0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan31 halaman

Panduan Belajar Reproduksi Hewan

Modul ini memberikan petunjuk belajar bagi siswa mengenai reproduksi pada tumbuhan dan hewan. Siswa disarankan memahami konsep, tujuan pembelajaran, dan langkah-langkah belajar secara mandiri atau kelompok. Modul ini membahas reproduksi aseksual pada hewan seperti tunas, membelah diri, dan fragmentasi, serta reproduksi seksual dan perkembangan hewan.

Diunggah oleh

Atin Tamimi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan31 halaman

Panduan Belajar Reproduksi Hewan

Modul ini memberikan petunjuk belajar bagi siswa mengenai reproduksi pada tumbuhan dan hewan. Siswa disarankan memahami konsep, tujuan pembelajaran, dan langkah-langkah belajar secara mandiri atau kelompok. Modul ini membahas reproduksi aseksual pada hewan seperti tunas, membelah diri, dan fragmentasi, serta reproduksi seksual dan perkembangan hewan.

Diunggah oleh

Atin Tamimi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Petunjuk Bagi Siswa

1. Keberhasilan belajar dengan modul tergantung dari kedisiplinan danketekunan kalian


dalam mempelajari dan mematuhi setiap langkah-langkah belajar dalam modul ini.
2. Belajar dengan modul ini dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok baik disekolah
maupun di luar sekolah.
3. Di dalam modul ini, tidak semua materi dijelaskan secara rinci. Kalian bolehmencari
sumber-sumber lain yang relevan dalam memahami materi.
4. Modul ini terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu:
a. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang Perkembangbiakan Tumbuhan
b. Kegiatan Belajar 2 membahas tentang Perkembangbiakan hewan
5. Langkah-langkah yang perlu kalian ikuti selama belajar dengan modul iniadalah:
a. Pahami peta konsep yang terdapat pada modul ini.
b. Baca dan pahami Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, danTujuan
pembelajaran setiap kegiatan belajar.
c. Pelajari uraian materi pada setiap kegiatan belajar.
d. Apabila dalam mempelajari uraian materi ditemukan kata-kata sulit yangbelum kalian
pahami, carilah arti kata-kata sulit tersebut di glosarium.
e. Apabila dalam kegiatan belajar yang kalian pelajari terdapat aktivitas IPA,kerjakanlah
aktivitas IPA tersebut sesuai dengan cara kerja yang tercantumdi dalamnya.
f. Perkaya pengetahuan kalian dengan info IPA.
g. Kerjakan soal-soal latihan untuk meningkatkan pemahaman kalian.
h. Cocokkan jawaban latihan yang kalian kerjakan dengan kunci jawaban latihan yang
tersedia.
i. Pelajari rangkuman materi pada setiap kegiatan belajar.
j. Kerjakan soal-soal uji kompetensi yang terdapat pada setiap kegiatan belajardengan
mengisikan jawaban pada kotak jawaban yang tersedia.
k. Cocokkan jawaban Uji Kompetensi yang kalian kerjakan dengan kunci jawaban Uji
Kompetensi yang tersedia. Apabila nilai Uji Kompetensi 1 ≥70% , maka kalian dapat
melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Namun, apabila nilai Uji Kompetensi 1 ˂ 70%,
maka kalian harus mengulang KegiatanBelajar 1, terutama pada bagian yang belum
kalian pahami.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 1


l. Apabila nilai Uji Kompetensi 2 ≥ 70%, maka kerjakan soal evaluasi. Namun, apabila
nilai Uji Kompetensi 2 ˂ 70%, maka kalian harus mengulangkegiatan belajar 2
tersebut terutama pada bagian yang belum dipahami.
m. Isilah refleksi diri untuk mengetahui manfaat yang kalian dapatkan dan kesulitan yang
kalian temui pada setiap kegiatan belajar.
n. Kerjakan soal evaluasi untuk mengetahui pemahaman kalian terhadap semuakegiatan
belajar yang telah kalian pelajari.
o. Cocokkan jawaban evaluasi yang telah kalian kerjakan dengan kunci jawabanevaluasi
dan hitung berapa nilai yang kalian peroleh.
p. Urutan langkah kegiatan belajar ini harus kalian ikuti, agar kalian lebih cepatberhasil
mempelajari modul ini.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 2


3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan
teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.
4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan
Tujuan Pembelajaran

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 3


3.2.14 Menjelaskan macam reproduksi aseksual pada hewan.
3.2.15 Memprediksi regenerasi pada planaria
Indikator 3.2.16 Menggolongkan hewan berdasarkan cara perkembangbiakan
seksual
3.2.17 Menjelaskan perkembangan beberapa hewan
3.2.18 Membedakan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak
sempurna.

