0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan14 halaman

Pemeriksaan dan Anatomi Regio Elbow

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas anatomi, fisiologi, dan berbagai pemeriksaan yang dilakukan pada siku (elbow) 2. Pemeriksaan yang dibahas meliputi anamnesis, observasi, pemeriksaan fungsi gerak dasar, dan tes-tes spesifik seperti Cozen's Test dan Maudsley's Test 3. Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk memahami berbagai aspek yang terk

Diunggah oleh

ayu feratywi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan14 halaman

Pemeriksaan dan Anatomi Regio Elbow

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas anatomi, fisiologi, dan berbagai pemeriksaan yang dilakukan pada siku (elbow) 2. Pemeriksaan yang dibahas meliputi anamnesis, observasi, pemeriksaan fungsi gerak dasar, dan tes-tes spesifik seperti Cozen's Test dan Maudsley's Test 3. Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk memahami berbagai aspek yang terk

Diunggah oleh

ayu feratywi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Elbow complex terdiri dari tiga sendi utama yaitu humero ulnar joint,
humero radial joint, dan proximal radioulnar joint. Pada elbow terdapat ligamen
yang berfungsi sebagai stabilisator pasif yaitu ligamen collateral lateral, ligamen
collateral medial, dan ligamen anulare. Sedangkan otot yang berfungsi sebagai
stabilisasi aktif yaitu m. biceps brachii, m. brachialis, m. brachioradialis, m.
triceps brachii, m. pronator teres, m. ekstensor carpi radialis longus, m. ekstensor
carpi radialis brevis, m. ekstensor carpi ulnaris, m. ekstensor carpi digitorum
komunis, dan m. fleksor carpi [Link] posisi anatominya maka siku
merupakan bagian tubuh yang penting karena dapat digerakan dalam berbagai
posisi fungsional.

Terdapat sejumlah aktifitas fungsional yang secara rutin dilakukan


oleh tiap individu, dimana aktifitas fungsional tersebut membutuhkan peran dari
elbow seperti mengetik komputer, menulis, mengendarai motor, mencuci pakaian,
berolahraga dan lain sebagainya. Aktifitas tersebut seringkali menyebabkan
individu memiliki keluhan. Keluhan yang sering dialami banyak orang baik
remaja, dewasa maupun usia lanjut dapat terjadi karena beberapa faktor dibagian
elbow.

Berdasarkan uraian di atas, maka kita perlu memahami seputar


pemeriksaan pada regio elbow sehingga makalah ini dibuat untuk membahas
pemeriksaan elbow guna lebih mengetahui dan memahami berbagai pemeriksaan
pada regio elbow.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja anatomi dan fisiologi elbow?

1
2. Apa saja anamnesis (history taking) regio elbow?
3. Bagaimana observasi pada regio elbow?
4. Apa saja pemeriksaan fungsi pada regio elbow?
5. Apa saja pemeriksaan spesifik pada regio elbow?

C. TUJUAN
1. Dapat memahami dan mengetahui anatomi dan fisiologi regio elbow.
2. Dapat mengetahui anamnesis (history taking) regio elbow.
3. Dapat memahami observasi pada regio elbow.
4. Dapat mengetahui dan memahami pemeriksaan fungsi pada regio elbow.
5. Dapat mengetahui dan memahami pemeriksaan spesifik pada regio elbow.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI ELBOW

Elbow adalah sendi intermediate extremitas superior, yang membantu


mekanikal pada mata rantai antara segment pertama yaitu lengan atas dan segment
kedua lengan bawah dari extremitas superior. Elbow memungkinkan lengan
bawah berada pada beberapa posisi dalam keadaan tertentu, contoh seseorang
yang membawa makanan ke mulut dengan flexi elbow.

Elbow joint terdiri dari 3 tulang yaitu os humerus, os ulna dan os


radius yang saling berhubungan dan ketiga tulang tersebut sama-sama berada
dalam satu ruang sendi. Elbow joint terdiri 3 sendi yaitu : humeroulnar joint,
humeroradial joint, dan proximal radioulnar joint. Ketiga sendi tersebut dibungkus
oleh kapsul sendi yang sama. Tulang yang membentuk elbow dan forearm adalah
os humerus bagian distal, os radius dan os ulna. Elbow joint diperkuat oleh
ligamen collateral radial/lateral dan ligamen collateral ulnar/medial serta ligamen
annulare.

