0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan5 halaman

Analisis Gesekan Aliran Fluida Pipa

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang gesekan aliran melalui pipa. Terdapat tiga jenis aliran fluida yaitu laminar, transisi, dan turbulen yang ditentukan oleh bilangan Reynolds. Gesekan antara fluida dan dinding pipa menyebabkan penurunan tekanan dan kecepatan aliran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan5 halaman

Analisis Gesekan Aliran Fluida Pipa

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang gesekan aliran melalui pipa. Terdapat tiga jenis aliran fluida yaitu laminar, transisi, dan turbulen yang ditentukan oleh bilangan Reynolds. Gesekan antara fluida dan dinding pipa menyebabkan penurunan tekanan dan kecepatan aliran.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FOTO

BERWARNA
LAPORAN PRAKTIKUM 3X4
MEKANIKA FLUIDA
MATERI

GESEKAN ALIRAN MELALUI PIPA

Disusun oleh:

NAMA : Moh. Rajiv Rohman Aritaga

NIM : 195100207111008

KELOMPOK : B6

HARI, TANGGAL : Selasa, 20 Oktober 2020

ASISTEN :
Dzaky Abiyyu Alwasi Safira Nurlita
Ling Rina Lutvia Nurlatipah
Citra Handayani Savira Medita
Afifah Nahdah Amalia Avisenna Divaldi
Hafizh Nur Salam Rizka Amalia Safitri
Ryan Fauzi Michelle Maria

LABORATORIUM TEKNIK SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2020
Nama : Moh. Rajiv Rohman Aritaga
NIM : 195100207111008
Kelompok : B6

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fluida adalah zat yang berada dalam keadaan cair (liquid) dan gas. Zat cair adalah zat
yang untuk jumlah massa tertentu akan memiliki volume tertentu yang tidak tergantung
pada bentuk benda dimana zat cair tersebut ditempatkan. Untuk mengukur volume zat cair
biasanya dilakukan dengan mengukur volume kontainer dimana zat cair itu berada. Namun
volume yang sebenarnya hanyalah sesuai jumlah yang mengisi kontainer tersebut. Jika
volumenya lebih kecil dari kontainer, maka akan terbentuk permukaan bebas; misalnya
pada danau dan tandon yang tidak terisi penuh. Sebaliknya, gas dengan jumlah massa
tertentu bisa memiliki volume yang bervariasi sesuai dengan wadah dimana gas itu
berada. Gas akan mengisi dan memenuhi seluruh wadah dimana gas berada
(Ghurri,2014).
Masalah umum yang biasanya terjadinya pada aliran fluida dalam pipa yaitu terjadinya
gesekan pada dinding pipa, terjadinya turbulensi karena gerakan relative dalam molekul
fluida yang dipengaruhi oleh viskositas fluida itu sendiri dan bentuk pipa. Terjadinya
kapasitas aliran yang semakin kecil pada daerah yang jauh dari sumber karena hambatan
gesek pada aliran yang semakin membesar. Pengukuran laju aliran fluida adalah salah
satu yang terpenting dalam proses flow control. Pengukuran ini bertujuan untuk
mengetahui berapa kapasitas fluida yang dialirkan untuk mendapatkan harga
pengukurannya (measurement variable). Gerak zat cair tidak mudah diformulasikan
secara matematik, sehingga diperlukan anggapan-anggapan dan percobaan-percobaan
untuk mendukung penyelesaian secara teoritis. Persamaan energi yang menggambarkan
gerak partikel diturunkan dari persamaan gerak. Persamaan energi ini merupakan salah
satu persamaan dasar untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam hidraulika.
Persamaan energy dapat ditunjukkan oleh persamaan Euler dan persamaan Bernoulli.
Pada fluida nyata (riil) aliran yang terjadi akan mengalami gesekan dengan dinding pipa,
sehingga akan mengalami kehilangan energi (Zainuddin et al., 2012).

