0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
727 tayangan10 halaman

Kesejahteraan Pegawai dan Programnya

Bab V membahas pengertian dan tujuan kesejahteraan pegawai serta faktor yang mempengaruhinya. Kesejahteraan pegawai adalah pemenuhan kebutuhan karyawan oleh perusahaan untuk mempertahankan kinerja yang baik. Tujuannya untuk perusahaan dan pegawai, masing-masing untuk pencapaian tujuan dan pemenuhan kebutuhan. Faktor yang mempengaruhinya antara lain gaji, lingkungan kerja, dan hubun

Diunggah oleh

RidwanNurrahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
727 tayangan10 halaman

Kesejahteraan Pegawai dan Programnya

Bab V membahas pengertian dan tujuan kesejahteraan pegawai serta faktor yang mempengaruhinya. Kesejahteraan pegawai adalah pemenuhan kebutuhan karyawan oleh perusahaan untuk mempertahankan kinerja yang baik. Tujuannya untuk perusahaan dan pegawai, masing-masing untuk pencapaian tujuan dan pemenuhan kebutuhan. Faktor yang mempengaruhinya antara lain gaji, lingkungan kerja, dan hubun

Diunggah oleh

RidwanNurrahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

MEMAHAMI KESEJAHTRAAN PEGAWAI

A. Pengertian Kesejahteraan Pegawai

Berikut berbagai istilah yang digunakan dalam program kesejahteraan, seperti yang dikemukakan oleh beberapa
ahli diantaranya:

1. Andre. F. Sikulu menyatakan bahwa: Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa yang diterima oleh
pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung.
2. I.G. Wursanto (1985:165) menyatakan bahwa: Kesejahteraan social atau jaminan social bentuk
pemberian penghasil baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk non materi, yang diberikan oleh
perusahaan kepada karyawan untuk selama masa pengabdiannya ataupun setelah berhenti karena
pensiun, lanjut usia dalam usaha memenuhi kebutuhan materi maupun non materi kepada karyawan
dengan tujuan untuk memberikan semangat atau dorongan kerja kepada karyawan.
3. Mutiara Pangabean (2004:96) adalah: “Kesejahteraan pegawai dikenal sebagai benefit mencakup
semua jenis penghargaan berupa uang yang tidak dibayarkan secara langsung kepada pegawai”.
4. Malayu S.P. Hasibuan kesejahteraan adalah balas jasa lengkap (materi dan non materi yang diberikan
oleh pihak perusahaan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya untuk mempertahankan dan
memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktifitasnya meningkat.
Secara umum, kesejahteraan pegawai adalah pemenuhan kebutuhan karyawan oleh perusahaan. Kesejahteraan yang
dilaksanakan oleh perusahaan bertujuan untuk memelihara karyawan baik dari segi rohani maupun jasmani guna
mempertahankan kinerja dan sikap kerja yang baik di dalam bekerja.
B. Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Pegawai
a. Faktor kesejahteraan pegawai yang mempengaruhi hubungan antara pegawai dengan pegawai meliputi:
 Gaji dan upah yang baik. Gaji bisa dipakai untuk kebutuhan psikologis dan social
 Rekan kerja yang kompak. Keinginan ini merupakan cermin dari kebutuhan sosial. Seorang karyawan
mungkin berkeberatan untuk dipromosikan, hanya karena tidak menginginkan kehilangan rekan kerja
yang kompak.
 Kondisi kerja yang aman, nyaman dan menarik. Kondisi kerja yang aman berasal dari kebutuhan akan
rasa aman disamping itu juga tempat kerja yang nyaman dan menarik.
b. Faktor kesejahteraan pegawai yang mempengaruhi hubungan antara pegawai dengan pimpinan :
 Pimpinan yang adil dan bijaksana. Pimpinan yang baik menjamin bahwa pekerjaan akan tetap bisa
dipertahankan, demikian juga pimpinan yang tidak berat sebelah akan menjadi ketenangan kerja.
 Melengkapi para pegawai dengan sumber dana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.
 Mengkomunikasikan kepada pegawai tentang apa yang diharapkan dari mereka.
 Memberikan penghargaan untuk mendorong kinerja. Dari uraian tentang teori kesejahteraan pegawai
di atas, maka dalam peneliti ini, kesejahteraan pegawai yang dimaksud adalah:
Keamanan
Kesenangan
Kemakmuran
C. Tujuan dan Manfaat Kesejahteraan Pegawai
Menurut Moekijat (2000:174-175), tujuan pemberian program kesejahteraan pada perusahaan yang mengadakan
program kesejahteraan terdiri dari dua yaitu bagi perusahaan dan pegawai.

