Daftar Isi
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.a. Latar Belakang
1.b. Tujuan Sistem BI-RTGS
1.c. Pokok-pokok Ketentuan dan Kebijakan Manajemen
1.d. Definisi atau Pengertian Umum
Bab II Struktur Organisasi
2.a. Bagan Struktur Organisasi
2.b. Wewenang dan Penanggung Jawab
2.c. Sistem Pengamanan
2.d. Penatausahaan Arsip
Bab III Prosedur Operasional dan Pembukuan Transaksi
3.a. Sistem Start Up dan Log on ke RCC
3.b. Transaksi Kiriman Uang Keluar (Outgoing Transaction)
3.c. Transaksi Kiriman Uang Masuk (Incoming Transaction)
3.d. Penarikan Tunai dari Rekening Bank Indonesia
3.e. Penyetoran Tunai dari Rekening Bank Indonesia
3.f. Sistem Penutupan (Shutdown)
Transaksi Treasury melalui Sistem BI-RTGS
Bab IV Sistem Pengawasan Internal
4.a. Audit Trial
4.b. Pelaporan Kepada Manajemen
Bab V Disaster Recovery Plan (DRP)
5.a. Pencegahan
5.b. Gangguan atau Bencana
5.c. Penanggulangan
Bab VI Perlindungan Konsumen
6.a. Kecepatan/Ketepatan Transaksi BI-RTGS
6.b. Pembebanan Biaya kepada Nasabah
6.c. Informasi Transparansi Layanan Jasa RTGS
6.d. Penanganan Pengaduan atau Permasalahan Nasabah
Lampiran
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
DAFTAR ISI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB I
Pendahuluan
1.a. Latar Belakang
Untuk memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan sistem pembayaran, Bank
Indonesia mengeluarkan peraturan mengenai Sistem Bank Indonesia Real Time Gross
Settlement (BI-RTGS).
Atas dasar tersebut Bank Indonesia memutuskan suatu Peraturan Bank Indonesia
Tentang Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement nomor 6/8/PBI/2004
tanggal 11 Maret 2004 yang diatur lebih lanjut perlunya disusun Pedoman Penyusunan
Kebijaksanaan dan Prosedur Tertulis yang tertuang dalam Surat Edaran Bank
Indonesia nomor 6/14/DASP tanggal 31 Maret 2004 dan diubah dengan Surat Edaran
Bank Indonesia nomor 7/62/DASP.
Menunjuk Peraturan Bank Indonesia dan Surat Edaran Bank Indonesia tersebut, maka
Bank CNB perlu membuat suatu Kebijaksanaan dan Prosedur Tertulis sebagai sistem
kontrol internal termasuk pengamanan Bank CNB dalam menggunakan Sistem BI-
RTGS.
1.b. Tujuan Sistem BI-RTGS
Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) diimplementasikan
oleh Bank Indonesia untuk tujuan mendukung tercapainya sistem pembayaran dalam
stabilitas sistem keuangan yang lebih efisien, cepat dan handal.
Bagi Bank CNB fasilitas Sistem BI-RTGS digunakan untuk melakukan transaksi baik
antar bank, antar Bank Indonesia, mapun antar nasabah secara cepat dan efisien.
1.c. Pokok-pokok Ketentuan dan Kebijakan Manajemen
1. Ruang Lingkup
Seksi ini mengatur sistem transfer dana sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor
6/8/PBI/2004 tentang Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-
RTGS) berupa sentralisasi rekening, pengoperasian dan pembukuan transaksi
pengiriman dan penerimaan transfer dana.
2. Jumlah Nominal Transaksi
Transaksi yang harus dilakukan melalui BI-RTGS sesuai Ketentuan SE BI Nomor
4 / 272 / DASP / PSPN tanggal 8 Juli 2002 adalah transaksi transfer dana
berdasarkan asal instruksi transfer dana per transaksi dengan nominal Rp.
100.000.000 (seratus juta rupiah) ke atas, sedang transfer dana dibawah
nominal Rp. 100.000.000 dapat dijalankan melalui sistem BI-RTGS hanya
berdasarkan permohonan nasabah dan diseleksi dengan katagori “URGENT”.
3. Jenis Transaksi
Jenis transaksi yang dilakukan melalui sistem BI-RTGS adalah :
1. Transaksi Kas, meliputi :
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
• Penarikan Tunai Ke Kantor Pusat Bank Indonesia (RTGS Wilayah Jakarta)
• Penarikan Tunai Ke Kantor Cabang Bank Indonesia (RTGS Wilayah Luar
Jakarta) Kondisi Normal
• Setoran Tunai
2. Transaksi Pasar Uang Antar Bank, meliputi :
• Promes (Antar Bank Pasiva)
• Call Money (Antar Bank Aktiva)
3. Transaksi Atas Nama Nasabah berupa Pengiriman Uang (KU) / Lalu
Lintas Giro (LLG) nominal diatas Rp. 100.000.000,00
4. Transaksi Hasil Kliring
4. Sifat Transaksi
Sifat transaksi sistem BI-RTGS adalah :
• Bank Indonesia sebagai peserta RTGS dapat melakukan transfer kredit dan
transfer debet.
• Peserta selain Bank Indonesia hanya dapat menggunakan sistem BI-RTGS
untuk transaksi kredit.
5. Dampak Implementasi
a. Dampak implementasi sistem BI-RTGS adalah Pemusatan Rekening Giro
Bank Indonesia hanya pada Kantor Pusat Bank Indonesia untuk mengeliminir
pengiriman transfer dana antar Rekening Giro Bank Indonesia (money in
transit) serta mempermudah pengawasan, seperti batas Giro Wajib Minimum.
b. Dengan adanya Giro Bank Indonesia Terpusat maka :
Hasil Kliring lokal langsung diposting ke rekening giro bank yang telah
disentralisasi Kantor Pusat Bank Indonesia.
Penarikan Tunai Kantor Cabang Bank diproses melalui sistem BI-RTGS
dengan Surat Completion Advice SAKTI yang digunakan untuk proses
selanjutnya di Kantor Bank Indonesia setempat.
Setoran tunai Kantor Cabang Bank diposting oleh masing-masing Kantor
Bank Indonesia langsung ke rekening gironya yang telah disentralisasi di
Kantor Pusat Bank Indonesia
c. Bagi Kantor Bank Indonesia yang telah menjadi peserta langsung sistem BI-
RTGS tidak lagi memelihara Rekening Giro Bank, sehingga dengan adanya
sistem BI-RTGS Rekening Giro Bank dialihkan ke Kantor Pusat Bank
Indonesia.
d. Bagi Bank CNB semua pembukuan Rekening Giro Bank Indonesia dialihkan
ke Kantor Pusat Non Operasional (KPNO), sehingga Kantor-Kantor Cabang
tidak ada lagi Rekening Bank Indonesia, semua transaksi yang berhubungan
dengan Bank Indonesia akan dibukukan oleh Divisi Anggaran dan Keuangan
KPNO.
6. Batas Waktu
Pelaksanaan Jam Operasional BI-RTGS berdasarkan SE Bank Indonesia nomor
3/20/DASP tanggal 31 Agustus 2001 diatur sebagai berikut:
RTGS Computer Center dibuka jam 06.30 WIB
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
Waktu Transfer berdasarkan jenis transaksi
Transaksi Penarikan Tunai
Construct penarikan tunai 06.30 – 11.00 WIB.
Penyerahan warkat & penarikan uang tunai 08.00 – 12.00 WIB.
Transaksi Penyetoran Tunai 08.00 – 12.00 WIB.
Transaksi Pelimpahan Setoran Penerimaan Negara 06.30 – 10.00 WIB.
Transaksi Antar Bank 06.30 – 17.00 WIB
Atas Nama Nasabah 06.30 – 16.30 WIB.
Transaksi ke KBI (Bagi KBI yang belum RTGS) 06.30 – 15.00 WIB.
Interface Hasil Kliring 12.00 – 17.00 WIB.
Interbank Cover Position 17.00 – 18.00 WIB.
BI Cover Position 18.00 – 19.00 WIB.
Settlement Intervensi Rupiah Kontraksi 16.30 – 19.00 WIB.
Pelaksanaan Cut Off Warning dimulai Jam 17.00 untuk melakukan :
Informasi posisi Saldo
Penyelesaian kemacetan sistem pembayaran (Gridlock)
Kesempatan bagi Bank untuk menutupi Saldo Debet (Interbank Cover Position)
Pemgembalian FLI (Fasilitas Likuiditas Intrahari)
Pelaksanaan Pre Cut Off Dimulai Jam 18.00 (BI Cover Position)
Batas waktu akhir (Cut Off Time) pada jam 19.00 WIB.
7. Dokumen Yang Digunakan
• Surat Kuasa Pengambilan dan Surat Penunjukkan untuk Penarikan Tunai
dilampiri Completion Advice
• Formulir Setoran Bank Indonesia (kode BI 101/BI-RTGS) untuk Penyetoran
Tunai
• Surat Sanggup (Promissiory Note) untuk Transaksi Antar Bank
• Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk Transaksi Dengan Bank Indonesia
• Untuk instruksi transfer dana nasabah melalui sistem BI-RTGS digunakan
formulir Aplikasi Permohonan Untuk Pengiriman Uang (code TR 03) yang
terdiri dari 4 rangkap.
lembar 1 sebagai arsip Bagian Pengiriman Uang
lembar 2 ( Voucher Debet ) sebagai arsip asal dana tunai / debet rekening
lembar 3 (Lembar Nasabah) sebagai bukti transaksi untuk nasabah
lembar 4 (Voucher Kredit) sebagai arsip rekening nasabah / bank tertuju
• Surat Konfirmasi Transfer Dana melalui sistem BI-RTGS yang dibuat oleh
Bagian Pengiriman Uang masing-masing Cabang untuk melakukan kode uji (test
key) dan konfirmasi dengan Bagian Input Data Komputer sistem BI-RTGS
Terminal KPNO Surabaya.
• Surat Tembusan (Reimbursement) transaksi transfer dana BI-RTGS yang dibuat
oleh Bagian Pembukuan Cabang Utama sebagai konfirmasi dengan Divisi
Anggaran dan Keuangan dan KPNO Surabaya dalam membukukan Transaksi
Antar Cabang.
