PROGRAM
GERAKAN LITERASI SEKOLAH
SMK MUHAMMADIYAH 1 KOTA PROBOLINGGO
TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021
MAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA PROBOLINGGO
SMK MUHAMMADIYAH 1 PROBOLINGGO
Jl. MayjendPanjaitan No.73 Telp. (0335) 431010
PROBOLINGGO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup
keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam
bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi merupakan keterampilan
penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada
kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri
peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun
dalam kehidupan bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah
sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk
menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat
sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan
membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari
berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual
peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan
dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi [Link]
memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi
peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta
didik di Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional.
Dari laporkan hasil studi yang dilakukan Central Connecticut State University
di New Britain, diperoleh informasi bahwa kemampuan literasi Indonesia
berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta Post, 2016).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya
saing bangsa dalam persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa
pembiasaan wajib baca sangat penting diterapkan dalam pendidikan di
Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat luas dan
mendasar yakni: a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa
cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah;
d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f)
meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan kemampuan literasi tinggi.
1.2 Tujuan Gerakan Literasi Sekolah
Adapun tujuan dari Gerakan Literasi Sekolah adalah:
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di
sekolah
2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan
ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam
buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
BAB II
PROGRAM KERJA
Kegiatan 1: Membuat jadwal wajib Kunjung Perpustakaan
Jadwal berkunjung ke perpustakaan adalah contoh program gerakan
literasiyang pertama yang bisa dilaksanakan di sekolah. Program ini bisa
diimplementasikan dengan cara menyusun jadwal sedemikian rupa sehingga
setiap kelas bisa mengunjungi perpustakaan. Bukan hanya berkunjung saja, tetapi
wajibkan pula siswa untuk meminjam buku, menyusun resume dari beberapa
lembar buku yang telah dibacanya kemudian wajibkan pula siswa untuk
mengembalikan buku.
BENTUK JADWAL
NO SASARAN TUJUAN
KEGIATAN PELAKSANAAN
Membuat jadwal Minggu pertama Juli
Membiasakan
kunjungungan 2018
1 Seluruh siswa siswa berkunjung
wajib ke
ke perpustakaan
perpustakaan
Siswa mengetahui Minggu pertama Juli
Mensosialisasikan
2 Seluruh siswa jadwal kunjungan 2018
jadwal
wajibnya
Kegiatan 2: Memberdayakan Mading Setiap Kelas
Pemberdayaan mading di setiap kelas ini bisa dilakukan dengan cara
mewajibkan siswa untuk membaca bebas ataupun mencari referensi apapun di sekitar
sekolah setidaknya selama 10 menit. Setelah itu, wajibkan siswa untuk membuat
laporan, karangan ataupun resum dari apa yang dibacanya ataupun diamatinya, dan
hasilnya tempelkan pada mading kelas. Sebagai langkah awal, program ini bisa dilakukan
setiap seminggu sekali.
BENTUK JADWAL
KEGIATAN PELAKSANAAN
NO SASARAN TUJUAN
Menyediakan tempat Juli 2018
bagi siswa di kelas
Pengadaan
tersebut untuk
1 madding di Waka sarpras
memajang laporan atau
setiap kelas
karangan hasil
literasinya
Mewajibkan -membaca setiap
Siswa terbiasa
siswa untuk hari
membaca dan membuat
memajang -membuat
2 Seluruh siswa laporan dan karya tulis
laporan maupun laporan/karya tulis
minimal seminggu
karya tulisnya di minimal seminggu
sekali
madding kelas sekali
Kegiatan 3: Mewajibkan siswa membaca Buku Non Pelajaran Sebelum
Proses Belajar Dimulai
Buku non pelajaran yang dimaksudkan di sini bisa berupa buku cerita, novel
ataupun buku jenis lain yang lebih mengajarkan nilai budi pekerti, kearifan lokal,
nasionalisme dan lain-lain yang lebih disesuaikan pada tahap perkembangan siswa.
