0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan16 halaman

Perencanaan dan Analisis Sistem Filter

Dokumen tersebut merupakan perencanaan filter air yang mencakup analisis media filter, dimensi bak filter, kecepatan filtrasi, luas permukaan filter, sistem backwash, kontrol intermixing media, ekspansi media, dan kebutuhan backwashing. Beberapa parameter utama yang direncanakan antara lain luas bak filter 123,75 m2, kecepatan filtrasi 8 m/jam, interval pencucian filter 7 menit, dan kecepatan backwash 0,4 cm/detik.

Diunggah oleh

anji satya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan16 halaman

Perencanaan dan Analisis Sistem Filter

Dokumen tersebut merupakan perencanaan filter air yang mencakup analisis media filter, dimensi bak filter, kecepatan filtrasi, luas permukaan filter, sistem backwash, kontrol intermixing media, ekspansi media, dan kebutuhan backwashing. Beberapa parameter utama yang direncanakan antara lain luas bak filter 123,75 m2, kecepatan filtrasi 8 m/jam, interval pencucian filter 7 menit, dan kecepatan backwash 0,4 cm/detik.

Diunggah oleh

anji satya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

1 Perencanaan Bangunan Filter


1.1.1 Analisa Ayakan Media Filter
1.1.2 Dimensi Bak Filter
Direncanakan:
 Q air = 0,55 m3/detik
 Jumlah unit filtrasi = 2 unit
 Q tiap unit = 0,275 m3/detik
 Kecepatan filtrasi (Vf) = 8 m/jam
 Freeboard = 30 cm
Perhitungan:
 Luas permukaan filter (A)
A = Q/v
A = 0,275 m3/detik /(8 m/jam/3600 s)
= 123,75 m²
 Perbandingan panjang : lebar= 2 : 1
A =BxL
123,75 m² = 2B2
Lebar (B) = 7,9 m;
Panjang (L) = 15,7 m
dimensi tiap bak filter adalah:
Panjang bak (L) = 15,7 m
Lebar bak (B) = 7,9 m
 Cek luas (Af)
Af =BxL
Af = 15,7 m x 7,9 m
= 123,75 m²
 Cek pada saat satu bak dicuci (backwash)
 Total bak = 2 – 1 = 1 buah
 Q bak
Q 0 , 28
= =0 , 28 m3 /s
bak = n 1
Q

 Vf
3
0 ,28 m /dt × 3600 dt/ jam
2
Vf = 123 ,75 m
= 8 m/jam (memenuhi 5-21 m/jam)

1.1.3 Pengoperasian Filter Constant Rate


Waktu operasi filter 2 – 7 kali memberikan konsekuensi bahwa filter harus dicuci
sehari sekali. Pada constant rate, kecepatan filtrasi tiap filter adalah sama. Pencucian
filter dapat dilakukan bergantian pada jam tertentu dalam satu hari, maka interval
pencucian dalam satu hari dilakukan dengan frekuensi waktu yang sama. Untuk setiap
filter, pencucian filter dilakukan dengan waktu pencucian selama 7 menit.
1.1.4 Hidrolika Filter Constant Rate
1.1.5 Sistem Backwash
Backwash digunakan untuk pencucian filter saat terjadi clogging. Sistem
backwash meliputi perencanaan tentang backwash baik itu kecepatan, debit, dan lain-lain.
1.1.6 Control Intermixing
Setelah backwash ada kemungkinan terjadi pencampuran antara antrasit dan
[Link] itu harus dilakukan kontrol intermixing atau pencampuran dengan
membandingkan kecepatan mengendap (Vs) dari kedua media tersebut.
Pencampuran media tidak akan terjadi jika:
Vs antrasit Ø terbesar < Vs pasir Ø terkecil
Persamaan yang digunakan:
1/2
4 g

Vs= ×
[
3 Cd
× (Ss−1) × d
]
18 ,5
Cd=
 Nre 0,6
ψ × Vs × d
Nre=
 υ
A. Media Antrasit
Direncanakan:
 Ψ = 0,7
 Ss = 1,4
 Ø terbesar = 0,1225 cm (d)
Perhitungan:
0,7 × Vs × 0 , 1225
Nre=
 0 , 827 . 10−2 = 10,37 Vs
18 ,5 4 , 55
Cd= =
 (10 ,37 Vs )0,6 Vs 0,6
1/2
4 Vs 0,6
 3 [
Vs= × 981 ×
4 ,55
× (1,4−1 ) × 0 , 1225 ] = 3,75 Vs0,3
Vs0,7 = 3,75 = 6,62 cm/s