8. Perangkat Yang Digunakan
Perangkat yang digunakan dalam sistem BI-RTGS adalah seperangkat komputer
yang digunakan untuk RTGS Central Computer (RCC) yang berada pada lokasi
Kantor Bank Indonesia Pusat (c.q. Direktorat Akunting & Sistem Pembayaran)
sebagai Penyelenggara dan seperangkat komputer yang digunakan untuk RTGS
Terminal (RT) yang berada pada lokasi KPNO Surabaya sebagai Peserta yang
dihubungkan secara on line melalui server.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
9. Prefund
1. Prefund Debet
Pengisian berdasarkan penarikan debet terbesar 12 bulan terakhir dan
dicadangkan sebesar yang ditentukan Bank Indonesia dilakukan 2 hari
sebelumnya (H-2). Jika ada kekurangan, penambahan prefund bisa dilakukan
jam 08.00 s.d. 16.00 WIB.
2. Prefund Kredit
Prefund siklus I dilakukan jam 08.00 – 12.00 WIB berdasarkan reimburse
cabang yang melakukan penyerahan kliring kredit siklus I. Jika terjadi
kekurangan dapat dilakukan penambahan pada jam 08.00 s.d. 14.00 WIB.
Prefund siklus II dilakukan jam 12.00 s.d. 16.00 WIB berdasarkan reimburse
cabang yang melakukan penyerahan kliring kredit siklus II. Jika terjadi
kekurangan dapat dilakukan penambahan pada jam 12.00 s.d. 16.00 WIB
Dalam hal terjadi pengembalian prefund akan langsung menambah saldo giro
Bank Indonesia pada hari itu.
10. Status Kepesertaan
1. Aktif (Active)
Dapat Melakukan Transaksi Keluar
Dapat Menerima Transaksi Masuk
Dapat Melakukan Seluruh Fungsi lainnya
2. Ditangguhkan (Suspend)
Tidak dapat melakukan transaksi keluar
Dapat melakukan transfer masuk
Dapat melakukan seluruh fungsi lainnya
Dana yang diterima tidak dapat untuk menyelesaikan antrian
Transaksi antrian keluar akan batal saat Cut Off Time Sistem BI-RTGS
Penyebab Ditangguhkan (Suspend)
Saldo dibawah 0 dan tidak dapat ditutup sampai dengan Cut Off Time
Sistem BI-RTGS.
Adanya keputusan dari instansi atau pihak yang berwenang dalam
pengawasan bank.
3. Dibekukan (Freeze)
Tidak dapat melakukan transfer keluar
Tidak dapat menerima transfer masuk
Dapat melakukan fasilitas Enquiry
Transaksi dalam antrian akan dibatalkan pada saat RTGS Cut Off.
Penyebab Dibekukan (Freeze)
Keputusan / permintaan dari instansi atau pihak yang berwenang dalam
pengawasan bank.
4. Ditutup (Close)
Diberhentikan dari kepesertaan Sistem BI-RTGS
Penyebab Ditutup (Close)
Berdasarkan permintaan tertulis dari instansi atau pihak yang berwenang
dalam pengawasan bank karena merger, akuisisi, konsolidasi atau
pencabutan izin usaha Bank.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
11. Pengisian Pengiriman
Dalam mengirimkan transaksi melalui sistem BI-RTGS wajib menggunakan
Transaction Reference Number (TRN) sesuai dengan peruntukan dan
memenuhi tata cara pengisian informasi yang ditetapkan Bank Indonesia.
12. Pembebasan Tanggung Jawab (Indemnity)
a. Jika terjadi ketidaksesuaian data identitas penerima (nama nasabah, alamat
bank atau jumlah dana) harus mengirimkan administrative message yang
berisi permintaan perubahan dan pembebasan tanggung jawab (Indemnity)
Bank Penerima sesuai By Laws pasal 13 Bab 4 ayat 1, dan mengirimkan TRN
dengan jumlah nominal Rp. 1,00.
b. Pembebasan Tanggung Jawab ( Indemnity ) dibuat berisi pernyataan
pembebasan tanggung jawab pihak-pihak terkait Bank Penerima terhadap
kemungkinan gugatan (klaim) dan pernyataan kesediaan menanggung segala
resiko
1.d. Difinisi atau Pengertian Umum
1. Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS)
Adalah sistem transfer dana elektronik antar Peserta (antar nasabah Bank, antara
Bank dengan Bank dan antara Bank dengan Bank Indonesia) dalam mata uang
rupiah yang penyelesaian akhirnya (settlement) dilakukan secara seketika (real
time) per transaksi secara individual.
2. RTGS Central Computer (RCC)
Adalah sistem komputer yang berada di lokasi Penyelenggara (Bank Indonesia)
yang digunnakan untuk memproses Penyelesaian Akhir semua transaksi yang
dikirim oleh Peserta dan terdiri dari RCC Utama dan RCC Back-up.
3. RTGS Central Computer (RCC) Utama
Adalah RCC yang digunakan dalam keadaan/kondisi normal
4. RTGS Central Computer (RCC) Back-up
Adalah RCC yang digunakan sebagai pengganti apabila terjadi gangguan atau
keadaan darurat yang menyebabkan Penyelenggara tidak dapat menggunakan
RCC Utama.
5. RTGS Terminal (RT)
Adalah sistem komputer yang berada di lokasi Peserta (Bank CNB) yang
terhubung dengan RCC secara on-line yang digunakan Peserta untuk melakukan
berbagai transaksi Sistem BI-RTGS dan terdiri dari RTGS Terminal Server Utama,
RTGS Terminal Server Back-up, dan RTGS Terminal Workstation.
6. RTGS Terminal Server Utama
Adalah perangkat komputer yang telah diisi aplikasi RT dan database Sistem BI-
RTGS yang digunakan Peserta untuk construct data, memproses transaksi dalam
kondisi normal, serta berbagai fungsi RTGS lainnya.
7. RTGS Terminal Server Back-up
Adalah perangkat komputer yang telah diisi aplikasi RT dan database Sistem BI-
RTGS yang digunakan Peserta untuk memproses transaksi apabila terjadi
gangguan atau keadaan darurat yang menyebabkan Penyelenggara tidak dapat
menggunakan RT Server Utama.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
8. RTGS Terminal Workstation
Adalah perangkat komputer yang telah diisi aplikasi RT dan terhubung dengan RT
Server Utama atau RT Server Back-up yang digunakan Peserta untuk melakukan
construct data,approval transaksi dan berbagai fungsi Sistem BI-RTGS lainnya.
9. Interbank Funds Transfer System (IFTS)
Adalah sistem yang melaksanakan dan merekam transfer dana antar peserta
dengan peserta dan peserta dengan Bank Indonesia untuk menghasilkan laporan-
laporan setelmen semua peserta pada akhir hari kerja yang mencerminkan posisi-
posisi para peserta.
10. Settlement Accounting (SA) System
Adalah sistem yang mengelola rekening setelmen “GIRO” para peserta serta
memelihara dan memutakhir-kan rekening-rekening tersebut secara seketika bagi
setiap peserta berdasrkan transaksi-transaksi yang sah yang diterima untuk
menyediakan informasi saldo secara real time atas semua rekening.
11. User ID
Adalah identitas pengguna yang sah dan harus dilengkapi untuk bisa mengakses
ke aplikasi BI-RTGS melalui Windows NT standar.
12. Password
Adalah sistem pengamanan rahasia setiap pengguna yang harus dimiliki dan
dijaga untuk bisa mengakses dalam sistem BI-RTGS yang terdiri dari masing-
masing 6 karakter dan maksimum 10 karakter.
13. Teks Autentikasi (Authenticator Text)
Adalah satu teks yang jelas sepanjang 50-byte dan terbagi menjadi 5 komponen
teks (masing-masing 10-byte).
14. Member Authenticator Text
Adalah komponen teks autentikasi peserta (Teks 1, Teks 2, Teks 3) yang
disediakan dan dipelihara oleh masing-masing peserta RTGS-Terminal.
15. Central Bank Authenticator
Adalah komponen teks autentikasi bank sentral (Teks 4, Teks 5) yang dipelihara
oleh satu user /pengguna.
16. Transaction Reference Number (TRN)
Adalah kode alpa numerik yang terdiri dari 8 karakter yang ditentukan oleh Bank
Indonesia untuk melaksanakan transaksi-transaksi melalui Sistem BI-RTGS.
17. Sistem Antrian
Adalah mekanisme yang mengatur urutan transaksi pembayaran dari Peserta
tertentu yang belum dilakukan Penyelesaian Akhirnya oleh RCC Utama atau RCC
Back-up karena saldo Rekening Giro Peserta tidak mencukupi.
18. Reimbursement RTGS
Adalah suatu laporan tertulis intern bank yang dibuat untuk memberikan
konfirmasi mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan menggunakan Sistem BI-
RTGS oleh masing-masing cabang.
19. Kode Uji (Test Key) RTGS
Adalah kode numerik yang terdiri dari 5 karakter maksimal 6 karakter untuk
memberikan konfirmasi persetujuan intern bank terhadap transaksi transfer dana
yang dilakukan oleh masing-masing cabang menggunakan Sistem BI-RTGS.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
20. Pembebasan Tanggung Jawab (Indemnity)
Adalah pernyataan peserta pengirim untuk membebaskan tanggung jawab peserta
penerima termasuk seluruh karyawannya dan pihak yang terkait dengan
pembayaran terhadap kemungkinan klaim, gugatan, kewajiban, biaya-biaya,
tuntutan atau kerugian yang diakibatkan pengembalian dana oleh peserta
penerima.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PENDAHULUAN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB II
Struktur Organisasi
2.a. Bagan Struktur Organisasi
Kegiatan operasional Sistem BI-RTGS berada pada KPNO Surabaya dengan
pertimbangan perangkat RTGS Terminal berada pada KPNO Surabaya, sedangkan
unit kerja Sistem BI-RTGS yang ada terdiri dari Kepala Treasury sebagai
Manager/Administrator Sistem BI-RTGS, Senior Clerk sebagai Supervisor Sistem BI-
RTGS dan Staff Back Office KPNO Surabaya yang ditunjuk sebagai Operator Sistem
BI-RTGS.