Pertemuan pertama (3 jp)


3.2.14. Melalui kegiatan pengamatan yang dipandu dengan LKPD
1 5, peserta didik dapat menjelaskan macam reproduksi
aseksual pada hewan secara benar.
3.2.15. Melalui kegiatan diskusi yang dipandu dengan LKPD 5,
1 peserta didik dapat memprediksi regenerasi pada planaria
dengan tepat
3.2.16. Melalui kegiatan pengamatan yang dipandu dengan LKPD
Tujuan 1 5, peserta didik dapat menggolongkan hewan berdasarkan
cara perkembangbiakan seksual secara benar.
pembelajaran
3.2.17. Melalui kegiatan pengamatan yang dipandu dengan LKPD
1 MODUL IPA
5, peserta didik dapat Menjelaskan TERPADU KELAS
perkembangan IX 4
beberapa
hewan secara benar.
3.2.18. Melalui kegiatan diskusi yang dipandu dengan LKPD 5,
1 peserta didik dapat membedakan metamorfosis sempurna
dan metamorfosis tidak sempurna secara benar.
BAGAIMANA CARA HEWAN BEREPRODUKSI?

Sebagaimana tumbuhan, hewan juga melakukan proses perkembangbiakan.


Bagaimana cara perkembangbiakan pada hewan?

Perkembangbiakan pada hewan juga terjadi baik secara aseksual maupun seksual. Hewan
tingkat rendah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Sedangkan hewan tingkat
tinggi hanya bereproduksi secara seksual saja.

A. Reproduksi aseksual pada hewan

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 5


Reproduksi secara aseksual adalah suatu cara perkembangbiakan yang dilakukan oleh
hewan tanpa melalui proses vertilisasi atau perkawinan dengan lawan jenisnya. Pada
umumnya proses perkembangbiakan ini dilakukan oleh hewan tingkat rendah yang tidak
mempunyai struktur tubuh yang sempurna. Beberapa contoh cara perkembangbiakan yang
dilakukan hewan secara tak kawin diantaranya yakni tunas, membelah diri, dan
fragmentasi.
1. Macam cara perkembangbiakan aseksual
Perkembangbiakan aseksual pada hewan umumnya terjadi pada hewan tingkat
rendah/Avertebrata. Reproduksi aseksual artinya reproduksi yang terjadi tanpa
didahului dengan peleburan dua sel kelamin yang berbeda jenisnya. Reproduksi
aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu pembelahan biner, pembelahan ganda,
pembentukan tunas, regenerasi, dan partenogenesis.
a. Membelah diri/ Pembelahan Biner
Pembelahan biner terjadi pada makhluk hidup uniseluler, yaitu dari
golongan Monera dan Protista. Pada pembelahan biner, dari satu individu
membelah secara langsung menjadi dua sel anak. Pembelahan biner terdiri dari
lima jenis, yaitu pembelahan ortodoks, melintang, membujur, miring, dan
strobilasi. Pembelahan biner secara ortodoks/umum terjadi pada Amoeba dan
mikroorganisme lain dari golongan Rhizopoda. Pembelahan biner secara
melintang terjadi pada Paramecium. Pembelahan dengan tipe membujur
contohnya pada Euglena. Tipe pembelahan miring terjadi pada Dinoflagellata.
Sedangkan pembelahan biner tipe strobilasi menghasilkan individu baru dari
bagian tubuh induk yang lepas, contohnya pada cacing pita (Taenia sp).

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 6


[Link]
Gambar 21. Perkembangbiakan Amoeba
b. Pertunasan atau budding,
Hewan yang berkembang biak dengan cara tunas adalah hydra. Hydra
(haidra) merupakan genus yang berasal dari binatang air. Hewan ini juga
termasuk ke dalam kelompok hewan predator dalam filum cnidaria dan kelas
hyrozoa. Bentuk tubuhnya menyerupai tabung dan memiliki ukuran tubuh
sepanjang 10 milimeter yang hanya dapat dilihat dengan bantuan microskop
(bersifat microskopis,) Hydra seringkali dijumpai di wilayah perairan tawar
yang memiliki suhu tropis.
Mekanisme perkembangbiakan hydra adalah dengan cara
menumbuhkan tunas di dalam tubuhnya. Selanjutnya tunas tersebut akan
bertumbuh dan berkembang hingga batas ukuran tertentu. Setelah tunas
dewasa, ia akan melepaskan diri dari induknya dan menjadi hewan yang baru.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 7


[Link]
Gambar 22. Perkembangbiakan Hydra dengan Tunas
c. Fragmentasi,
Fragmentasi adalah suatu bentuk reproduksi aseksual suatu organisme
(hewan) dengan cara memecah tubuhnya menjadi beberapa fragmen. Tiap-tiap
fragmen tersebut selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi dewasa sebagai
cloning dari tubuh hewan sebelumnya. Cara reproduksi semacam ini dapat
terjadi dengan adanya keterlibatan makhluk lain secara sengaja ataupun tanpa
disengaja. Hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi secara alamiah
mampu mengembangkan organ tertentu pada tubuhnya sehingga dapat dengan
mudah untuk dilepaskan atau diputus.
Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah
Planaria. Fragmentasi bukan merupakan cara reproduksi yang utama, karena
dalam kondisi normal Planaria bereproduksi secara seksual.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 8


