Unsur Radioaktif: Pengertian dan Sejarah
Unsur Radioaktif: Pengertian dan Sejarah
UNSUR RADIOAKTIF
DISUSUN OLEH:
NAMA : muslim taher
NPM : 1684202017
PRODY : PMTK
DOSEN :Indri Femiceyanti, [Link]
1
KATA PENGANTAR
Assalamua’[Link]
Puji syukur kami panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat
dan berkahnya saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berisi tentang unsur Radioaktif.
Tak lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada dosen bu indri femiceyanti, M, Pd
yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan makalah. Saya sadar bahwa makalah ini
memiliki banyak kekurangan maka untuk itu saya memohon maaf apa bila ada kesalahan
penulisan atau sebagainya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk guru dan teman-teman yang
telah membaca makalah ini. Sekian dan terima kasih.
Wassalamua’[Link]
Penyusun
Muslim taher
2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................................... 2
Daftar Isi .................................................................................................................................. 3
BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang........................................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah................................................................................................... 4
C. Tujuan..................................................................................................................... 4
BAB II. Pembahasan
A. Pengertian Zat Radioaktif........................................................................................ 5
B. Sejarah Penemuan Zat Radioaktif........................................................................... 5
C. Jenis-Jenis Sinar Radioaktif.................................................................................... 5
D. Struktur Inti............................................................................................................. 6
E. Transmutasi inti....................................................................................................... 9
F. Reaksi Inti............................................................................................................... 10
G. Energi Nuklir.......................................................................................................... 11
H. Deret Keradioaktifan.............................................................................................. 12
I. Peluruhan Zat Radioaktif........................................................................................ 13
J. Kegunaan dan Dampak Zat Radioaktif.................................................................. 15
K. Latihan Soal........................................................................................................... 19
Kesimpulan.............................................................................................................................. 20
Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring perkembangan teknologi masa kini dengan adanya radioaktif membawa
perkembangan di dalam berbagai aspek kehidupan. Suatu zat radioaktif (radioactive substance)
dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki sifat untuk mengemisikan radiasi secara
spontan yang mampu berjalan melewati lembaran-lembaran logam dan zat-zat lain yang tak
tembus terhadap cahaya. Radiasi tersebut berlaku dengan cara yang sama seperti pada cahaya
terhadap suatu pelat fotografi, menyebabkan fluoresensi bertanda dalam zat-zat tertentu dan
memberikan konduktivitas listrik pada udara.
Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut, maka Henry Becquerel pada tahun
1896 bermaksud menyelidik sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan gejala
keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa garam-garam uranium dapat merusak
film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam. Menurut Becquerel, hal ini karena garam-
garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan
radio aktivitas spontan.
3
B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan zat radioaktif?
Bagaimana sejarah penemuan zat radioaktif?
Apa saja jenis-jenis sinar radioaktif?
Bagaimana struktur inti, transmutasi inti dan reaksi inti dari zat radioaktif?
Apa yang dimaksud dengan energi nuklir?
Apa yang dimaksud deret keradioaktifan?
Apa yang dimaksud peluruhan zat radioaktif?
Apa saja kegunaan dan dampak dari zat radioaktif?
C. Tujuan
Siswa dapat mengetahui pengertian zat radioaktif.
Siswa dapat mengetahui sejarah penemuan zat radioaktif.
Siswa dapat mengetahui jenis-jenis sinar radioaktif.
Siswa dapat mengetahui struktur inti, transmutasi inti dan reaksi inti dari zat radioaktif.
Siswa dapat mengetahui pengertian energi nuklir
Siswa dapat mengetahui deret keradioaktifan.
Siswa dapat mengetahui peluruhan zat radioaktif.
Siswa dapat mengetahui kegunaan dan dampak dari zat radioaktif.
BAB II
PEMBAHASAN
a) Sinar Alpa
Terdiri dari inti helium yang mengandung 2 proton dan 2 neutron.
Ditemukan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1903.