Secara bagan struktur organisasi Satuan Kerja Pelaksanaan Sistem BI-RTGS adalah
sebagai berikut :
Manager/
Administrator
Kepala Treasury
Supervisor
Senior Staf
Operator Operator Operator
Staf Treasury Staf Treasury Staf Treasury
User User User User
Cabang Cabang Cabang Cabang
Hubungan sistem internal antar Kantor Cabang lain di luar KPNO Surabaya dengan
sistem BI-RTGS baik transaksi keluar (outgoing transaction) dan transaksi masuk
(incoming transaction) dilakukan menggunakan metode koneksi secara manual yaitu
seluruh input yang dilakukan dalam sistem internal setelah menggunakan media
konfirmasi (telpon dan fax) antar unit kerja terkait dengan penegasan menggunakan
reimbursment dan test key untuk setiap transaksi yang menggunakan Sistem BI-
RTGS.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
STRUKTUR ORGANISASI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
2.b. Wewenang dan Penanggung Jawab
1. Tugas dan wewenang pengoperasian sistem BI-RTGS dilakukan oleh petugas
yang berada pada KPNO Surabaya. Rincian tugas dan wewenang diatur sebagai
berikut :
Fungsi Jabatan Tugas & Wewenang
Manager Kepala Treasury KPNO Memberikan approval transaksi RTGS
Surabaya Mengawasi jalannya transaksi RTGS
Penanggung jawab pelaksanaan RTGS
Petugas Test Key Cut 2
Supervisor Senior Clerk Alternate approval transaksi RTGS
KPNO Surabaya Mengontrol Saldo Giro BI
Mengawasi transaksi masuk & keluar via
RTGS
Mengkonfimasi transaksi masuk & keluar
via RTGS unstuck Treasury Kantor Pusat
Petugas Test Key Cut 1
Operator Staf Treasury Input data RTGS (Construct)
Membuat reimbursement ke Cabang &
Divisi Pembukuan Kantor Pusat
Pemeliharaan file RTGS
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
STRUKTUR ORGANISASI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
2. Penanggung jawab Sistem BI-RTGS menggunakan prinsip dual custodian dan
diatur sebagai berikut :
Jenis Kegiatan Pembuatan Pemeliharaan Persetujuan Pelaksanaan
Authenticator Text Supervisor Supervisor Manager 1 tahun
(Ka. Treasury) (Ka Treasury) (Direksi) sekali
User ID & Password
Supervisor Supervisor Manager 4 bulan
RT Server & Client (Ka Treasury) (Ka Treasury) (Direksi) sekali
EDP Bidang Teknologi 6 bulan sekali
Hardware & Jaringan (Staf Teknologi Informasi atau ada
Komputer Informasi) (Kantor Pusat) aplikasi baru
Master File Bidang Teknologi 6 bulan
EDP Informasi sekali
(Staf Teknologi (Kantor Pusat)
Transaksi RTGS Operator Informasi)
(Staf Treasury) harian
Supervisor
Manajemen Treasury (Ka Treasury)
Likuiditas (Kantor Pusat) EDP harian
(Staf Teknologi Inf.) Supervisor
Rekonsiliasi Divisi Keuangan (Ka Treasury)
(Kantor Pusat) Supervisor harian
(Ka Treasury) Direktur Kredit &
Pemasaran
Treasury harian
(Kantor Pusat) Bidang Oprs.
(Kantor Pusat)
Divisi Keuangan
(Kantor Pusat)
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
STRUKTUR ORGANISASI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
2.c. Sistem Pengamanan
2.c.1. Pengamanan Fisik
a. Pengamanan Software
Pengamanan software berupa pengamanan dan pemeliharaan jaringan
(sistem online) antara RT dan RCC, untuk pengamanan dilakukan
mencakup perencanaan menghadapi kemungkinan darurat, menganalisa
resiko, mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan penting , penetapan prioritas
dan strategi untuk uji coba disaster dan recovery plan.
b. Pengamanan Hardware
Pengamanan hardware berupa pengamanan perangkat komputer yang
berfungsi sebabai RTGS Terminal (RT) antara lain RT Workstation, RT
Server Utama dan RT Server Back-up dilakukan dengan mengantisipasi
adanya gangguan, mencegah kerusakan dan melakukan pemeliharaan
dan uji coba berkala serta menetapkan prioritas dan strategis disaster dan
recovery plan.
2.c.2. Pengamanan Non Fisik
a. User ID dan Password
1) Setiap personal yang akan mengakses ke aplikasi RTGS Terminal
harus memiliki user-id dan password dengan kesempatan 3 (tiga) kali
melakukan user sign-on, yang pengelolaannya ditangani oleh sistem
Windows NT. Jika kesempatan tiga kali gagal dilakukan sistem
pengamanan akan berfungsi dengan mengunci akses (disable login)
user-id ke dalam aplikasi RT.
2) User-id dan password terdiri dari 6 karakter dan maksimum 10
karakter yang keduanya harus selalu diperbarui paling lambat 4 bulan
sekali dan atau bila ada penggantian petugas di bawah pengawasan
atau otorisasi Supervisor dan atau Manager.
b. Teks Autentikasi (Authenticator Text)
Setiap peserta pemakai sistem BI-RTGS diberikan teks autentikasi yang
berisi 2 set, yaitu set yang aktif berisi AT yang sedang digunakan untuk
message authentication security antara RT dan RCC, sedang set
reserverd berisi AT yang akan secara otomatis diaktifkan apabila set aktif
yang asli berakhir waktunya.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
STRUKTUR ORGANISASI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
2.d. Penatausahaan Arsip
Penatausahaan arsip dokumen dilakukan oleh petugas operator (bagian Staf
Treasury) yang telah ditunjuk dan pengawasan dilakukan oleh Supervisor (Senior
Clerk KPNO Surabaya ) sesuai tugas dan wewenangnya, secara sistematika diatur
sebagai berikut :
1. Warkat Transaksi
Arsip disimpan pada ordner dan bantex berdasarkan jenis transaksi dan disusun
dalam filling cabinet.
Dokumen terdiri atas :
Fax tes key transfer Hasil cetakan confirmation (KU masuk)
masuk dan keluar Hasil cetakan completion
Laporan hasil kliring Hasil cetakan proses akhir hari
Reimbursement transfer Buku konfirmasi transaksi
masuk dan keluar
2. Back-up Data
Back-up data RTGS menggunakan Compact Disk (CD) dan disimpan dalam
lemari tahan api pada khasanah.
3. User ID, Password dan Authenticator Text
Pembuatan, penggantian, dan penghapusan user-id dan password dilakukan
oleh Senior Clerk (Supervisor) KPNO Surabaya. Untuk penggantian dilakukan
maksimal 4 bulan sekali atau jika ada pergantian petugas operator. Arsip user-
id, password dan authenticator text disimpan dalam ordner dan diletakkan
dalam filling cabinet di bawah pengawasan ganda (dual control) Supervisor
dan Manager.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
STRUKTUR ORGANISASI Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB III
Prosedur Pengoperasian dan
Pembukuan Transaksi
3.a. Sistem Start-up dan Log On ke RCC
Sistem start-up dilaksanakan pada tiap awal hari setelah batch processing pada
hari sebelumnya atau setelah pemeliharaan data base.
Setelah pelaksanaan sistem start-up, departemen pusat akan secara otomatis
siap untuk proses on-line. Departemen pusat yang bisa melakukan sistem start
up.
Langkah-langkah prosedur sistem start-up :
• Pilih “System Startup” pada menu [SYSTEM]
• Masukkan Pasword (user dengan minimum 6 karakter dan maksimum 10
karakter) untuk sign-on ke aplikasi.
• Pilih “Proceed” untuk melanjutkan
• Bila startup untuk melanjutkan
• Bila startup berhasil akan ada pesan “System Startup Successful”
• Bila startup gagal akan ada pesan “System Startup Unsuccessful” dan user
harus memeriksa system audit trail untuk mengetahui sebab masalahnya,
setelah diketahui dan dikoreksi lakukan start-up lagi.
• Pilih “Exit” untuk mengakhiri menu startup dan melanjutkan log on ke RCC.
3.b. Transaksi Kiriman Uang Keluar (Outgoing Transaction)
1. Pelaksana Cabang Utama atau Bukan Cabang Utama
Teller menerima uang tunai dan atau Aplikasi Permohonan Untuk
Pengiriman Uang (TR 03) yang telah ditanda tangani nasabah.
Periksa kelengkapan Aplikasi Permohonan Untuk Pengiriman Uang (TR 03)
tersebut meliputi :
9 Nama dan Alamat Pengirim,
9 Nama dan Alamat Penerima,
9 Tanggal Valuta Pengiriman,
9 Jumlah Nominal dan Terbilang Yang dikirim
Periksa uang yang disetor jika dana dibayar tunai meliputi :
9 Keaslian uang dengan pemeriksaan melalui lampu ultra violet
9 Jumlah uang yang disetorkan.
Mintakan persetujuan kepada karyawan pimpinan untuk diketahui, dan
bubuhkan paraf pada samping kolom jumlah nominal.
Lakukan input jurnal sebagai berikut:
Bila Sumber Dana Tunai
(D) Kas
(K) [Link] Bagian Pengiriman Uang
Keterangan : Kiriman Uang RTGS Ke....
Bila Sumber Dana Debet Rekening
(D) Tabungan Centramas, atau
(D) Tabungan Simadu, atau
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
(D) Tabungan Centrakid, atau
(D) Giro, atau
(D) Giro Maxi
(K) Rek Perantara Bagian Pengiriman Uang
Keterangan : Kiriman Uang RTGS Ke....
Bubuhkan Stempel Teller (Teller’s Stamp atau Rubber Stamp), bila
menggunakan rubber stamp bubuhkan paraf pada stempel tersebut.
Distribusikan Aplikasi Permohonan Untuk Pengiriman Uang (TR 03) sbb:
Lembar 1, 2, 4 : Berikan pada Bagian Pengiriman Uang untuk diproses
lebih lanjut.
Lembar 3 : Kembalikan pada nasabah sebagai tanda bukti Nasabah
Petugas Pengiriman Uang menerima Aplikasi Permohonan Pengiriman
Uang (TR 03) dari Bagian Teler, buat Surat Konfirmasi Transfer RTGS untuk
dilakukan kode uji (test key) dengan Pusat Terminal Komputer (RTGS
Terminal) yang berada pada KPNO Surabaya untuk dilakukan construct data
dan approval ke RTGS Central Computer.