[Link]
Gambar 23. Fragmentasi Planaria
Kekurangan dari sistem reproduksi ini adalah terletak pada tidak
adanya keanekaragaman genetika yang dihasilkan oleh proses
perkembangbiakan tersebut. Oleh karenanya, individu yang terlahir dari sistem
fragmentasi secara fisik lebih rentan terhadap faktor perubahan lingkungan
yang mengancap senantiasa kehidupannya.

d. Partenogenesis
Partenogenesis secara alami dapat terjadi pada hewan seperti lebah,
semut, tawon, kutu daun, dan kutu air. Pada hewan tertentu, misalnya lebah,
ovum yang dibuahi akan tumbuh dan berkembang menjadi lebah betina,
sedangkan yang tidak dibuahi akan tumbuh menjadi lebah jantan. Lebah betina
bersifat steril dan memiliki tugas sebagai pekerja dalam kawanan lebah. Lebah
jantan bersifat fertil. Lebah jantan mampu menghasilkan sel kelamin yang
digunakan untuk membuahi sel telur yang dihasilkan oleh lebah ratu. Lebah
ratu adalah lebah yang menghasilkan telur-telur yang menjadi lebah betina dan
lebah jantan.
Selain lebah, kutu daun dan kutu air juga dapat bereproduksi dengan
cara partenogenesis. Kutu daun betina dan kutu air betina dapat terus menerus
MODUL IPA TERPADU KELAS IX 9
bertelur. Tel ur yang dihasilkan akan berkembang dan menetas menjadi kutu
betina tanpa didahului proses fertilisasi. Meski demikian fertilisasi tetap
diperlukan untuk menghasilkan in dividu baru setelah beberapa ge nerasi kutu
mengalami partenogenesis. Berdasarkan contoh dan uraian yang telah
disebutkan, sudah tahukah kamu apa itu partenogenesis?

[Link]
Gambar 24. Partenogenesis pada Lebah

B. Reproduksi Seksual pada Hewan

Perkembangbiakan secara seksual pada hewan melibatkan alat reproduksi, sel


kelamin/gamet jantan dan gamet betina, serta proses pembuahan atau fertilisasi.
Pembuahan pada hewan ada dua jenis, yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh induk
betina dan pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Pembuahan di dalam tubuh induk betina
disebut fertilisasi internal. Sedangkan pembuahan di luar tubuh induk betina disebut
fertilisasi eksternal.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 10


Pembuahan eksternal biasanya terjadi pada hewan yang hidup di dalam air, misalnya
katak dan ikan. Jumlah sel telur dan sperma yang dihasilkan sangat banyak, sehingga
dapat memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Pembuahan eksternal dapat dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu tipe acak dan tipe sarang. Pada tipe acak, proses pelepasan sel telur
dan sperma di lakukan di sembarang tempat. Sedangkan pada tipe sarang, ada tempat
tertentu untuk melepaskan sperma dan sel telur, sehingga peluang terjadinya pembuahan
lebih besar. Pada fertilisasi internal, pembuahan yang terjadi dalam tubuh induk betina.
Jadi sperma dari induk jantan harus dimasukkan ke dalam tubuh betina melalui kopulasi.

Alat reproduksi menghasilkan sel kelamin. Sel kelamin jantan/sperma dihasilkan oleh
testis, sedangkan sel kelamin betina (ovum/sel telur) dihasilkan oleh ovarium (indung
telur). Proses pembentukan sel kelamin jantan dan betina disebut gametogenesis. Proses
pembentukan sel kelamin jantan disebut spermatogenesis, sedangkan proses pembentukan
sel kelamin betina disebut oogenesis.

Setelah terjadi pembuahan atau fertilisasi, akan terbentuk zigot yang kemudian
berkembang menjadi embrio. Perkembangan dan kelahiran embrio dapat terjadi melalui
tiga cara, yaitu vivipar, ovipar, dan ovovivipar.

1. Vivipar (hewan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang dan mendapat
makanan di dalam uterus (rahim) induk betina. Contohnya adalah kerbau, sapi, gajah,
dan harimau.

2. Ovipar (hewan bertelur), yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur.
Telur hewan ini dikeluarkan dari dalam tubuh dan dilindungi oleh cangkang. Embrio
memperoleh makanan dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Beberapa
hewan ovipar mengerami telurnya hingga menetas, misalnya ayam dan merpati.
Namun banyak pula induk yang menimbun telur dengan pasir atau bahkan
membiarkan begitu saja.

3. Ovovivipar (hewan betelur dan beranak), yaitu hewan yang embrionya berkembang
di dalam telur, tetapi telur tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah cukup

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 11


umur, telur akan pecah di dalam tubuh induk dan anaknya keluar. Contohnya adalah
kadal dan ikan hiu. Anak itik menetas dari telur, itik termasuk hewan ovipar.

C. Bagian-Bagian Telur

Gambar [Link] Telur


Keterangan:

1. Cangkang telur, terbuat dari zat kapur yang berpori untuk keluar masuknya udara. Di
sebelah dalam cangkang terdapat dua buah membran yang pada salah satu ujungnya
tidak saling melekat, sehingga terbentuk rongga udara.

