0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan30 halaman

Wisata Kuil Terkenal di Kyoto

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang wisata kuil di kota Kyoto, Jepang. Kyoto merupakan kota bersejarah yang pernah menjadi ibukota Jepang hingga abad ke-17. Terdapat dua jenis kuil utama di Kyoto yaitu kuil Shinto dan kuil Buddha. Dokumen juga menjelaskan geografi, sejarah singkat Kyoto, dan memberikan contoh kuil-kuil terkenal di Kyoto seperti Fushimi Inari Taisha dan Kinkaku-ji.

Diunggah oleh

nurul hudha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan30 halaman

Wisata Kuil Terkenal di Kyoto

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang wisata kuil di kota Kyoto, Jepang. Kyoto merupakan kota bersejarah yang pernah menjadi ibukota Jepang hingga abad ke-17. Terdapat dua jenis kuil utama di Kyoto yaitu kuil Shinto dan kuil Buddha. Dokumen juga menjelaskan geografi, sejarah singkat Kyoto, dan memberikan contoh kuil-kuil terkenal di Kyoto seperti Fushimi Inari Taisha dan Kinkaku-ji.

Diunggah oleh

nurul hudha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alasan pemilihan judul

Kyoto yang sarat dengan peninggalan budaya merupakan tujuan

pariwisata budaya paling utama di Jepang. Kyoto selalu indah sepanjang tahun,

salju di musim dingin, mekarnya bunga sakura di musim semi, bukit-bukit yang

sejuk di musim semi,dan pemandangan warna-warni daun musim gugur.

Orang Jepang memiliki pandangan terhadap dunia dengan

menerjemahkan konsep-konsep abstrak dalam kebudayaan menjadi penerapan

yang bermanfaat. Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal

budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Seperti kita

ketahui Jepang merupakan negara maju dan mampu bersaing dengan negara lain.

Kyoto merupakan salah satu kota pariwisata yang terkenal di Jepang. Salah satu

pariwisata yang terkenal di kota ini yaitu Wisata Kuil.

Kyoto ( 京 都 市 , Kyōto-shi) merupakan kota yang terletak di Pulau

Honshu, Jepang. Kota ini sebagai salah satu dari segitiga utama yaitu Osaka-

Tokyo-Kyoto. Kyoto memiliki sejumlah situs bersejarah dan merupakan Ibukota

Jepang hingga abad ke-17 dipindahkaan ke Tokyo. Salah satu situs bersejarah

yang ada di kota Kyoto adalah Kuil peninggalan masa lampau yang membuat

penulis tertarik untuk membahas mengenai Wisata Kuil di Kyoto.

Kuil adalah tempat yang umum didatangi wisatawan untuk bisa

merasakan budaya jepang. Kyoto memiliki 2 jenis kuil yang termasuk salah satu

bagian dari kuil-kuil wisata. Adapun kuil tersebut yaitu kuil shinto dan kuil budha.

1
1.2 Tujuan Penulisan

Berdasarkan pemilihan judul kertas karya diatas, penulis dapat membuat

tujuan pembuatan kertas karya ini, yaitu:

1. Untuk mengetahui geografi dan sejarah kota Kyoto.

2. Untuk mengetahui jenis-jenis jinja & otera yang ada di Kyoto

3. Untuk mengetahui wisata jinja & otera yg terkenal di Kyoto

1.3 Batasan Masalah

Agar kertas karya ini ditulis secara terfokus, maka diperlukan adanya

pembatasan masalah. Penulis membatasi permasalahan dengan hanya

menguraikan jenis-jenis kuil yang terdapat di Kyoto, dan apa saja jinja & otera

terkenal yang dijadikan sebagai objek wisata di Kyoto. Agar tidak terlalu luas

maka penulis membatasi hanya 5 jinja & 5 otera yang paling terkenal di kyoto.

1.4 Metode Penulisan

Dalam metode penulisan, sumber data yang digunakan penulis adalah

data sekunder yang diperoleh dengan studi kepustakaan (Library Research) yaitu

dengan mempelajari masalah dan literature maupun sumber data lainnya yang

berkaitan dengan masalah penulisan, serta menggunakan penelusuran internet.

2
BAB II

GAMBARAN UMUM KUIL DI KYOTO

2.1 Geografi Kota Kyoto

Kota Kyoto terletak di bagian tengah Pulau Honsu dengan total luas wilayah

kota kyoto adalah 4612,71 km², luas tersebut merupakan 1,2% dari luas seluruh

wilayah Jepang dan menempati posisi ke-31 dari seluruh prefektur di Jepang.

Prefektur ini berbatasan langsung dengan laut jepang dan prefektur Fukui di sebelah

utara, Prefektur Osaka dan Prefektur Nara di sebelah selatan, Prefektur

Mie dan Prefektur Shega di sebelah timur, serta Prefektur Hyogo di sebelah barat.

Prefektur Kyoto bagian utara dan selatan dipisahkan oleh Pegunungan Tamba yang

menyebabkan perbedaan iklim antara kedua bagian wilayah.

2.2 Sejarah Kota Kyoto

Pada tahun 794 SM Kaisar Kammu (kaisar Jepang ke-50) memindahkan ibu

kota dari Nagaoka-kyō. Ibu kota istana (tojō) bernama Heian-kyō ditetapkan sebagai

ibu kota. Pada tahun 794, Ibu Kota disebut kyō no miyako yang selanjutnya berubah

menjadi Kyoto. Pada pertengahan abad ke-10, atau sekitar 200 tahun setelah berdiri,

Heian-kyō sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Ukyo yang sebelumnya

banyak ditinggali pengrajin dan pedagang menjadi tempat dengan populasi rendah

yang sebagian besar tanahnya dijadikan lahan pertanian.

