Perkembangan Software Global 2020
Perkembangan Software Global 2020
Dosen pembimbing :
[Link]
UNIVERSITAS IBRAHIMIY
Sukorejo-Situbondo
2019-2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada
waktunya yang makalah yang membahas ‘’Rekayasa Perangkat Lunak”. Makalah ini berisikan
tentang perkembangan software terhadap global dimana khususnya membahas “Rekayasa
Perangkat Lunak” yang digunakan sangat luas dan berbagai forum publik lainnya.
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang “Rekayasa
Perangkat Lunak”. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha.
Kata pengantar..................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMAHASAN
PENUTUP
A. Kesimpulan ..........................................................................................
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang
dengan sangat pesat. Berbagai kemudahan memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia
dapat kita nikmati dalam hitungan detik. Pada saat " Zaman Batu " teknologi informasi dan
komunikasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin, kini telah menjadi kenyataan. Dengan
teknologi yang luas ini kita harus dapat memanfaatkannya.
Diantara teknologi informasi yang hampir disetiap tempat kita temukan adalah computer.
Sekarang computer sangat berkembang pesat hampir setiap tahun computer selalu mengalami
[Link] bisa menggunakan computer dimana saja dirumah, dikafe, disekolah, dan
ditempat lainnya. Sedangkan model dan design dari computer itu sendiri juga mengalami
perkembangan. Dulu apabila orang ingin menggunakan computer maka hanya bias dikantor atau
dirumah, kalau sekarang mereka bias menggunakan computer tersebut dimana saja yang mereka
inginkan.
Software yang kita gunakan sekarang ini tidak serta merta muncul begitu saja melainkan melalui
proses yang panjang dalam evolusinya. Hal ihwal munculnya komputer mungkin dapat dilihat
dalam kilas balik sejarah sejak digunakannya Abacus ditemukan di Babilonia (Irak) sekitar 5000
tahun yang lalu – sebagai alat perhitungan manual yang pertama, baik di lingkup sekolah
maupun kalangan pedagang, saat itu. Pada periode selanjutnya telah banyak ditemukan alat-alat
hitung mekanikal sejenis yaitu Pascaline yang ditemukan oleh Blaine Pascal pada tahun 1642,
Arithometer oleh Charles Xavier Thomas de Colmar pada tahun 1820, Babbage’s Folly oleh
Charles Babbage pada tahun 1822, dan Hollerith oleh Herman Hollerith pada tahun 1889.
Kesemuanya masih berbentuk mesin sepenuhnya tanpa tenaga listrik. Ukuran dan kerumitan
strukturnya berdasarkan atas tingkat pengoperasian perhitungan yang dilakukan. Barulah pada
tahun 1940, era baru komputer elektrik dimulai sejak ditemukannya komputer elektrik yang
menerapkan system ajabar Boolean.
B. Tujuan Penulisan
Adapun maksud penulis memilih judul software komputer adalah untuk mengetahui
perkembangan teknologi dari pertama ditemukan sampai sekarang, dan meningkatkan ilmu
pengetahuan dalam bidang teknologi informasi khususnya dalam badang software komputer.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SOFRTWARE
Software disebut dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa perintah yang
dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya. Perangkat lunak ini
merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta
arsip lainnya.
Kebanyakan masyarakat saat ini membagi komputer menjadi dua bagian . Bagian pertama adalah
hardware yang merupakan perangkat fisik yang ada di dalam komputer. Dan bagian yang kedua
adalah software komputer, yang memberitahukan hardware mengenai apa yang harus dilakukan
dan bagaimana melakukannya.
Sebagian besar dari software komputer dibuat oleh programmer dengan menggunakan bahasa
pemrograman. Programer menuliskan perintah dalam bahasa pemrograman seperti layaknya
bahasa yang digunakan oleh orang pada umumnya dalam melakukan perbincangan. Perintah-
perintah tersebut dinamakan “Source Code”. Program komputer lainnya dinamakan Compiler
yang digunakan pada source code, dan kemudian mengubah perintah tersebut ke bahasa yang
dapat dimengerti oleh komputer. Dan hasilnya dinamakan program executable (EXE).
B. JENIS-JENIS SOFTWARE
Secara umum, ada dua jenis software. Pertama adalah software aplikasi. Software aplikasi adalah
software yang dibuat untuk tujuan atau kepentingan spesifik, contohnya Notepad untuk teks
editor, Winamp untuk memutar file audio, dan sebagainya. Kedua adalah software sistem.
