SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Topik : Pembentukkan Program PIKR (Pusat Informasi dan Konseling
Remaja
Hari/Tanggal : Jumat, 05 Maret 2021
Pukul : 08.00 WIB
Sasaran : Siswa Yayasan Darul Hidayah
Tempat : Yayasan Darul Hidayah
A. Latar Belakang
Menurut BKKBN tahun 2010 salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan
kependudukan adalah program Keluarga Berencana (KB) yang bertujuan mengendalikan jumlah
penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang di dalam
pelaksanaannya telah diintegrasikan dengan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja
( PKBR) dan merupakan salah satu program pokok pembangunan nasional yang tercantum
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM 2010-2014). Arah kebijakan program
penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja adalah mewujudkan tegar remaja dalam rangka
tegar keluarga untuk mencapai keluarga kecil bahagia sejahtera. Tegar remaja adalah
membangun setiap remaja Indonesia menjadi tegar yaitu remaja yang menunda usia perkawinan,
berperilaku sehat, menghindari resiko TRIAD KRR (seksualitas, HIV/AIDS dan Napza),
menginternalisasi norma keluarga kecil bahagia sejahtera dan menjadi contoh, idola, teladan dan
model bagi remaja sebaya. Kerangka tegar remaja merujuk dari hasil evaluasi program kesehatan
reproduksi remaja (KRR) tahun 1990-2000, yang dilakukan oleh School of Public Health,
University of Michigan, USA, 2005 dan evaluasi kesehatan reproduksi remaja Asia, Afrika dan
Amerika Latin (World Bank Report, 2007).
Kenyataan yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan
yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialami remaja. Masalah yang menonjol
di kalangan remaja yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV/AIDS dan Napza, rendahnya
pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan median usia pertama perempuan relatif
masih rendah yaitu 19,8 tahun (SDKI, 2007). Dengan demikian remaja itu membutuhkan
pendampingan, bimbingan dan penanganan serius dalam mengatasi masalah yang akan dan
sudah dihadapinya. Menurut Policy Brief-Pusdu, 2012 bahwa pengetahuan remaja tentang PUP
melalui majalah, surat kabar, radio adalah cukup tinggi sementara informasi dari Pusat Informasi
dan konsultasi remaja dan atau mahasiswa (PIK R/M) masih rendah.
Merujuk dari program dunia dalam Millenium Development Goals (MDGs) tentang
pentingnya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja yang merupakan salah satu
prioritas penanganan saat ini, maka telah ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia melalui
Peraturan Presiden No.62/2009 tentang Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Peraturan kepala BKKBN No.72/PER/B5/2011 tentang organisasi dan tata kerja BKKBN juga
yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Bina Ketahanan Remaja (BKR) dengan pemantauan dan
evaluasi serta pemberian bimbingan teknis di bidang ketahanan remaja. Program Generasi
Berencana (GenRe) secara optimal dengan mengembangkan program Pusat Infomasi dan
Konsultasi remaja dan atau mahasiswa (PIK R/M). (BKKBN, 2012).
Pusat Informasi dan konsultasi (PIK) adalah salah satu wadah yang dikembangkan dalam
program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan
informasi dan konsultasi tentang PUP, delapan fungsi keluarga, TRIAD KRR, ketrampilan hidup
(life skills), gender dan ketrampilan advokasi serta komunikasi, informasi dan edukasi.
Keberadaan dan peranan PIK R/M di lingkungan remaja sangat penting artinya dalam membantu
remaja untuk memperoleh informasi dan pelayanan konsultasi yang cukup dan benar tentang
penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (BKKBN, 2012).
Pelaksanaan kegiatan dalam PIK R/M antara lain berhubungan dengan kesehatan
reproduksi remaja seperti konsultasi dan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja, rujukan
bagi kasus yang memerlukan terapi medis, penyediaan buku-buku bacaan yang berhubungan
dengan kesehatan reproduksi remaja, roadshow Dalam menjalankan kegiatan konsultasi,
informasi dan edukasi pada PIK maka remaja diharapkan dapat menjadikan remaja yang sehat,
kreatif, mandiri dan berakhlaqul karimah dalam rangka terwujudnya keluarga yang berkualitas
juga menyelenggarakan kegiatan penyuluhan, penelitian dan pelayanan kesehatan reproduksi
remaja tentang TRIAD KRR serta mewujudkan keluarga yang berkualitas dengan PUP serta
bercita- cita mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. (Jaringan Epidemiologi Nasional,
2009).
