0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan22 halaman

Reaksi Netralisasi Asam Basa

Dokumen tersebut membahas tentang reaksi netralisasi antara asam dan basa, termasuk definisi asam dan basa menurut teori Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Dokumen tersebut juga menjelaskan tentang titrasi asam-basa beserta penggunaan indikator untuk menentukan titik ekuivalen dalam suatu titrasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan22 halaman

Reaksi Netralisasi Asam Basa

Dokumen tersebut membahas tentang reaksi netralisasi antara asam dan basa, termasuk definisi asam dan basa menurut teori Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Dokumen tersebut juga menjelaskan tentang titrasi asam-basa beserta penggunaan indikator untuk menentukan titik ekuivalen dalam suatu titrasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REAKSI NETRALISASI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Reaksi netralisasi atau biasanya disebut reaksi asam basa yaitu
reaksi yang terdiri dari larutan asam beserta campuran atau sebaliknya
yang salah satunya bertindak sebagai zat peniter (larutan titer) dan
sebagai zatuji. Reaksi netralisasi merupakan salah satu cara analisa
untuk menentukan jumlah kadar suatu zat uji yang terkandung dalam
sampel. Proses ini adalah suatu cara dalam analisa kuantitatif metode
volumetri (Krisbiyantoro, 2008)
Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah zat yang dapat memberikan
proton. Sedangkan basa adalah zat yang dapat menerima proton.
Dalam teori Lewis, asam adalah setiap spesi yang mengandung atom
yang dapat menerima pasangan elektron. Sedangkan basa adalah
setiap spesi yang mengandung atom yang dapat menderma pasngan
electron (Hiskia, 2001).
Pemberian yang lebih umum lagi disampaikan oleh Lewis, yang
mendefenisikan asam sebagai molekul atau ion yang sanggup
melakukan koordinasi dengan pasangan elektron bebas, sedangkan
basa ialah molekul atau ion yang memiliki pasangan elektron tersebut
untuk dikoordinasikan. Titrasi asam-basa merupakan suatu metode
yang memungkinkan dilakukannya analisis kuantitatif untuk
menentukan konsentrasi larutan asam atau basa yang tidak diketahui.
Dalam titrasi asam-basa, basa akan bereaksi dengan asam lemah dan
membentuk suatu larutan yang mengandung asam lemah dan basa
konjugasinya sampai semua asam ternetralkan semua (Peter,1989)
Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat
dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya.
Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di
dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa
maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi


yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain
sebagainya. Titrasi asam basa adalah titrasi yang berdasarkan reaksi
penetralan asam basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya dan
sebaliknya kadar larutan basa ditentukan dengan menggunakan
larutan asam yang diketahui kadarnya (Harjadi, 1990)
1.2 Maksud praktikum
Adapun maksud dari praktikum ini adalah melakukan titrasi asam
basa
1.3 Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini untuk menentukan kadar Na 2CO3
dalam larutan dan menentukan kadar NaOH dalam larutan.

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Teori Umum


Jika asam bereaksi dengan basa, maka akan terbentuk garam
dan air. Reaksi ini disebut netralisasi. Garam merupakan nama umum
senyawa yang terbentuk pada proses netralisasi. Garam yang larut
dalam air disebut elektrolit dalam larutan karena akan berdisosiasi
menjadi ion-ion (Joyce James Dkk 2008, Hal. 133)
Asam dan basa didefinisikan dengan definisi secara berangsur-
angsur semakin bersifat umum yaitu (Sumardjo 2008, Hal. 215 ) :
a. Teori asam-basa Arrhenius
Arrhenius mendefinisikan asam sebagai suatu senyawa yang
dalam air akan membebaskan ion hydrogen (H +), sedangkan basa
sebagai suatu senyawa yang dalam air akan membebaskan ion
hidroksil (OH-).
b. Teori asam-basa Bronsted Lowry
Asam adalah donor proton, yakni suatu xat yang dapat
memberikan atau melepaskan sebuah proton kepada zat lain,
sedangkan basa adalah akseptor proton, yakni suatu zat yang
dapat menerima sebuah proton dari zat lain.
c. Teori asam-basa Lewis
Asam adalah suatu zat yang dap menerima sebuah pasangan
electron (electron pair acceptor), sedangkan basa adalah suatu zat
yang dapat memberi pasangan electron (electron pair donor)
Reaksi asam dan basa yang sama kuatnya, akan menghasilkan
suatu larutan netral. Asam dan basa yang bereaksi dapat keduanya
kuat maupun keduanya lemah. Reaksi asam dan basa dengan
kekuatan yang berlainan akan menghasilkan lautan asam lemah atau
basa lemah, tergantung pada kekuatan asam konjugat dan basa
konjugat yang dihasilkan. Jika asam yang dihasilkan itu lebih kuat
daripada basa yang dihasilkan, maka diperoleh larutan asam lemah.