Software sistem adalah software yang menjadi tempat semua software aplikasi berjalan .
Contohnya adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan sebagainya.
Menurut cara memperolehnya (harga beli dan legalitas), software dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis. Jenis pertama adalah freeware. Software yang bersifat freeware dapat digunakan
tanpa biaya, namun masih memiliki batasan atas hak cipta pengguna.
Jenis yang kedua adalah shareware. Shareware adalah software yang dapat digunakan tanpa
biaya dalam jangka waktu tertentu. Setelah jangka waktu tersebut selesai, pengguna diberi
pilihan, apakah akan melanjutkan menggunakan software tersebut (dengan konsekuensi
membayar) atau tidak menggunakan lagi software tersebut. Beberapa contoh dari shareware ini
misalnya StyleXP, Window Blinds, WinRAR, dan sebagainya.
Ketiga, propietary software. Intinya, propietary software itu hampir sama dengan barang yang
bisa kita beli di pasar. Jika kita ingin menggunakannya, kita harus membelinya. Propietary
software sangat dibatasi oleh hak cipta.
Jenis keempat yang mulai populer adalah open source software. Berbeda dengan jenis software
sebelumnya, open source software memberikan kebebasan kepada kita untuk menggunakan,
mengubah sesuai dengan kebutuhan, dan medistribusikan kembali, baik software aslinya maupun
yang telah kita ubah. Berikut nama software dan penggunaannya :
Dibagi dalam beberapa era yaitu Era Pioneer, Stabil, Mikro, dan Modern. Berikut adalah Sejarah
Perkembangan Software Komputer :
1. Era Pioneer.
Pada Era Pioneer ini bentuk software komputer pada awalnya adalah sambungan-sambungan
kabel ke antar bagian dalam komputer, Cara dalam mengakses komputer adalah menggunakan
punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara
langsung, sebuah program digunakan untuk sebuah mesin tertentu dan untuk tujuan tertentu.
2. Era Stabil.
Pada Era Stabil ini baris-baris perintah software komputer yang dijalankan oleh komputer bukan
lagi satu-satu, tapi sudah banyak proses yang di lakukan secara bersamaan (multi tasking).
Software Komputer pada era ini juga mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) dan
secara cepat/langsung (real time). Di era ini jugalah mulai di kenal sistem basis data, yang
memisahkan antara program dan data .3
3. Era Mikro.
Pada Era Mikro ini software komputer dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu Software
Sistem (Windows, Linux, Machintos, dll), Software Aplikasi ([Link],OpenOffice, dll) dan
Languange Software/Bahasa Pemograman (Assembler, Visual Basic, Delphi, dll)
4. Era Modern.
Pada Era Modern ini software komputer tidak hanya untuk sebuah komputertetapi sebuah
handphone pun telah di lengkapi dengan sebuah software sistem seperti Android, Symbian, dll.
Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh software komputer pun semakin meningkat, selain
permasalahan teknis, software komputer sekarang juga mulai bisa mengenal suara dan gambar.
Jika kita amati sekarang ini gerakan Open Source sudah mulai merambah di Indonesia yang
identik dengan Sistem Operasi Linux. Open Source yang akrab terdengar di telinga orang-orang
TI dapat dikatakan sebagai source code yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari
maupun ikut mengembangkan. Source Code ini disertakan dengan distribusi paket software yang
sudah jadi (hasil kompilasi) sehingga pembeli ataupun pengguna software dapat membedah
software tersebut sesuai dengan keperluanya. Bahkan dapat ikut memperbaiki Bug atau
kesalahan logika dalam software tersebut.
Salah satu Open Source yang sangat terkenal yaitu sistem operasi linux, setiap distribusinya
vendor selalu menyertai source kode [Link] hal yang perlu ditekankan bahwa software open
source tidak selalu gratis tetapi ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli software
[Link] contoh Sistem Operasi RedHat Linux yang dapat dibeli dengan harga yang
murah. Lalu apa bedanya Sistem Operasi Open Source dengan Sistem Operasi Close Source
seperti yang dipunyai pak Bill Gates?
