KONSEP PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MODEL
E-LEARNING
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pembelajaran Berbantuan Komputer
yang dibina oleh Bapak Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, [Link].
oleh
Intan Sulistyaningrum Sakkinah (130533608246)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
OKTOBER 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar
mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang
kemudian terkenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya
proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara
isi (contents) dan sistemnya. Saat ini konsep e-learning sudah banyak diterima
oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning
khususnya di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas).Beberapa
perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran elektronik sebagai
suplemen (tambahan) terhadap materi pelajaran yang disajikan secara reguler di
kelas (Wildavsky, 2001; Lewis, 2002).
Kecenderungan untuk mengembangkan e-learning sebagai salah satu alternatif
pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan semakin meningkat
sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi.
Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang penyelenggaraan e-
learning tidak lagi hanya menjadi monopoli kota-kota besar, tetapi secara
bertahap sudah mulai dapat dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota di
tingkat kabupaten. Artinya, masyarakat yang berada di kabupaten telah dapat
menggunakan fasilitas internet.
B. Tujuan
Dari latar belakang yang telah dijelaskan dapat dijabarkan bahwa tujuan dari
pembuatan makalah ini adalah :
1. Menjabarkan definisi, karakteristik, syarat, model, kelebihan dan kekurangan
dari pembelajaran model E-learning,
C. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari pembelajaran elektronik (E-learning)?
2. Apa saja karakteristik dari E-learning?
3. Apa saja komponen E-learning?
4. Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk membuat E-learning?
5. Apa manfaat dari penerapan E-learning?
6. Apa saja model dari E-learning?
7. Apa saja kelebihan dan kekurangan E-learning?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi E-Learning
E-learning adalah proses pembelajaran yang menggunakan computer,
jaringan, perangkat lunak pengajaran yang dilengkapi dengan fasilitas
komunikasi, pemantauan, dan evaluai. Istilah E-learning mengandung pengertian
yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi E-
learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat
diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley yang menyatakan E-
learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan
tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet,
Intranet atau media jaringan computer lain (Hartley, 2001).
[Link] dalam Glossary of E-learning Terms menyatakan suatu
definisi yang lebih luas bahwa E-learning adalah system pendidikan yang
menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan
media Internet, jaringan computer, maupun computer stand alone (Glossary,
2001).
Seperti sebagaimana yang disebutkan di atas, E-learning telah mempersingkat
waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning
mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik
dengan dosen/guru/instruktur maupun sesame peserta didik. Peserta didik dapat
saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih
memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
B. Karakteristik E-learning
Dalam dunia pendidikan, penerapan E-learning tentunya terdapat perbedaan
dalam proses pembelajarannya. E-learning memiliki karakteristik tersendiri,
antara lain :
a. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana guru dan siswa, siswa dan
sesama siswa atau guru sesame guru dapat berkomunikasi denganbaik dan
mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
b. Memanfaatkan keunggulan computer (digital media dan computer networks).
c. Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan
di computer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan
dimana saja bila yang bersangkutan memerlukan
d. Memanfaatkan jadwal pelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-
hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di
computer.
C. Komponen E-learning
Komponen-komponen yang membentuk E-learning antara lain :
a. Infrastruktur E-Learning
Infrastruktur E-learning dapat berupa (PC), jaringan computer, internet dan
perlengkapan multimedia. Termasuk di dalamnya peralatan teleconference
apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui
teleconference.
b. Sistem dan Aplikasi E-Learning
Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi,
system penilaian (rapor), system ujian online dan segala fitur yang
berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. System perangkat
lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management Systems (LMS).
LMS banyak yang open source sehingga bias kita manfaatkan dengan mudah
dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
c. Konten E-Learning
Konten dan bahan ajar ini bias dalam bentuk Multimedia-based Content
(konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten
berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam
Learning Management Systems (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa
kapanpun dan dimanapun.
D. Syarat E-Learning
Ada 3 hal penting sebagai persyaratan kegiatan pembelajaran elektronik (E-
learning), yaitu :
a. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan
b. Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimandaatkan oleh peserta
belajar, misalnya cd-rom, atau bahan cetak
c. Tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar
apabila mengalami kesulitan.
Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan
persyaratan lainnya, seperti adanya :
a. Lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan E-learning
b. Sikap positif dari peserta didik dan tenafa kependidikan terhadap teknologi
computer dan internet
c. Rancangan system pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap
peserta belajar
d. System evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar
e. Mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
E. Manfaat E-Learning
Manfaat E-learning atau pembelajaran elektronik menurut Bates (1995) dan
Wulf (1996) terdiri atas 4 hal, yaitu :
a. Enhance Interactivity, yaitu meningkatkan kadar interaksi pembelajaran
antara peserta didik dengan guru atau instruktur.
b. Time and Place Flexibility, yaitu memungkinkan terjadinya interaksi
pembelajaran dari mana dan kapan saja.
c. Potential to Reach a Global Audience, yaitu menjangkau peserta didik dalam
cakupan yang luas.
d. Easy Updating of Content as Well as Archivable Capabilities, yaitu
mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.