Pemerintah berharap melalui kegiatan PIK Remaja akan membantu mengatasi permasalahan
remaja yang sangat kompleks. Berbagai data menunjukkan bahwa penerapan pemenuhan hak
reproduksi bagi remaja belum sepenuhnya mereka dapatkan, antara lain dalam hal pemberian
informasi tentang kesehatan reproduksi, teknik komunikasi dalam konsultasi dan masih banyak
lainnya, sehingga pengetahuan remaja yang masih rendah tentang kesehatan reproduksi dapat
meningkat. Hal ini bisa terjadi karena adanya tempat pelayanan konsultasi yang ramah bagi
remaja masih sangat sedikit. Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003
menemukan bahwa remaja lebih menyukai menceritakan permasalahannya pada teman sebaya
sebesar 71% dan pada orang tua hanya 31%. Meskipun demikian pembinaan dan pengasuhan
orang tua dalam pembentukan karakter harus dimulai dari keluarga. Menurut Wilopo tahun 2010
salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi dan mencegah permasalahan remaja
adalah penyediaan tempat pelayanan kesehatan reproduksi remaja yang mudah diterima dan
terjangkau.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi menjadikan
remaja tegar dalam menghadapi masalah dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi dirinya,
maka pelayanan konsultasi sangat diperlukan bagi remaja. Pengetahuan remaja sebelum
mengikuti PIK-KRR sebagian besar rendah (60%) dan setelah mengikuti PIK-KRR baik
(96,7%). Hal ini menunjukkan bahwa dengan masuk dalam PIK dapat mempengaruhi remaja
untuk mencari informasi dengan saling berbagi pengalaman sebagai pengurus PIK agar terjadi
peningkatan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam memberikan konsultasi pada teman
sebaya. Begitu juga dengan jurnal tentang "Peer" educator initiatives for adolescent reproductive
health projects in Indonesia.
Dampak jika remaja tidak mengetahui tentang kesehatan reproduksi berupa praktik kesehatan
yang buruk, kejadian kehamilan yang tidak diinginkan, kejadian HIV/AIDS dan penyakit
menular seksual (SDKIR,2007). Pemberian komunikasi, informasi dan dan edukasi merupakan
cara untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilkukan penyuluhan diharapkan terbentuknya program PIKR (Pusat Informasi dan
Konseling Remaja) di RW 08 Kampung Kurao Pagang dan remaja mulai tergerak untuk
berperan serta dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai diharapkan peserta mampu:
1. Menyebutkan definisi PIK-R/M
2. Menyebutkan tujuan PIK-R/M
3. Menyebutkan pembentukkan PIK-R/M
4. Menyebutkan tahapan pengembangan PIK-R/M
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Penyuluhan tentang “Program PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja”
2. Sasaran
Siswa Yayasan Darul Hidayah
3. Metode
- Ceramah
- Tanya Jawab/Diskusi
4. Media dan Alat
- Laptop dan Infokus
- Slide
5. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Jumat, 05 Maret 2021
Waktu : 08.00 WIB
Tempat : Yayasan Darul Hidayah
6. Pengorganisasian
7. Tugas Pengorganisasian
1) Moderator
- Memimpin pelaksanaan penyuluhan, memotivasi anggota untuk mengikuti
penyuluhan dengan tertib dan semangat.
- Sebagai katalisator, yaitu mempermudah komunikasi dan interaksi dengan
menciptakan suasana untuk memotivasi anggota.
- Mengarahkan proses penyuluhan kearah pencapaian tujuan.
- Menciptakan suasana mendukung.
2) Penyaji
- Menyampaikan materi penyuluhan kepada audiens atau peserta.
- Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan.
3) Fasilitator
- Menyiapkan tempat dan media sebelum acara penyuluhan dimulai.
- Mengatur teknik acara sebelum penyuluhan.
- Memotivasi ibu agar berpartisipasi dalam penyuluhan.
- Memotivasi ibu untuk mengajukan pertanyaan saat moderator memberikan
kesempatan bertanya.
- Membagikan leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan.
4) Observer
- Mengobservasi jalannya proses penyuluhan.
- Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan penyuluhan
berlangsung.
- Memberikan penjelasan kepada pembimbing tentang evaluasi hasil penyuluhan.
D. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens Waktu
1. Pembukaan
1) Me 1) Menjawab salam. 5 menit
ngucapkan salam. 2) Memperhatikan.