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

Sebaliknya jika basa yang dihasilkan lebih kuat daripada asam yang
dihasilkan akan diperoleh larutan basa lemah. Terlepas dari kekuatan
relative asam dan basa yang terlihat, reaksi asam-basa seperti itu
disebut reaksi penetralan. Pada umumnya asam adalah zat-zat yang
apabila direaksikan dengan air akan menghasilkan ion hidronium.
Sedangkan basa, secara prinsip terdiri dari dua macam, hidroksida
ion dan zat molecular yang apabila beraksi dengan air akan
menghasilkan ion OH- (Keenan 1990, Hal. 352)
Reaksi netralisasi antara HCl dan NaOH :
HCl + NaOH → H2O + NaCl
Asam Basa Air Garam
Menurut definisi Arrhenius, HCl adalah asam dan NaOH adalah basa,.
menurut Bronsted Lowry , H20+ adalah asam dan OH- adalah basa.
Menurut Lewis, H+ adalah asam dan OH- adalah basa, karena proton
menerima sepasang electron bebas yang diberikan oleh OH - dalam
reaksi : H-(aq) + OH-(aq) → H2O(l) (Oxtoby 2006, Hal. 292).
Titrasi asam-basa merupakan penentuan suatu kadar zat (asam
atau basa) berdasarkan atas reaksi Asam-basa atau sering disebut
reaksi netralisasi. Titrasi Asam-basa dibagi menjadi dua, yaitu
asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah analisa volumetri dengan
mempergunakan larutan baku asam. titik akhir titrasi dinyatakan
dengan timbulnya perubahan warna indikator yang ditambahkan.
Sedangkan Alkalimetri adalah analisa volumetri dengan
mempergunakan larutan baku basa. Titik akhir titrasi dinyatakan
dengan timbulya perubahan warna indikator yag dipakai. Titrasi
asidimetri dan alkalimetri menyangkut reaksi dengan asam dan basa
diantaranya; (1) titrasi yang melibatkan asam kuat dan basa kuat; (2)
titrasi yang melibatkan asam lemah dan basa kuat; (3) titrasi yang
melibatkan asam kuat dan basa lemah. Titrasi asam lemah dan basa

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

lemah dirumitkan oleh terhidrolisisnya kation dan anion dari garam


yang terbentuk (Peter 1989, Hal. 489)
Dalam titrasi asam-basa zat-zat yang bereaksi umumnya tidak
berwarna sehingga kita tidak mengetahui kapan titik setara tercapai.
Untuk menandai titik setara pada titrasi telah dicapai digunakan
indicator atau petunjuk. Indicator ini akan berubah warna pada saat
titik setara tercapai. Indikator asam-basa adalah petunjuk tentang
perubahan pH dari suatu larutan asam atau basa. Indicator bekerja
berdasarkan perubahan warna indicator pada rentang pH tertentu.
Beberapa indicator yang memiliki trayek perubahan warna cukup
akurat akibat pH larutan berubah, seperti indicator metil merah, fenol
merah, metil jingga dan alizarin kuning (Sunarya & Setiabudi 2007,
Hal 112 ).
Titik ekuivalen sebagaimana kita ketahui adalah titik pada saat
sejumlah mol ion OH- yang ditambahkan ke larutan sama dengan
jumlah mol ion H+ yang semula ada. Jadi, untuk menentukan titik
ekuivalen dalam suatu titrasi harus mengetahui dengan tepat berapa
volume basa yang ditambahkan dari buret ke asam. dalam labu.
Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan
menambahkan beberapa tetes indikator asam-basa kelarutan asam
saat awal titrasi. Indikator biasanya adalah suatu asam atau basa
organik lemah yang menunjukkan warna yang sangat berbeda antara
bentuk tidak terionisasi dan bentuk terionisasinya. Kedua bentuk ini
berikatan dengan pH larutan yang melarutkan indikator tersebut. Titik
akhir titrasi terjadi bila indikator berubah warna. Namun, tidak semua
indikator berubah warna pada pH yang sama, jadi pilihan indikator
untuk titrasi tertentu bergantung pada sifat asam dan basa yang
digunakan dalam titrasi. Dengan demikian, memilih indikator yang
tepat untuk titrasi, kita dapat menggunakan titik akhir titrasi untuk
melakukan titik ekuivalen (Chang 2004, Hal. 111)