B. Media Pasir
Direncanakan:
 Ψ = 0,83
 Ss = 2,65
 Ø terkecil = 0,059 cm (d)
Perhitungan:
0 ,83×Vs×0 , 059
Nre=
 0, 826 .10−2 = 5,92 Vs
18 ,5 6 , 364
Cd= 0,6
= 0,6
 (5 ,92 Vs ) Vs
1/2
4 Vs 0,6
 3 [
Vs= × 981 ×
6,364
× (2,65−1) × 0,059 ] = 4,47 Vs0,3
Vs0,7 = 4,47 = 8,5 cm/s
1.1.7 Kehilangan Tekanan Saat Backwash
Direncanakan:
 Kecepatan filtrasi (Vf) = 8 m/jam = 0,22 cm/s
 d terbesar pasir = 11,6.10-2 cm
Perhitungan:
−2
0 ,83×Vs×11, 6 .10
Nre=
 0 , 827. 10−2 = 11,64 Vs
18 ,5 4 ,24
Cd= =
 ( 11,64 Vs )0,6 Vs0,6
0,6
24 Vs
Vs = × 981 × × (2 ,65−1) × 11, 6 .10−2
 3 4 , 24
Vs 2 = 59,02 Vs0,6
Vs1,4 = 59,02
Vs = 18,4 cm/s
Syarat terjadinya ekspansi :
0 , 22
Vvp
f< ( )
Vs
atau Vvp>Vs × f 4,5

dimanaVvp = Vbw (V backwash), maka :


Vbw > Vs x f4,5
Vbw > 18,4 x 0,44,5
Vbw > 0,298 cm/s
Karena syarat Vbw harus > 0,298 cm/s, maka direncanakan Vbw = 0,4 cm/s

1.1.8 Ekspansi Media Filter


[Link] Ekspansi Media Antrasit
Direncanakan :
 d terbesar = 12,25.10-2 cm
 Vs = 6,62 cm/s
 f = 0,48
Perhitungan:
 Kontrol terjadi ekspansi:
0 ,22
Vbw
( ) Vs
=fe> f

0 ,22
0,4
( ) 6 , 62
=0 ,539>0 , 48
(memenuhi kriteria)
[Link] Ekspansi Media Pasir
Direncanakan :
 d terbesar = 5,9.10-2 – 8,3.10-2 cm
 f = 0,4
Perhitungan:
 Kecepatan pengendapan untuk diameter 8,3.10-2 cm
−2
0 ,83 × Vs × 8,3. 10
Nre=
0 ,827 . 10−2 = 8,33 Vs
18 ,5 5 , 18
Cd= =
(8 ,33 Vs )0,6 Vs0,6
0,6
42 Vs
Vs = × 981 × × (2, 65−1) × 8,3 .10−2
3 5 , 18
Vs 2 = 34,54 Vs0,6
Vs1,4 = 34,54
Vs = 12,5 cm/s
Kontrol terjadi ekspansi :
0 ,22
Vbw
( Vs ) =fe > f

0 ,22
0,4
( )
12 ,5
=0 , 468> 0,4
(memenuhi kriteria)

 Kecepatan pengendapan untuk diameter 11,6.10-2 cm:


−2
0 ,83 × Vs × 11 ,6 . 10
Nre=
0 , 827 .10−2 = 11,6 Vs
18 ,5 4 , 24
Cd= 0,6
= 0,6
( 11 ,6 Vs ) Vs
0,6
42 Vs
Vs = × 981 × × (2 ,65−1) × 11, 6 . 10−2
3 4 , 24
Vs 2 = 59,02 Vs0,6
Vs1,4 = 59,02
Vs = 18,4 cm/s
Kontrol terjadi ekspansi :
0 ,22
Vbw
( Vs ) =fe > f

