0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
275 tayangan2 halaman

Tatalaksana Parafimosis di Klinik

Parafimosis adalah kondisi darurat dimana kulit preputium tidak dapat dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik ke belakang batang penis. Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan parafimosis di klinik dengan melakukan reposisi secara manual atau insisi jika edema tidak berkurang. Pasien perlu dirujuk jika terjadi tanda nekrosis.

Diunggah oleh

destifika andriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
275 tayangan2 halaman

Tatalaksana Parafimosis di Klinik

Parafimosis adalah kondisi darurat dimana kulit preputium tidak dapat dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik ke belakang batang penis. Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan parafimosis di klinik dengan melakukan reposisi secara manual atau insisi jika edema tidak berkurang. Pasien perlu dirujuk jika terjadi tanda nekrosis.

Diunggah oleh

destifika andriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PARAFIMOSIS

S No. : 00/UKP/2021
Dokumen
O No. Revisi :
P Tgl terbit : 00/00/2021
Halaman :
PUSKESMAS dr. Destifika
SUKA MAKMUR
Andriani Hasibuan

1. Pengertian Parafimosis merupakan kasus gawat darurat yang merupakan kondisi


dimana kulit preputium setelah ditarik ke belakang batang
penissampai di sulkus koronarius tidak dapat dikembalikan ke posisi
semula ke depan batang penis. 
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan parafimosis di klinik abcd
3. Refrensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
Hk.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
4. Kebijakan SK Nomor : ……………. Tentang
5. Prosedur / Keluhan
langkah
1. Pembengkakan pada penis
2. Nyeri pada penis

Faktor Risiko
Penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction) pada laki-
laki yang belum disirkumsisi misalnya pada pemasangan kateter.
Pemeriksaan Fisik
1. Preputium tertarik ke belakang glans penis dan tidak dapat
dikembalikan ke posisi semula
2. Terjadi eritema dan edema pada glans penis
3. Nyeri
4. Jika terjadi nekrosis glans penis berubah warna menjadi biru
hingga kehitaman

Diagnosis Klinis
Penegakan diagnosis berdasarkan gejala klinis dan peneriksaan fisik

Diagnosis Banding
Angioedema, Balanitis, Penile hematoma

Komplikasi
Bila tidak ditangani dengan segera dapat terjadi ganggren
Penatalaksanaan
1. Reposisi secara manual dengan memijat glans selama 3-5 menit.
Diharapkan edema berkurang dan secara perlahan preputium dapat
dikembalikan pada tempatnya.
2. Dilakukan dorsum insisi pada jeratan
Selanjutnya disarankan untuk sirkumsisi karena dapat berulang
Kriteria Rujukan
Bila terjadi tanda-tanda nekrotik segera rujuk ke layanan sekunder.
6. Diagram alir
7. Unit terkait Poli Umum
8. Dokumen Rekam medic
terkait Resep
9. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan
diberlakukan
historis

Anda mungkin juga menyukai