0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
385 tayangan32 halaman

Panduan Mahasiswa Sistem Elektronik CAT

Dokumen tersebut membahas tentang komponen elektronik yang digunakan pada mesin Caterpillar. Terdapat penjelasan mengenai berbagai jenis input device seperti switch dan sensor yang digunakan untuk memonitor kondisi mesin, serta control device yang memproses informasi dari input device untuk mengontrol output device seperti solenoid dan indikator. Dokumen ini juga menjelaskan beberapa contoh komponen input seperti switch tekanan oli, switch suhu pendingin, dan peran m

Diunggah oleh

Taufik Rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
385 tayangan32 halaman

Panduan Mahasiswa Sistem Elektronik CAT

Dokumen tersebut membahas tentang komponen elektronik yang digunakan pada mesin Caterpillar. Terdapat penjelasan mengenai berbagai jenis input device seperti switch dan sensor yang digunakan untuk memonitor kondisi mesin, serta control device yang memproses informasi dari input device untuk mengontrol output device seperti solenoid dan indikator. Dokumen ini juga menjelaskan beberapa contoh komponen input seperti switch tekanan oli, switch suhu pendingin, dan peran m

Diunggah oleh

Taufik Rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RELATED TITLES

19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

TOPIK
ELECTRONIC COMPONENTS
PENDAHULUAN

Gambar 4.1

Sistem elektronik pada mesin Caterpillar beroperasi sama seperti kebanyakan sistem pad
mesin-mesin lainnya yang ada di pasaran. Meskipun mesin Caterpillar menggunakan berbaga
 jenis electronic control, tapi teknologi dasar pengoperasiannya tetap sama. Setiap sistem
pengontrolan membutuhkan bermacam-macam input device untuk memberi informasi kepad
control device untuk selanjutnya diproses.

Control device memproses informasi dari input lalu kemudian mengirim signal elektronik yan
diperlukan ke sejumlah output device yang berbeda-beda, seperti, solenoid, lampu indicator
alarm, dan lain-lain.

Yang wajib diketahui oleh Teknisi adalah bagaimana mengidentifikasi berbagai tipe alat contro
yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar. Kebanyakan alat control berbentuk paten, jad
tidak disarankan untuk mengakses komponen elektronik di dalamnnya.

Demikian juga halnya Teknisi perlu memahami perbedaan berbagai tipe input device. Hal in
untuk memudahkan proses penyelesaian throubleshooting untuk dipadukan dengan kemampua
internal diagnostic dari control device tersebut.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Gambar 4.2

Gambar 4.2 menunjukkan block diagram Caterpillar Monitoring System yang terpasang pada Of
Highway Truck. Diagram tersebut menunjukkan contoh dari berbagai input component, outpu
component, dan control device yang digunakan oleh Off Highway Truck untuk memonitor kondis
dari berbagai system yang bekerja pada alat tersebut.

INPUT COMPONENT

Gambar 4.3

Kebanyakan input device yang digunakan pada sistem elektronik mesin Caterpillar adalah switch
sender, dan sensor. Teknisi harus mampu mengidentifikasi setiap device, memahami car
kerjanya, dan mengerti penggunaan peralatan diagnostic test untuk menentukan kondisi operas
dari tiap komponen. Penjelasan masing-masing komponen akan dibicarakan pada bagian ini.

Komponen input digunakan untuk memonitor dan mendapatkan informasi. Komponen input meruba
parameter fisik seperti kecepatan, tekanan, posisi, flow, atau level fluid menjadi sinyal elektronik
Electronic Control System menggunakan sinyal elektronik (input information) untuk memonito
kondisi engine dan machine serta menentukan sinyal output yang sesuai.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

SWITCHES

Gambar 4.4

Caterpillar Monitoring System menggunakan beberapa jenis switch untuk memonitor kondis
machine. Namun semuanya mempunyai fungsi yang sama dan sering disebut sebagai two state
device (karena bekerja on atau off saja). Switch menyediakan open input ataupun grounded inpu
pada suatu alat kontrol elektronik.

Electronic Monitoring System (EMS) model lama umumnya menggunakan switch tipe seperti in
Pada Monitoring System model baru tetap menggunakan beberapa switch seperti ini namun tela
ditambahkan jenis input device yang baru (yang selanjutnya akan dibahas lebih detail dalam
bagian akhir modul ini). Beberapa perbedaan masing-masing tipe switch ini akan dijelaskan
berikut ini.

Klasifikasi Switch

Gambar 4.5
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Switch operator activated akan mengirim sinyal ke ECM ketika switch telah diaktifkan secara
manual oleh operator.

Oil Pressure Switch

Gambar 4.6

Gambar 4.6 di atas menunjukkan engine oil pressure switch (lihat tanda panah) yang terpasang
pada sisi kanan engine. Kondisi kontak pressure switch adalah normally open (ketika engin
mati).

Ketika engine dihidupkan dan tekanan oli berada di dalam spesifikasi range yang ditentukan
kontak pada switch akan berada pada posisi close dan menghubungkan rangkaian ke ground.

Pada saat tekanan oli turun sampai pada level di luar spesifikasi yang ditentukan, kontak swtcih
akan berada pada posisi open, dan operator akan mendapatkan warning alert dari monitoring
system.

Switch yang digunakan pada Caterpillar Monitoring System akan berada pada posisi close ketika
system beroperasi normal. Dalam hal terjadi putusnya kabel pada rangkaian switch, maka system
membacanya sebagai open circuit dan akan mengeluarkan warning alert pada operator.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Coolant Level Switch

Gambar 4.7

Pada gambar di atas menunjukkan switch yang digunakan untuk memonitor engine coolant leve
Bentuk switch ini berbeda jika dibandingkan dengan level switch lainnya. Switch ini membutuhka
supply sebesar +8 DCV sebagai input agar switch ini dapat bekerja.

