100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
4K tayangan14 halaman

Prosedur Tetap Pengawasan IPC Farmasi

Dokumen ini memberikan panduan tentang pengawasan dalam proses produksi (in process control) untuk memastikan mutu produk. Ini mencakup pemeriksaan ruang, personil, peralatan, dan bahan baku untuk setiap tahap produksi seperti pengolahan, pengemasan, dan pengujian aerosol. Tujuannya adalah memastikan kesesuaian proses dengan prosedur yang ditetapkan dan spesifikasi produk.

Diunggah oleh

Aulia Mutiara Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
4K tayangan14 halaman

Prosedur Tetap Pengawasan IPC Farmasi

Dokumen ini memberikan panduan tentang pengawasan dalam proses produksi (in process control) untuk memastikan mutu produk. Ini mencakup pemeriksaan ruang, personil, peralatan, dan bahan baku untuk setiap tahap produksi seperti pengolahan, pengemasan, dan pengujian aerosol. Tujuannya adalah memastikan kesesuaian proses dengan prosedur yang ditetapkan dan spesifikasi produk.

Diunggah oleh

Aulia Mutiara Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Halaman 1 dari

PROSEDUR TETAP
10
PENGAWASAN DALAM PROSES
Nomor :
(IN PROCESS CONTROL)
Logo
Nama Perusahaan Tanggal
BAGIAN SEKSI
Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU
Disusun oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :

I. TUJUAN
Untuk memastikan bahwa tiap tahap proses produksi diawasi dan dikendalikan serta sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan sehingga produk jadi yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang
ditetapkan, mulai dari pemeriksaan ruang, personil, kesiapan mesin, peralatan dan bahan yang
digunakan untuk tiap tahap proses produksi.

II. RUANG LINGKUP


Bagian Pengawasan Mutu dan Produksi khususnya yang bertugas di Pengawasan Dalam Proses/ In
Process Control (IPC).

III. ACUAN
III.1 Petunjuk Operasional Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika Yang Baik (CPKB), Direktorat
Standarisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Badan Pengawas Obat dan
Makanan Republik Indonesia Tahun 2010.
III.2 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Cara
Pembuatan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik.
III.3 Pedoman Pemenuhan Kriteria Sistem Jaminan Halal di Industri Pengolahan, HAS 23101,
Lembaga Pengkajian Pangan Obat – Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, LPPOM
MUI Tahun 2013.
III.4 Manual Sistem Jaminan Halal PT. Priskila Prima Makmur No. MAN/SJH/PPM/001.

IV. DEFINISI
IV.1 Pengawasan dalam Proses/ In Process Control (IPC) merupakan pengawasan dalam proses
produksi untuk memastikan mutu produk dengan memantau kinerja dan hasil selama proses
produksi berjalan.
IV.2 Proses Produk Halal (PPH) adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan produk
mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian,
penjualan, dan penyajian Produk.
PROSEDUR TETAP Halaman 2 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

