Reaksi Netralisasi Asam Basa
Reaksi Netralisasi Asam Basa
BAB 1 PENDAHULUAN
Sebaliknya jika basa yang dihasilkan lebih kuat daripada asam yang
dihasilkan akan diperoleh larutan basa lemah. Terlepas dari kekuatan
relative asam dan basa yang terlihat, reaksi asam-basa seperti itu
disebut reaksi penetralan. Pada umumnya asam adalah zat-zat yang
apabila direaksikan dengan air akan menghasilkan ion hidronium.
Sedangkan basa, secara prinsip terdiri dari dua macam, hidroksida
ion dan zat molecular yang apabila beraksi dengan air akan
menghasilkan ion OH- (Keenan 1990, Hal. 352)
Reaksi netralisasi antara HCl dan NaOH :
HCl + NaOH → H2O + NaCl
Asam Basa Air Garam
Menurut definisi Arrhenius, HCl adalah asam dan NaOH adalah basa,.
menurut Bronsted Lowry , H20+ adalah asam dan OH- adalah basa.
Menurut Lewis, H+ adalah asam dan OH- adalah basa, karena proton
menerima sepasang electron bebas yang diberikan oleh OH - dalam
reaksi : H-(aq) + OH-(aq) → H2O(l) (Oxtoby 2006, Hal. 292).
Titrasi asam-basa merupakan penentuan suatu kadar zat (asam
atau basa) berdasarkan atas reaksi Asam-basa atau sering disebut
reaksi netralisasi. Titrasi Asam-basa dibagi menjadi dua, yaitu
asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah analisa volumetri dengan
mempergunakan larutan baku asam. titik akhir titrasi dinyatakan
dengan timbulnya perubahan warna indikator yang ditambahkan.
Sedangkan Alkalimetri adalah analisa volumetri dengan
mempergunakan larutan baku basa. Titik akhir titrasi dinyatakan
dengan timbulya perubahan warna indikator yag dipakai. Titrasi
asidimetri dan alkalimetri menyangkut reaksi dengan asam dan basa
diantaranya; (1) titrasi yang melibatkan asam kuat dan basa kuat; (2)
titrasi yang melibatkan asam lemah dan basa kuat; (3) titrasi yang
melibatkan asam kuat dan basa lemah. Titrasi asam lemah dan basa
Rumus Struktur :
Berat Molekul : 36,46 gr/mol
Pemerian : Cairan, tidak berwarna, meresap, bau
merangsang.
Kegunaan : Sebagai zat makanan
c. Fenol Merah (Ditjen POM, 1979: 704)
Nama Resmi : FENOL SULFAKTALEIN
Rumus Struktur :
4.1 Hasil
Kelompok Volume (a) Volume (b) %Kadar %Kadar
NaOH Na2CO3
4.2 Pembahasan
Reaksi netralisasi adalah proses penetralan asam dan basa
menjadi garam dan air. Reaksi netralisasi terbagi menjadi 2 yaitu
asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah penetapan suatu kadar
yang bersifat basa dengan menggunakan larutan baku asam dimana
titrannya dalam keadaan asam dan titratnya basa. Alkalimetri adalah
penetapan suatu kadar yang bersifat asam dengan menggunakan
larutan baku basa, dimana titrannya dalam keadaan basa dan
titratnya asam. Titrasi adalah metode analisa yang digunakan untuk
mementukan konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan larutan
yang telah di ketahui konsentrasinya secara pasti. Titrat merupakan
larutan yang ada pada erlenmeyer, titran merupakan larutan yang ada
pada buret. Titik akhir ekuivalen merupakan titik dimana terjadi
perubahan warna tetapi warnanya masih bisa berubah. Titik akhir
titrasi merupakan titik dimana terjadi perubahan warna tetapi
warnanya tidak lagi berubah. Volumetri adalah analisa secara
kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi pada suatu larutan untuk
larutan baku. Analisa kuantitatif adalah untuk mengetahui suatu
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat di tarik kesimpulan yaitu, kadar Na 2CO3
yang didapatkan adalah 142,8816%, dan kadar NaOH yang
didapatkan adalah 86,6848%.
5.2 Saran
1. Asisten
Sebaiknya dalam praktikum asisten selalu mendampingi
praktikan agar menghindari kesalahan yang terjadi selama proses
praktikum berlangsung.
2. Laboratorium
Sebaiknya,sebelum praktikum memeriksa semua kelengkapan
dan keadaan alat dan bahan agar ketika ada yang rusak ataupun
tidak lengkap ketika praktikum,tidak menguras waktu praktikum
sehingga praktikum berjalan tepat waktu.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. Perhitungan
Reaksi :
NaOH + HCl → NaCl + H2O
1) Kelompok 1
Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)
a = 13,93 ml
b = 8,667 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2
: 378,63624 . 10-3 gr
25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml
0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr
378,63624 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 1,428816 × 100%
: 142,8816%
z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml
0,103
: 4 (13,93 – 8,67) . . 40 gr/mol
1000 ml
: 4 . 5,26 . 0,103 . 40
: 86, 6848 . 10−3 gr
y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml
0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr
86 , 6848. 10−3
: × 100%
100. 10−3
: 86,6848 %
2) Kelompok 2
Diketahui :
a = 14 ml
b = 7,2 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2
25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml
0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr
314,4384 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 118,656 %
z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml
0,103
: 4 (14 – 7,2) . . 40 gr/mol
1000 ml
: 112,064 × 10−3 gr
y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml
0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr
112,064 ×10−3
: × 100%
100 .10−3
: 112,064 %
3) Kelompok 3
Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)
a = 13,26 ml
b = 0,9 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2
25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml
0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr
420,9048 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 158,832 %
z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml
0,103
: 4 (13,26 – 0,9) . . 40 gr/mol
1000 ml
: 203,6928 × 10−3 gr
y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml
0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr
203,6928× 10−3
: × 100%
100 .10−3
: 203,6928 %
4) Kelompok 4
Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)
a = 22,9 ml
b = 13,7 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2
25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml
0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr
598,3064 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 225,776 %
z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml
0,103
: 4 (22,9 – 13,7) . . 40 gr/mol
1000 ml
: 151,616 × 10−3 gr
y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml
0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr
151,616× 10−3
: × 100%
100 .10−3
: 151,616 %
3. Skema kerja
(+) Na2CO3 25 ml
(+) NaOH 25 ml
(+) Aquadest