0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan20 halaman

Karakteristik dan Operasi Op-Amp

Modul ini membahas tentang operasional amplifier (op-amp) yang merupakan penguat diferensial dengan dua masukan dan satu keluaran. Op-amp memiliki penguatan tegangan yang sangat tinggi dan biasanya digunakan dalam konfigurasi rangkaian balikan. Modul ini menjelaskan karakteristik op-amp ideal, konfigurasi pin op-amp 741, dan dua mode operasi utama op-amp yaitu penguat pembalik dan tak pembalik.

Diunggah oleh

Ahmad Imamadyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan20 halaman

Karakteristik dan Operasi Op-Amp

Modul ini membahas tentang operasional amplifier (op-amp) yang merupakan penguat diferensial dengan dua masukan dan satu keluaran. Op-amp memiliki penguatan tegangan yang sangat tinggi dan biasanya digunakan dalam konfigurasi rangkaian balikan. Modul ini menjelaskan karakteristik op-amp ideal, konfigurasi pin op-amp 741, dan dua mode operasi utama op-amp yaitu penguat pembalik dan tak pembalik.

Diunggah oleh

Ahmad Imamadyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program Studi Teknik Elektro - Fak.

Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

MODUL 2

OPERASIONAL AMPLIFIER

2.1 Pendahuluan
Penguat porasional atau Op-Amp ( dari kata operational amplifier ) adalah
penguat diferensial dengan dua masukan dan satu keluaran yang mempunyai
penguatan tegangan yag amat tinggi, yaitu sampai orde. Dengan penguat yang
sangat tinggi ini, penguat oprasional dengan rangkaian balikan lebih banyak
digunakan daripada dalam lingkar terbuka.
Op-Amp pada hakekatnya merupakan sejenis IC. Penguat operasional ( Op-
Amp ) adalah suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan
konfigurasi penguat diferensial. Op-Amp pada dasarnya adalah penguat bertingkat
4 kaki, tetap kaki ( - ) nya selalu terhubung ke ground, sehingga lebih sering dilihat
hanya mempunyai 3 kaki.

Penguat operasional memiliki dua masukan dan satu keluaran serta


memiliki penguat DC yang tinggi. Salah satu masukkan disebut pembalik (
inverting ) diberi tanda ( - ), dan satu lagi adalah masukkan bukan pembalik ( non-
inverting ) diberi tanda ( + ). Untuk dapat bekerja dengan baik, penguat operasional
memerlukan tegangan catu yang simetris yaitu tegangan yang berharga positif (
+V ) dan tegangan yang berharga negatif ( -V ) terhadap tanah ( ground ).

Rangkaian ekivalen Op-Amp ideal :

Gambar 2.1 Karakteristik Op-Amp

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Konfigurasi pin Op-Amp 741 :

Gambar 2.2 Konfigurasi Pin IC 741

2.1.1 KARAKTERISTIK PENGUAT OPERASIONAL IDEAL


1. Penguatan tegangan loop terbuka (open-loop voltage gain) sangat tinggi
Penguatan tengangan loop terbuka adalah penguatan diferensial Op-Amp
pada kondisi tidak terdapat umpan balik ( feedback ) yang diterapkan :

Keluaran tanda negative menandakan bahwa tegangan keluaran Vo berbeda


fasa dengan tegangan masukan Vid. Dalam penerapannya tegangan keluaran Vo
tidak lebih dari tegangan catu yang diberikan Op-Amp. Karena itu Op-Amp baik
digunakan untuk penguatan sinyal yang amplitudonya sangat kecil.

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2. Tegangan offset keluaran (output offset voltage) sangat rendah: VOO = 0


Tegangan ofset keluaran adalah harga tegangan keluaran Op-Amp
terhadap ground pada kondisi Vid = 0. Op-Amp yang dapat memenuhi harga
VOO= 0 V disebut Op-Amp dengan CMR ( Common Mode Rejection ) ideal.
Dalam kondisi praktis, akibat adanya ketidakseimbangan dan ketidakidentikkan
dalam penguat diferensial, maka biasanya berharga sedikit di atas 0 V. Apalagi
bila tidak digunakan umpa baik, maka harga kan menjadi cukup besar untuk
menimbulkan saturasi pada keluaran. Untuk mengatasi hal ini, maka perlu
diterapkan tegangan koreksi pada Op-Amp agar saat Vid = 0, juga = 0.