Pada kondisi pengoperasian normal dimana level cairan (coolant) masih menyentuh plasti
sleeve pada switch maka switch (secara internal) menghubungkan Main Diplay Module denga
ground sehingga alert indicator tetap pada posisi off. Hal yang perlu diperhatikan adalah pastika
plastic sleeve pada probe tetap dalam kondisi bagus dan tertutup. Apabila plastic sleeve rusa
maka conductive rod pada switch akan terbuka dan switch tidak dapat bekerja sempurna.
sempurna.

Switch dipasang di machine jika akan ditest dan key start harus pada posisi key on. Gunakanlah
Digital Multimeter untuk mengukur tegangan (Voltage) signal pada connector. Jika coolant leve
berada sesuai spesifikasi (berada disekitar plastic sleeve) maka nilai tegangan signal harus
kurang dari 1 Volt DC dan nilai ini menunjukkan switch bekerja normal. Jika nilai tegangan lebih
besar dari 1 Volt DC maka switch mengalami kerusakan.
kerusakan.

Untuk memudahkan proses throuble shooting dan diagnosa switch input, sangat penting bag
teknisi memahami prinsip dasar dari switch input pada electronic control. Gambar 4.7
menunjukkan tipikal sebuah switch input.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Fluid Flow Switch

Gambar 4.8

Coolant flow switch berjenis paddle ketika tidak ada flow kondisinya normally open. Pada saa
engine hidup dan ada aliran coolant maka switch akan close. Jika aliran tersumbat dan alira
terhenti maka switch akan open dan mengirim sinyal ke ECM engine.

Switch untuk flow jenis ini dapat di test dengan menggunakan digital multimeter pada skala Vol
atau Ohm. Nilai Voltage akan tergantung pada aplikasi machine yang memakai switch t ersebut.

Brake Oil Temperature


Temperature Switc h
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Sinyal output yang dikirim ke monitoring system ECM adalah hasil dari perubahan temperatu
yang akan mepengaruhi besar kecilnya tahanan pada switch. Sistem Monitoring akan
menginformasikan ke operator tentang kondisi yang sedang terjadi. Pada umumnya tahana
akan bertambah jika temperatur naik.
Switch temperatur normalnya close. Ketika engine dihidupkan dan temperatur oli brake masih
dalam range temperatur kerja normal maka switch akan tetap pada posisi close terhubung
dengan ground.

Temperatur Switch jenis ini dapat di test dengan menggunakan digital multimeter pada skala Vo
atau Ohm. Nilai tegangan akan tergantung pada aplikasi machine yang memakai switch t ersebut

Brake Oil Pressur


Pressur e Switc
Switc h

Gambar 4.10

Pada gambar kanan atas menunjukkan brake oil pressure switch yang dipasang pada articulate
truck.

Switch ini digunakan untuk mengukur tekanan dan pada posisi normal dalam keadaan open (engin
tidak running). Ketika engine hidup dan tekanan oli pada sistem brake masih di dalam spesifikas
maka switch akan close dan terhubung dengan ground.

Jika tekanan turun sampai dimana kondisi switch akan open maka switch akan mengirim sinyal ke
ECM. Switch yang digunakan oleh sistem electronic control pada kondisi normal pada posisi close
Jika wire putus maka switch akan mengirim sinyal ke ECM untuk menginformasikan bahwa sirkui
dalam kondisi open.

Switch tekanan jenis ini dapat di test dengan menggunakan digital multimeter pada skala Volt ata
Ohm. Nilai Voltage akan tergantung pada aplikasi machine yang memakai s witch tersebut.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Rocker Type Switch

Gambar 4.11

Pada gambar 4.11, ditunjukkan contoh dari rocker type switch (lihat tanda panah) yang terpasang
pada panel sebelah kanan kabin. Switch ini digunakan oleh operator untuk memilih mode operas
yang akan ditampilkan pada main display modul di monitoring system.

Tipe switch ini adalah momentary ON, dan kontaknya adalah normally open. Ketika switch ditekan
(activated), maka rangkaian pada main control module terhubung ke ground dan operator bis
mengakses mode yang diinginkan.

Operator Activated Switch

Gambar 4.12

Operator activated switch akan mengirimkan sinyal ke ECM jika switch diaktifkan oleh operator
Switch akan open atau close kemudian akan mengirimkan sinyal ke ECM dan ECM akan
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

SENDERS

Gambar 4.13
Caterpillar Monitoring System menggunakan dua tipe sender sebagai komponen input pada mai
display module. Keduanya terbagi atas sender dengan ukuran 0-240 ohm dan sender dengan
ukuran 70-800 ohm.

0 to 240 ohm senders:


Sender tipe ini menggunakan nilai tahanan yang spesifik untuk digunakan pada kondisi yang
lebih spesifik. System yang menggunakan sender jenis ini adalah fuel level. Nilai tahanan
outputnya diukur dan akan dikonversi menjadi tingkat kedalaman fuel di dalam tangki oleh main
display module. Main display module menghitung nilai tahanan dan menampilkan output pada
gauge yang ada di cluster module. Sender tipe ini dapat dipasangkan pada gauge, alert indicato
atau keduanya.

70 to 800 ohm senders:


Sender jenis ini digunakan untuk untuk mengukur temperature (atau system lain yang mempunya
parameter yang sama). Nilai tahanan outputnya diukur dan dikonversi menjadi nilai temperature
cairan (oil, coolant, hydraulic) oleh main display module. Oleh main display module, tahanan
output dari sender dihitung dan menampilkan outputnya pada gauge yang ada di cluster module.

Sama seperti sender di atas, sender tipe ini (70-800 ohm) dapat dipasangkan pada gauge, aler
indicator, atau keduanya.