1.2 Tujuan Praktikum


a. Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik aliran laminar dan aliran turbulen
b. Mahasiswa mampu menganalisis besarnya kehilangan head karena gesekan aliran
pada dinding dalam pipa

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2020


Nama : Moh. Rajiv Rohman Aritaga
NIM : 195100207111008
Kelompok : B6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian dan Faktor Yang Mempengaruhi Gesekan Aliran
Apabila fluida mengalir melalui suatu percabangan maka akan terjadi separasi yang
mengakibatkan terjadinya kerugian tekan. Kerugian head pada setiap cabang boleh
dianggap sepenuhnya terjadi akibat gesekan, atau rugi akibat katup dan perlengkapan
pipa. Aliran fluida yang melalui pipa akan selalu mengalami kerugian head. Hal ini
disebabkan oleh gesekan yang terjadi antara fluida dengan dinding pipa atau perubahan
kecepatan yang dialami oleh aliran fluida (kerugian kecil). Salah satu gangguan atau
hambatan yang sering terjadi pada saluran pipa adalah kehilangan tinggi tekanan air yang
diakibat adanya gesekan/mayorlose dan minor loses seperti adanya perubahan arah,
belokan dan perubahan penampang pipa. Pada zat cair diam gaya-gaya yang bekerja
dapat dihitung dengan mudah karena dalam hidrostatika hanya bekerja gaya tekan
sederhana. Faktor–faktor yang diperhitungkan tidak hanya kecepatan dan arah partikel,
tetapi juga pengaruh kekentalan yang menyebabkan gesekan antara partikel-partikel zat
cair dengan dinding batas (Eswanto, 2017).
Salah satu hal yang mempengaruhi proses pengaliran fluida adalah adanya
hambatan yang terjadi di dalam pipa yang akan mengakibatkan perlunya tekanan awal
yang tinggi atau besar. Bila tekanan awal yang bersumber dari tekanan alami maupun
dari pemompaan tidak mencukupi untuk melawan hambatan dari dalam pipa, maka akan
berakibat tidak mengalirnya fluida seperti yang diharapkan. Terkait hal ini maka beberapa
faktor yang ikut mempengaruhi hambatan fluida didalam pipa antara lain jenis fluida yang
dialirkan, variabel dari konstruksi pipa antara lain diameter, belokan dan cekikan pipa, dan
desain distribusi fluida (Ermadi dan Darmanto, 2018).

2.2. Jenis-Jenis Aliran Fluida Dalam Pipa Beserta Gambar


Aliran fluida dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu aliran laminar, aliran transisi, dan
aliran turbulen. Jenis aliran ini didapat dari hasil eksperimen yang dilakukan oleh Osborne
Reynold tahun 1883 yang mengklasifikasikan aliran menjadi 3 jenis. Jika air mengalir
melalui sebuah pipa berdiameter d dengan kecepatan rata-rata V maka dapat diketahui
jenis aliran yang terjadi. Berdasarkan eksperimen tersebut maka didapatkan bilangan
Reynold dimana bilangan ini tergantung pada kecepatan fluida, kerapatan, viskositas, dan
diameter (Eswanto, 2017).
Banyak kriteria yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan fluida sebagai contoh
aliran dapat digolongkan sebagai aliran steady dan unsteady, satu, dua, atau tiga dimensi,
seragam atau tidak seragam laminer atau turbulen dan dapat mampat atau tidak dapat
mampat. Selain itu, aliran gas ada yang subsonik, transonik, supersonik atau hipersonik,
sedangkan zat cair yang mengalir disalurkan terbuka ada yang sub kritis, kritis atau super
kritis. Namun secara garis besar dapat dibedakan atau dikelompokan jenis aliran adalah
sebagai berikut yaitu ada aliran tunak (steady) adalah suatu aliran dimana kecepatannya
tidak terpengaruh oleh perubahan waktu sehingga kecepatan konstan pada setiap titik
(tidak mepunyai percepatan). Aliran seragam (uniform) merupakan suatu aliran yang tidak
terjadi perubahan baik besar maupun arah, dengan kata dengan kata lain tidak terjadi
perubahan kecepatan dan penampang lintasan. Aliran tidak tunak (unsteady) yaitu suatu
aliran dimana terjadi perubahan kecepatan terhadap waktu. Aliran tidak seragam (non
uniform) yaitu suatu aliran yang dalam kondisi berubah baik kecepatan maupun
penampang berubah. Adapun tipe-tipe aliran yaitu aliran laminer yang dapat didefinisikan

