0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan9 halaman

Analisis Beban Kerja Mental NASA-TLX

1. Analisis beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX dilakukan pada bagian shipping perlengkapan di PT Triangle Motorindo. 2. Hasilnya menunjukkan beban kerja di bagian tersebut tinggi, terutama pada aspek usaha. 3. Rekomendasi perlu diberikan untuk meminimumkan beban kerja, namun belum diterapkan dalam penelitian ini.

Diunggah oleh

fauzan risyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan9 halaman

Analisis Beban Kerja Mental NASA-TLX

1. Analisis beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX dilakukan pada bagian shipping perlengkapan di PT Triangle Motorindo. 2. Hasilnya menunjukkan beban kerja di bagian tersebut tinggi, terutama pada aspek usaha. 3. Rekomendasi perlu diberikan untuk meminimumkan beban kerja, namun belum diterapkan dalam penelitian ini.

Diunggah oleh

fauzan risyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA

BAGIAN SHIPPING PERLENGKAPAN DI PT. TRIANGLE MOTORINDO

Claudha Alba Pradhana 1, Dr. Hery Suliantoro ST. MT 2


Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro
Jl. Prof. H. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang
Telp. 0856400478351
E-mail: albapradhana79@gmail.com1

ABSTRAK

PT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang menggunakan SDM pada setiap aktivitas perusahaan. Pada
proses produksinya bagian shipping perlengkapan merupakan bagian yang paling vital karena bertugas dalam
pengurusan kelengkapan dari unit motor. Segala aktivitas di bagian shipping memerlukan energi ekstra dalam
pekerjaan yang mungkin dapat menimbulkan beban kerja yang [Link] hal tersebut tidak segera ditangani akan
berkemungkinan menimbulkan stress pada pekerjanya. Tujuan penelitian ini adalah mampu menjelaskan faktor
penyebab tingginya beban kerja mental yang terjadi dan memberikan rekomendasi untuk meminimumkan beban
kerja mental yang dialami karyawan di unit shipping perlengkapan pada PT. Triangle Motorindo. Hasil perhitungan
dari metode NASA-TLX menunjukan kalau beban kerja di bagian shipping tergolong tinggi. Metode NASA- TLX
dipilih karena metode ini mengukur ke dalam 6 dimensi pengukuran beban kerja mental yaitu Effort, Mental
Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Melalui analisa dari hasil
tersebut diketahui jika setiap aspek mempunyai masalahnya masing-masing. Berdasarkan masalah tersebut peneliti
memperoleh hasil jika Effort mempunyai nilai beban kerja mental yang paling tinggi dan Frustration level
mempunyai nilai yang paling rendah. Pada penelitian ini masih belum dilakukan penerapan usulan perbaikannya
yang mana menjadikan hal itu sebagai kekurangan dari komponen pembahasan laporan ini.

Kata Kunci: Workload, NASA-TLX

Analysis Of Mortal Load Work Using NASA-TLX Method On Shipping Equipment Section In PT. TRIANGLE
MOTORINDO. PT. Triangle Motorindo is a company that uses human resources in every company activity. In the
production process of shipping parts of equipment is the most vital part because it is in charge of handling the
completeness of the motor unit. Any activity in the shipping section requires extra energy in work that may cause a
high workload. If it is not addressed it will be likely to cause stress to the worker. The purpose of this study is to
explain the factors causing the high mental work load that occurs and provide recommendations to minimize the
mental workload experienced by employees in the unit shipping equipment at PT. Triangle Motorindo. The
calculation results from the NASA-TLX method shows that the workload in the shipping section is high. The NASA-
TLX method is chosen because it measures into 6 dimensions of mental workload measurement ie Effort, Mental
Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Own Performance, Frustration level. Through analysis of the
results is known if every aspect has its own problem. Based on the problem, the researcher obtained the result if the
Effort has the highest mental work load value and the Frustration level has the lowest value. In this research, there
is still no implementation of the proposed improvements which make it as a lack of components of the discussion of
this report.