1. Bagi Perusahaan
 Mengurangi perpindahan dan kemangkiran
 Meningkatkan semangat kerja pegawai
 Menambah kesetiaan pegawai terhadap organisasi.
 Menambah peran serta pegawai dalam masalah-masalah [Link] keluhan-keluhan.
 Megurangi pengaruh serikat pekeja.
 Meningkatkan kesejahteraan pegawai dalam hubungannya dengan kebutuhannya pribadi maupun
kebutuhan sosial.
 Memperbaiki hubungan masyarakat.
 Mempermudah usaha penarikan pegawai dan mempertahankan.
 Merupakan alat untuk meningkatkan kesehatan badaniah dan rohaniah pegawai.
 Memperbaiki kondisi kerja.\Memelihara sikap pegawai yang menguntungkan terhadap pekerjaan dan
lingkungannya.
2. Bagi Pegawai
 Memberikan kenikmatan dan fasilitas yang dengan cara lain tidak tersedia atau yang tersedia dalam
bentuk yang kurang memadai.
 Memberikan bantuan dalam memecahkan suatu masalah-masalah perseorangan.
 Menambah kepuasan kerja.
 Membantu kepada kemajuan perseorangan.
 Memberikan alat-alat untuk dapat menjadi lebih mengenal pegawai-pegawai lain.
 Mengurangi perasaan tidak aman.
 Memberikan kesempatan tambahan untuk memperoleh status.
Dari penjelasan diatas terdapat dua pihak yang berkepentingan langsung terhadap program kesejahteraan yaitu pihak
perusahaan dan juga pihak pegawai. Bagi perusahaan program kesejahteraan mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang
mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan, sedangkan bagi pegawai adalah terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan
mereka. Pemberian kesejahteraan karyawan sangat berarti dan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawan. Bagi
karyawan pemberian kesejahteraan bermanfaat untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara
perusahaan dengan karyawan, meningkatkan semangat kerja karyawan, disiplin kerja, dan sikap loyalitas karyawan
terhadap perusahaan. Sedangkan bagi perusahaan dapat meningkatkan produktifitas kerja, efisiensi kerja efektifitas
kerja, dan maningkatkan laba. Program kesejahteraan pegawai sangat penting demi terwujudnya tujuan perusahaan,
namun program kesejahteraan pegawai harus disusun berdasarkan peraturan yang ada, berdasarkan asas keadilan dan
kelayakan, dan berpedoman pada kemampuan perusahaan.

TUGAS !!!

1. Jelaskan hubungan kesehjatraan dengan semangat kerja pegawai !


2. Apa saja jenis-jenis kesehjatraan pegawai dan jelaskan !

Jawab :

………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………….

Tandangan Orangtua/Wali Nilai Tandangan Guru

Iis Ratnasari, S.E.

BAB VI

MENERAPKAN CUTI PEGAWAI

A. Pengertian Cuti
Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu. Atau dapat juga merupakan
hak bagi Negeri Sipil berupa izin tidak masuk kerja yang dapat ditunda dalam jangka waktu tertentu apabila
kepentingan dinas mendesak. Cuti merupakan salah satu kebijakan perusahaan yang menjadi favorit para
karyawan. Jatah cuti biasanya sering diambil para karyawan untuk melakukan hal-hal pribadi seperti berlibur,
mengunjungi orang tua, dll.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 1999.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil.
3. Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara No. 01/SE/1977 tanggal 25 Februari
1977 Tentang Permintaan dan Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil.
4. Keputusan Bersama 3 Menteri mengenai Cuti Bersama.

C. Tujuan Cuti
Tujuan cuti adalah untuk memberikan kesempatan istirahat bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam rangka
menjamin kesegaran jasmani dan rohaninya. Jadi, cuti ini bertujuan secara umum demi kepentingan PNS yang
bersangkutan.