Lakukan konfirmasi dan buatkan reimbursement, selanjutnya distribusikan
kepada Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO
Lakukan input jurnal sebagai berikut :
(D) Rek Perantara Bagian Pengiriman Uang
(K) Rek Perantara Anggaran
Keterangan : Kiriman Uang RTGS Ke....
Bubuhkan stempel “Telah Dibukukan” pada Aplikasi Permohonan Untuk
Pengiriman Uang (TR 03) sebagai bukti input telah dilakukan.
2. Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO
Setelah menerima tembusan (reimbursement) Transfer RTGS dari Bagian
Pengiriman Uang Cabang Pelaksana (Cabang Utama), lakukan input jurnal
sebagai berikut :
Bagian Anggaran :
(D) Rek Perantara Anggaran
(K) Giro BI
Keterangan : Kiriman Uang RTGS Ke....
Lakukan rekonsiliasi saldo transaksi antar cabang dengan cara cocokkan
jumlah transaksi RTGS keluar yang terdapat pada reimbursement dengan
mutasi harian dan rekap rekening koran Bank Indonesia, jika terjadi selisih
lakukan konfirmasi dan jurnal koreksi.
3. Bagian Operator RTGS KPNO Surabaya
Terima Surat Konfirmasi Transfer RTGS untuk dilakukan kode uji ( test key )
dari Cabang.
Catat dalam buku transaksi RTGS untuk rekonsiliasi
Lakukan construct data dengan TRN IFT000000 dan approval ke RTGS
Central Computer.
Tata cara pembatalan dan atau koreksi kesalahan
Jika terjadi kesalahan atas ketidaksesuaian data identitas Bank Penerima,
identitas nasabah penerima, dan atau jumlah dana yang dikirim, lakukan
koreksi dengan cara:
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
- Lakukan pengiriman transaksi Rp. 1,00 (satu rupiah) kepada nomor
rekening 1 (satu) dengan construct data dengan TRN IFT000000 dan
approval ke RTGS Central Computer dan isi pesan perubahan identitas
Bank penerima, dan atau identitas nasabah penerima, dan atau jumlah
dana yang dikirim. Pesan dapat pula berupa permintaan pengembalian
dana.
- Lakukan pengiriman administrative message berisi pembebasan tanggung
jawab (idemnity) kepada Bank penerima.
Jika terjadi kesalahan pengiriman ganda (duplikasi) pelaksanaan instruksi
transfer, lakukan koreksi dengan cara :
- Lakukan pengiriman transaksi Rp. 1,00 (satu rupiah) kepada nomor
rekening 1 (satu) dengan construct data dengan TRN IFT000000 dan
approval ke RTGS Central Computer dan isi pesan permintaan
pengembalian dana.
- Lakukan pengiriman administrative message berisi pembebasan tanggung
jawab (idemnity) kepada Bank penerima.
Jika terjadi kesalahan karena ketidaksesuaian selain di atas, lakukan koreksi
dengan cara:
- Lakukan pengiriman administrative message berisi perubahan data dan
pembebasan tanggung jawab (idemnity) kepada Bank penerima.
3.c. Transaksi Kiriman Uang Masuk (Incoming Transaction)
1. Bagian Operator RTGS Terminal KPNO Surabaya
Terima cetakan Confirmation Advice transfer RTGS TRN IFT000000 dari
RCC
Catat dalam buku transaksi RTGS.
Buat reimbursement dan kirimkan pada cabang tertuju dan pada Divisi
Pembukuan & Keuangan KPNO untuk keperluan rekonsiliasi.
Tata cara pembatalan dan atau koreksi kesalahan
Jika terjadi kesalahan atas ketidaksesuaian atas data identitas Bank CNB,
identitas
nasabah, dan atau jumlah dana yang masuk (diterima), lakukan koreksi
berdasarkan pesan (message) yang diterima dengan cara :
- Jika tidak ada permintaan pengembalian dana
Lakukan proses seperti penerimaan uang seperti biasa dalam keadaan
normal.
- Jika ada permintaan pengembalian dana
Lakukan construct data dengan TRN IFT000000 dan approval ke RTGS
Central Computer dengan mengirim dana sesuai permintaan
pengembalian dana.
Jika terjadi kesalahan pengiriman ganda (duplikasi) pelaksanaan instruksi
transfer, lakukan koreksi berdasarkan pesan (message) yang diterima
dengan cara :
- Lakukan construct data dengan TRN IFT000000 dan approval ke RTGS
Central Computer dengan mengirim dana sesuai permintaan
pengembalian dana.
Jika terjadi kesalahan karena ketidaksesuaian selain di atas, lakukan koreksi
berdasarkan administrative message dengan cara :
- Lakukan perubahan data yang sesuai dengan data sebagaimana yang
dimaksud Bank pengirim.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
2. Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO
Setelah menerima tembusan (reimbursement) Transfer RTGS dari Bagian
RTGS KPNO Surabaya, lakukan input jurnal sebagai berikut:
(D) Giro Bank Indonesia
(K) Rek. Perantara Anggaran
Keterangan : Kiriman Uang RTGS dari....
Lakukan rekonsiliasi saldo transaksi antar cabang dengan cara cocokkan
jumlah transaksi RTGS masuk yang terdapat pada reimbursement dengan
mutasi harian dan rekap rekening koran Bank Indonesia, jika terjadi selisih
lakukan konfirmasi dan jurnal koreksi.
3. Bagian Pengiriman Uang Cabang
Terima konfirmasi kiriman uang masuk dan reimbursement dari KPNO
Surabaya
Lakukan kode uji (test key)
Lakukan input jurnal sebagai berikut:
Nasabah bank tertuju Cabang Utama, kantor Cabang Utama melakukan jurnal:
(D) Rek. Perantara Anggaran
(K) Rekening Koran
Keterangan: Kiriman Uang RTGS dari ....
3.d. Penarikan Tunai dari Rekening Bank Indonesia
1. Penarikan Tunai Ke Kantor Pusat Bank Indonesia (Untuk Peserta BI-
RTGS Wilayah Jakarta) Dalam Kondisi Normal
Lakukan construct data dan approval ke RCC (RTGS Central Computer)
sebelum melakukan transaksi penarikan uang tunai ke Kantor Pusat Bank
Indonesia Jl. H.M. Thamrin dengan menggunakan TRN (Transaction
Reference Number) BICR521 (Nomor dan Nama Rekening Bagian Kas
Thamrin) sebesar nominal penarikan dan tunggu hasil cetakan Completion
Advice pada Transmit Copy RCC.
Buat Surat Kuasa Pengambilan dan Surat Penunjukkan ke Satuan Kerja Kas
di Kantor Bank Indonesia sesuai Completion Advice.
Bubuhkan tanda tangan pejabat bank pada Surat Kuasa Pengambilan dan
Surat Penunjukkan sesuai spesimen tanda tangan pejabat yang ada pada
Kantor Bank Indonesia
Serahkan Surat Kuasa Pengambilan, Surat Penunjukkan dan Completion
Advice tersebut pada loket Bank Indonesia untuk pengambilan uang tunai
pada jam buka loket pukul 06.30 s.d. 11.00 WIB.
Lakukan input jurnal transaksi penarikan tunai sebagai berikut :
Bagian Teller:
(D) Kas Besar
(K) [Link] Anggaran
Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO:
(D) [Link] Anggaran
(K) Giro Bank Indonesia
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
2. Penarikan Tunai Ke Kantor Bank Indonesia (Untuk Peserta BI-RTGS Di
Luar Wilayah Jakarta) Dalam Kondisi Normal
Kantor Cabang yang ingin melakukan transaksi penarikan tunai, membuat
konfirmasi (reimbursement) dengan test key ke KPNO Surabaya, sebelum
melakukan transaksi.
Berdasarkan reimbursement tersebut KPNO Surabaya melakukan construct
data dan approval ke RCC dengan menggunakan TRN BICR520 (Nomor
dan Nama Rekening Kantor Bank Indonesia) sebesar nominal penarikan dan
tunggu hasil cetakan Completion Advice pada transmit copy RCC dan kirim
hasil cetakan Completion Advice (via fax) ke Kantor Cabang yang ingin
melakukan transaksi penarikan tunai untuk diproses lebih lanjut.
Kantor Cabang membuat Surat Kuasa Pengambilan dan Surat Penunjukkan
ke Satuan Kerja Kas di Kantor Bank Indonesia sesuai fax Completion Advice
dari KPNO Surabaya.
Mintakan tanda tangan pejabat bank pada surat-surat tersebut sesuai
spesimen tanda tangan pejabat bank yang ada pada Kantor Bank Indonesia.
Serahkan Surat Kuasa Pengambilan dan Surat Penunjukkan tersebut
pada loket Bank Indonesia untuk pengambilan uang tunai pada jam buka
loket pukul 06.30 s.d. 11.00 WIB beserta meterai tempel :
a) Transaksi Rp. 250.000 – Rp. 1.000.000 dengan meterai Rp. 3.000
b) Transaksi > Rp. 1.000.000 dengan meterai Rp. 6.000
Lakukan input jurnal transaksi penarikan tunai sebagai berikut :
Bagian Teller:
(D) Kas Besar
(K) [Link] Anggaran
Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO:
(D) [Link] Anggaran
(K) Giro Bank Indonesia
3. Penarikan Tunai Ke Kantor Bank Indonesia (Untuk Peserta BI-RTGS Di
Luar Wilayah Jakarta) Dalam Kondisi Gangguan/Contigency Plan
Prosedur ini dilakukan jika terjadi gangguan (Contigency Plan) pada:
Lokal RTGS-Terminal
Antara RTGS-Terminal dan RTGS-Computer Center
RTGS secara keseluruhan drop
Transaksi dilakukan oleh Kantor Bank Indonesia
Kantor Cabang menyampaikan surat yang berisi alasan terjadinya gangguan
(contigency plan) disertai Surat Pembebasan Tanggung Jawab (Indemnity)
ke Kantor Pusat Bank Indonesia.
