0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan54 halaman

Rangkaian Seven Segment pada Mikrokontroler

Dokumen tersebut membahas tentang dasar-dasar mikrokontroler MCS-51, meliputi tujuan percobaan untuk mempelajari rangkaian sistem dan software MCS-51, serta instruksi-instruksinya. Juga dibahas port paralel dan contoh kode untuk mengakses dan mengirim data ke port tersebut.

Diunggah oleh

Muhammad Fadzan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan54 halaman

Rangkaian Seven Segment pada Mikrokontroler

Dokumen tersebut membahas tentang dasar-dasar mikrokontroler MCS-51, meliputi tujuan percobaan untuk mempelajari rangkaian sistem dan software MCS-51, serta instruksi-instruksinya. Juga dibahas port paralel dan contoh kode untuk mengakses dan mengirim data ke port tersebut.

Diunggah oleh

Muhammad Fadzan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Praktikum Mikrokontroler 1

Percobaan 1

DASAR MIKROKONTROLER

Tujuan :

- Mengetahui rangkaian minimum sistem Mikrokontroler MCS-51

- Mengenal software pemrograman Mikrokontroler MCS-51

- Mengenal instruksi-instruksi pada Mikrokontroler MCS-51

- Dapat mengakses Port pada Mikrokontroler

Teori :
Mikrokontroler adalah suatu single chip yang didalamnya terdapat mikroprosesor, RAM, ROM, Timer
dan I/O Port dalam satu kesatuan, sehingga dalam menggunakannya tidak diperlukan penambahan RAM, ROM,
Timer dan I/O Port. Mikrokontroler juga ada yang memiliki Address Bus sehingga memungkinkan mikrokontroler
untuk menambahkan RAM, ROM, I/O Port dan Timer.
MCS-51 adalah nama keluarga mikrokontroler yang dibuat oleh Intel pada tahun 1981 yang produk
pertamanya adalah 8051 dan kemudian dikembangkan oleh perusahaan-perusahan lain. Beberapa jenis
mikrokontroler tersebut antara lain :
1. Intel
Mikrokontroler yang dikembangkan Intel adalah sebagai berikut:
Jenis ROM RAM TIMER I/O SERIAL INTR
PINS PORT Source
8051 4K 128 2 32 1 6
8052 8K 256 3 32 1 8
8031 0K 128 2 32 1 6

2. ATMEL
Mikrokontroler yang dikembangkan ATMEL adalah sebagai berikut:
Jenis ROM RAM TIMER I/O SERIAL INTR VCC PACK
PINS PORT Source
AT89C51 4K 128 2 32 1 6 5 40
AT89LV51 4K 256 2 32 1 6 3 40
AT89C1051 1K 64 1 15 1 3 3 20
AT89C2051 2K 128 2 15 1 6 3 20
AT89C52 8K 256 3 32 1 8 5 40
AT89LV52 8K 128 3 32 1 8 3 40

3. Dallas
Mikrokontroler yang dikembangkan DALLAS adalah sebagai berikut :

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


2 Praktikum Mikrokontroler

Jenis ROM RAM TIMER I/O SERIAL INTR VCC PACK


PINS PORT Source
DS5000-8 8K 128 2 32 1 6 5 40
DS5000-32 32K 256 2 32 1 6 5 40
DS5000T-8 8K 64 2 32 1 6 5 40

Pada RAM internal 128 byte:


- 32 byte (00H-1FH) digunakan sebagai 4 bank register umum (R0-R7)
- 16 byte (20H-2FH) merupakan bagian internal memori yang dapat dialamati secara bit (bit addressable)
- 80 byte (30H-7FH) merupakan memori bebas (stack)

Berikutnya 128 byte SFR (Special Function Register) yang berisi kumpulan register yang mempunyai
fungsi khusus antara lain pengontrol timer, interupsi, komunikasi serial, dsb. 8031 mengijinkan penggunaan RAM
eksternal maksimal 64 Kbyte yang hubungannya digambarkan di bawah ini :

Dalam praktikum ini digunakan mikrokontroler jenis AT89C51 atau AT89S51, karena mikrokontroler
tersebut sangat mudah didapat, murah dan mempunyai fasilitas yang canggih. Bahasa pemrograman yang
digunakan adalah Assembly dan C/C++ untuk keluarga MCS-51.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 3

Parallel Port
Untuk melakukan hubungan dengan piranti di luar sistem, dibutuhkan alat I/O (input/output). Sesuai
dengan namanya, alat I/O dapat menerima data dari mikrokontroler dan dapat pula memberi data ke
mikrokontroler.
Ada dua macam perantara I/O yang dipakai yaitu piranti untuk hubungan serial (UART) dan piranti untuk
hubungan paralel (PIO). Parallel port pada 89C51 adalah sebagai berikut:

1. Port 0 sebanyak 8 pins dan terletak di pin 32-39. Untuk menggunakan Port 0 sebagai output maupun input,
masing-masing pin dihubungkan ke resistor pull up sebesar 10K. Ini karena P0 itu adalah open colector yang
digunakan TTL chip, berbeda dengan P1, P2 dan P3. Contoh untuk mengirimkan data ke P0 dengan nilai
55H.

MOV A,#55H ; data dikirimkan ke ACC


MOV P0,A ; data dari ACC dikirimkan ke P0

Selain sebagai output, port 0 juga dapat digunakan untuk input. Sebelum data dibaca oleh port 0, port 0
menulis data 1 ke semua pin. Setelah itu data dapat dibaca oleh port 0. Contoh program untuk membaca
data :
MOV P0,#FFH ; menulis data 1 ke semua pin
MOV A,P0 ; data dari P0 dikirimkan ke ACC

2. Port 1 berjumlah 8 pin (pin 1-8). Untuk menggunakan Port 1 sebagai output maupun input, port ini tidak
memerlukan pull up external karena sudah tersedia pull up internal. Contoh program untuk mengirimkan data
sebesar 55H:

MOV A,#55H ; data dikirimkan ke ACC


MOV P1,A ; data dari ACC dikirimkan ke P1

Selain sebagai output port 1 juga dapat digunakan untuk input. Sebelum data dibaca oleh port 1, port 1 menulis
data 1 ke semua pin. Setelah itu data dapat dibaca oleh port 1. Contoh program untuk membaca data :

MOV P1,#FFH ; menulis data 1 ke semua pin


MOV A,P1 ; data dari P1 dikirimkan ke ACC

3. Port 2 jumlahnya ada 8 pin (pin 1-8). Untuk menggunakan Port 2 sebagai output maupun input, port ini tidak
memerlukan pull up external karena sudah tersedia pull up internal. Contoh program untuk mengirimkan data
sebaesar 55H:

MOV A,#55H ; data dikirimkan ke ACC


MOV P2,A ; data dari ACC dikirimkan ke P2

Selain sebagai output, port 0 juga dapat digunakan untuk input. Sebelum data dibaca oleh port 2, port 2
menulis data 1 ke semua pin. Setelah itu data dapat dibaca oleh port 2. Contoh program untuk membaca data :

MOV P2,#FFH ; menulis data 1 kesemua pin


MOV A,P2 ; data dari P2 dikirimkan ke ACC

Untuk program verify port 2 digunakan sebagai address MSB.

4. Port 3 menempati pin 10 sampai dengan pin 17 dengan jumlah 8 pin. Port 3 dapat digunakan sebagai input
atau output. Port 3 tidak memerlukan pull-up resistor, sama dengan P1 dan P2 yang tidak memerlukannya.
Port 3 mempunyai tambahan fungsi seperti Interrupt. P3.0 dan P3.1 digunakan untuk RxD dan TxD serial

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


4 Praktikum Mikrokontroler

komunikasi signal. P3.2 dan P3.3 digunakan untuk Interrupt eksternal. Bit P3.4 dan P3.5 digunakan untuk
Timer 0 dan 1. Sedangkan, P3.6 dan P3.7 digunakan untuk signal WR dan RD.

Prosedur Percobaan :
1. Aktifkan program FSI, kemudian ketik program di bawah ini :
a) LJMP MULAI
ORG 100H
MULAI :
MOV A, #9CH
ADD A, #64H
ADD A, #07H
SELESAI :
JMP SELESAI

b) LJMP MULAI
ORG 100H
MULAI:
MOV A, #9CH
ADD A, #64H
ADDC A, #07H
SELESAI:
JMP SELESAI

Simpan program pada direktori kerja anda


Jalankan program (Debug → Start), tekan F7 atau F8 untuk melakukan tracing program kemudian amati
perubahan nilai pada register ACC dan C pada kedua program diatas setelah itu tulis kesimpulan perbedaan
apa yang ada pada kedua program diatas.

2. Aktifkan program FSI, kemudian ketik program di bawah ini :


a) LJMP MULAI
ORG 100H
MULAI:
MOV A, #81H
MOV B, #25H
MUL AB
SELESAI :
JMP SELESAI

b) LJMP MULAI
ORG 100H
MULAI:
MOV A, #81H
MOV B, #25H
DIV AB
SELESAI :
JMP SELESAI
Simpan program pada direktori kerja anda.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 5

Jalankan program (Debug → Start), tekan F7 atau F8 untuk melakukan tracing program kemudian amati
perubahan nilai pada register ACC dan B pada kedua program diatas setelah itu tulis kesimpulan perbedaan
apa yang ada pada kedua program diatas.

3. Ketiklah algoritmanya dari program Assembly dibawah ini, kemudian jalankan tiap perintah :
Catatan : Listing program C/C++ berikut tidak dapat disimulasikan, karena hanya listing padanan dari
program Assembly disebelahnya.
a) LJMP MULAI void main()
ORG 100H {
MULAI : ACC = 0;
MOV A, #00H for (R2 = 0x0A; R2 > 0; R2 --)
MOV R2, #0AH {
ULANG : ACC = ACC + 0x03;
ADD A, #03H
}
DJNZ R2, ULANG while(1);
SELESAI : }
JMP SELESAI

b) LJMP MULAI void main()


ORG 100H {
MULAI : ACC = 0x10; R1 = 0x0A;
MOV A, #10H do
MOV R1, #0AH {
ULANG : ACC --;
DEC A R1 --;
DEC R1 }
JNZ ULANG while (ACC != 0);
DUA : ACC = 0x0A;
MOV A, #0AH while(ACC != 0)
ULANG2 : {
DEC A ACC --;
JZ SELESAI }
JMP ULANG2 while(1);
SELESAI : }
JMP SELESAI

c) LJMP MULAI void main()


ORG 100H {
MULAI: ACC = 0x06;
MOV A, #06H do {
AWAL : if (ACC != 0x07)
CJNE A, #07H, BANDING1 {
MOV R0, A if (C != 1)
SJMP LOOP R2 = ACC;
BANDING1 : else
JNC NEXT R1 = ACC;
MOV R1, A }
SJMP LOOP else
NEXT: R0 = ACC;
MOV R2, A

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


6 Praktikum Mikrokontroler

LOOP: ACC++;
INC A }
CJNE A, #09H, AWAL while(ACC != 0x09);
STOP: while(1);
JMP STOP }

4. Ketik program dibawah ini :

LJMP MULAI
ORG 100H
MULAI:
MOV A, #01H
LOOP:
MOV P1, A
MOV B, #02H
MUL AB
SJMP LOOP

Jalankan program dan perhatikan P1 (View → Hardware).


