0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan2 halaman

Prinsip Kerja Variabel Speed Drive

Variabel speed drive (VSD) atau inverter digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor AC dan DC dengan mengubah frekuensi tegangan masukan. Ia mengubah tegangan AC menjadi DC, kemudian DC menjadi AC kembali dengan frekuensi yang diinginkan menggunakan teknik pulse width modulation untuk menghasilkan gelombang sinusoidal output dengan harmonis rendah. VSD umumnya digunakan untuk menyesuaikan kecepatan dan torsi motor, menghemat

Diunggah oleh

FadilAfdhal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan2 halaman

Prinsip Kerja Variabel Speed Drive

Variabel speed drive (VSD) atau inverter digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor AC dan DC dengan mengubah frekuensi tegangan masukan. Ia mengubah tegangan AC menjadi DC, kemudian DC menjadi AC kembali dengan frekuensi yang diinginkan menggunakan teknik pulse width modulation untuk menghasilkan gelombang sinusoidal output dengan harmonis rendah. VSD umumnya digunakan untuk menyesuaikan kecepatan dan torsi motor, menghemat

Diunggah oleh

FadilAfdhal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Variabel Speed Drive (VSD)

Variabel speed drive secara umum


Pada umumnya variabel speed drive atau bisa disebut dengan inverter adalah
peralatan yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor. Penggunaan VSD bisa
untuk mengaplikasikan motor AC maupun DC. Akan tetapi istilah inverter sering digunakan
untuk aplikasi motor AC. Inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur
kecepatan putaran motor. Jadi dengan memainkan perubahan frekuensi tegangan yang masuk
pada motor, maka kecepatan putaran motor akan berubah. Karena itu inverter disebut juga
variable speed drive.
Kecepatan putaran medan stator dapat di ditentukan dengan menggunakan rumus:
ns = 120 . f / p
Dimana :
ns = Kecepatan putaran medan stator
120 = Konstanta
f = Ferekuensi ( Hz )
P = Jumlah Kutup Motor ( Pole )
Untuk mengubah tegangan AC menjadi DC dibutuhkan penyearah (converter AC-DC)
dan biasanya menggunakan penyearah tidak terkendali (rectifier dioda) namun juga ada yang
menggunakan penyearah terkendali (thyristor rectifier). Setelah tegangan sudah diubah
menjadi DC maka diperlukan perbaikan kualitas tegangan DC dengan menggunakan tandon
kapasitor sebagai perata tegangan. Kemudian tegangan DC diubah menjadi Politeknik Negeri
Sriwijaya 6 tegangan AC kembali oleh inverter dengan teknik PWM (Pulse Width
Modulation). Dengan teknik PWM ini bisa didapatkan amplitudo dan frekuensi keluaran
yang diinginkan. Selain itu teknik PWM juga menghasilkan harmonisa yang jauh lebih kecil
dari pada teknik yang lain serta menghasilkan gelombang sinusoidal, dimana kita tahu bahwa
harmonisa ini akan menimbulkan rugi-rugi pada motor yaitu cepat panas. Maka dari itu
teknik PWM inilah yang biasanya dipakai dalam mengubah tegangan DC menjadi AC
(Inverter). Pada umumnya VSD (Variable Speed Drive) digunakan untuk melakukan berikut
ini:
1. Menyesuaikan kecepatan pengendali dengan keperluan kecepatan proses.
2. Menyesuaikan torque (kopel/torsi) pengendali dengan keperluan kopel proses.
3. Menghemat energi dan meningkatkan efisiensi.
Prinsip kerja variable speed drive

Prinsip Kerja VSD Prinsip kerja dari variabel speed drive yang sederhana adalah sebagai
berikut:
1. Tegangan yang masuk dari jala- jala 220/380 volt dan frekuensi 50 Hz merupakan
tegangan arus bolak-balik (AC) dengan nilai tegangan dan frekuensi yang konstan. Kemudian
tegangan dan frekuensi yang masuk dialirkan ke board Rectifier/ penyearah DC, dan
ditampung ke kapasitor bank. 1 Deni Nurul Huda. 2012. Pengujian Untuk Kerja Variable
Speed Drive VF-S9 Dengan Beban Motor Induksi 3 fasa 1 Hp
2. Untuk meratakan tegangan DC, maka tegangan dimasukkan ke DC link. Komponen yang
terdapat pada DC link berupa kapasitor atau induktor.
3. Tegangan DC kemudian diumpankan ke board inverter untuk dijadikan AC kembali
dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Jadi dari DC ke AC yang komponen utamanya adalah
Semikonduktor aktif seperti IGBT. Dengan menggunakan frekuensi carrier (bisa sampai 20
kHz), tegangan DC dicacah dan dimodulasi sehingga keluar tegangan dan frekuensi yang
diinginkan.

Anda mungkin juga menyukai