0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan8 halaman

Aplikasi Topikal Fluor untuk Gigi Anak

Ibu membawa anaknya ke klinik gigi karena beberapa gigi anaknya berlubang. Dokter menemukan beberapa gigi yang mengalami karies email dan dentin. Dokter merekomendasikan perawatan topikal fluor untuk mencegah karies lebih lanjut pada gigi yang sehat.

Diunggah oleh

Al Masari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan8 halaman

Aplikasi Topikal Fluor untuk Gigi Anak

Ibu membawa anaknya ke klinik gigi karena beberapa gigi anaknya berlubang. Dokter menemukan beberapa gigi yang mengalami karies email dan dentin. Dokter merekomendasikan perawatan topikal fluor untuk mencegah karies lebih lanjut pada gigi yang sehat.

Diunggah oleh

Al Masari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO 4.

TOPIKAL APLIKASI FLOUR

Seorang Ibu bersama anak laki-lakinya yang berumur 8 tahun, datang ke klinik
Pedodonsia RSGM Unej menginginkan gigi anak nya di periksa di karenakan ada gigi yang
berlubang kecil. Ibu tersebut berharap supaya gigi anak nya tidak banyak yang berlubang.
Dokter melakukan pemeriksaan :
- Pemeriksaan Ektra oral tidak ada kelainan
- Hasil anamnesa di dapatkan bahwa anak tersebut sangat sulit untuk menggosok gigi
terutama pada malam hari saat mau tidur, pasien juga tidak di curigai adanya kelainan
sistemik maupun alergi.
- Pemeriksaan intra oral di dapatkan gigi 64 karies dentin pada permukaan pit dan
fissure, gigi 73 dan 63 karies email pada permukaan halus. Ke empat molar pertama
permanent sudah erupsi sempurna , Ke empat insisive permanent juga sudah erupsi.
Selanjutnya dokter menyarankan melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan
perawatan secara topical (Topikal Aplikasi Fluor) pada gigi geligi yang sehat (gigi yang
bebas karies) untuk mencegah gigi berlubang

1. Definisi
Topikal aplikasi fluor adalah pengolesan langsung fluor pada enamel. Setelah gigi
dioleskan fluor lalu dibiarkan kering selama 5 menit, dan selama 1 jam tidak boleh makan,
minum atau berkumur (Welbury,2005).3

Aplikasi topikal fluor adalah pengolesan langsung larutan fluor yang pekat pada email
setelah gigi dibersihkan dan dikeringkan dengan semprotan udara. Permukaan gigi diolesi
larutan fluor serta dibiarkan kering selama 3 menit (Nio,1989).4

Aplikasi topikal fluor merupakan tehnik yang sederhana untuk aplikasi larutan fluor
yang dilakukan oleh praktisi gigi dan dapat diaplikasikan dengan mudah. Fluoridasi topikal
ini sangat dianjurkan pada gigi anak yang baru erupsi di dalam mulut untuk memperkuat
lapisan email gigi.2

2. Tujuan
Tujuan penggunaan fluor adalah untuk melindungi gigi dari karies, fluor bekerja
dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak yang dapat memfermentasi karbohidrat
melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi fluor apatit yang lebih stabil dan
lebih tahan terhadap pelarutan asam.5
Efek aplikasi fluor secara topikal dalam menghambat karies gigi yaitu dapat memacu
proses remineralisasi pada permukaan enamel, menghambat sistem enzim mikrobiologi yang
merubah karbohidrat menjadi asam dalam plak gigi dan adanya efek bakteriostatik yang
menghambat kolonisasi bakteri pada permukaan gigi.6
Penggunaan flour juga memiliki manfaat dan tujuan praerupsi dan pasca erupsi gigi.7
a. Praerupsi

