0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan12 halaman

Interaksi Terapeutik dengan Pasien Halusinasi

Dokumen ini berisi analisis proses interaksi antara perawat dengan pasien yang mengalami halusinasi bernama Tn. M. Ringkasannya adalah: (1) Perawat melakukan interaksi dengan Tn. M untuk mengeksplorasi perasaannya dan mengingatkan cara mengontrol halusinasi, (2) Tn. M menunjukkan respons verbal dan nonverbal, (3) Tujuan interaksi adalah mengontrol halusinasi Tn. M dengan cara menghardik dan ngob

Diunggah oleh

Nada Kamilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan12 halaman

Interaksi Terapeutik dengan Pasien Halusinasi

Dokumen ini berisi analisis proses interaksi antara perawat dengan pasien yang mengalami halusinasi bernama Tn. M. Ringkasannya adalah: (1) Perawat melakukan interaksi dengan Tn. M untuk mengeksplorasi perasaannya dan mengingatkan cara mengontrol halusinasi, (2) Tn. M menunjukkan respons verbal dan nonverbal, (3) Tujuan interaksi adalah mengontrol halusinasi Tn. M dengan cara menghardik dan ngob

Diunggah oleh

Nada Kamilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STIKes Medistra Indonesia

ANALISA PROSES INTERAKSI

Disusun Oleh:

Nama mahasiswa : Nanda Ayu

NPM : [Link].068

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MEDISTRA INDONESIA
202/2021
Analisa Proses Interaksi Pada Pasien Dengan Halusinasi

Inisial Klien : Tn. M

Nama Mahasiswa : Nanda Ayu Chrismonicha Sandy

Status Interaksi P-K : Pertemuan, ke-1

Tanggal : 04 Maret 2021

Lingkungan : di bangku depan

Jam : 15.00 – 15. 20 WIB

Deskripsi Klien : Klien saat ditemui sedang duduk di tempat tidur memandangi pintu. Terlihat komat kamit sendiri, menunjuk sesuatu

yang tidak jelas. Klien mengungkapkan apa yang ia lihat, yaitu calon istrinya bernama halimah. Verbal klien agak

inkoheren, klien mengatakan melihat calon istrinya tetapi saat ditanya dimana calon istrinya, klien menjawab bahwa calon

istrinya berada di rumah.

Tujuan :
 Tujuan umum : Klien dapat mengontrol halusinasi

 Tujuan khusus: Klien dapat melakukan cakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah/mengontrol halusinasinya

Komunikasi non- Analisa berpusat Analisa berpusat


Komunikasi Verbal Rasional
verbal pada Perawat pada klien
P: “Asalamualaikum Pak M? P: tersenyum, Perawat bersikap Klien menerima Teknik komunikasi dan
kontak mata (+), caring, terbuka, Perawat sikap terapeutik sangat
menjabat tangan terapeutik. Perawat penting dalam dalam
klien merasa senang setiap interaksi. Salam
K: menengok ke untuk menghargai klien.
arah perawat,
K: “walaikum salam.. tersenyum
Menghargai klien Klien masih diam di
K: senyum samping tempat tidur
kemudian ekspresi
P: “Iya Pak, Bapak gimana datar kembali
perasaannya hari ini? Ada yang P: tersenyum Eksplorasi perasaaan Klien merasa dihargai Dengan menanyakan
dikeluhkan? P: tersenyum, klien dan karena masalah bagaimana perasaan klien,
kontak mata (+), mendengarkan respon perasaannya Perawat dapat
menyentuh pundak klien dengan sentuhan diperhatikan mengeksplorasi masalah
klien, menghadap caring apa yang sedang dihadapi
klien klien dan perlu ditangani
K: memandang ke
arah sumber suara
K: “biasa-biasa saja” mahasiswa
Memperhatikan respon Klien menjawab
K: sambil verbal dan non-verbal dengan pelan
menggerakkan klien, memberikan
kedua telapak klien waktu untuk
tangannya ke atas menceritakan
P: memperhatikan keadaannya
klien
P: “Oke..bapak suka mendengar
bisikan-bisikan dan meihat bayangan P: tersenyum, Klien mendapatkan Mengetahui kemampuan
ga? memandang klien, Evaluasi/ validasi isi kesempatan untuk klien terhadap tindakan
menyentuh pundak perkenalan dengan mengungkapkan apa yang diajarkan perawat
klien seorang perawat di yang dirasakannya pada pertemuan
K: Kepala ruang yudistira sebelumnya
menunduk