2. Albumen (putih telur), berupa cairan kental berwarna putih bening yang berfungsi
sebagai cadangan makanan dan melindungi embrio dari guncangan.

3. Kuning telur, terdapat di bagian tengah albumen. Pada kuning telur ini terdapat calon
embrio. Agar kuning telur tetap pada posisinya, maka terdapat kalaza yang berfungsi
menjaga posisi kuning telur.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 12


Pada saat telur dierami, embrio mulai tumbuh. Kuning telur dan putih telur diserap
melalui pembuluh darah yang terbentuk mengelilingi kuning telur. Bagian-bagian yang
berperan dalam mendukung pertumbuhan embrio adalah sebagai berikut.

Sumber. Dokumen Kemendikbud


Gambar 26. Penampang Telur

1. Amnion, merupakan cairan ketuban yang terdapat pada suatu kantung tempat
tumbuhnya embrio.

2. Alantois, merupakan tempat penyimpanan hasil ekskresi, mengangkut O2 ke dalam


embrio dan CO2 keluar dari embrio.

3. Tali pusat, yaitu bagian yang menghubungkan kuning telur dengan alantois.

D. Sifat Hermaprodit Cacing


Hermaprodit berasal dari kata Yunani Hermes dan Aphrodite, dimana dalam sejarah
Yunani Hermaphroditos merupakan anak dari Dewa Hermes dan Dewi Aphrodite. Istilah
ini kemudian digunakan untuk  memberi  nama organisme yang memiliki  alat kelamin
jantan dan alat kelamin betina sekaligus, dimana kedua alat kelamin tersebut berfungsi
dengan baik. Hewan hermaprodit secara morfologi memiliki ukuran, warna dan bentuk 
yang sama, sehingga organisme hermaprodit  tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 13


Walaupun cacing tanah memiliki kelamin ganda, cacing tanah tidak dapat melakukan
fertilisasi sendiri. Hal ini di sebabkan sel sperma dan sel telur matang tidak pada waktu
yang bersamaan. Cacing tanah berkembangbiak dengan cara sebagai berikut:

Sumber: [Link]
Gambar. 27 Reproduksi secara hermaprodit pada cacing

Terjadi perpindahan sperma dari cacing 1 ke cacing 2 dan sebaliknya. Perpindahan ini
terjadi melalui saluran kelamin yang terdapat klitelum. Sperma tersebut kemudian akan di
simpan di dalam kantong sperma.
Kedua cacing saling melepaskan diri. Kemudien klitelum akan mengeluarkan lendir.
Lendir ini bergerak menuju bagian depan tubuh cacing. Saat melewati saluran telur, sel
telur segera masuk ke dalam lendir dan bergerak menuju kantong sperma, lalu sel sperma
tersebut akan ikut masuk ke dalam lendir. Akhirnya, pembuahan terjadi dalam lendir ini.
Setelah terjadi pembuahan, lendir tersebut akan membentuk kokon yang berfungsi sebagai
tempat pertumbuhan embrio cacing.

E. Siklus Hidup Hewan

Hewan juga mengalami siklus hidup seperti pada manusia dan tumbuhan. Perubahan
bentuk tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangan biasanya dikenal dengan istilah
metamorfosis. Siklus hidup hewan adalah rangkaian proses tahapan hidup yang dilalui
oleh hewan mulai dari telur, menetas (bagi hewan ovipar, jika bagi hewan vivipar maka
mulai dari anak hewan), masa remaja, dewasa, sampai menghasilkan sel kelamin yang
siap dibuahi. Setelah dewasa hewan dapat menghasilkan keturunan kembali. Namun,
MODUL IPA TERPADU KELAS IX 14
siklus hidup pada beberapa kelompok hewan ternyata berbeda-beda.

Siklus hidup hewan dibagi menjadi dua yakni siklus hidup metagenesis dan siklus hidup
dengan metamorfosis.
Pada satu siklus hidup, ubur-ubur dapat bereproduksi secara seksual dan secara aseksual.
Ubur- ubur seringkali dijumpai dalam bentuk medusa dan berada dalam tahap generatif,
yaitu dapat menghasilkan sel kelamin. Sel kelamin dilepaskan ke air dan dapat mengalami
fertilisasi. Zigot akan berkembang menjadi larva. Urutan siklus ubur-ubur adalah Zigot –
Planula - Skifistoma / Scifistoma - efira - medusa.

Sumber: Cambell dkk, 2008


Gambar 28. Reproduksi Aseksual Ubur-ubur
Jika berada pada tempat yang sesuai, larva akan tumbuh menjadi polip. Pada bentuk polip,
ubur- ubur dapat berkembangbiak secara aseksual melalui tunas. Polip akan berkembang
dan tersusun atas strobilus. Polip strobilus mengalami reproduksi aseksual yaitu dapat
terlepas dan berada pada bentuk medusa kembali.

F. Metemorfosis Hewan

Metamorfosis adalah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan


perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan
fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda.