Keyword: Workload, NASA-TLX


1. Pendahuluan 1. Tingginya tingkat beban kerja yang ada di
1.1 Latar Belakang unit shipping perlengkapan pada PT.
Saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan Triangle Motorindo
otomotif skala internasional yang 2. Pembagian kerja yang belum baik dengan
membangun/memproduksi produknya di admin harus melakukan pekerjaan fisik.
Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut 3. Operator harus melakukan usaha lebih dan
memilih memproduksi di Indonesia karena berfikir lebih keras untuk menyelesaikan
banyaknya SDM di negeri ini. Manusia yang pekerjaannya.
merupakan komponen/SDM utama dalam kegiatan 1.3 Tujuan Penelitian
perindustrian memiliki keterbatasan dan kelebihan Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan
dalam satu atau banyak hal. Dalam setiap kegiatan kuliah kerja industri ini adalah:
di perusahaan pasti mengandung unsur beban kerja 1. Mampu menjelaskan faktor penyebab
yang selalu ada dalam aktivitas manusia. tingginya beban kerja mental yang terjadi
Salah satu perusahaan otomotif ternama yang pada unit shipping perlengkapan di PT,
ada di Indonesia yaitu PT. Triangle Motorindo. PT. Triangle Motorindo.
Triangle Motorindo menghasilkan 4 jenis motor 2. Memberikan rekomendasi untuk
yaitu motor gerobak, trail, matic dan sports. Untuk meminimumkan beban kerja mental yang
proses produksinya, perusahaan ini sekarang lebih dialami karyawan di unit shipping
menekankan pada penggunaan tenaga manusia. perlengkapan pada PT. Triangle
Setelah produk selesai dibuat maka produk akan Motorindo.
langsung di uji jalan. Setelah lolos uji jalan maka 2. Tinjauan Pustaka
produk akan langsung masuk ke bagian shipping. 2.1 Beban Kerja
Pada PT. Triangle Motorindo bagian shipping Beban kerja merupakan salah satu aspek yang
terbagi menjadi 2 yaitu shipping unit dan shipping harus di perhatikan oleh setiap perusahaan, karena
perlengkapan. Pada shipping perlengkapan beban kerja salah satu yang dapat meningkatkan
terdapat 4 bagian yaitu kelengkapan unit (spion, air produktivitas kerja karyawan. Berikut beberapa
aki, dll), toolbox, promosi (jaket, brosur), dan penegertian sistem perawatan menurut para ahli:
paket.  Gopher & Doncin (1986) mengartikan beban
Segala aktivitas di bagian shipping kerja sebagai suatu konsep yang timbul
perlengkapan tidak lepas dari beban kerja. akibat adanya keterbatasan kapasitas dalam
Aktivitas yang ada disana seimbang antara beban memroses informasi. Saat menghadapi suatu
kerja mental dan beban kerja fisik. Contohnya tugas, individu diharapkan dapat
seperti memilah barang pesanan sesuai dengan menyelesaikan tugas tersebut pada suatu
order yang diterima. Selain itu, karyawan juga tingkat tertentu. Apabila keterbatasan yang
harus membawa serta mengepak barang-barang dimiliki individu tersebut
pesanan tersebut dan masih banyak lagi. menghambat/menghalangi tercapainya hasil
Banyaknya aktivitas tersebut membutuhkan tenaga kerja pada tingkat yang diharapkan, berarti
dan konsentrasi yang tinggi yang menimbulkan telah terjadi kesenjangan antara tingkat
beban kerja mental dan fisik. kemampuan yang diharapkan dan tingkat
Pengukuran beban kerja sangat diperlukan kapasitas yang dimiliki.
untuk mengetahui kapasitas kerja karyawan  O’Donnell & Eggemeier (1986)
sehingga beban kerja tersebut dapat mengemukakan bahwa istilah beban kerja
diminimumkan. Pengukuran beban kerja mental merujuk kepada “seberapa besar dari
dapat dilakukan dengan berbagau metode, salah kapasitas pekerja yang jumlahnya terbatas,
satunya metode NASA-TLX (National yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu
Aeronautics and Space Administration Task Load tugas/pekerjaan”.
Index). Metode NASA- TLX digunakan karena  Sudiharto (2001) menjelaskan bahwa beban
metode ini mengukur ke dalam 6 dimensi kerja merupakan salah satu unsur yang harus
pengukuran beban kerja mental yaitu Effort, diperhatikan bagi seorang tenaga kerja untuk
Mental Demand, Physucal Demand, Temporal mendapatkan keserasian dan produktivitas
Demand, Own Performance, Frustration level. kerja yang tinggi selain unsur beban
1.2 Rumusan Masalah tambahan akibat lingkungan kerja dan
Permasalahan yang terjadi pada PT. Triangle kapasitas kerja..
Motorindo yang menjadi topik laporan ini adalah:
2.2 NASA-TLX nilai produk untuk 6 indikator (MD, PD, TD,
Metode NASA-TLX merupakan metode CE, FR, EF):
yang digunakan untuk menganalisis beban kerja
mental yang dihadapi oleh pekerja yang harus 4. Menghitung Weighted Workload (WWL)
melakukan berbagai aktivitas dalam pekerjaannya. Diperoleh dengan menjumlahkan keenam
Metode ini di kembangkan oleh Sandra G. Hart nilai produk
dari NASA-Ames Research Center dan Lowell E.