 Selama pembentukan gigi, fluoride melindungi enamel dari pengurangan sejumlah


matriks yang dibentuk.
 Pembentukan enamel yang lebih baik dengan kristal apatit yang lebih resisten
terhadap asam.
 Pemberian yang optimal, kristal apatit lebih tahan terhadap kelarutan yang disebabkan
oleh asam.
b. Pascaerupsi
 Fluoroapatit menurunkan kelarutan enamel dalam asam.
 Fluoroapatit lebih padat sehingga gigi lebih tahan oleh proses demineralisasi.
 Fluoride menggantikan ion karbonat dalam struktur apatit.
 Adanya fluoride dalam saliva meningkatkan remineralisasi, sehingga merangsang
perbaikan atau penghentian lesi karies awal.
 Fluoride menghambat banyak sistem enzim. Hambatan terhadap enzim yang terlibat
dalam pembentukan asam serta pengangkutan dan penyimpanan glukosa dalam
streptococcus oral dan juga membatasi penyediaan bahan cadangan untuk pembuatan
asam dalam sintesa polisakarida.
 Mencegah demineralisasi. Gigi yang diberi fluoride memiliki penurunan daya larut
enamel dalam asam rongga mulut. Dengan cara mengurangi permeabilitas enamel,
maka mineral yang terkandung dalam gigi tidak cepat terlarut dalam saliva, melainkan
digantikan oleh ion-ion fluoride pada permukaan enamel.
 Memiliki sifat antibakteri. Pada keadaan pH rendah, fluoride akan berdifusi ke dalam
Hydrofluoride Acid. Hal ini menyebabkan fluoride menghambat metabolisme
karbohidrat oleh bakteri kariogenik sehingga menghalangi pembentukan asam.
 Mempercepat remineralisasi. Dengan cara mengubah lingkungan permukaan dari
enamel, sehingga transfer ion antara saliva dan enamel dapat berlangsung efektif.
Keadaan ini mengakibatkan proses ionisasi pada permukaan yang terdemineralisasi
menjadi lebih cepat.

3. Indikasi dan Kontraindikasi

Indikasi dan kontraindikasi TAF menurut Donly (2003)8

Indikasi
 Pasien anak di bawah 5 tahun yang memiliki resiko karies sedang sampai tinggi
 Gigi dengan permukaan akar yang terbuka
 Gigi yang sensitif
 Anak-anak dengan kelainan motorik, sehingga sulit untuk membersihkan gigi
(contoh: Down Syndrome)
 Pasien yang sedang dalam perawatan orthodontic
Kontraindikasi
 Pasien anak dengan risiko karies rendah
 Pasien yang tinggal di kawasan dengan air minum terfluoridasi
 Ada kavitas besar yang terbuka

4. Mekanisme
Fluoride memiliki beberapa mekanisme proteksi karies. Secara topikal, konsentrasi
fluor yang rendah di plak dan saliva menghambat demineralisasi enamel sehat. Pada
konsentrasi fluor tinggi dapat menghambat metabolisme bakteri. Dalam keadaan pH rendah,
fluoride akan berikatan dengan ion hidrogen membentuk HF (hydrofluoric acid) yang dapat
berdifusi masuk ke sel bakteri dan menghambat enzim enolase (enzim vbakteri untuk
metabolisme karbohidrat) sehingga bakteri tidak bisa menghasilkan asam laktat dan
menghambat bakteri berkembang biak.
Mekanisme fluoride dalam menurunkan karies juga dengan meningkatkan
remineralisasi dari enamel. Terbentuknya endapan calcium fluoride CaF2 (lapisan pelindung
teradapt asam) pada permukaan enamel. saat pH rendah maka CaF2 akan larut dalam asam,
kalsiu akan membentuk brushit (kalsium fosfat) yang paling stabil pada pH < 4,3, sementara
sebagian fluoride membentuk HF (menurunkan produksi asam oleh bakteri), sebagian fluor
bereaksi dengan brushit membentuk fluoroapatit. Fluoroapatit lebih resisten terhadap asam
(pH kritis <4,5) dibandingkan hidroksiapatit (pH kritis <5,5).9