Penduduk mulai memadati Sakyo, dan perkembangan Heian-kyō menjadi

terpusat ke arah timur Sungai Kamo dan utara. Heian-kyō mulai kehilangan

keseimbangan. Namun perang besar Onin dan Bunmei yang berlangsung selama

3
sebelas tahun di penghujung abad ke-15, menjadi titik awal kehancuran kejayaan

Kyoto. Seperempat abad dihabiskan untuk membangun kembali, namun kota ini tidak

pernah kembali menjadi seperti semula.

Kyoto tidak lagi menjadi pusat segala hal. Terdapat sawah dan kebun yang

terhampar sejauh 2 kilometer diantara Kamigyo dan Shimogyo dan membuat kota

ini terlihat seolah-olah terbagi menjadi dua. Kyoto terbengkalai sekitar satu abad

lamanya hingga Toyotomi Hideyoshi (pemimpin Jepang mulai dari zaman Sengoku

sampai zaman Azuchi Momoyama) memerintahkan untuk membangun kembali

Kyoto hingga selesai.

Ia mengisi ruang diantara Kamigyo dan Shimogyo untuk meningkatkan

urbanisasi. Kota ini pun seperti hidup kembali, untuk pertama kalinya Kyoto

dikelilingi benteng tanah. Gosho (Istana Kekaisaran) dibangun kembali di tengah

kota, dan Istana Juraku-dai yang baru dibangun itu bersinar dalam balutan emas. Di

masa pemerintahan Tokugawa, kota kyoto akhirnya memperoleh kembali

kebanggaannya yang hilang. Pembangunannya dalam bidang industri terus

meningkat. Pada akhir abad ke-17, Nishijin menjadi salah satu distrik tekstil paling

terkenal di dunia.

Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, Kyoto menghadapi tiga bencana

besar: kebakaran Hoei (1704-1710), Tenmei (1781-1788), dan Genji (1864).Namun

karena adanya pergerakan politik yang bermuara pada Restorasi Meiji, pembangunan

kembali setelah kebakaran Genji berlangsung hingga bertahun-tahun. Setelah

itu, Kyoto kehilangan haknya sebagai ibukota yang digantikan oleh Edo

(Tokyo) meski pada awal pemerintahan Meiji (1868), kembali memperoleh kembali

4
statusnya sebagai ibukota. Namun karena situasi politik Jepang akhirnya ibukota

kembali lagi dipindah ke Tokyo.

Untuk mendukung Kyoto sebagai kota pusaka, pemerintah kota telah

menyiapkan dan menjalankan sejumlah program. Sederetan program ini dimulai pada

tahun 2005, yaitu mulai dirancangnya rencana landscape kota yang kemudian

disempurnakan pada tahun 2007.

2.3 Jenis-jenis Kuil di Kyoto

Ada dua jenis kuil yang ada di Kyoto, yaitu:

1. Kuil Shinto ( Jinja )

2. Kuil Budha ( Otera )

2.3.1 Kuil Shinto (Jinja)

Kuil Shinto (神社 jinja) adalah struktur permanen dari kayu yang dibangun

untuk pemujaan berdasarkan kepercayaan Shinto. Tidak semua kuil Shinto adalah

bangunan permanen, sejumlah kuil memiliki jadwal pembangunan kembali.

Bangunan di Ise Jingū misalnya, dibangun kembali setiap 20 tahun.

Pada zaman kuno, walaupun tidak didirikan bangunan, tempat-tempat

pemujaan Shinto tetap disebut jinja (kuil Shinto). Pada masa itu, kekuatan alam yang

ditakuti seperti gunung (berapi), air terjun, batu karang dan hutan merupakan objek

pemujaan. Kuil Shinto berbentuk bangunan seperti dikenal sekarang, diperkirakan

berasal dari bangunan pemujaan yang dibuat permanen setelah didiami para roh yang

pindah dari goshintai (objek pemujaan). Kuil Shinto tidak memiliki aula untuk

beribadat, dan bukan tempat untuk mendengarkan ceramah atau menyebarluaskan

5
agama. Pada zaman sekarang, kuil Shinto dipakai untuk

upacara pernikahan tradisional Jepang.

Menurut Almanak Agama (Shūkyō Nenkan) tahun 1992 yang

diterbitkan Biro Kebudayaan Jepang, anggota Asosiasi Kuil Shinto terdiri dari 79.173

kuil berbentuk yayasan keagamaan. Kuil Shinto bermula dari altar (himorogi) yang

dibangun sementara untuk pemujaan di iwakura (tempat pemujaan alam) atau tempat

tinggal para roh yang dijadikan tempat terlarang dimasuki manusia, pada umumnya

shintaisan (gunung tempat tinggal para roh). Bangunan bersifat permanen mulanya

tidak ada. Asal usulnya mungkin seperti utaki di Okinawa.

Sejak zaman kuno hingga sekarang, kuil Shinto sering tidak memiliki

honden (bangunan altar utama). Ada pula kuil yang hanya membangun haiden (aula

pemujaan) di depan iwakura atau gunung/pulau yang terlarang dimasuki manusia.