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

1.2 Uraian Bahan


a. Aquadest ( Ditjen POM, 1979: 96 )
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Air suling
Berat Molekul : 18 gr/mol
Rumus Molekul : H2O
Rumus Struktur :

Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak


berbau, tidak berasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
b. Asam Klorida (Ditjen POM, 1979: 53)
Nama Resmi : ACIDIUM HYDROCHLORIDIUM
Nama Lain : Asam Klorida
Rumus Molekul : HCl

Rumus Struktur :
Berat Molekul : 36,46 gr/mol
Pemerian : Cairan, tidak berwarna, meresap, bau
merangsang.
Kegunaan : Sebagai zat makanan
c. Fenol Merah (Ditjen POM, 1979: 704)
Nama Resmi : FENOL SULFAKTALEIN

Nama Lain : Fenol Merah

Rumus Molekul : C6H14O2

Rumus Struktur :

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

Berat Molekul : 318,32 gr/mol


Pemerian : Serbuk hablur, bermacam-macam
warna merah tua sampai merah.
Kelarutan : Larut dalam air; mudah larut dalam
Kloroform; dalam eter
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai Indikator

d. Metil Merah (Ditjen POM, 1995: 1208)


Nama Resmi : BENZOAT HIDROKLORIDA
Nama Lain : Metil Merah
Rumus Molekul : [Link]
Rumus Struktur :

Berat Molekul : 430,3 gr/mol


Pemerian : Serbuk, merah gelap atau hablur
lembayung
Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam
etanol
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup
Kegunaan : Larutan indikator asam basa
e. Natrium Hidroksida (Ditjen POM, 1979; 412)
Nama Resmi : NATRII HIDROXYDUM
Nama Lain : Natrium Hidroksida
Rumus Molekul : NaOH
Rumus Struktur :

Berat Molekul : 40,00 gr/mol

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

Pemerian : Bentuk batang, butiran, massa hablur


atau keping, kering, keras, rapuh
danmenunjukkan susunan hablur, putih,
mudah meleleh, basah. Sangat alkalis
dan korosif, segera menyerap
karbondioksida.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air dan
dalam etanol (95%) P.
f. Natrium Karbonat (Ditjen POM, 1979; 400)
Nama Resmi : NATRII CARBONAS
Nama Lain : Natrium karbonat
Rumus Molekul : Na2CO3
Rumus Struktur : :

Berat Molekul : 124,00 gr/mol


Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk
hablur putih.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, lebih mudah
larut dalam air mendidih.
2.3 Prosedur Kerja (Anonim, 2018: 20-21)
1. Ambil larutan Na2CO3 X M, sebanyak 25 cm3 masukkan kedalam
labu takar 100 cm3, kemudian tambah 25 cm 3 larutan NaOH X M
dan tambah air suling sampai tanda batas, kocok merata.
2. Pasang buret 50 cm3 dan isi HCl baku Z M sampai batas tanda 0
cm3
3. Pipet 25 cm3 larutan campuran (1). Masukkan kedalam Erlenmeyer
100 cm3 dan tambah 3-4 tetes petunjuk fenol merah kemudian
titrasi dengan larutan HCl baku sambil digoyangkan sampai warna
larutan berubah menjadi kuning. Catat volume HCl yang dipakai.
ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI
15020180175
REAKSI NETRALISASI

4. Larutan (3) ditambahkan petunjuk metil merah dan dititrasi kembali


dengan larutan HCl baku sampai larutan jingga atau merah muda.
Catat volume HCl yang dipakai.
5. Lakukan kerja 3,4 dan 5 dua kali lagi.

