0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan6 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana untuk Ibu

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai penyuluhan keluarga berencana kepada seorang ibu bersalin bernama Ny. S. Penyuluhan mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Materi penyuluhan meliputi pengertian, manfaat, dan jenis-jenis alat kontrasepsi seperti pil, suntik, implan, IUD, dan sterilisasi.

Diunggah oleh

Idiatul Fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan6 halaman

Penyuluhan Keluarga Berencana untuk Ibu

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai penyuluhan keluarga berencana kepada seorang ibu bersalin bernama Ny. S. Penyuluhan mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Materi penyuluhan meliputi pengertian, manfaat, dan jenis-jenis alat kontrasepsi seperti pil, suntik, implan, IUD, dan sterilisasi.

Diunggah oleh

Idiatul Fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Perawatan Ibu Nifas


Sub Pokok Bahasan : Keluarga Berencana (KB)
Sasaran : Ny. “S”
Tanggal Pelaksanaan : Jumat, 29 September 2017
Waktu : 10.00 WITA
Tempat : Puskesmas Banyumulek
Penyuluh : Idiatul Fitri

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan 30 menit, diharapkan Ny. F mampu memahami dan
mengerti tentang KB.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit, ibu diharapkan
a. Dapat menjelaskan tentang pengertian KB
b. Dapat menjelaskan tentang manfaat KB
c. Dapat menjelaskan tentang jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan,
indikasi, kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu pemberian/
pemasangan dari masing-masing alat kontrasepsi.
d. Dapat menjelaskan tentang masalah yang mungkin terjadi jika WUS tidak
menjadi akseptor KB
B. MATERI
1.    Pengertian KB
2.    Manfaat KB
3.    Jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi, kontraindikasi, efek
samping, cara dan waktu pemberian/pemasangan dari masing-masing alat
kontrasepsi.
4.    Masalah yang mungkin terjadi jika WUS tidak menjadi akseptor KB
C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
D. MEDIA
Lembar Balik Keluarga Berencana
E. KEGIATAN
No Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Klien Waktu
1 Pembukaan a. Salam a. 3 menit
b. Membu b.
ka acara penyuluhan dan
memperkenalkan diri c.
c. Menjel
askan tujuan penyuluhan d.
d. Menye
butkan materi yang akan
diberikan
2 Isi a. Menjelaskan tentang a. Mem 22
pengertian KB perhatikan menit
b. Menjelaskan
tentang manfaat KB b. Mem
c. Menjelaskan tentang jenis- perhatikan
jenis, cara kerja,
efektivitas, keuntungan, c. Mem
indikasi, kontraindikasi, perhatikan
efek samping, cara dan
waktu
pemberian/pemasangan
dari masing-masing alat
kontrasepsi.
d. Menjelaskan tentang
masalah yang mungkin
terjadi jika WUS tidak d. Mem
menjadi akseptor KB perhatikan
3 Penutup a. Memberikan pertanyaan a. 5 menit
tentang materi yang telah pertanyaan
disampaikan.
b. Menyimpulkan materi b.
c. Salam penutup c.
F. SUMBER
1. Bagian Obstetry  dan Genekologi FK [Link] Keluarga Berencana,
Bandung: Elstar Offset.
2. [Link] Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk  Pendidikan
Bidan, Jakarta: EGC.
3. Prawirohardjo,Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
G. EVALUASI
1. Ibu mampu menjelaskan pengertian keluarga berencana.
2. Ibu mampu menyebutkan tujuan keluarga berencana.
3. Ibu mampu menyebutkan manfaat keluarga berencana.
4. Ibu mampu menyebutkan jenis-jenis alat kontrasepsi.

MATERI PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA (KB)

A. Pengertian Keluarga Berencana (KB)


1. Menurut Entjang (Ritonga, 2003 : 87) Keluarga Berencana (KB) adalah suatu
upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara
tidak melawan hukum dan moral Pancasila untuk kesejahteraan keluarga.
2. Keluarga Berencana adalah metode medis yang dicanangkan oleh pemerintah
untuk menurunkan angka kelahiran. (Manuaba,1998)
3. KB merupakan bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengaturan
kehamilan dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk seksual (Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi, 2003).
B. Tujuan KB
Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi suatu keluarga
dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan
sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
C. Manfaat KB
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan
mendapatkan tiga manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga, antara
lain:
1. Manfaat Untuk Ibu:
a. Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
b. Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
c. Menjaga kesehatan ibu
d. Merencanakan kehamilan lebih terprogram
2. Manfaat Untuk Anak:
a. Mengurangi risiko kematian bayi
b. Meningkatkan kesehatan bayi
c. Mencegah bayi kekurangan gizi
d. Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
e. Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
f. Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
3. Manfaat Untuk Keluarga:
a. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
b. Harmonisasi keluarga lebih terjaga
D. Jenis-jenis KB
1. KB PIL
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil diperuntukkan bagi
wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara
yang paling efektif bila diminum secara teratur.
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar
haid, rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur
pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.
Untuk mereka yang baru pertama kali menggunakan pil KB, mulai minum pil
saat haid yaitu mulai di hari ke lima haid atau paling baik di hari pertama haid.
Bila dimulai pada saat haid sudah berhenti, jika hendak melakukan hubungan
intim, gunakan kondom selama 7 hari pertama menelan pil untuk mencegah
terjadinya kehamilan.
2. Kb Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan
dengan melalui suntikan hormonal.
Suntik 1 bulan adalah suntikan kombinasi  yang dilakukan setiap 1 bulan
sekali dengan  dosis 25 mg depomedroxy progesterone aserat dan 5 mg estradiol
cyplonate. Suntik 3 bulan (Depo Provera) Adalah medroxy progesterone yang di
gunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang
kuat dan sangat efektif.
3. Implant
Alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas sebelah dalam
berbentuk kapsul silastik (lentur) panjangnya sedikit lebih pendek dan pada
batang korek api dan dalam setiap batang mengandung hormon levonorgestrel
yang dapat mencegah terjadinya kehamilan (BKKBN, 2006).
Cara kerja implant yang setiap kapsul susuk KB mengandung 36 mg
levonorgestrel yang dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 mg.
4. IUD
IUD adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan
ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode
tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya
adalah spiral.
Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian
perut dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting).Ini bisa berjalan selama 3 bulan
setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu
keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan
masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter.
5. Kontrasepsi Mantap
Tubektomi adalah tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan
wanita tersebut tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan
juga pada pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah
mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang
konvensional. Cara kontrasepsi ini baik sekali, karena kemungkinan untuk
menjadi hamil kecil sekali. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan
sterilisasi adalah kesukarelaan dari akseptor. Dengan demikian, sterilisasi tidak
boleh dilakukan kepada wanita yang belum/tidak menikah, pasangan yang tidak
harmonis atau hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam perceraian,
dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan
untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri.
Misalnya, untuk usia istri 25–30 tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau
lebih.

Anda mungkin juga menyukai