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 15


Dalam bermetamorfosis hewan akan mengalami tahap-tahap metamorfosis. Berdasarkan
perubahan bentuk tubuh hewan, metamorfosis dibagi menjadi dua golongan, yaitu
metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
1. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna (lengkap) adalah perubahan hewan yang sangat berbeda
bentuknya dibandingkan pada saat lahir. Metamorfosis sempurna antara lain terjadi
pada kupu-kupu, nyamuk, lalat dan katak. Pada metamorfosis sempurna. Perubahan
bentuk yang terjadi adalah sebagai berikut:

Telur —larva — pupa (kepompong) — Imago (dewasa).

Gambar 29. Metamorfosis Katak


2. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna (tidak lengkap) adalah perubahan hewan yang tidak
terlalu bereda bentuknya saat lahir dibandingkan setelah dewasa. Metamorfosis tidak
sempurna terjadi pada kecoak (lipas), jangkrik, dan belalang. Pada metamorfosis tidak
[Link] bentuk yang terjadi adalah sebagai berikut: Telur — nimfa —
imago (dewasa).

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 16


Gambar [Link] pada kecoa
Beberapa tahap dalam metamorfosis hewan antara lain sebagai berikut.

1. Larva adalah bentuk muda hewan yang perkembangannya melalui metamorfosis,


seperti pada serangga dan amfibia. Bentuk larva dapat sangat be
2. rbeda dengan bentuk dewasanya, misalnya ulat dan kupu-kupu yang sangat berbeda
bentuknya. Larva umumnya memiliki organ khusus yang tak terdapat pada bentuk
dewasa dan juga tidak memiliki organ tertentu yang dimiliki pada bentuk dewasa.
Ulat adalah tahap larva dari spesies dalam ordo Lepidoptera, yang mencakup kupu-
kupu dan ngengat.
3. Kepompong atau pupa adalah salah satu tahap kehidupan serangga yang mengalami
metamorfosis. Fase ini hanya didapati pada serangga yang mengalami metamorfosis
lengkap, yaitu yang meliputi empat tahap; embrio, larva, pupa, dan dewasa. Pada
stadium ini struktur tubuh dewasa serangga mulai terbentuk dan struktur tubuh larva
lenyap. Kepompong umumnya inaktif dan tidak dapat bergerak (sesil). Kepompong
umumnya terbungkus dalam lapisan pelindung seperti kokon (misalnya kepompong
ulat sutra), sarang (misalnya lebah), atau cangkang dan sering kali menggunakan
kamuflase untuk mengecoh predator.
4. Nimfa adalah serangga muda yang keluar dari telur dengan bentuk morfologi yang
relatif maju, berbeda dari yang dewasa/induknya karena ukuran keseluruhannya dan
sayap serta genitalianya yang belum sempurna; tingkat pradewasa (hewan muda)
serangga dengan metamorfosis tak sempurna. Contohnya: telur kecoak menetas

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 17


menjadi kecere (nama kecoak kecil), kecere ini disebut nimfa (dalam hal ini kecoak
muda) karena belum memiliki kesempurnaan seperti induknya yakni kecere belum
memiliki sayap.

Materi Pengayaan
Inseminasi Buatan/ Kawin Suntik

Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) inseminasi buatan (IB) adalah proses memasukkan
cairan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran reproduksi
sapi be tina dengan bantuan manusia.

Lembar Kerja 5

A. Tujuan

Menggolongkan hewan berdasarkan cara perkembangbiakan seksual

B. Dasar Teori

Perkembangbiakan hewan dapat dibagi menjadi aseksual dan seksual. Berdasarkan


perkembangan embrio setelah proses fertilisasi, hewan dibagi menjadi hewan vivipar,
ovipar, dan ovovivipar. Hewan yang tergolong vivipar adalah hewan yang embrionya
berkembang di dalam tubuh induk. Setelah embrio cukup umur, embrio akan dilahirkan
oleh induk. Embrio hewan ovipar berkembang di dalam telur dan setelah cukup
umur, telur akan menetas dan individu baru keluar dari telur. Embrio hewan ovovivipar

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 18


berkembang di dalam telur yang berada di dalam tubuh induk dan apabila embrio telah
cukup umur, embrio akan menetas dan keluar dari tubuh induk, sehingga seolah-olah
dilahirkan oleh induknya.
C. Langkah Kerja
1. Perhatikan data hewan yang sudah tersedia
2. Diskusikan dengan teman satu kelompok
3. Kelompokkan hewan tersebut berdasarkan cara perkembangbiakannya!
4. Tuliskan hasil diskusi ke dalam tabel 1.3. yang sudah tersedia
D. Tabel Pengamatan
Perhatikan data berikut! Kelompokkan hewan tersebut berdasarkan cara
perkembangbiakannya

1. Babi 9. Merak Hijau


2. Kupu-kupu 10. Kadal
3. Paus 11. Anoa
4. Badak Bercula 12. Banteng
5. Kecoak 13. Elang
6. Kuda 14. Bintang Laut
7. Cicak 15. Kerbau
8. Ular