D. Jenis Cuti
1) Cuti Besar
2) Cuti Tahunan
3) Cuti Sakit
4) Cuti Bersalin
5) Cuti Karena Alasan Penting
6) Cuti Diluar Tanggungan Negara

E. Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti


a. Pimpinan Lembaga Tertinggi /Tinggi Negara bagi Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi
Negara;
b. Menteri , Jaksa Agung, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pimpinan Ke-sekretariatan
Lembaga Tertinggi Negara/ Lembaga Tinggi Negara dan Pejabat lain yang ditentukan Presiden bagi
PNS dalam lingkungan kekuasaannya;
c. Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri.

TUGAS DAN LATIHAN.

Isilah pertanyaan berikut dibawah dngan benar !!!


1. Metode penilaian berorientasi masa lalu yang didasarkan atas catatan tentang pelaksanaan tugas pegawai
dari pimpinan adalah ....
a. Cheklist
b. Behaviorally anchored method
c. Critical incident method
d. Performance test and observation
2. Penghargaan dari negara kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan, pengabdian, kecakapan,
kejujuran dan disiplin dalam bentuk tanda kehormatan adalah ....
a. Tanda kehormatan kesetiaan
b. Tanda jasa karya satya
c. Satya lencana kaya satya
d. Satya lencana prestasi kerja

3. Jika seorang PNS menderita sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, maka yang bersangkutan harus ....
a. Menyerahkan surat keterangan dokter
b. Mengajukan permintaan cuti sakit secara tertulis
c. Memberitahukan atasan secara tertulis dengan pesan atau perantara orang lain
d. Mengajukan permintaan cuti sakit secara tertulis dengan melampirkan surat dokter pemerintah atau
swasta yang ditunjuk menteri kesehatan
4. Kedisiplinan dan keteraturan dalam bekerja aparatur negara dapat diwujudkan dengan cara ....
a. Pembentukan kelompok budaya kerja di setiap unit kerja
b. Penetapan sistem prosedur yang efektif dan efisien serta sistem penilaian yang jelas
c. Pemberian penghargaan berdasar sistem prestasi kerja yang objektif disertai prosedur rekruitmen yang
ketat
d. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang didukung keahlian, keterampilan dan loyalitas
pejabat yang menerima pendelegasian wewenang
5. Tujuan pemeliharaan kesehatan pegawai ditinjau dari aspek sosial adalah ....
a. Pengurangan biaya akibat kecelakaan kerja dan kesehatan
b. Peningkatan produktivitas pegawai
c. Pemenuhan kebutuhan dasar pegawai
d. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pegawai
6. Pengobatan, perawatan dan/atau rehabilitasi bagi PNS yang mengalami kecelakaan karena dinas atau
menderita sakit karena dinas pada dasarnya dilakukan pada ....
a. Pusat Kesehatan Masyarakat
b. Rumah Sakit Pemerintah
c. Rumah Sakit Umum Daerah
d. Balai pengobatan
7. Apabila ada kepentingan dinas yang sangat mendesak, maka pelaksanaan cuti besar ....
a. Dapat ditangguhkan untuk paling lama 1 (satu) bulan
b. Dapat ditangguhkan untuk paling lama 1 (satu) tahun
c. Dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun
d. Tidak dapat ditangguhkan
8. Kelebihan dari sistem penggajian yang menganut skala tunggal adalah ....
a. Adil c. Layak
b. Sederhana d. Efisien
9. Kenaikan gaji berkala dapat diberikan kepada PNS dengan syarat, antara lain ....
a. Mencapai masa kerja golongan yang ditentukan dan rata-rata nilai DP3-nya cukup
b. Memangku jabatan struktural/fungsional tertentu dan rata-rata nilai DP3-nya cukup dalam tahun terakhir
c. Menunjukkan prestasi kerja luar biasa baik dan rata-rata nilai DP3-nya cukup dalam dua tahun terakhir
d. Mencapai batas usia tertentu dan rata-rata DP3-nya baik dalam satu tahun terakhir
10. Penghapusan nama PNS dari daftar urut kepangkatan hanya dapat dilakukan apabila PNS tersebut ....
a. Mengalami penurunan pangkat
b. Mengalami pemberhentian sementara
c. Menjadi pejabat Negara
d. Melakukan pindah instansi
Tandatangan Orangtua/Wali Nilai Tandangan Guru

Iis Ratnasari, S.E.