K: (diam) Klien masih


K: hanya diam saja menunduk saja
dengan kepala Mendengarkan respon
menunduk klien dengan sentuhan
P: memandang caring
klien, memegang
tangan klien
P: “Ayo, Pak M, kemarin kita Klien mendapatkan
ngapain, belajar tentang apa? Untuk P: tersenyum, kesempatan untuk Membantu mengingatkan
mencegah suara-suara muncul lagi memandang klien, mengungkapkan topik klien tentang topik pada
dan bayangan-bayangan yang bapak menyentuh tangan Memotivasi klien yang diperbincangkan pertemuan sebelumnya
lihat muncul lagi? klien untuk mengingat topik pertemuan
K: posisi pada pertemuan sebelumnya
mengarah ke arah sebelumnya
sumber suara
mahasiswa
K: “Pergi-pergi, bohong kamu suara Klien memperagakan
palsu, pergi-pergi kamu bayangan K: Klien menutup cara menghardik yang
palsu telingan kemudian telah diajarkan
menutup mata Mendengarkan dan perawat pada
P: tersenyum memperhatikan klien pertemuan
sebelumnya
Membantu meningatkan
P: “wah bagus bapak, itu namanya P: menatap Klien, klien tentang siapa cara
cara apa? tersenyum Klien memperhatikan yang diajarkan perawat
K: menunduk Mengingatkan klien perawat untuk mengontrol
kembali tentang cara halusinasi pada pertemuan
mengontrol halusinasi sebelumnya
pada pertemuan
K: “menghardik” K: memandang ke sebelumnya Klien menjawab
arah perawat, pertanyaan
P: memperhatikan
Mendengarkan klien
klien
Membantu mengingatkan
P: “wah bagus, nah terus selain klien tentang topik pada
P: memandang Klien mendapatkan
menghardik cara lain yang digunakan pertemuan sebelumnya
klien, menyentuh kesempatan untuk
untuk mencegah suara dan bayangan
pundak klien mengungkapkan topik
muncul lagi apa ayo pak? Memotivasi klien
K: posisi kepala pada pertemuan
untuk mengingat topik
menunduk, mata sebelumnya
setelah menghardik
menoleh ke arah
pada pertemuan
perawat
sebelumnya
K: mata menoleh Klien menjawab
K:” ngobrol”
ke perawat pertanyaan dari
kemudian perawat
menunduk kembali
Mendengarkan klien
P: memperhatikan
klien
Mengevaluasi kemampuan
klien bercakap-cakap
P: “ Iya benar, bapak sudah ngobrol- sesuai dengan jadwal yang
P: memandang Klien mendapatkan
ngobrol dengan teman disini belum? telah dibuat
klien, menyentuh kesempatan untuk
pundak klien, menyebutkan kembali
Menanyakan apakah
tersenyum cara lain untuk
klien sudah melakukan
K: posisi mengontrol halusinasi
cakap-cakap dengan
mengarah ke arah
orang lain sesuai pada
sumber suara
K: “Belum. Bingung ngobrol apa” jadwal yang telah
mahasiswa Klien menjawab
ditentukan di
pertemuan sebelumnya pertanyaan perawat
K: memandang ke
Klien hanya diam saat
arah perawat.
Mendengarkan klien perawat membuat
P: tersenyum,
kontrak Membuat kontrak dapat
memandang klien
P: “Baik kalau gitu kita coba latihan membuat klien
bercakap-cakap atau ngobrol kembali mengetahui apa yang akan
dengan orang lain ya? 10 menit saja Klien mendengarkan dilakukan pada pertemuan
P: memandang
bagaimana di bangku depan yuk?” perawat saat ini
klien, memegang
Membuat kontrak
tangan klien
dengan klien
K: posisi
mengarah ke arah
Memotivasi klien
sumber suara
untuk menyepakati
perawat
K: (diam) kontrak
Klien menyepakati
kontrak dengan
K: memandang ke
menganggukan
arah sumber suara
Menunggu respon klien kepala
mahasiswa,
mengangguk
P: tersenyum,
memandang klien
P: (tiba di bangku depan Memvalidasi penyebab
yudistira)“Nah, kalau di jadwal kan klien belum bercakap-
jam 13.00 dan jam 17.00 jadwal cakap dengan orang lain
bercakap-cakap dengan orang lain. Klien mulai beranjak
P: tersenyum,
Jadi bapak belum melakukannya ya. dari samping tempat
memandang klien
Tadi alasannya karena bapak bingung Mengajak klien tidur
K: posisi
mau ngobrol apa ya? beranjak dari samping
mengarah ke arah
sumber suara tempat tidur untuk
K: (diam)
perawat berkenalan