Bermuatan positif
Lambang
Daya pengion tinggi, tetapi daya tembus terhadap suatu materi rendah.
Daya tembus kecil.
b) Sinar Beta
Sinar beta terdiri dari elektron-elektron yang bergerak cepat.
Ditemukan oleh Ernest Rutherford (1871 - 1937) pada tahun 1903.
Bermuatan negatif.
Lambang
Kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Daya tembus lebih besar daripada sinar alfa.
Dapat mengionkan benda-benda yang dilalui.
c) Sinar Gamma
Merupakan gelombang elektromagnetik
Ditemukan oleh Paul Ultich Villard.
5
Tidak bermuatan listrik, karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan magnet / listrik.
Daya tembus sangat besar hanya dapat ditahan oleh selapis baja atau beton.
Dapat mengionkan materi yang dilalui, tetapi tidak sekuat sinar alfa atau beta.
D. Struktur Inti
Dalam suatu nuklida tersusun atas nukleon-nukleon, dimana nukleon tersebut merupakan
partikel-partikel penyusun inti atom/nukleus, sedangkan nuklida itu sendiri adalah isotop atom.
Nukleon mengandung dua jenis partikel dasar yaitu proton (bermuatan positif) dan neutron (tidak
bermuatan). Suatu inti atom yang mempunyai jumlah nukleon tertentu disebut nuklida, yaitu
atom tanpa elektron pada kulit-kulitnya. Suatu nuklida dapat dinyatakan dengan lambang unsur
yang dilengkapi nomor massa (jumlah nukleon), sedangkan nomor atom boleh ditulis atau tidak
karena dapat dilihat pada sistem periodik.
a. Penggolongan Nuklida
Isotop adalah nuklida dengan nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda.
Isobar adalah nuklida dengan nomor massa sama, tetapi jumlah proton berbeda.
Isoton adalah nuklida dengan jumlah neutron sama.
b. Kestabilan Inti
Kestabilan secara kinetika ditinjau berdasarkan kejadian inti meluruh membentuk inti
yang lain, disebut peluruhan radioaktif. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton
dan neutronnya sudah ”seimbang” serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar.
Jumlah proton dan neutron maupun tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami
perubahan selama tidak ada gangguan dari luar. Sebaliknya, inti atom dikatakan tidak stabil bila
komposisi jumlah proton dan neutronnya “tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada
pada keadaan dasar. Perlu dicatat bahwa komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau
6
“tidak seimbang” di atas tidak berarti mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Setiap
inti atom mempunyai “kesetimbangan” yang berbeda.
Untuk mengetahui ciri-ciri inti yang stabil dan inti yang tidak stabil dapat ditinjau dari
perbandingan antarpartikel yang terkandung di dalam inti atom, yaitu perbandingan neutron
terhadap proton (N/Z). Selain nuklida 1H, semua nuklida atom memiliki proton dan neutron.
Suatu nuklida dinyatakan stabil jika memiliki perbandingan neutron terhadap proton lebih besar
atau sama dengan satu (N/Z ≥ 1). Nuklida terdiri dari dua kelompok yaitu:
Nuklida ringan
yaitu nuklida yang memiliki jumlah proton kurang dari 20.
Nuklida berat
yaitu nuklida yang memiliki jumlah proton lebih dari 83. Nuklida ini tidak ada yang
stabil karena adanya gaya tolak menolak antarproton yang sangat kuat.
Pita kestabilan : Grafik antara banyaknya neutron versus
banyaknya proton dalam berbagai isotop yang disebut pita
kestabilan menunjukkan inti-inti yang stabil. Kebanyakan unsur
radioaktif terletak di luar pita ini.
Di atas pita kestabilan.