Staveland dari San Jose State University pada
tahun 1981 berdasarkan munculnya kebutuhan 5. Menghitung rata-rata WWL
pengukuran subjektif yang terdiri dari skala Diperoleh dengan membagi WWL dengan
sembilan faktor (kesulitan tugas, tekanan waktu, jumlah bobot total
jenis aktivitas, usaha fisik, usaha mental, ∑
performansi, frustasi, stress dan kelelahan). Dari
sembilan faktor ini disederhanakan lagi menjadi 6 6. Interpretasi Skor Berdasarkan penjelasan
yaitu Mental demand (MD), Physical demand Hart dan Staveland (1981) dalam teori
(PD), Temporal demand (TD), Own Performance NASA-TLX, skor beban kerja yang
(PO), Effort (E), Frustation level (FR). NASA- diperoleh terbagi dalam tiga bagian yaitu:
TLX (Nasa Task Load Index) adalah suatu metode
pengukuran beban kerja mental secara subjektif.
Pengukuran metode NASA-TLX dibagi menjadi
dua tahap, yaitu perbandingan tiap skala (Paired
Comparison) dan pemberian nilai terhadap
pekerjaan (Event Scoring).
2.3 Langkah pengukuran NASA-TLX
Gambar 1 Intrepretasi Skor
Langkah-langkah pengukuran dengan
menggunakan NASA TLX adalah sebagai berikut
3. METODOLOGI PENELITIAN
(Hancock dan Meshkati, 1988):
mulai
1. Pembobotan
Pada bagian ini responden diminta untuk
Studi Pendahuluan
memilih salah satu dari dua indikator yang
dirasakan lebih dominan menimbulkan beban
kerja mental terhadap pekerjaan tersebut.
Studi Lapangan Studi pustaka
Kuesioner NASA-TLX yang diberikan
berupa perbandingan berpasangan. Dari
kuesioner ini dihitung jumlah tally dari setiap Perumusan Masalah

indikator yang dirasakan paling berpengaruh.


Jumlah tally menjadi bobot untuk tiap Tujuan Penelitian

indikator beban mental.