Modifikasi program diatas agar P1 dibuat lampu berjalan mulai dari P1.7 sampai dengan P1.0 kemudian
kembali lagi ke P1.7 begitu seterusnya.

5. Buat program untuk membaca nilai pada Port1, kemudian hasil pembacaan dibagi dengan 3, kemudian
hasilnya ditampilkan di Port2 dan sisanya ditampilkan di Port3.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 7

Percobaan 2
AKSES PPI dan MOTOR STEPER
Tujuan :

- Mengetahui cara untuk mengakses PPI melalui Mikrokontroler.

- Mengetahui cara untuk mengontrol motor steper.

PPI 8255
Apabila kita memerlukan tambahan port paralel, kita dapat menggunakan IC 8255. PPI 8255 memiliki 3
buah port paralel yang masing-masing panjangnya 8 bit yaitu Port A, Port B dan Port C. Dan mempunyai alamat
sendiri-sendiri dan pada modul praktikum ini, Port A beralamat 0x0A000, Port B beralamat 0x0A001, Port C
beralamat 0x0A002 dan Control Word beralamat 0x0A003.
PPI 8255 merupakan chip I/O produksi Intel yang memiliki 3 buah port I/O yang masing-masing diberi
nama Port A, B dan C. Ketiga port tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok A yang terdiri atas Port A
dan Port C tinggi (bit 4 sampai dengan bit 7) dan kelompok B yang terdiri atas Port B dan Port C rendah (bit 0
sampai dengan bit 3). Tiap-tiap kelompok tersebut diatur oleh rangkaian kontrol untuk masing-masing kelompok.
Blok diagram PPI 8255 ditunjukkan dalam gambar 2.1.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


8 Praktikum Mikrokontroler

POWER +5V KONTROL


GROUP A
SUPLY GROUP A I/O
GND
PORT A PA7-PA0

GROUP A
8 BIT BUS DATA I/O
INTERNAL PORT C PC7-PC4

BUS DATA
BIDIRECTIONAL
BUFFER
D7-D0 BUS DATA

GROUP B
I/O
PORT C PC3-PC0

RD

WR
KONTROL
A1 KONTROL GOUP B
LOGIKA GROUP B
I/O
A0 BACA/
PORT B PB7-PB0
TULIS
RESET

CS

Gambar 2.1 : Blok diagram PPI 8255

Di dalam PPI 8255 terdapat 8 bit penyangga bidirectional tiga keadaan (Buffer 3-state) untuk data
yang terhubung ke CPU, yang berarti bahwa data dapat dikirim atau diterima oleh penyangga dari komputer,
sedangkan keluaran masing-masing port memiliki penyangga (buffer) dan bersifat menahan (latch), sehingga data
yang dikeluarkan ke port akan tetap keadaannya selama tidak diubah atau chip di-reset.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 9

Tabel 2.1 : Nama pin dan keterangan chip PPI 8255


Simbol Nomor Pin Jenis Keterangan
VCC 26 - Vcc: pin catu daya +5 volt.
GND 7 - Pin Ground
D0 - D7 27-34 I/O Data Bus : Jalur bus data bi-directional three-state yang
terhubung dengan data bus sistem
RESET 35 I Reset : pin untuk menghapus data pada register kontrol,
dan semua port dan menset pada posisi input.
CS 6 I Chip Select : untuk mengaktifkan chip pada bus data agar
dapat berkomunikasi dengan CPU.
36 I Write : sinyal control dari CPU yang dipergunakan untuk
RD
mengambil kontrol register dan data ke dalam chip.
AO – A1 8,9 I Address : mengontrol pemilihan salah satu dari tiga port
atau kontrol register.
PA0 – PA7 1-4, 37-40 I/O Port A : 8-bit input dan output port
PB0 – PB7 18-25 I/O Port B : 8-bit input dan output port
PC0 – PC7 10-17 I/O Port C : 8-bit input dan output port

Operasi PPI 8255 yang berhubungan dengan pin-pin masukan dapat dilihat dalam tabel 2.4.
Tabel 2.2 : Mode Operasi PPI 8255
A1 A0 RD WR CS Operasi yang terjadi
Operasi baca
0 0 0 1 0 Port A ke bus data
0 1 0 1 0 Port B ke bus data
1 0 0 1 0 Port C ke bus data
Operasi tulis
0 0 1 0 0 Bus data ke port A
0 1 1 0 0 Bus data ke port B
1 0 1 0 0 Bus data ke port C
1 1 1 0 0 Bus data ke control register

Terdapat 3 macam mode operasi PPI 8255 yang dapat diprogram ke masing-masing port, yaitu :

♦ Mode 0 : Basic I/O


Pada mode 0, port A, B dan C dapat dioperasikan sebagai port masukan atau port keluaran. Untuk port C pada mode ini
dibagi menjadi 2 saluran keluaran atau masukan, yang masing-masing saluran terdiri atas 4 bit. Saluran pertama pin PC 0-
PC3 dan saluran kedua pin PC4 - PC7.

♦ Mode 1 : Strobe I/O


Pada mode 1 port A dan port B bisa digunakan sebagai port masukan atau keluaran. Sedangkan port C berfungsi sebagai
sinyal kontrol perpindahan data dari atau menuju port A dan port B.
♦ Mode 2 : Bidirectional Bus

Sedangkan untuk mode 2, port yang dapat digunakan untuk port masukan atau keluaran hanya port A, dan port C

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


10 Praktikum Mikrokontroler

digunakan sebagai sinyal kontrol perpindahan data dari atau menuju port A.
Pemilihan mode tersebut dilakukan dengan cara mengisikan suatu control word pada control word
register. Format control word register dapat dilihat dalam gambar 2.10. Dalam control word tersebut berisi
informasi tentang mode operasi yang diprogramkan untuk suatu port. Bila diprogram untuk operasi mode 1 atau
mode 2, maka ada dua port yang bekerja sama untuk melaksanakan penerimaan dan pengeluaran data dan
memberikan sinyal untuk kontrol.
Dalam mode 0, ketiga port PPI 8255 hanya berfungsi sebagai port masukan atau keluaran biasa, artinya
data dapat diambil atau diletakkan dari dan ke port secara langsung dengan instruksi IN/OUT ke Port 8255 tanpa
ada sinyal lain yang mengatur proses pengambilan atau peletakan data.
Semua port yang bekerja sebagai port keluaran akan bersifat menahan (latch), artinya data yang sudah
diletakkan ke port keluaran masih tetap selama tidak diubah oleh data lain yang ditulis ke port yang sama atau
akibat adanya sinyal RESET.

Gambar 2.2 : Format control word PPI 8255

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 11

Dalam mode 0 tersebut ada 16 macam fungsi port yang dapat dibentuk dari kombinasi bit-bit D 0 sampai D4 pada
control word register. Ke-enambelas macam fungsi port dan control word dapat dilihat pada tabel 2.3
Tabel 2.3 : Enam belas macam control word pada mode 0
Group A Group B
Control Word
D4 D3 D1 D0 Port C Port C
Port A Port B (Hexadesimal)
(Upper) (Lower)
0 0 0 0 Output Output Output Output 80
0 0 0 1 Output Output Output Input 81
0 0 1 0 Output Output Input Output 82
0 0 1 1 Output Output Input Input 83
0 1 0 0 Output Input Output Output 88
0 1 0 1 Output Input Output Input 89
0 1 1 0 Output Input Input Output 8A
0 1 1 1 Output Input Input Input 8B
1 0 0 0 Input Output Output Output 90
1 0 0 1 Input Output Output Input 91
1 0 1 0 Input Output Input Output 92
1 0 1 1 Input Output Input Input 93
1 1 0 0 Input Input Output Output 98
1 1 0 1 Input Input Output Input 99
1 1 1 0 Input Input Input Output 9A
1 1 1 1 Input Input Input Input 9B

MOTOR STEPER

Gambar 2.3 Blok diagram steper motor

Stepper motor, baik yang mempunyai magnet permanen dan hybrid mempunyai 5 atau 6 kabel
sebagaimana yang ditunjukkan Gambar 2.3, kedua stepping motor tersebut mempunyai center tap pada dua
winding-nya. Pada saat digunakan center tap dari kedua winding tersebut dihubungkan dengan power negatif, dan
kedua kabel winding dihubungkan ke power positif untuk membalik arah.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


12 Praktikum Mikrokontroler

Gambar 2.3 menunjukkan bagian motor yang mempunyai magnet permanen maupun hybrid yang
bergerak 30 derajat tiap step, dalam hal tersebut perbedaan antara kedua tipe motor ini tidak begitu besar. Winding
motor nomor 1 akan didistribusikan antara kutub stator bagian atas dan bawah, sementara winding motor no 2 akan
didistribusikan pada kutub bagian kanan dan kiri. Rotor ini bersifat permanen dengan 6 kutub, 3 kiri dan 3 kanan,
disusun melingkar.
Untuk memperoleh sudut stepping yang lebih akurat, rotor harus mempunyai kutub-kutub yang lebih
banyak dan haruslah proporsional. Motor 30 derajat pada Gambar 2.3 adalah design motor permanen yang paling
umum. Meskipun untuk stepping sebesar 15 dan 7.5 derajat juga dapat dilakukan. Motor magnet permanen dengan
step 1.8 derajat juga bisa dibuat, deimikian juga dengan motor hybrid yang memiliki stepping sebesar 3.6 dan 1.8
dengan ketepatan resolusi stepping sebesar 0.72 juga dapat dibuat.

