0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
291 tayangan10 halaman

Penyuluhan DHF pada Anak melalui Media Sosial

Poster ini memberikan informasi tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DHF) pada anak melalui media sosial Instagram. Poster ini berisi pengertian, gejala, cara penularan, klasifikasi, dan pencegahan DHF serta bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya orang tua tentang penyakit ini. Informasi akan disebarluaskan melalui unggahan poster di Instagram disertai penjelasan singkat dan jawaban pertanyaan masyarakat di kolom kom

Diunggah oleh

Nur Athiyyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
291 tayangan10 halaman

Penyuluhan DHF pada Anak melalui Media Sosial

Poster ini memberikan informasi tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DHF) pada anak melalui media sosial Instagram. Poster ini berisi pengertian, gejala, cara penularan, klasifikasi, dan pencegahan DHF serta bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya orang tua tentang penyakit ini. Informasi akan disebarluaskan melalui unggahan poster di Instagram disertai penjelasan singkat dan jawaban pertanyaan masyarakat di kolom kom

Diunggah oleh

Nur Athiyyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) DHF

KEPERAWATAN ANAK I

Dosen Pengampu: Praba Diyan Rachmawati, [Link]., Ns., [Link]


Kelompok 2
Kelas A2-2018
1. Ambrosia Desi M. D. L. (131811133021)
2. Fauziah Dinda Pratama (131811133022)
3. Nia Meilansari (131811133031)
4. Indah Choirun Nisa (131811133032)
5. Fanda Raka Aridianto (131811133069)
6. Siti Aisyah Noor Afifah (131811133078)
7. Dea Khoirunnisa (131811133121)
8. Atikah Nuraini (131811133071)
9. Nofita Dwi Rohmawati (131811133072)
10. Mellisa Dwi Mustika (131811133070)
11. Nafilah Azmi Yaswar (131811133073)
[Link] Dyah Kinanti (131811133079)
[Link] Nurcholisa Agustin (131811133080)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Pembahasan : Penyakit DHF (Dengue Haemorrhagic Fever)

Sub Pokok Pembahasan : Pengertian, klasifikasi, cara penularan, pPencegahan dari DHF

Sasaran : Masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak

Jam : Bebas

Tanggal : Bebas

Tempat : Media social (Instagram)

I. Latar Belakang
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sampai saat ini masih
merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Penyakit Demam Berdarah disebabkan
ole infeksi virus Dengue yang akut dan ditandai dengan panas mendadak selama 2-7 hari
tanpa sebab yang jelas disertai dengan manifestasi perdarahan, seperti petekie, epistaxis
kadang disertai muntah daah, berak darah, kesadaran menurun, dan shock.
Penyakit Demam Berdarah Dengue atau Dengue Hemorogik Fever (DHF) ialah
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hamper di seluruh
pelosok Indonesia, kecuali di wilayah yang berada di ketinggian lebih dari 1000 meter di
atas permukaan laut. Merebaknya kasus DBD ini menimbulkan reaksi dari berbagai
kalangan. Sebagian masyarakat menganggap hal ini dapat terjadi karena kurangnya
kesadaran akan antisipasi dan pengetahuan mengenai pencegahan agar tidak terkena
DBD.
Demam berdarah merupakan penyakit yang bisa menjadi wabah, usaha yang dapat
dilakukan untuk menangani wabah ini sudah puluhan tahun dilakukan, berbagai upaya
seperti pemberantasan vector, namun hasilnya belum optimal. Secara teoritis ada 4 cara
untuk memutus rantai penularan demam berdarah dengue, yaitu: melenyapkan virus,
isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk dan pengendalian vector. Untuk
pengendalian vector bisa dilakaukan dengan 2 cara yaitu dengan cara kimia dan
pengelolaan lingkungan. Pengendalian vector dengan cara kimia tentunya mempunyai
dampak negative terhadap lingkungan serta memerlukan dana yang tidak sedikit. Untuk
itu diperlukan cara lain yang tidak menggunakan bahan kimia diantaranya melalui
peningkatan partisipasi masyarakat untuk pengendalian vector dengan melakukan
pemberantasan sarang nyamuk serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai
mencegahan agar lingkungan tidak menjadi sarang nyamuk dan terhindar dari penyakit
ini. Kebersihan pemberantasan nyamuk aedes aegypti tidak lepas dari peran petugas
kesehatan atau perawat yang bertugas untuk melakukan penyuluhan mengenai Demam
Berdarah Dengue secara berkala.