3
 Humeroulnar Joint
Termasuk uni axial hinge joint, dengan pola gerakan flexi
extensi. Sendi berbentuk hinge (engsel) dengan trochlea humeri yang ovular
bersendi dengan fossa trochlearis ulna. Permukaan trochlea humeri menghadap
kearah anterior dan inferior membentuk sudut 450 dari shaft humeri. Fossa
trochlearis ulna menghadap ke atas dan anterior membentuk sudut 45 0 dari ulna.
Gerak utama pada sendi ini adalah flexi-extensi (fossa yg konkaf slide dlm arah
yg sama dgn grk ulna). Untuk ROM penuh, maka gerak flexi selalu disertai varus
angulasi (lateral slide) dan gerak extensi selalu disertai valgus angulasi (medial
slide).
 Humeroradial joint
Termasuk uni axial hinge joint, dengan pola gerakan supinasi
dan pronasi. Dibentuk antara capitulum humeri yg berbentuk spherical dengan
ujung proksimal radius (fovea capitulum radii). Sendi ini berbentuk hinge-pivot
joint.
 Proximal radioulnar joint
Termasuk uni axial pivot joint, pola gerakannya sama yaitu
supinasi dan pronasi. Dibentuk oleh fossa radialis ulna yang bersendi dengan
caput radii. Sendi ini terbungkus dalam kapsul elbow joint. Proximal radioulnar
joint diperkuat oleh ligamen annulare radii yang dibantu oleh serabut anterior
ligamen collateral medial & lateral. Karena tergolong uniaxial pivot joint, maka
proximal radioulnar joint berperan besar terhadap gerak pronasi-supinasi lengan
bawah radius bergerak menyilang diatas ulna saat pronasi.

Ligamen collateral lateral terdiri atas :


 Serabut anterior yang memperkuat ligamen annular kearah anterior.
 Serabut intermediate yang memperkuat ligamen annular kearah posterior.
 Serabut posterior
Ligamen collateral medial terdiri atas :
 Serabut anterior yg memperkuat ligamen annular.

4
 Serabut intermediate yang paling kuat.
 Serabut posterior atau ligamen Bardinet, diperkuat oleh serabut transverse
dari ligamen Cooper’s.

B. ANAMNESIS (HISTORY TAKING)


Selain melakukan anamnesis umum seperti menanyakan usia,
pekerjaan pasien juga penting sekali melakukan anamnesis khusus berkaitan
dengan elbow, hal yang perlu dipertanyakan adalah:
1. Jenis keluhan
2. Ketepatan waktu dan durasi keluhan
3. Lokasi dan distribusi keluhan
4. Provokasi oleh sikap dan gerak yang menimbulkan keluhan
5. Dan lain-lain menyangkut organ tubuh lain yang terkait, tindakan
operasi maupun terapi medis lainnya.

C. OBSERVASI
Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara statik, dinamik, lokal dan
segmental. Inspeksi dimulai saat pertama kali pasien masuk ke ruangan
pemeriksaan, perhatikan posisi sikap tubuh saat duduk, berdiri atau saat aktif.
Perhatikan gerakan lengan, siku dan tangan pasien saat berpegangan atau
membuka baju. Disamping itu perhatikan pula posisi dan sikap kepala – leher –
thoraks dan lengan (quadrant), neck shoulder line, bahu, kontak axilla sampai
tangan (segmental), posisi siku terhadap lengan atas dan lengan bawah serta
jaringan pada elbow joint.

D. PEMERIKSAAN FUNGSI
1. Orientasi/Quick Test
Pemeriksa dapat melakukan tes cepat dengan meminta pasien
melakukan Gerakkan tangan ke mulut, menggenggam, menopang dengan elbow
sedikit flexi.

5
2. Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar
a. Aktif

 Flexi dan extensi elbow , 140-150° dan 0-10°


 Supinasi lengan bawah, 90°
 Pronasi lengan bawah, 90°

b. Pasif

 Flexi elbow, dengan endfeel lunak


 Extensi elbow, dengan endfeel (keras/hard) oleh karena
adanya benturan antara olecranon dengan fossa olecranon

6
humeri. Gerakan yang berlebihan dengan elastic endfeel
dapat disebabkan oleh karena fraktur atau dislokasi.
 Pronasi lengan bawah, endfeel tissue stretch, karena adanya
regangan dari jaringan lunak
 Supinasi lengan bawah, dengan endfeel idem pronasi,
karena regangan dari jaringan lunak.
 Adapun pola kapsular untuk elbow joint adalah flexi >
extensi

c. TIMT

 Flexi dan extensi elbow dengan tahanan


 Pronasi dan supinasi lengan bawah dengan tahanan
 Palmar flexi wrist joint dengan tahanan
 Dorsal flexi wrist joint dengan tahanan

E. PEMERIKSAAN SPESIFIK
1. Cozen’s Test

7
 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adannya Epicondylus lateral
(tennis elbow) pada otot ekstensor carpi radialis longus dan brevis.
 Prosedural Test:
Posisi pasien duduk. Posisi pemeriksa duduk di sisi depan dari
pasien
Stabilisasi elbow pasien dalam posisi 900 fleksi dengan satu
tangan, sambil anda mempalpasi epicondylus lateral dengan thumb anda.
Selanjutnya, mintalah pasien untuk mengepalkan tangannya,
mempronasikan lengan bawahnya, lalu radial deviasi dan ekstensi wrist, sambil
melawan resistan dari tangan anda pada posisi ini.
 Interpretasi:
Test positif nyeri terprovokasi pada epicondylus lateral selma
test.
Indikasi epicondylus lateral (tennis elbow) akibat microtrauma
dan partial tear dari otot ekstensor carpi radialis longus dan brevis.
2. Maudsley’s Test