Pada software yang Close Source, paket software tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh
pembuat/vendor software [Link] software yang Open Source dapat didistribusikan
secara bebas oleh siapapun. Tujuan Open Source ini sebenarnya ingin menghilangkan
ketergantungan vendor software, dimana vendor dapat bertindak seenaknya bisa saja vendor
menyisipkan kode-kode yang dapat membahayakan software aplikasi lain termasuk juga
menaikkan harga lisensi.
Dalam banyak kasus, bila terjadi Bug dalam software yang Close Source pengguna sangat
tergantung kepada vendor yang harus menunggu update untuk memperbaikinya. Seringkali
vendor kurang cepat merespons perkembangan terkini dan permintaan pengguna.
Bagaimana dengan Open Source?Ya, Open Source adalah salah satu solusi yang menjanjikan
saat ini bagi suatu [Link] dapat membelinya dengan biaya yang jauh lebih
murah dan perbaikan maupun keperluan software tersebut dapat dilakukan oleh staf TI
perusahaan itu sendiri. Sehingga apa yang terjadi? Dengan software yang open source dapat
mendorong semangat tenaga-tenaga TI untuk mempelajari source code tersebut, dapat
menganalisa dimana kelemahan software, apa sesungguhnya proses yang berlangsung dalam
kerja software, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan software yang ditemui. Atau
yang lebih ekstrim adalah memodifikasi software sedemikian rupa agar lebih ergonomis pas
digunakan sesuai dengan keperluan.
Apa hubungannya dengan perkembangan software di Indonesia? Kita lihat India, ekspor
software dan ekspor tenaga TI sangat mendominasi negara [Link] ini India telah menduduki
urutan kedua setelah US dalam ekspor [Link]-perusahaan software di India
tumbuh dengan subur karena produk/software lokal mereka mendapat tempat di pasar dalam
negeri. Secara otomatis jika software lokal diterima oleh pasar dalam negeri maka pemerintah
dapat mengurangi penggunaan devisa negara dan mengurangi tingkat ketergantungan impor
teknologi atau software dan tenaga ahli, meningkatkan kapasitas tenaga TI dalam negeri, dan
membuka kesempatan kepada industri pengembang software lokal. Sehingga dengan adanya
peningkatan kapasitas tenaga TI dan kualitas produksi software maka negara ini mampu
melempar keluar hasil produksi dan tenaga TI-nya ke pasar luar [Link] hal ini
terjadi di Indonesia?
Open Source secara tidak langsung mendorongan tenaga TI tidak hanya menjadi End User yang
hanya mampu memanfaatkan hasil kerja orang lain. Dengan demikian jika tenaga TI negeri kita
hanya berlaku sebagai End User maka bidang TI negara kita akan tertinggal dengan negara-
negara lain. Maka dengan adanya Open Source dapat dipelajari source code software dan dapat
menganalisa teknik yang digunakan dalam pembuatan software tersebut yang nantinya
pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang aplikasi yang berguna.
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan
sistem yang lama secara keseluruhan/memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama
perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu :
1. Model Waterfall
Waterfall merupakan salah satu metode dalam SDLC yang mempunyai ciri khas
pengerjaan setiap fase dalam watefall harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum
melanjutkan ke fase selanjutnya. Artinya fokus terhadap masing-masing fase dapat
dilakukan maksimal karena tidak adanya pengerjaan yang sifatnya paralel.
Proses menjadi lebih teratur, urutan proses pengerjaan menggunakan metode ini menjadi
lebih teratur dari satu tahap ke tahap yang selanjutnya.
Dari sisi user juga lebih menguntungkan karena dapat merencanakan dan menyiapkan
seluruh kebutuhan data dan proses yang akan dipperlukan.
Jadwal menjadi lebih menentu, jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti.
Sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program. Dengan adanya
urutan yang pasti, dapat dilihat pula progress untuk setiap tahap secara pasti.
B. Model Prototipe
Proto type adalah suatu proses yang memungkinkan developer membuat sebuah model
software,metode ini baik digunakan apabila client tidak bisa memberikan informasi yang
maksimal mengenai kebutuhan yang diinginkannya. Seringkali seorang customer sulit
menentukan input yang lebih terinci, proses yang diinginkan dan output yang diharapkan hal
tersebut menyebabkan developer tidak yakin dengan efisiensi alogoritma yang di buatnya,
sehingga sulit dalam menyesuaikan sistem operasi, serta interaksi manusia dan mesin yang harus
diambil. Dalam hal seperti ini, pendekatan prototype untuk software engineering merupakan
langkah yang terbaik.