Bangunan kuil dapat dibangun di mana saja, mulai dari di tengah laut, di puncak

gunung, hingga di atap gedung bertingkat atau di dalam rumah dalam bentuk

kamidana (miniatur altar rumah tangga yang disediakan untuk menguilkan dewa

Shinto). Beberapa kuil- kuil Shinto yang terdapat di Kyoto yaitu:

[Link] Jinja

2. Kitano Tenmangu

3. Matsuo taisha

4. Nagaoka Tenmangu

5. Kamigamo Jinja

6. Ooharano Jinja

6
7. Heian Jingu

8. Kifune Jinja

9. Seimei Jinja

10. Iwashimizu Hachimangu

11. Shimogamo Jinja

12. Fujinomori Jinja

13. Shimogamo Jinja

14. Imamiya jinja

15. Gakogu Jinja

16. Fushimi Inari taisha

17. Umenomiya taisha

18. Seimei Jinja

2.3.2 Kuil Buddha (Otera)

Kuil Buddha (Otera) merupakan tempat ibadah, namun disaat yang sama

para biksu menggunakan kuil sebagai tempat untuk menjalankan ajaran Buddha. Di

kuil Buddha juga melakukan ritual pemakaman dengan harapan mereka yang

meninggal bisa mendapatkan kebahagiaan di surga. Para biksu juga memberikan

ritual memorial untuk para leluhur dan mengurus pemakaman yang ada didalam kuil.

Kuil Buddha di Negara Jepang biasanya ditambahkan “ji” misalnya Jingoji

Temple, bangunan kuil Buddha di Kyoto memiliki gaya arsitektur China dan

memiliki jumlah lebih dari satu. Pada kuil Buddha juga terdapat tempat untuk

membakar dupa atau yang disebut Onseko, serta terdapat Pagoda yang tingginya bisa

tiga sampai lima tingkat.

7
Kuil- kuil Buddha yang terdapat di Kyoto antara lain:

1. Daigoji

2. Kodaiji

3. Kiyomizudera

4. Sanzenin

5. Ryoanji

6. Ikkyuji

7. Ginkakuji

8. Chionin

9. Joshokoji

10. Ninnaji

11. Toji

12. Kinkakuji

13. Byodoin

14. Zuishinin

15. Kuramadera

16. Sanjusangendo

17. Kannonji

18. Eikando Zenrinji

19. Saihoji

20. Jissoin

21. Kongoin

22. Rengeji

8
23. Entsuji

34. Myorenji

24. Yusenji

35. Kozanji

25. Shodenji

36. Hokyoji

26. Jinkoin

27. Saimyoji

24. Joshoji

25. Jingoji

26. Koetsuji

27. Jikishianji

28. Rinkyuji

29. Gioji

30. Manshuin

31. Nisoinji

32. Shishendo

33. Hokongoinji

34. Daitokuji

35. Mibuderaji

36. Shokokuji

[Link] honganji

38. Higashi honganji

9
39. Sennyuji

40. Sanpoinji

41. Zuishininji

[Link]

43. Myorenji

10
BAB III

10 KUIL TERKENAL DI KYOTO

3.1 Wisata Jinja di Kyoto

3.1.1 Yasaka Jinja

Gambar 1

(sumber : [Link]

Kuil Yasaka (Yasaka jinja) merupakan salah satu kuil Shinto terkenal di

Kyoto. Kuil Yasaka dibangun pada tahun 656. Meskipun ditetapkan sebagai kuil

Shinto, kuil Yasaka telah lama dikenal sebagai kuil Buddha. Kuil Yasaka pada masa

lalu juga dikenal dengan nama Gionsha, Gion Tenjin, Gion Kanshin-in, atau Gion

Gozu Tennō.

Nama Gion diambil dari kata Gion Shoja, serapan dari kata Jetavana-vihāra,

tempat suci umat Buddha di India.  Dewa Kuil Yasaka adalah Susanoo no

Mikoto(dewa yang muncul dalam mitologi Jepang), Kushinada Himeno Mikoto

(dewi yang muncul dalam mitologi Jepang, Yahashira no Mikogami) yang terkenal

dengan hubungan mereka yang harmonis sehingga kuil ini dikenal dengan kuil cinta.

11
Kuil Yasaka memiliki bangunan kombinasi dari honden (tempat penyucian

diri) dan haiden (tempat pemujaan) yang menjadi satu bangunan. Di bagian depan

kuil terdapat panggung untuk menari dan ratusan lentera yang akan dinyalakan pada

sore hari.

Kuil Yasaka terkenal dengan festival musim panasnya, Gion Matsuri yang

dirayakan pada bulan Juli. Gion Matsuri adalah tradisi yang ada sejak 1.100 tahun

yang lalu. Pada tahun 869 wabah penyakit menular terjadi di seluruh Jepang,

sehingga perlu diadakan upacara yang disebut Goryō-e untuk menenangkan arwah

orang yang meninggal karena wabah penyakit menular dan melibatkan ratusan

partisipan dalam prosesinya.

Festival ini bertujuan untuk memberi persembahan kepada penjaga dari

penyakit menular yang disebut dewa Gozutennō. Sehingga upacara ini dikenal

sebagai Gion Goryō-e, yang kemudian penyebutannya disingkat menjadi Gion-e.

Sejak tahun 970 upacara terus diselenggarakan setiap tahun hingga menjadi Gion

Matsuri seperti sekarang ini. Kuil Yasaka sangat bagus dikunjungi saat hanami atau

musim sakura mekar, dikarenakan lokasi kuil Yasaka yang berdampingan dengan

taman Maruyama yang dipenuhi tanaman bunga sakura.