0,22
0,4
( )
18,4
=0,43 > 0,4
(memenuhi kriteria)
1.1.9 Ekspansi Media Penyangga
Kerikil sebagai media penyangga tidak akan terekspansi, karena V backwash yang
digunakan adalah kecepatan untuk menaikkan pasir dengan diameter terbesar dan tidak berlaku
untuk kerikil yang diameter yang lebih besar dari pasir.
Kontrol terjadinya ekspansi:
Syarat: Vvp < Vs x f4,5
Direncanakan:
 Ø terkecil kerikil = 64.10-2 cm
 f = 0,38
 Ss = 2,65 gr/cm3
 ψ = 0,83
Perhitungan:
ψ × Vs × d
Nre=
 υ
−2
0 ,83×Vs×64 .10
= 0 , 827 . 10−2 = 64,23 Vs
18 ,5
Cd=
 Nre 0,6
18 ,5 1, 522
0,6
= 0,6
= (64 , 23 Vs ) Vs
0,6
4 2 Vs
Vs = × 981 × × (2 , 65−1 ) × 64 .10−2
 3 1 , 522 = 907,3 Vs0,6
Vs 2 = 907,3 Vs0,6
Vs1,4 = 907,3
Vs = 129,62 cm/s
Maka:
 Vvp = 129,62 cm/s x (0,38)4,5
= 1,666 cm/s
0,4 cm/detik < 1,666 cm/s (memenuhi kriteria Vbw < Vvp)
Karena Vbw < Vvp, maka pada media kerikil tidak terjadi ekspansi, dimana syarat ekspansi
adalah Vvp < Vbw.
 Headloss saat backwash:
Hf = 2 x Hf kerikil saat bersih
= 2 x 0,019 = 0,038 cm
 Kehilangan Tekanan Total Saat Backwash
Hf total = Hf antrasit total +Hf pasir total + Hf kerikil
= 4,33 cm+ 30,41 cm + 0,038 cm = 34,77 cm

1.1.10 Kebutuhan Backwashing


Direncanakan:
 V backwash = 0,8.10-2 m/detik
 Dimensi bak = L = 15,7 m ; B = 7,9 m
 Periode pencucian = 1 hari sekali, setiap 24 jam
Perhitungan:
 Qbw
Qbw = Vbw x A
= 0,8.10-2 m/s x (15,7 m x 7,9 m) = 1,03 m3/s
 Volume air backwash untuk 1 bak (t = 8 menit)
Vol = Qbw x td
= 1,03 m3/s x 480 s
= 433 m3
 Volume total 2 bak
V total = 433 m3 x 2
= 866 m3
 Produksi 1 filter dalam 1 hari:
Produksi = Q bak x 1 hari x 86400 s/hr
= 0,275 m3/detik x 1 hari x 86400 s/hr
= 23.760 m3
866
× 100 %=1,8 %
 Prosentase volume air backwash = 23 .760
1.1.11 Perencanaan Sistem Underdrain
Direncanakan:
 Menggunakan performance pipe, terdiri dari :
Pipa Lateral
Pipa Manifold
Orifice (lubang pada pipa lateral)
sistem underdrain didasarkan pada saat filtrasi dengan kondisi satu bak
Perhitungan

0 ,55
=0 ,55 m3 /s
dicuci sehingga Q = 1
[Link]. Orifice
Direncanakan:
 Diameter orifice = 1,2 cm = 0,012 m
 Jarak antar orifice (SL) = 10 cm
 A orifice : A media cover = 1,2.10-3
Perhitungan:
 A orifice = A media x 1,2.10-3
= 22,5 m2 x 1,2.10-3
= 0,027 m2
= 270 cm2
 Luas lubang tiap orifice

Luas lubang = 1/4 × π × d 2


2
= 1/4 × π × (1,2) = 1,13 cm2
 Jumlah orifice total pada pipa lateral
n = A orifice /A tiap orifice
= 270 cm2/ 1,13 cm2 = 239 buah

[Link]. Pipa Lateral


Direncanakan:
 A lateral : A orifice = 2 : 1
 Diameter lateral = 5 cm
Perhitungan:
 Luas lateral total = 2 x luas total orifice
= 2 x (239 x 1,13 cm2)
= 540 cm2

 A tiap lateral = 1/4 × π × d 2

1/4 × π × (5) 2
=
= 19,6 cm2
 Jumlah pipa lateral (n)
A lateral/Atiap lateral = 540 / 19,6
= 28 buah
 A lateral total = 28 x 19,6 cm2
= 540 cm2
Qf 0 ,55
= =0 , 02m 3 / s
 Debit tiap pipa lateral = n 28

 Kecepatan aliran lateral (v)


