SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan : SLE ( sistemic lupus erythematosus )
Sub pokok bahasan : Pengetahuan tentang SLE
Sasaran : Ny. P
Tempat : Rumah sakit Ir, Spongebob
Hari/Tanggal : 1 januari 2021
Waktu : 1 x 30 Menit
1. LATAR BELAKANG
Tidak banyak yang mengetahui apa itu penyakit Lupus. Penyakit ini memang belum
banyak dikenal orang. Seabad lalu, penyebab penyakit ini diperkirakan adalah karena
faktor keturunan, selain faktor hormon dan lingkungan (seperti stres, sinar matahari,
infeksi, makanan dan obat-obatan). Namun, kini disimpulkan para ahli bahwa penyebab
dari penyakit Lupus adalah bukan merupakan penyakit keturunan. Penyakit Lupus tidak
diturunkan, hanya 5-10% pasien Lupus yang diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar
(90%) pasien Lupus tidak mempunyai saudara ataupun orangtua yang juga sakit Lupus.
Penyakit Lupus menyerang hampir 90% perempuan. Organisasi Kesehatan Dunia atau
WHO mencatat jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia dewasa ini mencapai
lima juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia produktif dan setiap
tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru. Data di Amerika menunjukkan
angka kejadian penyakit Lupus Ras Asia lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia. Di
Indonesia jumlah penderita Lupus yang tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi
bila kita melakukan pendataan lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan
lebih besar dari Amerika ( 1.500.000 orang).
2. TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Penyakit Lupus.
b. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang lupus diharapkan Ny. P dan
keluarga dapat:
1. Menyebutkan Pengertian Lupus
2. Menyebutkan Penyebab Lupus
3. Menyebutkan Tanda dan Gejala Penyakit Lupus
4. Menjelaskan Pencegahan Lupus
3. Metode Pembelajaran
a. Ceramah
b. tanya jawab
4. Media Pembelajaran
a. Lembar balik
b. Leaflet
5. Materi
Terlampir
6. Kegiatan Penyuluhan
Tahapan dan Kegiatan Kegiatan Klien dan
No
Waktu Pembelajaran keluarga
1. Pembukaan (5’) 1. Mengucapkan 1. Menjawab
salam
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan
diri
3. Menjelaskan
tujuan umum
2. Kegiatan inti 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan
(10’) pengertian Lupus
2. Penjelasan 2. Memperhatikan
penyebab
penyakit Lupus
3. Menjelaskan 3. Memperhatikan
tanda gejala
lupus
4. Menjelaskan cara 4. Memperhatika
pencegahan n
penyakit lupus
3. Penutup (5’) 1. Mengajukan 1. Menjawab
beberapa
pertanyaan
2. Merangkum 2. Memperhatikan
hasil/ kesimpulan
materi
3. Salam penutup 3. Menjawab
7. Kriteria Evaluasi
a. Apakah yang dimaksud dengan penyakit Lupus?
b. Jelaskan cara masuk dari antibody yang berlebihan ke jaringan tubuh !
c. Sebut dan jelaskan tanda dan gejala dari penderita Lupus!
Jawab :
a. Pengertian Lupus :
Lupus dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan/serigala”. Istilah ini mulai dikenal
sekitar satu abad lalu. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya
memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di
pipi serigala, tetapi berwarna putih.
b. Cara antibody berlebih masuk ke jaringan :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti
pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang
mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan
antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun, yaitu gabungan antibodi dan
antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan
menimbulkan peradangan.
c. Tanda dan Gejala
Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan
pencernaan.
Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam
dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa
remisi (nonaktif) menghilang.
Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-
kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa
muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat
banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala
saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit
LUPUS ini
Lampiran materi
SLE (sistemic lupus erithrmatosus)
1. PENGERTIAN LUPUS
Lupus dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan/serigala”. Istilah ini mulai dikenal
sekitar satu abad lalu. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya
memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi
serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit Lupus dalam ilmu kedokteran disebut
dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang
seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh,
penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Penyakit Lupus, tubuh
menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu
banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan
tubuh sendiri. Dengan demikian, Penyakit Lupus disebut sebagai autoimmune
disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan). Pada penderita penyakit lupus,
antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada
sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan
penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan
antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun, yaitu gabungan antibodi dan
antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan
menimbulkan peradangan.
Gejala Lupus dapat terjadi dari ringan sampai berat. Gejala pada sebagian Odapus
cukup ringan. Sedangkan bagi yang lainnya, lupus bisa menjadi masalah serius dan dapat
berakibat fatal bahkan mengancam kelangsungan hidupnya. Pada kasus satu penyakit ini
bisa membuat kulit seperti ruam merah yang rasanya terbakar (lupus DLE). pada kasus
lain ketika system imun yang berlebihan itu menyerang persendian dapat menyebabkan
kelumpuhan (lupus SLE).
