0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Bahaya Merokok bagi Masyarakat Desa

Dokumen tersebut merupakan rancangan satuan acara penyuluhan tentang bahaya merokok yang akan dilaksanakan di Desa Winong. Acara tersebut akan menyampaikan informasi mengenai pengertian perilaku merokok, aspek-aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampak merokok bagi kesehatan secara umum dan khusus. Penyuluhan akan dilakukan melalui metode ceramah selama 30 menit dengan menggun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan6 halaman

Bahaya Merokok bagi Masyarakat Desa

Dokumen tersebut merupakan rancangan satuan acara penyuluhan tentang bahaya merokok yang akan dilaksanakan di Desa Winong. Acara tersebut akan menyampaikan informasi mengenai pengertian perilaku merokok, aspek-aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampak merokok bagi kesehatan secara umum dan khusus. Penyuluhan akan dilakukan melalui metode ceramah selama 30 menit dengan menggun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN MEROKOK

Pokok Bahasan : Merokok

Sasaran : Masyarakat Desa Winong

Metode : Ceramah

Media : Power Point

Jam : 08.00 – Selesai

Waktu : ± 30 menit

Tempat : Desa Winong Kec. Gemarang

A. Latar Belakang
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim dilakukan dalam kehidupan sehari-
hari, sehingga dimanapun tempat selalu ditemukan orang merokok baik laki-laki,
perempuan, anak kecil, anak muda, orang tua, status kaya atau miskin tanpa terkecuali.
Padahal sebagian besar masyarakat sudah mengetahui bahaya dari merokok namun pada
kenyataannya merokok telah menjadi kebudayaan.
Organisasi kesehtan dunia /WHO memperkirakan 1,1 miliar perokok dunia berumur 15
tahun ke atas yaitu sepertiga dari total penduduk dunia. Angka prevalensi merokok di
Indonesia merupakan salah satu diantara yang tertinggi di dunia, 46,8% laki-laki dan 3,1%
perempuan dengan usia 10 tahun ke atas yang diklasifikasikan sebagai perokok. Jumlah
merokok mencapai 62,8 juta, 40% di antaranya berasal dari kalangan ekonomi bawah.
B. TIU (Tujuan Intruksional Umum)
Setelah dilakukan penyuluhan tentang merokok selama ± 30 menit, diharapkan
masyarakat dapat memahami dan menegrti tentang bahaya merokok.
C. TIK (Tujuan Intruksional Khusus)
Setelah mendapatkan penyuluhan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan pengertian perilaku merokok
b. Menjelaskan aspek perilaku merokok
c. Menjelaskan faktor -faktor perilaku merokok
d. Menjelaskan dampak rokok
D. Materi Penyuluhan
Terlampir
E. Metode Penyuluhan
Ceramah dan Tanya Jawab
F. Media
Power Point
G. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. Pembukaan 5 menit a. Memberikan salam a. Menjawab salam
dan perkenalan b. Mendengarkan
b. Menjelaskan TIU dan dan
TIK memperhatikan
c. Menyebutkan materi
yang akan di
sampaikan
2. Penyampaian materi dan Menjelaskan materi tentang : a. Mendengarkan
diskusi 15 menit a. pengertian perilaku dan
merokok memperhatikan
b. aspek perilaku b. Bertanya pada
merokok penyuluh bila
c. faktor -faktor perilaku masih ada yang
merokok belum jelas
d. dampak rokok

3. Penutup 5 menit a. Melakukan evaluasi a. Mendengarkan


dengan memberikan dan menjawab
pertanyaan pada pertanyaan
peserta b. Menjawab salam
b. Menutup pertemuan
dengan
menyimpulkan materi
yang telah dibahas
c. Memberi salam
penutup