 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya epicondylus lateral


(tennis elbow) pada otot ekstensor digitorum communis.
 Prosedural Test:
Posisi pasien duduk. Posisi pemeriksa di sisi depan dari pasien
Stabilisasi elbow pasien dalam 900 fleksi dengan satu tangan,
sambil anda mempalpasi epicondylus lateral dengan thumb anda

8
Selanjutnya, mintalah pasien untuk mengekstensikan jari tengah
(jari ke-3), sambil melawan resistan dari tangan anda pada posisi ini.
 Interpretasi:
Test positif jika nyeri terprovokasi pada epicondylus lateral
selama test.
Indikasi epicondylus lateral (tennis elbow) akibat microtrauma
dan partial tear dari otot ekstensor digitorum communis.
3. Mill’s Test

 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya epicondylus lateral


(tennis elbow) pada otot ekstensor carpi radialis longus dan brevis.
 Prosedural Test:
Posisi pasien berdiri. Posisi pemeriksa berdiri di sisi samping
dari lengan pasien yang akan di test
Palpasi epicondylus lateral dan support elbow pasien dengan
satu tangan, sementara tangan anda yang satunya mempronasikan lengan bawah
pasien secara pasif, disertai fleksi wrist dan ekstensi elbow secara penuh.
 Interpretasi:
Test positif jika nyeri terprovokasi secara tiba-tiba pada
epicondylus lateral selama test.
Indikasi epicondylus lateral (tennis elbow) akibat microtrauma
dan partial tear dari otot ekstensor carpi radialis longus dan brevis.

9
4. Golfer’s Elbow Test

 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya epicondylus medial


(Golfer’s elbow).
 Prosedural Test:
Posisi pasien berdiri. Posisi pemeriksa berdiri di sisi damping
dari tangan pasien yang akan di test
Palpasi epicondylus medial dan support elbow pasien dengan
satu tangan, sementara tangan anda yang satunya mensupinasikan lengan bawah
pasien secara pasif, disertai ekstensi wrist dan elbow secara penuh.
 Interpretasi:
Test positif jika nyeri terprovokasi pada epicondylus medial
selama test.
Indikasi epicondylus lateral (tennis elbow) akibat microtrauma
dan partial tear dari otot ekstensor carpi radialis longus dan brevis.
5. Valgus Stress Test

10
 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya instability dari ligament
collateral medial (ligament collateral ulnar).
 Prosedural Test:
Posisi pasien berdiri. Posisi pemeriksa berdiri di sisi samping
dari lengan pasien yang akan di test
Bawalah elbow pasien pada posisi sekitar 200 fleksi sambil
mempalpasi medial joint line dan stabilisasi distal humerus dengan satu lengan
anda
Selanjutnya, aplikasikan valgus force pada elbow pasien dengan
menggunakan tangan anda yang satunya.
 Interpretasi:
Test positif jika nyeri terprovokasi atau terjadi laxitiy berlebihan
selama test.
Indikasi instability ligamen collateral medial atau ligament
collateral ulnar.
6. Vargus Stress Test

 Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya instability dari ligament


collateral lateral (ligament collateral radial).
 Prosedural Test:
Posisi pasien berdiri. Posisi pemeriksa berdiri di sisi samping
dari lengan pasien yang akan di test
Dengan satu tanga anda, fiksasi humerus pasien dan posisikan
ke eksorotasi. Lalu, palpasi ligamen collateral lateral (radial).

11
Selanjutnya, fleksikan elbow pasien pada posisi sekitar 20-30 0,
kemudian aplikasikan varus force dengan menggunakan tangan anda yang
satunya.
 Interpretasi:
Test positif jika nyeri terprovokasi atau terjadi laxitiy berlebihan
selama test.
Indikasi instability ligamen collateral lateral atau ligament
collateral radial.

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Elbow complex terdiri dari tiga sendi utama yaitu humero ulnar joint,
humero radial joint, dan proximal radioulnar joint. Elbow memiliki sejumlah
ligament yang berfungsi sebagai stabilitas sendi. Pada regio elbow dapat
mengalami gangguan hal tersebut berkaitan dengan banyaknya aktifitas yang
berkaitan dengan regio elbow. Maka dari itu, untuk mengetahui pasti gangguan
yang terjadi pada elbow joint maka dilakukan berbagai rangkaian pemeriksaan,
sebelum memulai pemeriksaan tersebut ada baiknya mengetahui anatomi fisiologi,
perlu informasi berupa anamnesis pasien, melakukan observasi/inspeksi maupun
quick test lalu dilanjutkan pemeriksaan fungsi dasar (aktif, pasif, TIMT), maupun
pemeriksaan spesifik (cozen’s test, maudsley’s test, mill’s test, golfer’s elbow test,
valgus stress test).

B. SARAN
Diharapkan makalah ini dapat membantu dan menjadi literatur dalam
menambah ilmu pengetahuan kita mengenai pemeriksaan regio elbow.

13
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, [Link]. 2019. Physical Therapy Special Test II. Makassar:


Professional Physiotherapy Publishing.
Magee, David J. 2008. Orthopedic Physical Assessment. Edisi 6. Canada. Elsevier
Saunders.

14

Anda mungkin juga menyukai