Alamat kuil Yasaka terletak pada 625 Gionmachi Kitagawa,

Higashiyama-ku, Kyoto-shi, Kyoto-fu. Kuil ini bisa dicapai melalui Stasiun Kyoto

dengan naik bus nomor 100 atau bisa juga 206, dan turun di halte bus Gion. Jika

melalui stasiun Karamachi, anda bisa dengan mudah menemukan kompleks area kuil

Yasaka. Atau bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Stasiun

Keihan Gion-Shijo Berjalan kaki sekitar 8 menit dari Stasiun Hankyu

12
Kawaramachi Naik mobil sekitar 15 menit dari Stasiun JR Kyoto  Naik city

bus nomor 206 dari Stasiun JR Kyoto dan turun di Gion.

3.1.2 Fushimi inari

Gambar 2

([Link]

Fushimi Inari Taisha adalah kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto,

Jepang. Kuil ini merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan

Inari. Kuil utama (honden) terletak di kaki Gunung Inari, dan tanah milik kuil

mencakup gunung yang tingginya 233 meter. Dewa kuil ini ialah Ukanomitama

bersama pendampingnya, Satahiko no Ōkami, Ōmiyanome no ōkami, Tanaka no

ōkami, dan Shi no ōkami Inari dipercaya sebagai dewa pertanian, sehingga kuil ini

dipercaya membawa berkah bagi panen palawija, sukes dalam perdagangan, dan

keselamatan pada bidang transportasi.

Pada tahun 711, Hata no Iroku menerima perintah kaisar untuk mendirikan

kuil untuk sanza (tempat bertahta tiga Roh) di Gunung Inari. Menurut Nijūni shaki,

ketiga Roh tersebut adalah Ōmiyame no mikoto, Ukanomitama no mikoto,

Sarutahiko no mikami. Kuil utama dibangun tahun 1499 setelah bangunan yang lama

13
terbakar sewaktu terjadi Perang Ōnin. Aula utama kuil ini ditetapkan pemerintah

Jepang sebagai warisan budaya yang penting. Sejak abad ke-17, penganut kuil

Fushimi Inari memiliki tradisi membangun torii. Sekitar 10.000 torii yang berderet-

deret di Gunung Inari merupakan hasil sumbangan umat. Di antaranya, Senbon torii

(deretan serib torii) telah menjadi salah satu daya tarik kuil Fushimi Inari. Pada tahun

1871, kuil ini ditetapkan sebagai kuil resmi (kampeisha), dan nama kuil secara resmi

diganti menjadi Inari Jinja atau Kampei Taisha Inari Jinja. Setelah Perang Dunia II

pada tahun 1946, nama kuil diganti menjadi Fushimi Inari Taisha.

Kuil Fushimi Inari menganggap rubah sebagai hewan pembawa pesan dan

pendamping Inari. Kitsune ( simak) adalah sebutan untuk binatang rubah dalam

bahasa Jepang. Dalam kepercayaan Shinto, kitsune disebut Inari yang bertugas

sebagai pembawa pesan dari Roh. Semakin banyak ekor yang dimiliki kitsune

(kitsune bisa memiliki sampai 9 ekor), maka semakin tua, semakin bijak, dan semakin

kuat pula kitsune tersebut. Kitsune dipercaya memiliki kecerdasan super, kekuatan

sihir, dan panjang umur. Sebagai sejenis yōkai atau makhluk halus, "kitsune" sering

dijelaskan sebagai "arwah rubah" tetapi bukan hantu, dan bentuk fisiknya tidak

berbeda dengan rubah biasa. Semua rubah yang panjang umur juga dipercaya

memiliki kemampuan supranatural.

Jika ingin berkunjung ke Kuil ini dari terminal bus Kyoto (Kyoto eki), naik

bus nomor 5 yang tujuan Fuhsimi. Alternatif lain menuju kuil Fushimi Inari adalah

dengan kereta JR (Japan Railway). Hanya 15 menit dari stasiun Kyoto sampai Stasiun

Fuhsimi yang berada persis depan area kuil atau dari halte Fushimi-inari-Taisha, kita

berjalan kaki melewati rel kereta api sekitar 7 menit untuk sampai di area kuil.

14
3.1.3 Kitano Tenmangu

Gambar 3

([Link]

Kuil Kitano Tenmangu Kuil ini didedikasikan untuk penyembahan arwah

Sugawara-no-Michizane yang merupakan seorang sarjana dan politikus. Ia menjabat

sebagai seorang penasihat Kaisar Uda di masa Heian. Ia merupakan pejabat yang

setia kepada atasannya. Namun dalam politik tidak ada lawan dan kawan yang abadi

sehingga dampaknya Sugawara kemudian dibuang ke Kyushu sampai akhirnya

meninggal disana. Kemudian dibangunlah sebuah kuil bernama Kitano Tenmangu ini

Menariknya kuil ini selalu ramai dikunjungi siswa sekolah maupun mahasiswa

sebelum mereka menghadapi ujian. Di kuil ini ada beberapa pintu gerbang yang

dirancang identik dengan gerbang kuil Shinto dengan menggunakan torii berwarna

merah. Tak hanya pintu gerbangnya, bangunan lainnya juga sangat menarik untuk

ditelisik. Didalamnya memiliki beberapa buah bangunan semisal Haiden yang

biasanya digunakan untuk [Link] terdapat pohon plum dikuil ini,

dikarenakan dahulu ada satu pohon plum yang disebut Tobiume dipercaya selalu

15
mendampinginya dari Kyoto hingga ke pengasingannya di Kyushu. Dan karena itu,

pohon plum selalu ditemukan di depan aula persembahan kuil Tenmangu. Namun

sebetulnya daya tarik kuil Kitano Tenmangu tak hanya itu saja.