BAB VII

MENERAPKAN DOKUMEN PENSIUN PEGAWAI

A. Pengertian dan Tujuan


Pensiun adalah penghasilan yang diterima oleh penerima pensiunse tiap bulan berdasarkan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku(Arifianto,2004:4). Pengertian pension sebagaimana tertuang dalam undang-undang Nomor
43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian pasal 10 disebutkan bahwa pension adalah jaminan haritua dan
balas jasa terhadap pegawai negeri yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri nya kepada negara. Menurut Sastra
Djatmika SH dan Drs. Marsono, Pensiun adalah penghasilan yang diterima setiap bulan oleh seorang bekas pegawai
yang tidak dapat bekerja lagi untuk membiayai kehidupan selanjutnya agar tidak terlantar apabila tidak berdaya lagi
untuk mencari penghasilan yang lain. MenurutUndang-undang Nomor 11 Tahun 1969 antaralain menyatakan bahwa
pension adalah jaminan haritua dan sebagai balas jasa terhadap PNS yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya
kepada negara. Tujuan penyelenggaraan program pensiun baik dari kepentingan perusahaan, peserta dan lembaga
pengelola pensiun dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Tujuan pemberian dana pensiun ini bagi perusahan sebagai pemberi kerja
 Kewajiban MoralPerusahan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada
karyawan.
 Kompetisi pasar tenaga kerja Dengan memasukkan program pensiun sebagai suatu bagian dari total
kompensasi yang diberikan kepada karyawan diharapkan perusahaan akan memiliki daya saing dan
nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan professional di pasaran tenaga
kerja.
 Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah mengabdi pada perusahaan dan
meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.
2) Tujuan pemberian dana pensiun bagi peserta/[Link] aman para peserta terhadapa masa yang akan
datang karena tetap memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun.
 Mendapatkan kompensasi yang lebih baik.
 Mempunyai tambahan kompensasi meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia pensiun.
3) Tujuan pemberian dana pensiun bagi lembaga pengelola dana pension
 Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan melakukan berbagai kegiatan investasi.
 Turut membantu dan mendukung program pemerintah.
 Sebagai bakti sosial terhadap para peserta.

B. Dasar Hukum Pemberian Pensiun PNS dan Janda/Duda


 UU No. 11 tahun 1969, Tentang pensiun pegawai dan pensiun janda/dudanya PNS ;
 UU No. 8 Tahun 1974 Jo. UU No. 43 Tahun 1999,Tentang Pokok-pokok kepegawaian ;
 PP No. 7 tahun 1977 , PP No.15 tahun 1985, PP No. 15 tahun 1992, PP No. 15 tahun 1993 , PP No. 6
tahun 1997 dan PP No. 10 tahun 2008;
 PP No. 32 tahun 1979, Tentang pemberhentian Pegawai Negeri Sipil ;
 PP No. 12 tahun 1981, Tentang perawatan tunjangan cacat dan uang duka ;
 PP No, 1 tahun 1983, Tentang perlakuan terhadap calaon PNS yang tewas atau cacat akibat kecelakaan
karena dinas ;
 PP No. 49 tahun 1980,Tentang pemberhentian tunjangan tambahan penghasilan bagi PNS , janda/duda
PNS;
 PP No. 5 tahun 1987, Tentang perlakuan terhadap penerimaan pensiun/tunjangan yang hilang ;
 PP No. 8 tahun 1989, Tentang pemberhentian dan pemberian pensiun otomatis PNS serta pemberian
pensiun janda/duda ;
 SE Ka. BAKN, No 16/SE/1982, Tentang pemberhentian PNS daerah yang berpangkat Pembina Tk I
Golongan ruang IV/b keatas ;
 Keputusan Ka. BAKN No. 74/Kep/1989 tentang pemberhentian dan pemberian pensiun PNS daerah
serta pemberian pensiun janda/dudanya ;
 Kep Ka. BAKN No. 18 tahun 1992 tentang tata cara pemberhentian dan pemberian pensiun PNS yang
berpangkat Pembina Tk I golongan ruang IV/b serta pembayarannya;
 Kep. Ka BAKN No.19 tahun 1993 tentang penetapan pensiun janda/duda pensiun PNS yang belum
ditetapkan berdasarkan PP No. 8 tahun 1989 ;
 Kep. Ka. BAKN No. 32 Tahun 1994 tentang pertimbangan teknis pensiun janda/duda pensiun PNS
yang berpangkat Pembina Tk I golongan ruang IV/b keatas;
 PP nomor 9 tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai
Negeri Sipil;
 Keputusan Kepala BKN Nomor 14 tahun 2003 Tentang Petunjuk Teknis Pemberhentian dan Pemberian
Pensiun Pegawai Negeri Sipil serta Pensiun Janda/Duda sebagai Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 9 tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai
Negeri Sipil;
 Peraturan Bupati Kuningan Nomor 7 tahun 2005 Tentang Ketentuan Tata Naskah Dinas Di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Kuningan;
 Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai
Negeri Sipil dan Janda/Duda;
 Peraturan Kepala BKN Nomor 3 tahun 2008 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan
Pemerintahan Nomor 14 tahun 2008 Tentang Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri
Sipil dan Janda/ Dudanya.

