Penginfusan Printer Canon IP 2770
Penginfusan Printer Canon IP 2770
DI ITC KOMPUTER
oleh
Rio Aditya Damara
152/152.071
oleh
Rio Aditya Damara
152/152.071
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari
suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang
lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
(terjemahan Surat Al-Insyirah ayat 6-8)1
1
Departemen Agama Republik Indonesia. 2008. Al Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: CV Penerbit
Diponegoro.
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan tersebut “Penginfusan Printer pada Printer Canon IP 2770” telah diuji dan disahkan
pada:
Tim Penguji:
Mengetahui
Mengesahkan,
Kepala SMK Al Furqan Jember
iii
PRAKATA
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilakukan di ITC
komputer Jember selama kurang lebih 6 bulan sejak tanggal 2 Oktober 2017 s.d 16 Maret
2018
Penyusunan laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini adalah salah satu syarat
untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Nasional berbasis
Komputer (UNBK) tahun ajaran 2018-2019. Selain itu, laporan ini sebagai bukti bahwa
penulis telah melaksanakan kegiatan Prakerin di ITC Komputer Jember sehingga penulis
dapat menyusun laporan ini dengan sebaik mungkin dan dalam waktu yang telah ditentukan
dari pihak sekolah.
Penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari :
1. Adi Nurcahyo [Link]., selaku Kepala SMK Al Furqan Jember;
2. Taufik Hidayat, Amd., selaku penguji I;
3. Anis Maftuha, [Link]., selaku penguji II;
4. Jamal Hardiansyah., selaku pembimbing I di perusahaan;
5. Faiqotul Himah, [Link]., selaku pembimbing II di sekolah;
6. ustadz/ustazah SMK Al Furqan, selaku pemberi ilmu;
7. orang tua yang telah mendukung penulis;
8. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini
baik dari segi kalimat maupun tulisan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dalam penyusunan laporan ini. Akhirnya penulis berharap, semoga
laporan ini dapat bermanfaat.
Penulis
iv
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
MOTT
.......................................................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ iii
PRAKATA ...................................................................................................... iv
DAFTAR ISI................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... vii
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 2
1.3 Tujuan dan Manfaat Laporan.......................................................... 3
1.3.1 Tujuan Laporan....................................................................... 3
1.3.2 Manfaat Laporan..................................................................... 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA..................................................................... 4
2.1 Sejarah Perusahaan........................................................................... 4
2.2 Struktur Perusahaan......................................................................... 5
2.3 Sejarah Printer .................................................................................. 6
2.3.1 Definisi Printer........................................................................ 6
2.3.2 Fungsi Printer ......................................................................... 6
2.3.3 Macam-macam Printer ........................................................... 6
2.3.4 Komponen-komponen Printer Inkjet ...................................... 6
BAB 3 PEMBAHASAN ................................................................................. 7
3.1 Pelaksanaan Kegiatan ....................................................................... 8
3.2 Penginfusan Printer ......................................................................... 9
BAB 4 PENUTUP........................................................................................... 10
4.1 Kesimpulan......................................................................................... 11
4.2 Saran................................................................................................... 12
4.2.1 Kepada pihak sekolah............................................................. 12
4.2.2 Kepada pihak industri............................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13
v
DAFTAR GAMBAR
vi
BAB 1 PENDAHULUAN
1
1.2.1. Apakah yang dimaksud dengan Penginfusan Printer Canon IP2770 ?
1.2.2. Bagaimanakah tahap-tahap penginfusan pada Printer Canon IP 2770 ?
1.2.3. Bagaimanakah cara melakukan pengujian atas kegiatan penginfusan pada Printer
Canon IP 2770 ?