V. URAIAN
V.1 Pemeriksaan di bawah ini dilakukan untuk setiap proses yang sedang berlangsung:
V.1.1 PROSES PENGOLAHAN (MIXING)
V.1.1.1 Pemeriksaan Awal Proses
V.[Link] Petugas memastikan proses yang akan dilakukan sesuai dengan
Proses Produk Halal.
V.[Link] Periksa kebersihan ruangan dan pastikan pembersihan dicatat
dalam Catatan Pembersihan/ Sanitasi Ruangan (No.
CT/HRD/002).
V.[Link] Periksa kebersihan peralatan/ mesin produksi dan pastikan
ditandai dengan Label Bersih (No. LB/TEK/001) yang sesuai.
V.[Link] Pastikan Produk Ruahan yang akan diolah seseuai dengan jadwal
yang sudah ditentukan oleh bagian PPIC.
V.[Link] Pastikan bahan baku yang dikirim oleh bagian gudang sesuai
dengan permintaan berdasarkan Produk Ruahan yang akan diolah.
V.[Link] Pastikan Label Identitas produk (yang diberikan oleh bagian
Pengawasan Mutu) untuk produk yang akan diolah sesuai dengan
jadwal, papan (whiteboard) identitas produk.
V.[Link] Pada saat proses pengolahan pastikan Label Identitas Produk
ditempel pada wadah pengolahan.
V.1.1.2 Pemeriksaan Dalam Proses
V.[Link] Dengan pengawasan SPV Produksi, pastikan proses yang
dilakukan sesuai dengan Prosedur Tetap Pengolahan Induk (No.
PT/PRO/007).
V.[Link] Periksa Catatan Pengolahan Batch, pengisian sesuai dengan tahap
yang sedang dikerjakan.
V.1.2 PROSES PENGEMASAN (FILLING - PACKING)
V.1.2.1 Pemeriksaan Awal Proses
V.[Link] Petugas memastikan proses yang akan dilakukan sesuai dengan
Proses Produk Halal.
V.[Link] Periksa kebersihan ruangan dan pastikan pembersihan dicatat
dalam Catatan Pembersihan/ Sanitasi Ruangan (No.
CT/HRD/002).
V.[Link] Periksa kebersihan peralatan/ mesin produksi dan pastikan
ditandai dengan Label Bersih (No. LB/TEK/001) yang sesuai.
PROSEDUR TETAP Halaman 3 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

V.[Link] Pastikan Produk Ruahan yang diminta ke bagian Gudang untuk


dikemas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh PPIC.
V.[Link] Timbang ulang Produk Ruahan yang akan dikemas dengan
disaksikan oleh bagian Gudang serta petugas IPC Produksi atau
SPV Produksi dan catat hasil penimbangan pada Catatan Serah
Terima Produk Ruahan (No. CT/PRO/003).
V.[Link] Pada Staging Area, sebelum Produk Ruahan dimasukkan ke area/
line produksi primer, pastikan:
a. Label Identitas Produk sesuai dengan Produk Ruahan yang
akan dikemas berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan oleh
bagian PPIC.
b. Aroma Produk Ruahan sesuai standar dengan menggunakan
Smelling Strip.
V.[Link] Pastikan Bahan Pengemas yang dikirim oleh bagian Gudang
sesuai dengan permintaan berdasarkan jadwal Produk Ruahan
yang akan dikemas.
V.1.2.2 Pemeriksaan Dalam Proses
V.[Link] Dengan pengawasan SPV Produksi, pastikan proses yang
dilakukan sesuai dengan Prosedur Tetap Pengemasan Induk (No.
PT/PRO/010).
V.[Link] Periksa Catatan Pengemasan Batch, pengisian sesuai dengan
tahap yang sedang dikerjakan.

V.2 IPC PRODUKSI SEDIAAN AEROSOL (Perfume Body Spray, Deodorant Body Spray)
V.2.1 Selama proses produksi berjalan setiap 20 menit sekali bagian Produksi mengambil
sampel secara acak sebanyak 6 pcs. Periksa aroma, warna, kejernihan, volume serta
berat minyak di area primer dan bandingkan dengan standar. Lakukan pengukuran
berat aerosol (total berat minyak dan gas) serta tes kebocoran dengan waterbath di area
sekunder. Catat setiap hasil pemeriksaan/ pengukuran dalam Catatan Pengawasan
Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No. CT/QC/007. *Kondisi Normal
V.2.2 Untuk controlling bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel secara acak sebanyak
6 pcs kemudian periksa aroma, ukuran segel (diameter dan kedalaman), pengujian
minimal
PROSEDUR TETAP Halaman 4 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