3. Hambatan masukkan ( input resistance ) sangat besar ; R = ∞


Hambatan masukkan ( Ri ) dari Op-Amp adalah besar hambatan di
antara kedua masukkan Op-Amp. Dalam kondisi praktis, harga hambatan
masukkan Op-Amp adalah 5 k – 20kΩ, tergantung tipenya. Harga ini biasanya
diukur pada kondisi tanpa umpan balik. Apabila umpan balik negatif diterapkan
pada Op-Amp, maka Ri akan meningkat. Semakin besar Ri, semakin baik
penguat tersebut dalam menguatkan sinyal yang amplitudonya sangat kecil.
Dengan yang besar, maka sumber sinyal masukkan tidak terbebani terlalu besar.

4. Hambata Keluaran ( Output Resistance ) sangat kecil ; RO = 0


Hambatan keluaran dari Op-Amp adalah besarnya hambatan dalam yang
timbul pada saat Op-Amp bekerja sebagai pembangkit sinyal. Apabila hal
ini tercapai, maka seluruh tegangan keluaran akan timbul pada beban keluaran
( RL ). Dalam kondisi praktis, harga RO adalah antara beberapa ohm hingga
ratusan ohm pada kondisi tanpa umpan balik. Dengan diterapkannya umpan
balik, maka harga RO akan menurun hingga mendekati kondisi ideal.

5. Lebar pita ( band width ) sangat besar; BW = ∞


Lebar pita dari Op-Amp adalah frekuensi tertentu dimana tegagan keluaran
tidak jatuh lebih dari 0,707 dari harga tegangan maksimum pada saat amplitudo
tegangan masukkan konstan.

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

6. Waktu tanggapan ( respon time ) = 0 detik


Waktu tanggapan dari Op-Amp adalah waktu yang diperlukan oleh keluaran
untuk berubah setelah masukkan berubah. Keluaran harus berubah langsung
pada saat masukkan berubah. Dalm prakteknya, waktu tanggapan memang
cepat tetapi tidak langsung berubah sesuai masukkan, umumnya adalah
beberapa mikro detik, disebut juga slew rate. Tetapi pada penerapan biasa, hal
ini dapat diabaikan.

7. Karakteristik tidak berubah terhadap suhu


Suatu bahan semikonduktor akan berubah karakteristiknya bila terjadi
perubahan suhu yang cukup besar. Dalam prakteknya, karakterinstik sebuah
Op-Amp pada umumnya sedikit berubah, walaupun pada penerapan biasa,
perubahan tersebut dapat diabaikan.
Kondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak mungkin dapat
dicapai dalam kondisi praktis. Sebuah Op-Amp yang baik harus memiliki
karakteristik yang mendekati kondisi ideal.

2.1.2 MODE OPERASI OP-AMP

1. Rangkaian Penguat Pembalik ( Inverting Amplifier )


Rangkaian ini merupakan sebuah penguat yang penguatan untaian tertutup dari
Vi ke Vo ditentukkan oleh nilai Rf dan Ri, yang dapat memperkuat sinyal
AC atau sinyal DC. Untuk memahaminya maka op-amp dibuat menjadi idealnya.
 Tegangan Ed antara masukan (+) dan masukan (-) adalah sama dengan
nol.
 Arus yang masuk terminal (+) dan masukan (-) dapat diabaikan atau
sama dengan nol.
A. Tegangan Positif yang Masuk Pada Masukan Pembalik (Inverting Input)
B. Arus Beban dan Arus Output
Tegangan input Vi terhubung dengan tahanan Ri masuk ke terminal masukan (-
) dari op-amp. Umpan balik dibuat oleh tahanan Rf yang menghubungkan terminal
keluaran dengan terminal masukan (-). Op-amp dianggap ideal sehingga tegangan

