7.
Model Galur (Threaded)
Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan, misalnya: melakukan
prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap
cerita dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang disebut meta-
curriculum.
Model threadedatau model untaian adalah model integrasi kurikulum yang fokus pada
meta kurikulum yang merupakan jantung dari semua pokok bahasan. Misalnya,keterampilan
perkiraan (prediction) adalah suatu keterampilan yang digunakan untuk memperkirakan sesuatu
yang ada pada bidang ilmu matematika, ramalan peristiwa masa sekarang, atau mengantisipasi
peristiwa yang ada didalam cerita (pelajaran bahasa), dan proses membuat hipotesis di
laboratorium IPA dan sebagainya. Dengan model Threaded ini kita dapat memperoleh
keterampilan berfikir (thinking skill), keterampilan bekerja sama (coperative skill), keterampilan
belajar (study skill), keterampilan sosial (social skill) dan sebagainya. Keterampilan ini akan
dihubungkan melalui standar isi kurikulum yang ada. Berikut contoh penerapan model Threaded
pada materi kelas IV SD :
Sumber : [Link]
8. Model Keterpaduan (Integrated)
Model keterpaduan dalam pembelajaran tematik merupakan model yang menggabungkan
beberapa mata pelajaran. Model ini merupakan perpaduan dari sejumlah topik dari suatu mata
pelajaran yang berbeda tetapi esensi tema dalam topik tersebut tetap sama sama. Menurut Saud
dalam Rusydi &Abdillah(2018:75) mengatakan bahwa model ini diusahakan dengan cara
menetapkan prioritas kurikuler dan menentukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling
tumpang tindih di dlam beberapa mata pelajaran. Contohnya yaitu dalam teks membaca
dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan pelajaran membaca misalnya
Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan area
isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir
pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut.
Langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu model keterpaduan
adalah guru hendaknya membentuk tim antar bidang studi mata pelajaran untuk membagi dan
menyeleksi konsep-konsep, keteramppilan-keterampilan dan sikap-sikap yang akan dibelajarkan
dalam satu semester tertentu untuk beberapa bidang studi. Langkah selanjutnya ialah mememilih
dan menentukan beberapa konsep, keterampilan dan sikap tersebut yang mempunyai
keterhubungan dan saling tumpang tindih di antara beberapa mata pelajaran/bidang studi.
Kekuatan model pembelajaran keterpaduan ini terletak pada kemudahan siswa dalam
mengaitkan berbagai konsep atau prinsip dari berbagai mata pelajaran sehingga siswa
memperoleh pengalaman belajar yang baru, utuh dan menyeluruh. Mardianto dalam Rusydi
&Abdillah (2018:76) mengatakan bahwa motivasi peserta didik dapat meningkat karena
pemahamannya tentang suatu konsep atau prinsip baru dapat diperoleh secara lebih utuh dan
bermakna, karena model ini berangkat dari menelaah berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran
yang saling tumpang tindih dan hasilnya diangkat ke dalam tema pembelajaran, maka melalui
model ini jam belajar peserta didik dapat berkurang
Menurut Mardianto dalam Rusydi &Abdillah (2018:76) menyebutkan bahwa untuk
melaksanakan pembelajaran tematik model keterpaduan ini maka perlu diperhatikan beberapa
hal sebagai berikut :
a. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
b. Dimungkinkan terjadipenggabungan kompetensi dasar lintas sesmster
c. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksanakn untuk dipadukan
d. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri
e. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik
melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri
f. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, karakteristik
bidang ilmu yang dipadukan, kurikulum/standar kompetensi, minat peserta didik,
lingkungan dan daerah setempat.
Adapun kelebihan pembelajaran tematik model keterpaduan ini ialah :
a. Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan di antara
berbagai mata pelajaran
b. Memungkinkan pemahaman antar mata pelajaran
c. Memotivasi peserta didik dalam belajar
Sedangkan kelemahan model keterpaduan antara lain :
a. Model ini model yang sangat sulit diterapkan secara penuh
b. Model ini menghendaki guru yang terampil, percaya diri dan menguasai konsep,
sikap dan keterampilan
c. Model ini menghendaki adanya tim antar mata pelajaran yang terkadang sulit
dilakukan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
9. Model Celupan (Immersed)
Model Immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan
berbagai pengalaman dan pengetahuam dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal
ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan
pembelajaran.
Menurut Miftakhul Ilmi [Link],dkk (2018:97) mengatakan bahwa melalui model
immmersed siswa daapat menguhubungkan kosnep-konsep tertentu dengan materi pembelajaran.
Dalam hal ini proses dilakukan secara otomatis sehingga siswa dapat menyaring masukan dan
mencari konsep-konsep yang memiliki kaitan dngan materi pembelajaran sesuai dengan
pengalaman yang ia miliki. Model immersed tampaknya hanya terjadi bila ada integrasi secara
internal dalam diri siswa. Namun demikian, terdapat catatan bentuk integrasi seperti ini, pendidik
pasti harus bisa memfasilitasi proses penggabungan dengan memperhitungkan sintesis
pembelajaran. Keluasan materi, variasi isi materi, bersatu dengan keterampilan membaca, konsep
dan sikap, bekerja dengan baik pada siswa yang secara otomatis saling terkoneksi dalam
pembelajaran, sehingga menjadi proses pembelajaran yang bermakna.
10. Model Jaringan (N etworked)
Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang
mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun
tuntunan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi,
kondisi maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung
secara terus menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan
yang dihadapi siswa.
Model networked terdengar seperti suatu conference call melalui tiga atau empat arah
yang menyediakan berbagai kesempatan berekplorasi dan memberikan penjelasan. Walaupun
bermacam-macam ide ini mungkin tidak datang semua dalam satu waktu, anak terbuka terhadap
berbagai mode input atau masukan yang majemuk dan sesuai dengan kebutuhan. Model ini
tampak seperti jaringan berita yang terekam dalam gambar dan cerita dari seluruh dunia.
Menurut Halida, banyak kelebihan dari modle ini. Pendekatan pembelajaran terpadu ini
secaraalami sangat proaktif, dengan inisiatif pembelajar mencari-cari dan mengikuti ide-ide yang
muncul. Sedangkan untuk kekurangannya ialahsangat mudah terjadi bentrokan antara ide yang
satu dengan ide yang lain. Model ini juga memungkinkan untuk memperoleh lebih dari yang kita
pikirkan. Ide-ide tertentu tampak menarik dan bermanfaat, namun tiba-tiba jadi jadi terlalu
banyak dan malah membuat bingung.
Halida. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan : Penerapan Model Networked (jejaring) dalam
Pembelajaran Terpadu Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas TanjungPura
[Link] diakses pada tanggal 6 Januari 2021
Putra Miftakhul Ilmi.S,[Link] Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 4 , No1 :
Efektivitas Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Model Immersed untuk Meningkatkan Respons
Belajar Mahasiswa [Link] Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
[Link]
[Link] diakses pada tanggal 6 Maret 2021