Klien hanya
K: posisi
menjawab dengan
mengarah ke arah
anggukan kepala Membantu klien untuk
sumber suara Menunggu respon klien
P: “Baik kalau gitu, coba bapak mempunyai topik yang
perawat,
berbincang-bincang dengan teman bisa digunakan saat
menganggukan
lain di sini tentang kesukaan atau bercakap-cakap dengan
kepala
hobi?” orang lain
P: tersenyum
Klien mendengarkan
perawat
P: memandang Mengajukan topik
klien, memegang untuk klien bercakap-
pundak perawat cakap dengan orang
lain lain
K: “Iya. Sus..”
K: posisi
mengarah ke arah
sumber suara
Klien menyepakati
perawat
topik yang akan klien
gunakan untuk Mengevaluasi kemampuan
Mendengarkan klien
P: “ Nah, sekarang coba bagaimana bercakap-cakap klien dalam mengajak
K: memandang
cara mengajak teman lain untuk dengan orang lain orang lain untuk bercakap-
perawat, sambil
mengobrol dengan kita dan cakap
menganggukan
membicarakan tentang hobi?”
kepala
Klien diberikan
P: memandang
kesempatan untuk
klien, tersenyum Menanyakan kembali
memperagakan
kepada klien tentang kembali cara
P: tersenyum, bagaimana cara
K: (diam) bercakap-cakap
memandang klien, mengajak orang lain dengan orang lain
K: posisi untuk bercakap-cakap
mengarah ke arah
sumber suara
Klien belum Memberikan kesempatan
perawat Menunggu respon klien mempraktekan cara
P: “Baik pak, suster contohkan kepada klien untuk
kembali yaa..Pak , saya mendengar bercakap-cakap mempraktekan kembali
suara dan melihat bayangan, dengan orang lain cara bercakap-cakap
K: menoleh ke
bagaimana kalau kita ngobrol- dengan orang lain
perawat
ngobrol. Mengobrol tentang hobi, Klien mendengarkan
P: memandang Mengulangi cara
bagaimana?..nah, coba praktekan perawat
klien bercakap-cakap dengan
Pak!”
orang lain dengan
modifikasi
K: “Pak, saya mendengar suara dan memasukkan topik
P: tersenyum, yang akan
melihat bayangan bagaimana kalau
memandang klien, diperbincangkan
kita ngobrol-ngobrol. Mengobrol Klien mempraktekan
K: posisi
tentang hobi, bagaimana? cara bercakap-cakap
mengarah ke arah
dengan orang lain Reinforcement positif
sumber suara Mendengarkan dan menunjukkan perawat
mahasiswa memperhatikan klien menghargai klien
memperagakan cara
P: “Wah bagus. Nah, Selanjutnya, mengajak orang lain
K: menggaruk- untuk bercakap-cakap
bapak dapat berbincang-bincang Klien merasa senang
garukan leher
dengan teman bapak pada jadwal dengan reinforcement
P: tersenyum,
yang sama dengan kemarin ya, jam 13 positif dari perawat
memandang klien, Memuji klien dapat
dan jam 17. Bagaimana?
memegang mencontohkan kembali
punggung klien cara bercakap-cakap
K: Iya iya dengan orang lain dan Klien menyepakati Evaluasi perasaan perlu
P: tersenyum, menyusun jadwal jadwal bercakap- dilakukan untuk
memandang klien, bercakap-cakap cakap dengan mengetahui apa yang
K: posisi anggukan kepala dirasakan klien terhadap
mengarah ke arah Menunggu respon klien tindakan yang telah
P: “Baik, kalau gitu. Sekarang sumber suara dilakukan
bagaimana perasaan bapak setelah perawat, Klien mendengarkan
kita berlatih bercakap-cakap dengan perawat
orang lain?” K: menganggukan
kepala Mengevaluasi perasaan
P: tersenyum, klien
memandang klien,