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

antara masukan (+) dan masukan (-) sama dengan nol. Karena masukan (+)
dihubungkan dengan ground maka terminal (-) seolah-olah juga dihubungkan
dengan Vi dan ujung lainnya terhubung dengan ground maka akan mengalir arus
I dari arah kiri ke kanan dan sesuai hokum OHM besarnya I adalah :
𝑉
𝐼=
𝑅

Karena arus yang masuk ke terminal masukan op-amp sama dengan nol
maka arus I akan mengalir semuanya melewati Rf dan timbul tegangan pada Rf
dengan polaritas (+) pada ujung kiri Rf dan polaritas (-) pada ujung kanan Rf
sebesar VRf yaitu
𝑉
𝑉 =𝐼∙𝑅 =
𝑅 ∙𝑅

Karena polaritas (-) dari Rf tersambung dengan terminal dengan keluaran (Vo)
maka besarannya Vo = - VRf. =
−𝑉 𝑅
𝑉 = −𝑉 = =
𝑅 ∙𝑅 𝑅 ∙𝑉

Dengan menggunakan gain untaian tertutup (AcL) maka besarnya adalah


𝑉 𝑅
𝐴𝑐𝐿 = =−
𝑉 𝑅

Tanda negative pada persamaan di atas artinya adalah bahwa polaritas


tegangan output (Vo) terbalik dengan polaritas tegangan input (Vi) makanya
dinamakan penguat pembalik (inverting amplifier). Arus beban IL yang mengalir
melalui R L hanya ditentukan oleh R L dan Vo dan dikeluarkan dari terminal
keluaran op-amp adalah IL = Vo/R L .Arus IL arahnya masuk ke terminal output
dari op-amp adalah Io = I + IL

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

C. Tegangan Negatif yang Masuk Pada Masukan Pembalik (Inverting Input)

Gambar 2.3 Aliran arus pada penguat Inverting dengan masukan negatif

Gambar 2.3 menunjukkan tegangan input negatif Vi melalui tahanan input


Ri masuk ke terminal masukan (-) op amp. Semua prinsip dan persamaan dengan
tegangan input positif tetap berlaku dan perbedaannya ada pada semua arah arus.
Dengan membalik polaritas tegangan msukan Vi maka akan membalik arah
arus dan polaritas tegangan dan keluar tegangan output (Vo) positif. Arah arus I
mengalir lewat Rf dari kanan ke kiri kemudian melewati Ri. Arus IL mengalir dari
atas menuju ke bawah.

2. Rangkaian Penguat Tak Pembalik ( Non Inverting Amplifier )

Gambar 2.4 Rangkaian Penguat Tak Pembalik ( Non Inverting )

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Pada Gambar 2.4, tegangan input Vi masuk ke terminal masukan (+) dari
op-amp. Umpan balik dibuat oleh tahanan Rf yang menghubungkan terminal
keluaran dengan terminal masukan (-). Op amp dianggap ideal sehingga tegangan
antara masukan (+) dan masukan (-) sama dengan nol. Karena masukan (+)
dihubungkan dengan Vi maka terminal masukan (-) seolah-olah juga dihubungkan
dengan Vi. Tahanan Ri terhubung dengan masukan (-) Op-Amp atau Vi dan ujung
lainnya terhubung dengan ground maka akan mengalir arus I dari arah kanan ke kiri
dan sesuai Hukum OHM besarnya I adalah :
𝑉
𝐼=
𝑅
Karena arus yang masuk ke terminal masukan op-amp sama dengan nol maka
arus I berasal dari Vo dan semuanya melewati Rf dari kanan ke kiri sehingga
timbul tegangan pada Rf dengan polaritas (+) pada ujung kanan Rf dan polaritas (-
) pada ujung kiri Rf sebesar VRf yaitu :
𝑉
𝑉 =𝐼∙𝑅 =
𝑅 ∙𝑅

Karena polaritas (+) dari tegangan Rf terhubung dengan terminal keluaran (Vo)
maka besarnya Vo merupakan penjumlahan antara tegangan Rf dengan tegangan
input Vi sehingga Vo = VRf + Vi.
𝑉 𝑅 𝑉
𝑉 = 𝑉 +𝑉 = +𝑉 = ∙𝑉 +𝑉 = ∙𝑉
𝑅 ∙𝑅 𝑅 𝑅 +1