Qf 0 ,02
= =0,5 m3 /s
= A 19 , 625 x 10−3 (memenuhi )
 Jumlah orifice pada tiap lateral

n. orifice 239
= =9 buah
= Jumlah Lateral 28
Cek jumlah orifice total = 9 buah x 28 buah = 239 buah

[Link]. Pipa Manifold


Direncanakan:
 A manifold : A lateral = 1,5 : 1
 Jarak antara ujung manifold dengan dinding cover (Sm)
Sm = 25 cm = 0,25 m
Perhitungan:
 Luas penampang pipa = 1,5 x A lateral
= 1,5 x 540 cm2
= 810 cm2

 A = 1/4 × π × d 2
2
= 1/4 × π × d 2
810 cm
D = 32 cm
 Cek kecepatan
Q 0 , 55
V= = =0,9 m/s
A 1/4 . π . (0 .32 )2 (memenuhi kriteria)
 L pipa manifold = (Panjang bak – (Sm))
= (15,7 m – 0,25 m) = 15,5 m
Manifold outlet sepanjang 2 m merupakan sambungan di luar bak filter.
Dan di sepanjang 2 m ini tidak diberi lateral. Jadi yang diberi lateral hanya
sepanjang 15,5 m.
 L lateral = (Bbak – D manifold – (2 x SL)) /2
= (7,9 m – 0,32 m – (2 x 2,25))/2
= 1,27 m
= 127 cm
 Jarak antar orifice = (L lateral – (d x Σorifice))/( Σorifice + 1)
= (127 cm – (1,2 x 9))/ ( 9 + 1)
= 19,6 cm. (memenuhi )
 Jarak antar lateral = ( L manifold/jumlah lateral tiap sisi )
= (155 cm / 28)]
= 56,2 cm
1.1.12 Headloss Saat Filtrasi pada Underdrain
[Link]. Headloss Saat Filtrasi pada Orifice
Direncanakan:
 Σ orifice tiap lateral = 9 buah
 Diameter orifice = 0,012 m
 A tiap orifice = 0,027 m2
 Jumlah orifice total = 239 buah
Perhitungan:
 Q filtrasi = 0,55 m3/s
 Q tiap orifice = Q filtrasi / (n orifice tiap lateral x n lateral)
0 ,55
=2,3 . 10 −2 m3 /s
= 9 × 28
−2
Q 2,3 . 10
= =0,1 m/ s
 V orifice saat filtrasi = A 2,7 . 10−2

 Hf pada orifice saat filtrasi

Q
2
(2,3 . 10−2 )2
Hf = 2
C × A2 × 2 g = 0,62 × (2,7 . 10−2 )2 × 2 × 9 ,81 = 1,6 m

[Link]. Headloss Saat Filtrasi pada Pipa Lateral


Direncanakan:
 Σ pipa lateral = 28 buah
 Diameter lateral = 0,05 m
 A tiap lateral = 19,62 cm2 = 1,962 x 10-3 m²
 L lateral = 127 cm = 1,27 m
 f = 0,03
Perhitungan:
1. Pada Saat Seluruh Bak Beroperasi
 Q filtrasi = 0,55 m3/s
Q filtrasi 0 , 55
= =0 , 02 m3 / s
 Q lateral = ∑ lateral
28

 V filtrasi pada lateral


Q 0 , 02
= =2 ,18 m/dt
= A 1 , 962. 10 −3

 Hf pada lateral saat filtrasi

1 L V2
Hf = × f ×
3 D
×( ) ( )
2g
2
1 1 , 27 2 ,18
×(
2 × 9 , 81 )
× 0 , 03 × ( )
= 3 0 , 05
Hf = 1,3-m
[Link]. Headloss Saat Filtrasi pada Pipa Manifold
Direncanakan:
 L pipa manifold = 15,5 m
 Diameter manifold = 32 cm = 0,32 m
 A manifold = 810 cm2 = 0,081 m2
 f = 0,025
Perhitungan:
 Q filtrasi = 0,55 m3/s
 Q manifold = Q filtrasi = 0,55 m3/s
Q 0 , 55
= =0,9 m/ s
 V filtrasi pada manifold = A 0 , 81
 Hf pada manifold saat filtrasi
1 L V2
Hf = × f ×
3 D
× ( ) ( )
2g
2
1 15 , 5 0,9
×(
2 × 9 , 81 )
× 0 , 025 × ( )
= 3 0 , 32
= 0,9 m