BAB 3 METODE KERJA

3.1 Alat Praktikum

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah


buret, erlenmeyer, pipet volume 25 mL, labu takar 100 mL, bulb,
batang pengaduk, pipet tetes dan corong.
3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
larutan Na2CO3 0,1 M, larutan NaOH 0,1 M, larutan baku HCl 0,103
M, fenol merah, metil merah.
3.3 Cara Kerja
1) Pertama-tama dipipet sebanyak 25 mL Na 2CO3 0,1 M dan
NaOH 25 mL dimasukkan ke dalam labu takar.
2) Lalu ditambahkan aquadest sampai batas tanda kemudian di
homogenkan.
3) Selanjutnya, dipipet sebanyak 25 mL larutan dari dalam labu
takar dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan
3-5 tetes fenol merah.
4) Kemudian diletakkan erlenmeyer dibawah buret yang sudah
diisi larutan baku HCl 0,103 M. Dititrasi dengan larutan HCl
baku sambil digoyang erlenmeyernya sampai warna larutan
berubah
5) Lalu dicatat volumenya.
6) Setelah itu ditambahkan lagi metil merah sebanyak 3-5 tetes
dan dititrasi kembali dengan larutan HCl baku sampai berubah
warna.
7) Kemudian dicatat lagi volume HCl yang dipakai.
8) Dilakukan sampai 3 kali replikasi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

4.1 Hasil
Kelompok Volume (a) Volume (b) %Kadar %Kadar
NaOH Na2CO3

1 13,39 mL 8,67 mL 86,6848 % 142,8816 %

2 14 mL 7,2 mL 112,064 % 118,656 %

3 13,26 mL 6,9 mL 203,6928% 158,834%

4 22,9 mL 13,7 mL 151,616% 225,776%

4.2 Pembahasan
Reaksi netralisasi adalah proses penetralan asam dan basa
menjadi garam dan air. Reaksi netralisasi terbagi menjadi 2 yaitu
asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri adalah penetapan suatu kadar
yang bersifat basa dengan menggunakan larutan baku asam dimana
titrannya dalam keadaan asam dan titratnya basa. Alkalimetri adalah
penetapan suatu kadar yang bersifat asam dengan menggunakan
larutan baku basa, dimana titrannya dalam keadaan basa dan
titratnya asam. Titrasi adalah metode analisa yang digunakan untuk
mementukan konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan larutan
yang telah di ketahui konsentrasinya secara pasti. Titrat merupakan
larutan yang ada pada erlenmeyer, titran merupakan larutan yang ada
pada buret. Titik akhir ekuivalen merupakan titik dimana terjadi
perubahan warna tetapi warnanya masih bisa berubah. Titik akhir
titrasi merupakan titik dimana terjadi perubahan warna tetapi
warnanya tidak lagi berubah. Volumetri adalah analisa secara
kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi pada suatu larutan untuk
larutan baku. Analisa kuantitatif adalah untuk mengetahui suatu

