DISUSUN OLEH: DOSEN PENGAMPUH:
NUR ASYIFAH MAN (60100119002) IRMA RAHAYU, S.T.,M.T
SRI UTARI ZAINAL (60100119008)
FAUZIAH AZZAHRA (60100119011) MATA KULIAH:
SISTEM UTILITAS BANGUNAN
KELAS: 4/A
Plumbing adalah “segala sesuatu yang berhubungan dengan
pelaksanaan pemasangan pipa dengan peralatannya di
dalam gedung atau gedung yang berdekatan yang
bersangkutan dengan: air hujan, air buangan dan air minum
yang dihubungkan dengan sistem kota atau sistem lain yang
dibenarkan.”
Instalasi plumbing harus memenuhi persyaratan:
Kesehatan:Penghuni &Lingkungan
Keamanan
Teknis, dan lain-lain
Prinsip dasar plumbing termasuk masalah kualitas air, dan
masalah pencemaran terhadap lingkungan. Peraturan yang
berlaku di Indonesia adalah sesuai dengan standar SNI No.
01-0220-1987 yang membahas tentang air minum yang boleh
dialirkan melalui peralatan plumbing
Pada dasarnya ada dua sistem pengaliran air di gedung,
yaitu:
1. Pengaliran keatas yang juga disebut transfer, dan
2. Pengaliran ke bawah yang juga disebut distribusi
Kedua sistem tersebut dibahas di detai pada sub judul
pembagian instalasi air di bawah.
Pembagian plumbing gedung dan perumahan sedikit
berbeda, perbedaannya adalah di gedung lebih lengkap dan
biasanya ada peralatan pengolahan dll.
Pembagian plumbing antara lain adalah :
I. Instalasi plumbing untuk air bersih,
II. Instalasi plumbing untuk air bekas,
III. Instalasi plumbing untuk air kotor,
IV. Instalasi plumbing untuk vent,
V. Instalasi plumbing untuk air hujan.
[Link] Plumbing Untuk Air Bersih
Instalasi ini berfungsi untuk menyalurkan media air yang
bersih / layak pakai, misalkan untuk kebutuhan memasak,
mandi, cuci pakaian dan lain – lain.
Instalasi air bersih di gedung dibagi menjadi :
a) Instalasi Suplai Air Bersih
Cara kerja bagian instalasi suplai air bersih adalah :
Proses dan cara kerja suplai air bersih dimulai dari tangki
bawah (ground tank),
Pompa transfer menghisap air dari tangki bawah dan
menyalurkan melalui pipa transfer menuju tangki atas
(roof tank).
Pada sistem otomatis, pompa akan terus menyala hingga
tangki atas penuh, untuk mengetahui bahwa air di tangki
atas penuh adalah dengan memasang level switch, radar
air atau bisa menggunakan WLC (Water level Control).
Beberapa sistem mungkin lebih modern, dan akan
dibahas di artikel lainnya. Untuk gedung tingkat tinggi
(banyak) perlu penambahan pompa booster pada beberapa
lantai agar tekanan sampai hingga ke roof tank, hal ini
tergantung kepada ketinggian roof tank dan kekuatan
pompa transfer yang dipakai.
b) Instalasi Distribusi Air bersih
Instalasi distribusi dimulai dari tangki atas (roof tank),
disalurkan dengan pipa vertikal, pada gedung yang tinggi
perlu penambahan PRV (valve pengatur tekanan, Pressure
Relief Valve) ini berfungsi untuk mengurangi tekanan karena
perbedaan pengaruh gaya gravitasi bumi pada tiap lantainya.
Dan menyesuaikan tekanan untuk pemakaian.
.
Catatan :
Memahami tekanan pengaruhnya terhadap ketinggian
pada pipa distribusi gravitasi, secara teori setiap ketinggian
20 meter, tekanan akan turun sekitar 2 BAR, dan sebaliknya
setiap ketinggian turun tekanan akan terus bertambah.