Dengan menggunakan gain untaian tertutup ( AcL ) maka besarnya adalah :


𝑉 𝑅
𝐴 = =
𝑉 𝑅 +1
Tidak adanya tanda negative pada persamaan di atas artinya adalah bahwa polaritas
tegangan output (Vo) sama dengan polaritas tegangan input (Vi) makanya
dinamakan penguat tak pembalik ( non inverting amplifier ). Arus beban yang
mengalir melalui RL hanya ditentukan oleh RL dan Vo dan dikeluarkan dari
terminal keluaran op-amp adalah IL = Vo/R L. Arus IL arahnya dari atas ke bawah
karena tegangan output polaritasnya positif. Arus keluaran (output) arahnya keluar

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

dari terminal output dari op-amp terpisah menjadi dua yaitu I yang melewati Rf dan
IL sehingga Io = I + IL

3. Rangkaian Differensial
Penguat diferensial digunakan untuk memperkuat selisih antara dua sinyal
masukan V1 dan V2, rangkaian ditunjukkana pada gambar 2.4. Karena penguat
diferensial memunyai impendasi tinggi diantara terminal-terminal masukannya,
maka tidak ada arus yang mengalir melalui op-amp diantara kedua terminal
masukannya. Jadi tidak ada beda potensial diantara kedua terminal masukan, dan
oleh karena itu keduanya berada pada potensial yang sama yaitu X. Tegangan V2
adalah tegangan pada resistor seri R1 dan R2. Jadi terdapat sebuah rangkaian
pembagi tegangan dengan besar potensial pada masukan nonpembalik yang sama
dengan potensial pada titik X yaitu Vx sebagai :
𝑉 𝑅
=
𝑉 𝑅 +𝑅

Arus yang melewati resistor umpan balik pasti sama dengan arus yang mengalir
dari V1 melewati R1. Jadi :
𝑉 𝑉
𝑉 − = 𝑉 −
𝑅 𝑅
Persamaan diatas dapat disusun ulang untuk menghasilkan :
𝑉 1 1 𝑉
= 𝑉 + −
𝑅 𝑅 𝑅 𝑅
Dan dengan mensubsitusikan Vx dari persamaan sebelumnya, maka diperoleh :
𝑅
𝑉 = (𝑉 −𝑉 )
𝑅

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Gambar 2.5 Rangkaian Penguat Differensial


Mencatat bahwa jika V1 masukan lebih tinggi dari V2 masukan jumlah
tegangan ouput akan negatif , dan jika V2 lebih tinggi dari V1 , tegangan jumlah
output akan positif .

4. Rangkaian Instrumentasi
Penguat Instrumentasi (op - amp) adalah penguat differensial mempunyai
keuntungan yang sangat tinggi yang memiliki impedansi masukan yang tinggi dan
output berakhir tunggal. Instrumentasi amplifier terutama digunakan untuk
memperkuat sinyal diferensial sangat kecil dari pengukur regangan , termokopel
atau perangkat penginderaan saat dalam sistem kontrol motor .
Tidak seperti penguat operasional standar di mana gain loop tertutup mereka
ditentukan oleh umpan balik resistif eksternal yang terhubung antara terminal
output mereka dan satu terminal input, baik positif atau negatif, "instrumentasi
amplifier" memiliki resistor umpan balik internal yang efektif terisolasi dari
terminal input sebagai sinyal input diterapkan di dua input diferensial V1 dan V2.