F. Model E-Learning
Pada tahap penerapan dalam dunia pendidikan, terdapat beberapa model E-
learning yang biasa digunakan yakni :
1. Selective model, yang digunakan bilamana jumlah computer yang digunakan
sangat terbatas. Pada model ini pengajar memilih satu media yang ada dan
tepat untuk menyampaikan bahan ajar, dan biasanya pengajar hanya
mendemonstrasikan saja.
2. Sequential model, digunakan bilamana computer yang tersedia sedikit,
dimana siswa dibagi dalam kelompok kecil secara bergiliran untuk mencari
sumber pelajaran yang dibutuhkan sebagai rujukan untuk mencari informasi
baru.
3. Static station model, digunakan bilamana pengajar mempunyai sumber belajar
yang berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama, sehingga
pengelompokkan dilakukan dengan melakukan perbedaan sumber.
4. Laboratory model, digunakan bilamana tersedia sejumlah computer yang
dilengkapi dengan jaringan internet, sehingga peserta didik dapat dengan
leluasa mempelajari bahan ajar E-learning secara mandiri.
G. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
Dalam penerapannya E-learning memiliki kelebihan dan kekurangan.
Adapaun kelebihan dan kekurangan dari E-learning disebutkan di bawah ini.
a. Kelebihan E-Learning:
1. Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
2. Kuota tidak terbatas
3. Kemudahan mendapatkan materi dan info
4. Materi yang didapatkan lebih banyak
5. Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu
6. Suatu solusi yang ditawarkan dari E-learning adalah fleksibel dalam proses
pembelajaran. Tidak harus di kelas, dapat pula diterapkan dalam cara
pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang dapat memandaatkan
teknologi internet dan computer.
7. Memungkinkan lebih banyak pembelajar yang mengikuti proses pembelajaran
E-learning ini karena dapat diakses dimana saja dan oleh siapa saja.
8. Jika kita menggunakan system pembelajaran berbasis E-learning, maka kita
akan mudak untuk mendapatkan informasi dan materi. Kemudahan tersebut
terletak pada saat mencari materi atau info yang hanya tinggal ketik dan
menunggu sebentar, langsung materi bias didapat.
9. Memungkinkan menfapat banyak materi baik dari dalam maupun luar negeri.
Ini tentunya dapat menambah wawasan bagi kita dan juga bias meningkatkan
hasil belajar kita.
b. Kekurangan E-Learning:
1. Kurangnya dalam pemantauan.
Saat menggunakan pembelajaran berbasis E-learning, terdapat kekurangan
yang tampak pada pantauan dalam suasana belajar. Ini dikarenakan system
mobile yang diterapkan E-learning yang menyebabkan guru tidak dapat
memantau secara langsung pembelajaran terhadap siswanya.
2. Perangkat E-learning
Dalam pembelajaran E-learning, diwajibkan memiliki perangkat yang
membantu terwujudnya pembelajaran E-learning seperti computer, jaringan
internet, bila perangkat ini tidak ada, maka pembelajaran E-learning tidak
dapat berlangsung.
3. Cenderung mengurangi aspek social
Dengan sering menghadapi computer tanpa berinteraksi secara langsung,
menjadikan siswa kurang melakukan sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ini merupakan suatu kekurangan yang dapat berpengaruh dalam kseharian.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
E-learning adalah proses pembelajaran yang menggunakan computer,
jaringan, perangkat lunak pengajaran yang dilengkapi dengan fasilitas
komunikasi, pemantauan, dan evaluai.
E-learning memiliki karakteristik tersendiri, antara lain memanfaatkan jasa
teknologi elektronik, memanfaatkan keunggulan computer, menggunakan bahan
ajar bersifat mandiri.
Ditinjau dari segi interaksi antara system dengan manusia maka ada tifa
metode penyampaian dari E-learning yaitu synchronous learning, self-directed
learning, dan asynchronous learning.
B. Saran
Disamping memiliki kelebihan, pembelajaran menggunakan model E-learning
juga memiliki kekurangan diantaranya adalah kurangnya interaksi antara guru dan
murid serta siswa yang tidak termotivasi. Sehingga diharapkan penerapan model
E-learning juga harus tepat dan tetap diselingi dengan pembelajaran
konvensional.