Banyak hal yang dapat dilihat oleh wisatawan di kuil ini, terutama dari segi

arsitektural [Link] Kitano Tenmangu memiliki hampir 2000an pohon

plum, sehingga disaat bermekaran kawasan kuil ini didominasi oleh kecantikan bunga

plum. Tak heran jika kemudian area kuil ini dipenuhi oleh pohon Plum, dan akhirnya

menjadi salah satu spot favorit untuk melihat bunga Plum bermekaran.

Pada tanggal 25 Februari di kuil ini diadakan upacara minum teh untuk

menyambut mekarnya bunga Plum (yang memang mekar lebih dulu dibanding bunga

Sakura).Dan satu hal lagi yang tak boleh dilewatkan dari kuil ini, adalah karena di

kuil ini digelar pasar barang antik dan barang lainnya yang digelar setiap tanggal 25

setiap bulannya. Ratusan pedagang yang menjual tanaman, barang-barang antik,

mainan dan kerajinan tangan, hingga berburu aneka kuliner khas matsuri pada event

ini seperti yakisoba, karaage dan takoyaki. Menarik bukan? Jangan lupa berkunjung

ke sini jika Anda sedang di Kyoto. Kuil Kitano Tenmangu bisa langsung dicapai

melalui jalur halte bus Kitano-Tenmangu-mae (Kyoto City Bus no 50, 101, atau 203)

5 menit jalan kaki dari Stasiun Hakubai-cho (Keifuku Railway).

16
3.1.4 Imamiya Jinja

Gambar 4

([Link]

Kuil Imamiya-jinja dibangun di Era Heian (794-1185) untuk melindungi ibukota

dari wabah/bencana. Namun, sejak Era Kamakura (1185-1333), kuil ini tidak digunakan,

dan akhirnya dibakar dalam Perang Onin (1467-1477) .Setelah Perang Onin, Hideyoshi

Toyotomi, menghadirkan kuil dengan mikoshi (kuil yang dapat dipindahkan) dengan

harapan memulihkan kuil.

Namun, perbaikan Kuil Imamiya-jinja itu tidak dikerjakan dengan total hingga Era Edo

(1603). Dikatakan bahwa Otama, istri ke-3 Tokugawa Shogun Iemitsu itu, mendorong

kembali rencana pembangunan kuil. (* Otama itu bukan dari keluarga kaya, tetapi

memperoleh banyak kekuasaan setelah ia melahirkan Tsunayoshi, Tokugawa shogun ke

Lima dari dinasti). Dia kemudian mengganti namanya menjadi Keishou-in, dan sekarang

dikenal banyak dengan nama itu.) Karena Otama lah yang membangun kembali Kuil

Imamiya-jinja , kuil ini juga dikenal sebagai "Kuil Tama-no-Koshi", itulah sebabnya

mengapa kuil diyakini membawa hubungan yang baik. (* Dalam bahasa Jepang, "Tama-

no-Koshi" berarti menikah dengan pria kaya.)

Kuil ini juga dikenal karena festival yang unik, "Yasurai-festival", yang merupakan salah

17
satu dari tiga festival yang paling eksentrik di Kyoto. Pada festival ini, beberapa, setan

merah, hitam dan kecil menari di sekitar Hanagasa (sejenis topi kerucut yang dihiasi

dengan bunga) dengan harapan berumur panjang dan dilindungi dari wabah. (* Alasan

mengapa Hanagasa berada di tengah, karena orang percaya bahwa ketika bunga

sakura jatuh, penyakit akan disebarkan oleh peri bunga.) Dikatakan bahwa mengikuti

Hanagasa akan membantu mencegah nasib buruk. Oleh karena itu, banyak orang

termasuk wisatawan pergi mengikuti Hanagasa berharap untuk keberuntungan. "festival

Yasurai " diadakan pada minggu ke dua di bulan April.

3.1.5 Heian-jingu

Gambar 5

([Link]

Heian-jingu kuil dibangun pada tahun 1895 untuk memperingati ulang tahun 1100
dari pembentukan Heian-kyo (nama kuno Kyoto). Hal ini terkenal dengan vermilion-
dipernis gerbang. Kanmu Tenno, yang ditransfer modal ke Kyoto dan Komei Tenno,
kaisar terakhir sebelum ibukota dipindahkan ke Tokyo, keduanya diabadikan di sini.
Desain arsitektur adalah reproduksi Chōdōin (istana Kaisar di bekas era) di 5/8 skala
(panjang). Anda dapat merasakan Heian Periode Suasana seluruh tempat.

Diperkirakan bahwa situs untuk kota itu dipilih sesuai dengan prinsip-prinsip
Shijinsoō berdasarkan Cina Feng shui (Shijinsoō menyala Empat Allah Kesesuaian
"berkaitan dengan Empat Simbol dari Cina Astrologi). Di timur ada sebuah sungai
yang mengalir, di barat - jalan besar, lahan basah di selatan dan gunung di utara.

