1. Hingga saat ini Pandemi Covid 19 masih merebak di Indonesia.
Tidak hanya berimbas di
bidang kesehatan, beragam lini usaha terdampak dengan adanya pandemi Covid 19 ini,
termasuk yang beprofesi sebagi Entrepreneur. Dalam kondisi seperti ini seorang
Entrepreneur harus bersikap tepat dan cermat terutama dalam mengambil sikap
menentukan langkah yang akan diambil dalam strategi menghadapi pandemi.
Jelaskan karakteristik umum seorang Entrepreneur menurut John Kao dan berikan 3 contoh
kasus peran Entrepreneur dalam menggerakan roda perekonomian di Era Pandemi.
John KaoF menunjukkan beberapa karakteristik umum entrepreneur berikut ini.
1. Bertanggung jawab penuh, berhati yang teguh, dan memiliki daya tahan yang tinggi.
2. Memiliki dorongan yang kuat untuk berhasil maupun untuk tumbuh.
3. Berorientasi pada peluang dan memiliki sasaran yang jelas.
4. Berinisiatif dan bersedia memikul tanggung jawab secara pribadi.
5. Memiliki ketekunan dalam memecahkan masalah.
6. Realistis dan mampu menghargai humor.
7. Mencoba memperoleh umpan balik dan memanfaatkannya.
8. Menginginkan kebebasan mengatur diri sendiri (internal locus of control).
9. Bersedia menanggung risiko yang terhitung.
10. Tidak mengindahkan status dan tidak tertarik pada kekuasaan.
11. Memiliki integritas dan merupakan seseorang yang bisa dipercaya.
Model dan pendekatan bisnis kewirausahaan yang dipengaruhi oleh pandemi akan berdampak pada
bagaimana kewirausahaan dianggap sebagai pilihan pekerjaan di masa depan.
Ketika sumber keuangan mengering, lebih dari 40% usaha baru akan jatuh ke dalam apa yang
disebut "zona merah" dengan hanya cukup uang tunai untuk mempertahankan operasional kurang
dari tiga bulan.
World Economic Forum (WEF) melaporkan bahwa sejak awal krisis, lebih dari 70 persen
perusahaan rintisan harus mengakhiri kontrak karyawan penuh waktu demi menjaga agar perusahaan
tidak tenggelam.
"Namun, ketika sejumlah besar start-up telah menderita selama pandemi, Covid-19 juga
menyebabkan peningkatan aktivitas kewirausahaan," seperti dikutip melalui situs web WEF, Selasa
(23/6/2020).
CONTOH KASUSNYA ADALAH
1. Perusahaan dan individu di seluruh dunia telah bersatu untuk merespons, dan jika mungkin,
mengatasi krisis ini, Misalnya Dari penyelenggara festival musik yang kini mengorganizir
pengadaan rumah duka temporer hingga perusahaan otomotif yang memutar kegiatan pabrik
menjadi produsen ventilator yang sangat dibutuhkan. Pandemi justru telah meningkatan
kreativitas sejumlah orang dalam berbisnis.
Pebisnis dan perusahaan orang-orang dan perusahaan telah menyusun ide-ide baru untuk
menanggapi kebutuhan yang ada atau yang pemenuhan kebutuhan yang tidak cukup
ditangani oleh pemerintah dan lembaga yang berkuasa.
Gambaran tentang bagaimana wirausahawan dan sistem mereka terpengaruh oleh pandemi
jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan, satu hal yang pasti adalah bagaimana
bentuknya hari ini akan memiliki efek jangka panjang.
2. Sementara sebagian besar perusahaan rintisan mungkin melihat pengalihan fokus bisnis
sebagai peluang atau solusi jangka pendek, hal ini tetap merupakan strategi bertahan hidup
yang fundamental dan peluang pertumbuhan bagi ekonomi dan industri negara.
Dengan demikian, untuk mengambil keuntungan dari potensi wirausaha, pemerintah dan
lembaga pendukung lainnya harus mengembangkan langkah-langkah yang tepat untuk
mendukung kewirausahaan semacam ini.
Misalnya, pengadaan publik dapat membantu perusahaan rintisan untuk mendapatkan akses
pasar yang berguna untuk membangun reputasi sehingga usaha mereka dipandang sebagai
mitra bisnis yang sah.
Beberapa mungkin berpendapat bahwa krisis dapat berdampak negatif terhadap
kewirausahaan, yang lain mungkin menyarankan bahwa perubahan yang kita amati saat ini
dapat mengubah persepsi kewirausahaan menjadi lebih baik.
3. Apa yang kita saksikan saat ini sesungguhnya adalah potensi untuk mendemokrasikan
kewirausahaan dan menciptakan model peran kewirausahaan baru yang lebih mudah
dikenali oleh orang.