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2020


Nama : Moh. Rajiv Rohman Aritaga
NIM : 195100207111008
Kelompok : B6

sebagai aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan-lapisan atau laminalamina
dengan satu lapisan meluncur secara lancar. Dalam aliran laminer ini viskositas berfungsi
untuk meredam kecenderungan terjadinya gerakan relatif antara lapisan. Aliran Transisi
merupakan aliran peralihan dari aliran laminer ke aliran turbulen. Ketika kecepatan aliran
itu bertambah atau viskositasnya berkurang (dapat disebabkan temperatur meningkat)
maka gangguan-gangguan akan terus teramati dan semakin membesar serta kuat yang
akhirnya suatu keadaan peralihan tercapai. Keadaan peralihan ini tergantung pada
viskositas fluida, kecepatan dan lain-lain yang menyangkut geometri aliran dimana nilai
bilangan Reynoldsnya antara 2300 sampai dengan 4000. Aliran Turbulen didefinisikan
sebagai aliran yang dimana pergerakan dari partikel-partikel fluida sangat tidak menentu
karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang mengakibatkan
saling tukar momentum dari satu bagian fluida ke bagian fluida yang lain dalam skala yang
besar di mana nilai bilangan Reynoldsnya lebih besar dari 4000. Dalam keadaan aliran
turbulen maka turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata
diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugiankerugian aliran (Priyanto, 2010).

Gambar 2.1 Aliran Laminer


Sumber : Priyanto, 2010

Gambar 2.2 Aliran Turbulen


Sumber : Priyanto, 2010

2.3. Pengertian Bilangan Reynold Beserta Persamaannya


Bilangan Reynold adalah bilangan yang tak berdimensi yang digunakan untuk
menentukan sifat pokok aliran, apakah laminar atau turbulen, serta posisi relatifnya pada
skala yang menunjukkan pentingnya secara relatif kecendrungan turbulen terhadap
kecendrungan laminar. Reynold menemukan bahwa aliran selalu menjadi laminar bila
kecepatannya diturunkan sedemikian sehingga bilangan Re lebih kecil dari 2000. Untuk

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2020


Nama : Moh. Rajiv Rohman Aritaga
NIM : 195100207111008
Kelompok : B6

instalasi pipa biasa, aliran akan beruba dari laminar menjadi turbulen dalam daerah
bilangan Re dari 2000 sampai 4000. Untuk pipa bundar yang mengalir penuh berlaku
𝑉𝑑𝜌 𝑉𝑑
persamaan 𝑅𝑒 = 𝜇
= 𝑢
Dimana V = kecepatan rata-rata aliran (m/s), d = diameter
dalam pipa (m), u = viskositas kinematik fluida (m2/s), µ = viskositas dinamik fluida (kg/ms)
(Antoni, 2012).
Dua jenis aliran utama pada fluida yaitu lurus atau laminar dan aliran turbulen. Untuk
mementukan jenis aliran ditentukan terlebih dulu bilngan Reynoldnya dengan persamaan
𝑉𝑑𝜌
𝑅𝑒 = 𝜇
Dimana ρ = massa jenis fluida (kg/m3), d = diameter dalam pipa (m), v =
kecepatan aliran rata-rata fluida (m/s), μ = viskositas dinamik fluida (Pa.s). Aliran akan
laminar jika bilangan Reynold kurang dari 2300 dan akan turbulen jikabilangan Reynold
lebih besar dari [Link] bilangan Reynold terletak antara 2300– 4000 maka disebut
aliran transisi (Panjaitan dan Sitepu, 2012).

2.4. Aplikasi Gesekan Aliran pada Bidang Teknik Lingukngan/Keteknikan Pertanian


Aplikasinya pada bidang teknik yaitu dapat digunakan dalam mendesai sebuah
pompa hidram. Pompa adalah peralatan mekanis untuk mengubah energi mekanik dari
mesin penggerak pompa menjadi energi tekan fluida yang dapat membantu
memindahkan fluida ke tempat yang lebih tinggi elevasinya. Pompa hidram merupakan
suatu alat yang digunakan untuk menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih
tinggi secara automatik dengan energi yang berasal dari air itu sendiri yaitu karena adanya
tinggi air jatuh yang digunakan untuk menekan katup pada pompa hidram dan
mengakibatkan water hammerKetika air dihentikan secara tiba-tiba, maka perubahan
momentum massa fluida tersebt akan meningkatkan tekanan secara tiba – tiba pula.
Peningkatan tekanan fluida ini digunakan untuk mengangkat sebagian fluida tersebut ke
tempat yang lebih tinggi (Panjaitan dan Sitepu, 2012).

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2020

Anda mungkin juga menyukai