II. Tujuan Intruksional Umum


Sebagai bentuk media publikasi yang bertujuan untuk mengajak, menghimbau dan
memberikan informasi kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya poster ini
masyarakat khususnya orang tua dapat memahami mengetahui tentang gejala, cara
penularan, klasifikasi serta upaya pecegahan dalam penyakit Demam Berdarah
(DHF) pada anak, sehingga anak dapat terhindar dari penyakit tersebut.

III. Tujuan Intruksional Khusus

Setelah melihat dan membaca poster ini, masyarakat diharapkan:

1. Mengetahui pengertian tentang penyakit Demam Berdarah (DHF) pada anak.


2. Mengetahui dan memahami cara penularan penyakit Demam Berdarah (DHF)
pada anak.
3. Mengetahui dan memahami tingkatan atau klasifikasi dari penyakit Demam
Berdarah (DHF) pada anak.
4. Mengetahui gejala dari penyakit Demam Berdarah (DHF) pada anak.
5. Mengetahui dan memahami cara pencegahan dari penyakit Demam Berdarah
(DHF) pada anak.

IV. Metode
Metode Umum atau masa yaitu menggunakan poster dalam bentuk softfile yang
di-publish di media sosial. Media sosial dapat yang digunakan seperti intagram,
facebook, maupun twitter. Pada penyuluhan DHF pada anak ini menggunakan
media sosial yaitu Instagram yang paling banyak penggunanya di kalangan
masyarakat.

V. Media
1. Alat : Media Elektronik yaitu handphone dan poster dalam bentuk softfile yang
di-publish di Instagram melalui handphone.
2. Pengorganisasian Kelompok
a) Penyaji : Semua anggota kelompok.
b) Uraian Tugas
1. Mem-publish poster di Instagram.
2. Menjelaskan materi singkat tentang DHF dan melaukan tindakan persuasif agar
masyarakat lebih peduli mengenai DHF pada anak di caption Instagram.
3. Menjawab pertanyaan masyakat yang ada di kolom komentar.

3. Setting Tempat
Penyuluhan DHF pada anak ini dapat dilakukan di mana saja karena
menggunakan handphone untuk mem-publish poster di Instagram.

VI. Kriteria Evaluasi


1. Kriteria Evaluasi Struktur
a) Perserta yang membaca poster sebanyak 50 orang
b) Penyuluhan dapat dilakukan dimana saja karena menggunakan sosial media
yaitu instagram.
2. Kriteria Evaluasi Proses
a) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan(DHF)
b) Perserta mengajukan pertanyaan mengenai materi penyuluhan(DHF) pada
kolom komentar
c) Peserta dapat membagikan kembali poster di sosial media pribadi peserta
3. Kriteria Evaluasi Hasil
4. Berapa persen yang view dalam 3 hari
5. yang Like
6. Comment
a) Apa yang dimaksud dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
b) Bagaimana cara penularan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
c) Bagaimana klasifikasi Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
d) Bagimana gejala Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
e) Bagaimana pencegahan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
VII. Proses Pelaksanaan

No Kegiatan Wakt Penyuluhan Sasaran Media


. u
1. Memberikan Bebas a. Mem-publish a. Sasaran dapat Media
informasi membaca dan elektronik
poster di
mengenai memahami (handphone,
DHF (Dengue Instagram. informasi yang laptop,
Haemorrhagi telah diberikan komputer,
b. Menjelaskan
c Fever) b. Sasaran bertanya dll) dan
materi singkat mengenai hal yang poster
belum jelas dan
tentang DHF dan
dimengerti
melaukan c. Sasaran dapat
membagikan
tindakan persuasif
kembali poster di
agar masyarakat media sosial
pribadi miliknya
lebih peduli
mengenai DHF
pada anak di
caption
Instagram.
c. Menjawab
pertanyaan
masyakat yang
ada di kolom
komentar.
LAMPIRAN MATERI

Definisi DHF

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui
gigitan nyamuk Aedes Aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala
utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

Cara Penularan DHF

Terdapat 3 faktor yang memegang peranan dalam penularan infeksi virus dengue,
yaitu manusia, virus, dan vector perantara. Virus dengue ditularkan kepada manusia melalui
gigitan nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk Aedes Albopictus, nyamuk Aedes Polynesiensis dan
beberapa spesies yang lain.