Perubahan ini pada akhirnya dapat memicu lebih banyak orang untuk memulai bisnis
mereka sendiri.
Dengan begitu banyaknya lembaga besar melepaskan karyawan yang berbakat dan
berkualitas, mungkin krisis ini dan dampak setelahnya akan mendorong lebih banyak orang
untuk mengambil risiko yang terkait dengan kewirausahaan
2. Penelitian Staley dan Morse (1965) mengemukakan bahwa terdapat faktor-faktor yang
sesuai untuk perusahaan industri kecil dan faktor-faktor lainnya yang justru mendorong
keberhasilan industri ukuran besar.
Menurut Anda faktor-faktor apa saja yang sesuai untuk perusahaan industri kecil dan
berikan contoh kasusnya minimal 3 dari dari faktor-faktor tersebut.
Staley dan Morse menemukan 10 (sepuluh) faktor yang sesuai (favorable) bagi perusahaan industri
kecil dan 10 (sepuluh) faktor lainnya yang justru mendorong keberhasilan industri ukuran
[Link] faktor pertama berkaitan dengan ciri-ciri atau karakteristik produk yang dihasilkan oleh
perusahaan industri ukuran kecil, sedang empat faktor sisanya berkaitan dengan dinamika
perusahaan industri kecil dalam menjalankan kegiatannya.
Sepuluh faktor yang sesuai bagi perusahaan industri kecil terdiri dari faktor-faktor sebagai berikut.
1. Hubungan Antara Aspek Fisik dengan Aspek Engineering
Produk yang secara fisik bobotnya ringan dan berdimensi kecil serta proses produksinya hanya
membutuhkan presisi yang sedang-sedang, sering kali bisa dibuat hanya dengan menggunakan
mesin-mesin sederhana yang ringan dan berharga rendah, ataupun hanya dengan menggunakan
proses asembling yang relatif sederhana. Karena itu, titik-pulang-pokok (break- even) untuk produk
sejenis ini bisa tercapai pada kuantitas produksi yang relatif rendah.
Contohnya, pembuatan ring hanya menuntut penggunaan mesin punching/mesin pons sederhana
yang harganya relatif rendah, sementara proses pembuatannya hanya menggunakan satu langkah
kegiatan. Karena itu, titik-pulang-pokok (break-even) pembuatan produk sejenis ini bisa segera
dicapai walaupun produk hanya dibuat dalam jumlah yang tidak terlalu besar, sehingga sesuai yang
dikerjakan oleh perusahaan industri yang ukurannya kecil.
2. Produk yang Memerlukan Tingkat Keterampilan dan Ketelitian yang Tinggi
Terdapat jenis produk tertentu yang proses pembuatannya menuntut tingkat keterampilan ataupun
tingkat ketelitian yang sangat tinggi sehingga hanya bisa dihasilkan dengan baik oleh tenaga kerja
yang sangat ahli atau sangat terampil. Karena itu, tidak banyak pihak atau perusahaan yang mampu
menghasilkan produk sejenis ini, sehingga berakibat bahwa hanya akan ada sedikit saingan dalam
membuat produk tersebut. Perusahaan industri berukuran kecil yang mampu menguasai tingkat
keahlian dan tingkat keterampilan tinggi tersebut akan mampu memperoleh keunggulan dalam
persaingan walaupun berukuran relatif.
Contohnya adalah perusahaan- perusahaan lukisan kaca.
3. Produksi Massal Komponen-komponen Khusus, atau Produk Akhir yang Bersifat
Khusus
Industri/perusahaan kecil dapat mengonsentrasikan diri untuk membuat komponen khusus yang
diperlukan oleh beberapa industri/perusahaan besar. Bagi masing-masing industri/perusahaan besar,
membuat komponen khusus ini akan merugikan karena jumlah yang mereka perlukan tidak cukup
untuk melewati titik pulang pokok. Karena itu sebuah industri/perusahaan kecil akan sesuai jika
menerjuni bisnis yang menyediakan komponen khusus tersebut bagi beberapa industri/perusahaan
besar. Ukurannya yang kecil menyebabkan industri/perusahaan kecil bisa mencapai titik-pulang-
pokok (break-even) secara lebih cepat (dengan jumlah produksi yang lebih rendah).
Contoh: membuat baut dengan ukuran/dimensi khusus.
