PT GANA SAKTI INDONESIA
TPTKP (TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT
KEJAIDIAN PERKARA)
DEPARTMENT TRAINING & HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT
2019
Dasar Hukum
Didalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, Pasal 3, Bahwa :
a. Polsus
Ayat (1)
Pengemban Fungsi Kepolisian Adalah POLRI yg di bantu b. PPNS
oleh
c. PAM Swakarsa
Pengemban Fungsi Kepolisian sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) huruf a, b dan c,
melaksanakan fungsi kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang menjadi
dasar hukumnya masing-masing.
PreVentif
Tugas untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtib.
Hal ini dilakukan dengan melaksanakan penjagaan, pengawalan dan patroli.
Sesuai rumus C = N + K dimana kriminal ( C ) akan terjadi bila niat ( N ) dan kesempatan
( K ) ketemu dengan jalan melakukan penjagan patroli dan pengawalan tersebut
khususnya dengan berpakaian seragam terbuka maka akan memperkecil ketemunya
niat dan kesempatan.
Pre Entif
Tugas mengkondisikan agar situasi dan kondisi konduktif untuk terwujudnya aman
dan tertib. Hal ini dilakukan oleh security tersebut dengan cara memberi
ketauladanan yang baik/mengimbau agar semua orang berbuat tidak melanggar
peraturan yang berlaku dan sebagainya.
RefResif
Tugas untuk penindakan, dimana wewenang dari security dalam bidang ini
hanyalah TPTKP/ Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara, yang
selanjutnya diserahkan ke petugas yang berwajib.
Pengertian TKP
TEMPAT KEJADIAN PERKARA
a) Yaitu tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan / terjadi atau akibat yang
ditimbulkannya.
b) Adalah tempat terjadinya tindak pidana dan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan
tindak pidana tersebut, dimana barang-barang bukti tersangka atau korban dapat
ditemukan.
Ketentuan Tentang TKP
a) Secara umum setiap tempat dimana telah terjadi tindak pidana harus dianggap sebagai
Tempat Kejadian Perkara (TKP)
b) TKP merupakan salah satu sumber keterangan yang penting dan bukti-bukti yang dapat
menunjukkan/ membuktikan adanya hubungan antara korban, pelaku, barang bukti dan
TKP itu sendiri, dari hubungan tersebut diusahakan untuk dapat diungkapkan pokok-pokok
masalah sebagai berikut :
Pengungkapan Tentang TKP
1) Benarkah tindak pidana itu terjadi & tindak pidana apa..?
2) Bagaimana tindak pidana itu dilakukan..?
3) Siapa yang melakukan tindak pidana tersebut..?
4) Dengan apa dilakukan..?
5) Mengapa tindak pidana itu dilakukan..?
6) Dimana dilakukan..?
7) Bilamana dilakukan..?
Penanganan TKP
Adalah tindak penyidik atau penyidik yang dilakukan di TKP yang menyelenggarakan
kegiatan dan tindakan Kepolisian yang dilakukan di Tempat Kejadian Perkara yang terdiri
dari:
a. Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)
b. Pengolahan Tempat Kejadian Perkara (Crime Seene Processing).
Tujuan Penanganan TKP
A. Menjaga agar TKP berada dalam keadaan sebagaimana pada saat dilihat/ ditemukan
petugas yang melakukan tindakan pertama di TKP (Menjaga Keaslian TKP/ Status Quo).
B. Melindungi barang bukti agar tidak hilang, rusak, tidak ada penambahan/ pengurangan dan
tidak berubah letaknya.
C. Untuk memperoleh keterangan dan fakta lebih lanjut dalam menentukan pelaku, korban,
saksi-saksi, barang bukti, modus operasi dan alat yang digunakan dalam rangka
mengungkapkan tindak pidananya.
Dasar
Penanganan TKP
Diketahuinya suatu tindak pidana,
Melalui :
1) Laporan pemberitahuan
2) Pengaduan
3) Tertangkap tangan
4) Diketahui langsung
PENERIMAAN LAPORAN/ PENGADUAN
Setiap anggota Satpam wajib menerima laporan pemberitahuan dan pengaduan di WTJ
serta memasukan dalam buku mutasi
PENYAMPAIAN LAPORAN/ PENGADUAN
1) Kesempatan pertama melaporkan kepada pimpinan Satpam dan atau
pimpinan Perusahaan
2) Memberitahukan kepada satuan Polri terdekat untuk tindakan
pengolahan TKP.
Prosedur Penanganan TKP
1) Mengamankan TKP dan melarang setiap orang meninggalkan tempat selama pemeriksaan
2) Mencatat identitas setiap orang yang berada di lokasi TKP
3) Mempertahankan status quo
4) Membuat batas dengan tali atau alat lain (Police Line)
Pengamanan TKP
1) Jangan memegang peralatan di TKP
2) Jangan melakukan perubahan-perubahan
3) Jangan meletakkan barang-barang milik pribadi
4) Jangan merokok
5) Jangan mengucapkan tafsiran/ dugaan atas tindak pidana yang baru terjadi yang dapat
terdengar oleh para saksi.
6) Jangan tinggalkan TKP terlalu cepat (keterangan petugas yang pertama datang mungkin
masih diperlukan)
7) Lindungi jejak-jejak yang ada dari pengaruh cuaca (hujan, angin, dan sebagainya).
Pengertian TPTKP
Adalah tindakan Kepolisian/ Security yang harus dilakukan segera setelah terjadinya
tindak pidana untuk melakukan Pertolongan / Perlindungan kepada korban / anggota
masyarakat serta penutupan dan pengamanan Tempat Kejadian Perkara, guna
persiapan–persiapan penyidikan selanjutnya
Dasar Pelaksanaan TPTKP
Dalam TPTKP maka Security harus mengerti tentang pengamanan TKP, tindakan terhadap pelaku
kejahatan, tindakan terhadap korban, tindakan terhadap saksi serta perlakuan terhadap barang
bukti.
1. Tindakan pengamanan TKP
2. Tindakan terhadap Pelaku
3. Tindakan terhadap Korban
4. Tindakan terhadap Saksi
Tindak Pengamanan TKP
Amankan TKP ,Jangan sampai rusak dengan kehadiran orang-orang yang tidak
berkepentingan kalau perlu beri tanda tali, pembatas / police line dengan tali raffia atau
semacamnya sambil menunggu petugas POLISI yang akan hadir
Tindakan terhadap Pelaku
Bila pelaku tertangkap catat identitasnya, amankan dan tahan yang bersangkutan buat
catatan singkat yang menyangkut pelaku untuk selanjutnya diserahkan kepada yang
berwajib.
Bila pelaku tidak tertangkap/ berhasil melarikan diri, cari informasi tentang ciri-ciri pelaku
(warna baju, rambut, tingginya, warna kulit, mode dari bicaranya dan sebagainya).
Bila pelaku melarikan diri namun masih terpantau maka usahakan dengan bebagai cara
untuk menangkapnya dengan membuntuti atau minta bantuan masyarakat.
Tindakan terhadap Korban
MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA & PERLINDUNGAN
Dalam situasi TKP msh membahayakan keamanan baik terhadap korban/
masyarakat wajib mengambil tindakan untuk pertolongan dan perlindungan
DALAM HAL KORBAN LUKA BERAT/ RINGAN/ PINGSAN
Diberikan pertolongan sesuai petunjuk/ ketentuan p3k atau pertolongan dokter/
paramedis dan atau dikirim ke rumah sakit terdekat, setelah terlebih dahulu mencatat
identitas korban dan menandai letak korban.
DALAM HAL KORBAN KEADAAN KRITIS
Selain mencatat identitasnya, usahakan untuk mendapatkan keterangan/ petunjuk serta identitas
pelaku dan lain-lain.
DALAM HAL KORBAN MATI/ MENINGGAL
Dijaga agar tetap posisinya dan jangan sekali-kali menyentuh korban kecuali untuk
mengetahui apakah korban sudah benar2 meninggal dan menunggu samapi datangnya petugas
Polri dari kesatuan terdekat.
Bilamana korban meninggal yang sekiranya mengganggu lalu lintas umum, korban (mayat)
dapat dipindahkan dengan memberi tanda letak mayat terlebih dahulu.
Tindakan terhadap Saksi
Catat identitasnya terutama alamat dan telepon, minta keterangan singkat dari yang
bersangkutan tentang apa yang ia alami dan ketahui tentang peristiwa tersebut.
Pengamanan Status Quo
MEMBUAT BATAS TKP
“Dapat Dilakukan Dengan Tali / Alat Lain”Dimulai dari jalur yang diperkirakan
merupakan arah masuknya pelaku, melingkar sekitar letak korban atau temapat yang
dapat diperkirakan akan didapatkan barang-barang bukti, kemudian ke jalan yang
diperkirakan merupakan keluarnya pelaku meninggalkan TKP dan memberikan tanda
arah keluar masuknya pelaku.
Pengamanan Status Quo
Memerintahkan orang yang berada di TKP pada waktu terjadinya tindak pidana untuk tidak
meninggalkan TKP dan mengumpulkannya diluar batas yang telah dibuat.
Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan masuk TKP yang telah diberi batas.
Meminta bantuan/ partisipasi masyarakat setempat dalam melakukan pengamanan TKP dan
membubarkan massa yang berkerumun.
Jangan sekali-kali menambah/ mengurangi barang bukti yang ada di TKP.
Pengolahan TKP
Adalah tindakan atau kegiatan-kegiatan setelah tindakan pertama ditempat perkara dilakukan
dengan maksud untuk mencari, mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi, petunjuk-petunjuk,
keterangan, dan bukti serta identitas tersangka menurut teori “Bukti Segi Tiga” guna
memberikan arah terhadap penyidikan selanjutnya.
KORBAN/ SAKSI Bukti Segi Tiga
3 Unsur penting untuk mendapatkan
bukti adalah :
(TKP, Korban/ Saksi-saksi dan Tersangka)
Bukti-bukti yang ditemukan di TKP baik sempurna/ tidak & berapapun jumlahnya baik
benda padat/ cair/ gas harus dinilai
“SAMA PENTINGNYA”
Tehnik Pengolahan TKP
A. Melakukan Pengamatan Yang Diarahkan Terhadap Obyek-obyek Antara Lain:
Jalan masuk/ keluar pelaku
Adanya kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan di TKP
Keadaan cuaca waktu kejadian
Alat-alat yang mungkin dipergunakan dan tertinggal di TKP
Tanda-tanda atau bekas-bekas yang mencurigakan.
B. Pemotretan
Mengabadikan situasi TKP termasuk korban dan barang bukti
TKP secara keseluruhan dari berbagai sudut.
C. Membuat Catatan Hasil Pemotretan Yang Memuat:
Hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam
Merk dan type kamera
Keadaan cuaca
Jarak kamera terhadap obyek
Nama petugas yang melakukan pemotretan.
D. Pembuatan Sketsa
Menggambarkan TKP seteliti mungkin
Menentukan arah mata kompas
Untuk setiap obyek diberi tanda dengan huruf balok dan dijelaskan pada kertas
gambar
Mengukur jarak benda-benda bergerak dengan cara menghubungkan 2 (dua)
buah titik pada benda-benda yang tidak bergerak yang dipergunakan sebagai
patokan
Untuk otentikasi sket dicantumkan nama pembuat, tanggal pembuatan, peristiwa
apa, dan dimana terjadi.
E. Pembuatan BAP Pemeriksaan TKP
Petugas membuat BAP TKP sesuai dengan apa yang dilihat dan ditemukan di TKP, dan
melampirkan sket/ gambar TKP.