C. Yang Berhak atas Pensiun


a) Pensiun Janda/Duda adalah isteri (isteri-isteri) PNS pria, atau suami PNS wanita yang meninggal
dunia/tewas, atau penerima pension pegawai negeri yang meninggal dunia dan mereka sebelumnya sudah
terdaftar sebagai isteri/suami sah PNS yang bersangkutan. Besarnya Pensiun Janda/Duda adalah 36% dari
dasar pensiun, dengan ketentuan :
 Apabila terdapat lebih dari seorang yang berhak menerima pension janda besarnya bagian pension
janda untuk masing-masing isteri adalah 36% dari dasar pension dibagi rata antara isteri-isteri itu.
 Besarnya pension janda/duda dimaksu ddiatas, tidak boleh kurang dari 75% dari gaji pokok
terendah menurut peraturan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/isterinya. Besarnya pension
janda/duda PNS yang tewasa dalah 72% dari dasar pensiun, dengan ketentuan:
a. Apabila terdapat lebih dari seorang isteri yang berhak menerima pension maka besarnya
bagian pensiunjanda untuk masing-masing isteri 72% dari dasar pension dibagi rata isteri-
isteri.
b. Jumlah 72% dari dasar pension termaksuk diatas, tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah
menurut peraturan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/isteri.
b) Pensiun Anak Apabila PNS atau penerima pension meninggal dunia sedangkan ia tidak mempunyai
isteri/suami lagi yang berhak menerima pension janda atau duda maka :
 Pensiun janda diberikan kepad aanak/anak-anaknya, apabila terdapat satu golongan anak yang seayah-
seibu.
 Satu bagian pension jand adiberikan kepada masing-masing golongan anak seayah-seibu
 Pensiun duda diberikan kepada anak.
 Apabila PNS pria atau penerima pensiun pria meninggal dunia, sedangkan ia mempunyai isteri (isteri-
isteri) yang berhak menerima pensiun janda/bagi pension janda disamping anak dari isteri yang telah
meninggal dunia atau telah cerai, maka bagian pension janda diberikan kepada masing-masing isteri
dan golongan anak seayah-seibu.
 Kepada anak (anak-anak) yang ibu dan ayahnya berkedudukan sebagai PNS dan kedua-duanya
meninggal dunia, diberikan satu pension janda, bagian pensiun janda atau duda atas dasar yang lebih
menguntungkan.
 Anak-anak sebagaimana dimaksud diatas ialah anak yang pada waktu PNS atau penerima pension
pegawai meninggal dunia :
a. Berusia kurang dari 25 tahun
b. Tidak mempunyai penghasilan sendiri
c. Belum menikah/belum pernah menikah
c) PensiunOrangTua
 Apabila seorang PNS/CPNS tewas, apabila tidak meninggalkan suami/isteri/anak yang berhak
menerima pension janda/duda, maka kepada orangtua almarhum diberikan pension orangtua yang
besarnya 20% dari pension janda/duda.
 Jika kedua orangtua telah bercerai, maka kepada mereka masing-masing diberikan separoh dari jumlah
dimaksud.
d) Pensiun Atas Permintaan Sendiri (Pensiun APS). PNS yang telah berusia minimal 50 Tahun dan memiliki
masa kerja minimal 20 tahun (dihitung sejak TMT CPNS) dapat mengajukan pensiun yang disebut dengan
pensiun atas permintaan sendiri. PNS yang mengambil Pensiun APS ini tidak diberikan kenaikan pangkat
pengabdian.
e) Pemberhentian atas kehendak perusahaan, karena karyawan yang bersangkutan melakukan kesalahan fatal
terhadap perusahaan (misalnya: melakukan korupsi/tindak pidana penipuan).
f) Pemberhentian dilakukan perusahaan dalam rangka melaksanakan perampingan/pengurangan karyawan,
karena perusahaan mengalami kerugian secara terus-menerus.
g) Pemberhentian karena sudah mencapai usia pensiun.
h) Pemberhentian karena sakit, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas lagi.
i) Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani.
j) Pemberhentian karena melakukan pelanggaran peraturan disiplin karyawan.
k) Pemberhentian karena meninggal dunia.
l) Pemberhentian karena terkena wajib militer.1