1.1.13 Headloss Saat backwash pada Underdrain


[Link]. Headloss Saat Backwash pada Orifice
Direncanakan:
 Σ orifice tiap lateral = 9 buah
 Diameter orifice = 0,012 m
 A tiap orifice = 0,027 m2
 Jumlah orifice total = 239 buah
Perhitungan:
 Q back wash = 1,03 m3/s
 Q tiap orifice = Q backwash/ (n orifice tiap lateral x n lateral)
1 , 03
=4,3 .10 −2 m3 /s
= 9 × 28
−2
Q 4,3. 10
= =0,2 m/s
 V orifice saat filtrasi = A 0 , 027
 Hf pada orifice saat filtrasi

Q
2
(4,3 .10−2 )2
Hf = 2
C × A2 × 2 g = 0,62 × (0 ,027 )2 × 2 × 9 , 81
= 0,0001 m
[Link]. Headloss Saat Backwash pada Pipa Lateral
Direncanakan:
 Σ pipa lateral = 27 buah
 Diameter lateral = 0,06 m
 A tiap lateral = 1,96 x 10-3 m²
 L lateral = 127 cm = 1,27 m
 f = 0,03
Perhitungan:
 Q back wash = 1,03 m3/s
 Q lateral
Q backwash 1 , 03
= = 0 , 03 m 3 /s
= ∑ lateral
28

 V filtrasi pada lateral


Q 0 , 03
= =3 , 09 m/s
= A 1 , 96 .10 −3

 Hf pada lateral saat filtrasi

1 L V2
Hf = × f ×
3 D
×( ) ( )
2g
2
1 1 , 27 3 ,09
×(
2 × 9 , 81 )
× 0 , 03 × ( )
= 3 0 , 05
= 0,473 m
[Link]. Headloss Saat Backwash pada Pipa Manifold
Direncanakan:
 L pipa manifold = 15,5 m
 Diameter manifold = 32 cm = 0,32 m
 A manifold = 810 cm2 = 0,081 m2
 f = 0,025
Perhitungan:
 Q back wash = 1,03 m3/s
 Q manifold = Qbackwash = 1,03 m3/s
Q 1 , 03
= =1 , 27 m/s
 V filtrasi pada manifold = A 0 , 81
 Hf pada manifold saat filtrasi

1 L V2
Hf = × f ×
3 D
×( ) ( )
2g
1 15 , 5 1 , 272
= 3
× 0 , 025 ×
0 , 32( ) (
×
2 × 9 , 81 )
= 0,033 m

1.1.14 Saluran Pelimpah (Gutter)


Direncanakan:
 Jumlah gutter = 1 buah
 Q gutter = Q backwash = 1,03 m3/s
 Lebar gutter (b) = 0,5 m
Perhitungan:
 Kedalaman air pada gutter (H)
1 /3 1/3
Q2 1 , 032
H=1 , 73 × [ ]
( g×b )
=1 , 73 × [
( 9 ,81 × 0,5 ) ] =0,7 m

H total = 0,7 m + 0,5 m (fb) = 1,2 m


 Tinggi air di atas pelimpah (h)
Gutter mempunyai 2 bibir pelimpah, maka debit ke masing-masing pelimpah adalah:
3
1 ,03 m /s
Q= =0 , 0455 m3 /dt × (3 , 281 ft /m)3 =0 , 15 ft 3 /s
2
Q = 3,33 x L x H3/2
L = panjang bak = 6,7 m x 3,281 ft/m = 21,98 ft
2/3 2/3
Q 0 , 091
H= (
3 , 33 × L ) ( =
3 , 33 × 21 ,98 ) =0 , 0012 ft=0 ,00038 m

1.1.15 Saluran Penampung


Direncanakan:
 Q saluran = Q backwash = 1,03m3/s
 Bentuk saluran segi empat
Perhitungan:
 Dimensi saluran
Q = 1,375 x B x H3/2
1,03 m3/s = 1,375 x 2H x H3/2
H = 0,4 m; B = 0,8 m
Peletakan saluran ini harus dibuat lebih rendah dari gutter. Jadi dimensi saluran
pengumpul adalah:
 Panjang (L) = 15,5 m
 Lebar (B) = 0,5 m
 Kedalaman (H) = 0,4 m + 0,25 (fb) = 0,65 m
1.1.16 Tinggi Bak Filter

Anda mungkin juga menyukai