Untuk memutar stepper motor ada beberapa cara sebagai berikut:


1. Half step yaitu dengan menggeser 1 bit baik ke arah kanan ataupun sebaliknya tergantung dari arah putaran
yang diinginkan.
Contohnya manipulasi bitnya adalah sebagai berikut
1000 Step 1
0100 Step 2
0010 Step 3
0001 Step 4
kembali ke Step 1
Untuk memutar ke arah yang berlawanan perlu manipulasi bit sebagai berikut:
0001 Step 1
0010 Step 2
0100 Step 3
1000 Step 4
kembali ke Step 1
2. Full step dengan meggeser 2 bit yang saling berdekatan sebanyak 1 pergeseran baik ke arah kanan maupun
kiri tergantung putaran motornya.
Contoh manipulasi bitnya adalah sebagai berikut:
1100 Step 1
0110 Step 2
0011 Step 3
1001 Step 4
kembali ke Step 1

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 13

Untuk memutar ke arah yang berlawanan perlu manipulasi bit sebagai berikut:
0011 Step 1
0110 Step 2
1100 Step 3
1001 Step 4
kembali ke Step 1
Pada modul mikrokontroler ini stepper motor dihubungkan dengan PPI 8255 yaitu PortA.0 s.d. PortA.3.
Untuk menghubungkan PPI 8255 dengan motor steper perlu interface lagi yaitu IC buffer 74LS245 dan
ULN2803. Mengenai karakteristik dari komponen itu dijelaskan sebagai berikut :

• 74LS245
2 1 8
3 A 0 B 0 1 7
4 A 1 B 1 1 6
5 A 2 B 2 1 5
6 A 3 B 3 1 4
7 A 4 B 4 1 3
8 A 5 B 5 1 2
9 A 6 B 6 1 1
A 7 B 7
1
19 D IR
G

74LS245

- Supply Voltage 7V
- Input Voltage :
- DIR or G 7V
- A or B 5.5V
- Operating Free Air Temperature Range 0º C to  70º C
- Storage Temperature range 65º C to 150º C

74LS245 digunakan sebagai buffer didalam mikroprosesor dan juga dapat digunakan untuk transfer data
dua arah. 74LS245 mempunyai trnasfer data dua arah bus A dan bus B dimana bus tersebut diatur oleh DIR, lihat
tabel kebenaranya.

ENABLE DIRECTION CONTROL OPERATOIN


G DIR
L L B data to A bus
L H A data to B bus
H X isolation

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


14 Praktikum Mikrokontroler

• ULN2803

Rating Symbol Value Unit


Output Voltage VO 50 V
InputVoltage(Except ULN2801) VI 30 V
Collector Current – Continuous IC 500 mA
Base Current – Continuous IB 25 mA
Operating Ambient Temperature TA 0 to +70 C
Range
Storage Temperature Range Tstg -55 to 150 C
Junction Temperature TJ 125 C

8-bit 50V 500 mA TTL compatibel dengan driver input NPN Darlington. Driver ini sangat baik untuk
beban seperti lampu, relay head printer dan juga cocok untuk alat lain yang mempunyai beban yang hampir sama
baik untuk computer, industri, aplikasi praktis. Driver ini mempunyai kemampuan output open collector dan diode
penahan untuk tekanan. ULN2803 adalah didesign compatible dengan standart TTL families.

Prosedur Percobaan:
1. Ketik program di bawah ini kemudian jalankan.
PORT_A EQU 0A000H #include <reg51.h>
CW EQU 0A003H #include <timer.h>

LJMP MULAI at 0x0A000 xdata unsigned char PORT_A;


ORG 100H at 0x0A003 xdata unsigned char CW;
DELAY: PUSH ACC
MOV A, #0FFH unsigned char simpan;
LOOP1: PUSH ACC
MOV A, #0FFH void main()
LOOP2: DEC A {
CJNE A, #00H, LOOP2 TMOD = 0x01; delay(100);
POP ACC CW = 0x80; delay(100);
DJNZ ACC, LOOP1 simpan = 0x01;
POP ACC
RET while(1)
{
PORT_A = simpan;
Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya
delay(1000);
simpan = simpan << 1;
}
}
Praktikum Mikrokontroler 15

MULAI:
LCALL DELAY
MOV DPTR, #CW
MOV A, #80H
MOVX @DPTR, A
MOV DPTR, #PORT_A
MOV A, #01H
ULANG:
MOVX @DPTR, A
RL A
LCALL DELAY
SJMP ULANG
Modifikasi program diatas dengan mengganti RL menjadi RR
2. Buat program port A sebagai input dan port C sebagai output. Kemudian data yang diinputkan di port A
dapat ditampilkan di port C.
3. Buat program untuk memutar stepper motor dengan metode half step dan full step.

4. Buat program untuk memutar stepper motor ke kiri selama beberapa saat kemudian ke arah sebaliknya
dengan metode full step.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


16 Praktikum Mikrokontroler

Percobaan 3
Seven segment
Tujuan :

- Mengetahui cara untuk mengakses seven segment dengan metode scanning.


Teori :
Pada praktikum ini menggunakan seven segment jenis common anoda (common positif) sebanyak 8
buah. Metode scanningnya menggunakan IC decoder 74LS138 yang digunakan untuk memilih salah satu dari 8
buah seven segment. Karena seven segment yang digunakan berjenis common anoda, maka output dari 74LS138
harus di inverter terlebih dahulu sebelum dihubungkan ke common seven segment. Input dari 74LS138
dihubungkan ke PA.4 s.d. PA.6 pada PPI. Sedangkan sebagai driver seven segment digunakan IC 74LS47 (BCD to
seven segment) yang dipararelkan ke semua seven segment. Sedangkan input dari 74LS47 dihubungkan ke PA.0
s.d. PA.3 pada PPI sebagai penentu bilangan berapa yang akan ditampilkan ke seven segment.

• 74LS138

5 v
6

1 1 5
A Y 0
G 1

2 1 4
3 B Y 1 1 3
C Y 2 1 2
Y 3 1 1
4 Y 4 1 0
5 G 2A Y 5 9
G 2B Y 6 7
Y 7
74LS138

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 17

• 74LS47
74LS47 adalah driver untuk mengubah bilangan BCD menjadi data seven segmen, dan seven segmen yang
digunakan adalah common anode.

5 v
16

7 1 3
D 0 A
VC C

1 1 2
2 D 1 B 1 1
5 v 6 D 2 C 1 0
D 3 D 9
3 E 1 5
5 LT F 1 4
4 R BI G
B I/R B O
8
G N D

74LS47

Dec Inputs Output


BI
LT RBI D C B A a b c d e f g
0 H H LLLL H ON ON ON ON ON ON OFF 0
1 H X LLLH H OFF ON ON OFF OFF OFF OFF 1
2 H X LLHL H ON ON OFF ON ON OFF ON 2
3 H X LLHH H ON ON ON ON OFF OFF ON 3
4 H X LHLL H OFF ON ON OFF OFF ON ON 4
5 H X LHLH H ON OFF ON ON OFF ON ON 5
6 H X LHHL H OFF OFF ON ON ON ON ON 6
7 H X LHHH H ON ON ON OFF OFF OFF OFF 7
8 H X HLLL H ON ON ON ON ON ON

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


18 Praktikum Mikrokontroler

9 H X HLLH H ON ON ON OFF OFF ON


10 H X HLHL H OFF OFF OFF ON ON OFF
11 H X HLHH H OFF OFF ON ON OFF OFF
12 H X HHLL H OFF ON OFF OFF OFF ON ON
13 H X HHLH H ON OFF OFF ON OFF ON ON
14 H X HHHL H OFF OFF OFF ON ON ON ON
15 H X HH H H H OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF
X X XX X X L OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF
BI
H L LLLL L OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF
RBI L H XX X X H ON ON ON ON ON ON ON

LT
• Seven Segmen
Seven segment adalah sebuah display yang dapat menampilkan angka mulai 0 s.d. 9, dengan menggunakan
driver 74LS47. Ada dua model dari seven segment yaitu : common anode dan common cathode.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 19

SS1

1
2
3
4
5
g

a
b
f
co1
7-Segment

co2
e
d

c
.
10
9
8
7
6

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


20 Praktikum Mikrokontroler

Prosedure Percobaan:
.1 Ketik program di bawah ini, kemudian jalankan.

PORT_A EQU 0A000H #include <reg51.h>


CW EQU 0A003H #include <timer.h>

LJMP MULAI at 0x0A000 xdata unsigned char PORT_A;


ORG 100H at 0x0A003 xdata unsigned char CW;

DELAY : unsigned char simpan;


PUSH ACC
MOV A, #0FFH void main()
LOOP1 : {
PUSH ACC TMOD = 0x01; delay(100);
MOV A, #0FFH CW = 0x80; delay(100);
LOOP2 :
DEC A while(1)
CJNE A, #00H, LOOP2 {
POP ACC simpan = 0;
DJNZ ACC, LOOP1 do
POP ACC {
RET PORT_A = simpan;
delay(1000);
MULAI : simpan ++;
LCALL DELAY }
MOV DPTR, #CW while(simpan != 10);
MOV A, #80H }
MOVX @DPTR, A }
MOV DPTR, #PORT_A
ISI :
MOV A, #00H
ULANG :
MOVX @DPTR, A
ADD A, #01H
LCALL DELAY
CJNE A, #0AH, ULANG
SJMP ISI

2. Buatlah program untuk menampilkan angka 1 pada seven segment yang paling kiri, angka 2 untuk seven
segment di sampingnya dan seterusnya sampai angka 8 pada seven segment yang paling kanan.
3. Buatlah program counter-up pada 2 seven segment yang paling kanan, jika angka sudah menunjukan 99 maka
counter akan berhenti.
4. Buatlah program counter pada 2 seven segment LSB. Jika Port C bernilai 1, maka counter-up akan berjalan
dan akan berhenti saat Port C bernilai 0. Counter akan kembali bernilai 0 jika telah mencapai nilai maksimal.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 21

Percobaan 4
TIMER dan COUNTER
Tujuan :

- Mengetahui cara penggunaan Timer

- Mengetahui cara penggunaan Counter

Teori :
Pada mikrokontroler 8051 terdapat dua buah Timer/Counter 16 bit yang dapat diatur melalui perangkat
lunak, yaitu Timer-Counter 0 dan Timer-Counter 1.
Pengontrol kerja Timer/Counter adalah register TCON (Timer Control) yang didefinisikan sebagai
berikut :
Tabel 4.1 Susunan bit dalam register TCON

Bit 7 Bit 6 Bit 5 Bit 4 Bit 3 Bit 2 Bit 1 Bit 0


TF1 TR1 TF0 TR0 IE1 IT1 IE0 IT0

Timer 1 Timer 0

Simbol Posisi Fungsi


TF1 TCON.7 Timer 1 overflow flag (1 = overflow)
TR1 TCON.6 Timer/Counter1 ON/OFF
TF0 TCON.5 Timer 0 overflow flag
TR0 TCON.4 Timer/Counter 0 ON/OFF
IE1 TCON.3 External Interrupt 1 edge flag
IT1 TCON.2 Interrupt 1 type control bit. Set / clear oleh software untuk
menspesifikasikan sisi turun / level rendah trigger dari interupsi eksternal
IE0 TCON.1 External Interrupt 0 edge flag
IT0 TCON.0 Interrupt 0 type control bit
Pengontrol pemilihan mode operasi timer / counter adalah register TMOD (Timer Mode) yang
didefinisikan sebagai berikut :
Tabel 4.2 Susunan bit dalam register TMOD