5. Sediaan Fluoride
a. Fluoride Sistemik
Fluoride sistemik adalah fluoride yang diperoleh tubuh melalui pencernaan dan ikut
membentuk struktur gigi. Fluoride sistemik juga memberikan perlindungan topikal karena
fluoride ada di dalam air liur yang terus membasahi gigi.
 Fluoridasi air minum
apabila dalam air minum yang dikonsumsi oleh suatu daerah, atau kota tertentu
dibubuhi zat kimia fluor maka penduduk di situ akan terlindung dari karies gigi.
Pemberian fluor dalam air minum ini jumlahnya bervariasi antara 1-1,2 ppm (part per
million). Selain dapat mencegah karies, fluor juga mempunyai efek samping yang
tidak baik yaitu dengan adanya apa yang disebut ‘mottled enamel’ pada mottled
enamel gigi - gigi kelihatan kecoklat-coklatan, berbintik-bintik permukaannya dan
bila fluor yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, dapat menyebabkan gigi jadi rusak
sekali. Konsentrasi optimum fluorida yang dianjurkan dalam air minum adalah 0,7
-1,2 ppm. Menurut penelitian Murray and Rugg-gun cit. Linanof bahwa fluoridasi air
minum dapat menurunkan karies 40–50% pada gigi susu.10
 Pemberian fluor melalui makanan
Kadang-kadang makanan yang kita makan sudah mengandung fluor yang cukup
tinggi, hingga dengan makanan itu saja sudah mencegah terjadinya karies gigi. Jadi
harus diperhatikan bahwa sumber yang ada sehari-hari seperti di rumah, contohnya di
dalam air mineral, minuman ringan dan makanan sudah cukup mengandung fluoride.
Karena itu makanan fluoride harus diberikan dengan hati-hati. Makanan tambahan
fluoride hanya dianjurkan untuk mereka (terutama anak-anak) yang tinggal di daerah
yang sumber airnya rendah fluor atau tidak difluoridasi. Fluoride dapat berbahaya jika
dikonsumsi secara berlebihan. Apabila pemakaian fluoride tidak terkontrol dan tidak
disiplin, maka tidak akan mencapai sasaran dan dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Contohnya adalah fluorosis.
 Suplemen Fluoride
Pemberian fluor dapat juga dilakukan dengan tablet, baik itu dikombinasikan dengan
vitaminvitamin lain maupun dengan tablet tersendiri. Pemberian tablet fluor
disarankan pada anak yang berisiko karies tinggi dengan air minum yang tidak
mempunyai konsentrasi fluor yang optimal (2,2 mg NaF, yang akan menghasilkan
fluor sebesar 1 mg per hari).5 Tablet fluor dapat diberikan sejak bayi berumur 2
minggu hingga anak 16 tahun. Umur 2 minggu-2 tahun biasanya diberikan dosis 0,25
mg, 2-3 tahun diberikan 0,5 mg, dan 3-16 tahun sebanyak 1 mg.11

b. Fluoride Topikal
 Pasta Gigi Berfluoride
Senyawa utama yang ditemukan dalam pasta gigi berfluoride adalah sodium fluoride
dan sodium monofluorofosfat, walaupun stannous flouride dan amina fluoride juga
kadang digunakan. Standar WHO untuk konsentrasi fluoride dalam pasta gigi adalah
antara 1000-1500 ppm. Pasta gigi dengan fluoride rendah mengandung kurang dari
1000 ppm (sekitar 400-500 ppm F) dan biasanya ditujukan untuk anak-anak. Pasta
gigi dengan fluoride tinggi mengandung lebih dari 1500 ppm (biasanya berkisar
antara 2000-5000 ppm F) dan tersedia untuk orang dewasa dengan risiko karies
tinggi.12
 Obat Kumur Berfluoride
Obat kumur ini biasanya mengandung 100-500 ppm dan digunakan sekali atau dua
kali sehari. Obat kumur yang mengandung fluoride 900 ppm digunakan seminggu
sekali. Obat kumur berfluoride dapat menurunkan risiko karies 26%.12
 Fluoride Varnish
Fluoride varnish dapat menurunkan risiko karies sebesar 40%. Varnish tersedia baik
dalam viskositas tinggi atau rendah, dan hanya dilakukan oleh profesional/dokter gigi.
Formula yang paling banyak ditemukan adalah 5% sodium fluoride (25.000 ppm),
0.9% difluorosilane, dan 6% sodium fluoride ditambah 6% kalsium flouride (56.300
ppm).12
 APF (Acidulated Phosphate Fluor) Gel
APF gel merupakan gel fluoride yang paling banyak digunakan dan merupakan
campuran dari sodium fluoride (NaF), hydrofluoric acid, dan 0,1 M orthophosphoric
acid. APF gel dapat menurunkan karies 25-40%. Konsentrasi yang tersedia adalah
1.23% (setara dengan 12.3 mg ion F/g gel atau 12.300 ppm). APF gel memiliki pH
yang rendah, yaitu sekitar pH 3.5, sehingga menyebabkan penyerapan fluoride ke
enamel lebih cepat dan orthofosfat mencegah pemecahan enamel karena efek ion.
APF gel bersifat stabil, tidak menyebabkan diskolorasi, dan rasa dapat diterima.13
 Sodium Fluoride (NaF)
Sodium fluoride pertama kali digunakan pada tahun 1940 dan dapat menurunkan
risiko karies sekitar 30%. Tersedia dalam konsentrasi 2% (setara dengan 10 mg F/g
atau 10.000 ppm). NaF 2% memiliki pH 7 (netral), sehingga direkomendasikan untuk
pasien dengan restorasi porselen dan GIC untuk menghindari kerusakan akibat pH
rendah dari gel, kasus dengan erosi enamel, dentin yang terekspos, karies dentin, dan
hipomineralisasi enamel. NaF bersifat stabil, tidak mengiritasi gingiva, tidak
menyebabkan diskolorasi gigi, dan rasanya dapat diterima.13
 Stannous Fluoride (SnF2)
Percobaan pertama SnF2 dilakukan oleh Howell et al pada tahun 1955. Kelebihan
SnF2 adalah penetrasi cepat fluoride dan formasi tin-fluorophosphate complex yang
highly insoluble pada permukaan enamel. Kerugiannya adalah pHnya yang rendah
menyebabkan astringent, menyebabkan diskolorasi gigi, rasanya seperti logam, dan
tidak stabil. Untuk mengatasi kekurangan SnF2, diciptakan SnF2 solution 8-10% dan
gel SnF2 yang terdiri dari 0.4% SnF2 dalam base mehylcellulose dan glycerin. Bahan
ini efektif untuk pasien pasca radiasi kanker dan untuk menurunkan dekalsifikasi di
sekitar band pada pasien ortodontik.14