Tabel 1.3. Perkembangan seksual pada hewan

Ovipar Vivipar Ovovivipar

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 19


A. Pertanyaan Diskusi

Jelaskan hubungan antara cara perkembangbiakan seksual pada hewan dengan


penggolongannya ke dalam klasifikasi!
Jawab:

RANGKUMAN
MODUL IPA TERPADU KELAS IX 20
Reproduksi Tumbuhan dan Hewan
A. Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan Angiospermae
1. Proses Penyerbukan
Pada Angiospermae, pernyebukan adalah proses melekatnya serbuk sari di kepala
putik. Berikut macam-macam penyerbukan berdasarkan perantaranya.
a. Anemogami, penyerbukan dengan bantuan angin.
b. Hidrogami, penyerbukan dengan bantuan air.
c. Zoidiogami, penyerbukan dengan bantuan hewan.
d. Antropogami, penyerbukan dengan bantuan manusia.
2. Proses Pembuahan
  Pembuahan adalah peristiwa bersatunya inti sel sperma dengan ovum.
3. Siklus Hidup Tumbuhan Angiospermae
Selama hidupnya, tumbuhan Angiospermae melalui dua tahapan generasi
gametofit dan generasi sporofit. Generasi sporofit adalah generasi penghasil spora,
yaitu generasi diploid (2n). Generasi gametofit adalah generasi penghasil gamet (sel
telur dan sel spermatozoa), yaitu haploid (n).

B. Perkembangan Vegetatif pada Tumbuhan Angiospermae


1. Perkembangan Vegetatif Alami
a. Rhizoma, batang yang tumbuh menjalar secara horizontal di dalam tanah
menyerupai akar.
b. Stolon (geragih), batang yang tumbuh menjalar di atas tanah.
c. Umbi lapis (bulbus), batang berukuran pendek di dalam tanah yang dikelilingi oleh
berlapis-lapis daun tebal.
d. Tunas, bagian yang memiliki bakal tunas yang dapat tumbuh menjadi tunas dan
individu baru.
e. Umbi batang, batang yang membengkak di dalam tanah dan mengandung
cadangan makanan.
f. Kuncup adventif daun, dapat tumbuh membentuk tunas dan akar (individu baru).
2. Perkembangan Vegetatif Buatan
a. Mencangkok
MODUL IPA TERPADU KELAS IX 21
b. Menempel (okulasi)
c. Menyambuing
d. Menyetek
e. Merunduk

C. Perkembangbiakan pada Tumbuhan Gymnospermae 


Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada liang bakal
[Link] sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji. Jika cairan
menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan.

D. Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan


1. Hidroponik
Cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air
dan tanpa menggunakan tanah.
2. Vertikultur
   Teknik budi daya tanaman dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal).
3. Kultul Jaringan
  Usaha tanaman dengan memanfaatkan sifat totipotensi tanaman.

E. Reproduksi pada Hewan


1. Perkembangbiakan Seksual (Generatif) pada Hewan
Terbentuknya individu baru melalui peleburan sel sperma dan ovum. Berdasarkan
tempat terjadinya, pembuahan pada hewan dapat dibedakan atas pembuahan di dalam
tubuh (fertilisasi internal) dan pembuahan di luar tubuh (fertilisasi eksternal).
Perkembangan dan kelahiran embrio dapat terjadi melalui 3 cara, yaitu ; 
a. Vivipar (hewan beranak), hewan yang embrionya berkembang dan mendapat
makanan di dalam uterus (rahim) induk betina.
b. Ovipar (hewan bertelur), hewan yang embrionya berkembang di dalam telur.
c. Ovovivipar (hewan bertelur dan beranak), hewan yang embrionya berkembang di
dalam telur, tetapi telur tetap berada di dalam tubuh induk betina.
2. Perkembangbiakan Aseksual (Vegetatif) pada Hewan
Terjadi pada hewan tingkat rendah/Avertebrata. Reproduksi aseksual pada hewan ada 5
jenis, yaitu:

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 22


a. Pertunasan atau Budding, pembentukan tunas kecil yang serupa dengan induk.
b. Pembelahan Ganda, pembelahan berulang.
c. Pembelahan Biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak.
d. Fragmentasi, perkembangbiakan di mana individu baru terbentuk dari bagian tubuh
induk yang terbagi-bagi/terputus baik sengaja atau tidak.
e. Partenogenesis, perkembangbiakan di mana individu baru terbentuk dari telur yang
tidak dibuahi.

F. Teknologi Reproduksi pada Hewan


Kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) adalah proses memasukkan cairan sperma
(semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran reproduksi sapi betina dengan
bantuan manusia.
    