2. Pemberian Rating Pengumpulan data:
Pada bagian ini responden diminta  Data kuesioner yang di isi oleh
karyawan

memberi rating terhadap keenam indikator Data hasil wawancara

beban mental. Rating yang diberikan adalah


subjektif tergantung pada beban mental yang Pengolahan data:
 Pengukuran NASA-TLX
 Uji Keseragaman
dirasakan oleh responden tersebut. Untuk  Uji Kecukupan Data

mendapatkan skor beban mental NASA-


TLX, bobot dan rating untuk setiap indikator Analisa hasil dan
Rekomendasi

dikalikan kemudian dijumlahkan dan dibagi


dengan 15 (jumlah perbandingan Kesimpulan

berpasangan).
3. Menghitung nilai produk
selesai
Diperoleh dengan mengalikan rating
dengan bobot faktor untuk masing-masing Gambar 2 Metodologi Penelitian
deskriptor. Dengan demikian dihasilkan 6
4. Hasil dan Pembahasan
Data yang telah diperoleh akan di olah dengan perhitungan NASA-TLX. Berikut rekapan hasil
perhitungan skor NASA-TLX:
Tabel 1 Hasil peng0lahan data
No. Nama Umur Jabatan Aspek Rating Bobot WWL Skor
MD 65 3
PD 65 5
TD 65 2
1. Riki Dia 24 th Admin 1010 67,33
PO 75 2
EF 70 3
FR 55 0
MD 80 3
PD 65 4
TD 75 1
2. M. Arifin 24 th Admin 1115 74,33
PO 70 2
EF 80 5
FR 75 0
MD 65 5
PD 70 2
TD 60 1
3. Sri Lestari 28 th Admin 990 66
PO 75 3
EF 60 4
FR 70 0
MD 75 2
PD 75 2
TD 70 2
4. Rina Indah 26 th Admin 1000 66,67
PO 70 2
EF 70 4
FR 70 2
MD 50 3
PD 55 4
TD 90 2
5. Bambang H. 35 th Foreman 985 65,67
PO 85 1
EF 70 5
FR 55 0
MD 65 4
PD 70 3
TD 75 2
6. Eko Saputro 21 th Operator 940 62,67
PO 60 1
EF 65 4
FR 35 0
Lanjutan tabel 1 Hasil pengolahan data
No. Nama Umur Jabatan Aspek Rating Bobot WWL Skor
MD 60 3
PD 65 4
TD 60 1
7. Feb Ari Bahari 20 th Operator 970 64,67
PO 60 2
EF 70 5
FR 40 0
MD 55 3
PD 60 2
TD 55 2
8. Rakhman Himawan 21 th Operator 835 55,67
PO 50 4
EF 60 4
FR 55 0
MD 65 2
PD 55 3
Bagus Yogo TD 50 0
9. 21 th Operator 795 53
Purwoko PO 60 1
EF 55 5
FR 55 3