2) Me 3) Mendengarkan dan
mperkenalkan diri. memperhatikan.
3) Me
njelaskan topik penyuluhan. 4) Mendengarkan dan
memperhatikan.
4) Me
njelaskan tujuan penyuluhan. 5) Mengemukakan
pendapat.
5) Me
2. mbuat kontrak waktu dan
bahasa. 1) Mengemukakan 20 menit
pendapat
Pelaksanaan
1) Menggali pengetahuan 2) Mendengarkan
remaja tentang program
3) Mendengarkan dan
PIK-R.
memperhatikan
2) Memberi reinforcement
4) Mendengarkan dan
positif.
memperhatikan
3) Menjelaskan tentang
5) Mendengarkan dan
Definisi PIK-R/M
memperhatikan
4) Menjelaskan tentang Tujuan
6) Mendengarkan dan
Program PIK-R/M
memperhatikan
5) Menjelaskan tentang
Pembentukan PIK-R/M
6) Menjelaskan tentang Tahap
3. Pengembangan dan 1) Peserta memberikan
Pengelolaan PIK-R/M pertanyaan kepada 15 menit
penyuluh.
Tanya Jawab/Diskusi
1) Memberikan kesempatan 2) Mendengarkan dengan
kepada peserta untuk seksama jawaban yang
bertanya seputar meteri berikan penyuluh dan
penyuluhan. memberikan respon
2) Menjawab pertanyaan yang terhadap jawaban yang
diberikan oleh peserta. diberikan.
4. 1) Menjawab pertanyaan.
10 menit
2) Bersama moderator
Penutup menyimpulkan materi.
1) Mengevaluasi materi yang 3) Mendengar dan
diberikan. memperhatikan .
2) Moderator menyimpulkan
hasil diskusi penyuluhan. 4) Menjawab salam.
3) Moderator menyampaikan
pesan untuk ibu
hamil/peserta.
4) Moderator mengucapkan
salam.
E. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a) Mahasiswa dan peserta sudah berada pada posisi yang direncanakan.
b) Tempat, media serta alat-alat sesuai dengan perencanaan.
c) Pre-planning telah disetujui.
d) Remaja menghadiri penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b) Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
c) Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan sampai selesai
d) Peserta berperan aktif selama kegiatan berjalan
3. Evaluasi Hasil
a) Peserta mengetahui dan mampu menyebutkan definisi PIK-R/M
b) Peserta mengetahui dan mampu menyebutkan tujuan PIK-R/M
c) Peserta mengetahui dan mampu menyebutkan pembentukkan PIK-R/M
d) Peserta mengetahui dan mampu menyebutkan tahapan pengembangan PIK-R/M
LAMPIRAN MATERI
A. PIK-R/M
1. Pengertian PIK-R/M
Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) adalah suatu
wadah kegiatan program GenRe dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi
remaja/mahasiswa yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/mahasiswa guna
memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan
berkeluarga bagi remaja/mahasiswa serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
2. Tujuan Program PIK-R/M
Adapun tujuan dari prpgram PIK-R/M adalah sebagai berikut:
1) Tujuan Umum
Memfasilitasi remaja belajar memahani dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan
berakhlak (healthy and athical life behaviors) untuk mencapai ketahanan remaja
sebagai dasar mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
2) Tujuan khusus
a) Remaja memahami dan mempraktikan pola hidup sehat dan berakhlak
b) Remaja memahani dan mempraktikan pola hidup berketahanan
c) Remaja memahami dan mempersiapkan diri menjadi generasi berencana
Indonesia.
3. Membentuk PIK-R/M
Langkah-langkah pembentukan PIK R/M meliputi :
1) Pertemuan/sarasehan anggota kelompok remaja/mahasiswa dalam rangka
pembentukan PIK R/M dan Pengelola PIK R/M untuk membicarakan tentang:
a) Pentingnya pembentukan PIK R/M
b) Menyepakati pembentukan PIK R/M.
2) Konsultasi dan koordinasi untuk memperoleh persetujuan dan dukungan dengan
pimpinan setempat tentang rencana pembentukan PIK-R/M.
3) Menyusun nama dan struktur pengurus PIK R/M. 10
4) Menyusun program kegiatan yang akan dilakukan sesuai indikator PIK R/M.
5) Meresmikan PIK-R/M yang diperkuat dengan surat keputusan (SK) dari pembina
PIK-R/M yang bersangkutan.
4. Tahap Pengembangan dan Pengelolaan PIK-R/M
Dalam upaya mencapai tujuan pemngembangan dan pengelolaan PIK-R/M , maka
PIK-R/M dikembangankan melalui tiga tahapan yaitu tahap tumbuh, tegak, dan tegar.
Masing-masing tahapan proses pengelolaan dan pengembangan tersebut didasarkan
pada :
1) Materi dan isi pesan yang diberikan
2) Ciri kegiatan yang dilakukan
3) Dukungan dan jaringan yang dimiliki.
Ciri-ciri tahapan PIK-R/M adalah sebagai berikut :
1) Tahap Tumbuh
a) Memiliki empat materi khusus yang harus dikuasai pendidik
sebaya dan pembina PIK-R/M.
b) Kegiatan yang dilakukan masih bersifat penyadaran dan dilakukan didalam
lingkungan PIK-R/M.
c) Penyampaian informasi dilakukan melalui media cetak.
d) Memiliki sarana dan prasarana, dan minimal memiliki dua orang pendidik sebaya.
e) Memiliki jaringan kerja dengan Kepala sekolah bagi PIK-R/M yang berada pada
jalur sekolah dan organisasi lain di luar PIK-R/M.
2) Tahap Tegak
a) Memiliki lima materi khsus yang harus dikuasai oleh pendidik sebaya, konselor
sebaya dan pembina PIK-R/M
b) Kegiatan yang dilakukan berada di dalam dan di luar lingkungan PIK-R/M.
c) Menggunakan media cetak dalam penyampaian informasi.
d) Mengadakan berbagai acara yang dapat menarik minat remaja.
e) Memiliki sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan PIK-R/M memiliki
empat orang pendidik sebaya dan dua orang konselor sebaya.
f) Memiliki jaringan kerja dengan Kepala sekolah bagi PIK-R/M yang berada pada
jalur sekolah dan organisasi lain di luar PIK-R/M.
3) Tahap Tegar
a) Memiliki enam materi khusu yang harus dikuasai pendidik sebaya, konselor
sebaya, dan pembina PIK-R/M.
b) Kegiatan yang dilakukan berada didalam dan diluar lingkungan PIK-R/M dan
dibarengi dengan pemberian informasi.
c) Mengadakan berbagai kegiatan yang menarik minat remaja dan ikut terlibat dalam
berbagai kegiatan sosial.
d) Memiliki sarana dan prasarana yang menunjang PIK-R/M dan memliki empat
orang pendidik sebaya dan konselor sebaya.
e) Memiliki akses internet, jejaring sosial, dan lokasi komunitas yang dapat
dijangkau remaja.
f) Memiliki PIK-R/M binaan baik yang berasal dari tahap tumbuh maupun tahap
tegak.
g) Memiliki jaringan kerja dengan Kepala sekolah bagi PIK-R/M yang berada pada
jalur sekolah dan organisasi lain di luar PIK-R/M.
5. Kegiatan Penunjang
Berbagai kegiatan penunjang yang membantu terlaksananya program PIK-R/M
dalah :
1) Advokasi
Bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari penentu kebijakan terhadap tumbuh
kembang PIK-R/M. Sasaran dari kegiatan advokasi adalah stakeholder dan mitra
kerja.
1) Melakukan promosi dan sosialisasi PIK-R/M dalam bentuk KIE. Promosi ini
dilakukan untuk memperkenalkan pentingnya PIK-R/M sebagai suatu wadah untuk
memperoleh informasi dan pelayanan konseling yang cukup danbenar mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah remaja/mahasiswa. Sasaran
langsung dari kegiatan ini adalah remaja dan stakeholder serta mitra kerja yang
merupakan sasaran tidak langsung.
2) Menyiapkan dan memberdayakan SDM pengelola PIK-R/M
Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan dan memberdayakan SDM baik bagi
PIK-R/M yang baru tumbuh maupun mengganti SDM yang sudah tidak aktif lagi.
Sasaran dari kegiatan ini adalah pembina, pengelola, pendidik sebaya, dan konselor
sebaya.
3) Dukungan sumber dana PIK-R/M.
Dukungan sumber dana PIK-R/M diperlukan untuk mempermudah atau
memperlancar kegiatan-kegiatan operasionak PIK-R/M. Sealin dari anggaran yang
ditetapkan, PIK-R/M dapat menjlankan usaha ekonomi produktif untuk menambah
income PIK-R/M.
DAFTAR PUSTAKA
BKKBN. Pedoman Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa.
Jakarta: BKKBN; 2012