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

sampel yang ada pada erlenmeyer, analisa kualitatif merupakan untuk


mengetahui ada tidaknya senyawa pada suatu sampel. Larutan baku
merupakan larutan yang telah diketahui konsentrasinya secara pasti,
terbagi menjadi 2 yaitu larutan baku primer dan larutan baku
sekunder. Larutan baku primer merupakan larutan yang memiliki
tingkat kemurnian yang tinggi, sifatnya hidroskopik dan tidak
terpengaruh oleh lingkungan sedangkan larutan baku sekunder
merupakan larutan yang tidak terjaga kemurniannya. Dalam praktikum
ini kita menggunakan indicator metil merah dan fenol merah, indicator
adalah larutan yang digunakan untuk mengetahui titik akhir titrasi
tetapi tidak ikut bereaksi hanya sebagai larutan penunjuk. Dalam
praktikum ini digunakan fenol merah dan metil merah dalam titrasi
asam basa karena terjadi perubahan warna dari yang tidak berwarna
dalam larutan asam menjadi berwarna dalam larutan basa.
Penggunaan NaOH sangat berpengaruh karena larutan yang
digunakan merupakan larutan jenuh, penggunaan HCl baku dalam
praktikum ini untuk menentukan konsentrasi dari suatu larutan.
Digunakan natrium karbonat karena larutan ini bersifat mudah larut
dalam air. Dari hasil praktikum, kelompok 1 rata rata volume yang
didapatkan dengan menggunakan fenol merah adalah 13,93 mL dan
yang menggunakan metil merah adalah 8,67 mL, % kadar NaOH
yang didapatkan adalah 86,6848% dan % kadar Na2CO3 adalah
142,8816%. Kelompok 2 rata rata volume yang didapatkan dengan
menggunakan fenol merah adalah 14 mL dan yang menggunakan
metil merah adalah 7,2 mL, % kadar NaOH yang didapatkan adalah
112,064% dan % kadar Na2CO3 adalah 118,656%. Kelompok 3 rata
rata volume yang didapatkan dengan menggunakan fenol merah
adalah 13,26 mL dan yang menggunakan metil merah adalah 6,9 mL,
% kadar NaOH yang didapatkan adalah 203,6928% dan % kadar
Na2CO3 adalah 158,834%. Kelompok 4 rata rata volume yang

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

didapatkan dengan menggunakan fenol merah adalah 22,9 mL dan


yang menggunakan metil merah adalah 13,7 mL, % kadar NaOH
yang didapatkan adalah 151,616% dan % kadar Na2CO3 adalah
225,776%. Dalam praktikum ini dilakukan 3 kali replikasi agar
mengurangi faktor kesalahan yang terjadi. Faktor kesalahan
disebabkan karena faktor pemipetan yang tidak sesuai dengan ukuran
yang ditentukan.

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat di tarik kesimpulan yaitu, kadar Na 2CO3
yang didapatkan adalah 142,8816%, dan kadar NaOH yang
didapatkan adalah 86,6848%.
5.2 Saran
1. Asisten
Sebaiknya dalam praktikum asisten selalu mendampingi
praktikan agar menghindari kesalahan yang terjadi selama proses
praktikum berlangsung.
2. Laboratorium
Sebaiknya,sebelum praktikum memeriksa semua kelengkapan
dan keadaan alat dan bahan agar ketika ada yang rusak ataupun
tidak lengkap ketika praktikum,tidak menguras waktu praktikum
sehingga praktikum berjalan tepat waktu.

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Hiskia. 2001. Kimia Larutan. Bandung: Citra Aditia Bakti.


Anonim. 2018. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Makassar: Universitas
Muslim Indonesia.

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga.


Ditjen, POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ke-III. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.

Ditjen, POM. 1995. Farmakope Indonesia Edisi Ke-IV. Jakarta :


Departemen Kesehatan RI.

Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia.

Joyce, James. 2008. Prinsip – Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Jakarta:


Erlangga.

Keenan, C. 1990. Ilmu Kimia untuk Universitas. Jakarta : Gramedia.


Krisbiyantoro, A., 2008. Panduan Kimia Praktis. Yogyakarta: Pustaka
Wiyatma.

Oxtoby, David W. 2006. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Jakarta: Erlangga.

Peters, D. 1989. Medicated Lozenges dalam Lachman.L.,&


Lieberman,H.A., (Eds.), Pharmaceutical Dosage Forms. New York:
Marcel Dekker Inc.
Sunarya, Setiabudi. 2007. Mudah dan Kreatif Belajar Kimia Jilid 2 Edisi 1,
Bandung: Setia Purna Inves.

Sumardjo,Damin. 2008. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah


Mahasiswa Kedokteran, Jakarta : EGC.

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

LAMPIRAN
1. Perhitungan
Reaksi :
NaOH + HCl → NaCl + H2O

Na2CO3 + HCl → NaHCO3 + NaCl

NaHCO3 + HCl → NaCl + H2CO3

1) Kelompok 1
Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)

[Y] = 0,1 M (NaOH)