sebanyak 3 (tiga) kali per nomor batch, yaitu bagian awal, tengah dan akhir. Dan
lakukan tes kebocoran di awal controlling dengan waterbath di area sekunder sebanyak
18 pcs. Catat setiap hasil pemeriksaan ukuran segel dan tes kebocoran dalam dan
Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Controll IPC) No. CT/QC/007 dan
khusus tes kebocoran dicatat juga dalam Catatan Pengemasan Batch. *Kondisi Normal
V.2.3 Bagian Pengawasan Mutu memeriksa hasil pemeriksaan/ pengukuran yang dilakukan
oleh bagian Produksi dalam Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Controll
IPC) No. CT/QC/007. Kemudian input hasil tersebut ke dalam sistem.
V.2.4 Petugas memastikan semua bahan pengemas yang akan digunakan telah lulus uji
Pengawasan Mutu dan terdapat label lulus.
V.2.5 Petugas memastikan nomor batch dan expired date pada mesin printing dan yang
dicetak pada kaleng aerosol serta master box telah sesuai dengan identitas yang
tercantum pada jadwal produksi, label identitas produk dan papan (whiteboard)
identitas produk.
V.2.6 Petugas memeriksa kelengkapan dan kesesuaian bahan pengemas dengan produk jadi
yang akan dikemas.
V.2.7 Untuk menghindari terjadinya pencemaran silang, petugas memeriksa jalur
pengemasan, pastikan tidak boleh ada lebih dari 1 (satu) jenis produk jadi yang sedang
dikemas dalam 1 (satu) meja.
V.2.8 Bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel produk jadi untuk sampel pertinggal
(retain sample) sebanyak 1 pcs atau cukup untuk 2 (dua) kali pengujian lengkap.
V.2.9 Petugas produksi memastikan produk jadi dalam inner box telah dikemas lengkap dan
sesuai dengan jenis serta jumlah yang tertera pada inner box.
V.2.10 Petugas produksi memeriksa master box, pastikan kolom check list jenis produk telah
ditandai sesuai dengan produk jadi, dan telah dikemas lengkap sesuai dengan jenis,
nomor batch, expired date serta jumlah yang tertera pada master box.
V.2.11 Petugas memeriksa setiap palet produk jadi yang siap dikirim ke gudang produk jadi,
pastikan susunan seluruh master box telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
catat jumlahnya dan bagian Pengawasan Mutu menempelkan label identitas produk
lengkap dengan sticker status (karantina dan lulus/halal pass).
* Pastikan Label identitas Produk diisi (nama produk lengkap dengan sizenya, no bets,
no laporan, pembuat, tanggal buat, expired, jumlah) sesuai dengan jenis produk jadi.
PROSEDUR TETAP Halaman 5 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU
V.3 IPC PRODUKSI SEDIAAN CAIR (Body Mist, Spray Cologne, Eau de Parfum (EDP),
Eau de Toilette (EDT))
V.3.1 Selama proses produksi berjalan setiap 20 menit sekali (mesin Tom), 30 menit (mesin
Vacuum) bagian Produksi mengambil sampel secara acak sebanyak 6 pcs. Periksa
aroma, warna, kejernihan, volume serta berat minyak di area primer dan bandingkan
dengan standar. Catat setiap hasil pemeriksaan/ pengukuran dalam Catatan
Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No. CT/QC/007. *Kondisi
Normal
V.3.2 Untuk controlling bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel secara acak sebanyak
6 pcs kemudian p
V.3.3 eriksa aroma dan periksa warna, kejernihan, keseragaman isi yang disesuaikan dengan
kemasan. Pengujian minimal sebanyak 3 (tiga) kali per nomor batch, yaitu bagian
awal, tengah dan akhir. Dan lakukan tes kebocoran di awal controlling dengan alat
vacuum sebanyak 18 pcs. Catat setiap hasil tes kebocoran dalam Catatan Pengemasan
Batch dan Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No.
CT/QC/007. *Kondisi Normal
V.3.4 Bagian Pengawasan Mutu memeriksa hasil pemeriksaan/ pengukuran yang dilakukan
oleh bagian Produksi dalam Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/
IPC) No. CT/QC/007. Kemudian input hasil tersebut ke dalam sistem.
V.3.5 Petugas memastikan semua bahan pengemas yang akan digunakan telah lulus uji
Pengawasan Mutu dan terdapat label lulus.
V.3.6 Petugas memastikan nomor batch dan expired date pada mesin printing dan yang
dicetak pada botol PET, botol kaca, kotak kemasan EDP/ EDT serta master box telah
sesuai dengan identitas yang tercantum pada jadwal produksi, label identitas produk
dan papan (whiteboard) identitas produk.
V.3.7 Petugas memeriksa kelengkapan dan kesesuaian bahan pengemas dengan produk jadi
yang akan dikemas.
V.3.8 Untuk menghindari terjadinya pencemaran silang, petugas memeriksa jalur
pengemasan, pastikan tidak boleh ada lebih dari 1 (satu) jenis produk jadi yang sedang
dikemas dalam 1 (satu) meja.
V.3.9 Bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel produk jadi untuk sampel pertinggal
(retain sample) sebanyak 1 pcs atau cukup untuk 2 (dua) kali pengujian lengkap.
V.3.10 Petugas produksi memastikan produk jadi dalam inner box telah dikemas lengkap dan
sesuai dengan jenis serta jumlah yang tertera pada inner box.
PROSEDUR TETAP Halaman 6 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