Suatu misal : sebuah gedung memiliki jumlah lantai 30
tingkat, setiap tingkat memiliki ketinggian 4 meter, maka
total ketinggian gedung adalah 80 meter. Jika pada tingkat
teratas air di dalam pipa distribusi memiliki besar tekanan 6
\BAR maka:
o
Pada lantai 26 tekanan menjadi 8 BAR,
Pada lantai 22 tekanan menjadi 10 BAR,
Pada lantai 17 tekanan menjadi 12 BAR,
dan seterusnya …
Arah aliran instalasi ini adalah ke titik – titik pemakaian
di gedung.
2. Instalasi Plumbing Untuk Air Bekas
Instalasi air bekas adalah instalasi plumbing yang
menyalurkan air bekas dari pemakaian, misalkan dari :
wastafel, air mandi, dan lain – lain. (perhatikan perbedaan air
bekas dan air kotor).
Arah aliran air bekas ini tergantung perencanaan, yaitu
bisa diproses dulu demi kelayakan buang ke saluran kota,
atau langsung dibuang. Beberapa gedung memisahkan
antara instalasi pemakaian umum dengan pemakaian
khusus, misalnya air bekas dari dapur restaurant dan lian –
lain. Yang banyak mengandung minyak dan bekas masakan.
Pemakaian water trap mungkin solusi lainnya.
3. Instalasi Plumbing Untuk Air Kotor,
Untuk air yang dibuang dari closet, urinoir, dan
pemakaian khusus seperti minyak bekas dari dapur
restaurant yang memerlukan penanganan khusus masuk
pada instalasi air kotor.
Arah aliran air kotor sesuai peraturan harus ke unit
proses pengolahan agar layak dibuang ke saluran kota.
Penggunaan STP untuk gedung dengan kapasitas
pembuangan air kotor yang tinggi sangat
[Link] untuk perumahan cukup
menggunakan septiktank.
4. Instalasi Plumbing Untuk Vent
Instalasi ini yang kurang dipahami oleh banyak orang,
secara fungsi, instalasi ini berguna untuk mengisi udara
pada instalasi air kotor dan air bekas.
Kenapa buangan air kotor dan air bekas tidak lancar?
Salah satu penyebabnya adalah tidak ada instalasi
pipa vent, selain karena masalah yang lain. Pada saat terjadi
pembuangan air kotor atau air bekas ke instalasi pipa air
kotor dan air bekas, terjadi gaya tarik dari
bumi (gravitasi), ada beberapa titik pada instalasi air kotor
yang menyebabkan terjadi vakum,
hal ini biasanya ber-efek misalkan
pada closet atau urinoir mengeluarkan gelembung yang
sebenarnya bukan mengeluarkan, justru membutuhkan
udara untuk mengisi ruang vakum tersebut. Kotoran dan
lain-lain di dalam pipa air kotor akan tertahan karenanya.
Penambahan instalasi pipa vent akan mengatasi hal itu
yaitu memasukkan udara bebas ke ruang vakum dan air
kotor / bekas akan secara bebas mengikuti gaya gravitasi
bumi.
Air vent harus selalu pada posisi atas untuk
menghindari masuknya air ke dalam pipa vent. Untuk
gedung bertingkat pipa vent mengambil udara dari atap
tertinggi gedung.
5. Instalasi plumbing untuk air hujan
Instalasi pipa untuk menyalurkan air hujan dari
atap, deck, kanopi, atau tempat yang menerima air hujan
untuk disalurkan hingga saluran kota.
Air bersih yang dipakai pada bangunan seharusnya
mengikuti kualitas air bersih standar WHO (di Jepang harus
sesuai UU Pengaman Sanitasi Gedung). Pada sistem
plambing pada bangunan gedung terdapat empat sistem
penyediaan air bersih, yaitu sistem sambungan langsung,
sistem tangki atap, sistem tangki tekan, dan sistem tanpa
tangki.
sistem penyediaan air bersih :
1. Sistem Penyambungan Langsung
Mekanisme dari sistem
sambungan langsung yaitu air
bersih dari PAM melalui pipa
utama PAM masuk ke instalasi
meteran air dan air langsung
didisribusikan ke seluruh
[Link] ini diterapkan
pada bangunan rumah.