UJI KOMPETENSI
MODUL IPA TERPADU KELAS IX 23
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada
huruf a, b, c, atau d!
1. Reproduksi yang memungkinkan tumbuhan mewarisi semua karakteristik atau sifat hanya
dari satu induk adalah reproduksi secara ....
a. Generatif
b. vegetatatif
c. seksual
d. Alami
2. Yang merupakan kelompok reproduksi vegetatif buatan adalah ....
a. rhizoma, enten, tunas adventif
b. okulasi, stolon, tunas adventif
c. merunduk, enten, okulasi
d. merunduk, enten, umbi lapis
3. Berikut menunjukkan seekor kupu-kupu hinggap pada bunga A lalu membawa serbuk sari
dari bunga A ke bunga B. Hasil yang akan terjadi dari peristiwa tersebut adalah ....

a. keturunan dari pohon A akan terlihat seperti tanaman B


b. keturunan dari tanaman B akan terlihat seperti pohon A
c. keturunan dari tanaman B akan terlihat seperti pohon A dan tanaman B
d. tidak akan terbentuk keturunan karena serbuk sari berasal dari jenis tanaman yang
berbeda.

4. Gambar berikut menunjukkan tanaman buncis pada tahap pertumbuhan yang berbeda.
Urutan tahapan pertumbuhan yang benar adalah ….

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 24


a. 2, 1, 3, 4
b. 2, 4, 1, 3
c. 3, 2, 1, 4
d. 4, 2, 3, 1
5. Dayu meletakkan beberapa biji kacang di piring yang diberi kapas basah. Siti juga
menaruh beberapa biji kacang di piring dekat piring Dayu dan merendamnya dalam air.
Setelah dua hari biji kacang milik Dayu ber kecambah sedangkan biji kacang milik Siti
tidak. Penyebab tidak tum buhnya pada biji milik Siti adalah ....
a. biji kacang milik Siti memperlukan lebih banyak udara
b. biji kacang milik Siti memperlukan lebih banyak cahaya
c. Siti tidak menaruh piring di tempat yang cukup hangat
d. Siti seharusnya menggunakan jenis biji kacang yang berbeda
6. Peristiwa berikut yang terjadi selama fertilisasi pada hewan adalah ....
a. produksi sel sperma dan sel telur
b. penyatuan sel sperma dan sel telur
c. pembelahan sel telur
d. perkembangan embrio
7. Fungsi pemberian perlakuan khusus pada serangga jantan agar tidak memp roduksi
sperma adalah untuk ....
a. meningkatkan jumlah serangga betina
b. mengurangi jumlah populasi serangga
c. menghasilkan spesies baru serangga
d. mencegah serangga kawin
8. Untuk mencari tahu apakah biji tumbuh lebih baik di tempat terang kita dapat meletakkan
beberapa biji kacang hijau di kertas yang lembab dan ....

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 25


a. meletakkan biji di tempat gelap dan hangat
b. meletakkan biji satu kelompok di tempat terang dan yang lain di tempat gelap
c. meletakkan biji di tempat hangat dan terang
d. meletakkan biji tersebut di tempat terang dingin dan gelap dingin
9. Ketika ulat menjadi dewasa, maka bentuknya akan menjadi ....

10. Anak ayam tumbuh di dalam telur selama 21 hari sebelum menetas. Cadangan makanan
anak ayam sebelum menetas adalah ....
a. makanan dari induk betina
b. putih telur yang mengandung protein albumin
c. kuning telur yang ada pada telur
d. kuning telur dan putih telur yang terdapat di dalam telur

B. Uraian
1. Jelaskan cara reproduksi tumbuhan secara seksual!
2. Perhatikan gambar berikut!

Sumber: [Link] Gambar Buah Paprika


Siti dan Beni mempelajari tentang ta naman. Menurut Beni berdasarkan gamb ar
paprika tersebut, kedua paprika berbeda jenis karena berbeda warna. Sedangkan
menurut Siti kedua paprika tersebut jenisnya sama, paprika merah berwarna merah
karena berumur lebih tua dan sudah matang. Menurut kamu, pendapat Siti atau Beni

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 26


yang benar? Coba uraikan cara yang dapat kamu lakukan untuk membuktikan
pendapat yang menurutmu benar!
3. Beni telah mengembangbiakkan pohon mangga, satu dengan cara menc angkok dan
satu dengan cara menanam bijinya. Dari kedua cara menanam tersebut analisislah,
manakah di antara kedua cara penanaman tersebut yang akan menghasilkan sifat yang
sama dengan induknya? Manakah yang akan cepat berbuah? Kaitkan dengan
perbedaan sifat keturunan hasil reproduksi vegetatif dan generatif!
4. Nyamuk merupakan salah satu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
Jika Andi ingin mencegah reproduksi nyamuk yang ada di lingkungan rumahnya,
maka pada tahapan manakah yang harus diberi perlakuan oleh Andi? Jelaskan
jawabanmu!
5. Ayam petelur diberi perlakuan khusus agar dapat menghasilkan telur setiap hari. Telur
ayam petelur apabila dierami tidak akan menetas menjadi anak ayam. Analisislah
mengapa telur tersebut tidak dapat berkembang menjadi anak ayam!