Kedua tipe sender ini banyak dipakai pada monitoring system tipe lama yang disebut Electroni
Monitoring System (EMS) dan system lain dimana input device langsung terhubung dengan
gauge.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Fuel Level Sender

Gambar 4.14

Gambar 4.14 di atas menunjukkan contoh darI sender 0-240 ohm yang digunakan untu
mengukur fuel level. Sender (lihat tanda panah) terpasang pada bagian atas fuel tank dan dipaka
untuk mengukur kedalaman fuel di dalam tangki. Ada dua jenis sender yang terpasang pada
system ini. Sender yang satu memiliki nilai tahanan antara 0-90 ohm, dan sender yang lai
memiliki nilai tahanan antara 33-240 ohm.

Kedalaman fuel di dalam tangki menentukan posisi pelampung (2) di dalam tangki yang iku
bergerak naik atau turun sesuai posisi fuel. Pergerakan pelampung ini akan mengubah nila
tahanan pada sender yang terhubung dengan dengan pelampung tersebut melalui sebuah
rotating rod. Nilai output tahanan dari sender berubah-ubah sesuai pergerakan pelampung da
akan terukur di main display module dan ditampilkan sebagai fuel level.

Bila terjadi failure pada rangkaian fuel level sender, maka kemungkinan penyebabnya adalah:
- Sender
- Open ground
- Shorted signal to +Battery
- Open signal wire

Catatan: Resistive sender dapat dicheck secara terpisah dari fuel level assembly.

Cara memeriksa fuel level sender dapat menggunakan digital multimeter dengan membaca nila
tahanan. Nilai tahanannya berbeda-beda tergantung dari part numbernya. Sesuaikan Electrica
Schematic dari sender yang ditanyakan. Berikut contoh perbedaan 2 type sender:

• Part Number 106-3535


Empty Tank 240-260 ohm
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Fuel level sender dapat di cek dengan melepas sender dari tangki dan menggerakkan sende
dengan tangan. Lihat tahanan antara empty dan full range dari sender. Nilai tahananny
seharusnya sama dengan pembacaan di atas.

Caterpillar Monitoring System menyediakan MID, CID dan FMI informasi untuk sender dan
sensor. Ketika troubleshooting kedua type input, selalu sesuaikan service literature dan machin
electrical schematic untuk informasi tambahan.

Temperature Sender

Gambar 4.15

Gambar 4.15, menunjukkan sender yang digunakan untuk mengukur temperature. Nilai tahana
sender jenis ini adalah 70-800 ohm. Nilai tahanan output akan bervariasi sesuai dengan
temperature dari fluid yang diukurnya dan mengirimkan signal kepada main display module untu
ditampilkan pada gauge cluster module. Nilai tahanan akan bertambah seiring pertambahan nila
temperature.

Sender yang memilki satu terminal saja berarti menggunakan bodinya sebagai ground. Karena itu
perlu diperhatikan kontak antara bodi sender dengan base tempatnya terpasang. Demikian juga
perlu diperhatikan posisi dari terminal sender terhadapa kemungkinan short ke bodi atau base.
Bila terjadi failure pada sender tipe ini, main display module akan mengeluarkan warning aler
kategori 2 dan menampilkan log fault. Gauge akan terbaca pada kondisi high temperatur. Dan
diagnostic information akan tersimpan pada display memory.

Temperature sender adalah komponen input type resistive dan pengecekan menggunakan digita
multimeter. Disconnect sender dari wiring machine harness dan ukur tahanannya. Sebagai conto
Track Type Tractor nilai tahanan sender yang umum adalah:
•Pada 110°C (230°F), tahanannya seharusnya 140 - 160 ohm.
•Pada 54°C (130°F), tahanannya seharusnya 850 - 1050 ohm.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

SENSORS

Gambar 4.16

Sensor digunakan untuk mengukur parameter fisik seperti kecepatan, temperature, tekanan, da
posisi. Electronic sensor akan mengkonversi parameter fisik tersebut ke dalam bentuk signa
elektronik. Besarnya signal elektronik yang dihasilkan proporsional terhadap parameter yang
diukur.

Pada electronic system yang ada di Caterpillar, sensor digunakan untuk memonitor sistem yan
nilainya terus menerus berubah selama mesin beroperasi. Signal elektronik me-representasikan
parameter yang diukur. Signal tersebut akan dimodulasi dalam tiga metode, yaitu:

• Fequency modulation yang me-representasikan parameter menjadi frequency level,


• Pulse width modulation (PWM) me-representasikan parameter menjadi duty cycle (0%
100%),
• Analog modulation me-representasikan parameter menjadi voltage level.

Selanjutnya dibahas tipe-tipe sensor:


1. Frequency sensor.
2. Analog sensor.
3. Digital sensor.
4. Analog to digital sensor.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Klasifikasi Sensor

Klasifikasi Sensor

Sensor dan sender (variable input device) dapat dikelompokkan seperti ditunjukkan pada tabel d
atas. Pada tabel ditunjukkan jenis sensor dan sender yang dipakai pada engine dan machine
Caterpillar. Contoh–contoh komponen yang ada pada tabel di atas akan dijelaskan dibawah ini.
Keterangan dari tabel karakteristik sensor di atas adalah sebagai berikut:

- Sensor Make-up  : merupakan metode pembangkitan signal yang digunakan oleh


komponen internal sensor tersebut.

-  Acti ve  atau  Passive : jenis sensor yang terdiri dari Active sensor (mendapatkan supla
power dari ECM dan harus dalam keadaan diberi power untuk mengetahui kondisinya
dan Passive sensor (tidak memerlukan power dari ECM dan dapat ditest tanp
mendapatkan suplai power).

- DMM Measurement  : merupakan jenis pengukuran yang bisa dilakukan dengan


menggunakan Digital Multimeter pada sensor tersebut.