2. Sistem Dengan Menggunakan Tangki Atap
(Roof Tank)
Pada sistem tangki atap, air
bersih ditampung terlebih dahulu
pada ground reservoir / tangki air
bawah kemudian dipompa ke
tangki atap. Dari tangki atap, air
didistribusikan ke jaringan
perpipaan dalam gedung dengan
sistem gravitasi.
3. Sistem Dengan Menggunakan Tangki Tekan
Pada sistem tangki tekan, air bersih ditampung pada
ground reservoir / tangki air bawah kemudian
dipompakan ke dalam tangki bertekanan.
Air dalam tangki
bertekanan dialirkan ke
seluruh jaringan perpipaan
gedung. Pompa bekerja
secara otomatis dan akan
berhenti jika tekanan
tangki telah mencapai
suatu batas minimum yang
ditetapkan.
4. Sistem menggunakan bosster pump secara
langsung.
Sebuah pompa di sambungan langsung dari pipa utama
sebagai discharge-nya / inputnya, dan bagian keluaran /
suction pompa langsung masuk instalasi rumah atau
gedung. Namun sistem ini sangat dilarang penyedia pasokan
air, semisal PDAM.
Instalasi Air Kotor
• Instalasi air kotor adalah instalasi pemipaan penyaluran
atau pembuangan air kotor yang mengikuti standar dan
ketentuan-ketentuan teknis sehingga tidak mempunyai
dampak negatif terhadap lingkungan.
• Air kotor adalah air buangan atau air limbah, atau semua
cairan yang dibuang, baik yang mengandung kotoran
manusia, kotoran hewan, bekas tumbuhan, dapur, cuci,
maupun air yang mengandung sisa proses laboratorium,
[Link] KOTOR
• Air kotor dapat dibagi menjadi :
1. Air kotor dari kamar mandi, yaitu air buangan dari KM, bak, bath-
tub, kolam renang, biasanya mengandung sabun, deterjen
(busa).
2. Air kotor dari wastafel, dapur, yaitu air buangan dari dapur,
wastafel, dll, biasanya mengandung lemak, sisa makanan.
3. Air kotor dari WC (fekal), yaitu air buangan dari WC (kloset, bidet,
urinoir) yang mengandung kotoran manusia (fekal).
4. Air buangan khusus, yaitu air buangan yang mengandung gas,
racun, bahan berbahaya (seperti berasal dari proses pabrik, air
buangan laboratorium, tempat pengobatan, rumah potong
hewan) dan mengandung radio aktif (PLTN, reaktor atom,
laboratorium penelitian, dll).
Klasifikasi Sistem Pembuangan Air Kotor
Klasifikasi menurut jenis air buangan
a) Pembuangan air kotor dari kamar mandi
b) Pembuangan air kotor dari wastafel dan dapur
c) Pembuangan air kotor dari WC
d) Pembuangan air buangan khusus
Klasifikasi Menurut Cara Pembuangan Air Kotor
a) Sistem pembuangan campuran
b) Sistem pembuangan terpisah
c) Sistem pembuangan tidak langsung
Sistem pembuangan seperti ini adalah pembuangan dari
beberapa lantai atau ruang dijadikan satu dan baru di buang.
Klasifikasi Menurut Cara Pengaliran
a) Sistem gravitasi: Cara pengaliran air kotor yang
mengandalkan gravitasi atau berprinsip pengaliran dari
tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah (pengaliran
air secara alami)
.b) Sistem tekanan (dipompa) :Cara pengaliran dengan
pompa (sistem tekanan) dilakukan bila dengan cara
gravitasi tidak bisa dilakukan. Pengaliran dengan cara ini
dilakukan untuk mengalirkan air kotor yang telah
ditampung pada sum-pit dan selanjutnya di pompa untuk
dialirkan ke riool kota.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
bersih-dan-air-kotor-prinsip-plumbing-1-1-harus-sesuai
[Link]
penyediaan-air-bersih-pada-bangunan-gedung/