1. Melakukan uji keseragaman untuk √( ∑( ) (∑ ) )


mengetahui keseragaman data yang ( ∑
)
diperoleh. √ ( ) ( )
( )
∑ ∑( ̅)
̅ √
̅ ̅ Karena nilai N’ < N yaitu 3,597344 < 9,
Tabel 2 hasil uji keseragaman maka dapat dikatakan kalau data yang
No. x x bar Stdv BKA BKB diperoleh telah mencukupi untuk menjadi
1 67,33 64 6,368324 83,10497 44,89503 bahan penelitian dengan tingkat
2 74,33 64 6,368324 83,10497 44,89503 kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian
3 66,00 64 6,368324 83,10497 44,89503 10%.
4 66,67 64 6,368324 83,10497 44,89503 3. Klasifikasi Skor NASA-TLX
5 65,67 64 6,368324 83,10497 44,89503 Tabel 3 Klasifikasi Skor NASA-TLX
6 62,67 64 6,368324 83,10497 44,89503 No. Responden Skor Klasifikasi
7 64,67 64 6,368324 83,10497 44,89503 1 Riki Dia 67,33 Tinggi
8 55,67 64 6,368324 83,10497 44,89503 2 M. Arifin 74,33 Tinggi
9 53,00 64 6,368324 83,10497 44,89503 3 Sri Lestari 66,00 Tinggi
4 Rina Indah 66,67 Tinggi
2. Melakukan uji kecukupan data untuk 5 Bambang H. 65,67 Tinggi
mengetahui apakah data yang diambil 6 Eko Saputro 62,67 Tinggi
sudah cukup apa belum. 7 Feb Ari Bahari 64,67 Tinggi
Untuk tingkat kepercayaan 95% dan 8 Rakhman Himawan 55,67 Tinggi
derajat ketelitian 10% 9 Bagus Yogo Purwoko 53,00 Tinggi
Tingkat kepercayaan 95%  nilai k = 2
Tingkat ketelitian 10%  nilai s = 0,1
N=9
5. Analisis 5.3 Analisis Uji Kecukupan Data
5.1 Analisis Hasil Pengolahan NASA-TLX Berdasarkan hasil perhitungan uji kecukupa
Pada hasil pengolahan data yang dilakukan data yang telah dilakukan pada sub bab 5.2.3
dengan metode NASA-TLX diperoleh dengan cara dengan menggunakan tingkay ketelitian sebesar
mengitung masing-masing niali produk/responden, 10% dan tingkat kepercayaan 95% didapatkan
WWL dan sjor akhir dari NASA-TLX. Untuk niali hasil N’ yaitu sebesar 3,597344. Dengan nilai N’
produk/responden didapatkan dengan mengkalikan maka dapat dikatakan jika nilai N’ lebih kecil dari
nilai rating dengan bobot sesuai dengan isi dari nilai N yaitu 3,597344 < 9. Karena nilai N’ lebih
kuesioner yang telah di isi oleh karyawan unit kecil maka dapat dikatakan kalau data yang
shipping perlengkapan. Contohnya pada responden diperoleh mencukupi untuk di uji kecukupan
1, pada aspek Effort yang mempunyai nilai sebesar dengan tingkat kepercayaan dan keteliatian sebesar
70 akan dikalikan dengan faktor bobotnya yang 95% dan 0%. Oleh sebab itu, tingkat kepercayaan
sebesar 3 sehingga akan diperoleh niali produk dan keletitian tersebut di anggap cukup untuk
sebesar 210. jumlah data yang diambil saat observasi dilakukan.
Untuk perhitungan WWL diperoleh dengan 5.4 Analisis Skor Akhir NASA-TLX
menjumlahkan semua nilai skor tiap aspek. Pada grafik dibawah dapat terlihat perbedaan
Misalnya, responden 1 mempunyai nilai skor MD, skor antara karyawan satu dengan karyawan yang
PD, TD, PO, EF, FR secara berurutan sebesar 195, lainnya. Perbedaan skor tersebut terjadi karena
325, 130, 150, 210, 0 yang kemudian nilai produk penilaian yang dilakukan dengan metode NASA-
tersebut akan dijumlahkan dan menghasilkan TLX bersifat subjektif tergantung pada persepsi
WWL sebesar 1010. Setelah didapatkan WWL masing-masing responden. Setelah dilakukan
maka selanjutnya adalah mencari skor akhir pengolahan data dapat dilihat jika nilai tertinggi
NASA-TLX. Untuk skor NASA-TLX diperoleh daan terendah dari skor NASA-TLX ini adalah
dengan membagi hasil WWL dengan 15. Angka 74,33 dan 53.
pembagi 15 diperoleh dari jumlah kuesioner
perbandingan indikator yang diajukan ke