Secara ideal prototype berfungsi sebagai subuah mekanisme untuk mengidentivikasi kebutuhan
software, bila prototype yang sedang bekerja dibangun pengembangannya harus
menggunakan fragmen-fragmen program yang ada atau mengaplikasikan alat-alat bantu
(contohnya : report generator, window manager dll) dimana memungkinkan program yang
bekerja untuk dimunculkan secara cepat. Prototype dibedakan menjadi 2, yaitu :
[Link] Prototype
[Link] Prototype
Komunikasi terlebih dahulu yang dilakukan antara pelanggan dengan tim pemgembang
perangkat lunak mengenai spesifikasi kebutuhan yang diinginkan.
Akan dilakukan perencanaan dan pemodelan secara cepat berupa rancangan cepat(quick
design) dan kemudian akan memulai konstruksi pembuatan prototype.
Prototipe kemudian akan diserahkan kepada para stakeholder untuk dilakukan evaluasi
lebih lanjut sebelum diserahkan kepada para pembuat software.
Pembuatan software sesuai dengan prototype yang telah dievaluasi yang kemudian akan
diserahkan kepada pelanggan.
Jika belum memenuhi kebutuhan dari pelanggan maka akan kembali ke proses awal
sampai dengan kebutuhan dari pelanggan telah terpenuhi
Sedangkan proses-proses dalam model prototyping secara umum adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan kebutuhan
developer dan klien akan bertemu terlebih dahulu dan kemudian menentukan tujuan umum,
kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya
2. Perancangan
perancangan dilakukan dengan cepat dan rancangan tersebut mewakili semua aspek software
yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype
3. Evaluasi Prototype
klien akan mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan
software.
Tahapan-tahapan Prototype
Selain itu, untuk memodelkan sebuah perangkat lunak dibutuhkan beberapa tahapan di dalam
proses pengembangannya. Tahapan inilah yang akan menentukan keberhasilan dari sebuah
softwareitu .Pengembang perangkat lunak harus memperhatikan tahapan dalam metode
prototyping agar software finalnya dapat diterima oleh penggunanya. Dan tahapan-tahapan
dalam prototyping tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan kebutuhan
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berpusat pada penyajian
kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan contoh outputnya).
3. Evaluasi protoptyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai
dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah keempat akan diambil. Jika tidak,
maka prototyping diperbaiki dengan mengulang langkah 1, 2 , dan 3.
4. Mengkodekan system
Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa
pemrograman yang sesuai.
5. Menguji system
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum
digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian
arsitektur dan lain-lain.
6. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan .
Jika sudah, maka langkah ketujuh dilakukan, jika belum maka mengulangi langkah 4 dan 5.
7. Menggunakan system
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan
Kelebihan prototyping :
Kelemahan prototyping :
1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum
mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan
kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan
algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih
cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan
sebuah kerangka kerja(blueprint) dari sistem .
3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan
teknik perancangan yang baik dan benar.
Rapid Application Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan software
sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Model RAD ini
merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier di mana
perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen.
Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan
menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira
60 sampai 90 hari). Karena dipakai terutama pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD
melingkupi fase – fase sebagai berikut : bussiness modeling, data modeling, process modeling,
application generation dan testing and turnover.
1. Bussiness modeling
Aliran informasi di antara fungsi – fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab
pertanyaan – pertanyaan berikut : informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? Informasi
apa yang di munculkan? Siapa yang memunculkanya? Ke mana informasi itu pergi? Siapa yang
memprosesnya?
2. Data modeling
Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modelling disaring ke
dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik
(disebut atribut) masing – masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek – objek
tersebut didefinisikan.
3. Prosess modelling
Aliran informasi yang didefinisikan di dalam fase data modeling ditransformasikan untuk
mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran
pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali
sebuah objek data.
4. Aplication generation
RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. Selain menciptakan perangkat lunak
dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih
banyak memproses kerja untuk memkai lagi komponen program yang ada ( pada saat
memungkinkan) atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi (bila perlu). Pada semua
kasus, alat – alat bantu otomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
Kelebihan RAD
Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya ketimbang
mengembangkan sendiri.
Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses pembuatan lebih
banyak menggunakan potongan-potongan script.
Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih
mengerti akan sistem yang dikembangkan.
Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang pada saat yang
bersamaan.
Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan wizard.
Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim secara
keseluruhan.
Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-alat bantuan
(CASE tools).
Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena cenderung
mengabaikan kualitas.
Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan software-software pendukung.
Kelemahan RAD
D. Model Spiral
Spiral model dibagi menjadi beberapa framework aktivitas, yang disebut dengan task
regions. Kebanyakan aktivitas-aktivitas tersebut dibagi antara 3 sampai 6 aktivitas.
Berikut adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam spiral model:
1. Customer communication.
Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif antara developer
dengan user / customer terutama mengenai kebutuhan dari customer.
2. Planning.
Aktivitas perencanaan ini dibutuhkan untuk menentukan sumberdaya, perkiraan waktu
pengerjaan, dan informasi lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan software.
3. Analysis risk.
Aktivitas analisis resiko ini dijalankan untuk menganalisis baik resiko secara teknikal
maupun secara manajerial. Tahap inilah yang mungkin tidak ada pada model proses yang
juga menggunakan metode iterasi, tetapi hanya dilakukan pada spiral model.
4. Engineering.
Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun 1 atau lebih representasi dari aplikasi
secara teknikal.
Aktivitas yang dibutuhkan untuk develop software, testing, instalasi dan penyediaan
user / costumer support seperti training penggunaan software serta dokumentasi seperti
buku manual penggunaan software.
6. Customer evaluation.
Aktivitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan feedback dari user / customer berdasarkan
evaluasi mereka selama representasi software pada tahap engineering maupun pada
implementasi selama instalasi software pada tahap construction and release.
1. Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.
2. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius
jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
3. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolut
E. PERKEMBANGAN INTERNET
Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru,
market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul
bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi
masyarakat, yaitu interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah
memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/ industri
maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi
operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta
sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha
dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya. Perkembangan teknologi informasi internet
telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya teknologi
internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang primitif menuju
masyarakat modern. dampak positif dari sebuah teknologi internet di indonesia yanitu
dapat memudahkan pencarian informasi, artikel, lowongan pekerjaan, dan masih banyak
lagi. Tetapi disamping ada sisi positifnya juga tidak terlepas dari sisi negatif antara lain
membuat manusia menjadi malas. Jika kita mengambil contoh dalam kehidupan sehari-
hari seperti penjualan online/Bisnis Online (e-commerce), pendafataran masuk perguruan
tinggi online, pendaftaran CPNS online, itu semua juga berkat dari perkembangan
teknologi internet di indonesia. Hampir sebagian besar aktifitas masyarakat di indonesia
sudah mulai menggunakan teknologi internet. Bahkan layanan internetpun sudah mulai
merambak kepelosok desa, contoh saja sekarang warnet mulai bermunculan di setiap kota
di indonesia.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Software adalah kumpulan dari pada intruksi atau statement yang di susun secara logis dan
berbentuk kode yang hanya dapat di mengerti oleh komputer. Diantara teknologi informasi yang
hampir disetiap tempat kita temukan software. Sekarang software sangat berkembang pesat
hampir setiap tahun software selalu mengalami perkembangan.. Sedangkan model dan design
dari software itu sendiri juga mengalami perkembangan.
Perkembangan internet banyak sekali manfaatnya dalam segala aspek kebutuhan sehari-hari
masyarakat. Salah satu yang diuntungkan dengan perkembangan ini adalah proses bisnis.
Perkembangan informasi telah melahirkan proses bisnis baru yang seluruhnya bergantung pada
jaringan internet. Perkembangan ini selain membawa dampak baik namun ternyata juga
membawa dampak buruk. Banyak kejahatan-kejahatan yang berbasiskan internet terjadi setiap
tahunnya. Banyak korban yang tidak menyadari akan dampak negatif dari pesatnya
perkembangan serta kemajuan internet. Kerugian yang terjadi dapat berupa materi ataupun non
materi. Namun kejahatan dalam dunia maya tersebut bukan ada tanpa pencegah. Berbagai
metode keamanan terus dikembangkan untuk meminimalisir serta dibentuk dan telah
diberlakukannya hukum mengenai Undang-undang mengenai tindak kejahatan yang dikenal
sebagai CYBERCRIME ini, Untuk itu perlu adanya kerjasama antara lembaga aparat penegak
hukum dan masyarakat untuk ikut serta menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh serangan
berbasiskan internet
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
penanganannya/
[Link]
software/
Software Komputer