1.2.4. Bagaimanakah cara mengatasi masalah Printer Canon IP 2770 yang telah diinfus?
Laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain sebagai berikut:
a. Bagi siswa, sebagai syarat mutlak untuk mengikuti ujian nasional, memiliki
pengalaman dan wawasan dalam bidang keahlian, menjadi bekal dan acuan
untuk berwirausaha sesuai dengan keahlian.
b. Bagi sekolah, menghasilkan tenaga kerja yang bermutu dan dapat diandalkan,
mampu mengembangkan diri dan mampu berkompeten dalam bidangnya,
sebagai lulusan yang terdidik dan menjadi warga yang produktif dalam segala
aspek.
c. Bagi Industri, mendapatkan tenaga kerja sementara dengan upah seikhlasnya,
mendukung program pendidikan pemerintah, dapat meningkatkan citra
perusahaan.
2
BAB 2 TINJAUAN TEORI
MANAGER
NURDIAN WAHYUDI
ADMIN
WARDA
CUSTOMER SERVICE
MARKETING 1. KHOLID TEKNISI 1 TEKNISI 2
SABAR 2. SITA JAMAL A. THAUFIK R.R
3
mengembangkan teknologi mesin cetak yang telah mengubah teknik mencetak secara
revolusioner.
Printer komputer pertama di dunia adalah abad ke-19 alat mekanis digerakkan
ditemukan oleh Charles Babbage untuk mesin perbedaannya.
Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada
millenium lalu, walaupun dampak yang ditimbulkannya pada perekonomian global tidak
terlalu besar. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama yang
diproduksi secara massal.
A. Printer Dot Matrix
Jenis Printer Dot Metrik merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan
pita. Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan
yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. Printer ini hanya
menghasilkan warna tunggal sesuai dengan warna dari pita yang dipasangkan, biasanya warna
merah atau hitam. Kecepatan jenis printer ini sekitar 500 cps (character per second).
Printer dot matrix pertama dikenal pada tahun 1964, pada tahun 1970, sebagian besar
industri printer dot matrix dimiliki oleh perusahaan Digital dan Centronics, dan Centronics
lebih memilih pasar low-end dibandingkan dengan Digital. LA30, LA36, dan Centronics 101
adalah printer dot matrix pada masa awal perkembangan printer dot matrix. Pada tahun 1970-
1990 printer dot matrix merupakan printer yang paling dapat diandalkan dari segi hasil dan
harganya. Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot matrix yang mendukung koneksi ke
komputer menggunakan port USB.
Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah.
Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas
untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-
titik yang saling berhubungan.
Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara
vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk
character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga
merupakan character printer.
5
Printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet).
Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta)
untuk printer jenis inkjet dan laserjet.
a. Kelebihan Printer Dot Matrix :
1. Lebih murah harganya
2. Dapat mencetak lebih dari 1 rangkap sekaligus
3. Pita printer relatif murah
b. Kekurangan Printer Dot Matrix :
1. Mengeluarkan suara bising saat mencetak
2. Proses cetaknya lambat
3. Hasil cetakannya tidak bervariasi
4. Hasil cetaknya kasar
B. Printer Inkjet
Printer ini pertama dikembangkan secara ekstensif sejak 1950 dan printer inkjet yang
dapat memproduksi citra dari komputer baru dikembangkan pada 1970 dan dikuasai oleh
Epson, Hewlett-Packard, dan Canon.
Printer jenis ini sudah menggunakan media tinta yang telah terisi pada suatu media
penyimpanan dan siap menyemprotkan titik-titik dengan warna-warna kombinasi yang
diperintahkan oleh komputer. Karena menggunakan sistem semprotan maka hasil yang
didapatkan lebih baik kualitasnya daripada dot matrix karena resolusi jenis printer hingga
mencapai 5760 x 1440 dpi. Tinta yang disemprotkan dapat dengan cepat mengering dalam
hitungan detik. jenis printer inkjet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Inkjet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara
menyemprotkan titik-titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat
kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP
dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta
sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan
tercetak pada kertas.
Karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa
kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan
teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan
disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.
6
a. Kelebihan printer inkjet :
1. Hasil cetaknya lebih cepat dibanding dot matrix
2. Kualitas cetaknya cukup baik
3. Tidak bising ketik mencetak.
b. Kekurangan printer inkjet :
1. Harga relatif lebih mahal dibanding dot matrix
2. Tinta printer relatif mahal
3. Tidak dapat mencetak lebih dari 1 rangkap
D. Printer Thermal
Teknik yang digunakan printer ini adalah mengeluarkan panas untuk setiap pin pada
head print yang akan mencairkan lilin dan melekatkan pada kertas yang khusus. Prinsip kerja
printer ini mirip dengan printer dot matrix hanya saja printer thermal menggunakan panas
pada pin nya.
1) Kelebihan jenis printer thermal :
a. Bentuknya relatif kecil
b. Cepat dalam mencetak
c. Harga relatif mahal
d. Tidak bising
8
1) b. Kekurangn jenis printer thermal :
a. Harus menggunakan kertas khusus
b. Tidak bisa mencetak kertas lebar
Gambar 2.4. Printer Therm
a l
E. Plotter
Plotter adalah printer grafis yang menggambar
dengan menggunakan pena-pena tinta, plotter juga merupakan output pertama yang mampu
mencetak gambar berukuran gambar sebesar arsitektur dan engineering.
Jenis printer ini keakuratan pencetakan sangat baik. Plotter merupakan jenis printer
yang dirancang secara khusus guna menghasilkan output komputer yang berupa gambar
ataupun grafik dengan menghubungkan plotter pada sistem komputer, maka berbagai bentuk
gambar akan dapat disajikan secara prima.
Terdapat banyak jenis-jenis plotter diantaranya:
a. Plotter Pena
Plotter pena memiliki satu atau sejumlah pena berwarna untuk menggambar pada
kertas atau plastik transfaran, yang membuat keluaran dalam bentuk grafis.
b. Plotter Elektrostatis
Pada plotter ini, kertas di letakan pada tempat datar seperti meja, lalu keluaran hasil
cetakan dibuat dengan prinsip kerja seperti mesin potocopy yaitu dengan memberi
tegangan listrik pada kertas.
c. Plotter Thermal
Plotter ini menggunakan satu pin yang dipanaskan secara elektronis, kemudianpin
dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar
plotter thermal dapat digunakan pada kertas maupun film buram.
d. Plotter Pemotong
9
Plotter Pemotong berfungsi untuk memotong vinyl, karet, gabus, dll. Biasa digunakan
pada industri sepatu atau industri pakaian untuk memotong pola atau bahkan
sekaligus.
e. Plotter Format Lebar
Plotter Format Lebar biasanya di gunakan oleh perusahaan grafis karena mampu
membuat cetakan berwarna yang sangat lebar.
1) Kelebihan printer plotter :
a. Dapat mencetak kertas yang lebar
b. Kecepatan cetak sangat baik
c. Kualitas cetak sangat baik
d. Tidak bising.
2) Kekurangan printer plotter :
a. Harga relatif mahal
b. Memakan tempat
c. Boros tinta
Gambar 2.5. Prin ter Plotter
(Ihsan Arif,2016)
2.7 Komponen- komponen
Printer Inkjet
Pada umumnya
walaupun dari berbagai merk
yang berbeda, pada printer inkjet kita akan menemukan komponen utama seperti berikut:
A. Cartridge
Salah-satu bagian dari perangkat printer yang berguna untuk menyimpan, mengatur
dan tempat keluarnya tinta ketika proses mencetak.
10
Gambar 2.6 Cartridge Printer Inkjet
C. Print Head
Gambar 2.8. Print Head
D. Mainboard Printer
Bagian yang pertama adalah Mainboard Printer. Mainboard Printer berbentuk papan
sirkuit yang berfungsi untuk mengedalikan seluruh kerja dari printer. Dalam mainboard terdiri
dari komponen elektronika seperti Resistor, Kapasitor, IC serta soket-soket
11
Gambar 2.9. Mainboard Printer
E. Paper Tray
Tempat meletakkan kertas sebelum dan setelah melakukan cetak. paper sebelum
kertas dicetak disebut paper tray input, sedangkan paper tray setelah kertas dicetak disebut
paper tray output.(Nimas,2016)
12
BAB 3 PEMBAHASAN
Penginfusan printer adalah modifikasi yang dilakukan pada printer yang bertujuan
untuk menghemat tinta dan cartridge printer. Penginfusan yang dilakukan oleh konsumen
adalah merupakan suatu tindakan yang illegal sesungguhnya karena dengan adanya tindakan
penginfusan ini akan mengurangi penjualan cartridge dan tinta orisinil printer tersebut dan
tentunya hal ini akan mengurangi penghasilan pembuat printer. Dan akan mengurangi
penghasilan pemerintah juga karena pajak dari penjualan cartridge dan tinta orisinil akan
berkurang.
Oleh karena itu tindakan penginfusan printer sangat tidak dianjurkan. Untuk itu maka
perusahaan pembuat printer akan membatalkan garansi pada printer yang telah diinfus.
Akan tetapi sebagai pembelajaran, penyusun tetap akan menguraikan juga cara
penginfusan pada printer khususnya pada printer Canon IP 2770. Untuk menginfus printer
Canon IP 2770 akan melalui beberapa tahapan yaitu:
1. Langkah-langkah Persiapan
Untuk menginfus printer diperlukan alat-alat dan bahan-bahan sebagai berikut:
1. Obeng Plus, minus
2. Bor Mini
3. Penjepit
4. Pisau Cutter
5. Penjepit kertas
6. Satu set tabung tinta CISS untuk printer Canon IP 2770 yang sudah lengkap
dengan selang, knee dan sealernya
7. Cartridge orisinil untuk printer Canon IP 2770
8. Tinta isi ulang untuk printer Canon IP 2770
9. Double tape
10. Tali plastic pengikat
13
Tahap 1
Isikan tinta kedalam tabung CISS sehingga mencapapai ¾ tinggi tabung CISS tersebut, jangan
sampai terlalu penuh karena akan mengakibatkan cartridge cepat rusak karena tekanan tinta.
Biarkan tinta memenuhi selang tabung CISS, setelah selang penuh tutuplah dengan cara
melipat selang dan kemudian jepit dengan penjepit kertas.
Tahap 2
Keluarkan cartridge dari rumah kartrid. Dengan bor mini berilah lubang di atas cartridge
dengan diameter 3 mm.
Tahap 3
Pasanglah selang dari tabung CISS dengan terlebih dahulu memasang sealernya pada lubang
cartridge. Sementara itu penjepit kertas jangan dulu dilepaskan.
Untuk susunan warnanya dapat dilihat pada gambar berikut ini:
14
Tahap 3
Pasang cartridge yang telah dipasangi selang pada tempatnya, letakan selang diantara
pengunci cartridge, geserkan cartridge ke ujung sebelah kanan untuk mengukur panjangnya
selang yang diperlukan.
Buatlah lubang pada casing printer, posisinya ditengah untuk memasang tali plastic pengikat
selang.
Posisikan selang sesuai dengan jarak tadi dengan double tape kemudian untuk memperkuat,
ikatlah selang dengan tali plastic seperti gambar berikut:
Tahap 4
Rapikan selang yang menuju tangki CISS bisa dengan memanfaatkan double tape atau bila
perlu gunakan tali plastic pengikat.
Letakan tangki tinta CISS di sebelah kanan printer, rekatkan dengan double tape pada casing
printer.
Setelah proses ini maka selesai jugalah kegiatan menginfus Printer Canon IP 2770. Dan
selanjutnya kita tinggal menguji hasilnya.
15
Gambar 3.4. Printer setelah diinfus
1. Pada posisi printer mati kita coba gerakan rumah cartridge ke kiri dan ke kanan.
Yang harus menjadi catatan disini adalah kita tidak akan dapat menggerakan rumah cartridge
sebelum kita membuka tombol penahanya yang berada di belakang rumah cartridge. Cara
merelease tombol penahan rumah cartridge tersebut hanya dengan cara menekanya kedalam.
Ketika menggerakan rumah cartridge ke kiri atau ke kanan kita perhatikan selang tinta,
apakan selang tersebut menyangkut atau tidak, kita juga harus perhatikan selang tersebut saat
kita gerakan ke kiri atau ke kanan apakah terjepit atau tidak.
2. Pada posisi printer hidup/ on, kita juga dapat melakukan pengecekan kelonggaran
jalanya selang tinta. Untuk dapat memantau pergerakan cartridge saat posisi printer on, kita
dapat melakukanya dengan cara mengganjal switch yang biasa tertekan saat penutup cover
printer tertutup.
Pengecekan saat printer dalam posisi on adalah sama seperti pengecekan saat printer dalam
posisi mati, kita harus memperhatikan sama ada selang tinta tersangkut atau tidak.
Sebenarnya tidak ada metode pinginfusan printer Canon yang sempurna, biasanya
kelancaran printer yang sudah diinfus tidak bertahan lama apalagi yang tidak dirawat.
Sedangkan perawatan pada printer yang sudah diinfus adalah dengan selalu memperhatikan
16
posisi selang tinta, jangan sampai selang tinta tersangkut atau terjepit ke bawah rumah
cartridge.
Karena cartridge printer yang yang sudah diinfus mengalami guncangan yang lebih
dari biasanya, maka akan menyebabkan umur cartridge printer akan lebih cepat mati karena
chip konektor cartridge sering terganggu.
Berikut ini beberapa masalah yang dialami apabila printer di infus dan cara
mengatasinya:
1. Selang tinta sering tersangkut di casing printer
Cara penyelesaianya adalah dengan memotong casing printer sebelah atas/ di atas jalur selang
tinta. Dengan tujuan supaya pergerakan selang tinta tidak terganggu.
Selang tinta terjepit di bawah rumah cartridge
2. Selang tinta yang sering terjepit di bawah rumah cartridge adalah disebabkan karena
ukuran selang yang terlalu panjang atau karena kelenturan selang itu sendiri. Cara
menyelesaikanya sebagai berikut:
- Untuk selang yang terlalu panjang, dapat diatur kembali dengan mengaturnya kembali
- Untuk selang yang terlalu lemntur dapat diperkuat dengan menyertakan plastic mika
bersama selang tinta tersebut.
3. Tinta bocor dari bawah cartridge
Selain dari kualitas tinta yang buruk, atau kualitas cartridge yang sudah bocor, tinta yang
bocor bisa disebabkan juga karena terlalu besarnya tekanan tinta dari tangki tinta, cara
penyelesainya adalah dengan mengurangi level tinta di tangki agar jangan samapai melebihi
ujung atas cartridge yang ada dalam printer.(Priyo Sony,2018)
17
BAB 4. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah di uraikan pada bab sebelumnya , maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut.
Untuk dapat mewujudkan siswa-siswi yang bermutu dan berkualitas, sekolah harus
menjalin kerja sama dengan perusahaan yang menerima anak magang dan untuk
mempermudah anak didiknya untuk mencari pekerjaan pasca kelulusan.
Kepada perusahaan industri dapat mempertimbangkan siswa yang giat bekerja dan
memiliki kemampuanyang kompenten agar dapat dijadikan karyawan perusahaan.
18
DAFTAR PUSTAKA
19
LAMPIRAN
20
21
B. Dokumentasi Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin)
22
1, Waktu di Depan Perusahaan
23
2. Waktu Kegiatan di Perusahaan
24