karyawan. Misal, pada responden 1 di dapatkan Skor Akhir NASA-TLX
WWL sebesar 1010, lalu skor tersebut akan dibagi Skor
15 dan menghasilkan skor akhir NASA-TLX
74,33
sebesar 67,33. Skor akhir yang telah didapatkan 67,33 66,00 66,67 65,67 62,67 64,67
tersebut akan diklasifikasikan ke dalam beberapa 55,67 53,00
range beban kerja untuk mengetahui apakah
tingkat dari beban kerja mental tersebut.
5.2 Analisis Uji Keseragaman
Telah diperoleh bahwa nilai rata-rata skor
NASA-TLX pada karyawan PT. Triangle
Motorindo di unit shipping perlengkapan sebesar
64. Nilai tersebut didapatkan dengan
menjumlahkan semua skor akhir NASA-TLX yang
kemudian dibagi jumlah responden yang ada yaitu
Gambar 3 Grafik Skor Akhir NASA TLX
9. Kemudian untuk nilai standar didapakan sebesar
Setelah melihat hasil skor akhir NASA-TLX
serta untuk nilai dari batas atas (BKA)
dapat dikatakan jika beban kerja mental pada
dan batas bawah (BKB) diketahui sebesar
karyawan unit shipping perlengkapan di PT.
83,10497 dan 44,89503. Pada gambar 5. Dpat
Triangle Motorindo tergolong tinggi. Hal itu
dilihat jika nilai maksimal dari skor akhir NASA-
disebabkan karena tekanan waktu pengerjaan tugas
TLX adalah sebesar 74,33 dan nilai minimal
yang dibatasi dengan jumlah operator yang hanya
sebesar 53. Dengan nilai maksimal dan minimal
4 orang. Selain itu, admin pada unit shipping
sebesar itu dapat dikatakan jika data yang
perlengkapan juga harus melakukan pekerjaan fisik
diperoleh tidak ada satupun yang melewati batas
seperti mengangkat dan membawa barang paket
kontrol. Dengan demikian, data yang nantinya
yang kebanyakan semua paket tersebut ringan.
akan dioleh pada tahap selanjutnya bisa dikatakan
Selain itu, tingginya beban mental tersebut juga
seragam.
dikarenakan fasilitas yang disediakan untuk
packaging kurang memadai. Para karyawan harus yang tinggi dikarenakan tekanan waktu yang ada
mencari kardus-kardus bekas yang ada digudang serta order dadakan yang selalu ada serta revisi
dan apabila kardus yang ada kurang besar maka dari dari sang pengorder yang juga selalu dadakan
karyawan dituntut bagaimana caranya agar barang datangnya. Untuk Own Performance, memiliki
tersebut dapat tertutup kardus. Padahal, unit beban kerja karena karyawan dituntut untu selalu
shipping perlengakapan merupakan bagian yang sempurna dalam pekerjaannya (tidak boleh ada
vital dalam pelaksanaan operasi pada PT. Triangle kesalahan sedikitpun). Kemudian untuk Frustation
Motorindo karena aktivitas yang ada sangat level dikarenakan karyawan yang bekerja sampai
berkaitan dengan produktivitas perusahaan. lembur tidak mendapatkan upah tambahan
5.5 Analisis Perbandingan Elemen Skor sedikitpun.
NASA-TLX 5.6 Usulan Perbaikan
5.6.1 Aspek Physical Demand
Skor Elemen Untuk mengatasi permasalahan yang ada di
physical demand yang ada pada karyawan unit
Skor Elemen shipping bagian admin adalah dengan memberikan
289,44444 operator sendiri yang mengurusi pekerjaan fisik di
205,55555 44 bagian paket. Penambahan operator tersebut akan
199,44444 131,11111 membuat admin mampu berfokus pada
56
44 100,55555 11 pekerjaannya. Karena sang operator paket nantinya
56 33,888888 hanya bertugas seperti mengangkat, membawa,
89
serta mencari barang paketan lebih baik operator
tambahan ini merangkap dengan di bagian
MD PD TD PO EF FR promosi.
Gambar 4 Grafik perbandingan Skor Elemen 5.6.2 Aspek Mental Demand
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat jika Untuk mengatasi permasalahan di aspek
