III.
Dasar Teori
Gas chromathography (GC) adalah metode pemisahan yang digunakan untuk menganalisis
senyawa yang mudah menguap atau senyawan yang mudah diuapkan. Senyawa yang mudah
terdegradasi oleh panas tidak dapat dianalisis dengan metode ini. Mass specrometri (MS) adalah
suatu metode analisis instrumental yang dipakai untuk identifikasi dan penentuan struktur dari
komponen sampel dengan cara manunjukkan massa relative dari molekul komponen dan massa
relative hasil pencahayaannya.
Gas Chromatography-Mass Spectrometer merupakan gabungan metode analisi antara GC
dan MS. Dalam hal ini GC hanya berfungsi sebagai sarana pemisahan tanpa dilengkapi dengan
detector sebagaimana GC pada umumnya, tetapi yang berfungsi sebagai detektornya adalah MS.
Kemampuan dan aturan pemisahanya akan mengikuti aturan pada GC, demikian pula aturan
fragmentasi dan pola spektrum massa akan mengikuti aturan MS. Dengan adanya gabungan
kedua metode tersebut akan memberikan keuntungan yang lebih baik karena senyawa yang telah
terpisahkan oleh GC dapat langsung dideteksi oleh MS. Detektor MS untuk Kromatografi gas
mempunyai beberapa keuntumgan, antara lain yaitu penggunaan senyawa yang telah diketahui
isotopnya sebagai standar meningkatkan ketelitian analisis serta pada resolusi tinggi dapat
menentukan komposisi dasar dari senyawa yang dianalisis. Dengan adanya penggabungan kedua
alat tersebut makan GC-MS mampu memisahkan komponen-komponen dalam suatu analit
sekaligus menentukan jenis komponen tersebut melalui spektrum massa.
Prinsip kerja GC-MS adalah sampel berupa cairan diinjeksikan ke dalam injector
kemudian diuapkan. Sampel yang berbentuk uap dibawa oleh gas pembawa menuju kolom untuk
proses pemisahan. Setelah terpisah, masing-masing komponen akan melalui ruang pengion dan
dibombardir oleh electron sehingga terjadi ionisasi. Fragmen-fragmen iona yang dihasilkan akan
ditangkap oleh detector dan dihasilkan spektrum massa.
Komponen dari GC-MS terdiri dari 4 komponen utama yaitu :
1. Gas Chromatogaraphy
Prinsip mekanisme kromatografi gas adalah cuplikan diinjeksikan ke dalam injector
kemudian diuapkan hingga cuplikan berubah menjadi uap atau gas. Cuplikan yang
berbentuk gas dibawa oleh gas pembawa dengan laju alir yang konstan masuk dalam
kolom pemisah. Komponen-komponen sampel akan terpisahkan pada saat melewati
kolom karena adanya perbedaan daya adsorbansi fasa diam terhadap komponen-
komponen sampel. Komponen yang sudah terpisah akan didorong oleh fasa gerak untuk
bergerak di sepanjang kolom berupa pita-pita.
Setelah sampel dipisahkan menjadi komponen-komponennya, masing-masing
komponen tersebut akan keluar dari kolom Bersama fasa gerak. Konsentrasi komponen
tersebut dapat diukur dengan suatu detector yang akan menghasilkan sinyal dan dikirim
ke pencatat. Komponen-komponen dari sampel yang telah terpisahkan akan
menghasilkan kurva-kurva karena masing-masing komponen tersebut ditahan pada kolom
dalam waktu berbeda-beda. Lamanya waktu suatu komponen ditahan oleh kolom adsopsi
merupakan ciri khas komponen yang disebut sebagai waktu retensi atau waktu tambat.
Untuk analisis kualitatif secara kromatografi gas, parameter hasil pemisahan yang
digunakan adalah waktu retensi. Waktu retensi sejak penyuntikan hingga terbentuknya
puncak maksimum, sifat ini merupakan ciri khas cuplikan dan fasa cair pada suhu
tertentu. Dengan menggunakan aliran yang tepat dan pengendalian suhu, waktu retensi
dapat terulang dalam batas 1% dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi tiap puncak.