Bit 7 Bit 6 Bit 5 Bit 4 Bit 3 Bit 2 Bit 1 Bit 0


GATE C/T M1 M0 GATE C/T M1 M0

Timer 1 Timer 0

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


22 Praktikum Mikrokontroler

Simbol Posisi Fungsi


GATE TMOD.7 Jika GATE = 0, maka Timer/Counter x akan berjalan saat TRx = 1
Jika GATE = 1, maka Timer/Counter x akan berjalan saat TRx=1dan INTx =1
C/T TMOD.6 Pemilih Timer/Counter (0 = Timer , 1 = Counter)
M1 TMOD.5 Pemilih mode Timer/Counter
M0 TMOD.4 Pemilih mode Timer/Counter

Kombinasi M0 dan M1 adalah sebagai berikut :


M1 M0 Nama Operasi
0 0 Mode 0 Timer/Counter 13 bit
0 1 Mode 1 Timer/Counter 16 bit
1 0 Mode 2 Timer auto-reload 8 bit (pengisian otomatis)
1 1 Mode 3 TL0 adalah Timer/Counter 8 bit yang dikontrol oleh
kontrol bit standar Timer 0
TH0 adalah Timer 8 bit dan dikontrol oleh kontrol bit Timer 1

Periode waktu timer secara umum ditentukan dari persamaan berikut :


Jika kita menggunakan crystal 12 MHz maka :

Clock = 1
1
× freq. XTAL
12
1
=
1
• 12 ×10 6
12
1
=
10 6
= 10 –6 s = 1 µs
a. Sebagai timer 8 bit

T= ( 256 − TLx ) × clock


dimana TLx adalah isi register TL0 atau TL1

b. Sebagai timer 16 bit

T= ( 65536 −THxTLx ) × clock


THx = isi register TH0 atau TH1

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 23

TLx = isi register TL0 atau TL1

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


24 Praktikum Mikrokontroler

• Counter
Pada dasarnya prinsip kerja Counter dan Timer adalah sama, perbedaannya yaitu pada sinyal clock yang
menyebabkan naiknya THn dan TLn. Kalau pada Timer adalah sinyal oscilator (crystal) sedangkan pada
Counter berasal dari eksternal yaitu pin Tn. Untuk kontrol dan modenya sama dengan Timer.

Prosedur Percobaan:
1. Ketik program di bawah ini, kemudian jalankan.
#include <reg51.h>
PORT_A EQU 0A000H
CW EQU 0A003H
at 0x0A000 xdata unsigned char PORT_A;
at 0x0A003 xdata unsigned char CW;
LJMP MULAI
ORG 100H
void delay(unsigned int lama)
{
MULAI :
unsigned int t;
MOV TMOD,#01H
for (t=1; t<=lama; t++)
MOV DPTR, #CW
{
MOV A, #80H
TH0 = 0xD8; TL0 = 0xF0;
MOVX @DPTR, A
TR0 = 1;
MOV DPTR, #PORT_A
while(!TF0);
LOOPING :
TR0 = 0; TF0 = 0;
MOV A, #00H
}
MOVX @DPTR, A
}
ACALL DELAY
MOV A, #0FFH
void main()
MOVX @DPTR, A
{
ACALL DELAY
TMOD = 0x01; delay(1);
SJMP LOOPING
DELAY :
CW = 0x80; delay(1);
MOV R0, #64H
LAGI :
while(1)
MOV TH0, #0D8H
{
MOV TL0, #0F0H
PORT_A = 0; delay(100);
SETB TR0
PORT_A = 0b11111111; delay(100);
ULANG :
}
JNB TF0, ULANG
}
CLR TF0
CLR TR0
DJNZ R0, LAGI
RET

Gantilah program diatas dengan menggunakan Timer 1.

2. Buatlah program simulasi counter dengan menggunakan Counter 0 atau Counter 1.

3. Buatlah program simulasi untuk menghitung sinyal input per detik dengan memanfaatkan counter dan jumlah
counter ditampilkan di Port 1 mikrokontroler.
4. Buatlah program timer dengan ketentuan sebagai berikut :

- Saat timer diaktifkan, semua LED pada Port B akan menyala sedangkan pada Port C akan padam semua.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 25

- Setiap ½ detik, LED pada Port B akan padam satu persatu mulai dari MSB sampai LSB.
- Jika semua LED pada Port B padam, maka counter akan bertambah 1. Nilai counter ditampilkan di Port C.
Percobaan 5

LCD, Keypad dan RAM

Tujuan :

- Mengetahui cara menghubungkan LCD dengan minimum sistem Mikrokontroler 8031

- Mengetahui cara pengontrolan LCD

- Mengetahui cara mengakses Keypad menggunakan mikrokontroler

Teori :
Salah satu peralatan I/O yang sering digunakan dalam minimum sistem mikrokontroler 8031 adalah
LCD. LCD dapat dihubungkan melalui jalur port I/O atau secara Address-Data. Untuk meng-inisialisasi LCD perlu
dilakukan beberapa hal :
a. Display Clear
Display clear digunakan untuk membersihkan display/tampilan dan meletakkan cursor pada posisi awal
(address 0).
DB7 DB0
0 0 0 0 0 0 0 1

b. Function Set
Function set digunakan untuk mengeset panjang data.
DB7 DB0
0 0 1 DL 1 * * *
* : invalid bit
DL (Data Length) = 1, panjang data 8 bit (DB7-DB0)
DL (Data Length) = 0, panjang data 4 bit (DB7-DB4)

c. Display ON / OFF
Display ON / OFF mengontrol on/off tampilan, tampilan cursor dan tampilan berkedip.
DB7 DB0
0 0 0 0 1 D C B

D : D = 1, display ON
D = 0, display OFF
C : C = 1, cursor ditampilkan
C = 0, cursor tidak ditampilkan

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


26 Praktikum Mikrokontroler

B : B = 1, tampilan karakter pada posisi cursor berkedip


B = 0, tampilan tidak berkedip

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 27

d. Entry Mode Set


Entry mode set mengatur arah pergerakan cursor.
DB7 DB0
0 0 0 0 0 1 I/D S

I/D : I/D = 1, address di-increment dan cursor bergerak ke kanan


I/D = 0, address di-decrement dan cursor bergerak ke kiri
S: S = 1 dan I/D = 1, display bergeser ke kanan
S = 1 dan I/D = 0, display bergeser ke kiri
S = 0, display tidak bergeser
Keypad
Keypad pada modul ini terdiri atas 16 buah tombol yang tersusun dalam bentuk matrix 4x4. Metode
pengaksesan keypad ini menggunakan metode scanning baris. Pemilihan baris dapat dilakukan dengan mengirim
data ke Port C upper (bit 7 s.d. bit 4). Sedangkan Port C lower (bit 3 s.d. bit 0) digunakan untuk menampung data
kolom tombol yang ditekan. Bila tombol ditekan, keypad akan mengeluarkan output 1 (high), sedangkan jika tidak
ditekan akan mengeluarkan output 0 (low).

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


28 Praktikum Mikrokontroler

Memori RAM
RAM disebut sebagai volatile memory ketika daya hilang dari IC akan mengakibatkan hilangnya data.
RAM juga dapat disebut sebagai RAWM (read and write memory). Ada tiga tipe dari RAM, yaitu static RAM
(SRAM), NV-RAM (nonvolatile RAM) dan dynamic RAM (DRAM).

- SRAM (Static RAM)


Penyimpanan sel dalam static RAM memory terbuat dari flip-flop. Oleh karena itu tidak memerlukan
refreshing dalam penyimpanan data. Dengan menggunakan flip-flop untuk penyimpanan sel, masing-masing sel
paling sedikit memiliki 6 transistor, dimana sel tersebut hanya menahan satu bit data. Beberapa tahun belakangan
ini, sel terbuat dari 4 transistor, tetapi masih terlalu banyak. Dengan menggunakan 4 transistor sel ditambah
menggunakan CMOS teknologi melahirkan SRAM dengan kapasitas yang lebih tinggi. Tetapi kapasitas SRAM
jauh di bawah DRAM.
Tabel 5.1 Beberapa jenis SRAM

Part No. Kapasitas Org. Speed Pins Vpp


6116P-1 16K 2Kx8 100 ns 24 CMOS
6116P-2 16K 2Kx8 120 ns 24 CMOS
6116P-3 16K 2Kx8 150 ns 24 CMOS
6116LP-1 16K 2Kx8 100 ns 24 Low power CMOS
6116LP-2 16K 2Kx8 120 ns 24 Low power CMOS
6116LP-3 16K 2Kx8 150 ns 24 Low power CMOS
6264P-10 64K 8Kx8 100 ns 28 CMOS
6264LP-70 64K 8Kx8 70 ns 28 Low power CMOS
6264LP-12 64K 8Kx8 120 ns 28 Low power CMOS
62256LP-10 256K 32Kx8 100 ns 28 Low power CMOS
62256LP-12 256K 32Kx8 120 ns 28 Low power CMOS

- NV-RAM (nonvolatile RAM)


Mengingat SRAM adalah volatile, ada sebuah tipe baru dari nonvolatile RAM, yang disebut sebagai
NV-RAM. Seperti RAM yang lain, NV-RAM mengijinkan CPU untuk membaca dan menulis kepadanya, tetapi
ketika kehilangan daya, isi di dalam chip tidak hilang. NV-RAM adalah kombinasi dari RAM dan ROM: membaca
dan menulis adalah kemampuan dari RAM, ditambah dengan nonvolatile dari ROM. Pada setiap NV-RAM, chip di
dalamnya terbuat dari komponen berikut:
1. Menggunakan daya yang sangat efisien (konsumsi daya yang rendah) SRAM sel yang terbuat dari CMOS.
2. Menggunakan sebuah baterai lithium di dalamnya sebagai sebuah back-up energy source.
3. Menggunakan intelligent control circuitry. Kontrol ini digunakan untuk memonitor Vcc pin untuk mendeteksi
hilangnya power supply dari luar. Jika power pada Vcc di bawah toleransi kondisi, kontrol sirkuit
memindahkan secara otomatis ke internal power source, yang disebut baterai lithium. Internal lithium power
source digunakan untuk menyimpan isi NV-RAM ketika external power source dalam keadaan off.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 29

Tabel 5.2 Beberapa jenis NV-RAM


Part No. Kapasitas Org. Speed Pins Vpp
DS1220Y-150 16K 2Kx8 150 ns 24
DS1225AB-150 64K 8Kx8 150 ns 28
DS1230Y-85 256K 32Kx8 85 ns 28

- DRAM (Dynamic RAM)