aspek Effort memiliki rata-rata nilai yang tinggi. Mental Demand yang ada dengan menempel
Masing-masing aspek memiliki masalahnya jumlah masing-masing mur dan baut yang harus
sendiri-sendiri. Untuk aspek Effort mempunyai diambil di depan meja kerjanya sehingga mampu
nilai yang besar karena butuh usaha lebih yang mengurangi resiko terjadinya kesalahan. Kemudian
harus dilakukan karyawan untuk menyelesaikan untuk admin, dengan cara membuat template
tugasnya. Hal ini karena karyawan harus mencari pendataan data yang lebih sederhana dan mudah
kardus sendiri serta harus mampu memodifikasi untuk dipahami dan dicari. Apabila ada perubahan
kardus apabila kardus yang ada ukurannya terlalu order atau penggantian order di lain hari dapat
kecil. Kemudian operator toolbox juga harus ditelusuri dengan sangat mudah. Selain itu, untuk
memodifikasi kotak toolbox sendiri apabila lubang operator lebih jangan dipekernankan membantu
pada box tidak sesuai dengan jumlah lubang yang menginput data karena bisa jadi kejadian
ada di motor. Selain itu, pekerjaan rangkap yang kehilangan data pengiriman pada hari tertentu
dilakukan admin serta beberapa operator juga terulang kembali.
membuat pekerjaan mereka menjadi lebih 5.6.3 Aspek Temporal Demand
kompleks. Untuk aspek Phsyical Demand memiliki Pada aspek Temporal Demand permasalahan
beban kerja yang tinggi karena karyawan bagian yang ada dapat diatasi dengan membatasi jumlah
admin juga harus melakukan pekerjaan fisik seperti order dadakan. Selain membatasi jumlah order
mengangkat barang, membawa barang. Pada aspek dadakan, waktu datangnya order dadakan juga
Mental Demand, beban kerja yang tinggi harus dibatasi seperti dibatasi hingga pukul 12.00.
dikarenakan operator harus mengingat dan Jika order datang lebih dari waktu yang telah
memilah setiap komponen pada motor. Terutama dibatasi maka order akan di kerjaan esoknya.
untuk operator yang bekerja dibagian toolbox harus Kemudian pada masalah revisi barang dapat
mampu mengingat jumlah kelengkapan mur dan dilakukan dengan memberikan batas waktu yaitu
baut secara pasti. Selain itu, admin juga harus pagi hari dihari orderan tersebut dikirim sehingga
mampu mengingat letak dari data-data yang operator tidak perlu membongkar ulang kardus
mereka simpan jika sewaktu-waktu ada yang telah disegel.
pengembalian produk atau revisi barang.
Kemudian pada aspek Temporal Demand, beban
5.6.4 Aspek Own Performance yang sempurna (tidak boleh ada kesalahan).
Untuk mengatasi permasalahan Own Pada TD (Temporal Demand) disebabkan
Perfomance dapat dilakukan dengan menginspeksi oleh tekanan waktu serta order dan revisi
atau memeriksa kembali barang-barang sebelum di barang yang datang mendadak. Terakhir
packing. Untuk admin dapat dilakukan dengan untuk FR (Frustation Level) dikarenakan
memeriksa kembali data orderan yang ada sebelum karyawan tidak mendapatkan upah tambahan
di sidtribusikan ke operator-operator. ketika harus bekerja hingga lembur. Dengan
5.6.5 Aspek Effort permasalahan diatas bukan tidak mungkin
Permasalahan yang ada di aspek Effort dapat akan menimbulkan stress.
diatasi dengan menghilangkan pekerjaan lebih 2. Pihak perusahaan mampu mengurangi beban
pada operator dan admin. Untuk admin cara kerja mental yang ada dengan mengatasi
mengatsinya sama dengan sub bab [Link], segala masalah yang ada pada tiap aspek
sedangkan untuk operator dengan menghilangkan NASA-TLX. Terutama dalam aspek Effort
pekerjaan yang tidak perlu seperti mencari kardus, (EF) yang mempunyai skor paling tinggi