2. TANDA DAN GEJALA LUPUS
Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :
1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan
pencernaan.
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam
dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada
masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-
kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa
muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat
banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih
gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit
LUPUS ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
3. PENYEBAB LUPUS
1. Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi penyebab
penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai keluarga dekat ( orang tua
atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5% bayi yang dilahirkan dari penderita
lupus terkena lupus juga, bila kembar identik, kemungkinan yang terkena Lupus
hanya salah satu dari kembar tersebut.
2. Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya : infeksi, stress,
makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultra violet
(matahari) dan penggunaan obat – obat tertentu.
3. Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih sering terkena
penyakit lupus dibandingkan dengan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan
penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung
keyakinan bahwa hormon, khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit
Lupus. Akan tetapi hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi
penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang
menyebabkan meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
4. JENIS-JENIS LUPUS
Jenis-jenis penyakit Lupus ada 3 yaitu :
1. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit!
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala, ruam di
sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada Lupus jenis ini
dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada discoid lupus hasil biopsi
akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini
pada umumnya tidak melibatkan organ-organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu,
tes ANA (pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengetahui keberadaan
sistemik lupus – hasilnya bisa saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid
lupus. Akan tetapi pada sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil
pemeriksaan ANA-nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang rendah.
10% pasien Discoid dapat menjadi SLE.
2. Drug-Induced Lupus – lupus yang timbul akibat efek samping obat.
Pada lupus jenis ini baru muncul setelah odapus menggunakan jenis obat tertentu
dalam jangka waktu yang panjang. Ada 38 jenis obat yang dapat menyebabkan Drug
Induced. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi DIL adalah akibat
penggunaan obat-obatan hydralazine( untuk mengobati darah tinggi )
dan procainamide ( untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur ). Tapi tidak
semua penderita yang menggunakan obat-obatan ini akan berkembang menjadi drug
induced Lupus, hanya sekitar 4% orang-orang yang menggunakan obat-obatan
tersebut yang akan berkembang menjadi drug induced dan gejala akan mereda
apabila obat-obatan tersebut [Link] dari drug-induced lupus (DIL) serupa
dengan sistemik lupus. Umumnya gejala akan hilang dalam jangka waktu 6 bulan
setelah obat dihentikan. Pemeriksaan Tes AntiNuclear Antibody ( ANA ) dapat tetap
positif.
3. Sistemic Lupus Erythematosus.
Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus – karena gejalanya
menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien Lupus. Pada sebagian
orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena , akan tetapi pada sebagian pasien
lupus lainnya menyerang organ vital organ: Jantung – Paru, Ginjal, Syaraf, Otak.
5. CARA PENCEGAHAN LUPUS
Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan sinar matahari
secara langung dan berkelebihan. Selain itu anda juga harus berganti pola hidup anda
dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang teratur mengganti menu makanan anda
dengan di banyaki sayuran dan buah-buahan. Dalam makanan sendiri anda juga harus
memperhatikan kandungannya, untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang
mengandung banyak vitamin D dan protein. Selain itu waspadai juga penyakit yang
menyerang bagian pencernaan, namun karena penyakit ini termasuk penyakit genetik
sehingga ada juga yang di sebabkan oleh keturunan. Secara ringkas, dapat disebutkan
cara pencegahan penyakit Lupus ialah :
1. Gunakan krim sun block saat keluar rumah.
2. Hindari stress agar lupus tidak kambuh.
3. Hindari terbentur benda tumbul mapupun benda tajam, karena lupus mudah terjadi
infeksi.
4. Jangan terlalu lelah.
5. Pola hidup dan pola makan yang sehat.
6. Segera konsultasi ke dokter saat lupus kambuh.
7. Patuhi terapi obat yang diberiakan.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddart. 2008. Keperawatan Medika Bedah Edisi 8. Jakarta : EGC
Andra Saferi Wijaya & Yessie Mariza Putri .2013. KMB 2 Keperawatan. Medikal Bedah
Keperawatan Dewasa. Yogyakarta: NuhaMedika
PriceSylvia A, Wilson Lorraine M. [Link]: KonsepKlinis. Proses-Proses
Penyakit. Jakarta: EGC
Smeltzer, S. 2008. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 2 Edisi [Link] : EGC.
Wijaya Andra Saferi, Putri Yessie Mariza. 2013. Keperawatan Medikal Bedah 2.
Yogyakarta : Nuha Medika