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI


MODUL IPA TERPADU KELAS IX 27
A. Pilihan Ganda
1. B 6. B
2. C 7. B
3. D 8. B
4. B 9. C
5. A 10. C
B. Uraian
1. Untuk membuktikan manakah pendapat yang benar maka biji dapat ditumbuhkan dan
ditunggu hingga menghasilkan paprika.
2. Secara seksual tumbuhan berkembang biak dengan menggunakan sel kelamin jantan
dan betina yang dihasilkan pada bunga. Diawali dengan peristiwa penyerbukan lalu
pembuahan atau fertilisasi. Proses men empelnya serbuk sari ke kepala putik disebut
penyerbukan (polinasi). Pada saat terjadi penyerbukan di dalam serbuk sari sudah
terdapat sel tabung dan sel generatif. Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik
(stigma) yang sesuai (berasal dari tumbuhan yang berkerabat dekat atau sejenis),
maka serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah mem bentuk buluh serbuk sari.
Buluh serbuk sari tumbuh dan memanj ang bergerak menuju bakal buah melalui
tangkai putik. Selama pert umbuhan, inti sel generatif membelah menjadi dua
membentuk dua sel sperma. Selanjutnya inti sel sperma membuahi sel telur (ovum)
mem bentuk zigot (calon individu baru), dan inti sel sperma yang lain memb uahi inti
kandung lembaga sekunder membentuk endosperm atau cadangan makanan. Zigot
yang terbentuk akan berkembang menj adi biji. biji hasil perkembangbiakan secara
seksual dapat tumbuh jika berada pada tempat yang sesuai untuk perkecambahan.
3. Tanaman yang ditanam dari hasil cangkok akan memiliki sifat yang sama dengan
induk. Pada mangga yang ditanam dari biji dapat memiliki sifat yang bervariasi dan
tidak dapat dipastikan memiliki sifat yang sama dengan satu induk. Sifat dari induk
jantan dan betina dapat munc ul pada tumbuhan baru yang ditanam dari biji. Tanaman
yang ditanam dengan menggunakan stek dapat berbuah lebih cepat.
4. Andi dapat melakukan pemutusan siklus hidup nyamuk dengan memberikan suatu zat
kimia ke dalam air sehingga telur yang dihasilkan oleh nyamuk tidak berkembang
serta membunuh jentik-jentik nyamuk (larva nyamuk) yang ada di air

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 28


5. Ayam petelur tidak dihasilkan melalui proses fertilisasi tetapi karena diberi zat kimia
tertentu sehingga dapat menghasilkan telur. Oleh karen anya telur yang dihasilkan
tidak mengandung embrio dan bila dierami tidak akan menetas.

Glosarium

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 29


Alantois : tempat penyimpanan hasil ekskresi
Amnion : cairan ketuban
Anemogami : penyerbukan disebabkan angin
Angiospermae : tumbuhan biji tertutup
Anteridium : gametangium jantan
Antropogami : penyerbukan karena bantuan manusia
Arkegonium : gamatangium betina
Budding : pertunasan
Bulbus : umbi lapis
Enten : reproduksi dengan memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan
batang tanaman lain yang sejenis yang berbeda sifat
Fragmentasi : reproduksi seksual dengan pembelahan
Generatif : pembentukan individu baru dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina
Gymnospermae: tumbuhan biji terbuka
Hermaprodit : hewan yang memiliki alat kelamin ganda
Hidrogami : penyerbukan karena bantuan air
Metagenesis : pergiliran keturunan
Okulasi : menempelkan mata tunas
Ovipar : hewan bertelur
Ovovivipar : hewan bertelur dan beranak
Partenogenesis : bentuk reproduksi aseksual dimana betina memproduksi sel telur yang
berkembang tanpa melalui proses fertilisasi
Rhizoma : akar tinggal
Stolon : batang yang menjalar di atas tanah
Vegetatif : pembentukan individu baru tanpa adanya peleburan antara gamet jantan dan
betina
Vivipar : hewan beranak
Zoidiogami : penyerbukan dibantu hewan

DAFTAR PUSTAKA

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 30


Anonim. [Link] Generatif Pada Tumbuhan. Diakses dari:
[Link] pada tanggal 09
Oktober 2018 pukul 15.34.
Anonim. 2017. Siklus Hidup Tumbuhan Angiospermae dan penjelasanya. Diakses dari:
[Link] pada
tanggal 10 Oktober 2018. Pukul 09.05
Dadan Ahmad. 2018. Reproduksi Lumut. Diakses dari: [Link]
[Link]. pada tanggal: 10 Oktober 2018. Pukul 09.22
Rezki.2015. Teknologi Reproduksi Pada Tumbuhan. Dikases dari:
[Link]
pada tanggal 10 Oktober 2018 pukul 09.26.
Risma fembriyanti. 2012. Sistem reproduksi Hewan. Diakses dari:
[Link]
hewan/. Pada 9 Oktober 2018 pukul 15.00.
Roiyan. 2013. Reproduksi Vegetatif pada Tumbuhan. Diakses dari:
[Link]
pada tanggal 09 Oktober 2018. Pukul 15.56
Wiwit S. 2015. Reproduksi Hewan. Diakses dari:
[Link]
MBUHAN. Pada tanggal 10 Oktober 2018. Pukul 11.20

MODUL IPA TERPADU KELAS IX 31

Anda mungkin juga menyukai