Tuliskan jumlah penarikan pada Cek Bank Indonesia yang telah ditanda
tangani pejabat bank Kantor cabang sesuai spesimen tanda tangan pejabat
bank yang ada pada Kantor Bank Indonesia dan bubuhkan stempel
“CONTIGENCY PLAN”
Serahkan cek tersebut ke Kantor Bank Indonesia pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
Pengambilan fisik uang dilakukan di KBI pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB dengan
membawa Surat Penunjukkan dan Copy Surat Kuasa oleh Petugas
penerima kuasa.
Lakukan input jurnal transaksi penarikan tunai sebagai berikut :
Bagian Teller:
(D) Kas
(K) Rek. Perantara Anggaran
Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO:
(D) Rek. Perantara Anggaran
(K) Giro Bank Indonesia
3.e. Penyetoran Tunai dari rekening bank Indonesia
Isi kelengkapan formulir setoran Bank Indonesia (BI 101) BI-RTGS
Periksa kembali jumlah fisik uang dan nominal yang tertera pada formulir setoran
tersebut.
Serahkan pada loket Kas Kantor Bank Indonesia
Lakukan input jurnal transaksi penarikan tunai sebagai berikut:
Bagian Teller:
(D) Rek. Perantara Anggaran
(K) Kas Besar
Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO:
(D) Giro Bank Indonesia
(K) Rek. Perantara Anggaran
3.f. Sistem Penutupan (Shutdown)
1. System shutdown (penutupan) bisa dilakukan setiap saat pada hari dan
tanggal yang sama selama belum dilakukan proses akhir hari.
2. Midday shutdown (penutupan tengah hari) akan menon-aktifkan komunikasi
RTGS Terminal dan proses background sementara. Operasi bisa dilanjutkan
kembali dengan melakukan system startup lagi.
3. Endday shutdown (penutupan akhir hari) akan menon-aktifkan semua operasi
dan RTGS Terminal yang memastikan tidak bisa dilakukan proses lebih lanjut
untuk hari itu, kecuali hanya batch processing bisa dijalankan setelah end of
day shutdown.
Proses Akhir Hari
Pilih (System Shutdown) pada menu pulldown (SYSTEM)
Masukkan Password ( sesuai password sign on )
Klik pilih (End-Day) untuk penutupan akhir hari
(Proceed) untuk meneruskan fungsi ini
Klik (Yes) untuk melanjutkan dengan system shutdown, Klik (No) atau (X) pada
sudut kanan atas untuk keluar dari fungsi ini
Bila subsidiary department belum di shutdown akan ada tampilan pilihan
Shutdown all department(s), klik (Yes) untuk memaksa shutdown pada
subsidiary department dan melanjutkan proses system shutdown.
Bila sistem tidak dilog-off dari RCC akan ada tampilan pilihan Logoff from RCC,
klik (Yes) untuk memaksa sistem agar log-off dari RCC dan melanjutkan proses
system shutdown.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
Bila ada transaksi-transaksi yang belum selesai ketika end-day shutdown,
transaksi-transaksi tersebut akan ditampilkan pada layar monitor, klik (BF) untuk
memilih transaksi yang akan dibawa ke hari proses berikutnya.
Klik (Refresh) untuk membersihkan tindakan user pada tayangan daftar
transaksi.
Klik (Proceed) untuk merekam transaksi yang belum terselesaikan yang dipilih
untuk hari proses berikutnya dan berlanjut dengan proses shutdown.
Setelah klik (Proceed) akan ada tampilan
Total no of rolled over transaction :
Rolled over transactions amount :
Klik (OK) untuk memastikan transaksi yang belum terselesaikan yang dipilih
untuk hari proses berikutnya dan berlanjut dengan proses system shutdown.
Klik (Cancel) atau (X) untuk keluar dari fungsi ini dan kembali pada figur
sebelumnya.
Setelah berhasil system shutdown , akan dicetak laporan Rollover Unfinished
Transaction Summary Report.
Bila system shutdown berhasil akan muncul pesan “System Shutdown
Successful” klik (Exit) atau (X) pada sudut kanan atas untuk menutup layar.
Bila system shutdown gagal akan muncul pesan “ System Shutdown
Unsuccessful” dan lakukan pemeriksaan system audit trial untuk memastikan
penyebab masalah, setelah dikoreksi lakukan proses shutdown lagi
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
Transaksi Treasury melalui Sistem BI-RTGS:
1. Sertifikat Bank Indonesia
Divisi Treasury menerbitkan voucher Pembelian atau Pencairan Sertifikat Bank
Indonesia/Intervensi dan dikonfirmasikan ke RTGS-Terminal KPNO Surabaya untuk
dilakukan proses lebih lanjut.
Pembayaran (Penyelesaian) pemindahan dana antar pemilik rekening giro rupiah di
Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS dan penata usahaan kepemilikan Sertifikat
Bank Indonesia melalui sistem BI-SSSS.
Berdasarkan hasil konfirmasi Pembelian atau Pencairan SBI/Intervensi Divisi
Anggaran dan Pembukuan KPNO melakukan input jurnal :
Pada Saat Pembelian SBI/Intervensi :
(D) 1110.00.001 Sertifikat Bank Indonesia
(K) 1110.00.002 Giro Bank Indonesia
(K) 4600.01.001 Pendapatan Bunga SBI
(K) 2460.04.999 Pendapatan Ditangguhkan Lainnya *)
Biaya Yang Timbul dari Pembelian SBI :
(D) 5275.00.012 Biaya Administrasi Bank
(K) 1110.00.002 Giro Bank Indonesia
Pada Saat Pencairan SBI/Intervensi :
(D) 1110.00.002 Giro Bank Indonesia
(D) 2460.04.999 Pendapatan Ditangguhkan Lainnya *)
(K) 1110.00.001 Sertifikat Bank Indonesia
(K) 4600.01.001 Pendapatan Bunga SBI
*) jika jangka waktu SBI melewati akhir bulan berjalan
2. Transaksi Pasar Uang Antar Bank
a. Promes (Antar Bank Pasiva)
Bila saldo BI-RTGS tidak mencukupi, Divisi Treasury mencari dana melalui
PUAB (Pasar Uang Antar Bank) untuk menjaga saldo giro Bank Indonesia agar
tidak dibawah Giro Wajib Minimum (GWM).
Setelah ada kesepakatan, Bank Pemberi Pinjaman akan mengkredit Rekening
Bank CNB melalui proses RTGS-Terminal Bank Pemberi Pinjaman.
Pada RTGS-Terminal KPNO Surabaya akan tercetak “Confirmation Advice”
setelah proses penyelesaiannya dilakukan melalui RTGS Computer Center
sebagai bukti transaksi telah dilakukan. Bukti “Confirmation Advice" diserahkan
pada Divisi Treasury KPNO untuk diproses lebih lanjut.
Berdasarkan “Confirmation Advice” Divisi Treasury KPNO mengkonfirmasi Divisi
Operasional KPO untuk membuat Surat Sanggup (Promissiory Note) setelah
melalui proses kode uji (test key)
Selanjutnya Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO melakukan jurnal :
Pada Saat Realisasi
(D) 1110.00.002 Bank Indonesia
(K) 2430.03.001 Interbank Call Money
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
Pada Saat Jatuh Tempo
(D) 2430.03.001 Interbank Call Money
(D) 5200.02.002 Beban Bunga Interbank Call Money
(K) 1110.00.002 Bank Indonesia
Copy Surat Promes disimpan oleh Divisi Anggaan & Pembukuan KPNO sampai
dengan jatuh tempo.
b. Interbank Call Money (Antar Bank Aktiva)
Bila saldo BI-RTGS di atas saldo Giro Wajib Minimum (GWM), Divisi Treasury
akan mengelola dana dengan memberikan pinjaman antar bank melalui PUAB
(Pasar Uang Antar Bank).
Setelah ada kesepakatan, Bank CNB akan mengkredit Rekening bank peminjam
melalui proses RTGS-Terminal KPNO Surabaya dengan TRN IFTMM000.
Pada RTGS-Terminal KPNO Surabaya akan tercetak “Completion Advice”
setelah proses penyelesaiannya dilakukan melalui RTGS Computer Center
sebagai bukti transaksi telah dilakukan.
Bukti “Completion Advice" diserahkan pada Divisi Treasury KPNO untuk
diproses lebih lanjut.
Berdasarkan “Completion Advice” Divisi Treasury KPNO mengkonfirmasi Divisi
Anggaran dan Pembukuan KPNO untuk melakukan jurnal :
Pada Saat Realisasi
(D) 2430.03.001 Interbank Call Money
(K) 1110.00.002 Bank Indonesia
Pada Saat Jatuh Tempo
(D) 1110.00.002 Bank Indonesia
(K) 4600.02.002 Pendapatan Bunga Interbank Call Money
(K) 1115.02.001 Interbank Call Money
Asli Surat Sanggup disimpan oleh Divisi Anggaran & Pembukuan KPNO sampai
dengan jatuh tempo.
3. Penyelesaian Transaksi Kliring
a. Bagian Kliring Cabang
Buat reimbursement hasil kliring yang diterima masing-masing cabang dan
laporkan pada Divisi Treasury KPNO dan konfirmasikan ke petugas BI-RTGS
KPNO Surabaya.
Untuk membukukan transaksi kliring masing-masing cabang konfirmasikan pada
Divisi Anggaran dan Pembukuan KPNO dan lakukan jurnal sebagai berikut :
OFF LINE:
Untuk Penyerahan Kliring Kredit: Untuk Penyerahan Kliring Debet:
(D) Rekening Nasabah (D) Antar Cabang KPNO
(K) Antar Cabang KPNO (K) Rekening Nasabah
Untuk Penerimaan Kliring Kredit: Untuk Penerimaan Kliring Debet:
(D) Antar Cabang KPNO (D) Rekening Nasabah
(K) Rekening Nasabah (K) Antar Cabang KPNO
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
ON LINE:
Untuk Penyerahan Kliring Kredit: Untuk Penyerahan Kliring Debet:
(D) Rekening Nasabah (D) Suspend Kliring
(K) Suspend Kliring (K) Rekening Nasabah
Untuk Penerimaan Kliring Kredit: Untuk Penerimaan Kliring Debet:
(D) Suspend Kliring (D) Rekening Nasabah
(K) Rekening Nasabah (K) Suspend Kliring
Proses Tutup Kliring: Proses Tutup Kliring:
(D) [Link] Anggaran (D) Suspend Kliring
(K) Suspend Kliring (K) [Link] Anggaran
b. Bagian Operator RTGS KPNO Surabaya
Terima cetakan “ Confirmation Advice” hasil kliring dari RCC
Terima fax hasil kliring dari cabang-cabang dan catat dalam buku transaksi
RTGS
Cocokkan hasil kliring dari cabang-cabang dengan “confirmation advice “ hasil
kliring
Lakukan konfirmasi pada Divisi Treasury untuk melakukan rekonsiliasi, jika
telah cocok simpan arsip hasil kliring.
c. Divisi Treasury KPNO
Terima konfirmasi hasil kliring dari cabang-cabang dan cocokkan dengan hasil
konfirmasi dari petugas operator RTGS KPNO Surabaya
Buat rekap hasil kliring untuk mengetahui posisi saldo rekening giro CNB di
Bank Indonesia
d. Divisi Anggaran dan Pembukuan KPNO
Terima reimbursement dari cabang-cabang dan konfirmasi dari Divisi Treasury
untuk rekonsiliasi.
