SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI ROM PASIF
TERHADAP KEKUATAN OTOT
Tema : Terapi ROM Pasif Terhadap Kekuatan Otot
Sasaran : Tn.S
Pukul : 09.00-09.30 WIB
Waktu : 30 Menit
Hari/Tanggal : Minggu, 10 Januari 2021
Tempat : Rumah Tn.S
Penyuluh : Sri Lesi Setianingrum
A. Latar Belakang
Stroke merupakan suatu peyakit neurologis akut yang disebabkan oleh
gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan dapat
menimbulkan gejala yang sesuai dengan daerah otak yang terserang (Bustan,
2015). Berdasarkan American Heart Association (2013), pada tahun 2010
stroke menyebabkan kematian kurang lebih 1 dari 19 orang di Amerika
Serikat dan setiap 4 menit 1 orang meninggal dunia karena stroke.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka
kejadian Stroke di Indonesia yaitu sebesar 10,9 persen, angka itu naik
dibandingkan Riskesdas (2013) yang sebesar tujuh persen. Prevelensi Stroke
Non Hemoragik (SNH) mencapai 58.189 orang dibanding Stroke Hemoragik
(SH) yang hanya berkisar 16.415 orang. Di Jawa Tengah prevelensi Stroke
Non Hemoragik (SNH) Kabupaten Banyumas mencapai 3.295 orang,
menduduki urutan ke empat setelah Kota Semarang (8.493 orang), Kabupaten
Sragen (7.873 orang) dan Kabupaten Klaten (4.002 orang).
Stroke dapat menyebabkan kerusakan neurologis yang disebabkan adanya
sumbatan total atau parsial pada satu atau lebih pembuluh darah serebral
sehingga menyumbat aliran darah ke otak. Hambatan tersebut umumnya
disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau penyumbatan pembuluh oleh
gumpalan (clot), yang menyebabkan kerusakan jaringan otak karena otak
kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi. Stroke dapat menyebabkan berbagai
macam gangguan seperti kematian jaringan otak, penurunan tonus otot, dan
hilangnya sensibilitas pada sebagian anggota tubuh yang dapat menurunkan
kemampuan fungsi tubuh yang dikendalikan oleh jaringan tersebut (Ikawati,
2011).
B. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada Minggu, 10 Januari 2021
dengan sasaran Tn.S selama 30 menit diharapkan keluarga Tn.S dapat
menerapkan Terapi ROM Aktif dengan baik dan benar.
C. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada Minggu, 10 Januari 2021
dengan sasaran Tn.S selama 30 menit diharapkan Tn.S dapat:
1. Melakukan gerakan ROM
2. Melakukan gerakan aduksi abduksi pada ekstermitas atas
3. Melakukan gerakan fleksi ekstensi
4. Melakukan gerakan oposisi
5.
D. Kegiatan Penyuluhan
N Tahap Wak Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media
o. Kegiatan tu
1. Pembukaa 5 1. Mengucapkan Mendengarka Kata-kata
n meni salam m, menyimak
t 2. Memperkenalkan dan bertanya
diri mengenai
3. Menyampaikan perkenalan
tujuan dan pokok dan tujuan
materi jika ada yang
4. Menyampaikan kurang jelas.
pokok pembahasan
5. Kontrak waktu
2. Pelaksanaa 20 1. Penyampaian Mendengarka Demonstra
n meni materi n, menyimak, si
t 2. Menjelaskan tujuan dan bertanya
terapi ROM pasif mengenai
3. Mencontohkan hal-hal yang
gerakan belum jelas
menggenggam bola dan belum
4. Mencontohkan dimengerti.
gerakan aduksi
abduksi pada
ekstermitas atas
5. Mencohkan
gerakan fleksi
ekstensi
6. Mencontohkan
gerakan oposisi
7. Memberikan
kesempatan
bertanya
3. Penutup 5 1. Melakukan evaluasi Sasaran dapat Kata-kata/
meni 2. Meminta klien menjawab kalimat
t mempraktekan tentang
kembali terapi pertanyaan
ROM aktif yang
3. Mengakhiri diajukan
pertemuan
E. Metode Penyuluhan
1. Demonstrasi
2. Diskusi
F. Media Penyuluhan
1. Leaflet
G. Materi
Terlampir
H. Pengorganisasian
1. Moderator : Sri Lesi Setianingrum
2. Presentator : Sri Lesi Setianingrum
3. Observer : Sri Lesi Setianingrum
4. Fasilitator :-
I. Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan terkait penyuluhan kesehatan tentang Terapi ROM
Pasif terhadap kekuatan otot, sebagai berikut:
1. Evaluasi Persiapan
Persiapan yang dapat dilakukan oleh penyuluh sebelum melakukan
penyuluhan kesehatan tentang penyakit stroke, meliputi:
a. Penyuluh mencari literature yang berkaitan dengan Terapi ROM aktif
pada lansia
b. Penyuluh melakukan kontrak waktu dengan responden untuk melakukan
Terapi ROM pasif pada Lansia
c. Penyuluh memastikan kesiapan responden untuk mengikuti latihan
Terapi ROM pasif pada Lansia
2. Evaluasi Proses
Proses yang dapat dilakukan oleh penyuluh dan Tn.S saat melakukan terapi
ROM pasif, yakni kegiatan berlangsung kondusif
3. Evaluasi Hasil
Hasil yang di dapatkan pada saat dilakukan penyuluhan kesehatan sebagai
berikut:
Tn.S mampu mempraktekan gerakan terapi ROM pasif.