Catatan: Umumnya variable input device dikenal sebagai sensor. Fuel level input device yang
menggunakan variable resistor dikenal sebagai sender. Semua variable input device
mengacu pada sensor seperti yang dijelaskan pada modul ini.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

FREQUENCY SENSORS

Gambar 4.17

Electronic control menggunakan tipe sensor frekuensi yang bervariasi. Sensor tipe in
digolongkan dalam 2 bagian, yaitu:

1. Magnetic Sensor, jenisnya adalah:


- Magnetic Pick-up (MPU).
- Passive Speed Timing Sensor, yang terbagi 2 yaitu:
a. Low speed (<600 rpm), contohnya crank speed timing sensor.
b. High speed (>600 rpm), contohnya cam speed timing sensor.

2. Hall Effect Sensor, jenisnya adalah:


- Untuk mengukur speed dan timing, contohnya Engine Speed Sensor (ESS).
- Hanya mengukur speed, contohnya Transmission Output Speed Sensor (TOS).

Penggunaan tipe sensor ini tergantung aplikasinya pada machine. Biasanya untuk sistem
pengukuran kecepatan rendah yang tidak kritis digunakan sensor tipe magnetic, sedang untu
sistem yang memerlukan pengukuran kecepatan rendah yang presisi digunakan sensor tipe Hal
Effect.

Sebagai contoh untuk melihat kecepatan engine pada tachometer   dipakai tipe magnetic (MPU
sedangkan untuk men-sensing engine speed dipakai tipe Hall Effect (Engine Speed Sensor
karena dalam hal ini parameter rpm dipakai sebagai referensi timing dari mulai 0 rpm.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Magnetic Pic k-Up Sensor

Gambar 4.18

Magnetic pick–up mengkonversi pergerakan mekanikal menjadi tegangan AC. Magnetic pickup
terdiri dari coil, pole piece, magnet, dan housing. Sensor ini memiliki medan magnet yang jika
terpotong oleh gigi–gigi ring gear dari flywheel, maka akan membangkitkan tegangan AC pada
koilnya. Besar tegangan AC yang dihasilkan proporsional terhadap besarnya putaran (rpm).

 Agar Magnetic Pick-up Sensor (MPU) dapat bekerja secara normal, maka jarak antara MPU
gear teeth harus tepat. Pemasangan MPU yang benar adalah dengan memasukkan senso
sampai menyentuh bagian atas gear kemudian diputar kembali setengah putaran lalu lock-nu
dikencangkan. Jika jaraknya terlalu jauh maka signal yang dihasilkan lemah. Mengaculah pada
spesifikasi di buku manual untuk mengetahui prosedur dan jarak yang tepat untuk pemasanga
magnetik pickup.

Cara mendiagnosa kerusakan sensor ini ada dua cara yaitu:


1. Static
Pada saat terlepas dari harness -nya ukur pada konektornya antara pin A ke pin B (100-200
Ohm tergantung aplikasinya). Ada juga yang terukur sampai 1200 Ohm. Spesifikasi nila
resistan akan berbeda–beda tergantung aplikasinya, tetapi nilai tahanan yang terlalu tingg
mengindikasikan open atau jika nilai tahanan nol dapat mengindikasikan shorted.

2. Dynamic
Setelah test staticnya bagus maka kita check dengan engine dalam keadaan running, chec
pin A dan pin B maka akan terbaca frekwensi dan tegangan AC. Jika tidak kemungkinan
 jaraknya tidak sesuai spesifikasi.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Passive Speed Timing Sensor

Gambar 4.19

Speed sensor pada engine elektronik digunakan untuk mengukur kecepatan engine dan timing
penginjeksian. Signal pada Passive Speed Timing Sensor berbeda dengan signal yang dihasilkan
oleh Hall-Effect Sensor. Pada tipe ini perubahan timing telah diprogram di dalam Electronic
Control Module (ECM) sehingga dapat digunakan untuk penentuan timing yang sangat presisi.

Gambar di atas menunjukkan sepasang speed timing sensor yang digunakan pada beberapa EU
engine yang baru misalnya Caterpillar 3406E dan 3456. Sensor ini jenisnya magnetic pick up dan
selalu digunakan berpasangan.

Sensor yang satu di desain untuk mensensing putaran rendah yaitu saat cranking dan start awa
Sensor yang satunya lagi digunakan pada saat putaran engine telah normal. Dudukan kedua
sensor tersebut dibuat terpisah untuk mencegah tertukarnya sensor.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Gambar 4.20

Gambar 4.20 menunjukkan lokasi speed timing sensor (lihat tanda panah) yang terpasang pad
Caterpillar Engine 3456 EUI. Keduanya terpasang tegak lurus mengarah ke speed timing gear.

Sensor ini sering disebut sebagai upper dan lower, top dan bottom, atau primary dan secondary
Walaupun sensor mempunyai range operasi maksimumnya sendiri-sendiri tetapi jika terjad
kesalahan atau kerusakan pada salah satu sensor maka ECM akan menggunakan signal senso
lainnya sebagai back-up.

Metode diagnosa sensor jenis dapat dilakukan persis sama dengan metode yang digunakan pad
magnetic pick-up sensor yang dijelaskan sebelumnya.

Catatan: Pada beberapa large engine bisa mempunyai empat speed sensor.

Hall Effect Sensor


RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

menggunakan sensor ini untuk mengirimkan signal sehingga bisa mengetahui transmission
output speed dan t iming penginjeksian engine.

 Ada dua jenis Hall Effect Sensor, yaitu:


- Hanya mengukur speed, contohnya Transmission Output Speed Sensor (TOS).
- Untuk mengukur speed dan timing, contohnya Engine Speed Sensor (ESS).

Pada kedua sensor ini terdapat Hall Cell yang terpasang pada slip head yang ada di ujung
sensor. Saat gigi-gigi pada gear melewati hall cell ini maka akan merubah besarnya medan
magnet yang terjadi, sehingga signal yang dikirimkan pada amplifier (berada di dalam sensor
 juga akan berubah. Komponen elektronik di dalam sensor memproses signal ini
mengubahnya menjadi square wave pulse untuk dikirim ke control.

Konstruksi dari Hall Effect Sensor. Terdapat sensing element yang terpasang pada slip head da
sangat akurat karena outputnya yang berupa phasa dan amplitude mampu mengukur semu
tingkat putaran yang disensingnya. Sensor ini mampu mendeteksi putaran mulai dari 0 rpm, dan
kemampuan untuk beroperasi di daerah bersuhu tinggi

Signal yang dihasilkan oleh Hall effect speed sensor mengikuti lekukan yang terdapat pada gea
yang di-sensing. Signal akan berada pada posisi high (biasanya +10V) ketika tooth pada gea
bertemu dengan ujung sensor, dan berada dalam posisi low (+0V) ketika tooth melewati ujung
sensor. Bila terdapat pattern pada gear yang disensing tersebut, maka signal yang dihasilka
 juga akan mengikuti pattern yang ada di gear tersebut. Juga terdapat model speed gear yan
memiliki pattern tertentu sehingga electronic control dapat menentukan kecepatan dan ara
putaran gear tersebut.

Hall Effect Sensor didesain untuk bekerja sempurna pada kondisi zero air gap (celah yang sanga
rapat). Jadi ketika memasang sensor yang bertipe seperti ini maka slip head harus ditarik penu
keluar. Sehingga ketika diputar masuk kembali ke dalam dudukannya maka slip head aka
bersentuhan/kontak penuh dengan tooth pada gear yang akan di-sensing-nya. Saa
dikencangkan slip head ini akan otomatis tertekan kembali sehingga bisa menyesuaikan celah
kontak pada gear.

Transmissi on Outp ut Speed Sensor (TOS)

Gambar 4.22

Transmission output speed sensor merupakan jenis dari Hall Effect Sensor. Signal yang
dihasilkan berada di pin C pada connector-nya. Sensor ini memerlukan tegangan DC +10V pada
pin A connector untuk mengaktifkannya. Tegangan yang diberikan pada sensor dihasilkan oleh
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Prosedur yang dianjurkan untuk mengetest sensor adalah harus dilakukan pada machine (on
board diagnostic) untuk mengetahui bahwa kontrol mendapatkan speed input signal yang benar
Gunakanlah probe group untuk mengetest signal input pada connector di control untu
memastikan sinyalnya ada. Jika sinyal tidak ada lepaskan sensor dan periksalah secara visua
apakah terjadi kerusakan pada self-adjusting tip. Jika terjadi kerusakan gantilah sensor.
Penting untuk diperiksa adalah memastikan kondisi kontak dari slip head terhadap gear tooth
saat sensor terpasang. Bila slip head tidak tertarik penuh keluar saat pemasangan maka
memungkinkan terdapat celah antara sensor dengan gear tooth, dan hal ini bisa merusak ujung
sensor tersebut.

Umumnya self-adjusting slip head pada speed sensor tidak akan mengalami kerusakan
intermitten tetapi kondisinya hanya bekerja atau rusak.

Engine Speed Sensor (ESS) / Engine Speed Timi ng / Timin g Sensor

Gambar 4.23

Engine Speed Sensor disebut juga Speed Timing Sensor. Speed timing sensor pada engine
elektronik digunakan untuk mengukur speed dan timing. Putaran gear diukur dengan men
sensing perubahan medan magnet yang terjadi ketika gear tooth melewati ujung sensor. Timing
reference didapatkan dari salah satu ujung gear tooth tersebut.

Berikut ini dijelaskan perbedaannya dengan tipe passive speed timing sensor. Sebenarnya
karakteristik pengoperasiannya kedua sensor ini sama, hanya saja speed timing sensor didesain
khusus untuk sekaligus mensensing timing penginjeksian pada electronic engine. Karena senso
ini juga dipakai untuk referensi injection timing, maka electronic control perlu mengetahui secara
tepat kapan waktu gear tooth melewati slip head dari sensor.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Gambar 4.24

Pada gambar di atas menunjukan posisi timing gear dan sensor. Ketika gear tooth pada senso
melewati hall cell maka sensing element akan mengirimkan signal pada amplifier (komponen d
dalam speed sensor). Komponen internal di dalam sensor akan memprosesnya dan selanjutny
mengirim signal ke comparator.

Bila nilai signal di bawah rata-rata (posisi gear tooth menjauhi hall cell) maka outputnya juga aka
berada di posisi low, sebaliknya bila nilai signal di atas rata-rata (saat tooth gear bertemu denga
hall cell) maka output akan berada di posisi high. Rangkaian di dalam sensor telah dirancang
sedemikian rupa sehingga Electronic Control module pada Engine bisa menentukan dengan tepa
posisi gear yang berputar tersebut.

Pada sistem Electronic Unit Injection (EUI), terdapat pattern pada timing gear yang sangat uni
yang memungkinkan electronic control untuk menentukan posisi crankshaft, arah putaran, dan
kecepatan putaran (rpm). Ketika satu gigi (tooth) melewati hall cell, maka akan dibangkitkan sat
sinyal. Sinyal ini akan berada di posisi high ataupun low (tergantung posisi dari tooth gea
terhadap hall cell, seperti penjelasan di atas).

Electronic control akan menghitung jumlah signal yang dihasilkan sehingga bisa menentukan
besarnya putaran, juga merekam pattern dari signal yang dihasilkan (sesuai pattern yang uni
dari tooth gear) lalu membandingkan pattern dari signal tersebut dengan standard pattern yang
diprogram di dalam electronic control sehingga bisa menentukan posisi crankshaft dan ara
putaran.