MATERI PENYULUHAN

a. Pengertian Perilaku Merokok


Perilaku merokok adalah suatu aktivitas menghisap asap tembakau yang dibakar
ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar (Amstrong, 1990). Menurut
Sitepoe (2000) perilaku merokok didefinisikan sebagai aktivitas membakar tembakau
yang kemudian dihisap asapnya, baik langsung menggunakan rokok maupun
menggunakan pipa.
b. Aspek perilaku merokok
1. Fungsi merokok
Individu menjadikan merokok sebagai penghibur bagi berbagai keperluan,
menunjukkan bahwa memiliki fungsi yang begitu penting bagi kehidupannya.
Dalam kehidupan sehari-hari Fungsi merokok ditunjukkan dengan perasaan yang
dialami si perokok, seperti perasaan yang positif maupun perasaan negatif. Bagi
perokok, dengan merokok membantu untuk mencari inspirasi/ ide, menghilangkan
rasa kantuk, mengakrabkan suasana.
2. Intensitas merokok
Intensitas perilaku merokok adalah keadaan, tingkatan atau banyak sedikitnya
aktivitas seseorang dalam membakar tembakau dan menghisapnya dalam kurun
waktu tertentu. Klasifikasi perokok berdasarkan banyaknya rokok yang dihisap
yaitu:
a. Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari
b. Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari
c. Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari
3. Tempat merokok
Tipe perokok berdasarkan tempatnya yaitu:
1) Merokok di tempat-tempat umum/ruang publik
a. Kelompok homogeny (sama-sama perokok), secara bergerombol perokok
menikmati kebiasaannya. Umumnya perokok masih menghargai orang
lain, karena itu perokok menempatkan diri di smoking area.
b. Kelompok yang heterogeny (merokok di tengah orang-orang lain yang
tidak merokok, anak kecil, orang jompo, orang sakit dan lain-lain).
2) Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi
a. Kantor atau di kamar tidur pribadi Perokok memilih tempat-tempat seperti
ini yang sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang
kurang menjaga kebersihan diri, penuh rasa gelisah yang mencekam.
b. Toilet Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka
berfantasi.
4. Waktu merokok
Perilaku merokok dipengaruhi oleh keadaan yang dialaminya pada saat
itu, misalnya ketika sedang berkumpul dengan teman, cuaca yang dingin, setelah
dimarahi orang tua dan lain-lain.
c. Faktor perilaku merokok
1. Faktor Psikologis
Merokok dapat menjadi sebuah cara bagi individu untuk santai dan kesenangan,
tekanan-tekanan teman sebaya, penampilan diri, sifat ingin tahu, stres, kebosanan
dan ingin kelihatan gagah merupakan hal-hal yang dapat mengkontribusi
mulainya merokok.
2. Faktor Biologis
Faktor genetik dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai ketergantungan
terhadap rokok. faktor lain yang mungkin mengkontribusi perkembangan
kecanduan nikotin adalah merasakan adanya efek bermanfaat dari nikotin.
3. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan berkaitan dengan penggunaan tembakau antara lain orang tua,
saudara kandung maupun teman sebaya yang merokok, reklame tembakau, artis
pada reklame tembakau di media. Orang tua memegang peranan terpenting, selain
itu juga reklame tembakau diperkirakan mempunyai pengaruh yang lebih kuat
daripada pengaruh orang tua atau teman sebaya, hal ini mungkin karena me
mpengaruhi persepsi remaja terhadap penampilan dan manfaat rokok.
d. Dampak rokok
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap rokok yang
mungkin saja tidak terjadi dalam waktu singkat namun memberikan perokok potensi
lebih besar. Beberapa diantaranya antara lain :
1. Impotensi
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis
berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
2. Osteoporosis
Karbon monoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkat oksigen
darah perokok sebesar 15 persen, mengakibatkan karapuhan tulang sehingga lebih
mudah patah dan membutuhkan waktu 80 persen lebih lama untuk penyembuhan.
3. Pada Kehamilan
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat
meningkatkan resiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Resiko keguguran pada
wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena karbon monoksida dalam asap rokok
dapat menurunkan kadar oksigen.
4. Jantung Koroner
Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama di indonesia. Sekitar
40 persen kematian disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah, dimana 2,5 juta
adalah penyakit jantung koroner. Perlu diketahui bahwa resiko kematian akibat
penyakit jantung koroner berkurang hingga 50% pada tahun pertama sesudah
rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosit) dan pengapuran dinding
pembuluh darah (aterosklerosis), merokok jelas akan merusak pembuluh darah
perifer. Penyakit Pembuluh Darah Perifer (PPDP) yang melibatkan pembuluh
darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa
muda perokok berat, biasanya akan berakhir dengan amputasi (PoltekesDepkes
Jakarta I, 2002).
5. Sistem Pernapasan
Kerugian jangka pendek sistem pernapasan akibat rokok adalah kemampuan rokok
untuk membunuh sel rambut getar (silia) disaluran pernapasan. Ini adalah awal dari
bronkitis, iritasi, batuk. Sedangkan untuk jangka panjang berupa kanker paru,
hilangnya elasitas paru-paru dan bronkitis kronis.

Anda mungkin juga menyukai