Untuk mencapai kestabilan: Inti melepas neutron atau
memancarkan sinar beta
Di pojok atas kanan pita kestabilan Z > 83
Untuk mencapai kestabilan : Inti memancarkan partikel alfa
Di bawah pita kestabilan
Untuk mencapai kestabilan : Inti memancarkan positron
atau menangkap elektron
86Rn222 → 84Po218 + 2He4
o Radiasi Beta
Partikel beta (β) pada dasarnya adalah elektron yang dipancarkan dari inti. Sebagai
contoh, isotop Iodin-131 (I-131) digunakan dalam bidang medis sebagai isotop untuk mendeteksi
7
dan mengobati kanker kelenjar gondok (tyroid). Isotop tersebut mengalami peluruhan dan
memancarkan partikel beta. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
I131 → 54Xe131 + -1e0
53
o Radiasi Gamma
Radiasi gamma (γ) sangat menyerupai sinar X, yaitu radiasi dengan energi tinggi dan
memiliki panjang gelombang pendek (short wavelength). Radiasi sinar gamma umumnya disertai
dengan pemancaran partikel alfa dan partikel beta. Tetapi, biasanya tidak dinyatakan pada
persamaan reaksi inti yang disetarakan. Contoh reaksi yang terjadi pada Cobalt-60 (Co-60) :
60
27 Co → 2760Co + γ
o Radiasi Positron
Pemancaran positron tidak terjadi pada isotop radioaktif yang meluruh secara alami,
tetapi hal ini terjadi secara alami pada isotop radioaktif buatan manusia. Positron pada dasarnya
merupakan elektron yang memiliki muatan positif. Positron dapat terbentuk bila proton di dalam
inti atom meluruh menjadi neutron. Positron yang terbentuk ini kemudian dipancarkan dari inti
atom.
Proses ini terjadi pada beberapa isotop, seperti isotop Kalium-40 (K-40). Reaksi yang
terjadi adalah sebagai berikut :
19 K40 → 18Ar40 + +1e0
E. Transmutasi Inti
Reaksi transmutasi inti adalah reaksi penembakan inti atom suatu unsur dengan
menggunakan partikel penembak sehingga terbentuk inti baru yang stabil. Transmutasi inti dapat
dituliskan dalam bentuk notasi singkat : M ( a, b ) M’, dengan:
Suatu reaksi inti harus memenuhi hukum kekekalan massa dan hukum kekekalan muatan.
Jumlah massa inti sebelum reaksi sama dengan jumlah massa inti setelah reaksi. Jumlah muatan
inti sebelum reaksi sama dengan jumlah muatan inti setelah reaksi.
Jenis reaksi transmutasi inti:
8
Pada tahun 1919, Ernest Rutherford berhasil melakukan percobaan pertama, yaitu
menembak gas nitrogen dengan partikel alfa. Pada reaksi ini diperoleh isotop oksigen.
Contoh: 14 4 18 17 1
N + He → F → O + H
7 2 9 8 1
9 4 12 1
Be + He → C + n
4 2 6 0
F. Reaksi Inti
9
Reaksi yang terjadi di inti atom dinamakan reaksi nuklir. Jadi Reaksi nuklir melibatkan
perubahan yang tidak terjadi di kulit elektron terluar tetapi terjadi di inti atom. Reaksi nuklir
memiliki persamaan dan perbedaan dengan reaksi kimia biasa.
10
1 H1 + 1H2 → 2He3 + sinar gamma + energi
Reaksi pembentukan inti helium
2 He3 + 2He3 → 2He4 + 21H1 + energi
G. Energi Nuklir
Energi nuklir adalah suatu energi yang tersimpan dalam atom. Energi ini keluar ketika
terjadi proses dalam reaksi nuklir. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa energi nuklir didapatkan
dari perubahan sejumlah massa inti atom ketika berubah menjadi inti atom yang lain dalam
reaksi nuklir. Contoh-contoh banda-banda yang memiliki energi nuklir diantaranya adalah:
1. Pembangkit listrik tenaga nuklir
2. Awan cendawan karena bom nuklir
Secara umum, energi nuklir ini dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Fisi Nuklir
adalah sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah
menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme yang semacam ini
disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi nuklir ini adalah uranium yang
ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat yang akan menghasilkan neutron selain dua buah inti
atom yang lebih ringan. Neutron ini mampu menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium
untuk membentuk suatu reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang
sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, jika terjadi pelepasan energi
yang besar dalam waktu singkat maka akan sangat membahayakan jiwa manusia. Mekanisme ini
sebenarnya sering terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan dahsyat. Jadi, reaksi
fisi dapat membentuk reaksi berantai yang tak terkendali serta memiliki potensi daya ledak
dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.