BENTUK JADWAL
NO SASARAN TUJUAN
KEGIATAN PELAKSANAAN
Mewajibkan Setiap pagi
siswa membaca
Siswa memperoleh
Buku Non
1 Seluruh siswa wawasan tambahan
Pelajaran
diluar pelajaran sekolah
Sebelum Proses
Belajar Dimulai
Memonitoring Memastikan kigiatan Setiap hari
2 pelaksanaan Seluruh guru baca dilaksanakan oleh
kegiatan siswa
Kegiatan 4: Membuat Poster ajakan membaca di Sekolah
Membuat poster-poster yang berisi ajakan, motivasi maupun kata mutiara yang
ditempel atau digantung di beberapa spot di kelas atau di sekolah.
BENTUK JADWAL
KEGIATAN PELAKSANAAN
NO SASARAN TUJUAN
Membuat d Minggu pertama dan
Siswa termotivasi
Poster ajakan kedua Agustus 2018
1 Waka sarpras untuk melakukan
membaca di
gerakan membaca
Sekolah
Memasang Siswa termotivasi Minggu pertama dan
2 poster di dalam Waka sarpras untuk melakukan kedua Agustus 2018
dan luar kelas gerakan membaca
Kegiatan 5: Membuat Sudut Baca di beberapa tempat di sekolah
Sudut baca merupakan suatu tempat khusus di bagian kelas/sekolah dimana
tersedia kumpulan buku bacaan dan tempat duduk yang nyaman untuk membaca.
Tempatnya bisa di depan kelas, pojok kelas, samping kantin, depan ruang guru, samping
mushola sekolah, dll.
BENTUK JADWAL
NO SASARAN TUJUAN
KEGIATAN PELAKSANAAN
Membuat Sudut Minggu ketiga
Ruang Tersedianya tempat
Baca di Agustus 2018
terbuka yang yang nyaman untuk
1 beberapa tempat
nyaman untuk membaca di luar ruang
di sekolah
membaca kelas
Kegiatan 6. Membuat Papan Karya Literasi Siswa
Papan karya literasi adalah sebuah papan untuk menempelkan hasil karya
literasi siswa di luar kelas sehingga bias dinaca oleh siswa dari kelas lain.
BENTUK JADWAL
NO SASARAN TUJUAN
KEGIATAN PELAKSANAAN
Tersedianya papan Minggu ketiga
Membuat papan tempat untuk memajang Agustus 2018
karya literasi karya tulis terbaik di
1 Seluruh siswa
siswa di luar masing masing kelas
kelas untuk bias dibaca siswa
lain tulis
Memilah karya Minggu ketiga
tulis terbaik di Agustus 2018
masing-masing siswa merasa terpacu
Karya tulis
2 kelas untuk untuk berlomba
terbaik siswa
dipasang di membuat karya
papan literasi
siswa
Kegiatan 7: Mengadakan Lomba Karya Literasi Antar Kelas
Lomba Karya Literasi antar kelas juga bisa menjadi salah satu program gerakan
literasi sekolah yang menarik. Lombanya bisa berupa lomba mading antar kelas, lomba
poster antar kelas, lomba membuat pohon literasi antar kelas, dll.
BENTUK JADWAL
NO SASARAN TUJUAN
KEGIATAN PELAKSANAAN
Mengadakan Memotivasi siswa Desember 2018
lomba moding untuk membuat karya Juni 2019
1 Seluruh kelas
dan poster antar tulis dan poster yang
kelas baik
Memberi Memotivasi siswa Desember 2018
penghargaan untuk membuat karya Juni 2019
2 Peserta lomba
untuk pemenang tulis dan poster yang
lomba baik
Mengetahui Probolinggo, 20 Juli 2020
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepala Perpustakaan
Dra. Tri Gusmienarti Hudjuala Rita Dewi, [Link]
NBM. 898203 NBM. 987013
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah
sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat
melalui pelibatan [Link] yang paling mendasar dalam praktik literasi
adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi
untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi
pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik
dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat
bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh budaya yang amat
kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik.