CONTROL VALVE
FUNGSI CONTROL VALVE
Control valve memiliki fungsi dan peran :
Memudahkan operasional pabrik
Meningkatkan efektifitas dalam bekerja
Mudah dalam maintenance dan troubleshooting
Meningkatkan kapasitas proses
JENIS FLUIDA YANG DIATUR
• LIQUID
Contoh: air, ammonia cair, minyak
• GAS
Contoh: Gas ammonia, Oksigen, Nitrogen
• SUPERHEATED STEAM
Contoh: Steam kering untuk memutar turbin
• VAPOUR
Contoh: ammonia vapour
• SLURRY (Campuran Solid dan Liquid)
Contoh: bubur kertas, coal
ACTION CONTROL VALVE (1)
EQUAL PERCENTAGE
perubahan dari travel akan menghasilkan perubahan flow
secara persentase
Ilustrasi : nilai MV CV = 50% maka pembukaan di lokal 25%
Tipe EQ. PERCENTAGE ini cocok untuk :
proses terjadi perubahan pressured drop yang besar
proses dimana perubahan persentase total pressure
drop dilakukan CV
temperature dan pressure control loop
ACTION CONTROL VALVE (2)
LINEAR
perubahan dari travel akan menghasilkan perubahan flow
secara linear
Ilustrasi : nilai MV CV = 50% maka pembukaan dilokal 50%
Tipe LINEAR ini cocok untuk :
proses dimana terjadi perubahan pressure drop CV
secara kontinyu konstan
LiquId level atau flow loop
ACTION CONTROL VALVE (3)
QUICK OPENING
perubahan kecil dari travel akan menghasilkan perubahan flow
yang sangat besar
Ilustrasi : nilai MV CV = 25% maka pembukaan dilokal 75%
Tipe QUICK OPENING ini cocok untuk :
proses yang membutuhkan on-off service, contoh : flushing
proses dimana flow yang sangat besar cepat dibutuhkan,
contoh : safety sytem atau cooling water
PERBANDINGAN ACTION CONTROL VALVE
JENIS CONTROL VALVE
GLOBE VALVE
GATES VALVE
DIAPHRAGM/SAUNDERS
BUTTERFLY VALVE
BALL VALVE
SEGMENTED BALL VALVE
PLUG VALVES
V-BALL VALVE
JENIS CONTROL VALVE
GLOBE VALVE
SINGLE SEAT DOUBLE SEAT
JENIS CONTROL VALVE
BUTTERFLY V – BALL VALVE
GLOBE VALVE
Aplikasi :
Throttling service, pengaturan flow, sering digunakan untuk
pengendalian operasi
Keuntungan :
Efisien throttling, akurat pengendalian, tersedia dipakai
untuk bermacam-macam kapasitas
Kekurangan :
Pressure drop tinggi
GATE VALVE
Aplikasi :
Oli, gas, udara, slurries, heavy liquids, steam, non-
condensing gas, corrosive liquids
Keuntungan :
Kapasitas besar, tight shut-off, low cost, little resistance
to flow
Kekurangan :
Pengendalian kurang, terjadi kavitasi pada tekanan
besar, tidak dapat dipakai untuk throttling
BALL VALVE
Aplikasi :
Sebagian besar liquid, temperatur tinggi, slurries
Keuntungan :
Murah, kapasitas besar, kebocoran minimal, mudah
maintenance, sealing tertutup rapat dengan torsi
rendah
Kekurangan :
Karakteristik throttling tidak bagus, cenderung terjadi
kavitasi
BUTTERFLY VALVE
Aplikasi :
Liquid, gases, slurries, liquids with suspended solids
Keuntungan :
Murah, mudah maintenance, kapasitas besar,
pengendalian flow bagus, pressure drop kecil
Kekurangan :
Butuh torsi besar untuk memutar, terjadi kavitasi pada
flow kecil
PEMILIHAN CONTROL VALVE
Berikut ini hal – hal yang mendasari pemilihan Control Valve
Jenis Fluida
Ukuran Pipa
Lingkungan (Korosif, Abrasif, dll)
Flow Max, Normal dan Min yang Dibutuhkan
Pressure Drop dan ∆Pressure ketika Fully Closed
Temperature, Viscositas Dan Specific Gravity (G)
Tingkat Kebocoran (Leakage Class) Ketika Fully Closed
Safety Posisi Valve (Close/Open) ketika terjadi failure
Capacity Of Valve (CV) yang sesuai kebutuhan
GLOBE CONTROL VALVE
1
NOTE:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] CONNECTION
(Flange, Threaded,
2
Socket Welded, Butt
Welded)
6
5
[Link] (PLUG & SEAT)
3 [Link]
4
PRINSIP SIZING
• Daerah kerja Control Valve optimalnya berada di posisi 50% pada operasi normal,
kira-kira ada di posisi 25% pada operasi minimum dan berada di posisi 80% pada
operasi maksimal.
• Rangeability (perbandingan Flow Maksimum dengan Flow Minimum) sebaiknya
yang besar.
• Hindari Oversize dan Undersize !!
Oversize : Control Valve bekerja pada daerah hampir tertutup (minimum) sekitar
10% - 25%. (CV terlalu besar)
EFEK : Plug Seat akan cepat aus akibat erosi, pengendalian kurang sempurna dan
atau cenderung tidak stabil.
Undersize: Control valve bekerja pada daerah hampir terbuka penuh (maks) sekitar
80% - 90%. (CV terlalu kecil)
EFEK : Respon sistem sangat lambat dan sering dibawah setpoint (offset)
TROUBLESHOOTING
CONTROL VALVE
I. VALVE TIDAK BISA ACTION
1. Check Pressure instrument air, Pastikan > 3-4 Kg/cm2
2. PI = 0, Check BV air supply pastikan kondisi open
3. PI < 3 Kg/Cm2,
Check line inst. Air apakah ada kebocoran
Check apakah ada kebuntuan line air supply CV
Check Comp. Air di utilitas apakah ada trouble
2/19/2017 Instrumen-II 19
TROUBLESHOOTING
CONTROL VALVE
II. CONTROL VALVE HUNTING (POSISI AUTO)
1. Check positioner dan Actuator (by Instrument)
2. Posisikan Manual Jika OK, Check down stream Line
dan Flow meter
III. FLOW TIDAK TERPENUHI, CV = 100 %
1. Check CV, yakinkan posisi 100%
2. Pastikan inside CV Ok, buka BV bypass
BV = 100%, Flow terpenuhi, repair valve (instr.)
BV = 100%, Flow tdk terpenuhi, Line buntu or pressure turun
2/19/2017 Instrumen-II 20
Lanjut ke Materi
SAFETY DEVICE.....
2/19/2017 Instrumen-II 21