V.3.11 Petugas produksi memeriksa master box, pastikan kolom check list jenis produk telah
ditandai sesuai dengan produk jadi, dan telah dikemas lengkap sesuai dengan jenis,
nomor batch, expired date serta jumlah yang tertera pada master box.
V.3.12 Petugas memeriksa setiap palet produk jadi yang siap dikirim ke gudang produk jadi,
pastikan susunan seluruh master box telah sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan,
catat jumlahnya dan bagian Pengawasan Mutu menempelkan label identitas produk
lengkap dengan sticker status (karantina dan lulus/ halal pass).
* Pastikan Label Identitas Produk diisi (nama produk lengkap dengan sizenya, no
bets, no laporan, pembuatan, tanggal buat, expired, jumlah) sesuai dengan jenis
produk jadi.

V.4 IPC PRODUKSI SEDIAAN CAIRAN KENTAL (Anti Perspirant/ Deodorant Roll On)
V.4.1 Selama proses produksi berjalan setiap 10 menit sekali bagian Produksi mengambil
sampel secara acak sebanyak 4 pcs. Periksa aroma, warna, kejernihan, homogenitas
cairan, serta berat cairan di area primer dan bandingkan dengan standar. Hitung
volume cairan berdasar konversi berat jenis cairan. Catat setiap hasil pemeriksaan/
pengukuran dalam Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No.
CT/QC/007. *Kondisi Normal
V.4.2 Untuk controlling bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel secara acak sebanyak
4 pcs kemudian periksa aroma dan periksa warna, kejernihan, keseragaman isi yang
disesuaikan dengan kemasan. Pengujian minimal sebanyak 3 (tiga) kali per nomor
batch, yaitu bagian awal, tengah dan akhir. Dan lakukan tes kebocoran di awal
controlling dengan alat vacuum sebanyak 12 pcs untuk 1 drum ruahan roll on. Catat
setiap hasil tes kebocoran dalam Catatan Pengemasan Batch dan Catatan Pengawasan
Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No. CT/QC/007. *Kondisi Normal
V.4.3 Bagian Pengawasan Mutu memeriksa hasil pemeriksaan/ pengukuran yang dilakukan
oleh bagian Produksi dalam Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/
IPC) No. CT/QC/007. Kemudian input hasil tersebut ke dalam sistem.
V.4.4 Petugas memastikan semua bahan pengemas yang akan digunakan telah lulus uji
Pengawasan Mutu dan terdapat label lulus.
V.4.5 Petugas memastikan nomor batch dan expired date pada mesin printing dan yang
dicetak pada botol roll on serta master box telah sesuai dengan identitas yang
tercantum pada jadwal produksi, label identitas produk dan papan (whiteboard)
identitas produk.
PROSEDUR TETAP Halaman 7 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