TUGAS DAN LATIHAN !!!


Jelaskan dari beberapa jenis pension dibawah ini :
1. Non Batas Usia Pensiun (Non BUP);
2. Batas Usia Pensiun (BUP), PNS yang telah mencapai BUP harus diberhentikan dengan
hormat sebagai PNS;
3. Pensiun Janda/Duda;
Jawab : 4. Pensiun Anak.

………………………………………………………………………………………………………………………
.…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
……….…………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
……………….…………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
……………………….…………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………….…….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
………….………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
.
………………………………………………………………………………………………………………………
.
………………………………………………………………………………………………………………………
………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
.
………………………………………………………………………………………………………………………
.
………………………………………………………………………………………………………………………
………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
.
………………………………………………………………………………………………………………………
..
………………………………………………………………………………………………………………………

Tandangan Orangtua/Wali Nilai Tandangan Guru

Iis Ratnasari, S.E.

BAB VIII

PENYIMPANAN DOKUMEN PEGAWAI

A. Memahami Tata Cara Penanganan dan Pemeliharaan Dokumen Administrasi Kepegawaian


Dalam peraturan Kepala BKN Nomor 18 Tahun 2011, tanggal 18 Juli 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Tata
Naskah Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil, diuraikan mengenai peraturan yang menjadi pedoman bagi Instansi
Pusat maupun Daerah.
Pedoman ini digunakan dalam pengelolaan tata naskah kepegawaian PNS, baik dalam bentuk dokumen fisik
maupun image document. Tujuannya agar dapat terwujud sistem informasi kepegawaian yang terintegrasi secara
nasional.
Tata naskah kepegawaian PNS menurut pedoman ini adalah sistem penyimpanan dan pengelolaan dokumen
kepegawaian sejak diangkat sebagai calon PNS / PNS hingga mencapai batas usia pensiun, yang berupa surat –
surat keputusan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang di bidang kepegawaian.
Pengelolaan dokumen kepegawaian yang baik dan optimal dapat memudahkan proses peremajaan data
kepegawaian yang tersimpan secara elektronik dalam database kepegawaian, sehingga didapatkan kecocokan
data antara dokumen fisik dengan data elektronik.
Seorang pegawai administrasi harus dapat menangani dokumen dari berbagai jenis arsip kepegawaian PNS
dengan baik. Penanganan dokumen tersebut pada dasarnya hampir sama seperti penanganan dokumen lain pada
umumnya. Yang membedakan adalah pencatatan berbagai dokumen tersebut pada buku arsip masing-masing.
Pada umumnya penanganan dokumen dibagi dalam 3 bagian yakni :
1. Pengurusan/Penanganan Dokumen
2. Penyimpanan dan Penataan Arsip Dokumen
3. Penemuan kembali dan Peminjaman Arsip Dokumen
Penyimpanan dan penemuan kembali arsip dokumen kepegawaian sama prosesnya dengan dokumen lainnya.
Hanya saja, untuk pengurusan dan penanganan dokumen kepegawaian yang membedakan adalah pada buku
pencatatan masing-masing dokumen arsip kepegawaian.