Lakukan input jurnal hasil kliring sebagai berikut :
Off Line : On Line :
Jika saldo kliring Kredit Debet Otomatis :
(D) Antar Cabang xx (D) Trans BI kliring
(K) Giro Bank Indonesia (K) [Link] Anggaran
Jika saldo kliring Debet Manual :
(D) Giro Bank Indonesia (D) Giro BI
(K) Antar Cabang xx (K) Trans BI kliring
Kredit Otomatis :
(D) Rek. Anggaran
(K) Trans BI kliring
Manual :
(D) Trans BI kliring
(K) Giro BI
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PROSEDUR PENGOPERASIAN Bank Indonesia-Real Time
DAN PEMBUKUAN TRANSAKSI Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB IV
Sistem Pengawasan Internal
4.a. Audit Trail
1. Fungsi Audit Trail memungkinkan user untuk melakukan pengawasan
terhadap:
• Status Transaksi
• Riwayat Transaksi
• Interbank Fuds Transfer System (IFTS) yang tidak terselesaikan
• Display/Reprint Transaksi
• Cetak Laporan Ringkasan
2. Ketika sedang diproses, transaksi-transaksi dalam sistem mendapat status
berbeda-beda. Persetujuan, penolakan, pembatalan atau perubahan yang
dilakukan akan mengubah status transaksi tersebut.
3. Untuk menjalankan fungsi-fungsi Audit Trail dilakukan langkah-langkah
• Pilih “Audit Trail” pada Menu Bar atau
• Tekan “ALT” + “A”
Status Transaksi
Fungsi ini untuk menanyakan atau mencetak status saat ini dari transaksi-transaksi
yang diinginkan serta status terakhir dari transaksi-transaksi dalam arsip. User
dapat memilih untuk menanyakan saja atau mencetak transaksi-transaksi tersebut
untuk hari kerja sekarang atau sampai 9 (sembilan) hari pemrosesan yang telah
lalu.
Riwayat Transaksi
Fungsi ini untuk menanyakan atau mencetak riwayat status selengkapnya serta
status saat ini dari transaksi-transaksi tertentu yang diinginkan.
Fungsi ini juga untuk menanyakan semua transaksi yang dikirim ulang oleh RTGS
Terminal ke RTGS Central Computer setelah terjadinya suatu kegagalan
transmisi. Ketika dikirim ulang transaksi-transaksi ini akan mendapat Input
Sequence Number (ISN).
Transaksi (IFTS) Yang Tidak Terselesaikan
Fungsi ini untuk menanyakan atau mencetak status yang tidak terselesaikan,
seperti transaksi-transaksi yang diubah, ditolak oleh Supervisor, ditunda untuk
penyelesaian akhir karena tidak cukup dana.
Cetak Ulang Transaksi
Fungsi ini untuk menanyakan atau mencetak transaksi-transaksi saat ini secara
detil atau transaksi-transaksi dari arsip. Ada pilihan user untuk hanya mendisplay
atau mencetak transaksi dari hari kerja sekarang atau sampai 25 (dua puluh lima)
hari kerja yang lalu.
Cetak Laporan Ringkasan
Fungsi ini untuk mencetak suatu ringkasan dari semua transaksi IFTS yang dikirim
dan diterima pada hari proses saat ini atau salah satu hari sampai 25 (dua puluh
lima) hari yang lalu.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
SISTEM PENGAWASAN Bank Indonesia-Real Time
INTERNAL Gross Settlement (BI-RTGS)
Fungsi ini juga mencetak ringkasan dari semua transaksi administratif yang
diterima dan dikirim serta jumlahnya. User dapat memilih mencetak daftar rekap
transaksi IFTS.
4.b. Pelaporan Kepada Manajemen
Bila diperlukan, suatu laporan mengenai hal yang terkait dengan sistem BI-RTGS
dapat dibuat dan disampaikan pada manajemen.
Laporan yang dimaksud dapat disampaikan tidak terbatas pada hal-hal yang
menjadi masalah, tetapi dapat pula berupa tindakan-tindakan pencegahan dan
pengawasan yang dianggap perlu.
Pelaporan (bila diperlukan), merupakan bentuk laporan tertulis yang dalam
penyusunannya harus mengikuti beberapa aturan meliputi tentang standar
pelaporan, sistematika laporan, materi laporan, proses dan penyampaian laporan
tersebut, yaitu sebagaimana diuraikan berikut ini:
1. Standar Pelaporan
a. Laporan dibuat secara tertulis, sitematis, serta diuraikan secara singkat dan
mudah dipahami .
b. Laporan didukung kertas kerja yang memadai, obyektif, dan konstruktif.
Semua hal yang akan dilaporkan harus didukung dengan kertas kerja yang
memadai agar dapat dipertanggungjawabkan .
Laporan harus obyektif, yang didasarkan atas fakta dilapangan serta tidak
memihak pada kepentingan tertentu
Laporan harus konstruktif agar dapat memberikan saran perbaikan.
c. Laporan ditanda tangani oleh pelaksana dan pejabat bank yang terkait.
2. Sistematika laporan
Sistematika Laporan Internal Bank CNB meliputi tujuh bab yaitu:
Bab I : Executive Summary
Bab II : Pendahuluan
Bab III : Ruang Lingkup Permasalahan
Bab IV : Metode Pelaporan
Bab V : Hasil Yang Dilaporkan
Bab VI : Kesimpulan
Bab VII : Rekomendasi
Bab VIII : Tanggapan pelaksana, pejabat terkait.
3. Materi Laporan
Isi Laporan yang termuat pada tiap bab sebagaimana dimaksud pada
sistematika laporan diatas setidak-tidaknya harus menjelaskan hal-hal
sebagaiman uraian sebagai berikut:
a. Bab I : Executive Summary
Menjelaskan secara ringkas kesimpulan atas materi (obyek) yang
dimaksudkan agar pembaca laporan dapat segera mengetahui hal-hal
penting yang dikemukakan dalam laporan.
b. Bab II : Pendahuluan
Menguraikan tiga aspek yaitu :
1) Dasar Pelaporan
Tentang dasar hukum (kebijaksanaan) dan surat tugas yang dipakai
sebagai dasar pelaksanaan tugas
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
SISTEM PENGAWASAN Bank Indonesia-Real Time
INTERNAL Gross Settlement (BI-RTGS)
2) Tujuan Pelaporan
Mennguraikan tentang tujuan dari pelaporan terhadap kegiatan
operasional sistem BI-RTGS
3) Jangka Waktu Pelaporan
Menguraikan tentang jangka waktu pembuatan pelaporan sejak
tanggal dimulainya sampai dengan berakhirnya pelaporan.
c. Bab III : Ruang Lingkup Pelaporan
Bab ini menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan ruang lingkup
pelaporan yaitu sebagai berikut :
• Tentang kebijakan dan prosedur tertulis yang dipakai oleh Bank CNB
dalam pelaksanaan operasional sistem BI-RTGS dan tentang
kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku
• Sarana dan prasarana sistem BI-RTGS, menjelaskan hasil pengecekan
atas kepatuhan Bank CNB terhadap persyaratan/ spesifikasi teknis yang
ditentukan . Terutama mengenai RT Server Utama, RT Server Back-Up,
dan RT Workstation.
• Tentang aspek sumber daya manusia yang diperiksa meliputi kecukupan
jumlah sumber daya manusia yang tersedia, aspek uraian jabatan
maupun persyaratan jabatan dibandingkan dengan ketentuan yang
ditetapkan.
• Pembagian tugas dan batas kewenangan serta penyimpangan ditinjau
dari ketentuan tertulis yang ditetapkan oleh manajemen Bank CNB
dalam operasional sistem BI-RTGS, diantaranya fungsi-fungsi penerima
warkat, validasi, construct data, pre-approval, dan final approval . Juga
menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan apabila
ditemukan pada saat pemeriksaan
• Kepatuhan Bank CNB terhadap ketentuan yang terkait dengan
operasional sistem BI-RTGS antara lain atas penggunaan standarisasi
messages, transaction reference number (TRN) dan standar koreksi.
• Aspek perlindungan konsumen yang menguraikan antara lain mengenai :
- Ketepatan/ kecepatan proses pengkreditan dana ke rekening nasabah
penerima dana
- Besarnya biaya yang dibebankan kepada nasabah
- Informasi kepada nasabah mengenai biaya yang dibebankan oleh
Bank Indonesia kepada CNB
- Waktu pelaksanaan instruksi transfer dana dari nasabah
- Penanganan pengaduan/permasalahan nasabah beserta
pengadministrasiannya
d. Bab IV : Metode Pelaporan
Menjelaskan tentang teknik yang digunakan dalam mendukung
pembuatan laporan, antara lain wawancara, pengecekan fisik bukti
transaksi ataupun pengecekan langsung melalui komputer.
e. Bab V : Hasil Pelaporan
Bab ini menjelaskan obyek-obyek yang perlu dilaporkan yang memuat
fakta, keadaan yang sebenarnya, dampak dan penyebab terjadinya
penyimpangan, serta tindak lanjut yang akan dilakukan
f. Bab VI : Kesimpulan
Berisikan kesimpulan berupa pendapat terhadap kegiatan operasional
sistem BI-RTGS.
g. Bab VII : Rekomendasi
Tentang rekomendasi yang diberikan oleh manajemen atas kelemahan
atau penyimpangan yang terjadi.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
SISTEM PENGAWASAN Bank Indonesia-Real Time
INTERNAL Gross Settlement (BI-RTGS)
h. Bab VIII : Tanggapan Pelaksana
Merupakan tanggapan yang membenarkan atau keberatan dan alasan
atas komitmen untuk melakukan perbaikan dan batas waktu pelaksanaan
perbaikan tersebut .