Catatan: Single component speed/timing sensor tidak lagi digunakan pada aplikasi saat ini.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Lever Position Sensor

Gambar 4.25

Lever position sensor (1) yang terlihat pada gambar di atas adalah Hall-Effect position sensor
Pada aplikasi ini digunakan sebagai transmission shift lever sensor dan posisinya berada
dibawah transmission shift lever (2). Lever terhubung dengan suatu komponen yang mempunya
dua magnet. Salah satunya adalah magnet (3) seperti terlihat pada gambar kanan atas.

Ketika lever digerakan maka magnet akan melewati Hall Cell (4) maka akan terjadi perubaha
pada medan magnet yang akan menghasilkan sinyal. Internal electronic (5) yang ada pad
sensor akan memproses sinyal tadi dan mengirim ke ECM dalam bentuk sinyal PWM.

Lever position sensor menerima 24 VDC dari sistem elektronik machine. Sensor jenis in
mempunyai pin nomer 4 yang digunakan untuk kalibrasi pada beberapa aplikasi tertentu.

Sinyal PWM Hall Effect position sensor dengan kondisi sensor terhubung ke ECM dan key switc
pada kondisi ON akan menghasilkan nilai pengukuran sebagai berikut:
• Pin 1 to Pin 2 -- Supply Voltage
• Pin 3 to Pin 2 -- .7 - 6.9 DCV pada skala DC Volt
• Pin 3 to Pin 2 -- 4.5 - 5.5 KHz pada skala KHz
• Pin 3 to Pin 2 -- 5% - 95% duty cycle dalam skala %
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Throttle Position Sensor

Gambar 4.26

Sensor ini terdiri dari potentiometer yang dilengkapi dengan sebuah contact (1) yang aka
bergerak melewati lilitan (winding) sehingga menghasilkan tahanan yang bervariasi ketika
bergerak. Ketika potentiometer digerakan maka tahanan pada sirkuit juga akan berubah sehingg
Voltage drop –nya juga akan berubah. Position sensor termasuk digital sensor dan terdiri dar
komponen elektronik (2) yang terletak di dalam sensor body.

Potentiometer menggunakan tiga kabel (power, ground, dan signal return) dan mendapatkan
supply power yang konstan. Power akan mengalir pada kabel melalui kabel power dan ground
tapi nilai tegangannya akan tergantung dari aplikasinya. Ketika potentiometer wiper arm bergera
melewati winding, tahanan berubah kemudian tegangan yang dihasilkan akan dikirimkan ke ECM
melalui kabel sinyal.

Position sensor menerima tegangan 8.0 ± 0.5 Volt dari ECM. Untuk mengechek nilai suppl
Voltage pada sensor, hubungkan multimeter antara Pin A dan B pada konektor sensor. Set-lah
pada skala pembacaan "DC Volt”. Output signal dari Throttle position sensor berbentuk Pulse
Width Modulated (PWM) yang akan bervariasi tergantung dari throttle position dan aka
ditunjukan dalam bentuk persentase diantara 0 dan 100%.

Untuk mengetahui nilai sinyal output pada position sensor, hubungkan multimeter antara Pin B
dan pin C pada konektor throttle position sensor. Set-lah pada pembacaan “duty cycle”. Duty
cycle output pada throttle position sensor sekitar 16 ± 6% pada low idle dan 85 ± 4% pada high
idle. Duty cycle output pada lever position sensor harus berada sekitar 5 sampai 95% dari posis
stop ke stop.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

 ANAL OG SENSOR

Gambar 4.27

 Analog sensor sangat berbeda dengan sensor tipe lainnya, bukan hanya cara kerjanya tapi jug
cara pengetesannya. Pada gambar schematic lambang analog sensor mirip dengan lambang
digital sensor. Untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat supply voltage yang
digunakan oleh sensor tersebut.

 Analog sensor menggunakan voltage supply (pada pin A) sebesar +5V (berasal dari Electroni
Control Module). Ground pada analog sensor (pin B) dikenalk sebagai “analog return” atau
“return”, yang berarti grounding pada analog sensor langsung masuk ke dalam electronic contro
dan tidak disambungkan pada frame sebagai ground-nya.

 Analog signal berubah-ubah secara pelan (smooth) sepanjang pengoperasian dan proporsiona
terhadap perubahan parameter yang diukurnya. Output signal dari analog sensor berup
tegangan DC yang besarnya antara 0 sampai 5 volt. Analog sensor dapat pula dikenali dar
bentuk fisiknya yang kecil, karena sensor ini hanya terdiri dari beberapa komponen di dalamny
untuk menghasilkan signal.

 Analog sensor biasanya dipakai pada electronic engine untuk mengukur parameter yan
perubahannya relative konstan.

Troubleshooting Analog Sensors

Untuk proses throuble shooting pada analog sensor, teknisi sebaiknya mengacu pada diqagnosti
information yang dikeluarkan oleh electronic control. Berdasarkan diagnostic information yang
disampaikan oleh electronic control, bisa diperkirakan kerusakan pada salah satu analog sensor
Maka dengan mudah kita bisa menentukan lokasi kerusakan apakah di sensor atau d
harness/connector.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Berikut referensi hasil pengukuran untuk kondisi normal dari sebuah analog temperature senso
dengan kondisi terpasang dan posisi key switch ON:
• Pin A to Pin B -- Regulated 5.0 DCV input from the control.
• Pin C to Pin B -- 1.99 - 4.46 DCV from the sensor.

Output signal pada pin C akan berbeda-beda, tergantunr pada aplikasi sensor tersebut. Besarny
output signal proporsional terhadap parameter yang diukur (temperature, pressure, etc.). Teknis
harus mengacu pada buku manual untuk spesifikasi masing-masing sensor.