Beberapa senyawa mungkin mempunyai waktu retensi yang sama atau berdekatan, tetapi
tiap senyawa hanya mempunyai satu waktu retensi saja. Pada kromatografi gas, pada
umumnya ada 5 komponen tama yaitu:
a. Gas Pembawa
Fungsi utama gas pembawa adalah untuk memindahikan analit dari injektor
mentijil detektor. Syarat mutlak gas pembawa pada kromatografi gas adalah lembam
dari segi kimia đan mempunyai kemurnian yang tinggi. Paling banyak digunakan
sebagai gas pembawa adalah helium, argon, nitrogen, atau campuran ar20n đan
metana. Aliran gas pembawa ini harus tetap selama operasional dai laju aliran gas
sebelium masuk ke kolom bersama uap sampel diatur oleh sebuah penzatur tekanan
yang dilengkapi dengan meter tekanan.
b. Gerbang Suntik
Sampel yang dapat dianalisis dengan metode kromatografi gas pada umumnya
berbentuk cairan, Akan tetapi. sampel berbentuk padat dan gas juga dapat dianalisis
dengan mmemakai sistem pemasuk sampel yang khusus. Sampel berbentuk cair yang
telah dipreparasi diinjeksikan ke dalam gerbang udara. Volume yang diinjenksikan
bervariasi mulai dari 0.01-20 µL. pada gerbang suntik yang terpenting adalah
prograim femperatur. Pengaturan temperatur pada gerbang suntik harus di atas suhu
titik didih komponen yang terkandung dalam cuplikan, biasanya diatur sampai 50 °C
di atas titik didih komponen. Apabila temperatur terlalu tinggi komponen cepat
menguap, tetapi dapat menyebabkan terjadinya penguraian komponen Begitu juga
sebaliknya, apabila temperatur di bawah titik didih komponen dalam cuplikan dapat
menyebabkan pengendapan penumpukan pada gerbang suntik. Analisis senyawa yang
mudah menguap atau yang mempunyai titik didih yang rendah misalnya senyawa
ester / eter, maka gerbang suntik kromatografi gas dapat dilengkapi dengan head
space dan autosampler.
c. Termostat Oven
Termostat oven berfungsi untuk mengatur temperatur kolom . Pengaturan
kolom pada kromatografi gas sangat penting sebab pemisahau komponen terjadi di
dalam kolon , yang sangat dipengaruhi oleh temperatuur di dalam oren.
d. Kolom
Kolom merupakan bagian yang sangat penting dalam kromatografi gas sebab
pemisahan terjadi di dalam kolem . Efesiensi kolem dalam kromatografi secara umum
berkaitan dengan lamanya waktu komponent atau molekul yang dianalisis berada
dalam kolom yang dikenal dengan waktu lambat . Syarat kolom yang baik adalali :
1). Tidak mudah menguap .
2). Stabil pada pemanasan .
3). Lembam , dan
4). Tetapan fisik diketahui.
Pengaturan temperatur kolom tergantung pada komponen yang ada pada
cuplikan. Apabila cuplikan mengandung beberapa komponen analit yang memiliki
rentang titik didih lebar, sebaiknya menggunakan temperatur terprogram. Sedangkan
apabila cuplikan hanya mengandung satu komponen analit, maka cukup dengan
pengaturan stabilitas suhu yang cukup memisahkan analit dari komponen lain dalam
cuplikan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Pengaturan temperatur kolom tidak
boleh melebihi teniperatur maksimum yang disyaratkan pada ketentuan jenis kolom
yang digunakan, karena dapat menyebabkan column bleeding dan kerusakan pada
fase diam. Secara umum kolom kromatografi gas ferbagi atas 2 jenis, yaitu kolom
terpaking (packed column) dan kolom kapiler (capillary columm), Kolom terpaking
terbuat dari gelas atau logam yang tahan karat atau dari tembaga, alumuunium dan
nikel, Panjang kolom jenis ini 2-3 m dengan diameter dalam 15 cm sedangkan
diameter kolom kapiler adalah 0,3-0,5 mm dengan panjang 25-60 m. fase diamnya
berupa cairan tipis yang melapisi dinding bagian dalam pipa tersebut. Kolom kapiler
lebih banyak digunakan saat Ini karena menghasilkan resolusi atau daya pisah yang
baik Penentuan jenis fase diam yang berupa cairan tergantung pada aplikasi tingkat
kepolaran analit yang dianalisis.
