Nama: Suryani Nababan
Kelas:PSPMF19
Nim:4193311069
EVALUASI BAB VII
1. Deskripsikan apa yang di maksut dengan indek kesukaran tes dan berikancontohnya.
2. Deskripsikan apa yang di maksut daya beda tes dan berikancontohnya.
3. Deskripsikan apa yang di maksut dengan jawaban pengecoh dan berikancontohnya
Jawab
1. Tingkat kesu-karan soal adalah proporsi banyaknya peserta yang menjawab benar suatu
soal terhadap seluruh peser- ta tes sehingga dapat diperoleh mana soal-soal yang termasuk
mudah, sedang dan sukar. Soal yang tingkat kesukarannya baik adalah soal yang tidak
terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Tingkat kesukaran soal dinyatakan dalam bentuk
[Link]
suatu soal, berkisar antara 0,00 -1,00. Indeks kesukaran menunjukkan taraf kesukaran soal.
Artinya Sema- kin besar indeks tingkat kesukaran soal yang dipe- roleh maka soal semakin
mudah. Sebaliknya, semakin kecil indeks kesukaran soal yang dipero- leh maka soal
semakin sukar. Kegunaannya bagi guru adalah: 1) sebagai pengenalan konsep terha- dap
pembelajaran ulang dan memberi masukan kepada siswa tentang hasil belajar mereka; 2)
memperoleh informasi tentang penekanan kuriku- lum atau mencurigai terhadap butir soal
[Link]-lah:1)pengenalankonsepyang
diperlukan untuk diajarkan ulang; 2) tanda-tanda terhadap kelebihan dan kelemahan pada
kurikulum sekolah; 3) mem- beri masukan kepada siswa; 4) tanda-tanda ke- mungkinan
adanya butir soal yang bias; 5) merakit tes yang memiliki ketepatan data soal (Daryan-
to,2010).
Contoh nya
Guru SKI memberikan 10 pertanyaan piihan berganda denga komposisi 3 soal mudah , 4 soal
sedang , dan 3 soal sukar. Jika di lukiskan susunan soalnya adalah sebagai berikut
No Abalitas yang di Tingkat kesukarang
soal ukur soal
1 Pengetahuan Mudah
2 Aplikasi Sedang
3 Pemahaman Mudah
4 Analisi Sedang
5 Evalusi Sukar
6 Sintetis Sukar
7 Pemahaman Mudah
8 Analisis Sedang
9 Evaluasi Sedang
10 Sintetis Sukar
Kemudian soal tersebut di berikan kepada 10 orang siswa dan tidak seorang pun yang tidak
mengisi seluruh pertanyaan tersebut. Setelah di periksa hasilnya adalah sebagai berikut.
No Banyak siswa Banyak siswa Indeks N/B Ketegori
soal yang menjawab yang menjawab soal
(N) (B)
1 20 18 0,9 Mudah
2 20 12 0,6 Sedang
3 20 10 0,5 Mudah
4 20 20 1,0 Seang
5 20 6 0,3 Sukar
6 20 4 0,2 Sukar
7 20 16 0,8 Mudah
8 20 11 0,55 Sedang
9 20 17 0,85 Sedang
10 20 5 0,25 Sukar
Dari sebaran di atas ternyata ada tiga soal yang meleset, yakni soal nomor 3
yangsemuladiproyeksikankedalamkategorimudah,setelahdicobaternyatatermasuk
kedalam kadegori [Link],juga soal nomor 4 yang semula di proyeksikan
sededang ternyata termasuk kedalam kategori mudah . nomor 9 semula di kategorikan
sedang ternyata termasukkedalam.
2. Daya pembeda soal adalah pengukuran sejauh mana suatu soal mampu membedakan
peserta didik yang belum atau sudah menguasai kompetensi berdasarkan kriteria
tertentu. Semakin tinggi koefisien daya pembeda suatu soal, semakin mampu soal
tersebut membedakan antara peserta didik yang menguasai kompetensi dengan peserta
didik yang kurang menguasai kompetensi (Arifin, 2014:273). Untuk menghitung daya
pembeda setiap butir soal dapat digunakan rumus sebagaiberikut:
(WL -WH)
DP=
n
Keterangan:
DP = dayapembeda
WL = jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok bawah
WH = jumlah peserta yang gagal dari kelompokatas
N = 27% X N
Untuk menginterpretasikan koefisien daya pembeda sebagai berikut:
0,40keatas = baik
0,30-0,39 = cukup baik
0,20-0,29 = kurang baik
0,19 kebawah = sangatkurang
Rumus menghitung tingkat daya pembeda soal adalah:
D = 2 (A-B) : T
Keterangan:
D = daya pembeda soal
A = jumlah peserta tes pada kelompok atas yang menjawab benar
B = jumlah peserta tes pada kelompok bawah yang menjawab benar
T = jumlah peserta yang ikut tas
Contoh
Hasil penghitungan tingkat daya pembeda soal dapat dikategorikan
menjadi empat sebagaiberikut:
D = 0,00 – 0,20Kurang
D = 0,21 – 0,40 Cukup
D = 0,41 – 0,70 Baik
D = 0,71 – 1,00 Baik sekali
Langkah-langkah menghitung daya beda soal sebagai berikut:
1) Buatlah rangking dari seluruh pesertates
2) Kelompokkan peserta tes menjadi dua kelompok berdasarkan peringkat
(skor)tes
3) Buatlah skor untuk masing-masing pesertates
4) 50% peserta tes peringkat atas masuk kelompok A, dan 50% peserta tes
peringkat bawah masuk kelompokB.