Pada tahun 1970, perusahaan Intel memperkenalkan dynamic RAM (random access memory) untuk
pertama kalinya. Kapasitas DRAM untuk pertama kalinya 1024 bits dan menggunakan sebuah kapasitor untuk
penyimpanan masing-masing bit. Menggunakan sebuah kapasitor artinya untuk penyimpanan data mengurangi
jumlah transistor yang diperlukan untuk membuat sel. Selama memerlukan kapasitor, refreshing dilakukan karena
terjadi kebocoran. Dalam keadaan refresh, data tidak dapat diakses. Dibandingkan dengan SRAM (static RAM),
dimana masing-masing sel terbuat dari flip-flop. Karena masing-masing bit di dalam SRAM menggunakan sebuah
single flip-flop dan masing-masing flip-flop memerlukan 6 transistor, dimana SRAM tidak membutuhkan
refreshing dalam penyimpanan data sehingga data dapat diakses setiap waktu. SRAM memiliki memori sel yang
lebih besar, maka dari itu kepadatannya lebih rendah. Penggunaan kapasitor sebagai penyimpanan sel di dalam
DRAM menghasilkan ukuran memori sel yang lebih kecil. DRAM memori chip memiliki pin data x1, x4, x8 atau
x16. didalam memori chip data pin juga disebut sebagai I/O. Di dalam DRAM ada bagian DIN dan DOUT.
Tabel 5.3 Beberapa jenis DRAM

Part Number Speed Kapasitas Org Pins


4164-15 150 ns 64 K 64Kx1 16
41464-8 80 ns 256 K 64Kx4 18
41256-15 150 ns 256 K 256Kx1 16
41256-6 60 ns 256 K 256Kx1 16
414256-10 100 ns 1M 256Kx1 20
511000P-8 80 ns 1M 1Mx1 18
514100-7 70 ns 4M 4Mx1 20

Pada desain ini RAM diletakan pada alamat C000H sampai dengan kapasitas RAM, untuk mengakses
RAM caranya sama dengan mengakses PPI8255 hanya mengubah alamatnya saja.

Prosedur Percobaan:
1. Jalankan program di bawah ini dan perhatikan apa yang terjadi pada LCD display.
#include <reg51.h>
ORG 100H
LJMP START at 0x0E000 xdata unsigned char LCD_C;
at 0x0E001 xdata unsigned char LCD_D;
DISPCLR EQU 00000001B
FUNCSET EQU 00111000B unsigned char DISPCLR = 0b00000001;
DISPON EQU 00001110B unsigned char FUNCSET = 0b00111000;
ENTRMOD EQU 00000110B unsigned char DISPON = 0b00001110;
LCD_C EQU 0E000H unsigned char ENTRMOD = 0b00000110;
LCD_D EQU 0E001H

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


30 Praktikum Mikrokontroler

DELAY: void delay(unsigned int w)


MOV R0, #0AH {
LAGI: unsigned int t;
MOV TH0, #0D8H for (t=1; t<=w; t++)
MOV TL0, #0F0H {
SETB TR0 TH0 = 0xD8; TL0 = 0xF0;
ULANG: TR0 = 1;
JNB TF0, ULANG while(!TF0);
CLR TF0 TR0 = 0; TF0 = 0;
CLR TR0 }
DJNZ R0, LAGI }
RET
void init_LCD()
START: {
LCALL INIT_LCD LCD_C = DISPCLR; delay(10);
MOV DPTR, #LCD_C LCD_C = FUNCSET; delay(10);
MOV A, #10000000B LCD_C = DISPON; delay(10);
MOVX @DPTR,A LCD_C = ENTRMOD; delay(10);
CALL DELAY }
TRAP:
SJMP TRAP void main()
{
CONTROL_OUT: TMOD = 0x01; delay(1);
MOV DPTR, #LCD_C
MOVX @DPTR, A init_LCD();
LCALL DELAY
RET LCD_C = 0x80; delay(10);
while(1);
INIT_LCD: }
MOV A, #DISPCLR
LCALL CONTROL_OUT
MOV A, #FUNCSET
LCALL CONTROL_OUT
MOV A,#DISPON
LCALL CONTROL_OUT
MOV A,#ENTRMOD
LCALL CONTROL_OUT
RET

Buatlah Kesimpulan dari program diatas.


2. Buatlah program untuk menampilkan kalimat 'LABORATORIUM MIKROKONTROLER' pada baris 1
dan 2 pada LCD.
3. Buatlah program untuk menyimpan nama dan NIM anda di RAM eksternal, kemudian menampilkannya
di LCD. (NIM anda tampil di baris 1 dan nama anda di baris 2).
4. Buatlah program untuk menampilkan angka atau huruf pada LCD sesuai dengan penekanan keypad.
Untuk percobaan pertama gunakan satu baris saja. Setelah satu baris berhasil maka lanjutkan ke baris
berikutnya.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 31

Percobaan 6

ADC & DAC


Tujuan :
- Mengetahui cara mengakses ADC & DAC pada minimum sistem Mikrokontroler 8031

Teori :
ADC (Analog Digital Converter)
ADC 0804 berfungsi untuk mengubah signal analog menjadi signal digital, agar komputer dapat membaca
signal analog maka diperlukan IC ADC 0804 untuk mengubah signal analog menjadi signal digital. ADC 0804
mempunyai input analog maksimal 5 volt, untuk setiap kenaikan bit pada ADC 0804 adalah 0,02 volt.
ADC 0804 mempuyai 1 inputan saja, agar ADC0804 ini mempunyai lebih dari satu inputan diperlukan
multiplexer analog MC4051. Multiplexer ini mempunyai dua buah selector dan 4 input yang akan dipilih.

Keterangan :
1. Port A sebagai keluaran data ADC
2. Port C.0 dan Port C.1 untuk selector input dari potensio yang akan diubah ke digital
Port C.1 Port C.0 Input analog
0 0 Potensio 0
0 1 Potensio 1
1 0 Potensio 2
1 1 Potensio 3

3. Rumus untuk mencari tegangan dan bit decimal yang dicari :

Bit_Decimal =
Vin  × 255
 Vref 

Volt = ( Decimal 255) × Vref


DAC (Digital Analog Converver)
DAC adalah suatu rangkaian yang mengkonversikan sinyal digital menjadi sinyal analog. Ada beberapa
jenis rangkaian DAC antara lain Binary Weight Resistor Ladder dan R-2R Resistor Ladder.
Rangkaian DAC Binary Weight Ladder memiliki nilai R yang saling berhubungan, jika nilai resistor yang
terkecil adalah R maka nilai resistor selanjutnya adalah 2R, 4R, 8R dan seterusnya.

Karakteristik DAC 0808

Resolusi adalah 1 bagian dibagi dengan banyaknya tingkatan yang tesedia, atau dengan rumus dapat ditulis :

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


32 Praktikum Mikrokontroler

- Resolusi : 1 / ( 2n – 1 )

- Untuk DAC 4 bit, didapat resolusi = 1 / ( 24 – 1 ) = 1 / 15

- Untuk DAC 8 bit, didapat resolusi = 1 / ( 28 – 1 ) = 1 / 255


Semakin besar digit suatu DAC resolusi semakin kecil, dan akan membuat DAC semakin baik. Tegangan
skala penuh ditentukan oleh nilai arus referensi dan resistor umpan balik op-amp. Biasanya mempunyai nilai +5V,
+10V, +15V tergantung pada aplikasi yang diinginkan. Tegangan maksimum yang sebenarnya selalu 1 LSB lebih
kecil dari tegangan keluaran skala penuh.
Ketelitian adalah seberapa dekat keluaran secara praktek dari nilai sebenarnya. Ketelitian akan bergantung
pada nilai tegangan referensi, toleransi resistor, dan kecocokan transistor. Ketelitian ini biasanya dinyatakan
sebagai kesalahan dalam penambahan LSB. Kesalahan 1 LSB artinya keluaran yang sebenarnya berbeda keluaran
idealnya sebesar 1 LSB. Secara ideal kesalahan suatu DAC harus lebih kecil dari ½ LSB.
Monotonisasi adalah keluaran yang terus bertambah bila masukan bertambah besar. Suatu DAC akan
monoton bila mempunyai kesalahan lebih kecil atau sama dengan ½ LSB.
Waktu pemantapan adalah waktu yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran yang benar (biasanya dari
nanodetik sampai mikrodetik). Nilai waktu pemantapan akan menentukan kecepatan dalam mengubah masukan
digital.

Keistimewaan DAC 0808

DAC 0808 series adalah merupakan IC monolitik 8 bit, dengan kelebihan sebagai berikut :
- Akurasi relatif + 0.19 %
- Arus skala penuh + 1 LSB
- Settling time cepat : 150 ns
- Non-inverting digital input : TTL dan CMOS Compatible
- High speed multiplying slew rate : 8 mA/s
- Tegangan supply + 4.5 V sampai +18 V
- Low power 33 mW untuk tegangan supply +5 V

Keterangan :
1. PORT B sebagai masukan data digital yang akan diubah menjadi analog
2. Untuk Perhitungan Penentuan Bit Decimal dan Volt hampir sama dengan Perhitungan ADC.

Procedure percobaan
Dengan menggunakan Voltmeter, ukurlah tegangan referensi ADC dan DAC
1. Buatlah program untuk membaca data dari ADC ditampilkan di PortB.