4. Proses Penyusunan Laporan
a. Laporan yang akan dituangkan harus dikompilasi dan dianalisis tingkat
signifikasinya .
b. Harus dikonfirmasikan dengan pelaksana untuk diketahui dan dipahami
c. Konsep laporan yang disusun dikaji terlebih dahulu agar diperoleh
keyakinan bahwa laporan telah lengkap dan benar.
5. Penyampaian Laporan
Disampaikan kepada internal manajemen Bank CNB dan kepada instansi
external yaitu Bank Indonesia, ditujukan kepada Bagian Pengawasan Sistem
Pembayaran Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.
Laporan ini ditanda tangani penanggungjawab pembuat laporan dan disertai
dengan surat pengantar yang ditandatangani oleh Direktur Kepatuhan Bank
CNB.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
SISTEM PENGAWASAN Bank Indonesia-Real Time
INTERNAL Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB V
Disaster Recovery Plan (DRP)
Untuk mengantisipasi adanya gangguan terhadap perangkat sistem informasi RTGS
disusun suatu perencanaan menghadapi kemungkinan keadaan darurat, mencakup
analisa terhadap resiko, evaluasi kebutuhan-kebutuhan penting, penetapan prioritas dan
strategi untuk recovery, penyimpanan back up data, penetapan kejelasan pihak-pihak
terkait, dan uji coba disaster recovery plan.
5.a. Pencegahan
1. Kerusakan Sistem Komputer
Untuk mencegah kerusakan pada sistem komputer yang berhubungan dengan
sistem informasi RTGS baik Terminal dan Server dilakukan pemeliharaan dan
uji coba berkala terhadap perangkat yang digunakan dan melakukan
penyediaan back up perangkat lunak & keras untuk alternatif pengganti
sewaktu-waktu dibutuhkan.
2. Sabotase
Dilakukan pembatasan para pengguna terhadap akses ke sistem komputer
RTGS, tiap-tiap pengguna (user) mempunyai password sendiri. Untuk
menjalankan sistem informasi RTGS ditetapkan kejelasan tanggung jawab
setiap pihak-pihak terkait dengan sistem kontrol ganda (dual control).
3. Gangguan Listrik
Adanya kemungkinan gangguan terhadap listrik diantisipasi dengan
penyediaan mesin genset dan pemasangan UPS pada setiap perangkat keras
RTGS, dengan pemeliharaan dan uji coba secara berkala.
4. Kebakaran, Banjir, Huru-Hara
Dalam mengantisipasi kebakaran, banjir dan huru-hara digunakan back up
semua perangkat sistem RTGS yang meliputi back up program, back up file,
dan back up perangkat keras yang disimpan dalam 2 lokasi kantor yang
berbeda (off site).
5.b. Gangguan atau Bencana
1. Gangguan Pada RCC/STO/Back-up Tidak Berfungsi
Jika terjadi gangguan pada RCC/STO/Back-up tidak berfungsi, lakukan
langkah-langkah:
• Hubungi helpdesk BI-RTGS untuk menanyakan tindakan yang perlu diambil
untuk mengatasi tidak berfungsinya mesin utama dan back-up server RTGS
akibat gangguan dan bencana alam.
• Mintakan peminjaman helpdesk BI-RTGS sementara berupa 1 (satu) unit
komputer server dan workstation untuk kelancaran operasional bank
tersebut sambil menunggu computer server pengganti dengan
mencantumkan alasannya.
• Lakukan inisialisasi dan konfigurasi sistem, dan lakukan restore data.
• Selanjutnya lakukan log on ke RCC dan cocokkan saldo BI pada display
dengan catatan, setelah cocok sistem dapat diopersikan seperti biasa.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
DISASTER RECOVERY PLAN Bank Indonesia-Real Time
(DRP) Gross Settlement (BI-RTGS)
2. Kegagalan Server RT/NT
Beberapa asumsi kegagalan server RT/NT :
a. Kegagalan RT Server terjadi saat beroperasi normal
b. Tersedia suatu server backup yang memenuhi kondisi berikut :
• Pada server backup ini tidak ada mirroring software dan data replication
feature
• Server backup ini tidak mempunyai konfigurasisistem yang sama
dengan server utama
• Pada server backup ini telah ter-install semua O/S, SQL serta aplikasi
RT Server (termasuk database) yang dioerlukan
c. Di dalam fungsi Member Control Maintenance, print options dari laporan-
laporan berikut telah set ke “YES”
• Transmit Copy
• Incoming Advice
3. Prosedur Recovery Back-up server
• Ganti server yang bermasalah dengan server backup atau dengan pusat
backup di tempat lain
• Logon ke Windows NT menggunakan “rtsuper” dan jalankan aplikasi BI-
RTGS-RT Super.
• Lakukan fungsi Restore, restore dari disket/cartridge backup hari
sebelumnya.
• Setelah restore, keluar dari aplikasi tersebut serta dari sistem Windows NT.
• Logon lagi ke Windows NT menggunakan “rtuser” dan jalankan aplikasi RT
Client & RT Super
• Lakukan fungsi Batch Processing- Reset System Files.
• Keluar dari aplikasi RT Client dan dari sistem Windows NT.
• Logon lagi ke Windows NT menggunakan “rtsuper” dan jalankan aplikasi BI-
RTGS-RT Super
• Lakukan fungsi Reset BOR Number
• Masukkan Next Available BOR Number, user boleh memilih untuk memulai
nomor BOR berikutnya mulai dari “100000”
Keluar dari aplikasi BI-RTGS-RT Super dan dari sistem Windows NT
Logon lagi ke Windows NT menggunakan “rtsuper” dan jalankan aplikasi
RT Client
Lakukan fungsi System Startup
Lakukan fungsi Department Startup
Lakukan fungsi Logon to RCC
Lakukan fungsi Member Enquiry-Member Own Totals
Lakukan fungsi Print SummaryReport
• Lakukan fungsi Retrieve Transction From RCC atas 10 transaksi terakhir
baik berdasar urutan OSN maupun urutan ISN, untuk mengindentifikasi
status transaksi-transaksi yang sedang dalam proses pada saat terjadi
kegagalan.
• Lakukan construct kembali transaksi-transaksi yang telah disetujui pada saat
kegagalan terjadi, akan tetapi acknowledgment nya belum diterima dari RCC
• Hitunglah total-total dari berbagai laporan : Transmit Copy, Pending Advice,
Confirmation Advice, dan Completion Advice
• Bandingkan total dari IFTS Completion Advice (transaksi-transaksi tanggal
valuta sekarang) terhadap nilai Member Own Totals-IFTS Recv Valued
Today, Jika terdapat perbedaan periksa laporan transaksi Retrieve From
RCC untuk transaksi-transaksi yang hilang.
• Bandingkan total dari IFTS Completion Advice (transaksi-transaksi tanggal
valuta sekarang yang di construct pada satu hari sebelumnya) terhadap nilai
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
DISASTER RECOVERY PLAN Bank Indonesia-Real Time
(DRP) Gross Settlement (BI-RTGS)
Member Own Totals-IFTS Sent 1 Day Before. Jika terdapat perbedaan,
periksa laporan transaksi Retrieve From RCC untuk transaksi-transaksi yang
hilang.
• Bandingkan total dari IFTS Completion Advice (transaksi-transaksi tanggal
valuta sekarang yang di construct pada dua hari sebelumnya) terhadap nilai
Member Own Totals-IFTS Sent 2 Day Before. Jika terdapat perbedaan,
periksa laporan transaksi Retrieve From RCC untuk transaksi-transaksi yang
hilang.
• Bandingkan total IFTS Transmit Copy (trnsaksi-transaksi esok hari) terhadap
nilai Member Own Totals-IFTS Sent Value Next Day 1. Jika terdapat
perbedaan, periksa laporan transaksi Retrieve From RCC untuk transaksi-
transaksi yang hilang.
• Bandingkan total IFTS Transmit Copy (trnsaksi-transaksi dua hari yang akan
datang) terhadap nilai Member Own Totals-IFTS Sent Value Next Day 2.
Jika terdapat perbedaan, periksa laporan transaksi Retrieve From RCC
untuk transaksi-transaksi yang hilang.
• Bandingkan total dari IFTS Pending Advice (transaksi-transaksi tanggal
valuta sekarang) terhadap nilai Member Own Totals-IFTS Queued
Transaction, Jika terdapat perbedaan periksa laporan transaksi Retrieve
From RCC untuk transaksi-transaksi yang hilang.
• Setelah melakukan rekonsiliasi, buatlah kembali transaksi-transaksi yang
diperlukan.
• Lanjutkan operasi normal RTGS.
• Lakukan fungsi Print Summary Report setelah menerima laporan-laporan
Cut off dari RCC
• Cocokkan laporan Print Summary Report dengan Cut off Position Report.
Perbedaan nilai antar kedua laporan ini harus sama dengan perbedaan
antara laporan Member Own Total dengan laporan Print Summary Report
yang dihasilkan setelah recovery dari kegagalan sistem tersebut.
• Lakukan fungsi System Shutdown dan fungsi Batch Processing
5.c. Penanggulangan
1. Penanggulangan Back-up File
Untuk mengantisipasi terhadap resiko yang akan terjadi maka perlu adanya
back-up file yang memadai meliputi :
• Melakukan back-up file seluruh transaksi-transaksi melalui sisitem BI-RTGS
yang telah dilakukan dan sedang diopersasikan.
• Back-up file data dilakukan setiap hari, mingguan dan bulanan.
• Penyimpanan (arsip) back-up file di dua tempat yaitu khasanah dan tempat
lain yang terpisah.
