SATUAN ACARA PENYULUHAN
TUBERCOLUSIS (TBC)
Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Matakuliah Keperawatan Komunitas II
Dosen Pengampu : Ns. Lalu M. Panji Azali, [Link]
Disusun Oleh :
Kelompok 2
1. Bagus Putro P (S18009)
2. Christian Adri S (S18010)
3. Della Silviani (S18011)
4. Dewi Asnita (S18012)
5. Diana Putri Purnadewi (S18013)
S18A
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA
UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA
2020/2021
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
Pokok Bahasan : TBC
Sub Pokok Bahasan : Pemahaman tentang TBC
Sasaran : Lansia penderita TBC
Tempat : Balai Desa Kelurahan Mojosongo
Waktu : 08.30-09.00
Tanggal : 21 Desember 2020
A. Latar Belakang
Tuberculosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh
mikobakterium tuberculosis. Penyakit ini ditandai dengan batuk selama
minggu berturut-turut tanpa berhenti dan demam pada malam hari.
Menurut laporan WHO tahun 2009 jumlah penderita yang meninggal
karena TBC sebanyak 1,7 juta orang. TBC adalah penyebab kematian
nomor satu dari golongan penyakit infeksi pada semua kelompok usia.
Pada tahun 1999, WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000 kasus
baru TBC dengan kematian karena TB sekitar 140.000. Diperkirakan pada
setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru
BTA positif. Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia
kerja produktif, kelompok ekonomi lemah, dan berpendidikan rendah.
Sekitar 75% pasien TBC adalah kelompok usia yang paling produktif
secara ekonomi (15 - 50 tahun). (Kemenkes RI, 2014 dalam Dwi, 2018) .
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang Tuberculosis
selama 1 x 20 menit diharapkan masyarakat mengerti tentang penyakit
Tuberkulosis (TBC).
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang Tuberculosis
selama 1 x 20 menit diharapkan masyarakat mampu :
a. Masyarakat mampu memahami dan menjelaskan kembali
pengertian penyakit Tuberkulosis (TBC).
b. Masyarakat mampu memahami dan menjelaskan kembali
tentang tanda dan gejala penyakit Tuberkulosis (TBC).
c. Masyarakat mampu memahami dan menjelaskan kembali
tentang penyebab penyakit Tuberkulosis (TBC).
d. Masyarakat mampu memahami dan menjelaskan kembali
tentang cara penularan penyakit Tuberkulosis (TBC).
e. Masyarakat mampu memahami tentang cara pengobatan
penyakit Tuberkulosis (TBC).
f. Masyarakat mampu memahami tentang cara pencegahan
penyakit Tuberkulosis (TBC).
C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian TBC
2. Tanda dan Gejala TBC
3. Penyebab TBC
4. Cara Penularan TBC
5. Pengobatan TBC
6. Pencegahan TBC
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Media
PPT
F. Pengorganisasian
1. Penyaji : Christian Adri S
2. Moderator : Della S
3. Fasilitator : Bagus Putro P, Diana Putri P
4. Notulen : Dewi Asnita
G. Setting Tempat
H. Kegiatan Penyuluhan
No Fase Waktu Kegiatan Sasaran
1 Pembukaan 5 Menit - Membuka acara - Menjawab
penyuluhan dengan salam
mengucapkan salam
- Memperkenalkan diri - Mendengarkan
- Menyampaikan tujuan
penyuluhan
- Mendengarkan
2 Penyampaian 10 Menit - Pengertian penyakit - Menjawab
Materi tuberculosis (TBC) pertanyaan
- Tanda dan gejala yang
penyakit tuberculosis disampaikan
(TBC) - Mendengarkan
- Penyebab penyakit - Memperhatikan
tuberculosis (TBC)
- Cara penularan penyakit
tuberculosis (TBC)
- Cara pengobatan penyakit
tuberculosis (TBC)
- Cara pencegahan
penyakit tuberculosis
(TBC)
3 Evaluasi dan 5 Menit - Memberikan - Mendengarkan
Penutup pertanyaan kepada - Menjawab
sasaran tetang materi pertanyaan
yang disampaikan - Menjawab
- Memberikan respon salam
positif
- Menyimpulkan materi
- Mengucapkan
terimakasih dan
mengucapkan salam
penutup.
I. Evaluasi
Menanyakan kembali tentang materi yang dijelaskan pada peserta tentang :
1. Apakah pengertian dari penyakit tuberculosis ?
2. Apakah tanda dan gejala penyakit tuberculosis ?
3. Apa saja penyebab penyakit tuberculosis ?
4. Bagaimana cara penularan penyakit tuberculosis ?
5. Bagaimana pengobatan dari penyakit tuberculosis ?
6. Bagaimana cara pencegahan dari penyakit tuberculosis ?
J. Referensi
1. Brunner S (2000). Buku Ajar Keperawatan medikal Bedah. Vol.3, Ed
8, Jakarta ; EGC
2. Depkes RI (2008). Pedoman Nasional PenanggulanganTuberkulosis.
Jakarta ; Gerdunas
3. Depkes RI (2010). Pedoman Nasional PenanggulanganTuberkulosis.
Jakarta ; Gerdunas
4. Dwi, Syahrizal Putra. 2018. MEDIA PEMBELAJARAN DAN
SOSIALISASI PENYAKIT TBC. Journal of Information System,
Applied, Management, Accounting and Research Vol. 2 No. 2.