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Gambar 2.6 Rangkaian Penguat Instrumentasi


Rangkaian ini tersedia sebagai IC tunggal. Rangkaian pertama atau A1 dan
A2 akan beroperasi sebagai penguat penyangga (buffer) dan akan memperkuat
kedua sinyal masukan tanpa meningkatkan common-nya, sebelum penguat A3
digunakan untuk memperkuat sinyal diferensialnya. Penguatan A1 dan A2
menghasilkan (R1+R2+R3)/R1, sedangkan yang dihasilkan penguat A3 adalah
R5/R4, sehingga penguata seluruhnya adalah perkalian antara kedua penguat ini.
Gain total biasanya didapat dengan cara mengatur nilal R1. Rangkaian penguat
instrumentasi memiliki karakteristik R2=R3, R4=R6 dan R5=R7.
Dan memiliki persamaan :
1+2∙𝑅 𝑅
𝑉 = (𝑉 + 𝑉 ) ∙ ∙( )
𝑅 𝑅
2.2 Tujuan Percobaan
 Memahami karakteristik dasar Op-Amp
 Memahami mode operasi dasar Op-Amp
 Mengetahui berbagai macam aplikasi Op-Amp

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.3 Alat dan Bahan Percobaan


 Logic circuit trainer ( Modul NI ELVIS II+ )
 Kabel jumper
 Kabel Power Suplay Modul
 PC ( Aplikasi Instrumen NI ELVISmx )
 Komponen : IC 741

2.4 Langkah Perobaan


2.4.1 Rangkaian Penguat Pembalik ( Op-Amp Inverting )
1. Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 2.7

Gambar 2.7 Rangakain Penguat Pembalik


2. Atur FGN dengan frekuensi sebesar 1 kHz dengan Vin = 2 Vpp, R1 = 50kΩ
dan R2 = 100 kΩ.
3. Hubungkan input output pada osiloscop.
4. Amati dan ukur Vout osiloscop dari rangkaian penguat pembalik.
5. Hitung Vout dengan menggunakan rumus
6. Ulangi dan catat hasil percobaan dengan membuat tabel.

2.4.2 Rangkaian Penguat Tak Pembalik ( Op-Amp Non Inverting )


1. Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 2.8

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Gambar 2.8 Rangkaian Penguat Tak Pembalik


2. Atur FGN dengan frekuensi sebesar 1 kHz dengan Vin = 2 Vpp, R1 = 50kΩ
dan R2 = 100 kΩ.
3. Hubungkan input output pada osiloscop.
4. Amati dan ukur Vout osiloscop dari rangkaian penguat tak pembalik.
5. Hitung Vout dengan menggunakan rumus. Ulangi dan catat hasil percobaan
dengan membuat tabel.
2.4.3 Rangkaian Differensial
1. Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 2.9

Gambar 2.9 Rangkaian Penguat Differensial

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2. Beri nilai R1=R3= 2kΩ dan R2=R4 = 10kΩ.


3. Sambungkan Vin A dan VinB pada DC Variable Power Suplay. Atur dan
catat input dan output tegangannya dengan membuat tabel.
4. Kemudian gunakan FGN pada Inputnya dan Osiloscop pada Outputnya.
Dan amati.
2.4.4 Rangkaian Instrumentasi
1. Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 2.10

Gambar 2. Rangkaian Penguat Instrumentasi

2. Beri nilai R1=R3=R4=R5 dan R2 = 10kΩ.


3. Sambungkan Vin Adan VinB pada DC Variable Power Suplay. Atur dan
catat input dan output tegangannya dengan membuat tabel.
4. Kemudian gunakan FGN pada Inputnya dan Osiloscop pada Outputnya.
Dan amati.

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.5 Hasil dan Analisa Percobaan


2.5.1 Hasil Percobaan dari Rangkaian Penguat Pembalik
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.5.2 Hasil Percobaan dari Rangkaian Penguat Tak Pembalik


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.5.3 Hasil Percobaan dari Rangkaian Differensial


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.5.4 Hassil Percobaan dari Rangkaian Instruentasi


...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

2.6 Kesimpulan
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

Catatan :

1. Beri analisa perhitungan


2. Sesuaikan formatnya seperti pada contoh modul 1
3. Sesuaikan nama tabel pada intruksi di sub bab langkah percobaan dan
sesuaikan tabel dengan data yang kalian ambil
4. Lengkapi data2 kalian dengan data hasil simulasi
5. Jangan luppa cantumkan hasil gambar osiloscop dari hasil percobaan dan
simulasinya
6. Beri keterangan dari hasil gambar

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2


Program Studi Teknik Elektro - Fak. Teknik UDINUS
LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK

MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2

Anda mungkin juga menyukai