V.4.6 Petugas memeriksa kelengkapan dan kesesuaian bahan pengemas dengan produk jadi
yang akan dikemas.
V.4.7 Untuk menghindari terjadinya pencemaran silang, petugas memeriksa jalur
pengemasan, pastikan tidak boleh ada lebih dari 1 (satu) jenis produk jadi yang sedang
dikemas dalam 1 (satu) meja.
V.4.8 Bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel produk jadi untuk sampel pertinggal
(retain sample) sebanyak 1 pcs atau cukup untuk 2 (dua) kali pengujian lengkap.
V.4.9 Petugas produksi memastikan produk jadi dalam inner box telah dikemas lengkap dan
sesuai dengan jenis serta jumlah yang tertera pada inner box.
V.4.10 Petugas produksi memeriksa master box, pastikan kolom check list jenis produk telah
ditandai sesuai dengan produk jadi, dan telah dikemas lengkap sesuai dengan jenis,
nomor batch, expired date serta jumlah yang tertera pada master box.
V.4.11 Petugas memeriksa setiap palet produk jadi yang siap dikirim ke gudang produk jadi,
pastikan susunan seluruh master box telah sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan, catat jumlahnya dan bagian Pengawasan Mutu menempelkan label
identitas produk lengkap dengan sticker status (karantina dan lulus/halal pass).
* Pastikan Label Identitas Produk diisi (nama produk lengkap dengan sizenya, no
bets, no laporan, pembuatan, tanggal buat, expired, jumlah) sesuai dengan jenis
produk jadi.

V.5 IPC PRODUKSI SEDIAAN SEMI PADAT DAN CREAM (Pomade, Hair Cream,
Styling Clay, Fiber)
V.5.1 Selama proses produksi berjalan untuk produksi hair cream setiap 10 menit sekali
bagian Produksi mengambil sampel secara acak sebanyak 1 (satu) renceng (12 pcs).
Periksa keseragaman berat dan bandingkan dengan standar. Periksa kebocoran dengan
ditekan pada sachet yang telah diisi. Catat setiap hasil pemeriksaan/ pengukuran dalam
Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/ IPC) No. CT/QC/007.
*Kondisi Normal
V.5.2 Selama proses produksi berjalan untuk produksi pomade, styling clay, dan Fiber setiap
30 menit sekali (mesin Tom dan Wienview) bagian Produksi mengambil sampel
secara acak sebanyak 8 pcs. Periksa aroma, warna, homogenitas, tekstur (produk
kemasan pot), kejernihan yang disesuaikan dengan jenis produk dan keseragaman
berat kemudian bandingkan dengan standar. Pemeriksaan kebocoran dilakukan secara
visual. Catat setiap hasil pemeriksaan/ pengukuran dalam Catatan Pengawasan Dalam
Proses (In Process
PROSEDUR TETAP Halaman 8 dari 10
Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

Control/ IPC) No. CT/QC/007. *Kondisi Normal


V.5.3 Untuk controlling bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel secara acak sesuai
produk yang sedang diproduksi, hair cream sebanyak 1 (satu) renceng (12 pcs),
pomade, styling clay dan Fiber sebanyak 8 pcs. Kemudian periksa aroma, warna,
homogenitas, tekstur (produk kemasan pot), kejernihan yang disesuaikan dengan jenis
produk dan keseragaman berat. Pengujian minimal sebanyak 3 (tiga) kali per nomor
batch, yaitu bagian awal, tengah dan akhir. Pemeriksaan kebocoran dilakukan secara
visual untuk Pomade/ Styling Clay atau sambil ditekan pada kemasan sachet yang
telah diisi.
*Kondisi Normal
V.5.4 Bagian Pengawasan Mutu memeriksa hasil pemeriksaan/ pengukuran yang dilakukan
oleh bagian Produksi dalam Catatan Pengawasan Dalam Proses (In Process Control/
IPC) No. CT/QC/007. Kemudian input hasil tersebut ke dalam sistem.
V.5.5 Petugas memastikan semua bahan pengemas yang akan digunakan telah lulus uji
Pengawasan Mutu dan terdapat label lulus.
V.5.6 Petugas memastikan nomor batch dan expired date pada mesin printing dan yang
dicetak pada pot Pomade/ Styling Clay/ Fiber, kotak Pomade, kemasan sachet serta
master box telah sesuai dengan identitas yang tercantum pada jadwal produksi, label
identitas produk dan papan (whiteboard) identitas produk.
V.5.7 Petugas memeriksa kelengkapan dan kesesuaian bahan pengemas dengan produk jadi
yang akan dikemas.
V.5.8 Untuk menghindari terjadinya pencemaran silang, petugas memeriksa jalur
pengemasan, pastikan tidak boleh ada lebih dari 1 (satu) jenis produk jadi yang sedang
dikemas dalam 1 (satu) meja.
V.5.9 Bagian Pengawasan Mutu mengambil sampel produk jadi untuk sampel pertinggal
(retain sample) sebanyak 1 pcs atau cukup untuk 2 (dua) kali pengujian lengkap.
V.5.10 Petugas produksi memeriksa master box, pastikan kolom check list jenis produk telah
ditandai sesuai dengan produk jadi, dan telah dikemas lengkap sesuai dengan jenis,
nomor batch, expired date serta jumlah yang tertera pada master box.
V.5.11 Petugas memeriksa setiap palet produk jadi yang siap dikirim ke gudang produk jadi,
pastikan susunan seluruh master box telah sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan, catat jumlahnya dan bagian Pengawasan Mutu menempelkan label
identitas produk lengkap dengan sticker status (karantina dan lulus/halal pass).