2. Buatlah program agar pada DAC mengeluarkan tegangan output 3,25 Volt.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 33

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


34 Praktikum Mikrokontroler

Percobaan 7
KOMUNIKASI SERIAL

Tujuan :

- Mengetahui cara mengakses serial port pada minimum sistem Mikrokontroler 8031

- Mengetahui cara membangun komunikasi secara serial

Teori :
Mikrokontroler 8031 juga dilengkapi dengan port serial. Port serial memungkinkan kita mengirim data
dalam format serial. Port serial dalam mikrokontroler 8031 memiliki sifat full duplex, yang berarti dapat mengirim
dan menerima data secara bersamaan. Register penerima dan pengirim pada port serial diakses pada SBUF (serial
buffer). Register pengontrol kerja port serial ini adalah SCON (serial control). Bit-bit SCON didefinisikan sebagai
berikut :
MSB LSB

SM0 SM1 SM2 REN TB8 RB8 T1 R1

Simbol Posisi Fungsi


SM0 SCON.7 Pemilih mode port serial
SM1 SCON.6 Pemilih mode port serial
SM2 SCON.5 Membuat enable komunikasi multiprosesor dalam mode2 dan 3.
REN SCON.4 Set/clear oleh perangkat lunak untuk menjalankan/ melumpuhkan penerimaan.
TB8 SCON.3 Bit ke-9 yang akan dikirim dalam mode 2 dan 3. Set/clear secara software.
RB8 SCON.2 Dalam mode 2 dan 3 adalah bit data ke-9 yang diterima. Dalam mode 1 jika
SM2=0, RB8 merupakan bit stop yang diterima. Dalam mode 0 RB8 tidak
digunakan.
T1 SCON.1 Transmit interrupt flag. Di-set oleh perangkat keras pada akhir waktu bit ke-8
dalam mode 0, atau pada permulaan dari bit stop dalam mode lainnya. Di-clear
secara software.
R1 SCON.0 Receive interrupt flag. Di-set oleh perangkat keras pada akhir waktu bit ke-8
dalam mode 0.
Pemilihan mode port serial :
SM0 SM1 Nama Keterangan Baud Rate
0 0 Mode 0 Shift Register Frek. osc / 12
0 1 Mode 1 8 bit UART Variabel
1 0 Mode 2 9 bit UART Frek. osc / 64 atau [Link] / 32

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 35

1 1 Mode 3 9 bit UART Variabel

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


36 Praktikum Mikrokontroler

A. Mode 0
Mode ini bekerja secara sinkron, data serial dikirim dan diterima melalui kaki P3.0 (Rx), sedangkan
kaki P3.1 (Tx) digunakan untuk menyalurkan detak pendorong data serial yang dibangkitkan mikrokontroler. Data
dikirim/diterima 8 bit sekaligus, dimulai dari bit ke-0 sampai dengan bit ke-7. Kecepatan pengiriman data
1
(baudrate) adalah frekuensi kristal yang digunakan.
12
B. Mode 1
Mode ini tetap, yaitu data dikirim melalui kaki P3.1 (Tx) dan diterima melalui kaki P3.0 (Rx), secara
asinkron (juga seperti Mode 2 dan Mode 3). Data dikirim/diterima 10 bit sekaligus, diawali dengan 1 bit start, 8 bit
data mulai dari bit ke-0 sampai dengan bit ke-7, dan 1 bit stop. Pada MCS-51 yang berfungsi sebagai penerima bit
stop adalah RB8 pada register SCON. Baud rate dapat diatur sesuai keperluan. Mode 1, Mode 2, dan Mode 3
dikenal dengan Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART).

C. Mode 2
Data dikirim/diterima 11 bit sekaligus, diawali dengan 1 bit start, 8 bit data mulai dari bit ke-0 sampai
dengan bit ke-7, bit ke-9 dan 1 bit stop. Pada MCS-51 yang berfungsi sebagai pengirim, bit ke-9 berasal data bit
TB8 dalam register SCON. Pada MCS-51 yang berfungsi sebagai penerima, bit ke-9 ditampung di data bit RB8
1 1
dalam register SCON, sedangkan bit stop tidak ditampung. Baud rate bisa dipilih atau frekuensi
32 64
kristal yang digunakan.

D. Mode 3
Mode ini sama dengan mode 2, tetapi baudrate dapat diatur sesuai dengan keperluan.

E. Baudrate
Baudrate menunjukkan laju kecepatan pengiriman data digital secara seri. Laju baudrate sama dengan
banyaknya bit yang dikirim setiap detik. Pada MCS-51 pengiriman secara serial ditentukan oleh Mode yang telah
ditentukan. Baudrate yang digunakan juga bersesuaian dengan Mode yang digunakan. Pada Mode 0 baudrate yang
digunakan adalah
frekuensi osilasi
Baudrate =
12
Sedangkan baudrate yang digunakan pada Mode 2 tergantung dari isi bit SMOD yang ada pada
register PCON.

Tabel 7.1 Susunan bit dalam register PCON


Bit 7 Bit 6 Bit 5 Bit 4 Bit 3 Bit 2 Bit 1 Bit 0
SMOD - - - GF1 GF0 PD IDL

1
Jika SMOD = 0 baudrate yang digunakan adalah K= . Jika SMOD = 1 baudrate yang
64
1
digunakan K= .
32
Baudrate = K × frekuensi _ osilasi
Sedangkan baudrate yang digunakan untuk Mode 1 dan 3 dapat ditentukan melalui register Timer 1
dan juga bit SMOD pada register PCON. Jika SMOD = 0 baudrate yang digunakan adalah K=1. Jika SMOD = 1
Baud rate yang digunakan K=2.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 37

K frekuensi _ osilasi
×
32 12 × [ 256 − ( TH 1) ]
Baudrate =

Prosedur Percobaan:
1. Ketik program di bawah ini kemudian jalankan, gunakan file [Link] untuk menerima data
yang telah dikirimkan dari mikrokontroler.
#include <reg51.h>
BAUDLOAD EQU 0F4H #include <timer.h>
LJMP START
ORG 100H void Serial_init()
{
S_INIT: SCON = 0b01010000;
MOV SCON, #01010000B TMOD = 0b00100000;
MOV TMOD, #00100000B TCON = 0b01000000;
MOV TCON, #01000000B TH1 = 0xF4;
MOV TH1, #BAUDLOAD }
RET
void data_out(unsigned char dt_in)
OUT: {
CLR TI TI = 0;
MOV SBUF,A SBUF = dt_in;
TUNGGU: while(!TI);
JNB TI, TUNGGU }
RET
void main()
START: {
LCALL S_INIT TMOD = 0x01; delay(10);
MOV A, #'a' Serial_init();
LCALL OUT while(1)
SJMP START {
data_out('a');
delay(500);
}
}
Tulislah kesimpulan dari program diatas.

2. Buatlah program untuk mengirimkan kalimat “LABORATORIUM MIKROKONTROLER” dari


mikrokontroler ke PC.
3. Buatlah program untuk menerima data angka yang dikirimkan PC kemudian ditampilkan di PortA.

Percobaan 8

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


38 Praktikum Mikrokontroler

INTERRUPT
Tujuan :
- Mengetahui dan dapat menggunaan fasilitas interupsi

Apabila CPU pada mikrokontroler sedang melaksanakan suatu program, kita dapat menghentikan
sementara pelaksanaan program tersebut dengan melakukan interupsi. CPU kemudian melaksanakan rutin
pelayanan interupsi tersebut. Setelah selesai CPU akan kembali ke program utama yang ditinggalkan.

Alamat layanan interupsi dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Nama Lokasi Alat interupsi

Reset 00H Power on reset

Int 0 03H INT 0

Timer 0 0BH Timer 0

Int 1 13H INT 1

Timer 1 1BH Timer 1

Sint 23H Port I/O serial

Ada dua buah register yang mengontrol interupsi, yaitu IE (Interrupt Enable) dan IP (Interrupt Priority).

Bit-bit IE didefinisikan sebagai berikut:

MSB LSB

EA - - ES ET1 EX1 ET0 EX0

Simbol Posisi Fungsi


EA IE.7 Enable / disable interupsi
(0 = disable , 1 = enable)
- IE.6 Kosong
- IE.5 Kosong
ES IE.4 Enable interupsi serial
ET1 IE.3 Enable interupsi timer 1
EX1 IE.2 Enable INT 1
ET0 IE.1 Enable interupsi timer 0
EX0 IE.0 Enable INT 0

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 39

Bit-bit IP didefinisikan sebagai berikut :

- - - PS PT1 PX1 PT0 PX0

Simbol Posisi Fungsi


- IP.7 Kosong
- IP.6 Kosong
- IP.5 Kosong
PS IP.4 Prioritas interupsi serial
(0 = prioritas rendah , 1 = prioritas tinggi)
PT1 IP.3 Prioritas interupsi timer 1
PX1 IP.2 Prioritas INT 1
PT0 IP.1 Prioritas interupsi timer 0
PX0 IP.0 Prioritas INT 0

1. Ketik program dibawah ini:


#include <reg51.h>
LJMP MULAI
void Interrupt0() interrupt 0;
ORG 100H
MULAI: void main()
MOV IE, #81H {
MOV IP, #01H IE = 0x81;
MOV P1, #0FEH IP = 0x01;
ULANG: P1 = 0xFE;
NOP
SJMP ULANG while(1);
}
ORG 03H
MOV P1, #7FH void Interrupt0() interrupt 0
RETI {
P1 = 0x7F;
}

Simulasikan program tersebut. Setelah beberapa saat beri masukan low pada kaki INT 0 (lihat skematik
minimum sistem). Amati apa yang terjadi.
2. Buatlah program simulasi untuk menyalakan semua LED pada Port 1 dan mematikan semua LED pada Port 1
apabila ada interupsi INT 1.
3. Buatlah program simulasi menampilkan data 0x84 jika ada INT0 dan 0x25 jika ada INT1, tetapi INT1
mempunyai prioritas utama. Data tersebut ditampilkan di Port 1

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


40 Praktikum Mikrokontroler

4. Buatlah program penerima data secara serial dengan konsep interrupt.

Percobaan 9
RTC DS12887

Tujuan:
- Mengetahui cara mengakses RTC DS12887 dengan MCS 51

Teori

Ciri-ciri khusus RTC


• Dapat menggantikan waktu dan kalender pada komputer IBM AT.
• Keseluruhan data di dalam RTC dapat bertahan dan dioperasikan selama 10 tahun tanpa adanya power.
• Subsistem yang ada di dalamnya terdiri dari lithium, crystal, dan rangkaian yang dapat mendukung dari
RTC.
• Perhitungan detik, menit, jam , hari dalam seminggu, tanggal, bulan dan tahun dengan tahun kabisat
yang mempunyai kompensasi valid sampai tahun 2100.
• waktu, kalender dan alarm ditunjukkan secara binary atau BCD.
• Mempunyai dua mode waktu yaitu 12 atau 24-jam, mode 12–jam ditambah dengan AM dan PM.
• Pemilihan waktu Daylight saving.
• Pemilihan bus timing antara motorola dan intel.
• Multiplex pin untuk efisiensi pin.
• Memori yang dihubungkan dengan software sebanyak 128 RAM lokasi.
 14 byte untuk clock dan kontorl register.
 114 byte untuk general purpose RAM.
• Signal gelombang yang dapat diprogram.
• Bus – cocok untuk sinyal interrupt (IRQ).

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 41

• Tiga interupt secara terpisah, dengan menggunakan software dapat diuji dan tidak digunakan.
 Time-of-day alarm once/second untuk once/day
 Rata-rata periode dari 122 ms sampai 500 ms.
 End of clock update cycle.
Fungsi Pin dari RTC
• AD0-AD7 : Multiplex address atau data
• NC : Not Connection.
• MOT : Bus Type selection.
• CS : Chip Select.
• AS : Address Strobe.
• DS : Data Strobe.
• RESET : Reset Input.
• IRQ : Interrupt Request Ouput.
• SQW : Square Wave Output.
• VCC : + 5 Volt Supply.
• GND : Ground.