DIGITAL SENSOR

Gambar 4.28

Digital sensor pada electronic system caterpillar menggunakan metode yang disebut Pulse Widt
Modulation (PWM) untuk menghasilkan berbagai jenis input yang diinginkan oleh contro
Persyaratan yang dibutuhkan oleh setiap aplikasi akan menentukan jenis sensor jenis apa yang
akan dipakai nantinya. Digital sensor digunakan untuk untuk mengukur berbagai paramete
seperti posisi, kecepatan, gaya, t ekanan, dan lain-lain.

Dalam pembahasan digital PWM sensor ini kita gunakan sebuah temperature sensor sebaga
contoh. Karena pada dasarnya semua PWM sensor memiliki system operasi yang sama. Perl
diperhatikan ukuran digital PWM sensor, hal ini penting agar teknisi dapat mengidentifikas
perbedaan dari masing-masing sensor. Pada umumnya digital sensor lebih besar ukuranny
dibanding dengan analog sensor karena digital sensor terdiri dari banyak komponen elektronik d
dalam bodinya.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Simbol Digital Sensor

Gambar 4.29

Bila diperhatikan di electrical schematic, pada sirkuit digital sensor akan ditemukan sambunga
untuk ground-nya akan kembali bersirkulasi kepada ground yang ada di control melalui pin B
pada connector. Hal ini karena digital sensor mendapat suplai power dari control untu
mengaktifkannya.

SUPPLY
Tegangan suplai untuk sensor dapat diperoleh dari berbagai sumber, yaitu:
- B+, +B, +Battery, berarti supply voltage didapatkan dari battery.
- +8, berarti supply voltage untuk sensor didapatkan dari control sebesar 8V. Untuk digita
sensor besarnya tegangan ini bisa 8V, 10V, 12V, dan 24V.
- V+, berarti digital sensor mendapatkan supply voltage dari suber lain selain dari batter
yang ada di machine.

GROUND
Ground untuk digital sensor terbagi dua yaitu ada yang di-ground langsung ke machine frame
(posisi groundingnya berdekatan dengan sensor) dan ada yang ground-nya kembali pada ECM
Untuk itu teknisi perlu mengetahui dengan jelas posisi grounding tiap-tiap sensor digital yang
ditunjukkan oleh schematic.

SIGNAL
Signal merupakan output yang dihasilkan oleh sensor. Signal wire mengirimkan informasi kepada
electronic control module untuk selanjutnya diproses.

Troubleshooting Digital Type Sensors


Dalam pekerjaan throuble shooting teknisi sebaiknya menggunakan diagnostic information yang
dikeluarkan oleh electronic control. Berdasarkan diagnostic information yang disampaikan oleh
electronic control telah memunculkan dugaan kerusakan pada salah satu digital sensor, mak
dengan mudah kita bisa menentukan lokasi kerusakan apakah di sensor atau d
harness/connector.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Bila hasil pengukuran signal dan supply voltage sensor di luar spesifikasi, maka proses throuble
shooting harus dilanjutkan. Untuk itu, gunakan 9U-7330 (FLUKE 87) atau 146-4080 (Digita
Multimeter) untuk mengecheck signal PWM yang dihasilkan oleh sensor. Digital Multimeter jenis
ini mempunyai kemampuan untuk mengukur tegangan DC, frequency, dan duty cycle. Uku
output signal yang dihasilkan menggunakan 7X1710 (Probe) pada pin B (ground) dan C(signal).

Berikut referensi hasil pengukuran untuk kondisi normal dari sebuah digital temperature senso
dengan kondisi terpasang dan posisi key switch ON:
(untuk sensor lain bisa mengacu pada spesifikasi yang ada di buku manual):
• Pin A to Pin B -- Supply Voltage
• Pin C to Pin B -- .7 - 6.9 DCV on DC volts scale
• Pin C to Pin B -- 4.5 - 5.5 KHz on the KHz scale
• Pin C to Pin B -- 5% - 95% duty cycle on the % scale
(untuk sensor lain bisa mengacu pada spesifikasi yang ada di buku manual).

Kuncinya adalah tegangan DC yang terukur bisa saja berbeda tergantung dari tipe sensornya tap
frequency yang terbaca harus selalu sesuai dengan spesifikasi sensor dan duty cycle yan
dihasilkan harus lebih besar dari 0% (biasanya 5%-10%) pada posisi low dan maksimal 95%
pada posisi high (namun tidak boleh mencapai 100%).
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

 ANAL OG TO DIGITAL SENSORS

Gambar 4.30

Jenis analog to digital sensor adalah sensor yang merupakan gabungan antara sinyal analog da
sinyal digital. Analog to digital sensor dipakai dan diatur oleh elektronic control yang memprose
informasi dari sensor tersebut.

Gambar di atas menunjukkan contoh Analog to Digital sensor yaitu pressure sensor. Tekanan
diukur menggunakan bagian analog dan sinyal dikirim ke konverter dan akan dikonversikan
menjadi digital output (PWM) dan kemudian dikirimkan ke elektronik kontrol.

Simbol Analog To Digital Sensors


RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Simbol sensor pada skematik tidak mengidentifikasikan bahwa sensor itu adalah sensor analog t
digital. Informasi yang diberikan pada simbol di skematik adalah output sensor tersebut. Misalny
sinyal output-nya adalah sinyal PWM.

Gambar di atas menunjukkan simbol yang digunakan untuk mengidentifikasi sistem yan
dimonitor yaitu brake air pressure.

Untuk proses troubleshooting pada sensor jenis ini, gunakan proses yang sama ketika melakuka
troubleshooting pada digital sensor (PWM). Jenis sinyal output dari sensor yang menentukan
metode troubleshooting sensor tersebut.