2. Uji Coba Back-up File
• BI memberi kesempatan bank peserta BI-RTGS untuk melakukan uji coba
mesin back-up server 2 (dua) kali dalam sebulan yaitu hari Senin minggu
pertama dan minggu kedua.
• Apabila ingin melakukan uji coba back-up server, hubungi helpdesk BI-
RTGS untuk dicatat / diinventarisir.
• Tes uji coba back-up server (biasanya dilakukan setelah cut off RCC)
• Setelah itu lakukan proses akhir hari hingga selesai
• Lakukan restor data pada mesin back-up server
• Setelah restore dijalankan pada mesin back-up server, lakukan test log on
ke RCC dengan menggunakan mesin back-up server. Apabila berhasil maka
mesin back-up server berfungsi dengan baik.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
DISASTER RECOVERY PLAN Bank Indonesia-Real Time
(DRP) Gross Settlement (BI-RTGS)
BAB VI
Perlindungan Konsumen
6.a. Ketepatan atau Kecepatan Transaksi BI-RTGS
1. Pengiriman Uang Melalui Sistem BI-RTGS
Kantor Bank CNB yang menerima aplikasi permohonan RTGS akan melakukan
kode uji (test key) ke Satuan Kerja Treasury. Setelah melakukan verifikasi atas
test key, Satuan Kerja Treasury akan melakukan transaksi RTGS melalui
RTGS Terminal Computer, dimana transaksi tersebut online dengan RTGS
Central Computer yang terdapat pada Kantor Bank Indonesia Pusat.
2. Penerimaan Kiriman Uang melalui Sistem BI-RTGS
Dana yang diterima dari transaksi RTGS akan langsung dikreditkan oleh
Kantor Pusat Operasional (wilayah kerja Surabaya) dan Kantor Cabang Utama
(wilayah kerja diluar Surabaya), pengkreditan dana tersebut dilakukan
berdasarkan test key yang diterima dari Satuan Kerja Treasury.
6.b. Pembebanan Biaya Kepada Nasabah
Layanan jasa pengiriman uang melalui Sistem BI-RTGS diperuntukkan bagi
nasabah baik perorangan maupun badan usaha. Nasabah akan dibebankan biaya
RTGS disesuaikan dengan waktu pemanfaatan layanan jasa RTGS. Biaya resmi
transaksi melalui sistem BI-RTGS diatur sebagai berikut:
a. Untuk transaksi BI-RTGS yang dilakukan pukul 08.00 s.d.14.00 WIB, biaya
dibebankan pada nasabah dengan pembagian:
Komisi untuk KPNO Surabaya
Pembebanan biaya untuk Bank Indonesia
Komisi Cabang Pengirim
b. Untuk transaksi BI-RTGS yang akan dilakukan setelah pukul 14.00 s.d. 15.00
WIB, wajib mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Satuan Kerja Treasury
KPNO.
6.c. Informasi Transparansi Layanan Jasa RTGS
Penyampaian informasi kepada nasabah mengenai layanan jasa pengiriman uang
melalui Sistem BI-RTGS disampaikan oleh petugas Customer Service dan
Marketing. Penyampaian informasi disampaikan secara lisan melalui tatap muka
atau via telephone. Informasi yang disampaikan kepada nasabah meliputi:
1. Ketentuan jumlah dana yang harus melalui Sistem BI-RTGS.
2. Waktu yang dibutuhkan dalam proses RTGS.
3. Jenis biaya RTGS.
6.d. Penanganan Pengaduan atau Permasalahan Nasabah
Bank CNB merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, oleh karena
itu Bank CNB harus dapat membangun dan menjaga kepercayaan dari
nasabahnya. Setiap pengaduan atau permasalahan yang diajukan nasabah harus
segera ditindaklanjuti mulai dari penerimaan pengaduan sampai dengan
penyelesaiannya.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PERLINDUNGAN KONSUMEN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
1. Penerimaan pengaduan nasabah
a. Pengajuan permasalahan nasabah dapat disampaikan melalui bagian
marketing atau petugas customer service sebagai petugas penerima
pengaduan.
b. Permasalahan tersebut dapat diajukan secara lisan dan atau tertulis.
1) Jika secara lisan, petugas penerima pengaduan harus mencatat dalam
register penerimaan pengaduan dan mengisi formulir Tanda Terima
Pengaduan.
2) Sampaikan kepada nasabah mengenai nomor registrasi, nama
petugas penerima, penjelasan singkat mengenai kepastian
penyelesaian masalah.
3) Pengaduan nasabah wajib diselesaikan dalam waktu 2 hari kerja, jika
melebihi batas waktu tersebut ...
4) Informasikan kepada nasabah bahwa nasabah harus mengajukan
secara tertulis dengan dilengkapi fotocopy identitas dan dokumen
pendukung sebagai bukti permasalahan.
5) Petugas penerima pengaduan harus mencatat ulang dalam register
penerimaan pengaduan dan mengisi formulir Tanda Terima
Pengaduan.
6) Pengaduan nasabah wajib diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja.
c. Pengaduan nasabah harus segera ditindaklanjuti, untuk itu sampaikan
kepada petugas Inkaso mengenai pengaduan tersebut.
d. Petugas penerima pengaduan harus memonitoring pengaduan nasabah
sampai dengan penyelesaiannya.
2. Penyelesaian pengaduan nasabah
a. Pengaduan nasabah yang diterima dari petugas penerima pengaduan
harus segera ditindaklanjuti.
b. Petugas Inkaso harus dapat memahami maksud permasalahan yang
diajukan nasabah.
c. Lakukan analisa sebab dan akibat dari permasalahan tersebut.
d. Buatlah beberapa alternatif solusi penyelesaiannya.
e. Setiap penyelesaian permasalahan harus mendapat persetujuan dari
kepala operasional dan pimpinan kantor.
f. Penyampaian hasil penyelesaian kepada nasabah dilakukan secara lisan
dan atau tertulis.
• Jika penerimaan pengaduan nasabah diterima secara lisan, maka hasil
penyelesaian disampaikan secara lisan dan atau tertulis.
• Jika penerimaan pengaduan nasabah diterima secara tertulis, maka
hasil penyelesaian disampaikan secara tertulis dengan disertai
penjelasan lisan yang cukup. Penyampaian secara tertulis harus
memuat nomor registrasi pengaduan, permasalahan yang diadukan
dan jawaban dari permasalahan.
3. Pelaporan Pengaduan Nasabah
a. Setiap pengaduan nasabah harus dibuatkan laporan yang ditujukan
kepada Satuan Kerja Pengenalan Nasabah (SKPN).
b. Pelaporan dilakukan 1 bulan sekali dan batas waktu pelaporan paling
lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
c. Laporan yang disampaikan berupa:
1) Formulir Laporan Penanganan Dan Penyelesaian Pengaduan
Nasabah (lihat petunjuk pengisian pada Kebijaksanaan dan Prosedur
Penyelesaian Pengaduan Nasabah!).
2) Formulir Tanda Terima Pengaduan.
3) Ikhtisar yang menjelaskan permasalahan mulai dari penerimaan
sampai dengan penyelesaiannya.
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PERLINDUNGAN KONSUMEN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
4) Dokumen pendukung sebagai bukti permasalahan.
d. Jika dalam periode pelaporan tidak terdapat pengaduan dari nasabah,
maka laporan tetap disampaikan dengan mencantumkan “NIHIL” pada
laporan tersebut.
4. Ketentuan Nomor Registrasi
Nomor registrasi pengaduan digunakan untuk mengidentifikasi laporan
pengaduan nasabah.
contoh : 099/KDR/XII/012/2005
1 2 3 4 5
1 Nomor Urut Pengaduan (kembali nomor 001 jika berganti Bulan)
2 Nama Kantor Penerima Pengaduan (diisi dengan nama singkatan Kantor)
3 Bulan Saat Pengaduan (diisi dengan angka romawi)
4 Kantor Asal Nasabah dan atau Perwakilan Nasabah Yang Mengadukan (diisi
kode Kantor)
5 Tahun Saat Pengaduan
Kebijaksanaan & Prosedur Operasional JASA
PERLINDUNGAN KONSUMEN Bank Indonesia-Real Time
Gross Settlement (BI-RTGS)
Lampiran
APLIKASI PERMOHONAN RTGS (TR03)
Lampiran
VOUCHER PB04, PB08 dan PB09
Lampiran
LEMBAR TEST KEY RTGS KELUAR
Lampiran
LEMBAR TEST KEY RTGS MASUK
Lampiran
LAPORAN TRANSAKSI RTGS
Lampiran
TABEL BIAYA JASA
Lampiran
FORMULIR TANDA TERIMA PENGADUAN
Lampiran
FORMULIR LAPORAN PENANGANAN DAN PENYELESAIAN PENGADUAN NASABAH
ALUR PENERIMAAN UANG SISTEM BI-RTGS
KANTOR BANK CNB KPNO BANK
PENGIRIMAN ANGGARAN INDONESIA
ACCOUNTING TREASURY
UANG PEMBUKUAN PUSAT
Konfirmasi Test Key
Via Telephone Online
RTGS Terminal RTGS Central
Computer
FAX
Berita Test Key Berita Test Key
Berita Test Key Incoming Report Incoming Report
Input pada
Sistem Internal
Sistem Internal
ALUR PENGIRIMAN UANG SISTEM BI-RTGS
KANTOR BANK CNB KPNO BANK
NASABAH PENGIRIMAN ANGGARAN INDONESIA
TELLER ACCOUNTING TREASURY
UANG PEMBUKUAN PUSAT
Berita Test Key
FAX
Berita Test Key Online
Input pada
Berita Test Key
RTGS Terminal
Konfirmasi Test Key
Via Telephone
RTGS Central
Computer
Outgoing Report Outgoing Report
Input pada
Sistem Internal
Sistem Internal
* Alur diatas merupakan transaksi dengan asal dana dari debet rekening
* Jika asal dana dari setoran tunai, maka aplikasi TR-03 lembar kedua (merah) merupakan file bagian Teller
* Tiap akhir hari kerja, bagian PU mengirim reimbuse (via FAX) mengenai rekap Laporan RTGS Keluar kepada Satuan Kerja Treasury (lihat lampiran!)
* Setiap pengiriman test key dan reimbuse via FAX harus dikonfirmasikan via telephone pada Satuan Kerja Treasury