18
Heian-jingu kuil juga dikelilingi oleh pohon-pohon sakura dan kolam, sesuai dengan
prinsip feng shui.

Ada empat kebun sekitar Heian-jingu suci: timur taman, taman tengah, taman barat
dan selatan taman. Luas total 33.000 ㎡ . Taman berjalan diciptakan oleh
Jihei Ogawa 7th. Anda dapat melihat berbagai bunga di sini sepanjang tahun, sakura
(pohon ceri) menjadi yang paling terkenal. Ada lebih dari 20 jenis pohon ceri ditanam
di kebun ini. Pohon sakura yang sangat indah di malam hari, saat bunga merah muda
mereka tercermin dalam kolam. Kami sarankan mengunjungi pada hari ketika konser
atau acara diadakan.

Biasanya pintu masuk biaya ¥ 600; Namun, itu gratis selama periode sakura mekar.
Jam bisnis 8:30-17:30, 01-14 Maret dan 01-31 Oktober - sampai 17:00, 1 November -
akhir Februari taman tutup pukul 16:30.

Pada tanggal 22 Oktober, Heian Jingū-host Jidai Matsuri, yang merupakan salah satu
festival yang paling penting dari Kyoto. Ini pertama kali dirayakan pada tahun 1895
ketika Heian Jingu-dibangun dalam rangka memperingati ulang tahun ke-1100
dari Kyoto. Selama festival, prosesi orang memakai kostum Edo Periode (1603-
1868), Azuchi-Momoyama Periode (1573-1603), Muromachi Periode (1336-
1573), Yoshino Periode (1336-1392), Kamakura Periode (1185-1333 ) berbaris
melalui jalan-jalan.

Prosesi festival ini dimulai di Istana Kekaisaran tua dan berjalan 2 km ke Heian-jingu
selama sekitar 3 jam. Asli 6 kolom yang diperluas untuk 20 dan termasuk 2000 orang,
2 oxes dan 70 kuda. Sekitar 1200 hati-hati direproduksi benda-benda bersejarah,
termasuk gerobak, mengambil bagian dalam prosesi.

19
[Link] otera di kyoto

3.2.1 Kiyomizudera

Gambar 6

([Link]

Kiyomizudera (kuil air suci) ditemukan tahun 780 di dekat mata air Otowa di

sisi timur kota Kyoto. Kuil ini dekat dengan Buddha Nara, salah satu sekte Buddha

tertua di Jepang, dan telah menjadi warisan budaya dunia UNESCO sejak 1994. Kuil

ini dibangun pada tahun 1633 dan dibangun tanpa menggunakan paku sekalipun.

Bangunan kuil Kiyomizudera sungguh megah dan kuil ini terletak di atas

gunung yang tertutupi pepohonan di sebelah timur kota Kyoto. Saat masuk kuil ini,

kita disambut oleh Gerbang besar (Deva Gate). Dari gerbang itu, kita bisa melihat

pagoda tiga lantai yang cantik dengan warna merah. Untuk dapat memasuki kuil

Kiyomizudera dapat ditempuh dengan cara mendaki jalan sempit yang dipenuhi

dengan toko-toko disepanjang jalan.

20
Ciri khas kuil Kiyomizudera ialah bangunan kuil yang dibangun tanpa

menggunakan paku serta keindahan pemandangan yang ada di sekitar. Kuil ini saat

musim semi, dimana pohon-pohon sakura bermekaran secara bersamaan di akhir

Maret-April setiap tahunnya, dan pada saat musim gugur di pertengahan bulan

November dapat melihat iluminasi di Kuil Kiyomizudera. Sorotan lampu yang ditata

untuk menerangi, menambah indah pemandangan daun-daun merah dan jingga di atas

gunung ini. Kuil ini juga terkenal dengan air terjun Otawa yang dipercaya dapat

memberikan umur yang panjang, sukses dalam sekolah dan beruntung dalam mencari

jodoh.

Kuil ini dapat dikunjungi dengan menaiki bus jalur 100 dan 206 yang

langsung membawa penumpang ke halte kiyomizumichi atau Gojozaka dan harus

berjalan melalui area Higashiyama menuju kiyomizudera atau dengan Kyoto City Bus

jalur 100, 202, 206, dan 207. Kuil Kiyomizudera dibuka untuk umum sejak pukul

06.00-18.00 [Link] masuk seharga 400 Yen untuk dewasa dan 200 Yen untuk

anak-anak. Pengunjung dapat berbelanja serta membeli souvenir di toko-toko yang

ada di jalan turun berupa jajanan khas kota Kyoto.

21
3.2.2 Kinkakuji

Gambar 7

([Link]

Kuil Kinkakuji ( 金 閣 寺 Kuil Anjungan Emas) juga dikenal sebagai

kuil Emas hal ini dikarenakan salah satu paviliun yang ada di kuil ini bersepuh

emas murni. Kuil ini dibangun pada abad ke-14 tepatnya pada tahun 1397

sebagai vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu. Tempat yang

terkenal dari kuil itu adalah Paviliun Emas ( 金閣 kinkaku) di dalam tamannya.