Address Function Decimal Range


Location Range Binary Data Mode BCD Data Mode
0 Seconds 0-59 00-3B 00-59
1 Seconds Alarm 0-59 00-3B 00-59
2 Minutes 0-59 00-3B 00-59
3 Minutes Alarm 0-59 00-3B 00-59
4 Hours (12 hours mode) 1-12 01-0C AM, 81-8C PM 01-12 AM, 81-92 PM
Hours (24 hours mode) 0-23 00-17 00-23
5 Hours Alarm (12 hours mode) 1-12 01-0C AM, 81-8C PM 01-12 AM, 81-92 PM
Hours Alarm (24 hours mode) 0-23 00-17 00-23
6 Day of the week (Sunday = 1) 1-7 01-07 01-07
7 Date of Month 1-31 01-1F 01-31
8 Month 1-12 01-0C 01-12
9 Year 0-99 00-63 00-99
A Register A 0-255 00-FF N/A
B Register B 0-255 00-FF N/A
C Register C 0-255 00-FF N/A

Register A

MSB LSB

UIP DV2 DV1 DV0 RS3 RS2 RS1 RS0

UIP :
Update Interrupt Progress merupakan flag status yang dapat dipantau. Pada saat UIP bernilai 1, maka update
transfer akan terjadi. Pada saat UIP bernilai 0, maka update transfer tidak akan terjadi sekurang-kurangnya 244 µs.
Informasi waktu, kalender dan alarm di dalam RAM dapat diakses secara penuh pada saat UIP bernilai 0. Ketika
SET bit pada register B bernilai 1, maka update transfer akan dihalangi dan UIP akan bernilai 0.

DV0, DV1 dan DV2 :

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


42 Praktikum Mikrokontroler

Tiga bit ini digunakan untuk menghidupkan atau mematikan osilator dan untuk mereset countdown chain. Sebuah
susunan 010 adalah kombinasi dari bit yang digunakan untuk menyalakan osilator dan mengijinkan RTC untuk
memelihara waktu. Sebuah susunan dari 11X akan mengaktifkan osilator tetapi countdowm chain dalam keadaan
reset. Update data selanjutnya dapat terjadi setiap 500 ms setelah susunan bit dari DV0, DV1 dan DV2 adalah 010.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 43

RS0, RS1, RS2 dan RS3 :


Merupakan bit-bit pemilih periode sinyal interrupt atau sinyal persegi yang dihasilkan oleh RTC. Keempat bit-bit
pemilih ini tidak dipengaruhi oleh RESET. Tabel kebenaran dari bit-bit pemilih ini, terdapat dalam datasheet RTC
DS12C887.

Register B

MSB LSB

SET PIE AIE UIE SQWE DM 24/12 DSE

SET :
Ketika SET bit adalah 0, Fungsi Update Transfer dalam keadaan normal dengan kecepatan perhitungan setiap satu
detik. Ketika SET bit adalah 1, semua update transfer tidak diijinkan dan program dapat inisialisasi bytes waktu dan
kalender tanpa terjadi sebuah update ditengah-tengah inisialisasi.

PIE :
Periodic Interrupt Enable (PIE). Pada bit ini dapat dibaca atau ditulis yang digunakan untuk mengijinkan atau tidak
mengijinkan Periodic Interrupt Flag (PF) pada register C. Jika pada bit ini bernilai 1, maka periodic interrupt akan
dibangkitkan oleh pin IRQ sebesar kombinasi R3, R2, R1 dan R0 pada register A. Jika pada bit ini bernilai 0, maka
periodic interrupt yang dibangkitkan oleh pin IRQ akan ditahan, tetapi Periodic Flag (PF) pada register C tetap diset
pada periodic rate. Pada pin IRQ digunakan untuk interrupt pada mikrokontroller dan untuk menggunakannya perlu
resistor pull-up.

AIE :
Alarm Interrupt Enable (AIE) bit adalah sebuah bit yang dapat dibaca dan ditulis, ketika bit ini diset 1, mengijinkan
Alarm Flag (AF) bit didalam register C untuk mengintialisasi signal IRQ . Ketika bit AIE diset 0, bit AF tidak
menginitialisasi signal IRQ.. Fungsi yang terdapat di dalam dari DS12887 tidak dapat mempengaruhi bit AIE.

UIE :
The Update Ended Interrupt Enable (UIE) adalah suatu flag bit yang dapat dibaca atau ditulis dan digunakan untuk
mengaktifkan Update End Flag (UF) didalam register C untuk menyatakan (IRQ).Flag ini akan update secara
otomatis setiap satu detik, flag ini diguanakan untuk mennadakan bahwa RTC sudah update. RESET dalam
keadaan low atau SET keadaan high menyebabkan UIE bit menjadi low.

SQWE :
Square Wave Enable (SQWE). Jika pada bit ini bernilai 1, maka besar sinyal yang telah diset melalui kombinasi
RS3, RS2, RS1 dan RS0 akan dikeluarkan melalui pin SQW. Jika pada bit ini bernilai 0, maka pin SWQ akan
berada pada kondisi low.

DM :
Data Mode (DM) adalah bit indikasi apakah informasi waktu dan kalender dalam format BCD atau binary. DM bit
dapat di set dengan program untuk memilih format yang sesuai dan dapat dibaca sesuai dengan keperluan. Bit ini
tidak dapat diubah oleh fungsi internal atau reset. Sebuah kondisi high pada DM menandakan bahwa data adalah
binary sedangkan sebuah low kondisi pada DM maka data adalah Binary Code Data (BCD).

12/24 :
12/24 adalah bit control untuk menetapkan format dari hours bit. Sebuah keadaan high pada pin ini menandakan
mode 24-hours dan sebuah 0 pada pin ini menandakan mode 12-hours. Bit ini adalah dapat dibaca dan ditulis, bit
ini tidak dipengaruhi oleh fungsi internal dari reset.

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


44 Praktikum Mikrokontroler

DSE :
Daylight Saving Enable (DSE) adalah bit yang dapat dibaca atau ditulis. Jika bit ini bernilai 1, maka update akan
terjadi pada saat hari Minggu pertama pada bulan April jam 1:59:59 berubah menjadi 3:00:00 atau pada hari
Minggu terakhir pada bulan Oktober pada saat jam 1:59:59 akan berubah menjadi 1:00:00. Jika bit ini bernilai 0,
maka update waktu tersebut tidak akan terjadi. Bit ini tidak dipengaruhi oleh fungsi-fungsi internal atau RESET.

Register C

MSB LSB

IRQF PF AF UF 0 0 0 0

IRQF :
Interrupt Request Flag bit adalah bit ini akan di set satu jika salah satu dari bit dibawah ini :
PF = PIE = 1
AF = AIE = 1
UF = UIE = 1

IRQF = PF * PIE + AF * AIE + UF * UIE.


Ketika bit IRQF diset 1, maka bit IRQ menjadi low. Flag bit AF, UF, dan PF menjadi 0 setelah register C di baca
dengan program atau direset secara hardware.

PF (Periodic Interrupt Flag) : bit ini bernilai 1 saat sinyal berada pada posisi high.
AF (Alarm Interrupt Flag) : bit ini akan bernilai 1 saat alarm aktif.
UF (Update Ended Flag) : bit ini akan bernilai 1 saat proses update waktu telah selesai tiap 500 µs.

Cara membaca detik di RTC:


1. Pertama kali kita harus menyalakan osilator pada RTC dengan cara menyeting register A dengan nilai 20 H.
2. Setting Register B dengan nilai 16 H, dimana data ditampilakan dalam metode binary code, menggunakan
metode 24-hour, dan flag bit UF akan berubah setap satu detik.
3. Baca data pada alamat detik yang telah ditentukan.
unsigned int baca_detik()
MOV DPTR, #0C00AH {
MOV A, #20H Register_A = 0x20; delay(10);
MOVX @DPTR, A Register_B = 0x16; delay(10);
LCALL DELAY
MOV DPTR, #0C00BH do
MOV A, #16H {
MOVX @DPTR, A ACC = Register_C;
LCALL DELAY ACC7 = ACC7 & 0x80;
LAGI: }
MOV DPTR, #0C00Ch while(ACC7 == 0);
MOVX A, @DPTR ACC7 = 0;
ANL A, #80H return(detik);
JNB ACC.7, LAGI delay(10);
CLR ACC.7 }
LCALL DELAY
MOV DPTR, #0C000H
MOV A, #00H
MOVX A, @DPTR
SJMP LAGI

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 45

Cara menulis detik di RTC :


1. Pertama kali kita memberi nilai di register B = 86h.
2. Data ditulis di alamat RTC yang sudah ditentukan .
void tulis_detik(unsigned int dtk)
MOV DPTR, #0C00BH
{
MOV A, #86H
Register_B = 0x86; delay(10);
MOVX @DPTR, A
detik = dtk; delay(10);
LCALL DELAY
}
MOV DPTR, #0C000H
MOV A, #10
MOVX @DPTR, A

Prosedure percobaan :

1. Baca detik pada RTC lalu tampilkan ke LCD, setelah anda berhasil menampilkan detik ke LCD
lanjutkan ke Jam dan menit ?
2. Seting Jam, Menit, dan Detik sesuai dengan waktu saat ini, kemudian tampilkan di LCD ?

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


46 Praktikum Mikrokontroler

Percobaan 10
Matrix LED

Tujuan :
- Agar mahasiswa dapat membuat display dari Marix LED

Teori :

Matrix LED sering kita jumpai di jalan raya digunakan untuk tampilan jam, informasi dll. Pada
percobaan ini kita belajar bagaimana membuat display matrix LED dengan menggunakan mikrokontroler
AT89S51. Matrix LED yang digunakan adalah dot matrix 7 x 5 dan Common Row katoda. Driver yang digunakan
untuk mengontrol kolom menggunakan 74LS174, dimana IC ini adalah D flip-flop array yang di gunakan untuk
shift register. Sedangkan untuk mengontrol baris menggunakan 7 transistor 2N222 dengan arus maksimal yang
diloloskan oleh kolektor sebesar 1 A.

74LS174

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 47

Rangkaian Matrix Led


P 1 [0 ..6 ]
P 1 .0 P 1 .1 P 1 .2 P 1 .3 P 1 .4 P 1 .5 P 1 .6 VC C

R 1
R

Q 6
2N 2222
Q 1
2N 2222
R 9 R 10 R 11 R 12 R 13 R 14 R 15
220 220 220 220 220 220 220

U 1?

