IMAGE INTENSIFIER
Semua sistem fluoroskopi menggunakan Image Intisifier yang menghasilkan gambar
selama fluoroskopi dengan mengkonversi low intensity full size image ke high-intensity minified
image. Image Intisifier adalah alat yang berupa detektor dan PMT (di dalamnya terdapat
photocatoda, focusing electroda, dinode, dan output phospor). Sehingga memungkinkan untuk
melakukan fluoroskopi dalam kamar dengan keadaan terang dan tanpa perlu adaptasi gelap
(Sjahriar Rasad, 1998).
Proses Terjadinya Gambaran pada Fluoroskopi
Pada saat pemeriksaan fluoroskopi berlangsung, berkas cahaya sinar-x primer
menembus tubuh pasien menuju input screen yang berada dalam Image Intensifier Tube yaitu
sebuah tabung hampa udara yang terdiri dari sebuah katoda dan anoda. Input screen yang
berada pada Image Intensifier adalah layar yang menyerap foton sinar-x dan mengubahnya
menjadi berkas cahaya tampak, yang kemudian akan ditangkap oleh PMT (Photo Multiplier
Tube). PMT terdiri dari photokatoda, focusing elektroda, dan anoda dan output phospor.
Cahaya tampak yang diserap oleh photokatoda pada PMT akan dirubah menjadi elektron,
kemudian dengan adanya focusing elektroda elektron-elektron negatif dari photokatoda
difokouskan dan dipercepat menuju dinoda pertama. Kemudian elektron akan menumbuk
dinoda pertama dan dalam proses tumbukan akan menghasilkan elektron-elektron lain.
Elektron-elektron yang telah diperbanyak jumlahnya yang keluar dari dinoda pertama akan
dipercepat menuju dinoda kedua sehingga akan menghasilkan elektron yang lebih banyak lagi,
demikian seterusnya sampai dinoda yang terakhir. Setelah itu elektron-elektron tersebut
diakselerasikan secara cepat ke anoda karena adanya beda potensial yang kemudian nantinya
elektron tersebut dirubah menjadi sinyal listrik.
Cara Kerja Image Intensifier:
1. Saat sinar x mengenai phosphor input p dari tabung electron penguat gambar, maka akan
diubah menjadi cahaya tampak oleh layar fluorosent.
2. Phospor input yang dilengkapi dengan foto chatoda akan menghasilkan electron, jumlah
electron yang dihasilkan sesuai dengan cahaya tampak pada layer fluorosent.
Elektron – electron tersebut kemudian dipercepat dan diarahkan ke sebuah focus oleh lensa
elktrostatik. Setelah electron – electron ini sampai di daerah medan bebas, electron – electron
ini akan menyebar ke layar output yang berfluorocent sehingga dihasilkan cahaya tampak.