas
dengan gan sensorik/ Ada s ada, ada tdk
N Potensial Resiko/ diatasi peratu ada, ada
perjalana fungsi psikologi Cider tdk sll
o Masalah dengan ran tdk dilaksan
n motori dan a dilaksa dilaksan
P3K (None) dilaksa akan
penyakit k memperpa nakan akan
(Minor nakan (Solid)
nya (Mayor njang lama (Fair) (Good)
) (Poor)
(Katatrop ) perawatan
ik) (Moderat)

Prioritas/ Frekuensi Dampak Klinis/Konsekuensi Sistem Yg Ada


5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Monitoring
evaluasi
penatalaksanaan
  4             2       3   1 10
prosedur
pengelolaan
  sterilisasi ada
4 Lingkungan                              
Tersedianya
ruang sterilisasi       2     4             2   8
  central
Fasilitas sarana
sterilisasi blm     3       4         4       11
  sesuai standar

Purbalingga, 30 Desember 2020


Mengetahui Disusun oleh,

dr. Indra Adhi Nugraha, Msc, Sp. Achmad Zaeni Prijanto.,


PD [Link].,Ns
Ketua Komite PPI IPCN

Menyusun prioritas masalah

ICRA CSSD - PRIORITAS MASALAH


NO Potensial Risk/Masalah SCORE

1 Kurangnya kepatuhan pelaksanaan cuci tangan 13


2 Fasilitas sarana sterilisasi blm sesuai standar 11
3 Belum adanya prosedur pengelolaan alat steril yg sama 11

4 Ketidak sesuaian penatalaksanaan peralatan (cleaning), desinfeksi, pengemasan sterilisasi, 10


penyimpanan, dan distribusi

a. Menyusun Analisis Akar masalah dari prioritas tertinggi dengan FISHBONE Analysis
FISHBONE ANALYSIS KETIDAKPATUHAN MELAKUKAN HAND HYGIENE

Material Machine Metode

Tidak ada wastafel atau tempat cuci tangan SPO tidak disosialisasikan berkala
Kurangnay monitoring
terhadap tahapan HH
Tidak adanya Handrub
terdekat
Terbatasnya tissue
Ketidakpatuhan melakukan Hand Hygiene

Mahal

Lupa, buru-buru
Kurangnya kepatuhan petugas
rangnya pemahaman petugas
Ku

Man Money
2. Kelola Risiko
a. Menyusus strategi perbaikan atau menyusun rencana tindak lanjut (IC PLAN)
PERENCANAAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (IC PLAN)
No Kelompok
TUJUAN TUJUAN
Risiko/ Skor Prioritas STRATEGI RINCIAN KEGIATAN PIC TEMPAT WAKTU
UMUM KHUSUS
Masalah
1 Ketidakpatu 13 1 Meningkatkan 1. Memutus 1. Edukasi Petugas 1. Pelatihan internal Diklat CSSD Setiap
han Kepatuhan mata rantai CSSD ttg HH hand hygiene Hand Bulan
melakukan HH diunit penularan 2. Tersedianya fasilitas HH 2. Mengadakan fasilitas Hygiene
Hand CSSD infeksi 3. Audit HH hand hygiene terdekat CSSD
Hygiene 2. Petugas 3. Menghitung dan
mampu mengendalikan ketersediaan
melaksana- tisu cuci tangan dan
kan HH handrub
sesuai 4. Melakukan audit internal
dengan 5 hand hygiene untuk CSSD
moment dan
6 langkah

2 Fasilitas 11 2 Mencegah 1. Meningka 1. Kaji fasilitas & sarana 1. Catat fasilitas yang ada yang IPCN CSSD 6
sarana terjadinya tkan alat sterilisasi yang sudah sudah sesuai Ka CSSD bulan
kontaminasi pelayanan ada 2. Usulkan ke managemen untuk
sterilisasi 2. Membuat usulan ke
silang dari sterilisasi penyediaan ruang sterilisasi
blm sesuai peralatan dan di Rumah manajemen untuk yang sesuai standar
standar lingkungan Sakit penyediaan ruang
sterilisasi tersentral

3 Belum 11 3 Mencegah 1. Tersedianya 1. Pembuatan Kebijakan, 1. Memberikan edukasi kepada IPCN CSSD Setiap
adanya terjadinya acuan kerja Pedoman dan SPO petugas CSSD tentang SPO CSSD Bulan
prosedur kontaminasi bagi petugas Sterilisasi alat dan Kebijakan
pengelolaan silang sterilisasi 2. Sosialisasi Kebijakan, 2. Lakukan monitoring
sterilisasi peralatan dan 2. Pengelolaan Pedoman dan SPO kebijakan SPO
yg sama lingkungan sterilisasi 3. Monitoring pelaksanaan
sesuai
pengelolaan sterilisasi
standart yang
ditetapkan
4 Ketidak 10 4 Mencegah 1 Tersedianya 1. Pembuatan Kebijakan, 1. Memberikan edukasi kepada IPCN CSSD Setiap
sesuaian terjadinya acuan kerja Pedoman dan SPO petugas CSSD tentang SPO CSSD Bulan
kontaminasi bagi petugas Sterilisasi alat dan Kebijakan
penatalaks sterilisasi
silang 2. Sosialisasi Kebijakan, 2. Lakukan monitoring
anaan peralatan dan 2 Pengelolaan Pedoman dan SPO kebijakan SPO
peralatan lingkungan sterilisasi 3. Monitoring pelaksanaan
sesuai pengelolaan sterilisasi
(cleaning), standart yang
desinfeksi, ditetapkan
pengemas
an
sterilisasi,
penyimpa
nan, dan
distribusi
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No Jenis Kegiatan Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov Des

1 Pelatihan internal hand hygiene


2 Mengadakan fasilitas hand hygiene
Terdekat
3 Menghitung dan mengendalikan
ketersediaan tisu cuci tangan dan handrub
4 Melakukan audit internal hand hygiene
untuk CSSD

Anda mungkin juga menyukai