1
2
3
4
5
6
7
R
R
R
R
R
R
R
M a t r ix le d
1
2
3
4
5
C
C
C
C
C

D A TA = P 3 .5
1
0
3
2
3
2
4
5
6
7
1
1
1
1

U 2
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
Q

Q
D

7 4 1 7 4 (S H IF T R E G IS T E R )
C LR
C LK

Q 6

D 6
15

14
9

C L K = P 3 .3

C L R = P 3 .4

Cara memprogram driver matrix diatas, terlebih dahulu pastikan output pada shift register high, dengan
cara set data pada P3.5 lalu beri pulsa dari high ke low sebanyak 5 kali. Setelah semua data output dari Q1-Q5 = 1,
maka kita dapat mulai menggambar di matrix led dengan cara memberikan data pada P1.0-P1.6, lalu Q1 diberi
diclearkan dengan cara clear data pada P3.5 lalu memberi pulsa clock pada pin P3.4.

Contoh Program Untuk menampilkan Huruf A ke Matrix LED :

;P3.3 = clock
;P3.4 = clear
;P3.5 = data

LJMP MULAI
ORG 50H

DELAYLOAD :

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


48 Praktikum Mikrokontroler

PUSH ACC
MOV A, #0FFH #include <reg51.h>
LOOP1 : #include <timer.h>
PUSH ACC
MOV A, #0FFH at 0x50 idata unsigned char Huruf_A[5] =
LOOP2 : {0b11111110,
DEC A 0b00011001,
CJNE A, #00H, LOOP2 0b00011001,
POP ACC 0b00011001,
DJNZ ACC, LOOP1 0b11111110};
POP ACC
RET unsigned int i;
sbit data_ = P3^5;
DELAY : sbit clk = P3^3;
PUSH ACC sbit clr = P3^4;
MOV A, #01H
LOOP1 : void clock (unsigned int jum)
PUSH ACC {
MOV A, #09FH unsigned int w;
LOOP2 : for (w=1; w<=jum; w++)
DEC A {
CJNE A, #00H, LOOP2 clk = 1; delay(1);
POP ACC clk = 0; delay(1);
DJNZ ACC, LOOP1 }
POP ACC }
RET
; prosedur Clock void clear()
CLOCK : {
CLOCKX: clr = 0; delay(1);
SETB P3.3 clr = 1; delay(1);
LCALL DELAY }
CLR P3.3
LCALL DELAY void main()
DJNZ R0, CLOCKX {
RET TMOD = 0x01; delay(10);
CLEAR : clear();
CLR P3.4 P1 = 0xFF;
LCALL DELAY data_ = 1;
SETB P3.4 clock(11);
LCALL DELAY
RET while (1)
{
AMBIL_DATA: P1 = Huruf_A [0];
MOV A, #00H data_ = 0;
MOVC A, @A+DPTR clock(1); delay(5);
RET
for (i=1; i<5; i++)
MULAI : {
LCALL DELAYLOAD P1 = Huruf_A [i];
LCALL CLEAR data_ = 1;
MOV P1, #0FFH clock(1); delay(5);
SETB P3.5 }
MOV R0, #11
LCALL CLOCK

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 49

TRAP:
MOV DPTR, #HURUF_A P1 = 0;
LCALL AMBIL_DATA data_ = 1;
MOV P1, A clock(6);
CLR P3.5 delay(5);
MOV R0, #1 }
LCALL CLOCK }

INC DPTR
LCALL AMBIL_DATA
MOV P1,A
SETB P3.5
MOV R0, #1
LCALL CLOCK

INC DPTR
LCALL AMBIL_DATA
MOV P1,A
SETB P3.5
MOV R0, #1
LCALL CLOCK

INC DPTR
LCALL AMBIL_DATA
MOV P1,A
SETB P3.5
MOV R0, #1
LCALL CLOCK

INC DPTR
LCALL AMBIL_DATA
MOV P1,A
SETB P3.5
MOV R0, #1
LCALL CLOCK

MOV P1, #00H


MOV R0, #6
LCALL CLOCK
SJMP TRAP

ORG 500H
HURUF_A:
DB 11111110B
DB 00011001B
DB 00011001B
DB 00011001B
DB 11111110B
END

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


50 Praktikum Mikrokontroler

Catatan :
CLK = P3.3 //Digunakan untuk mengontrol Kolom
CLR = P3.4
DATA = P3.5
P1.0 – P1.7 digunakan untuk mengontrol Baris

Prosedur Percobaan :

1. Dari contoh program diatas ganti dengan huruf B, lalu tampilkan ke matrix LED ?
2. Dari program diatas tampilkan huruf A dan B secara bersamaan ?
3. Buatlah program untuk membuat tulisan berjalan di matrix LED ?

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 51

LAMPIRAN
PERANGKAT INSTRUKSI MIKROKONTROLER 8031

Periode
Mnemonic Deskripsi Byte Osilasi

Operasi Aritmatika
ADD A,#data Add immediate data 2 12
ADD A,@Rn Add indirect address 1 12
ADD A,Rn Add register 1 12
ADD A,addr Add memory 2 12
ADDC A,#data Add carry plus immediate data to accumulator 2 12
ADDC A,@Rn Add carry plus indirect address to accumulator 1 12
ADDC A,Rn Add carry plus register to accumulator 1 12
ADDC A,addr Add carry plus memory to accumulator 2 12
SUBB A,#data Subtract immediate data from accumulator with borrow 2 12
SUBB A,@Rn Subtract indirect address from accumulator with borrow 1 12
SUBB A,Rn Subtract register from accumulator with borrow 1 12
SUBB A,addr Subtract memory from accumulator with borrow 2 12
INC @Rn Increment indirect address 1 12
INC A Increment accumulator 1 12
INC DPTR Increment data pointer 1 24
INC Rn Increment register 1 12
INC addr Increment memory 2 12
DEC @Rn Decrement indirect address 1 12
DEC A Decrement accumulator 1 12
DEC Rn Decrement register 1 12
DEC addr Decrement memory 2 12
MUL AB Multiply accumulator by B 1 48
DIV AB Divide accumulator by B 1 48
DA A Decimal adjust accumulator 1 12

Operasi Logika
ANL A,#data Logical AND immediate data to accumulator 2 12
ANL A,@Rn Logical AND indirect address to accumulator 1 12
ANL A,Rn Logical AND register to accumulator 1 12
ANL A,addr Logical AND memory to accumulator 2 12
ANL addr,#data Logical AND immediate data to memory 3 24
ORL A,#data Logical OR immediate data to accumulator 2 12
ORL A,@Rn Logical OR indirect address to accumulator 1 12
ORL A,Rn Logical OR register to accumulator 1 12
ORL A,addr Logical OR memory to accumulator 2 12
ORL addr,#data Logical OR immediate data to memory 2 12
XRL A,#data Logical Exclusive OR immediate data to accumulator 2 12
XRL A,@Rn Logical Exclusive OR indirect address to accumulator 1 12
XRL A,Rn Logical Exclusive OR register to accumulator 1 12
XRL A,addr Logical Exclusive OR memory to accumulator 2 12
XRL addr,#data Logical Exclusive OR immediate data to memory 3 24

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


52 Praktikum Mikrokontroler

CLR A Clear accumulator 1 12


CPL A Complement accumulator 1 12

Operasi Bit
RL A Rotate accumulator left 1 12
RLC A Rotate accumulator and carry flag left 1 12
RR A Rotate accumulator right 1 12
RRC A Rotate accumulator and carry flag right 1 12
SWAP A Exchange nibbles in accumulator 1 12
1 12

Transfer Data
MOV A,Rn Move register to accumulator 1 12
MOV A,addr Move memory to accumulator 2 12
MOV A,@Rn Move indirect address to accumulator 1 12
MOV A,#data Move immediate data to accumulator 2 12
MOV @Rn,#data Move immediate data to indirect address 2 12
MOV @Rn,A Move accumulator to indirect address 1 12
MOV @Rn,addr Move memory to indirect address 2 24
MOV DPTR,#data Move immediate data to data pointer 3 24
MOV addr,addr Move memory to memory 3 24
MOVX @DPTR,A Move accumulator to external memory addressed by data 1 24
pointer
Move accumulator to external memory addressed by
MOVX @Rn,A 1 24
register
MOVX A,@DPTR Move external memory addressed by data pointer to 1 24
accumulator
Move external memory addressed by register to
MOVX A,@Rn 1 24
accumulator
PUSH Addr Push memory onto stack 2 24
POP Addr Pop stack to memory 2 24
XCH A,@Rn Exchange indirect address with accumulator 1 12
XCH A,Rn Exchange register with accumulator 1 12
XCHD A,@Rn Exchange low nibbles of indirect address with 1 12
accumulator

Variabel Boolean Untuk Manipulasi


CLR C Clear carry flag 1 12
CLR Addr Clear bit 2 12
SETB C Set carry flag 1 12
SETB Addr Set bit 2 12
CPL C Complement carry flag 1 12
CPL Addr Complement bit 2 12
ANL C,addr Logical AND bit to carry flag 2 24
ANL C,/addr Logical AND complement of bit to carry flag 2 24
ORL C,addr Logical OR bit to carry flag 2 24
ORL C,/addr Logical OR complement of bit to carry flag 2 24
MOV C,addr Move bit to carry flag 2 12
JC Addr Jump if carry is set 2 24
JNC Addr Jump if carry is not set 2 24
JB Addr Jump if bit is set 3 24

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


Praktikum Mikrokontroler 53

JNB Addr Jump if bit is not set 3 24


JBC Addr Jump and clear if bit is set 3 24

Program Percabangan
ACALL Addr Absolute call 2 24
LCALL Addr Long call 3 24
RET Return from subroutine (Non interrupt) 1 24
RETI Return from interrupt routine 1 24
AJMP Addr Absolute jump within 2K byte page 2 24
LJMP Addr Long jump 3 24
SJMP Addr Short jump 2 24
JMP @A+DPTR Jump to sum of accumulator and data pointer 1 24
JZ Addr Jump if accumulator is zero 2 24
JNZ Addr Jump if accumulator is not zero 2 24
CJNE @Rn,#data,addr Compareindirectaddresstoimmediatedata,Jumpifnotequal 3 24
CJNE A,#data,addr Compare immediate data to accumulator,Jump if not equal 3 24
CJNE A,addr,addr Compare memory to accumulator,Jump if not equal 3 24
DJNZ Rn,addr Decrement register and jump if not zero 2 24
DJNZ addr,addr Decrement memory and jump if not zero 3 24
NOP No operation 1 12

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya


54 Praktikum Mikrokontroler

DAFTAR PUSTAKA

- Bereksperimen dengan Mikrokontroler 8031 - Moh. Ibnu Malik & Anistardi

- The 8051 Microcontroller (Hardware, Software and Interfacing) - James W. Stewart and Kai X. Miao

- The 8051 Microcontroller - I. Scott MacKenzie

- The 8051 Microcontroller And Embeded Systems – Muhammad Ali Mazidi dan Janice Gillispie Mazidi

Laboratorium Sistem Komputer STIKOM Surabaya

Anda mungkin juga menyukai