Nyamuk Aedes tersebut dapat mengandung virus dengue pada saat menggigit manusia
yang sedang mengalami viremia kemudian, virus yang berada di kelenjar saliva berkembang
biak dalam waktu 8-10 hari (extrinsic incubation period) sebelum dapat ditularkan kembali
kepada manusia pada saat gigitan berikutnya. Virus dalam tubuh nyamuk betina dapat
ditularkan kepada telurnya (transovana transmission), namun perannya dalam penularan
virus tidak penting. Sekali virus dapat masuk dan berkembangbiak di dalam tubuh nyamuk.
Nyamuk tersebut akan dapat menularkan virus selama hidupnya (infektif). Virus yang berada
dalam tubuh manusia memerlukan waktu masa tunas 46 hari (intrinsic incubation period)
sebelum menimbulkan penyakit. Penularan dari manusia kepada nyamuk hanya dapat terjadi
bila nyamuk menggigit manusia yang sedang mengalami viremia, yaitu 2 hari sebelum panas
sampai 5 hari setelah demam timbul.

Klasifikasi DHF

Menurut derajat ringannya penyakit, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dibagi


menjadi 4 tingkat yaitu:

1. Derajat I : Panas 2-7 hari, gejala umum tidak khas, uji torniquet hasilnya positif
2. Derajat II : Sama dengan derajat I ditambah dengan gejala-gejala pendarahan
spontan sepertu petekia, ekimosa, epimosa, epistaksis, haematemesis, melena,
perdarahan gusi, telinga dan sebagainya.
3. Derajat III : Penderita Syok ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah
sepertisebagalemah dan cepat (>120/menit) tekanan nafi sempit (<20 mmHg) tekanan
darah menurun (120/ 80 mmHg) sampai tekanan sistolik dibawah 80 mmHg.
4. Derajat IV : Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, (denyut jantung
kurang dari sama dengan 140 mmHg), anggita gerak teraba dingin, berkeringat dan
kulit tampak biru.

Gejala DHF

1. Demam tinggi dan mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari. Manifestasi
perdarahan: uji rumpel leed positif, petekia, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi,
hematemesis, malena
2. Keluhan pada saluran oencernaan seperti mual, muntah, anoreksia, diare atau
konstipasi, nyeri ulu hati.
3. Nyeri sendi, nyeri kepala, nyeri otot, rasa sakit di daerah belakang bola mata (retro
orbital), hepatomegali, splenomegali
4. Kadang ditemui keluhan batuk pilek dan sakit menelan. Gejala klinik lain yaitu nyeri
epigasstrium, muntah-muntah, diare maupun obstipasi dan kejang-kejang.

Pencegahan DHF

1. Pencehagan secara mekanik


Gerakan 3M
A. Menguras tempat-tempat penampungan air (seperti: bak mandi/WC, drum, dan
lain - lain) secara teratur sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu. Gantilah
air di vas kembang, tempat minum burung, perangkap semut, dan lain – lain
sekurang – kurangnya seminggu sekali. Untuk tempat – tempat yang tidak
memungkinkan atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke dalam genangan
air tersebut untuk membunuh jentik – jentik nyamuk. Ulangi hal ini setiap 2 –
3 bulan sekali.
B. Menutup rapat tempat penampungan air, seperti tampayan, drum, dan lain –
lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak ditempat tersebut
C. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung
air, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol – botol yang pecah, dan lain – lain
yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak
nyamuk. Potongan bamboo, tempurung kelapa, dan lain – lain agar dibakar
bersama sampah lainnya.
2. Pencegahan secara kimia
Pemberantasan vector:
A. Fogging (penyemprotan), kegiatan ini dilakukan bila hasil penyelidikan
epidemiologis memenuhi ktiteria.
B. Abatisasi, semua tempat penampungan air di rumah dan bangunan yang
ditemukan jentik Aedes Aegypty ditaburi bubuk ABATE dengan dosis 1
sendok makan (10 gram) abate untuk 100 liter air.
3. Pencegahan secara biologi
Pencegahan DHF secara biologis juga cukup efektif, yaitu dengan menggunakan ikan
pemaian jentik dan bakteri. Masukan beberapa ikan kecil kedalam bak mandi atau
kolam, maka vektor nyamuk pembawa virus dengue otomatis dapat dikendakikan,
sebab ikan akan memakan jentik-jentik nyamuk tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Indah, Fitria Her. 2014. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Yogyakarta.
[Link]
diakses pada 11 April 2020.
Musytilawati. 2015. Demam Berdarah Dengue. RSUD Lubuk Basung.
[Link] Diakses pada 12
April 2020.

Soegijanto Soegeng. 2006. Demam Berdarah Dengue. Edisi kedua. Surabaya : Airlangga
University Press.

Yusoff, Nur Syafiqah Binti Mat. 2018. Demam Berdarah Dengue. Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana.

Anda mungkin juga menyukai