e. Detektor
Ciri detektor yang dikehendaki adalah kepekaan tinggi, kelinearan
tanggapannya lebar, tanggap terhadap semua jenis senyawa, kuat, tidak peka terhadap
perubahan aliran, suhu, dan harganya murah. Pada kromatografi gas spektrometer
massa. spektrometer massa merupakan detektor dari kromatografi gas.
2. Interface Interface adalah bagian yang menghubungkan antara
kromatografi gas dengan spektrometer massa pada kondisi hampa udara yang tinggi.
Tujuan utama dari interface adalah menghilangakan gas pembawa tanpa menghilangkan
analit. Interface yang ideal dapat memindahkan analit secara kuantitatif, mengurangi
tekanan dan laju alir ke suatu tingkat yang dapat ditangani oleh spektrum massa.
3. Mass Spectrometer
Prinsip kerja dari spektrometri massa adalah sampel diuapkan dalam keadaan
vakum kemudian dialirkan menuju ruang pengion. Di nuang pengion sampel ditembak
dengan arus partikel berenergi tinggi menghasilkan ion dengan kelebihan energi (radikal
ion) yang bisa memecah dan tidak bisa memecah. lon yang bisa memecah disebut ion
induk (parent ton), ion induk akan memecah Inenjadi ion positif. negatif dan pecahan
yang ietral. Ion negatif akan tertarik ke anoda untuk dinetralkan dan dihisap oleh pompa
vakum bersana-sama dengan fragmen netral. Sedangkan partikel bemuatan positif
memuju ke tabung analisator, partikel-partikel ini dibelokkan oleh medan magnet
sehingga lintasannya melengkung.
Dalam spektrometer massa, hanya ion-ion positif yang terdeteksi oleh spektrometer
dan dipresentasikan sebagai tabel atau grafik yang memuat puncak mz (massa muatan)
ion-ion yang intensitasnya tergantung pada kelimpahan relatif ion tersebut. Puncak
spektrum tertinggi disebut sebagai base peak yang intensitasnya dianggap 100 6.
sedangkan puncak-puncak dengan intensitas dari relarif dah berbagat nitai mz dinamakan
spektrum massa dan untuk setiap senyawa sifatnya sangar spesifik. Pecahnya suatti ton-
lon atau molekul menjadi frazmen-fragmen bergantung pada kerangka karbon dan gugus
fngsional yang ada. Oleh karena itu strukrur dan massa fragmen memberikan petunjuk
mengena struktur molekul induknya
4. Sistem Pengolah
Data Teknologi komputer sangat diperlukan untuk harmonisasi bekerjanya
instrumen terpadu seperti GC-MS, dalam pengolahan atau penyuguhan data analisis.
Selain itu, komputer juga berperan sebagai perangkat lunak yang menyimpan data
analisis standar SRM (Standard Reference Material) sebagai pembanding terhadap data
analisis analit hasil penentuan. Koleksi data analisis SRM yang ada pada perangkat lunak
dikenal sebagai Standard Library Spectra. Identifikasi analit terhadap Standard Library
Spectra dinyatakan dengan persen kemiripan dan keduanya dinyatakan identik jika
komputer menilai persen keduanya diatas 90 %.