[Z] = 0,103 M (HCl)

a = 13,93 ml

b = 8,667 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2

0,103 mol 106


: 4 . 2(8,67) . . gr/mol
1000 ml 2

: 378,63624 . 10-3 gr

25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml

0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml

: 265 . 10-3 gr

Na 2CO 3 yang ada


Kadar Na2CO3 : × 100%
Na 2 CO 3 menurut la bel

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

378,63624 .10−3
: × 100%
265 .10−3

: 1,428816 × 100%

: 142,8816%

z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml

0,103
: 4 (13,93 – 8,67) . . 40 gr/mol
1000 ml
: 4 . 5,26 . 0,103 . 40
: 86, 6848 . 10−3 gr

y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml

0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr

NaOH yang ada


Kadar NaOH : × 100%
NaOH menurut label

86 , 6848. 10−3
: × 100%
100. 10−3
: 86,6848 %
2) Kelompok 2
Diketahui :

[X] = 0,1 M (Na2CO3)

[Y] = 0,1 M (NaOH)

[Z] = 0,103 M (HCl)

a = 14 ml

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

b = 7,2 ml
z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2

0,103 mol 106


: 4 . 2(7,2) . . gr/mol
1000 ml 2
: 314,4384 . 10-3 gr

25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml

0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr

Na2 CO 3 yang ada


Kadar Na2CO3 : × 100%
Na 2 CO 3 menurut label

314,4384 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 118,656 %

z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml

0,103
: 4 (14 – 7,2) . . 40 gr/mol
1000 ml

: 112,064 × 10−3 gr

y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml

0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr

NaOH yang ada


Kadar NaOH : × 100%
NaOH menurut label

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

112,064 ×10−3
: × 100%
100 .10−3
: 112,064 %
3) Kelompok 3
Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)

[Y] = 0,1 M (NaOH)

[Z] = 0,103 M (HCl)

a = 13,26 ml

b = 0,9 ml

z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2

0,103 mol 106


: 4 . 2(0,9) . . gr/mol
1000 ml 2
: 420,9048 . 10-3 gr

25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml

0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr

Na2 CO 3 yang ada


Kadar Na2CO3 : × 100%
Na 2 CO 3 menurut label

420,9048 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 158,832 %

z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

0,103
: 4 (13,26 – 0,9) . . 40 gr/mol
1000 ml

: 203,6928 × 10−3 gr

y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml

0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr

NaOH yang ada


Kadar NaOH : × 100%
NaOH menurut label

203,6928× 10−3
: × 100%
100 .10−3
: 203,6928 %
4) Kelompok 4

Diketahui :
[X] = 0,1 M (Na2CO3)

[Y] = 0,1 M (NaOH)

[Z] = 0,103 M (HCl)

a = 22,9 ml

b = 13,7 ml

z mol BM
Na2CO3 yang ada : 4 . 2b . .
1000 ml 2

0,103 mol 106


: 4 . 2(13,7) . . gr/mol
1000 ml 2
: 598,3064 . 10-3 gr

25 . X mol
Na2CO3 menurut label : . BM
1000 ml

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

0,1
: 25 . . 106 gr/mol
1000 ml
: 265 . 10-3 gr

Na2 CO 3 yang ada


Kadar Na2CO3 : × 100%
Na 2 CO 3 menurut label

598,3064 .10−3
: × 100%
265 .10−3
: 225,776 %

z mol
NaOH yang ada : 4 . (a – b) . . BM
1000 ml

0,103
: 4 (22,9 – 13,7) . . 40 gr/mol
1000 ml

: 151,616 × 10−3 gr

y mol
NaOH menurut label : 25 . . BM
1000 ml

0,1 mol
: 25 . . 40 gr/mol
1000 ml
: 100 . 10-3 gr

NaOH yang ada


Kadar NaOH : × 100%
NaOH menurut label

151,616× 10−3
: × 100%
100 .10−3
: 151,616 %

3. Skema kerja

(+) Na2CO3 25 ml

(+) NaOH 25 ml

(+) Aquadest

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175
REAKSI NETRALISASI

Pipet 25 larutan dari labu ukur ke Erlenmeyer

(+) 3-5 tetes fenol merah

Titrasi dengan HCl baku

Larutan berwarna ungu

(+) 3-5 tetes metil merah

Larutan berwarna kuning pucat

Titrasi dengan HCl baku

Larutan berwarna pink

ANDI NURUL ATIKA MUCHTARENO AMARILIS ARTAMI NURDIN HALADI


15020180175

Anda mungkin juga menyukai