Seluruh paviliun ditutupi dengan lembaran tipis emas murni kecuali lantai dasar

, menjadikan kuil ini sangat berharga. Pada atap kuil terdapat fenghuang emas

atau "burung phoenix"

Kuil Kinkakuji didirikan pada 1397 oleh Shogun ketiga era Zaman

Muromachi, Asahikaga Yoshimitsu Objek wisata yang satu ini adalah sebuah

bangunan kuil 3 lantai, yang berdiri megah di pinggir danau. Kinkaku-ji Temple

memiliki beberapa nama. Diantaranya kuol Rokuon, ataupun juga Gold

22
Pavilion. Pemberian nama “Gold Pavilion” bukanlah sembarang pemberian

nama. Tetapi, ini didasarkan pada dinding bangunan yang memiliki lapisan

kertas emas di lantai 2 dan lantai 3 [Link] juga memiliki moment momiji.

Momiji sendiri adalah moment ketika daun-daun menjadi kemerahan dan musim

memasuki musim gugur. Biasanya, momiji di Kyoto dapat dinikmati dari awal

November hingga pertengahan November setiap tahunnya. Moment momiji

yang menyajikan pemandangan indah dikala warna daun yang kemerahan

berpadu dengan warna emas dinding lantai atas kuil [Link] stasiun

Kyoto, dapat mengakses tempat ini dengan menumpang Bus Kota Kyoto (Kyoto

City Bus) nomor 101 ataupun bus nomor 205 selama kurang lebih 40 menit.

3.2.3 Tenryuji

Gambar 8

([Link]

Kuil Tenryuji merupakan kuil terbesar di sekitar Arashiyama, Kyoto,

Jepang. Kuil ini didirikan tahun 1339 pada periode awal pemerintahan Muromachi

dan kuil ini dinobatkan sebagai Warisan Dunia UNESCO di Kyoto. Kuil ini dibangun

23
oleh seorang shogun (pemimpin) yang saat itu berkuasa, bernama Ashikaga Takauji

untuk menenangkan arwah Kaisar Go-Daigo yang ia turunkan dari tahta.

Kuil Tenryuji berulang kali mengalami kebakaran dan menjadi korban

perang kekuasaan di Jepang selama berabad-abad. Sebagian besar ruangan di kuil ini,

seperti Aula utama (Hojo), ruang gambar (Shoin) dan dapur (Kuri) akhirnya dibangun

kembali pada Periode Meiji (1868-1912). Berbeda dengan bagian kuil lainnya, taman

Tenryuji masih dipertahankan bentuk aslinya selama [Link] Kuil

Tenryuji dibangun oleh seorang perancang taman legendaris Jepang, bernama Muso

Soseki. Muso Soseki diangkat sebagai imam pertama di Kuil Tenryuji.

Hal yang menarik yang dilakukan di kuil Tenryuji adalah dapat mengunjungi

bangunan-bangunan Hatto atau Dharma Hall yang digunakan sebagai tempat

pelaksanaan upacacara keagamaan, didalam bangunan ini terdapat lukisan naga yang

terkenal di Ikarya Suzuki Shonen juga ada taman Sogenchi Teien atau taman kolam

sogen taman ini adalah taman Zen pertama yang memperoleh pengakuan dari

pemerintah Jepang sebagai taman sejarah.

Di bagian utara bangunan kuil Tenryuji ada sebuah kebun bunga Hyakka-en,

disana ada ratusan bunga yang tumbuh. Tidak jauh dari jalan utama menuju Kuil

Tenryuji, terdapat jalanan yang dipenuhi 600 tabung berisikan kimono berbagai jenis

dan warnaKuil Tenryuji dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 08:30 hingga 17:30

waktu setempat. Jarak dari stasiun Keifuku Arashiyama menuju Kuil Tenryuji dapat

dilalui berjalan kaki. Kuil ini juga dapat dicapai dalam 5 sampai 10 menit berjalan

kaki dari stasiun JR Saga Arashiyama.

24
3.2.4 Tofukuji

Gambar 9

([Link]

Kuil Tofukuji adalah sebuah kuil aliran penganut Zen yang terletak di

selatan Kyoto, terkenal dengan warna musim gugurnya yang spektakuler. Kuil ini

didirikan pada tahun 1236 atas perintah dari klan Fujiwara yang berkuasa pada masa

itu. Kuil ini menjadi pusat penyebaran agama Buddha di wilayah Kyoto sampai

sekarang.

Musim gugur merupakan salah satu musim paling dinanti-nanti di Jepang.

Baik wisata mancanegara maupun wisatawan lokal, waktu terbaik untuk menikmati

keindahan musim gugur di Kuil Tofukuji adalah mulai dari pertengahan Oktober

sampai awal Desember. Daun-daun maple yang tumbuh di taman Honbo akan

berubah warna menjadi kuning kemerahan. Pemandangan dari jembatan Tsutenkyo,

kita bisa melihat keindahan bangunan utama Honda yang ditutupin dedaunan maple

[Link] bagian dari pekarangan Kuil Tofukuji ini bebas untuk

diakses, selain terkenal dengan bangunan-bangunan unik dan bersejarah. Kita bisa

25
melihat keindahan arsitektur ratusan tahun lalu, termasuk daerah sekitar beberapa

bangunan terbesar dan mengesankan [Link] menuju Kuil Tofukuji bisa melalui

jalur dari stasiun Kyoto. Anda dapat menempuh perjalanan ke Tofukuji Temple

dengan naik Kereta menuju Stasiun Tofokuji, lalu berjalan selama 2 menit. Bisa juga

menggunakan bus kota menuju Halte Tofokuji, lalu berjalan selama 10 menit. Bagi

Anda yang ingin mengunjungi Kuil ini namun menggunakan kendaraan umum, Anda

tidak perlu khawatir. Karena akan ada beberapa kendaraan yang akan mengantar

Anda sampai ke lokasi ini.