5. Indah, Marlina [ed]. 2018. Tuberkulosis. Buku Kementerian
Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi : Jakarta.
6. Kemenkes RI (2010). Strategi Nasional Pengendalian TB. Jakarta :
Kemenkes RI
LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian
Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar
kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh
lainnya. (Depkes RI, 2007).
Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium
tuberculosis yang hamper seluruh organ tubuh dapat terserang olehnya,
tapi yang paling banyak adalah paru-paru (IPD, FK, UI).
B. Tanda dan Gejala
Menurut Indah (2018) Gejala utama pasien TBC paru yaitu sebagai berikut
:
1. Batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih
2. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur
darah (batuk darah)
3. Sesak nafas
4. badan lemas
5. Nafsu makan menurun
6. berat badan menurun
7. Malaise
8. Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik
9. Demam meriang lebih dari satu bulan
C. Penyebab Tuberculosis
Penyebab Tuberculosis Paru adalah Mycobacterium Tuberculosis
yang berbentuk batang dan Tahan asam( Price , 1997 ). Penyebab
Tuberculosis adalah M. Tuberculosis bentuk batang panjang 1 – 4/µm.
Dengantebal 0,3 – 0,5 µm. selain itu juga kuman lain yang memberi
infeksi yang sama yaitu M. Bovis, M. Kansasii, M. Intracellutare. Kuman
ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam
pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam
(BTA), kuman TBC cepat mati terhadap sinar matahari langsung, tetapi
dapat bertahan hidup selama beberapa jam ditempat yang gelap dan
lembab.
D. Penularan TBC
Sumber penularan TB paru adalah penderita TB paru BTA positif.
Penularan terjadi pada waktu penderita TB paru batuk atau bersin,
penderita menyebarkan kuman bakteri ke udara dalam bentuk droplet
(percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di
udara pada suhu kamar selama beberapa jam, orang dapat terinfeksi kalau
droplet tersebu tterhirup kedalam [Link] kuman TB paru
masuk kebagian tubuh lainnya melalui system peredaran darah, system
saluran limfe, saluran napas, atau penyebaran langsung kebagian-bagian
tubuh lainnya (Depkes RI, 2002).
E. Pengobatan
Jenis obat yang dipakai
1. Obat Primer
a. Isoniazid (H)
b. Rifampisin (R)
c. Pirazinamid (Z)
d. Streptomisin
e. Etambutol (E)
2. Obat Sekunder
a. Ekonamid
b. Protionamid
c. Sikloserin
d. Kanamisin
e. PAS (Para Amino Saliciclyc Acid)
f. Tiasetazon
g. Viomisin
h. Kapreomisin
Pengobatan TB ada 2 tahap menurut DEPKES 2000 yaitu :
1. Tahap INTENSIF
Penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk
mencegah terjadinya kekebalan terhadap rifampisin. Bila saat tahab
intensif tersebut diberikan secara tepat, penderita menular menjadi tidak
tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu. Sebagian besar penderita
TBc BTA positif menjadi negatif (konversi) pada akhir pengobatan
intensif. Pengawasan ketat dalam tahab intensif sangat penting untuk
mencegah terjadinya kekebalan obat.
2. Tahap Lanjutan
Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat jangka waktu lebih
panjang dan jenis obat lebih sedikit untuk mencegah terjadinya
kelembutan. Tahab lanjutan penting untuk membunuh kuman persisten
(dormant) sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.
F. Pencegahan
1. Penderita TB Paru
a. Minum obat secara lengkap dan teratur sampai sembuh
b. Meutup mulut saat bersin atau batuk menggunakan lengan atau
tisu lalu dibuang di tempat sampah (jangan membuang tisu ke
sembarang tempat)
c. Meludah ditempat yang terkena sinar matahari atau tempat yang
memiliki tutupan yang diisi air sabun
2. Keluarga
a. Jemur alat tidur
b. Buka jendela dan pintu lebar-lebar agar udara segar & sinar
matahari dapat masuk
c. Jangan tukar menukar peralatan mandi
d. Olahraga secara teratur
e. Beristirahat cukup
f. Buang air besar di jamban/WC
g. Makan makanan bergizi
h. Tidak merokok dan tidak minum minuman keras
3. Anak
a. Beri imunisasi BCG pada bayi
b. Beri makanan yang bergizi