Disisi lain pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat digunakan untuk
hal-hal yang lebih bermanfaat lagi. Oleh sebab itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi
ini harus dibuat lebih terkontrol lagi. Dalam mengontrol reaksi fisi ini maka diperlukan sebuah
reaktor nuklir. Reaksi berantai yang terkendali dapat dilakukan dalam reaktor yang terjamin
11
keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lebih berguna
lagi, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
H. Deret Keradioaktifan
Deret radioaktif merupakan deret nuklida radioaktif. Pada deret ini setiap anggotanya
terbentuk dari hasil peluruhan nuklida sebelumnya. Deret akan berakhir dengan nuklida stabil.
Suatu unsur radioaktif (isotop radioaktif) selalu meluruh sehingga terbentuk unsur yang baru.
Unsur yang terbentuk masih juga bersifat radioaktif sehingga akan meluruh, demikian terus akan
terjadi sehingga akhirnya akan diperoleh hasil akhir terbentuk inti atom yang stabil/mantap. Dari
hasil inti-inti yang terbentuk yang bersifat radioaktif sampai diperoleh inti atom yang
stabil/mantap, ternyata serangkaian inti-inti atom yang terjadi memiliki nomor massa yang
membentuk suatu deret.
Misalnya isotop radioaktif 92U235 meluruh menjadi Th231 dengan memancarkan sinar α,
90
a. Deret Torium
Deret torium dimulai dari inti induk dan berakhir pada inti . Deret ini juga disebut dengan
deret 4n, sebab nomor massanya selalu kelipatan 4.
b. Deret Neptunium
Deret neptunium dimulai dari induk dan berakhir pada inti . Deret ini juga disebut deret
(4n +1), karena nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalam bentuk 4n +1.
c. Deret Uranium
Deret uranium dimulai dari inti induk dan berakhir pada . Deret ini disebut juga deret (4n
+2), karena nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalam bentuk 4n + 2.
12
d. Deret Aktinium
Deret aktinium dimulai dari inti induk U dan berakhir pada Pb. Deret ini juga disebut deret
(4n +3), sebab nomor massanya selalu dapat dinyatakan dalam bentuk 4n + 3.
I. Peluruhan Radioaktif
Peluruhan adalah perubahan spontan dari satu nuklida induk menjadi satu nuklida anak
yang bersifat radioaktif maupun yang tidak, dengan memancarkan sinar-sinar atau partikel-
partikel radioaktif.
Laju peluruhan
Laju peluruhan adalah seberapa cepat suatu zat radioaktif meluruh. Laju peluruhan
menandakan keaktifan zat radioaktif, dengan berbanding lurus terhadap konstanta dan jumlah
nuklida radioaktif. Rumusnya:
Waktu paruh
Berapakah waktu yang diperlukan suatu radioisotop untuk meluruh? Waktu meluruh
setiap radioisotop berbeda-beda, ada yang ribuan tahun, ada juga yang hanya membutuhkan
waktu beberapa detik. Istilah yang biasanya digunakan untuk menyatakan waktu yang diperlukan
suatu radioisotop untuk meluruh adalah waktu paruh. Waktu paruh didefinisikan sebagai waktu
yang dibutuhkan oleh suatu radioisotop untuk meluruh separuhnya. Waktu paruh suatu
radioisotop ditentukan dengan cara mengukur perubahan radiasi dari massa suatu radioisotop
selama periode tertentu. Perhatikanlah Gambar 4. berikut ini yang memperlihatkan waktu
paruh .