J. Daftar Pustaka
Susanti & Difran, N, B. (2019). Pengaruh Rage Of Motion Terhadap
Kekuatan Otot pada pasien Stroke. Surabaya. Vol 2.
LAMPIRAN
A. Pengertian
Kelemahan otot merupakan dampak terbesar pada pasien stroke.
Guna mempertahankan atau memelihara kekuatan otot, mobilitas
persendian, dan menstimulasi sirkulasi, maka diperlukan Range Of
Moution (ROM). Latihan ROM pasif adalah Perawat memberikan
motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan
sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. Hal ini
untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara
menggunakan otot-ototnya secara aktif.
Latihan ROM megenggam bola memiliki pengaruh terhadap
kelenturan otot pada tangan kanan dan kiri yang menderita stroke.
ROM ini lebih aktif dalam melakukan aktifitas fisik supaya tidak
terjadi penurunan kekuatan otot salah satu contohnya adalah
menggenggam bola.
B. Tujuan ROM
1. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Merangsang sirkulasi darah
4. Mencegah kelainan bentuk
5. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan
6. Memperlancar eliminasi Alvi dan Urin
7. Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali
normal dan dapat memenuhi kebutuhan gerak harian
8. Memberi kesempatan perawat dan pasien untuk berinteraksi atau
berkomunikasi
C. Manfaat ROM
1. Memperbaiki tonus otot
2. Meningkatkan mobilitasi sendi
3. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
4. Meningkatkan masa otot
5. Mengurangi kehilangan tulang
D. Prinsip Dasar Latihan ROM
1. ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dilatih minimal 2x sehari
2. ROM dilakukan perlahan dan hati-hati sehingga tidak
melelahkan klien
3. Dalam merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur
klien, diagnosa, tanda-tanda vital dan lamanya tirah baring
4. Bagian-bagian tubuh yang dapat dilakukan latihan ROM adalah
leher, jari lengan, siku, bahu, tumit, kaki dan pergelangan kaki
5. ROM dapat dilakukan pada semua persendian atau hanya pada
bagain-bagian yang mengalami proses penyakit atau kelemahan
6. Melakukan ROM harus sesuai waktunya, misalnya setelah
mandi atau perawatan rutin telah dilakukan
E. PEMBANGIAN RANGE OF MOTION
1. ROM Pasif
Latihan ROM pasif adalah ROM yang dilakukan klien
dengan bantuan perawat atau keluarga pada setiap gerakan
ROM. Indikasi latihan pasif adalah pasien semi koma dan tidak
sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi, tidak mampu
melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan
mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis
ekstermitas total (Curatun,dkk, 2008)
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan
ototo-otot dan persendian dengan menggerkan otot orang lain
secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakan
kaki pasien
2. ROM Aktif
Latihan ROM pasif adalah perawat memberikan motifasi,
dan membimbing pasien dalam melakasanakan pergerakan sendi
secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. Hal
ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi
dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif
F. Gerakan ROM
1. Bahu
a. Angkat lengan keatas ke arah kepala
b. Kembalikan lengan ke posisi awal
c. Gerakkan lengan ke belakang tubuh dengan posisi tetap lurus
d. Angkat lengan ke samping dengan telapak tangan kearah atas
e. Kembalikan posisi lengan kearah tubuh
f. Tekuk siku dan gerakkan ke depan
g. Tekuk siku dan gerakkan kearah atas ke belakang
h. Gerakkan bahu dengan lingkaran penuh
2. Siku
a. Tekuk siku sehingga sejajar dengan lengan atas
b. Luruskan siku keposisi awal
c. Luruskan siku sejauh mungkin
3. Lengan Bawah
a. Putar lengan bawah dengan posisi tangan terbuka ke atas
b. Putar lengan bawah dengan posisi tangan terbuka ke bawah.
4. Pergelangan Tangan
a. Gerakkan telapak tangan ke bawah
b. Gerakkan telapak tangan sejajar dengan lengan bawah
c. Gerakkan tangan ke atas kearah bahu
d. Tekuk pergelangan tangan ke arah dalam
e. .Tekuk pergelangan tangan ke arah luar
5. Jari
a. Kepalkan tangan .
b. Luruskan jari/terbuka
c. Tekuk jari ke belakang
d. Jauhkan masing-masing jari
e. Gabung jari secara bersama-sama
6. Ibu Jari
a. Gerakkan ibu jari kearah telapak tangan
b. Gerakkan kembali ibu jari menjauh
c. Gerakkan ibu jari ke samping
d. Gerakkan ibu jari ke dalam
e. Sentuh jari-jari dengan ibu jari
7. Kaki
a. Gerakan mengangkat kaki
b. Gerakan meneurunkan kaki
c. Gerakan kaki ke samping
d. Gerakan memutar kaki ke dalam
e. Gerakan memutar kaki ke luar
f. Gerakan oposisi