melubangi box, dan lain-lain. Untuk masalah dengan menyiapkan segala fasilitas dalam
kardus dapat diatasi dengan pihak perusahaan proses packing serta mengubah bentuk
sudah menyiapkan kardus khusus untuk packaging lubang dari toolbox. Dengan begitu usaha
sesuai dengan ukuran barang sehingga operator yang dilakukan oleh operator menjadi lebih
tidak perlu berpikir keras untuk mendapatkan serta sedikit dan tidak harus berpikir keras jika
memodifikasi kardus. Kemudian utuuk toolbox, terjadi ketersediaan kardus. Untuk admin
sebaiknya perusahaan membuat box dengan dapat dilakukan dengan menambahkan 1
mengubah bentuk lubang dari bulat menjadi orang operator yang merangkap dengan
berbentuk oval memanjang. bagian promosi, sehingga admin dapat fokus
5.6.6 Aspek Frustation level pada pekerjaan aslinya. Solusi penambahan
Dalam mengatasi permasalahan yang ada ini juga untuk menyelesaikan masalah di
aspek dapat dilakukan dengan memberikan upah aspek Physical Demand (PD). Kemudian
tambahan apabila mereka harus bekerja sampai Mental Demand (MD) dengan menempelkan
lembur. Dengan memberikan upah tambahan, rasa catatan jumah mur baut di meja kerja serta
stress mereka akan berkurang karena kinerja mensederhanakan bentuk template pendataan.
mereka serasa dihargai oleh pihak perusahaan. Setelah itu Temporal Demand (TD), dengan
6. Penutup membatasi batas waktu order dadakan hingga
6.1 Kesimpulan pukul 12.00. selanjutnya Own Performance
Berdasarkan hasil dari pengolahan data serta (OP), dengan menginspeksi kembali barang
analisis, maka dapat ditarik kesimpulan: sebelum di packing. Yang terakhir
1. Setelah dilakukan pengukuran beban kerja Frustation Level (FR), dengan memberikan
mental dengan metode NASA-TLX dengan 6 upah tambahan apabila bekerja sampai
unsur yaitu Physical Demand, Mental lembur.
Demand, Temporal Demand, Own 6.2 Saran
Performance, Effort dan Frustation level Setelah melihat dari hasil pengolahan dengan
diketahui tiap unsur memiliki penyebab metode NASA-TLX, peneliti menyarankan:
beban kerjanya masing-masing. Untuk EF 1. Pelajari lebih dalam mengenai metode
(Effort) yang memiliki skor NASA-TLX pengukuran beban kerja mental NASA-TLX.
paling tinggi dikarenakan pekerja harus 2. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan
melakukan usaha yang lebih banyak untuk mampu mempelajari lebih lanjut proses kerja
menyelesaikan tugasnya. Kemudian pada PD yang ada di perusahaan dengan lebih rinci
(Physical Demand) disebabkan admin juga sehingga dapat menemukan segala masala-
harus melakukan pekerjaan fisik seperti masalah yang membutuhkan solusi dengan
membaea dan mengangkat barang. segera.
Kemudian MD (Mental Demand) disebabkan 3. Sebaiknya pihak perusahaan menerapkan
kegiatan mengingat, mencari, dan memilah solusi yang telah dijelaskan oleh peneliti.
yang dilakukan operator toolbox serta admin.
Setelah itu untuk OP (Own Performance)
dikarenakan tuntutan melakukan pekerjaan
DAFTAR PUSTAKA
Gopher, D. & Doncin, E. (1986). Workload – An
Examination of The Concept: Chapter 41.
Handbook of Perception and Human
Performance. 2. 1 – 49.
Hancock, P.A., dan N. Meshkati. (1988). Human
Mental Workload. Los Angeles: University
of Southern California.
O’Donnell, C. R. & Eggemeier, F. T. (1986).
Workload Assessment Methodology:
Chapter 42. Handbook of Perception and
Human Performance. II. 1 – 49.
Sudiharto. (2001). Hubungan Beban Kerja dan
Produktivitas Kerja. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai