0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
825 tayangan31 halaman

Penginfusan Printer Canon IP 2770

Laporan ini membahas penginfusan printer Canon IP 2770 yang dilakukan di ITC Komputer Jember selama 6 bulan. Laporan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer dan Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun 2018/2019."

Diunggah oleh

Rio Aditya Damara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
825 tayangan31 halaman

Penginfusan Printer Canon IP 2770

Laporan ini membahas penginfusan printer Canon IP 2770 yang dilakukan di ITC Komputer Jember selama 6 bulan. Laporan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer dan Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun 2018/2019."

Diunggah oleh

Rio Aditya Damara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGINFUSAN PRINTER CANON IP 2770

DI ITC KOMPUTER

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

oleh
Rio Aditya Damara
152/152.071

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN


SMK AL FURQAN JEMBER
2018
i
PENGINFUSAN PRINTER CANON IP 2770
DI ITC KOMPUTER

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

disusun sebagai salah satu persyaratan mengikuti


Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan
Ujian Nasional Berbasis Komputer
tahun pelajaran 2018/2019

oleh
Rio Aditya Damara
152/152.071

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN


SMK AL FURQAN JEMBER
2018
i
MOTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari
suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang
lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
(terjemahan Surat Al-Insyirah ayat 6-8)1

1
Departemen Agama Republik Indonesia. 2008. Al Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: CV Penerbit
Diponegoro.

ii
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan tersebut “Penginfusan Printer pada Printer Canon IP 2770” telah diuji dan disahkan
pada:

tanggal: 02 Oktober 2017 s.d. 16 Maret 2018

tempat : SMK Al-Furqan Jember

Jember, 20 Maret 2018

Tim Penguji:

Penguji I, Penguji II,

Suyanto Purnomo [Link]. Budi Eko Prasetia, S.S.

Mengetahui

Pembimbing I, Pembimbing II,

Jamal Hardiansyah Faiqotul Himah, [Link].

Mengesahkan,
Kepala SMK Al Furqan Jember

Adi Nurcahyo [Link].

iii
PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilakukan di ITC
komputer Jember selama kurang lebih 6 bulan sejak tanggal 2 Oktober 2017 s.d 16 Maret
2018
Penyusunan laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini adalah salah satu syarat
untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Nasional berbasis
Komputer (UNBK) tahun ajaran 2018-2019. Selain itu, laporan ini sebagai bukti bahwa
penulis telah melaksanakan kegiatan Prakerin di ITC Komputer Jember sehingga penulis
dapat menyusun laporan ini dengan sebaik mungkin dan dalam waktu yang telah ditentukan
dari pihak sekolah.
Penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari :
1. Adi Nurcahyo [Link]., selaku Kepala SMK Al Furqan Jember;
2. Taufik Hidayat, Amd., selaku penguji I;
3. Anis Maftuha, [Link]., selaku penguji II;
4. Jamal Hardiansyah., selaku pembimbing I di perusahaan;
5. Faiqotul Himah, [Link]., selaku pembimbing II di sekolah;
6. ustadz/ustazah SMK Al Furqan, selaku pemberi ilmu;
7. orang tua yang telah mendukung penulis;
8. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini
baik dari segi kalimat maupun tulisan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dalam penyusunan laporan ini. Akhirnya penulis berharap, semoga
laporan ini dapat bermanfaat.

Jember, 20 Maret 2018

Penulis

iv
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
MOTT

.......................................................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ iii
PRAKATA ...................................................................................................... iv
DAFTAR ISI................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... vii
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 2
1.3 Tujuan dan Manfaat Laporan.......................................................... 3
1.3.1 Tujuan Laporan....................................................................... 3
1.3.2 Manfaat Laporan..................................................................... 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA..................................................................... 4
2.1 Sejarah Perusahaan........................................................................... 4
2.2 Struktur Perusahaan......................................................................... 5
2.3 Sejarah Printer .................................................................................. 6
2.3.1 Definisi Printer........................................................................ 6
2.3.2 Fungsi Printer ......................................................................... 6
2.3.3 Macam-macam Printer ........................................................... 6
2.3.4 Komponen-komponen Printer Inkjet ...................................... 6
BAB 3 PEMBAHASAN ................................................................................. 7
3.1 Pelaksanaan Kegiatan ....................................................................... 8
3.2 Penginfusan Printer ......................................................................... 9
BAB 4 PENUTUP........................................................................................... 10
4.1 Kesimpulan......................................................................................... 11
4.2 Saran................................................................................................... 12
4.2.1 Kepada pihak sekolah............................................................. 12
4.2.2 Kepada pihak industri............................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi........................................................................ 3


Gambar 2.3 Printer Laser Jet............................................................................. 8
Gambar 2.4 Printer Thermal.............................................................................. 9
Gambar 2.5 Printer Plotter................................................................................. 10
Gambar 2.6 Cartridge Printer Inkjet.................................................................. 11
Gambar 2.7 Rumah Cartridge (CaITC komputer Jemberage Unit)................... 11
Gambar 2.8 Print Head...................................................................................... 11
Gambar 2.9 Mainboard Printer.......................................................................... 12
Gambar 3.1 Lubang pada Cartridge................................................................... 14
Gambar 3.2 Susunan Warna Pada Cartridge..................................................... 14
Gambar 3.3 Tempat Mengikat Selang Tinta...................................................... 15
Gambar 3.4 Printer setelah di infus................................................................... 16

vi
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktik Kerja Industri adalah salah satu kegiatan yang dapat menambah ilmu
pengetahuan, kedisiplinan, bertanggung jawab, jujur dan teknologi yang diperoleh di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan keadaan di luar atau lapangan.
Prakerin adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan
secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program
perusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk
mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dan keahlian profesional tersebut hanya
dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan praktik.
Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita
berada, sedangkan praktik tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses
mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Prakerin dilaksanakan
untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional di bidangnya. Melalui
Prakerin diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut.
Diharapkan para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat
menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa
diadakannya Prakerin ini kita tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena kita
belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja.
Pada prakerin tahun pelajaran 2017/2018 ini, penulis melakukan Praktik Kerja
Industri (Prakerin) di ITC komputer Jember selama kurang lebih 6 bulan sejak tanggal 2
Oktober 2017 s.d 16 Maret 2018. Kegiatan yang dilakukan selama prakerin antara lain
adalah meng-install windows, isi tuner, bersih-bersih, nge-rimping kabel UTP, bongkar
laptop dan CPU, blower mainboard laptop, dan penginfusan printer.
Pada laporan ini, penulis memilih judul “Penginfusan Printer pada Printer Canon
IP 2770” karena penulis lebih memahami kegiatan tersebut dan judul ini belum pernah
dibahas sebelumnya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan
berikut.

1
1.2.1. Apakah yang dimaksud dengan Penginfusan Printer Canon IP2770 ?
1.2.2. Bagaimanakah tahap-tahap penginfusan pada Printer Canon IP 2770 ?
1.2.3. Bagaimanakah cara melakukan pengujian atas kegiatan penginfusan pada Printer
Canon IP 2770 ?
1.2.4. Bagaimanakah cara mengatasi masalah Printer Canon IP 2770 yang telah diinfus?

1.3 Tujuan Dan Manfaat Laporan


1.3.1 Tujuan Laporan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan laporan ini sebagai berikut.
a. Memahami Penginfusan Printer Canon IP 2770.
b. Mengetahui tahap-tahap penginfusan pada Printer Canon IP 2770.
c. Mengetahui cara melakukan pengujian atas kegiatan penginfusan pada Printer
Canon IP 2770.
d. Memahami cara mengatasi masalah Printer Canon IP 2770 yang telah diinfus.

1.3.2 Manfaat Laporan

Laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain sebagai berikut:

a. Bagi siswa, sebagai syarat mutlak untuk mengikuti ujian nasional, memiliki
pengalaman dan wawasan dalam bidang keahlian, menjadi bekal dan acuan
untuk berwirausaha sesuai dengan keahlian.
b. Bagi sekolah, menghasilkan tenaga kerja yang bermutu dan dapat diandalkan,
mampu mengembangkan diri dan mampu berkompeten dalam bidangnya,
sebagai lulusan yang terdidik dan menjadi warga yang produktif dalam segala
aspek.
c. Bagi Industri, mendapatkan tenaga kerja sementara dengan upah seikhlasnya,
mendukung program pendidikan pemerintah, dapat meningkatkan citra
perusahaan.

2
BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1 Sejarah Perusahaan / Instansi


ITC Komputer berdiri pada tahun 2014 di Jl. Kalimantan no.03 kav.05 Jember.
Dengan Manager pertama Ibu Sungging Permata Sari di bawah naungan Tekno Market
Group. ITC Komputer bergerak di bidang jual-beli laptop baru dan bekas, Printer, LCD, dll.

2.2 Struktur Organisasi

MANAGER
NURDIAN WAHYUDI

ADMIN
WARDA

CUSTOMER SERVICE
MARKETING 1. KHOLID TEKNISI 1 TEKNISI 2
SABAR 2. SITA JAMAL A. THAUFIK R.R

Gambar 2.1 Struktur Organisasi ITC

2.3   Sejarah Printer


Teknik cetak mencetak sudah dilaksanakan secara sederhana di Cina pada abad ke-14.
Inovasi orang-orang Cina telah berhasil menciptakan tinta dan block printing yang
berpengaruh besar terhadap tradisi tulisan. Tetapi perkembangan teknik cetak di Cina tidak
sehebat dengan perkembangan yang terjadi di Eropa.
Hal ini disebabkan alfabet Cina memiliki ribuan ideogram spesifik, yang sangat sukar
jika diterapkan di mesin tik. Akibatnya, hampir tidak ada perubahan yang berarti dalam hal
efisiensi produksi di Cina sebagaimana yang terjadi di Eropa.
Di awal tahun 1950-an, terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat di Eropa yang
menimbulkan kebutuhan akan proses produksi akan dokumen tulisan yang cepat dan murah.
Adalah Johannes Guternberg, seorang tukang emas dan usahawan asal jerman, yang berhasil

3
mengembangkan teknologi mesin cetak yang telah mengubah teknik mencetak secara
revolusioner.
Printer komputer pertama di dunia adalah abad ke-19 alat mekanis digerakkan
ditemukan oleh Charles Babbage untuk mesin perbedaannya.
Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada
millenium lalu, walaupun dampak yang ditimbulkannya pada perekonomian global tidak
terlalu besar. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama yang
diproduksi secara massal.

2.3.1 Definisi Printer


Dalam komputasi, printer adalah perangkat yang menghasilkan representasi dari
sebuah dokumen elektronik pada media fisik seperti kertas atau film transparansi. Banyak
printer adalah peripheral lokal terhubung langsung ke komputer pribadi di dekatnya. Printer
individu sering dirancang untuk mendukung pengguna terhubung jaringan lokal maupun pada
waktu yang sama. Beberapa printer dapat mencetak dokumen yang disimpan pada kartu
memori atau dari kamera digital dan scanner. Printer multifungsi (MFP) termasuk scanner dan
dapat menyalin dokumen kertas atau mengirim faks, ini juga disebut perangkat multi-fungsi
(MFD), atau all-in-one (AIO) printer. Kebanyakan LKM termasuk pencetakan, pemindaian,
dan menyalin antara banyak fitur mereka.
Konsumen dan beberapa printer komersial dirancang untuk pekerjaan cetak volume
rendah, pendek-turnaround, memerlukan hampir tidak ada waktu setup untuk mencapai hard
copy dari dokumen yang diberikan. Namun, printer umumnya perangkat lambat (30 halaman
per menit dianggap cepat, dan banyak konsumen printer murah jauh lebih lambat dari itu),
dan biaya per halaman sebenarnya relatif tinggi. Namun, hal ini diimbangi dengan
kenyamanan on-demand dan biaya manajemen proyek yang lebih terkendali dibandingkan
dengan solusi out-bersumber. Mesin cetak tetap menjadi mesin pilihan untuk volume tinggi,
penerbitan profesional. Namun, seperti printer telah meningkatkan kualitas dan kinerja,
banyak pekerjaan yang dulu dilakukan oleh toko-toko cetak profesional sekarang dilakukan
oleh pengguna pada printer lokal, lihat desktop publishing. Printer lokal juga semakin
mengambil alih proses photofinishing sebagai printer foto digital menjadi biasa.
Sebuah printer virtual adalah bagian dari perangkat lunak komputer yang antarmuka
pengguna dan API menyerupai sebuah driver printer, tapi yang tidak terhubung dengan printer
komputer fisik.
4
2.3.2 Fungsi Printer
Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan
mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke
media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch).
Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya
maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka
hasil cetakan akan buruk/tidak bagus. (Rendi Andika,2017)

2.3.4  Macam-macam Printer

A.       Printer Dot  Matrix
Jenis Printer Dot Metrik merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan
pita. Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan
yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. Printer ini hanya
menghasilkan warna tunggal sesuai dengan warna dari pita yang dipasangkan, biasanya warna
merah atau hitam. Kecepatan jenis printer ini sekitar 500 cps (character per second).
Printer dot matrix pertama dikenal pada tahun 1964, pada tahun 1970, sebagian besar
industri printer dot matrix dimiliki oleh perusahaan Digital dan Centronics, dan Centronics
lebih memilih pasar low-end dibandingkan dengan Digital. LA30, LA36, dan Centronics 101
adalah printer dot matrix pada masa awal perkembangan printer dot matrix. Pada tahun 1970-
1990 printer dot matrix merupakan printer yang paling dapat diandalkan dari segi hasil dan
harganya. Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot matrix yang mendukung koneksi ke
komputer menggunakan port USB.
Printer Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah.
Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas
untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-
titik yang saling berhubungan.
Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara
vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk
character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga
merupakan character printer.

5
Printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet).
Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta)
untuk printer jenis inkjet dan laserjet.
a.  Kelebihan Printer Dot Matrix :
1.    Lebih murah harganya
2.    Dapat mencetak lebih dari 1 rangkap sekaligus
3.    Pita printer relatif murah
b.  Kekurangan Printer Dot Matrix :
1.    Mengeluarkan suara bising saat mencetak
2.    Proses cetaknya lambat
3.    Hasil cetakannya tidak bervariasi
4.    Hasil cetaknya kasar

B.       Printer Inkjet
Printer ini pertama dikembangkan secara ekstensif sejak 1950 dan printer inkjet yang
dapat memproduksi citra dari komputer baru dikembangkan pada 1970 dan dikuasai oleh
Epson, Hewlett-Packard, dan Canon.
Printer jenis ini sudah menggunakan media tinta yang telah terisi pada suatu media
penyimpanan dan siap menyemprotkan titik-titik dengan warna-warna kombinasi yang
diperintahkan oleh komputer. Karena menggunakan sistem semprotan maka hasil yang
didapatkan lebih baik kualitasnya daripada dot matrix karena resolusi jenis printer hingga
mencapai 5760 x 1440 dpi. Tinta yang disemprotkan dapat dengan cepat mengering dalam
hitungan detik. jenis printer inkjet ini juga bisa menghasilan hasil cetakan warna.
Pada printer jenis Inkjet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara
menyemprotkan titik-titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat
kecil. teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP
dengan menggunakan panas. panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta
sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan
tercetak pada kertas.
Karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa
kering. jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan
teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan
disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.

6
a.  Kelebihan printer inkjet :
1.  Hasil cetaknya lebih cepat dibanding dot matrix
2.  Kualitas cetaknya cukup baik
3.  Tidak bising ketik mencetak.
b.  Kekurangan printer inkjet :
1.  Harga relatif lebih mahal dibanding dot matrix
2.  Tinta printer relatif mahal
3.  Tidak dapat mencetak lebih dari 1 rangkap

C.       Printer Laser Jet


Sesuai dengan namanya laser jenis printer ini sangat bagus kualitas cetakannya
dibanding kedua jenis printer dot matrix dan inkjet. Sistem pencetakannya menggunakan infra
merah melalui toner. Karena sistem yang mirip dengan fotocopy, maka hasil yang didapatkan
jauh lebih bagus dan berkecepatan tinggi.
Sebenarnya cara kerja printer laser mirip dengan mesin photocopy, yaitu
menggunakan photographic drum. Prosesnya seperti ini:
a) Kawat corona mengalirkan listrik statis yang membuat drum (photo conductor)
bermuatan positif.
b) Unit laser (exposition) menyorotkan sinar pada permukaan drum yang berputar sesuai
dengan informasi yang diperoleh dari komputer. Dengan cara ini, laser menggambar
huruf atau citra yang akan dicetak sebagai sebuah pola muatan listrik–sebuah citra
listrik statis yang bermuatan negatif.
c) Selanjutnya toner atau tinta berwujud serbuk ditaburkan pada drum Karena toner
bermuatan positif, akan menempel pada area bermuatan negatif pada drum, yaitu area
yang tadi sudah disorot dengan sinar laser.
d) Baki kertas memasukkan selembar kertas sehingga digiling oleh drum. Sebelumnya,
kertas diberi muatan negatif oleh kawat corona. Muatan itu lebih besar dari muatan
negatif citra listrik statis sehingga kertas dapat menarik serbuk toner yang bermuatan
positif. Karena berputar dengan kecepatan yang sama dengan perputaran drum, kertas
menyalin citra yang ada di drum.
e) Kertas yang telah menyalin citra itu dilewatkan pada fuser, yakni sepasang
penggulung yang dipanaskan. Saat melewati fuser, serbuk toner meleleh dan
menempel kuat pada serat kertas. Kemudian kertas dikeluarkan ke baki output.
7
f) Setelah citra listrik statis pada drum dipindahkan ke kertas, drum melewati lampu
pembebasan. Sorotan lampu yang terang mengenai seluruh permukaan photoconductor
dan menghapus citra listrik statisnya. Lalu, drum melewati kawat corona yang
memberinya muatan positif kembali.
g) Proses akan diulang lagi untuk pencetakan berikutnya.

1) Kelebihan jenis printer laser :


a.   Kecepatan cetak tinggi
b.  Hasil cetak sudah sangat baik
c.  Tidak bising.
2)  Kekurangan jenis printer laser :
a.  Cepat panas
b.  Harga relatif lebih mahal
c.  Tinta cepat habis

Gambar 2.3. Printer Laserjet

D.       Printer Thermal
Teknik yang digunakan printer ini adalah mengeluarkan panas untuk setiap pin pada
head print yang akan mencairkan lilin dan melekatkan pada kertas yang khusus. Prinsip kerja
printer ini mirip dengan printer dot matrix hanya saja printer thermal menggunakan panas
pada pin nya.
1) Kelebihan jenis printer thermal :
a. Bentuknya relatif kecil
b.  Cepat dalam mencetak
c.   Harga relatif mahal
d.   Tidak bising
8
1) b.  Kekurangn jenis printer thermal :
a.   Harus menggunakan kertas khusus
b.   Tidak bisa mencetak kertas lebar

Gambar 2.4. Printer Therm
a l

E.       Plotter
Plotter adalah printer grafis yang menggambar
dengan menggunakan pena-pena tinta, plotter juga merupakan output pertama yang mampu
mencetak gambar berukuran gambar sebesar arsitektur dan engineering.
Jenis printer ini keakuratan pencetakan sangat baik. Plotter merupakan jenis printer
yang dirancang secara khusus guna menghasilkan output komputer yang berupa gambar
ataupun grafik dengan menghubungkan plotter pada sistem komputer, maka berbagai bentuk
gambar akan dapat disajikan secara prima.
Terdapat banyak jenis-jenis plotter diantaranya:
a. Plotter Pena
Plotter pena memiliki satu atau sejumlah pena berwarna  untuk menggambar pada
kertas atau plastik transfaran, yang membuat keluaran dalam bentuk grafis.
b. Plotter Elektrostatis
Pada plotter ini, kertas di letakan pada tempat datar seperti meja, lalu keluaran hasil
cetakan dibuat dengan prinsip kerja seperti mesin potocopy yaitu dengan memberi
tegangan listrik pada kertas.
c. Plotter Thermal
Plotter ini menggunakan satu pin yang dipanaskan secara elektronis, kemudianpin
dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar
plotter thermal dapat digunakan pada kertas maupun film buram.
d.   Plotter Pemotong

9
Plotter Pemotong berfungsi untuk memotong vinyl, karet, gabus, dll. Biasa digunakan
pada industri sepatu atau industri pakaian untuk memotong pola atau bahkan
sekaligus.
e.  Plotter Format Lebar
Plotter Format Lebar biasanya di gunakan oleh perusahaan grafis karena mampu
membuat cetakan berwarna yang sangat lebar.
1)   Kelebihan printer plotter :
a.  Dapat mencetak kertas yang lebar
b.  Kecepatan cetak sangat baik
c.  Kualitas cetak sangat baik
d.  Tidak bising.
2)   Kekurangan printer plotter :
a.  Harga relatif mahal
b.  Memakan tempat
c.  Boros tinta
                 
Gambar 2.5. Prin ter Plotter
(Ihsan Arif,2016)

2.7    Komponen- komponen
Printer Inkjet
Pada umumnya
walaupun dari berbagai merk
yang berbeda, pada printer inkjet kita akan menemukan komponen utama seperti berikut:
A.       Cartridge
Salah-satu bagian dari perangkat printer yang berguna untuk menyimpan, mengatur
dan tempat keluarnya tinta ketika proses mencetak.

10
Gambar 2.6 Cartridge Printer Inkjet

B.       Rumah Cartridge (CaITC komputer Jemberage Unit)

Merupakan tempat untuk meletakkan/ mendudukkan cartridge dalam printer.

Gambar 2.7   Rumah Cartridge (CaITC komputer Jemberage Unit)

C.       Print Head

Salah satu bagian dari printer yang berfungsi untuk tempat keluarnya tinta/toner.

Gambar 2.8. Print Head

D.       Mainboard Printer

Bagian yang pertama adalah Mainboard Printer. Mainboard Printer berbentuk papan
sirkuit yang berfungsi untuk mengedalikan seluruh kerja dari printer. Dalam mainboard terdiri
dari komponen elektronika seperti Resistor, Kapasitor, IC serta soket-soket

11
Gambar 2.9. Mainboard Printer

E.       Paper Tray
Tempat meletakkan kertas sebelum dan setelah  melakukan cetak. paper sebelum
kertas dicetak disebut paper tray input, sedangkan paper tray setelah kertas dicetak disebut
paper tray output.(Nimas,2016)

12
BAB 3 PEMBAHASAN

2.8    Penginfusan Printer Canon IP2770

Penginfusan printer adalah modifikasi yang dilakukan pada printer yang bertujuan
untuk menghemat tinta dan cartridge printer. Penginfusan yang dilakukan oleh konsumen
adalah merupakan suatu tindakan yang illegal sesungguhnya karena dengan adanya tindakan
penginfusan ini akan mengurangi penjualan cartridge dan tinta orisinil printer tersebut dan
tentunya hal ini akan mengurangi penghasilan pembuat printer. Dan akan mengurangi
penghasilan pemerintah juga karena pajak dari penjualan cartridge dan tinta orisinil akan
berkurang.
Oleh karena itu tindakan penginfusan printer sangat tidak dianjurkan. Untuk itu maka
perusahaan pembuat printer akan membatalkan garansi pada printer yang telah diinfus.
Akan tetapi sebagai pembelajaran, penyusun tetap akan menguraikan juga cara
penginfusan pada printer khususnya pada printer Canon IP 2770. Untuk menginfus printer
Canon IP 2770 akan melalui beberapa tahapan yaitu:
1.         Langkah-langkah Persiapan
Untuk menginfus printer diperlukan alat-alat dan bahan-bahan sebagai berikut:
1.        Obeng Plus, minus
2.        Bor Mini
3.        Penjepit
4.        Pisau Cutter
5.        Penjepit kertas
6.        Satu set tabung tinta CISS untuk printer Canon IP 2770 yang sudah lengkap
dengan selang, knee dan sealernya
7.        Cartridge orisinil untuk printer Canon IP 2770
8.        Tinta isi ulang untuk printer Canon IP 2770
9.        Double tape
10.    Tali plastic pengikat

2.         Tahap-tahap Pemasangan Infus pada Printer Canon IP 2770

13
Tahap 1
Isikan tinta kedalam tabung CISS sehingga mencapapai ¾ tinggi tabung CISS tersebut, jangan
sampai terlalu penuh karena akan mengakibatkan cartridge cepat rusak karena tekanan tinta.
Biarkan tinta memenuhi selang tabung CISS, setelah selang penuh tutuplah dengan cara
melipat selang dan kemudian jepit dengan penjepit kertas.

Tahap 2 
Keluarkan cartridge dari rumah kartrid. Dengan bor mini berilah lubang di atas cartridge
dengan diameter 3 mm.

Gambar 3.1. Lubang pada Cartridge

Tahap 3
Pasanglah selang dari tabung CISS dengan terlebih dahulu memasang sealernya pada lubang
cartridge. Sementara itu penjepit kertas jangan dulu dilepaskan.
Untuk susunan warnanya dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 3.2. Susunan Warna Pada Cartridge

14
Tahap 3 

Pasang cartridge yang telah dipasangi selang pada tempatnya, letakan selang diantara
pengunci cartridge, geserkan cartridge ke ujung sebelah kanan untuk mengukur panjangnya
selang yang diperlukan.
Buatlah lubang pada casing printer, posisinya ditengah untuk memasang tali plastic pengikat
selang.
Posisikan selang sesuai dengan jarak tadi dengan double tape kemudian untuk memperkuat,
ikatlah selang dengan tali plastic seperti gambar berikut:

Gambar 3.3. Tempat Mengikat Selang Tinta

Tahap 4
Rapikan selang yang menuju tangki CISS bisa dengan memanfaatkan double tape atau bila
perlu gunakan tali plastic pengikat.
Letakan tangki tinta CISS di sebelah kanan printer, rekatkan dengan double tape pada casing
printer.
Setelah proses ini maka selesai jugalah kegiatan menginfus Printer Canon IP 2770. Dan
selanjutnya kita tinggal menguji hasilnya.

15
Gambar 3.4. Printer setelah diinfus

3.         Pengujian atas Kegiatan Menginfus Printer Canon IP 2770

1.        Pada posisi printer mati kita coba gerakan rumah cartridge ke kiri dan ke kanan.
Yang harus menjadi catatan disini adalah kita tidak akan dapat menggerakan rumah cartridge
sebelum kita membuka tombol penahanya yang berada di belakang rumah cartridge. Cara
merelease tombol penahan rumah cartridge tersebut hanya dengan cara menekanya kedalam.
Ketika menggerakan rumah cartridge ke kiri atau ke kanan kita perhatikan selang tinta,
apakan selang tersebut menyangkut atau tidak, kita juga harus perhatikan selang tersebut saat
kita gerakan ke kiri atau ke kanan apakah terjepit atau tidak.
2.        Pada posisi printer hidup/ on, kita juga dapat melakukan pengecekan kelonggaran
jalanya selang tinta. Untuk dapat memantau pergerakan cartridge saat posisi printer on, kita
dapat melakukanya dengan cara mengganjal switch yang biasa tertekan saat penutup cover
printer tertutup.
Pengecekan saat printer dalam posisi on adalah sama seperti pengecekan saat printer dalam
posisi mati, kita harus memperhatikan sama ada selang tinta tersangkut atau tidak.

4. Mengatasi masalah Printer yang Diinfus

Sebenarnya tidak ada metode pinginfusan printer Canon yang sempurna, biasanya
kelancaran printer yang sudah diinfus tidak bertahan lama apalagi yang tidak dirawat.
Sedangkan perawatan pada printer yang sudah diinfus adalah dengan selalu memperhatikan

16
posisi selang tinta, jangan sampai selang tinta tersangkut atau terjepit ke bawah rumah
cartridge.
Karena cartridge printer yang yang sudah diinfus mengalami guncangan yang lebih
dari biasanya, maka akan menyebabkan umur cartridge printer akan lebih cepat mati karena
chip konektor cartridge sering terganggu.
Berikut ini beberapa masalah yang dialami apabila printer di infus dan cara
mengatasinya:
1.        Selang tinta sering tersangkut di casing printer
Cara penyelesaianya adalah dengan memotong casing printer sebelah atas/ di atas jalur selang
tinta. Dengan tujuan supaya pergerakan selang tinta tidak terganggu.
Selang tinta terjepit di bawah rumah cartridge
2.        Selang tinta yang sering terjepit di bawah rumah cartridge adalah disebabkan karena
ukuran selang yang terlalu panjang atau karena kelenturan selang itu sendiri. Cara
menyelesaikanya sebagai berikut:
-       Untuk selang yang terlalu panjang, dapat diatur kembali dengan mengaturnya kembali
-       Untuk selang yang terlalu lemntur dapat diperkuat dengan menyertakan plastic mika
bersama selang tinta tersebut.
3.        Tinta bocor dari bawah cartridge
Selain dari kualitas tinta yang buruk, atau kualitas cartridge yang sudah bocor, tinta yang
bocor bisa disebabkan juga karena terlalu besarnya tekanan tinta dari tangki tinta, cara
penyelesainya adalah dengan mengurangi level tinta di tangki agar jangan samapai melebihi
ujung atas cartridge yang ada dalam printer.(Priyo Sony,2018)

17
BAB 4. PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah di uraikan pada bab sebelumnya , maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut.

a. Penginfusan Printer Canon IP 2770 adalah modifikasi yang di lakukan pada


printer yang bertujuan untuk menghemat tinta printer.
b. Tahap – tahap Penginfusan pada printer Canon IIP 2770, yaitu
1) Isikan tinta ke dalam tabung CISS sehingga mencapai ¾ tinggi tabung
CISS.
2) Berilah lubang di atas cartridge dengan diameter 3 mm.
3) Pasanglah selang dari tabung CISS dengan terlebih dahulu memasang
sealernya pada lubang cartridge.
4) Pasang cartridge yang telah di pasangi selang pada tempatnya.
5) Rapikan selang yangmenuju tangki CISS.
c. Cara melakukan pengujian atas kegiatan penginfusan pada Printer Canon IP
2770 yaitu sebagai berikut :
1) Pada posisi printer mati kita coba gerakan rumah cartidge ke kiri dan ke
kanan. Ketika menggerakan rumah cartridge ke kiri atau ke kanan, kita
perhatikan selang tinta, apakah selang tersebut menyangkut atau tidak.
2) Pada posisis printer hidup, kita juga dapat melakukan pengecekan
kelonggaran jalanya selang tinta.

4.1. Saran Untuk Pihak Sekolah

Untuk dapat mewujudkan siswa-siswi yang bermutu dan berkualitas, sekolah harus
menjalin kerja sama dengan perusahaan yang menerima anak magang dan untuk
mempermudah anak didiknya untuk mencari pekerjaan pasca kelulusan.

4.2. Saran Untuk Pihak Industri

Kepada perusahaan industri dapat mempertimbangkan siswa yang giat bekerja dan
memiliki kemampuanyang kompenten agar dapat dijadikan karyawan perusahaan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Rendi Andika,2017. Sejarah Singkat Printer dan Jenis – jenis Printer.


[Link]
jenis-printer/ [5 April 2018]

Ihsan Arif, 2016. Macam – macam Printer [Link]


[Link] [5 April 2018]

Nimas, 2016. Bagian – bagian Komponen Dalam Printer dan Fungsinya.


[Link]
[5 April 2018]

Priyo Sony, 2018. Cara menginfus Printer Canon 2770.


[Link]
[Link] [5 April 2018]

19
LAMPIRAN

A. Jurnal kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin)


JURNAL HARIAN SISWA PRAKERIN
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

20
21
B. Dokumentasi Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin)

22
1, Waktu di Depan Perusahaan

23
2. Waktu Kegiatan di Perusahaan

3. Waktu Kegiatan di Perusahaan

24

Anda mungkin juga menyukai