5) Masukan kategori kelompok ke dalam masing-masing pesertates
6) Masukkan rumus daya beda, D= 2(A-B) :T
7) Hasil perhitungan daya beda konfirmasikan dengan kategori daya beda
soal dan berikan rekomendasi sesuai dengankriteria.
3. Jawaban pengecoh atau fungsidistractor
Merupakan jawaban yang mengandung 2 unsur sekaligus, yaitu jawaban
tepat dan jawaban yang salah sebagai penyesat (distraktor). Tujuan pemakaian
distraktoriniadalahmengecohkanmerekayangkurangmampuatautidaktahuuntuk
dapat dibedakan dengan yang mampu. Oleh karena itu, distraktor yang baik adalah
yang dapat dihindari oleh anak-anak yang pandai dan terpilih oleh anak-anak yang
kurang pandai.
Contoh menganalisis fungsi distraktor. Misalkan tes hasil belajar bidang
studi Aqidah Akhlak diikuti oleh 50 orang siswa Madrasah Tsanawiyah. Bentuk
soalnya adalah multiple choice item dengan item sebanyak 40 butir, yang
dilengkapi lima alternatif yaitu, A,B,C,D dan E. Dari 40 butir item, khusus butir
item 1,2 dan 3 diperoleh pola penyebaran jawaban item sebagai berikut:44
Nomor Alternatif (= option)
Keterangan
Butir
A B C D E
Item
1 4 6 5 (30) 5 ( ) : Kunci
Jawaban
2 1 (44) 2 1 2
3 1 1 (10) 1 37
Denganpolapenyebaranjawabanitemsepertitabeldiatas,denganmudah
mengetahui berapa persen testee yang telah “terkecoh” untuk memilih distraktor
yang dipasangkan pada item 1, 2 dan 3,yaitu:
1) Item nomer 1, dengan jawaban D, dan distraktornya A,B,C danE.
Pengecoh A dipilih 4 orang, berarti: 4/50 X 100% = 8% (telah berfungsi
dengan baik, karena angka presentasenya sudah lebih dari 5%)
Pengecoh B dipilih 6 orang, berarti: 6/50 X 100% = 12% (telah berfungsi
denganbaik)
Pengecoh C dipilih 5 orang, berarti: 5/50 X 100% = 10% (telah berfungsi
denganbaik)
PengecohEdipiliholeh5orang,berarti:5/50X100%=10%(telahberfungsi
dengan baik)
Jadi, keempat distraktor tersebut sudah menjalankan fungsinya dengan baik.
2) Item nomer 2, dengan jawaban B, dan distraktornya A,C,D dan E.
Pengecoh A dipilih 1 orang, berarti: 1/50 X 100% = 2% (belum berfungsi)
Pengecoh C dipilih 2 orang, berarti: 2/50 X 100% = 4% (belum berfungsi)
Pengecoh D dipilih 1 orang, berarti: 1/50 X 100% = 2% (belum berfungsi)
Pengecoh E dipilih 2 orang, berarti: 2/50% X 100% = 4% (belum berfungsi)
Jadi, keempat distraktor tersebut belum menjalankan fungsinya denganbaik
seperti yang diharapkan.
3) Item nomer 3, dengan jawaban C, dan distaktornya A,B,D danE.
Pengecoh A,B dan D masing-masing dipilih 1 orang, berarti: 1/50 X 100% =
2% (belum berfungsi)
Pengecoh E dipilih 37 orang, berarti: 37/50 X 100% = 74% (telah berfungsi
baik)
Jadi, pada item ini, hanya 1 distraktor saja yang sudah dapat menjalankan
fungsinya dengan baik seperti yang diharapkan.