RS.
HARAPAN
JAYAKARTA
MELAKUKAN FOTO RONTGEN APPENDICOGRAM
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
00 1/4
Ditetapkan oleh,
TanggalTerbit [Link] JAYAKARTA
STANDAR 2018
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. H. Amiruddin Hamigu, M.M
Direktur
Teknik pemeriksaan radiologi untuk memvisualisasikan appediks
PENGERTIAN
dengan menggunakan kontras media positif barium sulfat.
Mengetahui pengertian dari penyakit apendisitis dan pemeriksaan
radiologi yang dilakukan.
TUJUAN
Memahami lebih detail mengenai teknik pemeriksaan apendiks atau
apendicografi, mulai dari persiapan pasien sampai dengan criteria
gambaran.
SK Direktur RS Harapan Jayakarta Nomor
KEBIJAKAN 002/[Link]/SK/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Radiologi
Rumah Sakit Harapan Jayakarta
PROSEDUR 1. Pasien memberikan formulir rontgen ke loket radiologi.
2. Petugas radiologi menginput data pasien di SIMRS
3. Petugas radiologi menyiapkan alat dan bahan :
a) Merapihkan meja pemeriksaan
b) Film Rontgen + Kaset Ukuran 18x24cm atau 24x30cm
c) Automatic Processing
d) Marker R/L.
4. Pasien dipersilahkan masuk, lalu pasien duduk di kursi dekat meja
pemeriksaan .
5. Sebelum dilakukan pemeriksaan pasien melepaskan bahan
berlogam yang ada di bagian objek
6. Petugas radiologi memposisikan pasien :
7. PersiapanPasien
48 jam sebelum pemeriksaan dianjurkan makan makanan lunak tidak
berserat. Misal : bubur kecap
12 jam atau 24 jam sebelum pemeriksaan pasien diberikan 2/3
Dulcolac untuk diminum
Pagi hari pasien diberi dulkolac supositoria melalui anus atau
dilavement
4 jam sebelum pemeriksaan pasien harus puasa hingga pemeriksaan
berlangsung
Pasien dianjurkan menghindari banyak bicara dan merokok
RS. HARAPAN MELAKUKAN FOTO RONTGEN APPENDICOGRAM
JAYAKARTA
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
00 2/4
Pasien dianjurkan menahan untuk tidak BAB setelah meminum
barium sulfat yang sudah dicampur dengan air mineral sampai
selesai pemeriksaan.
Yang terakhir adalah penjelasan kepada keluarg apasien
mengenai prosedur yang akan dilakukan dan penandatanganan
informed consent.
2. PERSIAPAN ALAT
Pesawat sinar-X yang dilengkapi fluoroskopi dan dilengkapi
alat bantu kompresi yang berfungsi untuk memperluas
permukaan organ yang ada didaerah ileosaekal / memodifikasi
posisi pasien supine menjadi prone
Kaset + film
3. PERSIAPAN BAHAN
PROSEDUR
Bahan kontras barium sulfat dengan perbandingan 1 : 2 sampai
1 : 4.
Prosedur Pemeriksaan Appendicogram
Posisi Pasien : Pasien pada supine, tidur terlentang .
PosisiObjek :
MSP berada di tengah-tengah meja pemeriksaan
Pastikan tidak ada rotasi.
Central Ray :
CR tegak lurus terhadap kaset
CR setingi iliac crest
FFD minimal 90 cm
RS. HARAPAN
JAYAKARTA
MELAKUKAN FOTO RONTGEN APPENDICOGRAM
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
00 3/4
Struktur yang tampak :
Colon bagian transversum harus diutamakan terisi barium. Pada
posisi PA dan terisi udara pada posisi AP dengan teknik double
contrast.
Seluruh luas usus harus nampak termasuk flexure olic kiri.
RPO (Right Posterior Oblique)
Posisi Pasien : 35 to 45 derajat menuju right dan left porterior
oblique (RPO atau LPO)
Posisi Objek :
Letakan bantal di atas kepala.
Flexikan siku dan letakan di depan tubuh pasien
PROSEDUR Luruskan MSP dengan meja pemeriksaan dengan abdominal margins
kiri dan kanan sama jauhnya dari garis tengah meja pemeriksaan
CENRAL RAY :
CR tegak lurus terhadap IR
Sudutkan CR dengan titik pusat setinggi iliac crest dan sekitar 2,5 cm
lateral menuju garis mid sagital plane (MSP).
SID minimal 90 cm
STRUKTUR YANG TAMPAK
LPO – colic flexura hepatic kanan dan ascending & recto sigmoid
portions harus tampak terbuka tanpa super imposition yang
significant. RPO - colic flexure kiri dan descending portions harus
terlihat terbuka tanpa super imposition yang significant.
RS. HARAPAN
JAYAKARTA
MELAKUKAN FOTO RONTGEN APPENDICOGRAM
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
00 4/4
Kesimpulan
1. Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada
appendix vermin formi.
2. Appendikografi merupakan teknik pemeriksaan
PROSEDUR radiologi untuk memvisualisasikan appendiks dengan
menggunakan kontras media positif barium sulfat, yang
dilakukan dengan dua proyeksi, yakni PA/AP dan RPO/ RAO.
3. Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.
Instalasi Gawat Darurat
Unit Rawat Jalan
UNIT TERKAIT Unit Rawat Inap
Radiologi
Dokter Rujukan Luar RS