4. Produk yang Dibuat dalam Jumlah Kecil
Beberapa jenis produk tertentu tidak mempunyai bentuk yang baku (standar) dan perlu dibuat
bervariasi sesuai dengan permintaan atau pesanan konsumen. Biasanya, setiap jenis produk hanya
dibuat dalam jumlah yang kecil sehingga hanya memberikan kesempatan untuk mencapai titik-
pulang pokok (break-even) bagi perusahaan industri berukuran kecil. Di samping itu, beberapa jenis
produk tertentu memang hanya mempunyai konsumen yang terbatas jumlahnya dan hanya
dibutuhkan dalam jumlah yang terbatas. Karena itu, produk sejenis ini juga hanya sesuai bagi
perusahaan industri berukuran kecil.
Contoh produk yang hanya dibutuhkan dalam jumlah terbatas ini adalah kain songket, yang hanya
dibutuhkan dalam jumlah yang terbatas.
5. Produk yang Dipengaruhi oleh Lokasi dan Ongkos Transportasi
Terdapat jenis produk tertentu yang sifatnya dipengaruhi oleh lokasi dan ongkos transportasi. Skala
usaha produk sejenis ini cenderung menjadi terbatas karena tingginya ongkos transportasi produk,
ataupun karena sumber bahan baku yang tersebar dan karena sifatnya, sulit dipindahkan sehingga
membuat ongkos angkut bahan baku menjadi mahal. Perusahaan skala besar yang mencoba
mengerjakan produk sejenis ini akan sangat dibebani oleh besarnya ongkos angkut produk ataupun
bahan baku karena perusahaan akan cenderung melayani daerah yang relatif luas.
Contohnya: kurungan ayam, peti mati, pabrik batu bata.
6. Produk dengan Desain Khusus, atau Produk yang Memerlukan Inovasi Tinggi
Banyak perusahaan industri skala kecil yang muncul pertama kali sebagai pembuat produk yang
disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan khusus konsumen, baik yang menyangkut aspek
desain maupun aspek lainnya.
Contoh: tune-up “racing” bagi mobil atau sepeda motor.
7. Hubungan yang Dekat Antarpersonil dalam Industri Kecil
Hubungan yang lebih erat antara pekerja dengan pimpinan maupun antarpekerja sendiri,
menyebabkan perusahaan industri kecil mampu melayani permintaan yang sifatnya rumit dan
tercapainya produktivitas yang tinggi, maupun langkanya pemutusan hubungan kerja. Sering kali
hubungan antarpimpinan pada perusahaan industri kecil juga lebih erat, sehingga kerja sama menjadi
lebih efektif.
8. Fleksibilitas Operasi dan Ongkos Tidak Langsung yang Rendah
Ongkos tak langsung bisa menjadi sangat rendah pada perusahaan industri kecil karena sederhananya
prosedur operasi dan juga tingkat birokrasinya yang rendah, berbeda dengan yang terjadi pada
perusahaan industri ukuran besar.
9. Pelayanan yang Lebih Baik
Adanya perhatian khusus pada konsumen menyebabkan perusahaan industri kecil mampu mencapai
kualitas yang lebih baik, kecepatan yang lebih tinggi, dan lebih fleksibel. Perhatian perusahaan
industri kecil dapat dipusatkan pada pesanan yang penting ataupun pada peluang yang menarik, tidak
seperti yang terjadi pada perusahaan industri berskala besar.
10. Respons yang Cepat terhadap Perkembangan/Perubahan
Pola permintaan produk yang dinamis menyebabkan perusahaan industri kecil sering menghadapi
perubahan. Pada saat perubahan terjadi, terbuka kesempatan bagi perusahaan industri kecil yang
karena kecepatannya dalam pengambilan keputusan maupun dalam pelaksanaan dapat mengalahkan
perusahaan industri berskala [Link] perusahaan industri kecil terhadap konsumen
menyebabkan mereka lebih peka terhadap perubahan maupun untuk merasakan adanya kesempatan.
Sepuluh faktor yang cocok bagi perusahaan industri kecil ini komposisinya tidak selalu tetap, bisa
berubah sesuai dengan kondisi lingkungannya.
Dengan demikian, semakin jelas bahwa memang terdapat jenis produk atau jasa tertentu yang karena
sifatnya, lebih sesuai untuk diusahakan oleh Usaha Kecil. Produk atau jasa sejenis ini sifatnya
terlindung dari “bawah” karena ambang teknologinya cukup sulit untuk ditembus oleh orang
kebanyakan, dan terlindung dari keharusan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang lebih
besar. Karena itu, jika seseorang mencoba menjadi pengusaha kecil dan ternyata mengalami
kegagalan, belum tentu karena orang yang menjalankannya tidak berbakat. Mungkin saja kegagalan
tersebut diakibatkan oleh pilihan produk ataupun jasa yang tidak sesuai dengan berbagai karakteristik
(terutama dengan kelemahan) Usaha Kecil.