ULTRASONIC FUEL LEVEL SENSOR

Gambar 4.32

Beberapa jenis mesin Caterpillar dilengkapi dengan sensor ultrasonik. Sensor jenis ini digunaka
pada fuel system dan menggantikan sensor jenis lama yang menggunakan sender untu
mengukur fuel level.

Ultrasonik fuel level mengukur ketinggian fuel di dalam tangki. Sensor memancarkan gelombang
ultrasonik yang merambat melalui guide tube yang terpasang di dalam tangki. Kemudian
gelombang dipantulkan oleh metal disk kembali ke sensor. Metal disk ini berupa lempengan
logam terpasang pada pelampung di dalam guide tube. Sensor mengukur lamanya waktu
perambatan signal dari sensor ke metal disk dan kembali ke sensor.

Sensor mempunyai empat terminal. Sensor ultrasonik ini bisa dipakai pada fuel tank tipe deep
tank maupun tipe shallow tank. Untuk membedakan penggunaan sensor pada kedua tipe fue
tank tersebut maka ditentukan dari posisi terminal 3 pada sensor.

Status Open atau ground pada terminal 3 di konektor digunakan oleh electronic control untuk
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

PULL-UP VOLTAGE

Gambar 4.33

Pull-up voltage adalah tegangan yang disuplai dari rangkaian di ECM melalui sebuah interna
resistor (besarnya 2K ohm). Tegangan ini digunakan sebagai referensi untuk memonitor kondis
dari signal circuit apakah dalam posisi open atau shorted. Pull-up circuit digunakan pada
sebagian besar switch maupun sensor yang menjadi input bagi electronic control.

Typical Switch Circuit

Gambar 4.34

Pada gambar kiri di atas diperlihatkan contoh dari rangkaian Pull-up voltage yang menggunaka
switch sebagai komponen input-nya.

Sedangkan pada gambar kanan di atas adalah salah tipe switch yaitu oil pressure switch.

Switch dimonitor oleh ECM sama seperti switch, namun perbedaanya adalah pada 2-sensor in
menggunakan variable resistor sebagai pengganti kontak pada switch. Tahanannya akan
berubah mengikuti perubahan parameter yang di ukurnya. Sensing device akan menguku
besarnya voltage drop yang terjadi pada sensor.

Pada contoh di atas diperlihatkan signal yang diinginkan berada diantara 0 volt sampai 5 volt,
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Typical 2-Wire Sensor Circui t

Gambar 4.35

Pada gambar kiri di atas diperlihatkan rangkaian Pull-up voltage yang menggunakan 2-wire
sensor (passive sensor) sebagai komponen input-nya.

Sedangkan pada gambar kanan di atas merupakan contoh dari passive sensor yaitu engine
temperature sensor.

2-wire sensor dimonitor oleh ECM sama seperti switch, namun perbedaanya adalah pada 2
sensor ini menggunakan variable resistor sebagai pengganti kontak pada switch. Tahanannya
akan berubah mengikuti perubahan parameter yang di ukurnya. Sensing device akan menguku
besarnya voltage drop yang terjadi pada sensor.

Pada contoh di atas diperlihatkan signal yang diinginkan berada diantara 0 volt sampai 5 volt,
tidak mencapai 0 volt ataupun 5 volt. Jadi bila tegangan mencapai 0 volt atau 5 volt, mak
sensing device akan menganggap sensor dalam kondisi fault.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Karakteristik 2-Wire Sensor

Gambar 4.36

Signal sensing device yang ada di dalam ECM akan mensensing pull-up voltage dari sensor.
nilai tahanan yang berubah-ubah pada sensor juga akan mempengaruhi besar voltage drop yan
terjadi. Perubahan voltage inilah yang dipakai oleh ECM untuk menentukan sensor dalam kondis
open, short, atau normal.

Bila kondisi input yang diterima oleh signal sensing device sebesar 0 volt sampai 0,2 volt, maka
ECM akan menganggap sensor dalam keadaan short to ground.

Bila kondisi input yang diterima oleh signal sensing device diantara 0,2 volt dan 4,2 / 4,8 volt
maka ECM akan menganggap sensor dalam keadaan normal.

Bila kondisi input yang diterima oleh signal sensing device sebesar 4,8 volt sampai 5 volt, maka
ECM akan menganggap sensor dalam keadaan open circuit.
RELATED TITLES
19 views 1 0

Students Guide CAT Electric


Electronic 
Uploaded by Ahmat Ramadani

student guide electrical CAT Full description


1. Da�ar Tempat Cara Memikat Pengumuman Beasiswa
    Dan Lokasi Uas Wanita Idaman Beasiswa BBM Untuk
Save Embed Share Print

TT007 ELEKTRIK  D AN ELEKTRONIK

Typical 3-Wire Sensor

Gambar 4.37

Pada 3-wire sensor yang dimonitor oleh electronic control adalah terminal B (negative) da
terminal C (signal).

Bila terjadi open circuit pada jalur signal maka signal sensing device akan menerima tegangan
pull-up sebesar +6,5 volt (voltage high) dan ECM mengeluarkan diagnostic code (FMI 03 - open)

Bila terjadi short circuit pada jakur signal (C), maka signal sensing device akan menerima
tegangan sebesar 0 volt (voltage low) dan ECM mengeluarkan diagnostic code (FMI 04 – short).

Gambar 4.38

Nilai tegangan pull-up berbeda pada tiap sensor tergantung pada aplikasinya. Terkadang nila
tegangan pull-up sama dengan nilai supply voltage (A) pada sensor.

Catatan: Yang perlu dipahami adalah bagaimana ECM menggunakan tegangan pull-up ini untu
mendiagnosa fault pada sensor. Jadi tidak selamanya pengukuran tegangan pull-up
pada tiap sensor harus dilakukan karena kondisi open atau short akan diinformasikan
oleh ECM bila terjadi fault pada sensor.

Anda mungkin juga menyukai