PROSEDUR TETAP Halaman 9 dari 10


Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

* Pastikan Label Identitas Produk diisi (nama produk lengkap dengan sizenya, no
bets, no laporan, pembuatan, tanggal buat, expired, jumlah) sesuai dengan jenis
produk jadi.

V.6 STANDAR PRODUK JADI


V.6.1 Standar produk jadi disimpan di ruang IPC area primer.
V.6.2 Standar produk jadi yang disimpan lengkap dengan nomor batch, expired date sampai
dengan kemasan sekunder (tutup, sticker, sarang, kotak).
V.6.3 Standar produk jadi diupdate setiap 1 (satu) bulan sekali atau setiap ada perubahan
kemasan maupun isi.
V.6.4 Standar berat/ volume produk jadi direview, update setiap 3 (tiga) bulan sekali atau
setiap ada perubahan kemasan maupun isi.

VI. RIWAYAT
Revisi Ke- Tanggal
No. Dokumen Riwayat Revisi
Berlaku
PT/QC/002/0 27 Juli 2015 Awal
0
0
PT/QC/002/0 1. Perubahan format
1 1 19 Juli 2016 2. Perubahan uraian yaitu pengambilan
sampel pertinggal menjadi 1 pcs.
1. Perubahan
uraian yaitu waktu IPC untuk produksi
sediaan cair mesin vacuum tiap 30
menit, sedangkan jenis mesin TOM
PT/QC/002/0 26 September
2 tetap tiap 20 menit; pengambilan
2 2016
sampel pemeriksaan IPC untuk Roll
On menjadi 4 pcs.
2. Penambahan
riwayat revisi.
PT/QC/002/0 3 01 Mei 2017 1. Perubahan penyusun dan pemeriksa.
3 2. Penambahan acuan kriteria halal.
3. Penambahan definisi.
4. Penambahan uraian dengan kriteria
halal
5. Penambahan lampiran.
1. Perubahan ruang lingkup.
PT/QC/002/0
4 24 Januari 2020 2. Perubahan uraian total.
4
3. Penambahan lampiran.
1. Perubahan format pengesahan (KOP
PT/QC/002/0 28 September Protap)
5
5 2020 2. Penambahan acuan Permenkes RI No
20 tahun 2017

PROSEDUR TETAP Halaman 10 dari 10


Logo PENGAWASAN DALAM PROSES Nomor :
Nama Perusahaan (IN PROCESS CONTROL)
BAGIAN SEKSI Tanggal Berlaku :
MANAJEMEN MUTU PENGAWASAN MUTU

VII. DISTRIBUSI
Asli : Quality Assurance.
Fotokopi :
1. Quality Control.
2. Produksi.

VIII. LAMPIRAN.
1. Catatan Pengawasan dalam Proses (In Process Control/ IPC), No. Dokumen CT/QC/007.

Anda mungkin juga menyukai