13
Gambar 4. Grafik Waktu
terhadap Massa 90Sr.
Dengan mengetahui waktu paruh suatu radioisotop, kita dapat menentukan massa suatu
radioisotop setelah meluruh selama waktu tertentu. Kita juga dapat menentukan waktu paruh jika
mengetahui massa isotop sebelum dan setelah meluruh serta lama peluruhannya. Berikut ini
rumus yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan yang berkaitan dengan waktu paruh.
Keterangan:
Umur rata-rata
Umur rata-rata adalah kebalikan dari peluang (hipotesis) untuk meluruh persatuan waktu.
Dengan rumus:
Peluruhan inti
Dalam peluruhan inti inilah perhitungan radioaktif yang paling penting karena
menyebabkan perbedaan jumlah partikel sebelum dan sesudah reaksi peluruhan. Berikut rumus
peluruhan inti:
14
J. Kegunaan dan Dampak Zat Radioaktif
Pada saat meluruh, unsur radioaktif tersebut memancarkan radiasi berupa partikel dan
menghasilkan energi. Peluruhan unsur, pancaran radiasi, dan energi tersebutlah yang digunakan
dalam berbagai kegiatan di berbagai bidang.
Berikut ini beberapa contoh bidang kehidupan yang memanfaatkan sifat radioaktif.
o 11C, mengetahui metabolisme secara umum.
o 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid.
o 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor
15
mengukur jumlah emisi positron
dan menghasilkan gambar dari
otak secara tiga dimensi.
o Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak.
o Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan terna
k.
o 32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar.
o 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah
menguap di dalam usus besar.
16
pencacah tidak lagi mendeteksi radiasi, artinya pupuk telah terserap habis. Dari data tersebut
dapat diketahui jangka waktu pemupukan yang sesuai dengan usia tanaman.
Pengendalian hama menggunakan radioisotop dapat dilakukan dengan cara meradiasi sel
kelamin hama jantan sehingga mandul. Kemudian, hama tersebut dilepas kembali. Oleh karena
hama tersebut mandul, hama betina tidak dapat berkembang biak.
o Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
o 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.
17
Sedangkan dampak negatif dari radiasi zat radioaktif, antara lain:
Dampak Radiasi
Radiasi yang dihasilkan dari peluruhan radioisotop berbahaya bagi kesehatan manusia.
Radiasi dapat mempercepat pembelahan sel tubuh. Efek radiasi terhadap tubuh manusia ini
dipengaruhi oleh banyaknya radiasi, jenis radiasi, dan lama penyinaran. Semakin banyak dan
semakin lama radiasi yang diterima oleh tubuh, semakin besar pula dampak yang diterima tubuh. Di
antara 3 radiasi alfa, beta, dan gama, radiasi sinar gama yang paling berbahaya. Ini disebabkan oleh
kemampuan sinar gamma yang dapat menembus kulit, sel, tulang, dan tubuh bagian dalam.
Perhatikan Gambar 10.
18
K. Latihan Soal
Diketahui :
Nt = 2 mg
No = 8 mg
t 1/2 = 20 hari
Jawab:
n=2
t = n . t1/2 = 2 x 20 = 40
19
Jadi, radioisotop tersebut telah meluruh selama 40 hari.
KESIMPULAN
Zat radioaktif adalah zat yang mengandung inti tidak stabil. Jenis-jenis zat ini dibedakan
menjadi sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Banyak kegunaan maupun dampak dari zat
radioaktif. Salah satu kegunaannya yaitu sebagai pendeteksi beberapa gangguan tubuh dalam
bidang kedokteran. Sedangkan dampaknya yaitu menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah
zat radioaktif sebaiknya dikelola sedemikian rupa agar tidak membahayakan makhluk hidup dan
lingkungannya.
DAFTAR PUSTAKA
Muslim taher. (2017, 22 Desember). Diperoleh dari
[Link]
LEH_Kelompok_5_at_BULLET_Fauziah_Akhiri_N.A
20