6. Tahapan Aplikasi TAF15


a. Alat
 Alat standar
 Saliva ejector
 Air and water syringe
 Timer
b. Bahan
 Gel fluoride
 Sendok cetak
c. Teknik
 Instruksi anak menggosok giginya. Awasi anak ang sedang menggsok dan lanjutkan
dengan flossing jika memungkinkan. Sisa makanan harus dihilangkan sebelum
aplikasi fluor.
 Isolasi gigi geligi. Gunakan saliva ejector, cotton roll untuk isolasi gigi yang akan
dirawat. Isolasi dilakukan untuk mencegah terjadinya pengenceran fluor oleh saliva.
 Keringkan gigi yang diisolasi. Keringkan gigi yang diisolasi menggunakan tiupan
udara. Saliva yang teringgal pada permukaan gigi akan mengencerkan larutan atau
gel.
 Ulaskan larutan, gel atau varnish menggunakan kapas kecil atau cotton pellet yang
dijepit dengan pinset, oleskan larutan gel, atau varnish pada semua permukaan
interproksimal dari bukal dan lingual atau dapat juga menggunakan custom tray yang
diisi sebanyak 5ml gel atau 1/3 tray. Jaga agar kapas tidak mengenai gigi . Biarkan
gigi tertutup larutan atau gel selama 4 menit.
 Setelah 4 menit, bersihkan larutan gel dari permukaan gigi yang dapat dijangkau,
instruksikan anak untuk meludahkan semua sisa fluor tetapi jangan berkumur.
 Pada akhir perawatan, instruksikan agar pasien tidak makan atau minum selama 30
menit untuk memperpanjang kontak fluor dengan permukaan gigi.
 Instruksikan pasien untuk tidak berkumur dan tidak makan serta minum selama ± 30
menit
 Pasien diinstruksikan untuk datang kontrol 1 minggu kemudian.
 Aplikasi fluor topical diuangi setiap 1 minggu hingga 4 kali pemberian sebagai tahap
permulaan. Setelah 4 kali perawatan maka efek pencegahan karies gigi diharapkan
dapat bertahan sampai 3 tahun

7. Penggunaan Fluor Secara Topikal

Fluor bekerja dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak yang dapat
memfermentasi karbohidrat melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi fluor
apatit yang lebih stabil dan lebih tahan terhadap pelarutan asam. Reaksi
Ca10(PO4)6(OH)2+F → Ca10(PO4)6(OHF) menghasilkan enamel yang lebih tahan asam
sehingga dapat menghambat proses demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi.

Remineralisasi merupakan proses perbaikan kristal hidroksiapatit dengan cara


penempatan mineral anorganik pada permukaan gigi yang telah kehilangan mineral tersebut.
Demineralisasi adalah proses pelarutan kristal hidroksiapatit email gigi, yang terutama
disusun oleh mineral anorganik yaitu kalsium dan fosfat, karena penurunan pH plak sampai
mencapai pH kritis (pH 5) oleh bakteri yang menghasilkan asam.

Penggunaan fluor sebagai bahan topikal aplikasi telah dilakukan sejak lama dan telah
terbukti menghambat pembentukan asam dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga
menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam mempertahankan permukaan gigi dari
proses karies.

Anda mungkin juga menyukai