P: tersenyum,
K: “senang” memandang klien, Klien menjawab
menyentuh tangan pertanyaan perawat
klien Evaluasi objektif perlu
K: posisi Memperhatikan klien dilakukan untuk
mengarah ke arah mengetahui kemampuan
sumber suara klien terhadap tindakan
P: “Baik, kalau gitu coba bapak perawat Klien mendapat yang telah dilakukan
praktekan kembali cara mengajak kesempatan untuk
orang lain untuk bercakap-cakap K: posisi mempraktekkan
dengan kita?” mengarah ke arah Mengevaluasi klien kembali cara
sumber suara untuk mempraktekan bercakap-cakap
perawat kembali cara bercakap- dengan orang lain.
K: “Pak, saya mendengar suara dan P: tersenyum, cakap dengan orang Klien mempraktekkan
melihat bayangan bagaimana kalau memandang klien, lain kembai cara
kita ngobrol-ngobrol. Mengobrol bercakap-cakap
tentang hobi, bagaimana? P: tersenyum, dengan orang lain
memandang klien, Memperhatikan klien
P: “Wah bagus sekali pak. Bapak bisa K: menoleh kea Klien mendengarkan
melakukan cakap-cakap dengan orang rah perawat perawat Rencana tindak lanjut
lain pada jam 13 dan jam 17 ya seperti penting untuk melanjutkan
yang telah kita tetapkan bersama pada Membuat rencana intervensi yang dilakukan.
jadwal kegiatan harian bapak. K: memandang ke tindak lanjut untuk
arah perawat klien
K: “Iya iya” P: memandang Klien menjawab
klien dengan singkat sambil Membuat kontrak penting
menganggukan dilakukanagar klien
P: tersenyum, kepala menyepakati mengetahui tindakan apa
memandang klien Mendengarkan respon rencana tindak lanjut yang dilakukan pada
K: klien menoleh klien untuknya pertemuan selanjutnya
P: “Baik, kalau gitu besok suster ke perawat
kembali lagi untuk menemui Bapak Klien mendengarkan
M. Suster mau tau, Bapak M sudah perawat
bercakap-cakap dengan pasien disini K: klien menunduk
apa belum. Bagaimana ?” kembali sambil
mengangguk Membuat kontrak
P: tersenyum, selanjutnya
memandang klien
K: “Iya sus” Klien hanya Salam terminasi penting
P: tersenyum, menjawab dengan untuk mengakhiri
memandang klien singkat pertemuan dengan klien
K: tersenyum,
Mendengarkan respon
posisi mengarah ke
P: “Oke, kalau gitu. Saya pamit dulu klien
arah sumber suara
ya..sampai jumpa besok. mahasiswa Klien mendengarkan
Assalamualaikum perawat
K: menunduk dan
menganggukan
K: Wa’alaikumsalam Melakukan terminasi Klien menerima
kepala
dan mengucap salam terminasi dan
P: tersenyum,
memandang klien mengucap salam

Mendengarkan
P: tersenyum,
jawaban salam dari
memandang klien
klien
K: menoleh ke
perawat

K: menoleh ke
perawat
P: tersenyum,
memandang klien

Anda mungkin juga menyukai