3.2.5 Koryuji

Gambar 10

([Link]

Koryuji adalah kuil tertua di Kyoto. Tempat ini utamanya menghormati

Miroku Bosatsu (Maitreya), yang patungnya didonasikan oleh Pangeran Shotoku, dan

merupakan warisan nasional pertama di Jepang. Dibangun pada tahun 603, Ada

banyak warisan nasional lain dan artifak kebudayaan penting di kuil ini, seperti

patung 12 Dewa (Junishinshoryuzo).

26
Festival ternak diadakan di kuil ini pada bulan Oktober, dan merupakan satu

dari tiga festival besar di Kyoto. Keberadaan kuil-kuil di Jepang bukan semata

disematkan dengan berbagai hal aktifitas peribdatan melainkan juga merupakan basis

kewisataan. Banyak sekali kuil yang pada akhirnya, seiring dengan berkembangnya

zaman dibuka untuk umum sekalipun bukan untuk tujuan semedi atau beribadah.

Koryuji ialah kuil kuno yang sudah berdiri sejak abad ke-7, yang kemudian kini

dibuka untuk umum. Kuil ini sudah dimasukkan dalam bangunan yang wajib

dilindungi negara karena statusnya sebagai Warisan Budaya Jepang. Berbagai

elemen bangunan kuil yang ada disini kebanyakan berasal dari abad silam. The Ko-do

misalnya yang merupakan ruang bagi imam yang membaca kitab suci Budha sudah

ada sejak abad ke-12 meskipun beberapa elemen lainnya baru ada sejak abad ke-17.

Didalamnya diabadikan sebuah patung Budha Amida-Nyorai yang dianggap

sebagai pemimpin surga. Saking tua dan dianggap sakralnya, Budha Amida-Nyorai

ini telah ditetapkan departemen terkait sebagai National Treasure. Selain itu, ada juga

patung Jizo Bosatsu-Budha paling mulia dari sekte Mikyo. Selain Jizo-Bosatsu ada

juga Kokuzo Bosatsu yang oleh pemerintah sama-sama ditetapkan sebagai Warisan

Budaya Jepang yang tak ternilai harganya.

Selain The Ko-do kuil ini juga memiliki ruangan lainnya, didalamnya berisi

pelbagai ornamen mulai dari gambar Budha kuno termasuk juga Miroku Bosatsu,

lukisan, tulisan dan dokumen-dokumen kuno yang kesemuanya juga ditetapkan

sebagai warisan nasional atau properti budaya.

Koryu-ji, seperti kuil-kuil lainnya juga pernah dilalap si jago merah pada

medio 818 dan 1150. Entah kenapa banyak bangunan kuil di Jepang yang pernah

27
terbakar. Meskipun begitu, banyak peninggalan didalamnya yang terselamatkan

termasuk patung-patung dan juga dokumen [Link] untuk melihat berbagai

peninggalan yang ada disini? Biaya masuknya sekitar 700 Yen. Untuk sampai disini,

pengunjung dapat menggunakan kereta api dari Shijo – Omiya ke Uzumasa – Koryuji

dengan waktu tempuh 12 menit. Kemudian dari stasiun tersebut bisa dilanjutkan

dengan berjalan kaki selama 5 menit.

28
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan paparan pada bab-bab sebelumnya, penjelasan mengenai wisata

kuil di Kyoto, maka dapat diambil kesimpulan, yaitu:

Kota Kyoto terletak di bagian tengah Pulau Honsu dengan total luas wilayah

kota kyoto adalah 4612,71 km², luas tersebut merupakan 1,2% dari luas seluruh

wilayah Jepang dan menempati posisi ke-31 dari seluruh prefektur di Jepang.

Kyoto (京都市, Kyōto-shi) merupakan kota yang terletak di Pulau Honshu

Jepang. Kota ini sebagai salah satu dari segitiga utama yaitu Osaka-Tokyo-

[Link] Kyoto terletak di bagian tengah pulau Honsu dengan total luas wilayah

kota kyoto adalah 4612,71 km², luas tersebut merupakan 1,2% dari luas seluruh

wilayah Jepang dan menempati posisi ke-31 dari seluruh prefektur di Jepang.

Ada dua jenis kuil di Kyoto, yaitu Kuil Shinto (Jinja),dan Kuil Buddha

(Otera).Kuil Shinto ( 神 社  jinja) adalah struktur permanen dari kayu yang dibangun

untuk pemujaan berdasarkan kepercayaan Shinto. Kuil Buddha (Otera) merupakan

tempat ibadah, namun disaat yang sama para biksu menggunakan kuil sebagai tempat

untuk menjalankan ajaran Buddha.

29
4.2 Saran

Kota Kyoto memiliki sisi yang berbeda dengan Tokyo. Di Kyoto kita tidak

dapat menemui hiruk pikuk seperti halnya di Tokyo. Di Kyoto banyak bangunan-

bagunan tua peninggalan masa lalu diberbagai sudut kota Kyoto juga terkenal

dengan kota seribu kuil,dan daya tarik lainnya Kyoto memiliki pemandangan alam

yang indah. Semoga wisatawan yang Berkunjuung ke Kyoto terutama wisatawan dari

indonesia agar tidak melakukan pengrusakan/mengotori objek-objek wisata di kyoto,

terlebih lagi wisata di jinja & otera karena selain merupkan objek wisata.

30

Anda mungkin juga menyukai