B. Buku pencatatan arsip yang digunakan dalam hal ini disebut juga buku penjaga administrasi
kepegawaian.
Adapun buku pencatatan arsip tersebut terdiri dari :
a. Daftar Kepemilikan Kartu Tunjangan Pensiun (TASPEN)
b. Daftar Nama Pejabat Struktural
c. Daftar Nama Pejabat Fungsional
d. Daftar Cuti Pegawai Negeri Sipil
e. Buku Penjagaan Kenaikan Pangkat (KP) Pegawai NegeriSipil (PNS)
f. Buku Penjagaan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) Pegawai Negeri Sipil (PNS)
g. Daftar Kepemilikan Kartu Istri / Suami (KARIS / KARSU)
h. Daftar Kepemilikan Kartu Pegawai Negeri Sipil (KARPEG)
i. Daftar Kepemilikan Kartu Asuransi Kesehatan (ASKES)
j. Daftar Urut Kepangkatan (DUK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah
k. Buku Catatan Pensiun dan Realisasinya
l. Buku Catatan Pelanggaran Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS)
m. Buku Daftar Pegawai yang Mengikuti Diklat
n. Buku Daftar Pegawai yang Mengikuti Tugas Belajar
o. Buku Daftar Pegawai yang Mengikuti Tugas - Tugas Lainnya
p. Buku Induk Pegawai Negeri Sipil (PNS)
LATIHAN SOAL !!!
SILAHKAN KERJAKAN DAN JAWAB PERTANYAAN DIBAWAH INI DENGAN BENAR.
1. Kegiatan membubuhkan berabgai ketarangan tertulis pada dokumen yang masih dianggap penting, dengan
tujuan agar tulisan dapat dibaca, dikirim dan disimpan…
a. Kegiatan menyimpan
b. Kegiatan mencatat
c. Mengolah
d. Kegiatan menghimpun
2. Pengolahan catatan rekaman kegiatan/sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teraatur dan
terencana baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan
dari…
a. Surat d. Dokumen
b. Arsip e. Dokumentasi
c. Kearsipan
3. Berikut ini yang bukan termasuk cara pemecahan masalah kearsipan adalah…
a. Menggunakan system kearsipan yang tepat dengan sifat kegiatan kantor
b. Menyediakan tempat dan sarana perlengkapan arsip yang memadai
c. Mengikuti perkembangan arsip
d. Memelihara arsip dengan baik
e. Mengadakan penyusutan secara teratur
4. Kumpulan-kumpulan dokumen yang memberikan keterangan/bukti dan aktivitas yang berkaitan dengan
proses pengumpulan secara sistematis adalah…
a. Dokumen d. Brosur
b. Dokumentasi e. Lampiran
c. Edaran
5. Dibawah ini yang merupakn ciri-ciri dokumen adalah…
a. Difokuskan pada kegiatannya
b. Bersifat aktif
c. Merupakan unit kerja
d. Digunakan sebagai alat bukti
e. Menyipakan keterangan untuk penelitian
6. Alat komunikasi yang berupa surat dilingkungan dinas yang penyimpanannya tidak resmi dan digunakan
secara internal adalah…
a. Nota d. Memorandum
b. Edaran e. Handphone
c. Undangan
7. Buku verbal berfungsi untuk…
a. Surat masuk
b. Surat keluar
c. Surat pribadi
d. Surat niaga
e. Surat dinas
8. Buku klaper berfungsi untuk…
a. Mencatat surat masuk
b. Mencatat surat keluar selama satu tahun
c. Mencatat surat yang akan disimpan
d. Tanda terima surat
e. Mencatat semua surat masuk dan keluar
9. Kertas yang biasa digunakan pengetikan tindakan dalam sebuah surat adala…
a. HVS d. Stensil sheet
b. Buram e. Dorslag
c. Duplicator
10. Buku agenda untuk mencatat surat masuk dan keluar secara terpisah adalah…
a. Buku agenda tunggal
b. Buku agenda berpasangan
c. Buku klaper
d. Buku agenda kemabar
e. Buku ekspedisi

Tandatangan Orangtua/Wali Nilai Tandatangan Guru

Iis Ratnasari, S.E.

Anda mungkin juga menyukai